Anda di halaman 1dari 3

Hukum Beer-Lambert

Asisten: Hari, Tanggal : Rabu, 25 April 2018
Rekan Kerja:
1. Fadhilah Chandra (G74140002) 1. Rigel Raimarda (G74160047)
2. Nurul Mustika Dewi (G74140016) 2. Farida Pujiyati (G74160054)
3. Nurfadila (G74140033)
4. Indah Puspita (G74140055)
5. Indah Lisnawati H. (G74150002)
6. Ikarinka Adelly S. (G74150027)

Giri Nugroho
G74160080

DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2018

05 M dan 0. Masukkan larutan uji ke dalam kuvet. 3. Ukur ketebalan plastik menggunakan mikrometer. Isi kuvet dengan air hingga 2/3 volumenya. 2. Buat larutan CuSO4 dengan 6 variasi konsentrasi (dalam Molar).1 M. dan merah) dengan ukuran 2x3 cm2. Ukur daya Laser yang melewati sampel. Buat tabel hasil pengukuran daya Laser terhadap jumlah (atau ketebalan) potongan plastik. 0. Tempatkan satu potongan plastik pada lintasan Laser. 3. misalnya: 5 M. Tambahkan jumlah potongan plastik kemudian ukur lagi daya laser yang dilewatkan. 1 M. misalnya pewarna makanan. Cata dalam tabel nilai daya terukur terhadap variasi konsentrasi. Buat potongan-potongan plastik berwarna (biru. Catat daya ini sebagai daya P0. 4. Ukur daya laser yang melewati kuvet menggunakan PowerMeter atau Fotometer. II. Variasi Ketebalan 1. 2. Ukur daya Laser yang melewati potongan plastik. Tinjauan Pustaka Prosedur Kerja Set-up percobaan Hukum Beer-Lambert disusun seperti Gambar 3. Ukur tebal bagian kosong dari kuvet. mulai dari konsentrasi paling kecil. hijau.01 M.Tujuan Mengamati hubungan transmitansi dan absorbansi terhadap konsentrasi dan ketebalan penyerap. lanjutkan untuk jumlah potongan berikutnya hingga daya Laser sekecil mungkin. Variasi Konsentrasi 1. 2 M. Arahkan sinar laser menembus kuvet berisi air. I. 4. Lakukan untuk plastik berwarna lainnya. 0. Data dan Pengolahan Data Pembahasan Simpulan Melalui praktikum dapat disimpulkan bahwa panjang gelombang cahaya tampak untuk setiap warna berbeda-beda dengan urutan panjang gelombang dari . Sedapat mungkin posisi peralatan tidak berubah selama percobaan. Ulangi poin 1-3 untuk larutan lain.

66 nm). . 1985. Analisis kelimpahan hidrogen bintang-bintang deret utama dari spektroskopi resolusi tinggi [Skripsi]. Chatwal G dan Anand S. Perancangan spektrometer transmisi sederhana menggunakan kamera digital dan aplikasinya pada karakterisasi spektrum [Skripsi]. Depok (ID): Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 2010 . Azam M. Dalam: Jurnal Sains & Matematika (JSM) 5(1): 9-14. The Scientific Journal of The Royal College of Ophthalmologists 30(2): 222-229. Spectroscopy (Atomic and Molecular). Dalam: Eye. Kimia Dasar. Syahroni F R. Identifikasi unsur-unsur berdasarkan spektrum emisi menggunakan jaringan syaraf tiruan. hijau (533. 1991. 2011. Deomedes. Salatiga (ID): Fakultas Sains dan Matematika. Universitas Indonesia. Sliney D H. kemudian paralaks mata saat mengukur besar sudut dan faktor kelelahan alat terutama pada bagian teleskop dan spektroskop sehingga didapatkan hasil data yang berbeda dengan nilai seharusnya atau nilai dalam literatur. 2004. Semakin besar panjang gelombangnya maka energi yang dihasilkan akan semakin kecil dan semakin jauh jarak perpindahan elektron antar kulit satu dengan kulit lainnya maka akan mengemisikan energi yang nilainya semakin besar.yang terpendek adalah ungu (410 nm) . biru (463. Jakarta (ID): Erlangga. 2016. Mumbai (IN): Himalaya Publishing House. Nilai tetapan Rydberg yang dihasilkan dalam percobaan memiliki nilai yang bervariasi namun seharusnya nilai tetapan Rydberg sama besarnya untuk setiap panjang gelombang dengan nilai tetapan seperti pada warna ungu yaitu sebesar 1.33 nm). Jakarta (ID) : Erlangga.33 nm) dan merah (646.097 x 107 m-1. Universitas Kristen Satya Wacana. Suseno J E. Ketidaksesuaian nilai tetapan Rydberg dengan literatur dapat disebabkan oleh beberapa faktor kesalahan seperti kurang tepatnya posisi warna yang diinginkan untuk diukur sudutnya. What is light? The visible spectrum and beyond. 2007. Chang R. Daftar Pustaka Beiser A. Prasetyo E. Konsep Fisika Modern.