Anda di halaman 1dari 11

1. PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Pemuaian adalah peristiwa bertambah panjang, luas, atau volume suatu benda akibat perubahan suhu. Pemuaian pada suatu zat terjadi karena zat menerima kalor sehingga suhu zat naik. Peristiwa pemuaian pada kehidupan sehari-hari sangatlah banyak dari rel kereta api yang dipasang tidak rapat oleh rel lain, karena rel akan memuai terkena sinar matahari yang panas. Ada pula pemasangan jendela kaca yang tidak rapar terhadap kayunya/bingkainya, hal ini disebabkan karena kaca nantinya/lama kelamaan akan memuai. Dan ada juga pemompaan ban yang dipompa tidak sampai penuh, hal itu dilakukan oleh para montir bengkel agar ban tidak mudah pecah yang disebabkan oleh pemuaian serta untuk membengkokkan sebuah besi yang keras tukang las menggunakan sifat pemuaian dengan cara me las sebuah besi tersebut sampai memuai dan dapat dibengkokkan 1.2 Tujuan Pembahasan Maksud dari pembahasan pada studi kasus ini adalah kita dapat mengetahui penerapan pemuaian yang diterapkan pada kehidupan sehari hari. Kita dapat mengetahui bagaimana cara kerja pemuaian dan manfaatnya. 1.3 Batasan Masalah Menghitung koefisien muai panjang suatu zat. Pertambahan panjang suatu zat persatuan waktu karena perubahan suhu.

2. TEORI DASAR 2.1 Pengertian Jembatan Wheatstone dan Gambar Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian terjadi pada 3 zat yaitu pemuaian pada zat padat, pada zat cair, dan pada zat gas. Pemuaian pada zat padat ada 3 jenis yaitu pemuaian panjang (untuk satu dimensi), pemuaian luas (dua dimensi) dan pemuaian volume (untuk tiga dimensi). Sedangkan pada zat cair dan zat gas hanya terjadi pemuaian volume saja, khusus pada zat gas biasanya diambil nilai koofisien muai volumenya sama dengan 1/273. Pemuaian panjang Pemuaian panjang adalah bertambahnya ukuran panjang suatu benda karena menerima kalor. Pada pemuaian panjang nilai lebar dan tebal sangat kecil dibandingkan dengan nilai panjang benda tersebut. Sehingga lebar dan tebal dianggap tidak ada. Contoh benda yang hanya mengalami pemuaian panjang saja adalah kawat kecil yang panjang sekali. Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu panjang awal benda, koefisien muai panjang dan besar perubahan suhu. Koefisien muai panjang suatu benda sendiri dipengaruhi oleh jenis benda atau jenis bahan. Secara matematis persamaan yang digunakan untuk menentukan pertambahan panjang benda setelah dipanaskan pada suhu tertentu adalah

Bila ingin menentukan panjang akhir setelah pemanasan maka digunakan persamaan sebagai berikut :

Yang perlu diperhatikan adalah didala rumus tersebut banyak sekali menggunakan lambang sehingga menyulitkan dalam menghapal. Disarankan untuk sering menggunakan rumus tersebut dalam mengerjakan soal dan tidak perlu dihapal. Pemuaian luas Pemuaian luas adalah pertambahan ukuran luas suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian luas terjadi pada benda yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, sedangkan tebalnya sangat kecil dan dianggap tidak ada. Contoh benda yang mempunyai pemuaian luas adalah lempeng besi yang lebar sekali dan tipis. Seperti halnya pada pemuian luas faktor yang mempengaruhi pemuaian luas adalah luas awal, koefisien muai luas, dan perubahan suhu. Karena sebenarnya pemuaian luas itu merupakan pemuian panjang yang ditinjau dari dua dimensi maka koefisien muai luas besarnya sama dengan 2 kali koefisien muai panjang. Pada perguruan tinggi nanti akan dibahas bagaimana perumusan sehingga diperoleh bahwa koefisien muai luas sama dengan 2 kali koefisien muai panjang. Untuk menentukan pertambahan luas dan volume akhir digunakan persamaan sebagai berikut :

