0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
219 tayangan105 halaman

Kualitas Arus Kas dan Kinerja Keuangan

Tesis ini membahas pengaruh kualitas arus kas dan alokasi penggunaan aset terhadap kinerja keuangan pada STMIK MAHAKARYA Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan STMIK MAHAKARYA selama beberapa periode terakhir. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu memprediksi laba dan dividen masa depan institusi.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
219 tayangan105 halaman

Kualitas Arus Kas dan Kinerja Keuangan

Tesis ini membahas pengaruh kualitas arus kas dan alokasi penggunaan aset terhadap kinerja keuangan pada STMIK MAHAKARYA Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan STMIK MAHAKARYA selama beberapa periode terakhir. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu memprediksi laba dan dividen masa depan institusi.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH KUALITAS ARUS KAS DAN ALOKASI

PENGGUNANAN ASET TERHADAP KINERJA KEUANGAN


PADA STMIK MAHAKARYA JAKARTA

OLEH :
TUTI SUSILAWATI
NIM : 332142330511

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI


JAKARTA
2017
PENGARUH KUALITAS ARUS KAS DAN ALOKASI
PENGGUNAAN ASET TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PADA STMIK MAHAKARYA JAKARTA

OLEH
TUTI SUSILAWATI
NIM : 332142330511
TESIS

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh


Gelar Magister Manajemen
Pada

PROGRAM PASCASARJANA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI
JAKARTA
2017

ii
PROGRAM PASCASARJANA

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI

TESIS

Judul :Pengaruh Kualitas Arus Kas dan Alokasi Penggunaan Aset

Terhadap Kinerja Keuangan Pada STMIK MAHAKARYA

JAKARYA

Disusun Oleh Mahasiswa

NAMA : Tuti Susilawati

NIM : 332142330511

Konsentrasi : Manajemen Keuangan

Telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Magister

Manajemen pada Program Pascasarjana, Sekolah Tinggi Manajemen “IMMI”

Menyetujui ,

Komisi Pembimbing Tesis

Dr. Boyke Setiawan Soeratin Dr.Ir. Aswin Naldi Sahim, MM


Pembimbing Materi Pembimbing Teknis

Jakarta, Februari 2017

iii
PROGRAM PASCASARJANA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI
TESIS

Judul :Pengaruh Kualitas Arus Kas dan Alokasi Penggunaan Aset


Terhadap Kinerja Keuangan Pada STMIK MAHAKARYA
JAKARYA
Disusun Oleh Mahasiswa
NAMA : Tuti Susilawati
NIM : 332142330511
Konsentrasi : Manajemen Keuangan

Telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister
Manajemen pada Program Pascasarjana, Sekolah Tinggi Manajemen “IMMI”

Jakarta, Februari 2017

Menyetujui,
Komisi Penguji Tesis

Zaharuddin, M.M, PhD.


Ketua

Mengesahkan,
Ketua
Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Dr. Kemal Taufik, M.M, MSE
Anggota

Dr.Zulkifli Rangkuti, M.Si. Dr.Ir. Aswin Naldi Sahim, M.M,Phd


Anggota

iv
ABSTRAK

TUTI SUSILAWATI. Pengaruh Kualitas Arus Kas dan Alokasi Penggunaan Aset
Terhadap Kinerja Keuangan Pada STMIK MAHAKARYA JAKARYA .
Manajemen keuangan berkaitan dengan kegiatan perencanaan, analisis dan
pengendalian kegiatan keuangan. Mereka yang melaksanakan kegiatan tersebut
sering disebut sebagai manajer keuangan. Meskipun demikian, kegiatan keuangan
tidaklah terbatas dilakukan oleh mereka yang menduduki jabatan seperti Direktur
Keuangan, Manajer Keuangan, Kepala Bagian Keuangan, dan sebagainya. Dengan
demikian laporan keuangan berkaitan dengan kinerja keuangan, kedisiplinan dan
kepatuhan yang berhubungan sangat kuat dengan proses manajemen pada institusi
STMIK MAHAKARYA JAKARTA, dimana kegiatan institusi tersebut adalah
dibidang pendidikan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer yang
berinteraksi kegiatannya dengan Mahasiswa, Dosen Serta Stakeholder. Dan
prosesnya akan mempengaruhi kondisi laporan keuangan, karena dengan
berjalannya kegiatan tersebut akan berhubungan dengan Neraca Keuangan dengan
demikian Kedisiplinan, dan pengelolaan dalam penggunaan dan pengalokasian
keuangan berpengaruh pada kinerja keuangan yang maksimal. Tujuan
dilakukannya penelitian dengan institusi STMIK MAHAKARYA sebagai
obyeknya adalah untuk mengetahui kinerja keuangan selama beberapa periode lalu.
Tetapi, nilai riilnya ada pada kenyataan bahwa laporan tersebut dapat digunakan
untuk membantu meramalkan laba dan dividen masa depan institusi STMIK
MAHAKARYA
Kata kunci : Arus kas ,Penggunaan Aset , Kinerja Keuangan .

v
Abstact

TUTI Susilawati. Quality Impact of Cash Flow and Asset Allocation Against Use
of Financial Performance In STMIK MAHAKARYA JAKARTA . Financial
management related to the planning, analysis and control of financial activities.
Those who carry out these activities are often referred to as a financial manager.
Nonetheless, it is not limited to financial activities carried out by those who occupy
positions as Finance Director, Finance Manager, Head of Finance, and so on. Thus
the financial statements relating to financial performance, discipline and
compliance associated very strongly with the management process in the
institution's STMIK MAHAKARYA JAKARTA, where the activities of these
institutions is the field of education College of Management Information and
Computer activities that interact with Students, Faculty And Stakeholder. And the
process will affect the financial statements, because with the passage of these
activities will be related to the Balance Sheet as such discipline, and management
in the use and allocation of financial effect on the financial performance of the
maximum. The purpose of the research institutions STMIK MAHAKARYA as its
object is to determine the financial performance over the past period. However, its
real value is in the fact that they can be used to help predict future earnings and
dividends STMIK MAHAKARYA institutions.
Keywords: Cash flow, Use of Assets, Financial Performance.

vi
PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Tuti Susilawati

Nim : 332142330511

Konsentrasi : Manajemen Keuangan

Judul Tesis : Pengaruh Kualitas Arus Kas dan Alokasi Penggunaan Aset

Terhadap Kinerja Keuangan Pada STMIK MAHAKARYA

JAKARYA

Pembimbing : 1. Dr.Boyke Setiawan Soeratin

2. Dr.Ir. Aswin Naldi Sahim, MM

Dengan ini menyatakan bahwa :

1. Hasil karya yang saya serahkan ini adalah asli dan belum pernah diajukan

untuk mendapatkan gelar Magister Manajemen baik di Sekolah TInggi

Manajemen IMMI maupun di institusi pendidikan lainnya.

2. Hasil karya saya ini bukan saduran/terjemaahan melainkan merupakan

gagasan, rumusan dan hasil pelaksanaan penelitian/implementasi saya

sendiri, tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan pembimbing akademik dan

narasumber penelitian.

vii
3. Hasil karya saya ini merupakan hasil revisi terakhir setelah diajukan yang

telah diketahui dan disetujui oleh pembimbing.

4. Hasil karya saya ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis

atau publikasikan orang lain, kecuali yang digunakan sebagai acuan dalam

naskah dengan menyebutkan nama pengarang dan dicantumkan dalam

daftar pustaka.

Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila dikemudian hari

terbukti ada penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini maka saya

bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar yang telah

diperoleh karena karya saya ini, serta sanksi lain yang sesuai dengan ketentuan

yang berlaku di Sekolah Tinggi Manajemen IMMI.

Jakarta, Februari 2017

Materai 6000

Tuti Susilawati

viii
RIWAYAT HIDUP

Tuti Susilawati dilahirkan di Cianjur pada tanggal 20 Agustus 1986 dari ayah

H.Abdurohman dan Ibu Hj. Kartika. Ia anak ke tiga dari empat bersaudara.

Sekolah dasar di SDN Padamakmur kota cianjur yang diselesaikan pada tahun

1999, Sekolah menengah pertama diselesaikan pada tahun 2002 di SLTP Al-

I’ANAH cianjur, selanjutnya ia menyelesaikan Sekolah Menengak Atas pada tahun

2004 di SMK Pariwisata Cianjur. Pada tahun 2007 saya masuk di jurusan Teknik

Informatika di STMIK Mahakarya dan selesai Sarjana pada 2010.

Pada tahun 2005 saya mulai bekerja di PT. Delta Expanding bagian Marketing

sampai dengan tahun 2006, dan dari 2006 ia mulai bekerja di Instansi STMIK

MAHAKARYA bagian Marketing, dan naik jabatan bagian Administrasi sampai

dengan bagian keuangan, dan pada 2015 naik bagian Waket II bagian keuangan dan

umum sampai sekarang.

