Anda di halaman 1dari 6

Keselamatan Pasien dan Keselamatan Kesehatan Kerja

dalam Keperawatan
SKENARIO “UPAYA PENCEGAHAN PSIKOSOSIAL”
Dosen pengampu :

disusun oleh:

Danang Oktavianto P (G2A218021)

Anugrah Wismanti P (G2A218022)

Galih Aditiya W (G2A218023)

Tria Hani Farhani (G2A218024)

Rizal Gunawan Uli S. (G2A218082)

Fantina Yoga Oktaviani (G2A218084)

Dhea Praditiya Nengsari (G2A218085)

Muhammad Rifa’i (G2A218086)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN SEMARANG


(LINTAS JALUR)
JURUSAN ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

2018
Skenario Roleplay K3 “Upaya Pencegahan Psikososial”

Peran :

Kepala Ruang :

Katim 1 :

Katim 2 :

Perawat A :

Perawat B :

Perawat C :

Perawat D :

Prolog

Diruang VIP Rumah Sakit “X” terdapat 18 bed dengan pembagian kerja
tim 1 9 bed dan tim 2 juga 9 bed. namun pada beberapa hari ini tim 1 9 bed penuh
dengan tidak terlalu banyak program dan tim 2 9 bed penuh dan full program
tindakan. Pada hari ini terdapat 4 perawat jaga dengan 2 katim dari setiap tim dan
masing masing 2 perawat pelaksana.tugas hari ini untuk tim 1ada tidak terlalu
program yakni tidak ada perawatan luka, 2 pengambilan sampel darah
laboratorium, 1 program operasi dan semua pasien pada tim 1 dengan minimal
care sedangkan tim 2 yang banyak program yakni 6 program perawatan luka, 9
pengambilan sampel darah, 3 program operasi dan program rontgen radiologi, dan
semua pasien membutuhkan total care oleh perawat.

Setelah selesai conference dan operan pagi semua perawat segera


melakukan tugasnya.

Katim 2 menyuruh perawat A dan B untuk menyelesai semua program hari ini.
Suasana di Tim 2

Katim 2 : Dek A, kamar 201, 203, 204, 205, 207, 209, diganti balut ya,
sekalian untuk pasang infus kamar 202 ya

Perawat A : enggeh bu

Katim 2 ; dek yang satunya, kamu ambil sampel dari semua pasien untuk
cek rutin, dan nanti setelah selesai kirim ke laboratorium, setelah
tadi kamar 202 dipasang infus itu pasien program operasi.
dipuasakan ya. dan kamar nomer 203 dan 206 juga program
operasi. tunggu temenmu yang satu selasai menyelesaikan tugas
yang sudah saya kasih tadi trus nanti kalo sudah siap operasi
kirim ya sama temenmu.

perawat bu : (sambil menulis semua yang ditugaskan ibu katim 2) siap


bu...... (dilanjutkan mengulangi tugas yang diberikan katim 2)

((segeralah kedua perawat tim 2 melaksanakan tugasnya.))

Disisi lain pada Tim 1, Tim 1 melaksanakan tugas dengan bersama-sama dan
saling tolong menolong. kerja sama di tim 1 terjalin baik katim melaksanakan
tugas dengan dibantu 2 perawat pelaksana, yakni perawat C dan D.

Katim 1 : dek C, minta tolong ya nanti kamu sama temenmu anter keruang
operasi ya karena jadwalnya jam 10 pasien kamar 211, pasien
sudah dipuasakan oleh perawat yang dines malam tadi

Perawat C : siap laksanakan bu

kemudian perawat C dan D berjalan menghampiri pasien dikamar 211 dan


mengantar ke ruang operasi, dan program ambil darah dilakukan oleh Katim 1
sendiri.

Hari demi hari terus berlalu, paien silih berganti namun tak disangka
semua pasien yang masu di tim 2 berkondisi hampir sama seperti sebelumnya,
dengan total care dan banyak sekali program yang harus dilakukan. semua beban
kerja sangat dirasakan oleh Tim 2, dan perawat dari tim 2 merasakan kurangnya
kerja sama antara Katim 2 dengan perawat pelaksana dalam timnya.

Pada suatu hari lain suasana yang melelahkan, perawat A sedang duduk di
nurse station dengan niat hati untuk beristirahat sebentar karena waktu sudah
menunjukan jam makan siang. perawat A lelah sekali banyak sekali pekerjaan hari
yang dia kerjakan hanya berdua dengan perawat B saja.

kemudian Perawat C yang duduk tak jauh dari perawat A datang


menghampiri perawat A

perawat C : makan siang yuk A laper nih kamu juga kan?

