Anda di halaman 1dari 19

INTERVIEW PROJECT

Tugas wawancara dengan Bapak Syauqi Pengusaha Kampoeng Roti

Disusun oleh

Chaidir Ilham El Malik NIM 161234007

Dio Gunafi Rakhmayadi NIM 161234009

Vicky Yonanda Septian NIM 161234030

Zaenal Habbiburrachman NIM 161234032

PROGRAM STUDI D-IV TEKNIK PERANCANGAN DAN KONSTRUKSI MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2019
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami
panjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, dan hidayah,
kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Interview Kewirausahaan. Kami
juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Musyafak, S.T., M.Eng. selaku dosen mata
kuliah Kewirausahaan yang telah membimbing dan mengajar kami hingga laporan Interview
Project ini dapat terselesaikan, dan kepada semua pihak yang telah membantu proses
pembuatan laporan ini.
Laporan interview ini berisi tentang hasil wawancara kami dengan seorang
pengusaha “Kampoeng Roti” yang memiliki 5 cabang yang tersebar di Bandung, Cimahi
dan Lembang. Kami menanyakan beberapa pertanyaan kepada beliau mengenai
pengalamannya di dunia bisnis.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu kami menerima
segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki Laporan Interview ini.
Akhir kata kami berharap semoga Laporan Interview Project ini dapat memberikan
manfaat dan dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca. Terima kasih.

Bandung, Februari 2019

Penyusun

i
RINGKASAN

Hasil laporan wawancara ini dilatarbelakangi oleh kepentingan pembelajaran mata


kuliah kewirausahaan khususnya untuk mengetahui seputar entrepreneurship.
Pewawancara diharapkan dapat menggambarkan bagaimana menjadi seorang entrepreneur
yang berhasil.

Sumber data dalam penelitian ini adalah Bapak Syauqi selaku pemilik dari
Kampoeng Roti. Teknik pengumpulan data adalah studi dokumenter dan wawancara.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap narasumber ditemukan beberapa hal yang berkenan
dengan unsur unsur menjadi seorang entrepreneur yang berhasil.

Dari hasil wawancara, diketahui bahwa pemilik Kampoeng Roti yakni Bapak Syauqi
merupakan salah seorang entrepreneur yang sukses. Omzet yang didapat dari usaha
Kampoeng Roti dalam satu tahun bisa melebihi Rp 1 miliar atau lebih tepatnya bisa
mencapai 9 miliar per tahunnya.

Implementasi pembelajaran dengan wawancara lapangan sebagai materi ajar


diharapkan dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk menjadi seorang entrepreneur.

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i
RINGKASAN........................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................... 2
1.3 Tujuan ..................................................................................................................... 2
BAB II HASIL WAWANCARA ......................................................................................... 3
2.1 Riwayat Entrepreneur, Keberhasilan, dan Kegagalan Entrepreneur yang Dialami
Narasumber ........................................................................................................................ 3
2.2 Kapan Narasumber Mulai Belajar Menjadi Entrepreneur? .................................... 3
2.3 Keterampilan Yang Harus Dimiliki Entrepreneur .................................................. 3
2.4 Bagaimana Cara Narasumber Melatih Keterampilan ............................................. 4
2.5 Bagaimana Cara Narasumber Membangun Jaringan Sosial Dan Bisnis ................ 4
2.6 Bagaimana Cara Narasumber Mendapatkan Permodalan ...................................... 4
BAB III SIMPULAN DAN SARAN ................................................................................... 5
3.1 Simpulan ................................................................................................................. 5
3.2 Saran ....................................................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... iii
LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................................... iv
1. Interview Protocol ......................................................................................................... iv
2. Transkip Wawancara ...................................................................................................... v
3. Foto Foto ........................................................................................................................ x