Pemuaian volume Pemuaian volume adalah pertambahan ukuran volume suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian volume terjadi benda yang mempunyai ukuran panjang, lebar dan tebal. Contoh benda yang mempunyai pemuaian volume adalah kubus, air dan udara. Volume merupakan bentuk lain dari panjang dalam 3 dimensi karena itu untuk menentukan koefisien muai volume sama dengan 3 kali koefisien muai panjang. Sebagaimana yang telah dijelskan diatas bahwa khusus gas koefisien muai volumenya sama dengan 1/273 Persamaan yang digunakan untuk menentukan pertambahan volume dan volume akhir suatu benda tidak jauh beda pada perumusan sebelum. Hanya saja beda pada lambangnya saja. Perumusannya adalah

2.4 Manfaat Pemuaian Pemasangan Roda Baja Ban baja yang berdiameter lebih kecil dari pelek roda ketika ingin dipasang harus dimuaikan lebih dulu untuk mempermudah. Pengelingan Pengelingan adalah proses penyambungan dua plat logam menggunakan palu khusus. Pengelingan sering dilakukan pada pembuatan jembatan, pabrik otomotif, pembuatan badan kapal laut, mobil, dan pesawat terbang. Membuka tutup botol logam Botol kaca yang memiliki tutup logam sering kali sukar untuk dibuka. untuk membukanya, tutup botol dipanaskan terlebih dahulu dengan apai. ketika
4

dipanaskan, tutup botol logam akan memuai lebih cepat daripada botol kaca sehingga tutup akan longgar dan mudah dibuka. Keping bimetal Bimetal artinya dua buah logam. keping bimetal adalah dua keping logam yang memiliki koefisien muai panjang berbeda (biasanya kuningan dan besi) yang dikeling menjadi satu. Keping bimetal sangat peka terhadap perubahan suhu. pada suhu normal panjang kedua logam sama, jika suhunya naik, kedua logam memuai dengan pertambahan panjang yang berbeda, akibatnya keping bimetal membengkok ke arah logam yang mempunyai koefisien terkecil. Pembengkokan bimetal dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya saklar alarm bimetal, atau termometer bimetal.
Sambungan Rel Kereta Api

Pemasangan rel kereta api harus menyediakan celah antara satu batang rel dengan batang rel yang lain. Jika pada siang hari dan suhu meningkat, batang rel akan memuai sehingga terjadi pertambahan panjang, dengan adanya celah tidak terjadi tabrakan antara dua batang rel yang berdekatan yang dapat menyebabkan rel kereta menjadi bengkok.
Kontruksi Jembatan

Jembatan seringkali dibuat dari kerangka besi. Rangka jembatan yang terbuat dari besi akan memuai jika suhunya naik, antara ujung rangka jembatan dengan tiang beton diberi celah pemuaian. Selain itu ujung tersebut diletakkan di atas roda. Ketika terjadi pemuaian, rangka bertambah panjang. Keberadaan roda dan celah memudahkan gerak memanjang dan memendeknya rangka, sehingga terhindar dari pembengkokan.

3. PEMBAHASAN Penerapan pemuaian sangat banyak dapat kita temui di kehidupan sehari hari. Salah satu nya yang akan kami bahas adalah penerapan pemuaian pada proses pengelingan plat logam. Pengelingan adalah proses penyambungan dua plat logam menggunakan palu khusus. Kedua plat yang akan disambung, kemudian paku keling yang sudah dipanaskan hingga membara digunakan untuk menyambung, setelah itu dipukul dengan palu khusus untuk di bentuk menjadi datar.

Pada saat dingin kembali, paku menyusut dan kedua plat dapat tersambung erat. Pada zaman sekarang pengelingan sering dilakukan pada pembuatan jembatan, pabrik otomotif, pembuatan badan kapal laut, penyambungan pipa, mobil, dan pesawat terbang, serta pada zama dulu pengelingan sering digunakan untuk pembuatan roda pedati.