Pada tahun 2015 saya melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Sekolah

Tinggi Manajemen IMMI Jakarta.

ix
Tanda baktiku

Pada Ibu dan Alm bapakku tercinta dan tersayang, aku disini selalu

menyayangimu dan mengenangmu, bapak adalah seorang ayah yang hebat,

selalu mengingatkan aku dan memberi nasihat bahwa menjadi seseorang itu

tidak harus kaya tetapi harus sukses dan berguna bagi orang lain. Dan jadikan

agama menjadi satu-satunya pondasi untuk hidup. Aku disini kuat dan

bekerja keras agar menjadi orang sukses dalam karir, pendidikan dan keluarga.

x
Tanda baktiku

Untuk Bapak dan Ummi

Ungkapan kasihku untuk Suami dan anaku kelak

xi
Tidak tahu Rahmat atau Musibah, yang

penting saya berprasangka baik pada Allah

SWT

xii
KATA PENGANTAR

Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan YME atas rahmat dan

karunianya sehingga peneliti dapat menyelesaikan Tesis dengan judul

“PENGARUH KUALITAS ARUS KAS DAN ALOKASI PENGGUNAAN

ASET TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA STMIK MAHAKARYA

JAKARTA”. Dengan selesainya penelitian ini peneliti menyampaikan

penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dr.

Boyke Setiawan Soeratin selaku Pembimbing Utama yang selalu memberi arahan

dan memotivasi dan telah banyak memberikan saran dan kritik positif, dan Bapak

Dr.Ir. Aswin Naldi Sahim, MM selaku Pembimbing kedua .

Ucapan terima kasih juga peneliti sampaikan kepada:

1. Ketua STIMA IMMI JAKARTA .

2. Direktur Program Pascasarjana beserta staf dan seluruh Dosen Pascasarjana

STIMA IMMI JAKARTA.

3. Ketua Program Studi Magister Manajemen Pascasarjana STIMA IMMI

JAKARTA.

4. Ketua STMIK MAHAKARYA Pak Taufik Hidayat,S.Kom MM, yang

memberikan ijin peneliti untuk melanjutkan studi ke jenjang strata 2

Program Pascasarjana STIMA IMMI JAKARTA.

5. Secara khusus peneliti sampaikan kepada Ibunda tercinta, Suami tercinta

beserta segenap keluarga yang telah mendoakan untuk keberhasilan peneliti

dalam menyelesaikan tesis ini.

xiii
6. Teman serta sahabat program pascasarjana Manajemen STIMA IMMI kelas

Reguler Malam yang sudah mendukung dan membantu dalam

menyelesaikan tesis ini.

Akhir kata peneliti mengharapkan semoga tesis ini berguna dan dapat memberikan

manfaat sumbangan keilmuan khususnya bidang manajemen keuangan walaupun

peneliti merasa tesisi ini masih jauh dari sempurna.

Jakarta, Februari 2017

Tuti Susilawati

xiv
DAFTAR ISI Halaman
LEMBAR PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING .................................. ii

LEMBAR PERSETUJUAN DOSEN PENGUJI ............................................ iii

KATA PENGANTAR ....................................................................................... xi

ABSTRAK ......................................................................................................... vi

ABSTRACT ........................................................................................................ vii

DAFTAR ISI ...................................................................................................... viii

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ............................................... 1


B. Identifikasi Masalah .................................................... 4
C. Rumusan Masalah ....................................................... 4
D. Tujuan Penelitian ....................................................... 5
E. Kegunaan Penelitian..................................................... 6

BAB II : LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka .......................................................... 8


1. Definisi Laporan Keuangan ................................... 8
2. Laporan Keuangan&Pengaruhnya ......................... 8
3. Kegunaan Laporan Keuangan ................................ 9
4. Tujuan Laporan Keuangan ..................................... 10
5. Teknik Analisa kritis dan terintegrasi .................... 11
6. Pihak yang berkepentingan dlam laporan keuangan 12
7. Pengaruh informasi laporan keuangan ................. 12
8. Manajemen laba kinerja keuangan ........................ 13
B. Telaah Pustaka ............................................................. 27
C. Kerangka Berpikir ........................................................ 29
D. Hipotesis Penelitian..................................................... 30

xv
BAB III : METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian ...................................... 32


B. Jenis Penelitian ............................................................. 32
C. Populasi , Sampel dan Teknik Sampling...................... 32
D. Metode Pengumpuan Data ........................................... 34
E. Teknik analisis Data ..................................................... 35

BAB IV : GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN

A. Sejarah Perusahaan............................................................. 39
B. Visi dan Misi ...................................................................... 40
C. Struktur Organisasi STMIK MAHAKARYA .................... 46
D. Uraian Tugas Struktur Organisasi ...................................... 46

BAB V : ANALISA DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Penelitian ................................................... 54


B. Devinisi Operasional Variabel .......................................... 55
1. Variabel Dependen Kinerja Keuangan ........................ 55
2. Variabel Kualitas Informasi Keuangan (X1) ................ 55
3. Variabel Alokasi Aset (X2) ........................................ 55
C. Uji Asumsi Klasik ............................................................ 60
1. Statistik Deskriptif ...................................................... 60
2. Uji Autokorelasi ........................................................... 61
3. Uji Heteroskeditas ........................................................ 62
4. Uji Normalitas .............................................................. 63
D. Hasil Pengujian .................................................................. 66
E. Pengujian Hipotesis ............................................................ 69

xvi
BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ....................................................................... 72
B. Saran – saran .................................................................... 74
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

xvii
DAFTAR TABEL

NOMOR HALAMAN

1. Table 1.1 Informasi data mahasiswa ....................................................... ..3

2. Tabel 1.2 Informasi posisi keuangan ........................................................ ..3

3. Table 2.1 Imbalan & risiko untuk Alternatif Pembiyaan Aktiva.............. 24

4. Tabel 3.1 Data Arus Kas dan Penggunaan Aset ...................................... 33

5. Tabel 5.1 Definisi variabel operasional .................................................... 56

6. Tabel 5.2 Coefficients X1 Terhadap Y ...................................................... 56

7. Tabel 5.3 Coefficients X2 Terhadap Y ...................................................... 58

8. Tabel 5.4 Tabel Deskriptif Y=X1 + X2 ................................................... 61

9. Tabel 5.5 Model Autokorelasi .................................................................. 61

10. Tabel 5.6 Model Summary ...................................................................... 64

11. Tabel 5.7 Hasil Uji Koefisien Determinasi............................................... 66

12. Tabel 5.8 Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) ...................... 67

13. Tabel 5.9 Uji Statistik T............................................................................ 68

xviii
DAFTAR GAMBAR

NOMOR HALAMAN

1. Gambar 2.1. Tujuan Laporan Keuangan menurut APB statement No.4 .. 10

2. Gambar:2.2 Pandangan Stakeholder Terhadap Perusahaan ..................... 12

3. Gambar 2.3. Pengaruh pada perusahaan ................................................... 13

4. Gambar 2.4 Penandan ideal aktiva persahaan .......................................... 24

5. Gambar 2.5 Strategi Pendanaan Fleksible ................................................ 25

6. Gambar 2.6 Paradigma Penelitian ............................................................ 30

7. Gambar 4.1 Pembelajaran Mahasiswa ...................................................... 43

8. Gambar 4.2 Struktur Kurikulum ............................................................... 43

9. Gambar 4.3 Struktur Kurikulum ............................................................... 44

10. Gambar 4.4 Dukungan TIK ...................................................................... 44

11. Gambar 4.5 Layanan kepada Mahasiswa ................................................. 45

12. Gambar 4.6 Kurikulum STMIK MAHAKARYA .................................... 45

13. Gambar 4.7 Struktur Organisasi ............................................................... 46

14. Gambar 5.1. Grafik histogram Kualitas keuangan ................................... 57

15. Gambar 5.2 Grafik Plot Kualitas Keuangan ............................................. 58

16. Gambar 5.3 Grafik Histogram Uji Normalitas ......................................... 59

17. Gambar 5.4 Grafik histogram Alokasi Aset ............................................. 60

18. Gambar 5.5 Grafik P-Plot Uji Normalitas ................................................ 63

19. Gambar 5.6 Grafik Histogram Uji Normalitas ......................................... 65

20. Gambar 5.7 Grafik P-Plot Uji Normalitas ................................................ 65

xix
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Laporan arus kas memiliki peran yang sangat besar khususnya bagi

pihak perusahaan dan penanam saham (investor), serta bagi pemerintah

dan masyarakat pada umumnya. Fungsi dari laporan arus kas bagi pihak

perusahaan adalah untuk mengetahui tentang efektifitas kebijakan yang

sudah ditetapkan oleh perusahaan dalam penggunaan atau pemanfaatan kas

tersebut dalam waktu tertentu. Disamping itu, laporan arus kas dapat

digunakan oleh investor maupun pihak lainnya untuk mengetahui tentang

posisi keuangan perusahaan sehingga dapat menentukan kebijakan

strategis dalam kegiatan penanaman modal pada perusahaan tersebut.

Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.

Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut

posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan

yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambil

keputusan, adapun pelayanan jasa sangat berhubungan dengan kinerja

bagian keuangan. STMIK MAHAKARYA bergerak di bidang jasa

pendidikan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer yang

xx
berlokasi di JL.Tampak Siring Daan Mogot Baru Blok KJE No. 2 Jakarta

Barat.

Permasalahan yang dihadapi dalam kualitas arus kas dalam

penggunaan dana atau cashflow, sehingga sangat berpengaruh terhadap

laba dan kinerja keuangan, dan dapat menangani setiap permasalahan

keuangan yang berdampak dalam perkembangan nilai perusahaan, dan

sebagainya. Yang sangat berpengaruh dengan berlangsungnya belajar

mengajar. Dengan demikian peneliti termotivasi untuk meningkatkan

kualitas pelayanan dan kedisiplinan dalam mengatur pola sumber-sumber

arus kas sebagai pemasukan cash in dan cash out yang berpengaruh

terhadap kinerja keuangan .

Untuk meningkatkan adaptasi maka pembaharuan dan perubahan

organisasi kearah yang lebih baik dengan mengupayakan syarat-syarat

yang meliputi :

1. Melibatkan pegawai secara aktif dalam menyusun rencana strategik

dalam pelaksanaan pembaharuan tersebut.

2. Pembaharuan tersebut tidak hanya mencakup aspek fisik tetapi

sekaligus aspek budaya kerja dan pola pikir Tim (Pembaharuan

mind-set dan cultural-set)

3. Adanya pembaharuan sebagai dinamika dalam pertumbuhan

organisasi suatu kebutuhan dan tidak hanya apa yang bersifat fisik

semata tetapi aspek kepemimpinan, motivasi pembelajaran dan

disiplin dalam proses pengajar atau Dosen juga harus mendapat

xxi
perhatian yang sama pentingnya. Dimana sumber daya manusia

yang handal dan berkualitas memegang peranan yang utama dalam

proses peningkatan kinerja dengan salah satu contoh yang

teraplikasikan pada perbaikan produktivitas kerja. Dan berikut

contoh laporan arus kas yang sudah terjadi di STMIK

MAHAKARYA, dan jumlah yang terealisasi dari tahun 2013

sampai dengan 2015.

Jumlah Mahasiswa :

MAHASISWA 2013 2014 2015


Tahun Target Realisasi Persentase
2013 500 329 75%
2014 550 344 65%
2015 600 311 60%
Tabel 1.1 jumlah mahasiswa

Naik Naik Naik


Rincian 2013 /turun 2014 /turun 2015 /turun
% % %

Pendapatan 732,350,100 25.67% 732,350,100 21.86% 819,268,206 12.55%


Penggunaan
Aset 245,936,146 173,059,000 298,890,240
Laba Tahun
berjalan 187,985,276 160,098,808 102,856,433
Tabel 1.2 posisi keuangan

xxii
Grafik laporan posisi keuangan

1,000,000,000
posisi keuangan
800,000,000

600,000,000 Pendapatan

400,000,000 Aset
Laba Tahun berjalan
200,000,000

-
1 2 3 4 5 6

B. Identifikasi Masalah

Adapun masalah yang dapat diidentifikasikan adalah:

1. Masih kurangnya arus kas pendapatan yang mengakibatkan kinerja

keuangan menjadi menurun.

2. Masih kurangnya penggunaan aset yang belum baik dan maksimal sehingga

mempengaruhi kinerja keuangan yang kurang optimal.

3. Masih kurangnya pengukuran arus kas terhadap kinerja keuangan menjadi

kurang optimal.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka dapat

dirumuskan masalah Strategi pengelolaan keuangan atau aliran kas keuangan.

Dari rumusan ini kemudian dapat diidentifikasi permasalahan melalui

pertanyaan penelitian sebagai berikut :

xxiii
1. Diduga adanya pengaruh kualitas arus kas terhadap kinerja keuangan

STMIK MAHAKARYA?

2. Diduga adanya pengaruh alokasi penggunaan aset terhadap kinerja

keuangan?

3. Diduga adanya pengaruh kualitas arus kas dan alokasi penggunaan aset

terhadap kinerja keuangan STMIK MAHAKARYA

D. Tujuan

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

Penelitian ini secara operasional bertujuan untuk mendapatkan jawaban

secara Empirik realitas tentang rumusan masalahnya adalah :

1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas arus kas (X1) terhadap Kinerja

Keuangan (Y) di STMIK MAHAKARYA Jakarta Barat

2. Untuk mengetahui Pengaruh alokasi penggunaan aset (X2) terhadap

kinerja keuangan (Y) di STMIK MAHAKARYA Jakarta Barat

3. Untuk mengetahui pengaruh kualitas arus kas (X1) dan alokasi penggunaan

aset (X2) yang berpengaruh terhadap Kinerja keuangan (Y) di STMIK

MAHAKARYA Jakarta Barat.

E. Kegunaan Hasil Penelitian

Berdasarkan pada tujuan tersebut penelitian ini memiliki manfaat atau

kegunaan, baik bagi peneliti, bagi Institusi maupun bagi pihak lain.

Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah :

xxiv
1. Bagi Peneliti :

Memperoleh pengetahuan tentang analisis kualitas arus kas dan alokasi

penggunaan aset terhadap kinerja keuangan Bagi Institusi :

Sebagai tolok ukur pihak Institusi mengenai berhasil atau tidaknya

kebijakannya, juga sebagai bahan informasi mengenai Strategik untuk

pengembangan institusi tersebut, Terhadap Kinerja keuangan dan proses

belajar mengajaragar lebih mengedepankan program tersebut semakin baik

terus menerus.

2. Bagi Pihak lain :

Dapat dijadikan literatur atau bahan informasi bagi penelitian lanjutan dan

dapat dijadikan sebagai acuan atau rujukan untuk melakukan penelitian

lebih lanjut baik mengenai judul analisis kualitas arus kas dan alokasi

penggunaan aset terhadap kinerja keuangan maupun tema yang berbeda

sekalipun.

3. Ruang Lingkup

Karena keterbatasan penelitian dalam hal waktu, tenaga, dan biaya, serta

untuk menjaga agar penelitian lebih terarah dan fokus, maka ruang lingkup

dalam penelitian ini mencakup instansi yang merupakan program studi

maupun perguruan tinggi di jakarta.

xxv
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka

1. Definisi Laporan Keuangan


Munawir mengatakan “laporan keuangan merupakan alat yang
sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi
keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang
bersangkutan.” Dengan begitu laporan keuangan diharapkan akan
membantu bagi para pengguna (user) untuk membuat keputusan ekonomi
yang bersifat finansial.
Secara lebih tegas Sofyan Assauri “Laporan keuangan merupakan
laporan pertanggungjawaban manajemen sumber daya yang dipercayakan
kepadanya.” Ini sejalan yang dikemukakan oleh farid harianto dan
siswanto sudomo yakni “Laporan keuangan juga menunjukan apa yang
telah dilakukan manajemen (stewardship), atau pertanggungjawaban
manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.” Pihak
manajemen memegang peranan penting dalam membuat laporan keuangan
untuk dapat dipahami oleh pihak yang berkepentingan. Ini ditekankan lebih
lanjut oleh Sofyan Assauri bahwa “Dalam laporan keuangan terdapat
informasi yang menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan.” Ini
sebagaimana dikemukakan oleh Leopold dan John bahwa: “Financial
statement analysis applies analytical tools and techniques to general
purpose financial statements and related data to drives estimates and
inferences useful in business decision”.

2. Laporan Keuangan dan Pengaruhnya bagi perusahaan


Laporan keuangan yang di publikasikan dianggap penting dalam
pengambilan keputusan. Pernyataan ini ditegaskan oleh Lev dan
thiagarajan. Lebih jauh Lev dan Thiagarajan mengatakan bahwa analisis
ini dianggap penting dilakukan untuk memahami informasi yang
terkandung dalam laporan keuangan tersebut.
Dari definisi diatas dapat dipahami bahwa manajemen menyajikan laporan
keuangan dan pihak luar perusahaan memanfaatkan informasi tersebut
untuk membantu membuat keputusan. Bahwa seorang investor yang ingin
membeli atau menjual saham dapat terbantu dengan memahami dan
menganalisa laporan keuangan dan selanjutnya dapat menilai perusahaan

xxvi
mana yang mempunyai prospek yang menguntungkan dimasa depan.
Sebuah laporan keungan pada umumnya terdiri dari:
a. Neraca
Neraca menunjukan posisi keuangan – aktiva, hutang, dan ekuitas
pemegang saham – suatu perusahaan pada tanggal tertentu, seperti pada
akhir triwulan atau akhir tahun.
b. Laporan laba rugi
Laporan rugi-laba menyajikan hasil usaha – pendapatan, beban, laba
ata rugi bersih dan laba atau rugi per saham – untuk periode akuntansi
tertentu.
c. Laporan perubahan modal
Laporan ekuitas pemegang saham merekonsiliasi saldo awal dan akhir
semua akun yang ada dalam seksi ekuitas pemegang saham pada
neraca. Beberapa perusahaan menyajikan laporan saldo laba, sering
kali di kombinasikan dengan laporan rugi-laba yang merekonsiliasi
saldo awal dan akhir akun saldo laba.
d. Laporan arus kas
Laporan arus kas memberikan informasi tentang arus kas masuk dan
keluar dari kegiatan operasi, pendanaan, dan investasi selama suatu
periode akuntansi.
e. Catatan atas laporan keuangan

3. Kegunaan Laporan Keuangan


Berdasarkan konsep keuangan maka laporan keuangan sangat diperlukan
untuk mengukur hasil usaha dan perkembangan perusahaan dari waktu ke
waktu dan untuk mengetahui sudah sejauh mana perusahaan mencapai
tujuannya. Bahwa laporan keuangan pada dasarnya merupakan hasil proses
akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data
keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Sehingga

xxvii
laporan keuangan memegang peranan yang luas dan mempunyai suatu
posisi yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.