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini, tingkat pengangguran di Indonesia terbilang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat
dari data Badan Pusat Statistik yang menyatakan bahwa angka pengangguran mencapai 6,8
juta orang. Mereka adalah penduduk yang tidak pernah sekolah hingga yang berpendidikan
perguruan tinggi. Hal ini terjadi karena jumlah tenaga kerja tidak sebanding dengan jumlah
lapangan pekerjaan yang tersedia. Kesenjangan antara penawaran dan permintaan tenaga kerja
tersebut menimbulkan kemiskinan. Oleh karena itu, diperlukan cara untuk mengatasi
pengangguran. Solusi tenaga kerja dapat hidup sejahtera tanpa menggantungkan dirinya
menjadi pegawai atau karyawan adalah dengan memberikan arahan pada mereka agar bisa
menjadi pengusaha mikro. Hasilnya adalah tersedianya lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Dalam menjadi seorang pengusaha atau yang sering disebut dengan istilah entrepreneur,
diperlukan bekal keterampilan berwirausaha yang cukup. Entrepreneur sendiri adalah orang
yang berani mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa
berani mengambil risiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha tanpa diliputi
rasa takut atau cemas dalam kondisi yang tidak pasti (Darwanto, 2012:13).
Hadirnya pengusaha baru yang kreatif dan inovatif bisa meningkatkan perekonomian
hingga berkali-kali lipat. Contohnnya adalah negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Di
negara tersebut setiap saat tumbuh wirausahawan baru, lapangan pekerjaan baru pun ikut
muncul. Lulusan sekolah bisnis, seperti MIT dan Harvard, yang memiliki mata kuliah
kewirausahaan, membuat mahasiswanya tidak segan melakukan praktik wirausaha. Wirausaha
sendiri didefinisikan sebagai kegiatan, aktivitas, tindakan, atau usaha untuk menyelesaikan
suatu tugas. Di sisi lain, wirausaha menurut Kuratko dan Hodgets (1996) pada Frinces
(2010:41) adalah seseorang yang melakukan tugas untuk mengorganisir, mengelola, dan
menerima risiko-risiko bisnis.
Hal ini juga perlu untuk kita contoh. Sebagai generasi muda yang mengenyam pendidikan
bisnis, kegiatan wirausaha perlu kita praktikan sejak dini. Untuk mendapatkan ilmu sebagai
bekal berwirausaha, kami melakukan wawancara dengan salah seorang entrepreneur. Kami
mewawancarai salah seorang pebisnis yang bergerak di bidang usaha kuliner bakeri. Beliau
merupakan pemilik Toko Roti yang bernama “Kampoeng Roti” yang berada di kota Bandung

1
Kampoeng merupakan toko Roti yang didirikan pada tahun 2013 dan sampai saat ini
memiliki enam yang tersebar di Bandung, Cimahi serta Lembang, denga 6-10 orang pegawai
disetiap cabangnya. Omzetnya pun terbilang besar dalam satu tahun. Rata-rata dalam sehari
setiap cabang dapat menjual 100-500 bauh roti dengan rentang harga Rp 4.500,- s.d Rp
160.000,- per rotinya. Bila dikalkulasikan dengan cabang lainnya dan dikali 360 hari, omzetnya
bisa mencapai Rp 9.000.000.000,- dalam satu tahun. Maka dari itu, kami memilih pemilik
Kampoeng Roti ini sebagai narasumber kami pada interview project ini. Narasumber kami
bernama Syauqi.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari Interview Project ini antara lain:

Bagaimana riwayat entrepreneur, keberhasilan, dan kegagalan entrepreneur


narasumber?
Kapan narasumber mulai belajar menjadi entrepreneur?
Keterampilan apa yang harus dimiliki seorang entrepreneur?
Bagaimana cara melatih keterampilan untuk menjadi seorang entrepreneur?
Bagaimana cara membangun jaringan sosial dan bisnis?
Bagaimana cara narasumber mendapatkan permodalan?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari Interview Project ini antara lain:

Untuk mengetahui riwayat entrepreneur, keberhasilan, dan kegagalan entrepreneur


dari narasumber.
Untuk mengetahui kapan narasumber mulai belajar menjadi entrepreneur.
Untuk mengetahui keterampilan apa yang harus dimiliki entrepreneur.
Untuk mengetahui cara melatih keterampilan untuk menjadi seorang entrepreneur.
Untuk mengetahui cara membangun jaringan sosial dan bisnis.
Untuk mengetahui cara narasumber mendapatkan permodalan.