Penerapan pemuaian selanjutnya adalah keping bimetal. keping bimetal adalah dua keping logam yang memiliki koefisien muai panjang berbeda (biasanya kuningan dan besi) yang dikeling menjadi satu. Keping bimetal sangat peka terhadap perubahan suhu. pada suhu normal panjang kedua logam sama, jika suhunya naik, kedua logam memuai dengan pertambahan panjang yang berbeda, akibatnya keping bimetal membengkok ke arah logam yang mempunyai koefisien terkecil. Pembengkokan bimetal dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya saklar alarm bimetal, atau termometer bimetal.

Penerapan pada alarm kebakaran , keping bimetal digunakan sebagai saklar alarm. Pada saat terjadi kebakaran suhu ruangan akan meningkat, sehingga menyebabkan keping bimetal memuai ke arah logam yg koefisiennya lebih kecil. Pada saat keping bimetal itu memuai dan melengkung, keping bimetal yang melengkung akan menyentuh ujung dari rangkaian listrik yang terpisah, sehingga rangkaian tersambung dan arus listrik akan mengalir melalui keping bimetal dan alarm akan berbunyi.

4. ANALISA KASUS Sifat pemuaian sangat banyak di terapkan dalam kehidupan sehari hari. Seperti contoh dari penerapan pemuaian yang ada di pembahasan, pengelingan dan keping bimetal menggunakan prinsip pemuaian dalam prosesnya. Pada pengelingan paku keling yang dipanaskan hingga membara akan memuai dan menjadi lebih mudah untuk dibentuk menggunakan palu. Karena pada saat logam dalam keadaan panas akan lebih besar energy yang dapat diserap logam tersebut. Kemudian pada saat temperature logam itu menurun maka logam akan kembali ke ukuran semula dan mempererat logam yang digabungkan. Kemudian pada keping bimetal penerapan pemuaian dilakukan pada prosesnya. Melalui pemanfaatan koefisien muai suatu benda, sehingga penggabungan dua logam dengan koefisien yang berbeda dapat membuat keping logam tersebut melengkung saat terjadi pemuaian. Hal ini dikarenakan logam yang koefisien muainya lebih rendah akan lebih cepat memanjang dan menekan ke arah logam yang koefisien muainya lebih besar. Dengan memanfaatkan sifat bimetal yang peka terhadap perubahan temperatur ini maka keping bimetal dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari sebagai saklar pada alarm kebakaran.

5. KESIMPULAN

5.1 KESIMPUAN Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari studi kasus mengenai pemuaian ini adalah pemuaian banyak diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Melalui pembahasan salah satu contoh penerapan pemuaian, pengelingan dan keping bimetal, kita telah mengetahui faktor yang mempengaruhi keping bimetal adalah koefisien muai panjang suatu logam dan pada pengelingan adalah pemuaian volume logam. Kemudian melalui contoh contoh penerapan yang kami sebutkan kita dapat melihat bahwa penerapan pemuaian tidak hanya menjadi bagian dalam proses kerja suatu system tetapi dengan mengetahui pemuaian kita dapat mengantisipasi pemuaian yang terjadi karena perubahan suhu lingkungan. Sebagai contohnya adalaha penerapan pada kabel listrik dan pemasangan rek kereta api.

5.2 DAFTAR PUSTAKA Wikipedia. 2010. Hambatan Listrik. http://id.wikipedia.org.com/wiki/hambatanlistrik. Diakses pada tanggal 16 November 2010 pukul 17.37 WIB. http://alljabbar.wordpress.com/2008/03/30/pemuaian/. Diakses pada tanggal 30 Maret 2008 pukul 11.27 WIB http://www.scribd.com/doc/67871070/Laporan-Praktikum-Pemuaian-Logam Diakses Modul Praktikum Fisika Universitas Kristen Petra .

10.

11