Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN LEMBATA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


LEWOLEBA
Jl. Trans Lembata No. Telp ( 0383 ) 41535 Lewoleba

KEPUTUSAN DIREKTUR

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEWOLEBA

NOMOR : /SK/RSUD-L/ /2019

TENTANG

KEBIJAKAN PENGELOLAAN PERALATAN MEDIS


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEWOLEBA

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEWOLEBA

Menimbang : a. Bahwa dalam upaya mencegah dan mengendalikan infeksi di rumah


sakit, perlu dilakukan pengelolaan peralatan medis yang akan
digunakan tindakan medis sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan
oleh Komite PPI;

b. Bahwa pengelolaan peralatan medis dilaksanakan melalui proses


dekontaminasi, desinfeksi, sterilisasi, penyimpanan, dan
pendokumentasian sesuai dengan standar yang telah ditetapkan;

c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan


b perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur RSUD LEWOLEBA

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang


Kesehatan;

2. Keputusan Menkes RI Nomor 270/Menkes/SK/III/2007 tentang pedoman


manajerial rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya

. 3 Keputusan Menkes RI Nomor 436/Menkes/SK/VI/1993 tentang standar


pelayanan rumah sakit dan standar pelayanan medis;

4. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan


fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, Depkes RI, 2009;

5 Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi (Central Sterilisasi Supply


Department/CSSD) di rumah sakit, Departemen Kesehatan RI, 2009
MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Pertama : KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD LEWOLEBA TENTANG KEBIJAKAN


PENGELOLAAN PERALATAN MEDIS DI RSUD LEWOLEBA

Kedua : Kebijakan yang dimaksud dalam keputusan ini adalah kebijakan pengelolaan
peralatan medis melalui proses dekontaminasi, desinfeksi, sterilisasi,
penyimpanan, dan pendokumentasian di RSUD LEWOLEBA Tahun 2019.

Ketiga : Kebijakan ini mengatur bagaimana penerapan pengelolaan peralatan medis


diruangan harus sesuai dengan pengelolaan di TSSU, untuk mencegah
penularan kepada pasien, petugas kesehatan, dan lingkungan rumah sakit .

Keempat : TSSU bertanggung jawab atas pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan


melaporkan pelaksanaan kebijakan tersebut ke Komite PPI untuk dilakukan
monitoring dan evaluasi.

Kelima : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di kemudian
hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

Keenam : Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan dan kesalahan dalam keputusan ini
maka akan diadakan perubahan dan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Lewoleba

Pada Tanggal :

Direktur RSUD LEWOLEBA

dr. Bernardus Yoseph Beda


NIP. 10761108 200803 1 001
Lampiran :
Keputusan :
Direktur :
Nomor :
Tanggal :

KEBIJAKAN PENGELOLAAN PERALATAN MEDIS


DI RSUD LEWOLEBA

Kebijakan Umum

A. Proses dekontaminasi dan desinfeksi dilakukan secara kimiawi menggunakan cairan


kimia yang direkomendasikan oleh Komite PPI di TSSU dan unit kerja masing – masing
dan di lakukan evaluasi oleh IPCN dan Kaur TSSU setiap sebulan sekali.

B. Proses sterilisasi dilakukan secara fisik dan kimiawi di TSSU dan Unit terkait dibawah
pengawasan TSSU.

C. Proses penyiapan dan pengelolaan peralatan medis yang akan digunakan mengikuti
Kriteria Spaulding.

D. Monitoring dan evaluasi secara berkala penyelenggaraan dan pelaksanaan


dekontaminasi, desinfeksi, sterilisasi, penyimpanan dan pendokumentasian di semua Unit
terkait dilakukan oleh staff TSSU dan dilaporkan ke Komite PPI setiap bulan

Kebijakan khusus:

a Cairan kimia yang di gunakan untuk pengelolaan peralatan medis sebagai berikut :

1) Dekontaminasi tingkat rendah (DTR) adalah natrium hipoclorit,


alcohol 70%, dan aniozyme

2) Dekontaminasi tingkat tinggi (DTT) adalah steranios glutaraldehyde 2 %, natrium


hypochloride 0,5 %, chlorheksidine gluconate 4 %, peracidine
4,5 %

b. Proses penyiapan dan pengelolaan alat sesuai kriteria Spaulding :

Klasifikasi Perlakuan Minimal


Non Kritikal (Kontak dengan kulit) DTR
Semi Kritikal (Kontak dengan Mukosa) DTT
Kritikal (Masuk kedalam jaringan tubuh) Sterilisasi

c. Sterilisasi
1) Suhu Tinggi : Steam
2) Suhu Rendah : Plasma
3) Cairan Kimia (Sterilan) :Steranios
d. Pengemasan
1) Non Kritikal : Dalam kemasan yang bersih dan kering
2) Semi kritikal : Dalam kemasan bersih, kering, dan tertutup
3) Kritikal : Dalam kemasan steril (Pouches)

b. Pemberian label/etiket pada kemasan peralatan yang akan disterilkan meliputi nama
petugas sterilisasi, tanggal disterilkan dan tanggal kedaluwarsa
c. Di Tetapkan Di Purbalingga
d. Pada Tanggal :

Direktur RSUD
LEWOLEBA

dr. Bernardus Yoseph Beda


NIP. 19761108 200803 1 001

Anda mungkin juga menyukai