2
BAB II
HASIL WAWANCARA
2.1 Riwayat Entrepreneur, Keberhasilan, dan Kegagalan Entrepreneur yang
Dialami Narasumber

Berdasarkan hasil wawancara yang kami lakukan, riwayat entrepreneur yang


pernah dijalani sebelumnya adalah Restoran Padang pada tahun 2008. Beliau
mempunyai beberapa Restoran Padang di Kota Bandung, diantaranya di dekat
POLBAN dan juga di jalan Pasteur. Namun, kedua Restorannya itu hanya berjalan 2
tahun saja. Kemudian pada tahun 2010 beliau membuka usaha bakery yang bernama
Kampoeng Roti yang masih bertahan hingga saat ini. Beliau memiliki beberapa bakery
yang tersebar di Kota Bandung, diantaranya di Sarijadi, Gegerkalong, Sukajadi, Jl.
Gunung Batu Cicendo. Ada juga di daerah Antapani dan Buahbatu namun sudah ditutup.
Beliau juga berkata bahwa apa yang diperkirakan memiliki potensi yang besar belum
tentu akan sukses, terkadang kesuksesan datang dari hal yang tidak kita duga akan
membawa kesuksesan.

2.2 Kapan Narasumber Mulai Belajar Menjadi Entrepreneur?

Pak Syauqi memulai belajar menjadi seorang enterpreneur dari kecil. Sejak
sekolah dasar beliau sudah mulai berjualan di sekolahnya bahkan di pinggir jalan
menjadi pedagang kaki lima. Beliau berjualan pisang rebus dan permen-permen yang
dibuat dari gula-gula. Hal tersebut membuat “sense” berjualan beliau sudah terbentuk
dari sejak kecil.

2.3 Keterampilan Yang Harus Dimiliki Entrepreneur


Beliau memulai tanpa keterampilan, tetapi beliau memulai sesuai dengan
hitungan analisa. Beliau berkata tidak perlu skill untuk memulai enterpreneur karena
banyak orang yang memiliki skill yang tinggi pada bidang tertentu. Untuk menjadi
seorang enterpreneur kita tidak mutlak harus menguasasi keterampilan teknisnya tapi
kita harus matang di dalam analisanya. Seseorang enterpreneur harus bisa
memanfaatkan orang-orang yang memiliki skill untuk bekerja pada kita sebagai
enterpreneur. Namun kita sebagai enterpreneur harus tau juga skill dasar pada bidang
yang kita jalankan.

3
2.4 Bagaimana Cara Narasumber Melatih Keterampilan
Bapak Syauqi memulai dengan mengasah kemampuan berhitung beliau di
bidang analisa. pasar, sejalan dengan profesinya yang terdahulu. Di bidang yang beliau
jalani saat ini, usaha kuliner khususnya bakery yang dijalani beliau, beliau lakoni
sebagai hobinya selama melakukan perjalanan bisnisnya, menurut beliau, menjadikan
usaha sebagai hobi merupakan hal yang harus dilakukan sebagai salah satu bentuk
usaha untuk mendalami usaha yang dilakoninya, sehingga beliau bisa mengetahui
seluruh proses usahanya dan bisa menyimpulkan dan menjadikan proses ini sebagai
analisa.pasarnya Hal ini juga penting karena beliau harus memahami seluk beluk
bidang usaha yang beliau jalani dan untuk menjawab pertanyaan kritis yang beliau
terima saat mendapat kritikan.