Dari pendapat di atas dapat dipahami bahwasanya laporan keuangan sangat


berguna dalam melihat kondisi suatu perusahaan, baik kondisi pada saat ini
maupun dijadikan sebagai alat prediksi untuk kondisi di masa yang akan
dating (Forecast analyzing).

4. Tujuan laporan keuangan


Tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi
kepada pihak yang membutuhkan tentang kondisi suatu perusahaan dari
sudut angka-angka dalam satuan moneter.
Gambar 2.1. Tujuan Laporan Keuangan menurut APB statement No.4

Tujuan Laporan

Keuangan APB Nomor 4

Tujuan Khusus Tujuan Umum Tujuan kualitatif


Menyajikan Laporan Memberikan Informasi a. Relevance
b. Understandabil
a. Proses a. Sumber
ity
keuangan ekonomi
c. Verifiability
b. Hasil usaha b. Kewajiban
d. Neutrality
c. Perubahan c. Kekayaan
e. Timeliness
posisi bersih
f. Comparability
keuangan d. Proyeksi laba
g. Completeness
secara wajar e. Perubahan
sesuai harta dan

xxviii
5. Teknik Analisa kritis dan terintegrasi dari laporan keuangan
Adapun pedoman dan beberapa teknik kritis atau teknik terintegrasi
dalam menganalisa laporan keuangan itu secara lengkap adalah sebagai
berikut :
a. Menilai “realibility laporan” dan periode laporannya;
b. Lakukan analisa perubahan modal kerja atau arus kas;
c. Membuat laporan konsolidasi;
d. Mereview interrelated account;
e. Penggunaan segmen bisnis perusahaan yang dianalisa;
f. Meneliti lebih dalam beberapa transaksi yang bersifat : Related parties
transaction (hubungan istimewa);
g. Menghitung dan menapsirkan rasio keuangan yang lazim, kemudian
rasio ini dibandingkan dengan situasi
h. Memahami metode dan cara menyusun laporan keuangan
i. Menilai laporan akuntan
j. Menguasai konsep dan teknik analisa laporan keuangan, filosofi, rasio,
tujuan, dan kegunaan
k. Memahami prinsip dan kebijakan akuntansi
l. Memahami situasi yang dihadapi perusahaan, termasuk bidang usaha,
jenis industri, sejarah perusahaan, resiko yang mungkin dihadapi, gaya
manajemen, pemilikan dan prospek induatri yang bersangkutan
m. Tujuan di susunnyalaporan keuangan
n. Bentuk perusahaan
o. Sistem pengawasan dalam perusahaan yang menghasilkan laporan
keuangan
p. Ketaatan pada peraturan mapun agama
q. Menilai kualitas comparability

xxix
6. Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan suatu
perusahaan
Gambar:2.2 Pandangan Stakeholder Terhadap Perusahaan

7. Pengaruh informasi laporan keuangan bagi investor dalam menilai


kinerja keuangan perusahaan
Laporan keuangan merupakan informasi keuangan yang menggambarkan
kinerja keuangan suatu perusahaan. Adapun informasi bersumber dari 2
(dua) bagian, yaitu:
a. Management accounting information (informasi akuntansi
manajemen).
Informasi manajemen kebanyakan dipergunakan untuk mendukung
dan memberi informasi bagi pihak manajemen sebagai salah satu
sumber dalam pengambilan keputusan.
b. Financial accounting information ( informasi akuntansi keuangan)
Informasi akuntansi keuangan menurut standar akuntansi keuangan
(SAK) adalah laporan yang terdiri atas : laporan posisi keuangan atau
neraca, informasi kinerja perusahaan atau laporan laba rugi, laporan

xxx
perubahan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi
penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

8. Manajemen Laba Kinerja Keuangan


a. Arus Kas

Kas adalah jenis aset yang paling likuid. Dalam bisnis kas tidak saja

merupakan alat tukar, melainkan ukuran kestabilan dan kelangsungan

(going concern) bisnis atau perusahaan. Hampir seluruh aktivitas

perusahaan dilakukan dengan kas. Kekurangan atau kelebihan kas

menimbulkan berbagai permasalahan. Aktivitas operasi perusahaan dapat

terhenti karena kekurangan kas untuk pembelian bahan baku. Gaji

karyawan yang tidak terbayar dapat menyebabkan karyawan mogok kerja.

Utang jatuh tempo yang tidak dapat dibayarkan menyebabkan

permasalahan hukum.

Kelebihan kas di lain pihak dapat juga merugikan perusahaan. Kas

yang menganggur (idle) selain menimbulkan risiko penggelapan atau

kecurangan lainnya, juga menimbulkan kerugian penurunan nilai

intrinsik. Perusahaan-perusahaan besar biasanya memiliki manajemen kas

tersendiri dengan semakin kritisnya peran kas dalam perusahaan. Laporan

arus kas, yang menjelaskan penerimaan dan penggunaan kas dalam

perusahaan dinyatakan sebagai salah satu laporan keuangan pokok yang

wajib disusun untuk pengambilan keputusan ekonomi. Laporan arus kas

(cash flow) menyajikan aliran kas masuk (cash flow in) dan aliran kas

keluar (cash flow out) dalam suatu perusahaan.

xxxi
Laporan arus kas ini menginformasikan pengelolaan kas dalam

perusahaan. Pengelolaan kas menentukan keberhasilan perusahaan.

Pengunaan kas yang tepat memaksimalkan perusahaan dalam mencapai

tujuannya. Laporan arus kas diperlukan agar bisnis dapat berjalan dengan

baik. Pengguna laporan keuangan menggunakan Laporan arus kas sebagai

alat analisa untuk pengambilan keputusan bisnis.

b. Arus Kas dan Aktifitas Perusahaan

Pada dasarnya arus kas dalam perusahaan dapat ditelusuri dari

aktivitas-aktivitas dalam perusahaan, sebab seluruh aktivitas perusahaan

dimaksudkan untuk menghasilkan kas. Dalam melaksanakan aktivitas

perusahaan pengeluaran kas untuk beban dan lainnya tidak dapat

dihindarkan.

Aktivitas-aktivitas yang berlangsung dalam perusahaan berdasarkan

dampaknya terhadap kas secara garis besar dapat diklasifikasikan pada

aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.

Perusahaan memproduksi dan menjual barang dagangan, atau

memberikan jasa secara rutin dengan maksud menghasilkan kas masuk

bagi perusahaan. Aktivitas disebut Aktivitas operasi atau aktivitas rutin.

Aktivitas operasi dimaksudkan untuk menghasilkan (generate) kas secara

rutin bagi perusahaan. Aktivitas operasi memerlukan pengeluaran rutin.

Perusahaan akan melakukan efisiensi agar pengeluaran-pengeluaran dapat

dilakukan sekecil mungkin. Jika hasil penjualan lebih besar daripada

xxxii
pengeluaran-pengeluaran maka akan terjadi surplus atau peningkatan kas

dari aktivitas operasi. Aktivitas operasi secara rutin diharapkan

meningkatkan kas guna kesinambungan operasional perusahaan.

