Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari baik secara langsung ataupun tidak kita selalu

melakukan sesuatu yang berhubungan dengan tekanan. Udara adalah salah satu zat yang

berbentuk gas. Gas adalah materi yang encer. Sifat ini di sebabkan Interaksi yang lemah

diantara partikel – partikel penyusunnya sehingga perilaku termalnya relatif sederhana.

Sebuah gas memiliki volume dan tekanan. Kedua komponen tersebut saling

mempengaruhi satu sama lain. Jika volume berubah maka tekanan pun berubah. Begitu

pula sebaliknya.

B. Rumusan Masalah

1. Apasajakah pengertian dari tekanan

2. Apasaja Alat Ukur Tekanan dan Cara Penggunaan

3. Apasajakah Jenis Tekanan

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian dari tekanan

2. Untuk mengetahui Alat Ukur Tekanan dan Cara Penggunaan

3. Untuk mengetahui Jenis Tekanan

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Tekanan

Tekanan merupakan suatu ukuran yang terdiri dari besarnya gaya yang bekerja

pada suatu benda untuk setiap satu satuan luas permukaan bidang tekan. Tekanan dapat

dinotasikan sebagai simbolp (pressure). Satuan tekanan yang lain adalah pascal (Pa) dan

bar.

Tekanan (P) adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A)

P : Tekanan dengan satuan pascal ( Pressure )

F : Gaya dengan satuan newton ( Force )

A : Luas permukaan dengan satuan m2 ( Area )

Satuan tekanan sering digunakan untuk mengukur kekuatan dari suatu cairan atau

gas. Satuan tekanan dapat dihubungkan dengan satuan volume (isi) dan suhu. Semakin

tinggi tekanan di dalam suatu tempat dengan isi yang sama, maka suhu akan semakin

tinggi. Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa suhu di pegunungan lebih

rendah dari pada di dataran rendah, karena di dataran rendah tekanan lebih tinggi. Akan

tetapi pernyataan ini tidak selamanya benar atau terkecuali untuk uap air, uap air jika

tekanan ditingkatkan maka akan terjadi perubahan dari gas kembali menjadi cair. (dikutip

dari wikipedia : kondensasi). Rumus dari tekanan dapat juga digunakan untuk

menerangkan mengapa pisau yang diasah dan permukaannya menipis menjadi tajam.

Semakin kecil luas permukaan, dengan gaya yang sama akan dapatkan tekanan yang lebih

tinggi.

2
B. Alat Ukur Tekanan dan Cara Penggunaan

1. Absolute Pressure Sensor

Sensor tekanan ini menggunakan referensi nilai nol absolut sebagai titik nol nya, atau

dengan kata lain nilai sensor tekanan ini besarnya relatif terhadap tekanan pada

kondisi vakum absolut. Dalam standard satuan SI, menggunakan satuan “bar a” yang

berarti “bar absolute”.

2. Gauge Pressure

Sensor tekanan jenis ini pengukurannya relatif terhadap tekanan atmosfir dimana alat

tersebut digunakan. Alat ini digunakan pada alat ukur tekanan ban kendaraan

bermotor, saat alat ini membaca “nol”, berarti besar tekanan adalah sama dengan

tekanan ambient atmosfer.

3. Vacuum Pressure Sensor

Alat ini digunakan untuk mengukur tekanan sebuah sistem yang bekerja di bawah

tekanan atmosfer. Contoh penggunaannya adalah untuk mengukur tekanan sistem

kondensor pada siklus Water-Steam PLTU yang harus selalu bekerja di tekanan

vakum.

4. Differential Pressure (DP) Sensor

Alat ini sering juga disebut DP Transmitter, yang digunakan untuk membaca tekanan

pada dua sisi sistem yang saling berhubungan. Salah satu contoh penggunaan alat ini

adalah pada filter oli, jika nilai DP antara sisi inlet dan outlet terlalu besar maka dapat

diindikasikan bahwa kotoran pada filter sudah semakin banyak.

5. Sealed Pressure Sensor

Jenis ini sama dengan Gauge Pressure Sensor, namun tidak menggunakan tekanan

atmosfer sebagai titik acuan. Alat ini menggunakan titik acuan tertentu yang

disesuaikan dengan desain sistem yang ada.

