Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN DERMATITIS

Pokok Bahasan : Dermatitis

Sub Pokok Bahasan :

1. Pengertian Dermatitis
2. Penyebab Dermatitis
3. Tanda dan gejala Dermatitis
4. Penanganan

Sasaran : Masyarakat Dusun Nua Jena


Hari/Tanggal : Saptu, 28 Apri 2018

Waktu : 30 menit

Tempat : Aulah Kantor Desa Nua Jena

Penyuluh : Mahasiswa Semester 3 Prodi Keperawatan Ende

Latar Belakang :

Dermatitis adalah penyakit kulit gatal-gatal, kering, dan kemerahan. Dematitis juga dapat
didefinisikan sebagai peradangan pada kulit, baik karena kontak langsung dengan zat kimia yang
mengakibatkan iritasi, atau reaksi alergi.
Dengan kata lain, dermatitis adalah jenis alergi kulit. Selain penyebab bahan-bahan
kimia, sering kali dermatitis terjadi ketika kulit sensitive kontak langsung dengan perhiasan
logam biasanya emas dengan kadar rendah atau perhiasan perak dan kuningan. Jika Anda
mengalami kulit kering dan gatal, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi pada dokter, apakah
yang terjadi pada kulit Anda teridentifikasi dermatitis.
Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 1x30 menit, masyarakat mampu mengenal dan
mengatasi masalah dermatitis.
Tujuan khusus
Setelah proses pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Memahami pengertian Dermatitis
2. Memahami etiologi Dermatitis
3. Mengetahui manifestasi klinik Dermatitis
4. Memahami penatalaksanaan Dermatitis
Metode : Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi

Media : Leaflet dan Poster

Strategi :

No Fase Kegiatan Sasaran Waktu


1 Pre-Interaksi  Mempersiapkan  Menyiapkan ruangan dan 5 menit
materi, media, tempat alat-alat yang dibutuhkan
dan waktu.
2 Interaksi  Mengucapkan salam  Menjawab salam 10
 Memperkenalkan diri  Menyimak menit
 Menyampaikan tujuan
umum dan tujuan
khusus
 Kontrak waktu dengan
sasaran
3 Kerja  Mengidentifikasi  Tanya jawab 10
pengetahuan.  Menyimak materi yang menit
 Menyampaikan Materi disampaikan
diantaranya:
1.pengertian penyakit
skabies
 Diskusi
2.Menjelaskan siklus  Tanya jawab
hidup sarcoptes scabies
3.menjelaskan ciri- ciri
skabies

4.menjelaskan gejala
klinis skabies

5.menjelaskan
penanganan dan
pengobatan skabies
.
 Memberikan
kesempatan bertanya
 Menjawab pertanyaan
4 Terminasi  Membuat kesimpulan  Menyimak 5 menit
 Melakukan evaluasi  Menjawab salam
 Menutup penyuluhan  Tepuk tangan
dan mengucapkan
terimakasih.

Materi : Terlampir
Seting tempat

M P F

S S S S

S S S S

Ket.:

M: Moderator

P : Presenter

F : Fasilitator

S :Peserta (Sasaran)