Peningkatan kas dari aktivitas operasi rutin diharapkan juga

digunakan untuk ekspansi perusahaan. Perusahaan harus melaksanakan

berbagai rencana strategis jangka panjang guna mempertahankan aktivitas

operasi dan pengembangan ke depan. Perkiraan adanya peningkatan pasar

yang signifikan mengakibatkan perusahaan perlu membangun jasa baru,

membeli alat-alat dengan kapasitas terbaik, atau mengembangkan

teknologi baru yang bersifat strategis guna mendukung kegiatan

operasional di masa mendatang. Ada kalanya perusahaan melakukan

perencanaan lainnya guna mendatangkan sumber penerimaan kas baru di

masa mendatang. Aktivitas-aktivitas yang bersifat strategis ini disebut

aktivitas investasi. Bila aktivitas operasi merupakan aktivitas yang

bersifat rutin, sedangkan aktivitas investasi bukan merupakan aktivitas

rutin. Perusahaan melakukan pengembangan usaha pada saat yang tepat

dan pada bidang yang tepat. Pengembangan usaha juga dilakukan dengan

cara yang berbeda-beda sesuai dengan kesempatan yang ada. Pengeluaran

kas untuk kegiatan investasi dapat sangat besar sehingga menimbulkan

penururan kas pada tahun berjalan. Penurunan kas yang dialami oleh

perusahaan tidak berarti buruk sepanjang dimanfaatkan dengan baik.

Menilai aktivitas investasi ini lebih tepat dengan menganalisa kelayakan

investasi yang dilakukan.

xxxiii
Tentu saja aktivitas investasi memiliki risiko, oleh sebab itu

diperlukan perencanaan yang matang, termasuk perencanaan dana.

Aktivitas investasi dapat didanai oleh kas hasil aktivitas operasi, dari kas

yang telah dicadangkan untuk proyek-proyek yang telah disepakati, atau

dengan utang dan penerbitan saham. Pendanaan aktivitas investasi

memerlukan perencanaan yang baik agar tidak menganggu aktivitas

perusahaan lainnya karena kas tergerus untuk aktivitas investasi. Jika

investasi dilakukan dengan utang, konsekuensinya adalah perusahaan

harus menanggung bunga pinjaman. Pendanaan suatu perusahaan besar

dapat berbentuk pembayaran deviden pemegang saham. Kegiatan

pendanaan ini berdampak signifikan terhadap arus kas perusahaan.

Peningkatan arus kas masuk dapat terjadi melalui pinjaman, sebaliknya

penurunan arus kas dapat diakibatkan oleh pembayaran utang pinjaman

yang jatuh tempo dalam jumlah yang besar.

Regulasi akuntansi yang berlaku di Indonesia yang disebut Standar

Akuntansi Keuangan mensyaratkan perusahaaan untuk menyajikan

laporan arus kas dengan mengungkapkan aliran kas masuk dan aliran kas

keluar berdasarkan aktivitas-aktivitas perusahaan. Laporan arus kas

menuntun pengguna laporan menelusuri arus kas berdasarkan aktivitas-

aktivitas perusahaan guna mendapatkan informasi yang lebih baik

mengenai kondisi kas perusahaan.

c. Memahami Laporan Arus Kas

xxxiv
Peningkatan atau penurunan arus kas tidak dapat dijadikan sebagai

tolok ukur dalam menilai keberhasilan perusahaan. Peningkatan kas tanpa

pengelolaan yang baik dapat mendatangkan kerugian. Sebaliknya

penurunan kas tidak dapat diartikan bahwa perusahaan memiliki kinerja

buruk, sepanjang didasarkan perencanaan yang mendatangkan

keuntungan perusahaan di masa mendatang.

Masyarakat awam barangkali beranggapan bahwa peningkatan kas

adalah laba dan sebaliknya penurunan kas adalah kerugian. Anggapan

tersebut dapat diluruskan dengan memahami laporan arus kas lebih

cermat. Peningkatan dan penurunan arus kas harus dianalisis lebih lanjut

guna mendapatkan informasi yang lebih baik mengenai perusahaan.

Peningkatan atau penuruan arus kas dapat ditelusuri dari aktivitas dalam

perusahaan sebagaimana telah dijelaskan. Peningkatan kas yang berasal

dari pinjaman misalnya, bukanlah berarti peningkatan kinerja perusahaan.

Sebaliknya peningkatan arus kas dari pinjaman yang berlebihan dapat

menimbulkan risiko bagi perusahaan. Perusahaan harus bersikap lebih

hati-hati dalam memanfaatkan peningkatan kas ini. Sebaliknya penurunan

kas pun perlu dianalisis secara lebih cermat. Penurunan kas akibat

investasi misalnya, sepanjang dilakukan dengan tepat mengindikasikan

perkembangan perusahaan. Perusahaan perlu mengkaji kelayakan

investasi agar dapat memberikan keuntungan di masa mendatang.

Wirausaha wajib memahami laporan arus kas guna mampu

mempertahankan kelangsungan bisnisnya.

xxxv
Ada tiga laporan keuangan dasar yang biasa digunakan untuk

menggambarkan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan: Neraca,

Laporan Laba Rugi, dan laporkan Arus Kas. Nerca memberikan gambaran

mengenai aktiva, utang, dan ekuitas para pemilik perusahaan untuk

tanggal tertentu, sedangkan Laporan Laba Rugi mengambarkan

pendapatan bersih dari kegiatan operasi perusahaan selama periode

tertentu. Laporan arus kan menggabungkan informasi dari nerca dan

Laporan Laba Rugi untuk menggambarkan sumber dan penggunaan kas

selama periode tertentu dalam sejarah hidup perusahaan.

Laporan arus kas mendapatkan isinya dari neraca laporan Laba

Rugi perusahaan. Namun, laporan ini penting bagi para anilisis keuangan

karena membantu memfokuskan pada arus kas yang terjadi kegiatan

operasi perusahaan. Contohnyan, dalam laporan ini, kita mengambil

pendapatan penjualan yang dilaporkan dalam laporan Laba Rugi dan

melakukan penyusuaian terhadap piutang dagang untuk menentukan

berapa banyak kas yang sebenarnya diterima dari penjualan. Hal yang

sama juga dilakukan dengan memasukkan seluruh uang yang dikeluarkan

secara sekaligus, untuk membeli perlengkapan dan perlatan baru dalam

laporan arus kas karena dananya dikeluarkan dalam periode sekarang,

walau kita akan membebankan biaya ini dalam laporan Laba Rugi.

d. Manfaat Anggaran Kas

Secara umum semua anggaran termasuk anggaran kas mempunyai


tiga kegunaan pokok, menurut Munandar, 2001 manfaat anggaran kas
adalah :

xxxvi
1. Sebagai pedoman kerja
Berfungsi sebagai pedoman kerja yang memberikan arah serta
sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh
kegiatan-kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang.
2. Sebagai alat pengkoordinasi kerja
Berfungsi sebagai alat pengkoordinasi kerja agar semua bagian-
bagian yang terdapat dalam perusahaan dapat menunjang, saling
bekerja sama untuk mencapai sasaran yang ditetapkan.
3. Sebagai alat pengawasan kerja
Berfungsi sebagai tolak ukur, sebagai alat pembanding untuk
mengevaluasi realisasi kegiatan perusahaan nanti. Dengan
membandingkan apa yang dicapai oleh realisasi kerja yang telah
dicapai oleh perusahaan, dapat dinilai apakah suatu perusahaan
telah sukses bekerja atau belum. Dari perbandingan semula dapat
juga diketahui sebab-sebab penyimpangan antara anggaran dan
realisasinya.

e. Tujuan Penyusunan Anggaran Kas memiliki beberapa tujuan antara

lain :

1. Menentukan posisi kas pada berbagai waktu dengan

membandingkan uang kas masuk dengan uang kas keluar.

2. Memperkirakan kemungkinan terjadinya defisit atau surplus.

3. Mempersiapkan keputusan pembelanjaan jangka pendek dan

jangka panjang, bilamana terjadi defisit perusahaan perlu mencari

dana tambahan baru dan sebaliknya bila terjadi surplus maka

perusahaan harus memilih alternatif penggunaan yang paling

menguntungkan.

4. Sebagai dasar kebijakan pemberian kredit.

5. Sebagai dasar otorisasi dana anggaran yang disediakan.

6. Sebagai dasar penilaian terhadap realisasi pengeluaran kas

sebenarnya.

xxxvii
f. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Penyusunan Anggaran Kas

Agar suatu anggaran dapat berfungsi dengan baik, maka taksiran-

taksiran yang termuat didalamnya harus cukup akurat, sehingga tidak jauh

berbeda dengan realisasinya nanti. Untuk bisa melakukan penaksiran

secara lebih akurat, diperlukan data, informasi dan pengalaman, yang

merupakan faktor-faktor yag harus dipertimbangkan didalam menyusun

anggaran. Adapun faktor-faktor yang harus dipertimbangkan didalam

menyusun anggaran kas menurut M. Munandar , 2001 antara lain :

a. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan kas antara lain:

1. Penjualan, khususnya rencana tentang jenis (kualitas) dan jumlah

(kuantitas) barang yang akan dijual dari waktu ke waktu selama

periode yang akan datang. Semakin besar jumlah penjualan akan

memperbesar penerimaan kas.

2. Keadaan persaingan di pasar. Persaingan yang lebih keras akan

memperkecil pula penerimaan kas. Persaingan yang lebih lunak

akan memungkinkan perusahaan memperbesar pula penerimaan

kas.