2.5 Bagaimana Cara Narasumber Membangun Jaringan Sosial Dan Bisnis


Menurut beliau, relasi merupakan stake holder (pemangku kepentingan) dimana
pemeran utamanya adalah pembeli. Melalui metode ketuk tular promosi dilakukan
terhadap pembeli dan oleh pembeli kepada sanak saudara atau kerabatnya. Setelah itu,
pengusaha harus menjaga pelanggan yang datang dari ketuk tular dengan pelayanan
yang baik. Pelayanan tersebut dilakukan oleh front officer untuk memberi kesan
pertama yang baik dan berkelanjutan. Dalam mengembangkan relasi yang harus
diperhatikan adalah teknik promosi. Dibandingkan dengan teknik promosi satu jalur,
beliau menggunakan teknik promosi multi jalur dimana teknik ini bertujuan untuk
melahirkan kembali pembeli tradisional yang tertidur ditambah dengan pembeli baru.
Pelanggan tersebut kemudian diakumulasi total dan dihitung persentase kapan mereka
membeli atau tren beli

2.6 Bagaimana Cara Narasumber Mendapatkan Permodalan


Masih ada uang simpanan yang beliau miliki dari usaha sebelumnya (rumah
makan padang). Uang tersebut beliau gunakan untuk usahanya yang sekarang ini
dengan memperhatikan keadaan lapangan dibandingkan dengan hanya berkutik di
dalam konsep yang ada di kepala. Menurut beliau, masalah permodalan itulah yang
membuat tidak semua orang mau jadi wirausahawan. Diperlukannya mental yang kuat
untuk bisa menghadapi kondisi yang akan dihadapi dilapangan. Jika dikatakan
seseorang memiliki modal 100 juta maka belum tentu dalam 2 atau 3 bulan akan
menjadi berkali kali lipat. Ada kalanya uang itu kembali menjadi 100 juta dalam satu
tahun dan ada juga yang habis dalam perjalanan satu tahun.

4
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN

3.1 Simpulan

Berdasarkan pengalaman wawancara yang telah kami lakukan, ada beberapa


pelajaran yang dapat kita terapkan. Pertama adalah diperlukannya sense yang
dimunculkan dengan kebiasaan berdagang. Kedua, tidak menjadikan keterampilan
teknis sebagai fokus utama melainkan bagaimana kita menemukan orang orang dengan
kemampuan tersebut yang dapat bekerja sesuai dengan keinginan pelaku usaha. Ketiga
adalah melakukan analisa pasar dan menjalin relasi yang baik dengan pembeli.
Keempat dalam hal permodalan, dalam menjalankan usaha diperlukannya pandangan
yang luas. Mental yang kuat harus dibangun dengan memperhatikan kondisi lapangan,
jangan hanya berputar dan bergerak dalam pikiran saja karena apa yang ada dalam
pikiran belum tentu sesuai dengan lapangan.

3.2 Saran

Saran yang diberikan bagi mahasiswa calon wirausahawan, yang pertama harus
dilakukan adalah adanya kongsi atau usaha kelompok untuk menghindari pemikiran
subjektif dan naif. Adanya kongsi menjadikan pemikiran kita menjadi lebih baik dan
menghilangkan celah yang ada. Yang kedua, adalah meluaskan pandangan dalam hal
modal. Contoh yang dapat diambil adalah adanya tukang roti dengan barang dagangan
yang dijual seharga 800 perak, tukang dangan itu mengambil dari pabrik dengan harga
600 perak, berpenampilan kusut dsb. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah
tukang dagang tersebut dengan penampilan kusutnya dalam sebulan bisa saja
mendapatkan 10 juta lebih, dibandingkan dengan pekerja yang berpenampilan rapih
dengan keharusan menggunakan hanya menghasilkan 3.5 s/d 5 juta perbulan. Mulailah
dari apa yang bisa kalian jangkau, jangan terburu buru agar dapat mendapatkan sens-
nya.

5
DAFTAR PUSTAKA

Darwanto. (2012). PERAN ENTREPRENEURSHIP DALAM MENDORONG


PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT. DIMENSI RISET TERAPAT BIDANG MANAJEMEN & BISNIS
TINGKAT NASIONAL JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI
SEMARANG, 11-24.

