Anda di halaman 1dari 2

Disetujui oleh

TINEA CRURIS Kepala UPTD


Pusekesmas
S No.Dokumen
O No.Revisi
P Tanggal Terbit
Halaman

UPTD
PUSKESMAS WAHO
Pengertian Tinea cruris adalah infeksi jamur pada daerah paha dan bokong.
Tujuan Sebagai acuan petugas kesehatan di puskesmasagar dapat
melakukan penanganan penderita dengan Tinea Cruris dengan baik
dan benar.
Kebijakan
Referensi
Prosedur Alat dan Bahan :
 Handschoon
 Arloji
 Tempat Tidur Pasien
Petugas Yang Memeriksa :
 Dokter
 Perawat
Langkah-Langkah :
A. Rencana penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan :
1. Hygiene diri harus terjaga, dan pemakaian
handuk/pakaian secara bersamaan harus dihindari.
2. Untuk lesi terbatas, diberikan pengobatan topical, yaitu
dengan : antifunginal topical seperti krim klotrimazol,
mikonazol, atau terbinafin, yang diberikan hingga lesi
hilang dan dilanjutkan 1-2 minggu kemudian untuk
mencegah rekurensi.
3. Untuk penyakit tersebar luas atau resisten terhadap terapi
topical, dilakukan pengobatan sistemik dengan :
 Griseofulvin dapat diberikan dengan dosis 0,5 g
untuk orang dewasa 0,25-0,5 g untuk anak-anak
sehari atau 10-25 mg/kg BB /hari, terbagi dalam
2 dosis.
 Golongan azol, seperti :
Ketokonazol : 200 mg/hari
Itrakonazol : 100 mg/hari,atau
Terbinafin : 250 mg/hari
Pengobatan diberikan selama 10-14 hari pada
pagi hari.
Unit Terkait IGD
Rawat Inap
Poli Umum
Dokumen Terkait Buku Registrasi Pasien
Rekam Medik Pasien