3. Posisi perusahaan dalam persaingan cukup kuat akan memperbesar

syarat pembayaran (term of payment) yang ditawarkan perusahaan.

4. Kebijaksanaan perusahaan dalam penagihan piutang. Penagihan

piutang yang lebih aktif akan mempercepat penerimaan kas.

Sedangkan sebaliknya, penagihan piutang yang kurang aktif akan

memperlambat penerimaan kas.

xxxviii
5. Budget perubahan aktiva tetap, khususnya rencana tentang

pengurangan (penjualan) aktiva tetap.

6. Rencana-rencana perusahaan tentang penerimaan-penerimaan kas

dari sumber lain (non operating), seperti misalnya penghasilan

bunga, penghasilan sewa, penghasilan dividen, dan sebagainya.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran kas, antara lain:

1. Budget pembelian bahan mentah, khususnya rencana tentang jenis

(kualitas) dan jumlah (kuntitas) bahan mentah yang akan dibeli dari

waktu kewaktu selama periode yang akan datang.

2. Keadaan persaingan para supplier bahan mentah di pasar persaingan

yang lebih keras akan memperkecil pengeluaran kas.

3. Posisi perusahaan terhadap pihak supplier bahan mentah. Bilamana

posisi perusahaan cukup kuat, maka perusahaan lebih dapat

memaksakan pembelian secara kredit, sehingga akan memperkecil

pengeluaran kas.

4. Syarat pembayaran (term of payment) yang ditawarkan oleh supplier

bahan mentah.

5. Budget upah tenaga kerja langsung. Semakin besar upah tenaga kerja

langsung yang akan dibayar, akan semakin besar pula pengeluaran

kas yang akan dilakukan.

6. Budget biaya pabrik tidak langsung. Semakin besar biaya pabrik

tidak langsung yang harus dibayar, akan semakin besar pula

pengeluaran kas yang akan dilakukan.

xxxix
7. Budget biaya administrasi. Semakin besar biaya administrasi yang

harus dibayar, akan semakin besar pula pengeluaran kas yang akan

dilakukan.

8. Budget perusahaan aktiva tetap, khususnya rencana tentang

penambahan aktiva tetap. Penambahan aktiva tetap memperbesar

pengeluaran kas.

9. Rencana-rencana perusahaan tentang pengeluaran-pengeluaran kas

untuk keperluan lain-lain (non perating), seperti misalnya untuk

biaya bunga, biaya sewa, dan sebagainya.

g. Penyusunan Anggaran Kas mencakup dua sektor yaitu :

1. Sektor Penerimaan kas sektor penerimaan kas yang pada umumnya

berasal dari

a. Penjualan tunai barang jadi yang diproduksi.

b. Penagihan piutang

c. Penjualan aktiva tetap

d. Penerimaan lain-lain (non operating), seperti penghasilan bunga,

penghasilan sewa, penghasilan dividen, dan sebagainya.

2. Sektor pengeluaran kas sektor pengeluaran kas pada umumnya

berupa pengeluaran untuk biaya-biaya, baik biaya-biaya utama

(operating), maupun biaya-biaya bukan utama (non operating),

seperti :

a. Pembelian tunai bahan mentah

b. Pembayaran utang

xl
c. Pembayaran upah tenaga kerja langsung

d. Pembayaran biaya pabrik tidak langsung

e. Pembayaran biaya administrasi

f. Pembayaran biaya penjualan

g. Pembelian aktiva tetap

h. Pembayaran lain-lain (non opearating), seperti pembayaran biaya

bunga, pembayaran biaya sewa dan sebagainya.

h. Perencanaan Modal dan Kinerja Keuangan

Modal kerja (working capital) merupakan bagian penting dari

aktivitas bisnis. Modal kerja biasanya berkenaan dengan aktivitas

operasional harian, terganggunyamodal kerja, dapat menyebabkan

terganggunya produksi.

Modal kerja adalah kebutuhan untuk aktiva lancar / likuid (current

aset). Aktiva ini dibiayai dengan utang lancar. Selisih dari aktiva lancar

dikurangi utang lancar dikenal sebagai modal kerja bersih (net working

capital). Modal kerja bersih inilah yang harus disediakan oleh

perusahaan. Modal kerja bersih ini harus disediakan secara rutin. Hal ini

disebabkan produksi harus dilakukan juga secara rutin/kontinu. Dengan

demikian, modal kerja bersih adalah dana yang perlu disiapkan untuk kas

tersedia, piutang, serta inventori. Berikut ini akan dibahas berbagai hal

berkenaan dengan modal kerja, dan komponen modal kerja yakni kas,

piutang, dan analisis pulang pokok.

1. Prinsip keseimbangan

xli
Neraca terdiri dari modal kerja bersih dan aktiva tidak tetap. Disisi

pasiva adalah pendanaan jangka panjang (utang jangka panjang dan

modal sendiri).

Gambar 2.4 Penandan ideal aktiva persahaan

Aktiva Lancar Utang Lancar

Pendanaan jangka
Aktiva Tetap panjang

Table 2.1
Imbalan & risiko untuk Alternatif Pembiyaan Aktiva

Pembiyaan → Pembiyaan Jangka Pembiyaan


Aktiva↓ Pendek Jangka Panjang
Aktiva lancar Moderate risk – Low risk –
Profitability Profitability
Aktiva tetap High Risk - Profitability Moderate Risk –
Profitability

2. Strategi pendanaan fleksibel

xlii
Aktiva lancar dan aktiva tetap terus berkembang, dan kedua

aktiva dibiayai dengan pendanaan jangka pendek dan jangka panjang.

Gambar 2.5 Strategi pendanaan fleksibel

=Pendanaan

=Kebutuhan
aktiva tetap

3. Strategi Pendanaan Kaku

Sinergi yang kaku, jika pembiayaan total jangka panjang lebih

rendah dari keperluan aktva total.

4. Biaya Dari Modal Kerja

Pengadaan bahan baku (modal kerja) akan terkena biaya. Biaya

tersebut dinyatakan sebagai carrying cost serta shortage cost .

5. Siklus Kas

Perusahaan perlu memprakirakan berapa lama siklus kas yang ada,

dengan cara mencari siklus operasi (Operating cycle;OC) dan siklus

kas (Cash Cycle; CC) siklus operasi menunjukan lamanya waktu

yang diperlukan untuk menyelesaikan satu periode produksi

Siklus operasi (OC) = lama waktu produksi sampai dijual

Siklus kas (ccc)=lama waktu pembiyaan sampai penerimaan


xliii= siklus kas
Siklus operasi
OC = CC

AAI + ACP=APP+ACC

OC = operating cycle = siklus operasi

CC = cash cycle = siklus kras

AAI = average age inventori = umur rerata nventori

ACP = average collection period = umur rerata piutang

APP = average payable period = umur rerata piutang

6. Pembiyaan Piutang

Penjualan tidak seluruhnya tunai. Bahkan, dengan alasan tertentu

(menarik minat pembeli), penjualan sering tidak tunai.

7. Pembiayaan Jangka Pendek

Pemenuhan kebutuhan likuiditas jangka pendek biasanya dipenuhi

oleh berbagai alternative pembiayaan. Dari mana saja alternatif yang

tersedia bagi pedagang tersebut:

1. Pinjam ke bank (Unsecured loans)

2. Perusahaan dapat meminjam uang kepada pihak tertentu, dan

sebagai jaminannya adalah piutang perusahaan.

3. Perusahaan dapat menerbitkan surat utang jangka pendek. Secara

umum cara ini dikenal sebagai commercial papers (CP).

8. Analisis Laba-Volume-Biaya

xliv
Analisis laba-volume dan biaya (Cost-volume-profit;CVP)

merupakan alat yang popular untuk mengetahui situasi bisnis

yang terjadi.

B. Telaah Pustaka

Berikut ini adalah beberapa penelitian sebelumnya yang dapat dijadikan

telaah pustaka :

Jurnal Farida W Lusiana dan Dr.H.M Chabachib, M.Si yang berjudul

“Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Aktivitas, dan

Rasio Profitabilitas Terhadap Price Earning Ratio Pada Perusahaan

Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” dilakukan pada tahun

2010. Dimana tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rasio

likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas

berpengaruh terhadpa price earning ratio pada perusahaan manufaktur yang

terdapat di Bursa Efek Indonesia. Dengan hasil, dari empat variabel

independen hampir semua berpengaruh secara signifikan terhadap Price

Earning Ratio, hanya rasio solvabilitas yang tidak berpengaruh secara

signifikan pada tingkat kepercayaan 5% terhadap PER.20

Jurnal H. Abd. Azis Sangkala yang berjudul “Analisis Kinerja

Keuangan Berdasarkan Rasio Profitabilitas Pada Perusahaan Pabrik Roti

Tony Bakery Pare-Pare” dilakukan pada tahun 2009. Dimana tujuan

penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan di

perusahaan pabrik roti Tony Bakery berdasarkan rasio profitabilitas. Dengan

xlv
hasil, secara umum kinerja keuangan perusahaan berdasarkan analisis

profitabilitas belum efisien karena terjadi penurunan dalam 3 (tiga) tahun.