Frinces, Z. H. (2010). PENTINGNYA PROFESI WIRAUSAHA DI INDONESIA. Jurnal


Ekonomi & Pendidikan, Volume 7 Nomor 1, 34-57.

iii
LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Interview Protocol

iv
2. Transkip Wawancara

1. Bisa ceritakan masa kecil Bapak/Ibu yang berpengaruh terhadap karir


entrepreneur ?
Orang Minang itu menganalogikan kalau orang Minang itu satul langkah lebih maju
dari orang Cina. Orang minang itu cenderung pedagang. Di Minang itu pedesaan masih
sangat luas dan rata-rata pendapatannya biasa-biasa saja dan juga pendidikan mereka
kurang bagus, mereka bertarung di pinggir jalan menjadi pedagang kaki lima. Dari kecil
orang minang itu sudah mulai berdagang seperti berjualan pisang rebus di sekolah,
menjual permen-permen yang dibuat dari gula-gula. Karena hal itu ‘sense’ berjualan
beliau sudah terbentuk dari sejak kecil.

2. Mengapa memilih menjadi entrepreneur daripada menjadi karyawan?


Setiap orang yang berpendidikan bagus mereka pasti mendambakan pekerjaan.
Beliau pernah menjadi karyawan di suatu perusahaan asuransi pada bagian office untuk
menghitung keuangan hingga tahun 2008. Namun karena susah naik pangkat beliau
keluar dari kantor, dan memulai menjadi enterpreneur pada tahun 2010. Namun menjadi
enterpreneur adalah sebuah kecelakaan hidup bagi beliau. Namun beliau membaca
sebuah buku karya Mario Teguh “kalau lah saya tau sejak awal bahwa menjadi
usahawan itu akan sedemikian asiknya, maka dari sejak awal saya tidak akan pernah
menjadi karyawan” dan dari sejak itu saya berhenti menjadi karyawan.

3. Jenis usaha apa saja yang pernah Bapak/Ibu jalani?


Beliau mempunyai rumah makan padang pada tahun 2010 yang berada didaerah
sarijadi, pasteur, dan di dekat polban. Namun saat ini sudah tidak beroperasi lagi,
digantikan oleh Kampong Roti yang masih berjalan hingga saat ini.

4. Mengapa sekarang memililh produk/jasa ini?


Dunia makanan itu adalah dunia keseharian, dunia yang murah meriah. Juga karena
kecenderungan bahwa feeling dan insting beliau lah bisnis ini yang paling baik untuknya.
Walau dari hasil analisis pasar ini bukan usaha yang terbaik.

v
5. Apa nasihat Bapak/Ibu dalam menghadapi kegagalan usaha?
Banyaknya motivasi motivasi yang muncul di banyak teks maupun media lainnya,
membuat motivasi atau nasihat-nasihat itu terlihat hanya sebagai kata-kata Mutiara saja
(terlalu sering disampaikan). Kalau seandainya usaha itu akan memberikan hasil selalu
seperti yang ada dikepala kita maka semua orang akan menjadi usaha, ketika berbicara
realitas bahawa banyak sekali usaha yang tidak berhasil, usaha yang sudah berhasil saja
yang udah gurita pun terkadang tutup seperti matahari, Ramayana, seven eleven, nah
kan jadi, kalau usaha itu akan memberi hasil yang akan anda kalkulasikan maka semua
orang akan menjadi usahawan, jadi kata kunci nya pertama anda yakin dulu, bener gak
saya ini mau jadi usahawan atau tidak, yakin diri itu turunannya banyak, kita harus
totalitas secara emosioanal secara fisik apapun usahanya, ketika kita yakin kita akan
menjadi usahawan jangan terlalu dramatis sering sering bermain dengan kalkulator,
sekian kali sekian jadi berapa kalau segini berapa, jadi apa yang harus dilakukan. yang
harus dilakukan itu nikmati prosesnya ketika menikmati proses kerja daripada bisnis
yang anda geluti, di sana itu sudah menyatu antara bisnis dan hobi, kalau sudah menyatu
maka kalkulator itu akan ketinggalan. Banyak sekali indicator proses. Kalau di makanan
proses pengaturan karyawan dll kalau itu hobi, maka turunannya apa kekurangan pada
bisnis anda, akan terlihat ketika anda sudah melihat maka muncul standar kesempurnaan
menurut anda, kalau makanan misal bagaimana proses produksi, bahan baku, panyajian,
pelayanan, standard harga, kebersihan promosi, kalau diri kita hadir ditengah tengah itu
dalam bentuk hobi maka kita enjoy dalam bisnis, apabila kita hadir sebgai business
maka perlu kita cari rekan yang punya hobi yang bisa menjalankan, artinya wakil hobi
ada disana kita beri kepercayaan.