O : Observer
Pengorganisasian :
a. Pelaksana
 Moderator : Donata Nona
 Presenter : Anastasia Gedhe
 Fasilitator : Antonia Nungga
 Observer : Antonia Seso sado
b. Tugas pelaksana
 Moderator :
1. Mengawali dan mengawasi jalannya diskusi yang menjadi
tanggung jawabnya agar berjalan sesuai dengan topiknya.
2. Memberi penjelasan dan bimbingan terhadap peserta agar mau
suasana tenang namun tidak tegang
3. Melakukan tindakan agar diskusi bisa lebih fokus dan kondusif
 Presenter :
Menyampaikan/menyajikan materi dan menjawab pertanyaan dari
penanya .
 Fasilitator :
Membantu sekelompok orang,memahami tujuan bersama mereka
dan membantu mereka dalam membuat rencana guna mencapai
tujuan tersebut tanpa mengambil posisi tertentu dalam penyuluhan.
 Observer :
Memantau/mengamati jalannya penyuluhan
Evaluasi
1. Evaluasi Struktur:
 Media yang digunakan lengkap dan digunakan sesuai dengan jumlah sasaran
 Tempat penyuluhan: bersih, tertata rapi dan memadai
 Tim pelaksana penyuluhan, lengkap dan menjalankan tugas sesuai dengan
pembagian yang telah ditetapkan
2. Evaluasi proses
Semua materi disajikan dan disampaikan secara lengkap dan jelas. Jumlah peserta
sebanyak 50 orang dan waktu yang dialokasikan sesuai dengan yang telah direncanakan.
3. Evaluasi hasil
Peserta sudah mampu menjelaskan :
a. Memahami pengertian Dermatitis
b. Memahami etiologi Dermatitis
c. Mengetahui manifestasi klinik Dermatitis
d. Memahami penatalaksanaan Dermatitis
LAMPIRAN
DERMATITIS
A. Pengertian
Suatu penyakit yang menyerang pada kulit dengan gejala yang paling umum yaitu pruritus
atau gatal-gatal. Gejala lain yang tampak adalah kemerahan (inflamasi eritema), tonjolan-
tonjolan berisi air (vesikulasi), keluar nanah (eksudasi), dan pembentukan sisik. Tanda-tanda
tersebut tidak selalu timbul pada saat yang sama. Penyakit ini bersifat kambuhan dan
dapat menjadi kronis.
Penyebabnya tidak diketahui dengan pasti, diduga disebabkan oleh berbagai faktor yang
saling berkaitan (multifaktorial). Meliputi faktor
intrinsic & faktor ekstrinsik
Dermatitis merupakan epidermo-dermitis dengan gejala subyektif pruritus. Obyektif
tampak inflamasi eritema, vesikulasi, eksudasi, dan pembentukan sisik.
Eksema dermatitis adalah peradangan kulit (epidermis dan dermis) srbagai respon
terhadap pengaruh eksogen dan endogen yang disertai kemerahan, lepuh, basah, sisik,
menebal dan gatal.
B. Penyebab
Penyebab dermatitis kadang-kadang tidak diketahui. Sebagian besar merupakan
respon kulit terhadap agen-agen, misalnya zat kimia, protein, bakteri, dan fungus. Respon
tersebut dapat berhubungan dengan alergi. Alergi ialah perubahan kemampuan tubuh yang
didapat dan spesifik untuk bereaksi.
Reaksi alergi terjadi atas dasar interaksi antara antigen dan antibody. Karena
banyaknya agen penyebab, ada anggapan bahwa nama dermatitis digunakan sebagai nama
“tong sampah” (catch basket term). Banyak penyakit alergi yang disertai tanda-tanda
polimorfi disebut dermatitis.
C. Tanda dan gejala
 Radang akut (dolor), terutama pruritus
(gatal-gatal)
 Kenaikan suhu (kalor)
 Kemerahan (rubor)
 Pembengkakan (tumor atau edema)
 Gangguan fungsi kulit (fungsiolesa)
D. Macam –macam tipe Dermatitis
1. Dermatitis kontak
Dermatitis kontak adalah dermatitis yang disebabkan oleh bahan/substansi tertentu yang
mengakibatkan iritan misal pada parfum, bahan kimia.
2. Neurodermatitis
Peradangan kulit yang kronis lama timbul, karena goresan pada kulit secara berulang,
penyakit ini muncul saat sejumlah pakaian ketat yang kita kenakan, biasanya muncul pada
pergelangan kaki, pergelangan tangan, lengan, dan bagian belakang dan leher
3. Sebborheich dermatitis.
Dermatitis ini seringkali diakibatkan faktor keturunan, muncul saat kondisi mental dalam
keadaan stress.
4. Statis dermatitis.
Merupakan dermatitis sekunder akibat insufisiensi kronik vena atau hipertensi vena
tungkai bawah.

5. Dermatitis Atopik
Merupakan peradangan kulit yang kronis, disertai gatal yang umumnya sering terjadi
selama masa bayi dan anak-anak.Gejala- gejala antara lain gatal- gatal, kulit menebal, dan
pecah-pecah. Seringkali muncul
E. Cara penaganan
 Hindari menggaruk, karena tidak akan membuat gatal
hilang, memperburuk ketidaknyamanan
 Gunakan pelembab untuk mengurangi gatal misal
lotion
 Hindari penyebab alergi (Detergen atau serbuk kayu, makanan yang sering
menyebabkan alergi susu, telur, gandum, kacang-kacangan kedelai dan makanan
laut)
 Mandi teratur dapat mengurangi dermatitis, gunakan sabun yang sesuai dan tidak
menyebabkan alergi.
DAFTAR PUSTAKA

Muttaqin, Arif. 2011. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Integumen. Jakarta


: Salemba Medika.

Brown, Robin Graham dan Tony Burns. 2005. Dermatologi. Jakarta : Erlangga.

Smeltzer, Suzanne C. 2002.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8


volume 3.Jakarta : EGC.

FKUI. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius.

Price Anderson Sylvia. 1994. Patofisiologi. Jakarta : EGC.

Hetharia, Rospa. 2009. Asuhan Keperawatan gangguan Sistem Integumen.Jakarta


: Trans Info Media.

Raharyani, Loetfia Dwi. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Gangguan
Sistem Integumen. Jakarta : EGC.

Mitchel, Richard N. 2009. Buku Saku Dasar Patologis Penyakit. Jakarta : EGC.

Harahap, Marwali. 2000. Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta : hipocrates.