Jurnal dari Ratih Puspitasari yang berjudul “Analysis of Financial

Statement To Measure Financial Performance of PT Astra Internasional

Tbk” dilakukan pada tahun 2012. Dimana tujuan penelitian ini adalah

melakukan analisa keuangan untuk menilai kinerja keuangan. Bagaimana

penerapan analisa laporan keuangan pada PT.Astra Internasional Tbk.

Bagaimana menilai analisa laporan keuangan sebagai salah satu alat untuk

menilai kinerja keuangan pada PT.Astra Internasional Tbk. Dengan hasil, PT

Astra Internasional Tbk melakukan analisis laporan keuangan untuk menilai

kinerja keuangan setiap triwulan dan tahunan. Dalam analisi Likuiditas

diketahui bahwa tahun 2007 dan 2008 cukup baik namun di tahun 2006 terjadi

beda penyajian laporan keuangan mengakibatkan anlisis rasio likuiditas

perusahaan terlihat tidak baik. Untuk analisis Solvabilitas diketahui bahwa

perusahaan terlihat cukup baik, dimana perusahaan dapat memenuhi seluruh

total kewajiban-kewajiban apabula perusahaan mengalami likuidasi.

Jurnal dari Dimas Prayudi dan Rochmawati Daud “Pengaruh

Profitabilitas, Resiko Keuangan, Nilai Perusahaan dan Struktur Kepemilikan

Terhadap Praktek Perataan Laba (Income Smoothing) Pada Perusahaan

Manufaktru yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2008-2011”. Dimana

tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bukti empiris faktor-faktor

yang mempengaruhi praktik perataan laba khususnya untuk menjelaskan

pengaruh profitabiltas, resiko keuangan, nilai perusahaan dan struktur

xlvi
kepemilikan terhadapp praktek perataan laba pada perusahaan Manufaktur di

Bursa Efek Indonesia. Dengan hasil, secara simultan perofitabilitas, seriko

keuangan, nilai perusahaan, kepemilikan manajerial dan kepemilikan publik

berpengaruh signifikan terhadap perataan laba.

Perbedaan dengan penelitian yang dilakukan Murtini (2002) juga

terdapat pada populasi dan variabel penelitian. Murtini melakukan penelitian

terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap PER, diantaranya adalah

faktor Divident Payout Ratio, leverage, pertumbuhan laba dan Return on

Aset. Dalam penelitian ini ROA tidak dimasukkan dalam variabel penelitian

karena diharapkan sudah dapat diwakili oleh earning growth. Penelitian

tersebut dilakukan hanya terhadap perusahaan manufaktur, sedangkan dalam

penelitian ini dilakukan terhadap semua industri di Bursa Efek Jakarta.

C. Kerangka Berfikir

Menurut Sugiyono (2009:388) mengatakan bahwa “kerangka berpikir


merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan
berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting”.
Dalam rangka memberikan pedoman dan arahan agar penelitian yang
dikemukakan dapat sesuai dengan yang telah digariskan data latar belakang,
perumusan masalah maka perlu disusun kerangka pemikiran. Adapun
kerangka pemikiran dari kegiatan penelitian ini dapat digambarkan sebagai
berikut:

xlvii
Gambar 2.6

Paradigma Penelitian

Pengaruh kualitas arus


kas
(X1)
terhadap kinerja keuangan
(Y)

Alokasi penggunaan
aset
(X2)

Keterangan:

X1 = Variabel bebas I (Analisis kualitas arus kas )


X2 = Variabel bebas II (Alokasi penggunaan aset)
Y = Variabel terikat (terhadap Kinerja Keuangan)

D. Hipotesis Penelitian

Menurut Erwan Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti


(2007:137), hipotesis adalah pernyataan atau dugaan yang bersifat
sementara terhadap suatu masalah penelitian yang kebenarannya masih
lemah (belum tentu kebenarannya) sehingga harus diuji secara empiris.
Sedangkan Menurut Sugiyono (2004:51) pengertian hipotesis adalah
sebagai berikut: “Hipotesis adalah dugaan sementara terhadap rumusan
masalah penelitian”, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya
disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena
jawaban yang diberikan baru berdasarkan pada teori yang relevan, belum
didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan
data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap
rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empiris”.

xlviii
Berdasarkan kerangka berpikir tersebut, maka dapat dirumuskan

hipotesis penelitian sebagai berikut:

1. Diduga adanya pengaruh kualitas arus kas terhadap kinerja keuangan di

STMIK MAHAKARYA.

2. Di duga adanya pengaruh alokasi penggunaan aset terhadap kinerja

keuangan di STMIK MAHAKARYA.

3. Di duga adanya pengaruh kualitas informasi keuangan dan alokasi aset

terhadap terhadap Kinerja laporan keuangan di STMIK

MAHAKARYA.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian ini di laksanakan di STMIK MAHAKARYA Jakarta.

Waktu Penelitian ini dilakukan mulai bulan Januari 2016 sampai dengan

xlix
Oktober 2016. Dengan menggunakan sumber data laporan keuangan dari

periode 2013 – 2015.

B. Jenis Penelitian

Suatu penelitan memerlukan metode atau jenis penelitian untuk

mencapai tujuan yang diharapkan, jenis yang dipergunakan disesuaikan dengan

masalah, situasi dan tujuan yang akan dicapai. Karena masalah yang diselidiki

ini masalah baru, maka penulis mempergunakan jenis penelitian analisis

deskriptif kuantitatif.

C. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling

1. Populasi

Menurut Sugiyono (2008:115) populasi adalah wilayah generalisasi


yang terdiri atas: objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya.
Sampel ditentukan oleh peneliti berdasarkan pertimbangan

masalah, tujuan, hipotesis, metode dan instrumen penelitian, di samping

pertimbangan waktu, tenaga dan biaya. Berdasarkan pertimbangan

tersebut, peneliti dihadapkan kepada persoalan yang berkenaan dengan

teknik pengambilan sampel, besarnya sampel, keabsahan sampel untuk

menaksir sifat dan karakteristik populasi. Yang menjadi populasi dalam

penelitian ini adalah laporan keuangan perbulan selama periode 2013

l
sampai dengan 2015 STMIK MAHAKARYA yang dapat dilihat dari tabel

3.1 berikut ini.

Tabel 3.1
Data arus kas dan penggunaan aseT dan kinerja keuangan
STMIK MAHAKARYA

No Jabatan Jumlah
1. Kas pendapatan 36
2. Alokasi aset 36
2. Kinerja keuangan 36
Jumlah 108

Sumber :Internal laporan keuangan 2013-2015

2. Teknik Pengambilan Sampel

Menurut Sugiyono (2009:73), Sampel adalah bagian dari jumlah dan


karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Menurut Arikunto
(2009:11) bahwa: “Sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil
populasi yang diteliti). Husein Umar (2004:6) menjelaskan bahwa untuk

li
menentukan sampel dari populasi yang akan diteliti, digunakan rumus
Slovin sebagai berikut:

N
n =
1 + N e2

Dimana:

n = jumlah sampel

N = jumlah populasi

e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan

pengambilan sampel yang masih ditolerir atau presisi yang

ditetapkan.

Dengan proses sebagai berikut:

N
n =
1 + N e2

108
=
1 + 108 (0.1)2

108
=
1 + 108 (0.01)

lii
108
= = 51 data
2.08

Sampel dalam penelitian adalah sebanyak 51 data STMIK

MAHAKARYA

D. Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan kegiatan yang

pentingdalampenelitian ini, karena dari kegiatan pengumpulan data dapat

disajikan sebagai hasil dari penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan

dengan cara sebagai berikut :

1. Wawancara

Wawancara merupakan metode pengumpulan data melalui tatap muka dan


tanya jawab langsung antara pewawancara (pengumpul data) dengan
responden (sumber data) (Umi Narimawati, 2008:23).
2. Observasi

Menurut Sutrisno Hadi dalam Sugiyono (2012:2003) mengatakan


Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang
tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Yang terpenting
dalam teknik pengamatan dengan menggunakan observasi adalah
pengamatan dan ingatan. Penelitian ini menggunakan satu buah angket yang
didalamnya berisi tiga buah instrumen, yaitu instrumen untuk mengukur (1)
Arus Kas (2) alokasi penggunaan aset dan (3) Kinerja Keuangan. Yang
dimana sangat penting dalam mengenai laporan data sebenarnya.

E. Teknik Analisis Data

Analisis data yang dilakukan menggunakan bantuan program SPSS

(Statistical Product And Service Solutions) Versi 16. Untuk keperluan

liii
pengelolaan dan analisis data. Setelah dilakukan pengelolaan data, maka

selanjutnya dilakukan untuk menganalisis hubungan variabel-variabel bebas

dengan variabel tergantung dengan menggunakan model analisis korelasi

parsial yang diolah dengan program SPSS 20. Model ini dipilih karena ingin

mengetahui besarnya kontribusi hubungan variabel bebas dengan variabel

tergantung. Serta faktor resiko variabel bebas dengan variabel terikat.