6. Keterampilan apa saja yang harus dipelajari untuk menjadi seorang


entrepreneur?
Saya memulai tanpa keterampilan, saya memulai nya itungan Analisa bukan
keterampilan, didunia ini dibandung raya ini, anda maunyari orang skill apa aja ada, jadi
kamu gak perlu kamu pandai sesuatu tapi kamu atur orang yang pandai itu sesuai
keinginanmu. Artinya orang orang tamatan toyota, merka mereka itu tidak manjadi

vi
karyawan terus, jadi kita tidak mutlak menguasai keterampilan teknisnya jadi kita harus
menguasai Analisa pasar. Kalau di dunia makanan seperti saya, harus di hobikan di
dalam perjalannanya ketika ditanya bapak ngeri ini itu, saya ngerti dalam usah saya,
ketika anda dikritik maka anda akan bisa menjawab dengan perjalan yang dilalui.

7. Bagaimana caranya belajar menjadi wirausahawan yang berhasil?


Itu pertanyaan susah ya, saya sering ditanya sama orang, boleh dong saya ikut
frenchise nya, disatu sisi itu adalah diut yang bakal masuk, tapi saya gamau bukan saya
ga doyan duit, balik lagi tidak semua yang ada di benak kita sesuai hasilnya dengan
dilapangan. Saya punya strategi ketika outlet saya kedepannya bakal saasjdna, yang
pasti itu lu jatuh lu bangun lu jatuh lu bangun, kenapa dia bangun lagi karena di
melakukan Analisa,

8. Apa kunci kesuksesan seorang entrepreneur menurut Bapak/Ibu?


Gigih gitu aja,

9. Apa artinya relasi/network bagi Bapak/Ibu sebagai seorang entrepreneur?


Relasi itu adalah kunci yang paling penting sangat penting , siapa yang membeli ?
itu relasi, lebih yakin mana kamu buat promosi di FB dll dengan promosi relasi dengan
pembeli mu lebih yakin mana? itu namanya “ketuk tular”, Saya punya relasi dengan
pembeli dan pembeli tersebut mempunyai teman terkadang terjadi pembicaraan yang
mengarah kepada hal hal seperti ini, eh tadi saya beli roti disana enak lo dll, maka dari
situ timbul akan rasa tidak ingin ketinggalan untuk mencoba atau membeli roti tsb, maka
hal tersebut akan akan terus terjdi dan akhirnya banyak pembli dengan cara
dipromosikan secra gratis akibat dampak “ketuk tular” tsb. Apa yang anda harus
perhatikan adalah memelihara relasi baik baik, costumer itu harus dipelihara bagaimana
caranya? Mereka bertemu atau kontak dengan merka yang di depan katkanlah front
office dsb, kostumer itu datang belum tentu suasana hatinya tidak enak apalagi ditambah
dengan cara pelayanannya yang tidak enak makin hancur, pertanyaannya yang paling
potensial menghancurkan usaha adalah kostumer, jadi pelayanan itu harus memberikan
kesan pertama hingga seterusnya dengan baik, dan tidak menjadi racun bagi kita, jadi

