Anda di halaman 1dari 4

SKENARIO 2 BLOK 8

Bapak MJ berkomsultasi dengan Apoteker Z di apotek IF mengenai


anaknya, DT (5th), yang didiagnosa menderita flek paru-paru. Bapak MJ
membawa kopi resep yang berisi tablet salut Rifampicin, tablet Isoniazid,
tablet salut Ethambutol,tablet Pyrazinamida, dan tablet Vitamin B6 dalam
satu puyer. Bapak MJ menanyakan kondisi puyer yang terlihat basah dan
menempel pada kertas puyer. Bapak MJ juga menanyakan mengapa pada
emulsi multivitamin penambah nafsu makan untuk MT timbul bau tengik
dan pada permukaan obat terlihat genangan semacam minyak yang tidak
bercampur walaupun telah dikocok. Apoteker Z menyarankan puyer
tersebut diganti dengan sediaan FDC. Sedangkan untuk emulsi
multivitamin disarankan untuk membeli kembali sediaan yang baru.

*Dokter meresepkan puyer utk 2 bulan sekaligus*

1. Mengklarisifikasi Istilah Asing


- Sediaan FDC : KOMBINASI DOSIS TETAP. MERUPAKAN OBAT
DALAM BENTUK KOMBINASI DENGAN CAMPURAN 2 ATAU
LEBIH OBAT dalam satu kesatuan

2. Menetapkan masalah
- Instabilitas sediaan emulsi dan puyer?
Sediaan emulsi : Mengalami cracking sama craming, jika cracking
tidak bisa terdispersi kembali. Creaming bias kembali lg setelah
dikocok.
Sediaan puyer : Terjadi pengembangan pada kemasan karena
menyerap lembab dan juga baunya berubah

- Factor yg mempengaruhi satbilitas obat?


Adanya factor lingkungan, oksigen, cahaya, moistur, dipengaruhi
bentuk sediaan bias dari bentuk partikelnya juga dipengaruhi oleh
cemaran mikroba. Suhu dan waktu juga mempengaruhi. CO2.
Adanya pelucutan(keluarnya zat tertentu dr obat), adanya
kontaminasi logam,
- Factor yang mempengaruhi degradasi obat?
Ada PH, cahaya meningkatkan fotolisis, suhu, berat logam dan
kompleksasibilitas(adanya ikatan komples),
surfaktan(terbentuknya 2 gugus), kelembapan meningkatkan
dekomposisi hidrolitik
Ph rendah obat sulit teroksidasi dan munculnya radikal bebas
pada lingkungan basa
Contoh komplek : kompleks kafein dgn anastesi local seperti
benzocain, procain yg menyebakan penurunan laju degradasi
hidrolitik. Shg juga akan mengurangi tingkat hidrolisis dan oksidasi

- Kenapa sediaan puyer mengalami perubahan fisik?


Di puyer ada zat aktif yg memounyai sifat higroskopis(menyerap
air) dan ditempat yg lembab meneyrap basah
Shg tidak dapat digabung dgn obat lain, juga suhu berpengaruh
thd stabilitias dan BA dr suatu obat.
Rifampicin tdk boleh dicampur dgn oba lain karena sifatnya
higroskopis. Konsentrasi obat akan mengembang.

- Maca-macam degradasi obat?


Hidrolisis : pemisahan dengan air. Merupakan reaksi pemutusan
ikatan atom C dan X. terjdai pd obat yg ada gugus Asil. Rifampicin
ada gugus ester (RCOOR), pyrazinamid ada gugus amida
(RCONH2), kemungkinan pada scenario obat mengaalami
terhidrolisis
Cara pencegahan : menjaga PH sediaan dan stabilitas, memilih
eksipien yg sesuai, cara pembuatan yg tepat dan penambahan
surfaktan.
Oksidasi : obat rusak krn ada paparan oksigen
Dehidrasi : hidrat menjadi anhidrat
Rasemerisasi : proses peputaran dextro atau levo suatu molekul
Dekarboksilasi : hilanganya gugus karboksilat
Pirolisis : hilangnya degradasi obat karena panas
Fotolisis : terdegradasi dr factor cahaya
Isomerisasi : perubahan senyawa menajdi isomer lain yg
menyebabkan pembentukan enansiomer yg mengakibatkan
merubah ADME dan aktivitas farmakologis

- Sifat fisik emulsi yg baik?


