Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

Pemeriksaan psikiatri terdiri dari dua bagian, yaitu yang pertama bagian
riwayat (riwayat psikiatri, medis, keluarga) mencakup deskripsi pasien tentang
bagaimana gejala episode kini terjadi, pengkajian episode dan terapi sebelumnya,
deskripsi mengenai kondisi medis saat ini dan dahulu, rangkuman masalah psikiatri
serta terapi anggota keluarga, dan riwayat pribadi pasien, yang mengungkapkan
fungsi interpersonal dan adaptasinya dari waktu ke waktu. Informasi riwayat
diperoleh dari pasien tetapi dapat didukung informasi tambahan dari anggota
keluarga, dinas sosial rujukan, dokter yang sebelumnya menangani, serta rekam
medis lama. Bagian kedua pemeriksaan psikiatri, pemeriksaan status mental, secara
sistematis mengkaji fungsi kognitif dan emosi pasien saat wawancara dilakukan.
Status psikiatri adalah dokumen tertulis yang merinci temuan yang diperoleh
dari riwayat psikiatri dan pemeriksaan status mental. Laporan psikiatri meliputi
ringkasan akhir baik temuan positif maupun negatif serta interpretasi atas temuan
tersebut. Laporan ini tidak saja bermakna deskriptif melainkan juga memberikan
pemahaman terhadap kasus. Pemeriksa mencantumkan pertanyaan penting dalam
laporan, yaitu dibutuhkan atau tidak studi diagnostik di masa yang akan datang dan
bila ya sebutkan bagiannya, diperlukan atau tidak konsultan, perlu atau tidaknya
dilakukan pemeriksaan neurologis menyeluruh, termasuk elektroensefalogram
(EEG) atau computerized tomography scan (CT-SCAN), adakah indikasi tes
psikologi, relevankah faktor psikodinamik. Laporan mencakup diagnosis menurut
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi revisi ke empat (DSM-
IV-TR). Prognosis juga dibahas dalam laporan dengan menyertakan faktor
prognostik baik maupun buruk. Kemudian rencana terapi dibicarakan dan dibuat
rekomendasi tegas mengenai masalah penatalaksanaan.