Anda di halaman 1dari 1

1.

Skedul pra-perikatan audit adalah surat persetujuan antara auditor dengan kliennya tentang
syarat-syarat pekerjaan audit yang akan dilaksanakan oleh auditor.

Bentuk dan isi surat perikatan audit dapat bervariasi di antara klien, namun surat tersebut
umumnya berisi:

 Tujuan audit atas laporan keuangan.


 Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan.
 Lingkup audit, termasuk penyebutan undang-undang, peraturan, pernyataan dari badan
profesional yang harus dianut oleh auditor.
 Bentuk laporan atau bentuk komunikasi lain yang akan digunakan oleh auditor untuk
menyampaikan hasil perikatan.
 Fakta bahwa karena sifat pengujian dan keterbatasan bawaan lain suatu audit, dan dengan
keterbatasan bawaan pengendalian intern, terdapat risiko yang tidak dapat dihindari
tentang kemungkinan beberapa salah saji material tidak dapat terdeteksi.
 Akses yang tidak dibatasi terhadap catatan, dokumentasi, dan informasi lain apa pun yang
diminta oleh auditor dalam hubungannya dengan audit.
 Pembatasan atas tanggung jawab auditor.
 Komunikasi melalui e-mail.

2. Skedul kertas kerja neraca merupakan kertas kerja yang menjadi penghubung antara akun
buku besar dengan item-item yang dilaporkan dalam laporan keuangan, memberikan dasar untuk
pengendalian seluruh letak kerja individual serta mengidentifikasi kertas kerja spesifik yang
memuat bukti audit bagi setiap item laporan keuangan.

3. Skedul kertas kerja laba rugi adalah kertas kerja yang menghubungkan akun-akun yang ada
di buku besar dengan item/akun yang dilaporkan dalam laporan laba rugi.

4. Skedul prosedur penelaahan analitis neraca adalah kertas kerja yang digunakan untuk
memperoleh bukti mengenai masing-masing asersi yang berhubungan dengan saldo akun atau
jenis-jenis transaksi pada neraca.

5. Skedul prosedur penelaahan analitis laba rugi merupakan kertas kerja yang menunjukkan
kekeliruan pada akun / pos dalam laporan laba rugi serta memuat penyesuaian atau koreksi atas
kekeliruan tersebut.