vii
relasi itu adalah salah satu stake holder (pemangku kepentingan)
10. Bagaimana caranya mengembangkan relasi/network tersebut?
Berbicaran tentang mengembangkan relasi itu sebenarnya itu berbiacara tentang
teknik promosi, ada yang satu jalur atau multi jalur , nah sekrang ini promsi itu multi
jalur anda tidak bisa berharap pada satu jalur, yang artinya Teknik promosi itu akan
melahirkan kembalinya pembeli tradisional yang tertidur yang kemudain datangnya
pembeli baru yang akhirnya menjadi akumulasi total jumlah pelanggan walaupun kita
tidak hitung, maka dalam total tersebut dapat dihitung persentase kapan mereka
membelinya atau tren kapan mereka beli.

11. Bagaimana caranya Bapak/Ibu bisa mendapatkan modal uang untuk


berwirausaha ini?
Sebelumnya saya jualan rumah makan makan padang, saya berhenti bukan dalam
keadaan “pailit”, jadi saya punya uang atau simpanan,intinya saya ada modal , tapi
terkait modal seorng enterperneur itu tidak semua sukses apa yang ada di kepala kita
itu pada akhirnya bergantung pada sukses dilapangan , kemudian kenapa tidak semua
orang mau jadi wira usaha? Karena persoaalan uang tadi, mental, gue punya uang 100jt
gue pake usaha deh kata seorang entrepreneur maka uang itu dala kurun 2 sampai 3
bulan akan jadi beberpa kali lipat, mutlak tidak? Enggak kan, bisa jadi uang 100 jt itu
satu tahu itu tetep 100 juta bisa jadi dalam beberpa bulan habis, dalam beberap bulan
ini lah yang ditakukkan banyak orang, shengga bnyk orang beripikiran mending gue
depositoin dll.

12. Apa saran Bapak/Ibu untuk mahasiswa sebagai calon wirausaha muda?
Yang pertama itu saya sarankan berkumpul artinya berkongsi atau bikin usaha
kelompok karena, hasil berpikir sendri itu banyak subjektif dan naif tapi ketika kita
berkumpul buti butir itu cenderung lebih bagus, nah jadi apa yang ini saya tidak melihat
celah lain, yang kedua itu adalah tentu bermodal, luasakan pandang maksudnya gini
Saya ter-ilhami oleh tukang roti lewat nitip roti di warung sana , kemudian di titip, saya
panggil dia kemudain saya tanya kamu taro harga berapa, 800 perak pak kamu beli
dipabrik berapa? 600 perak pak, kalian bisa bayangin gak dia penampilannya kayak

viii
gimana? Lusuh berdebu dll, tapi jangan salah lo, boleh jadi penghasilan dia lebih besar
daripada kalian kalian yang gaji 3.5 smp 5 juta per bulan yang dipaksa pake jas dan
pentopel, saya tanya dia, dia bisa jual 2000 roti sehari ke warung-warung, itu artinya dia
bisa dapet 400rb/ hari dari laba 200 peraknya, sebulan udah 10juta lebih, menurut kalian
dia punya kuliah gak? Nah itu yang saaya maksud luaskan pandangan. Kemudian
mulaiah dari yang kalian bisa jangkau dahulu jangan buru buru supaya kalian dapet
sensenya, contoh kalian bisa bikin kcang goreng modal Cuma kacang, lilin plastic sama
minyak buat goreng, kalian bisa titip diwarung -warung mereka tidak akan menolak
kecuali kalian bilang gini ke ownernya bu/pak saya punya kacang goreng sebungkusnya
500perak saya ada 10 bungkus jadi 5rb ibu boleh coba beli punya saya, gue yakin sampe
kiamat pun sebungkus ga ada yang kejual kalau gitu caranya, tapi kalau kalian titip
mereka gak bakalan nolak, kalau misal mereka nolakpun dasarnya apa ? soalnya mereka
kan gak beli produk kita yaa kecuali ada hal hal lain diluar itu.

ix
3. Foto Foto

x
xi