Perawat A : yuk, tapi bentaran aku ijin dulu sama katim 2 ya

(tak disangka katim 2 sudah mendengar percakapan antara perawat A dan C sedari
tadi)

Katim 2 : (dengan suara yang agak lantang) tu pasien udah selesai semua
programnya? enak bener udah mau makan siang aja, ibu ini juga
belum makan malah kamu mau duluan. kalo dah selesai semua
tuh baru makan

perawat A dengan langkah gontai dan sedikit terkejut mendengar bentakan dari
katim 2 merasa sangat sakit hati, banyak sekali rasa ingin marah dan membalas
perkataan katim 2 tersebut.

akhir akhir ini memang banyak perawat dari tim 2 sudah ingin keluar saja
tidak betah karena sifat dari katim 2 tersebut terutama perawat A dan B karena
sudah muak dan jengkel dalam hatinya yang tak bisa diungkapkan.

lama kelamaan katim 2 terus berlaku seperti itu, semakin menekan kerja
perawat pelaksana dari tim 2 itu.

akhirnya......
perawat A : “C kamu tau ngga aku itu sebel dan jengkel banget sama katim 2
kerjaannya cuman merintah, program banyak ngga mau
tangannya kotor, ngga pernah bantuin, kerjanya cuman marah
marah kalo ada yang ngga bener. ini di hati rasanya sakit banget
ditekan seperti itu. katim 2 ngga mau dengerin kita dan bertindak
semena-mena apa aku resign aja ya aku bisa stress kerja disini
dengan beban kerja yang seberat ini.

Perawat C : sabar ya A

menurut perawat A jawaban dari perawat C tak cukup menenangkannya malah


semakin membuat perawat A stress.

Pada akhir shift hari ini ternyata perawat C memberitahukan kepada katim
1 semua curhatan perawat A mengenai Katim 2. dan Katim 1 menceritakan
kepada Kepala ruang yang menjabat disana.

kemudian hari selanjutnya.........

Karu : Katim 2 nanti menemui saya ya diruang

katim 2 : baik, ada apa ya?

karu : ya nanti keruang saya dulu kalau semua sudah selesai ada yang
perlu saya bicarakan

katim 2 : baik

Perbicangan antara karu dan katim 2 cukup serius karena karu memberikan
peringatan 1 kepada katim 2 mengenai tindakannya selama ini. namun katim 2
mengelak bahwa dia tidak melakukan hal negatif dibicarakan itu.

kemudian pelaporan kepada karu diketahui katim 2 bahwa perawat A lah


yang menceritakan kepada perawat C dan mengakibatkan katim 1 melaporkan
kepada Karu. mendapatkan berita tersebut Katim 2 tidak merubah sikapnya
ternyata malah sebaliknya.
Katim 2 : (dengan nada membentak) oh kamu yang laporan ke pak karu,
kalo tidak suka bilang langsung kesaya jangan asal begitu

perawat A semakin berkecil hati dan tidak mampu menjawab karena merasa
masih baru bekerja ditempat itu tapi sudah terjadi seperti ini. perawat A semakin
stress dan tertekan setiap hari dengan perlakuan katim 2 terhadapnya.

tanpa disadari ternyata semenjak laporan yang diterima Karu tempo hari
menjadikan Karu lebih mengawasi perawat-perawat yang ada diruangnya. dan
akhirnya benar tentang tekanan yang dirasakan perawat A itu tetap ada dan
semakin membesar. oleh karena itu setelah seminggu paska diberikannya
peringatan 1 pada katim 2, Karu memanggil kedua Katim dan mengajak
berunding tentang semua hal yang terjadi dan memecahkan masalah yang ada.
dengan memberikan waktu kepada kedua katim untuk mengekspresikan apa yang
menjadi masalah dan Karu memberikan pengertian dan mengamanahi kedua
katim khusunya katim 2 agar mengubah perilakunya terhadap anggota tim
membagi rata semua beban kerja yang dimiliki setiap tim, berkerja sama dan lebih
bijaksana dalam melakukan tugasnya. dan untuk katim 1 agar dapat membantu
bila pekerjaan timnya telah selesai.

kemudian dihari berikutnya katim 2 lebih bijaksana dalam melaksanakan


tugas dan lebih bekerja sama dengan perawat pelaksananya. keadaan itu terus
membaik dan perawat A pun mulai pulih dari tekanan-tekanan yang dirasakannya
kemarin. dan akhirnya kedua katim bisa bekerjasama dan bijaksana semua hal itu
suatu upaya mencegah psikososial yang dihadap perawat didalam pekerjaannya.

 Selesai 