3
C. Jenis Tekanan

1. Tekanan Zat Padat

Tekanan pada suatu zat padat dapat dinyatakan sebagai gaya per satuan luas

penampang. Secara matematis, tekanan dapat dinyatakan sebagai berikut.

dengan : p = f/a

p = tekanan (N/m2)

F = gaya (N)

A = luas bidang tekan (m2)

Contoh

Sebuah truk mempunyaii delapan roda berisi 2,5 ton muatan dan akan melintasi

jembatan. luas permukaan bidang sentuh roda dengan permukaan jalan seluruhnya

adalah 400 cm2. Berapakah tekanan yang dialami setiap ban?

Penyelesaian:

Diketahui: m = 2,5 ton = 2500 kg

A = 400 cm2 = 4 x 10″2 m2

g = 10 m/s2 Ditanyakan: p =….?

p = f/a =m.g/A

= 2500×10 0,04

= 625.000 N/m2

Tekanan seluruh ban adalah 625.000 N/m2 atau 625.000 Pa. Dengan demikian,

tekanan untuk setiap ban adalah: I/8 x p = 1/8 x 625000 = 78.125 Pa.

2. Tekanan pada Zat Cair

Tekanan pada zat cair sering disebut juga dengan tekanan hidrostatis. Tekanan

hidrostatis ini tergantung pada suatu tingkatan kedalaman dan berat jenis pada zat

4
cair. Tekanan pada zat cair mengarah ke segala arah. Rumus tekanan hidrostatis

sebagai berikut.

Ph = p.g.h

dengan:

ph = tekanan hidrostatis zat cair (N/m2)

p = massa jenis (kg/m3)

g = percepatan gravitasi (m/s2)

h = kedalaman dari permukaan (m)

Contoh

Seorang anak menyelam di kedalaman 100 m di bawah permukaan air. Jika massa

jenis air adalah 1.000 kg/m3 dan percepatan gravitasi adalah 9,8 m/s2 maka berapakah

tekanan hidrostatis yang dialami anak tersebut?

Penyelesaian:

Diketahui: h = 100 m

p = 1000 k g/m3

g = 9,8 m/s2

Ditanyakan: ph -….?

Jawab: ph = p . g . h

= 1000 . 9,8 . 100

= 9,8 x 105 N/m2

3. Tekanan pada Zat Gas

Gas-gas yang ada di dalam ruangan yang tertutup akan mengeluarkan udar

dan menekan ke segala arah dengan sama besar. Tekanan gas pada ruang tertutup

bisa diukur dengan menggunakan 2 alat yang berbeda yang masing-masing namanya

5
seperti manometer terbuka dan manometer tertutup. Tekanan gas dalam ruang

terbuka dapat diukur dengan menggunakan barometer.

Manomemeter terbuka ini terdiri dari tabung pipa kapiler yang bentuknya

seperti huruf U yang terhubung dengan tabung gas. Besar tekanan udara yang terbaca

pada suatu sisi pipa yang terbuka sama dengan tekanan gas dalam suatu tabung.

Perhatikan diagram manometer terbuka berikut ini.

1. Hukum Pascal

Hukum Pascal adalah hukum yang menerangkan tentang suatu sifat

tekanan pada zat cair. Hukum Pascal menyatakan bahwa:

“Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke

segala arah dengan sama besar.”

dengan:

F1 = gaya pada penampang A1(N)

F2 = gaya pada penampang A2(N)

A1= luas penampang 1 (m2)

A2 = luas penampang 2 (m2)

Peralatan yang menggunakan prinsip hukum Pascal, antara lain seperti rem

hidrolik, pompa hidrolik, dan dongkrak hidrolik.

Contoh

Sebuah beban akan diangkat dengan menggunakan dongkrak hidrolik. Massa

beban 64 ton diletakkan di atas penampang A seluas 0,5 m2. Berapakah gaya yang

harus diberikan pada penampang B (luasnya 11/88 kali penampang A) agar beban

dapat terangkat?

Penyelesaian:

Diketahui: A1= 0,5 m2

6
A2= 1/8 A1

g = 10 m/s2

Fi = w = m . g = 64000 kg x 10 = 640.000 N Ditanyakan: F2 = ….?

Jawab: f1/f2 = f2/A2

640000/A1 = F2/1/8 A1

F2 = 1/8 x 640000 = 80.000 N

2. Hukum Bejana Berhubungan

Dalam suatu Hukum bejana berhubungan menyatakan bahwa:

“apabila bejana berhubungan diisi dengan zat cair yang sama, maka pada

keadaan kesetimbangan permukaan zat cair dalam bejana berada dalam satu

bidang datar.” Hukum ini tidak berlaku pada suatu bejana yang berisi kan cairan

tak sejenis dan pipa kapiler. Secara matematis, hukum bejana berhubungan

dirumuskan sebagai berikut.