Harus tetap homogen apabila dikocok
Creaming hrs mudah didispersi kembali
Sediaan emulsi sebaiknya dibuat agak kental agar dapat
menurunkan laju pembentukan creaming minyak namun fiksositas
sediaan emulsi tsb jgn terlalu tinggi karena dapat menyulitkan
pada saat penuangan

- Kelebihan dan kekurangan sediaan FDC dan puyer?


Kelebihan : FDC, biasanya hanya dalam 1 dosis shg mudah utk
didistribusi, FDC ada yg bentuk tablet(kombinasi bbrp obat) shg
penggunaan obat tergantung dr BB dan sudah ada persentasenya
khusu utk penyakit flek paru obat diminumscr rutin, dgn FDC bias
mengatasi permsaalahn adanya salah satu obat yg bersifat
higroskopis
Puyer, bias digunakan utk obat kombinasi, cocok utk anak
yg blm bias menelan, bias dibuat sesuai dgn BB anak (dosisnya)
Kekurangan : FDC, harganya mahal
Puyer, tdk bias utk obat yg sifatnya higroskopis, rasa tdk bias
ditutupi (pahit), racikan tiap orang berbeda

- Mengapa pada emulsi timbul bau tengik dan pada permukaan


terlihat genangan minyak yg tidak tercampur?
Terjadinya fenomena cracking : apabila dikocok tdk dapat
tercampur lg.
Terjadinya minyak memisah, (coalscene)

- Cara penyimpanan dan pembuangan obat yg benar?


Penyimpanan : jauhkan dr jangkauan anak2, terhindar dr cahaya,
suhu yg sejuk(sesuai), obat dalam dipisahkan dgn obat luar,
disimpan dalam wadah tertutup sesuai anjuran
Pembuangan : hilangkan semua label pada obat
Utk yg bentuk padat dihancurkan dan dicampur dgn tanah dan
dimasukkan dlm plastic lalu dibuang
Utk yg cair selain antibiotic, isinya dibuang pd kloset, dan utk
cairan antibiotic isinya dibuangan scr bersamaan dgn wadahnya

- Bagaimana efek jika suatu sediaan obat sudah rusak dari segi
fisiknya?. Tidak berefek, menyebabkan toksik akibat degradasi
obat, dosis dalam sediaan obat akan tidak sesuai dgn dosis awal
Efeknya menurun karena obat sdh terdegradasi sebagaian
Hilangnya zat aktif, BA berubah, menurunkan status biologis,
hilangnya keseragaman kandungan, tingkat pelepasan obat jd
berubah, keanggunan farmasi jg dapat berubah
Warna jg dapat berubah, bau tengik, contohnya pada Vitamin
akan muncul bintik2 hitam

3. Menetapkan tujuan belajar


1. Apa pemicu oksidasi pada emulsi?
2. Gugus fungsi apa pada Rifampicin dan Isoniazid yang mudah
menghasilkan higroskopis? (Tampilkan struktur)
3. Fungsi Vit B6?
4. Bagaimana mekanisme pelepasan obat oral (Padat/Puyer,
Cair/Emulsi) ?
5. Pengobatan TB bagaimana? Dari 6 jenis obat yang memang
khusus utk pengobatan TB, apakah semua obat harus dipakai
atau bagaimana? Dan tatalaksana pengobatan TB?
6. Berapa lama waktu beyond use date puyer dan emulsi? (apabila
sudah dibuka, maka waktu ED obat akan berubah tidak sama
dengan awal obat masih tertutup)