P, = P2

P1. g.h1=p2.g.h2

dengan:

p1 = tekanan zat cair 1 (Nnr2) p2 = massa jenis zat cair 2 (kgnr3)

p2 = tekanan zat cair 2 (Nnr2) h1= tinggi permukaan zat cair 1 (m)

P1 = massa jenis zat cair 1 (kgnr3) h2 = tinggi permukaan zat cair 2 (m)

Contoh

Ke dalam kaki 1 pipa U dimasukkan cairan setinggi 32 cm dan ke dalam kaki 2

dimasukkan raksa dengan massa jenis 13,6 gr/cm3. Ketinggian bidang batas

adalah 1,4 cm. Berapakah massa jenis cairan tersebut?

Penyelesaian:

Diketahui:

7
32 cm

h2 = 1,4 cm p2 = 13,6 gr/cm3 Ditanyakan: p1 = ….? Jawab: pt . g . h1 = p2g.h2

p1.10. 32 = 13,6 . 10 .1,4 pl

= 0,595 gr/cm3

3. Hukum Archimedes

Hukum Archimedes hanya berlaku pada zat yang dinamakan fluida. Zat

yang termasuk dalam fluida adalah zat cair dan gas. “Benda yang dicelupkan

sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang

besarnya itu sebanding dengan berat zat cair yang dipindahkan.”

Dalam hukum Archimedes ternyata bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

kita antara lain sebagai berikut.

 Hidrometer, yaitu alat untuk mengukur massa jenis relatif zat cair terhadap air.

 Jembatan ponton, yakni jembatan yang menggunakan drum-drum kosong

berisi udara.

 Kapal laut dan kapal seiam.

 Galangan kapal, yakni alat untuk mengangkat kapal laut ke permukaan air.

 Balon udara.

8
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Tekanan merupakan suatu ukuran yang terdiri dari besarnya gaya yang bekerja

pada suatu benda untuk setiap satu satuan luas permukaan bidang tekan. Tekanan dapat

dinotasikan sebagai simbolp (pressure). Satuan tekanan yang lain adalah pascal (Pa) dan

bar.Tekanan (P) adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A), ada

beberapa hukum – hukum dari tekanan yaitu hukum pascal, hukum archimedes, hukum

boyle. Masing – masing hukum mempunyai kegunaannya masing – masing.

B. Saran

Pembuatan makalah ini dibuat dengan maksud untuk memenuhi tugas pelajaran

IPA. Makalah ini berisikan uraian singkat mengenai pengertian, jenis, dan lain sebagainya

mengenai tekanan zat dalam kehidupan sehari-hari. Namun kami menyadari bahwa

penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. sepatah mengatakan Tak ada gading

yang tak retak, manusia tak luput dari salah dan lupa dan kesempurnaan hanya milik

Allah SWT. Oleh karena itu, kami siap untuk diberikan kritik yang tentunya kritikan yang

membangun dan juga diikuti dengan saran yang positif pula.

9
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya lah sehingga

penulis dapat menyelesaikan Makalah yang berjudul “Tekanan Zat Dan

Penerapannya Dalam Kehidupan Sehari-Hari” tepat pada waktunya

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam proses penulisan banyak mendapatkan

bantuan dari berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung untuk itu dengan tulus dan

ikhlas dengan penuh hormat penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada semua pihak yang telah membantu dalam kesempurnaan makalah ini.

Namun demikian penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan. Oleh karena

itu demi kesempurnaan makalah ini, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari

semua pihak, untuk menyempurnakan makalah ini.

Unaaha, 10 Januari 2019

Kelompok I

10ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................................. i

KATA PENGANTAR ........................................................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ...................................................................................................... 1

B. Rumusan Maslaah ................................................................................................. 1

C. Tujuan Penulisan ................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Tekanan ............................................................................................... 2

B. Alat Ukur Tekanan dan Cara Penggunaan ............................................................. 3

C. Jenis Tekanan ........................................................................................................ 4

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ........................................................................................................... 9

B. Saran .................................................................................................................... 9

11iii
MAKALAH IPA

TEKANAN ZAT DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN

SEHARI-HARI

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 1

1. ANGGAH ALFARIH KETUA

2. MUH. ARIEL. H ANGGOTA

3. ADITYA ANGGOTA

4. MEGA MOITA ANGGOTA

5. SIEVANGELIN NATA N.N ANGGOTA

6. FANI AFRIYANTI ANGGOTA

SMP NEGERI 1 UNAAHA


KABUPATEN KONAWE
T/A. 2018/2019

12