Untuk dapat mengukur “Pengaruh alokasi arus kas dan alokasi

penggunaan aset terhadap kinerja keuangan pada STMIK MAHAKARYA”

penulis terlebih dahulu melakukan:

Uji Validitas Masing-Masing Variabel

Uji validitas instrumen dengan faktor-faktor variabel yang

bersangkutan. Uji coba secara empirik menggunakan korelasi product

moment dengan bantuan fasilitas komputer program Statistical Product And

Service Solution (SPSS) Versi 16 for Windows. Dasar pengambilan

keputusan dalam uji validitas adalah sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.

Untuk menguji apakah residual berdistribusi normal atau tidak dapat diuji

dengan dua cara yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Cara

termudah dalam melihat normalitas residual adalah dengan menggunakan

grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan

liv
distribusi yang mendekati distribusi normal. Apabila grafik histogram

menunjukkan pola 45 yang mendekati bentuk bel dan plot linear

memperlihatkan data yang bergerak mengikuti garis linear diagonal maka

dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan memenuhi asumsi

normalitas.

b. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t

dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (periode sebelumnya).

Autokorelasi muncul karena adanya observasi yang berurutan sepanjang

waktu berkaitan satu sama lain. Model regresi yang baik adalah regresi

yang bebas dari autokorelasi. Untuk mengetahui adanya autokorelasi

pada sebuah model regresi dapat dideteksi dengan menggunakan Durbin

Watson (DW test). Apabila nilai DW lebih besar dari pada batas atas (du)

maka tidak terdapat otokorelasi pada model regresi.

c. Uji Heteroskedasitas

Uji Heteroskedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan lain tetap maka disebut homoskedasitas, dan jika berbeda

maka disebut heteroskedasitas. Model regresi yang baik adalah yang

homoskedasitas dan tidak terjadi heteroskedasitas. Ada beberapa cara

yang digunakan untuk mengetahui terjadi heteroskedastisitas atau tidak,

lv
salah satunya adalah dengan melihat grafik Scatterplot. Jika tidak ada

pola yang jelas serta titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada

sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Setelah memenuhi syarat

asumsi klasik, maka dilakukan uji statistik regresi linier dengan program

SPSS Versi 16.00, sehingga akan dapat diketahui signifikansi pengaruh

masing-masing variabel independent terhadap variabel dependent.

Model Regresi yang digunakan adalah persamaan sebagai berikut :

Y = a + b1.X1+b2.X2+e ............................... (5)

Y = Kinerja keuangan

a = konstanta

b1b2 = Koefisien determinasi

X1 = Kualitas arus kas

X2 = alokasi penggunaan aset / capex

e = Error

signifikansi pengaruh masing-masing variabel independent yang

digunakan dalam penelitian ini terhadap variabel dependent maka

dilakukan uji statistik ( Uji t ). Hipotesis 1 sampai dengan Hipotesis 5

diuji dengan menggunakan uji t pada tingkat signifikansi 5 %. Uji

hipotesis dilakukan dengan membandingkan Nilai t hitung dengan nilai t

tabel, apabila nilai t hitung lebih besar dari pada nilai t tabel maka Ha

diterima dan Ho ditolak. Apabila nilai t hitung lebih kecil dari pada nilai

t tabel maka Ha ditolak dan Ho diterima. Untuk mengetahui tingkat

signifikansi variabel independent terhadap variabel dependent secara

lvi
bersama-sama / simultan dilakukan Uji statistik dengan uji F. Uji F

dilakukan dengan membandingkan Nilai F hitung dengan nilai F tabel

pada signifikansi 5 %, apabila nilai F hitung lebih besar dari pada nilai F

lvii
tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Apabila nilai F hitung lebih kecil

dari pada nilai F tabel maka Ha ditolak dan Ho diterima.

BAB IV

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

lviii
A. Sejarah Institusi

STMIK MAHAKARYA berdiri pada tahun 2003 dengan keputusan

mendiknas RI nomor 87/D/O/2003, STMIK MAHAKARYA menetapkan visi

dan misi sebagai bentuk keinginan yang ingin dicapai dimasa depan, sehingga

lix
seluruh rencana, aksi, dan program yang ditetapkan harus dapat mendukung

pencapaian yang ditetapkan.

STMIK MAHAKARYA adalah dibawah naungan Yayasan Mahakarya Sukses

Mulia yang berdomisili di Jakarta Barat, dan Pembina dari Yayasan adalah

seorang pengusaha sukses CEO Hebat Gorup yaitu Bapak Putu Putrayasa.

Lokasi STMIK MAHAKARYA

Gedung A

Jl. Tampak Siring Blok. KJE No. 2 Daan Mogot Baru Jakarta Barat

Gedung B

Jl. Utan Jati Blok LB 5 No. 18 Daan Mogot Baru Jakarta Barat

B. Visi dan Misi Institusi

a. Visi Institusi

Menjadi Sekolah Tinggi pencetak Sumber Daya Manusia, profesional,

berjiwa technopreneur, berakhlak mulia dibidang SI dan TI tingkat nasional

tahun 2020

b. Misi Institusi

lx
1. Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi dalam upaya menghasilkan

Manusia terdidik yang dapat menerapkan , mengembangkan

pengetahuan di bidang SI dan TI dan memiliki jiwa Technopreneur.

2. Menyelenggarakan , membina dan mengembangkan penelitian

dalam rangka menghasilkan pengetahuan empirik , teori , konsep ,

model atau informasi baru bidang SI dan TI.

3. Menyelenggarakan , membina dan mengembangkan pengabdian

masyarakat dengan menerapkan hasil pengetahuan empirik , teori ,

konsep , model atau informasi baru bidang SI dan TI

4. Menyelenggarakan Administrasi Pendidikan Tinggi yang modern

, efisien , akuntabel, dan transparan untuk mewujudkan Good

Institution Governance

Program studi yang dimiliki oleh STMIK MAHAKARYA adalah

1. Teknik Informatika ( S-1)

Visi :

Menjadi Program Studi yang unggul dalam bidang software

engineer, web engineer, computer network dan berjiwa

technopreneur

lxi
Misi :

1. Menyelenggarakan Pendidikan Sistem Informasi khususnya di

bidang software engineer, web engineer, computer network

yang berjiwa Technopreneur

2. Menyelenggarakan , membina dan mengembangkan penelitian

Sistem Informasi khususnya bidang software engineer, web

engineer, computer network yang berjiwa Technopreneur

3. Menyelenggarakan , membina dan mengembangkan pengabdian

Sistem Informasi khususnya bidang software engineer, web

engineer, computer network yang berjiwa Technopreneur

4. Melaksanakan Pendidikan yang modern , efisien , akuntabel, dan

transparan di bidang software engineer, web engineer,

computer network yang berjiwa Technopreneur

2. Sistem Informasi ( S-1)

Visi :

Menjadi Program Study yang unggul dalam bidang

business Analyst, Db Analyst, E-Business Manager, web

content manager yang berjiwa technopreneur

Misi :

lxii
1. Menyelenggarakan Pendidikan Sistem Informasi

khususnya di bidang business Analyst, Db Analyst, E-

Business Manager, web content manager yang berjiwa

Technopreneur

2. Menyelenggarakan , membina dan mengembangkan

penelitian Sistem Informasi khususnya bidang business

Analyst, Db Analyst, E-Business Manager, web content

manager yang berjiwa Technopreneur

3. Menyelenggarakan , membina dan mengembangkan

pengabdian Sistem Informasi khususnya bidang business

Analyst, Db Analyst, E-Business Manager, web content

manager yang berjiwa Technopreneur

4. Melaksanakan Pendidikan yang modern , efisien , akuntabel,

dan transparan di bidang business Analyst, Db Analyst, E-

lxiii
Business Manager, web content manager yang berjiwa

Technopreneur

3. Pembelajaran

Gambar 4.1 Pembelajaran Mahasiswa

4. Srtruktur Kurikulum

Gambar 4.2 Struktur Kurikulum

lxiv
Gambar 4.3 Struktur Kurikulum

Gambar 4.4 Dukungan TIK

lxv
Gambar 4.5 Layanan kepada Mahasiswa

5. Kurikulum

Gambar 4.6 Kurikulum STMIK MAHAKARYA

lxvi
Yayasan

BPH

KETUA
PENJAMINAN
MUTU
WAKET I WAKET III
WAKET II
AKADEMIK KEMAHASISWAAN &
KEUANGAN LPPM
UMUM

PRODI TI PRODI SI KEMAHASISWAN


ADMIN SUPPORT
ORGANISASI

OB
KETUA LEB
ADMIN UMUM KEBERSIHAN

KEAMANAN

ANGGOTA

PERPUSTAKAAN

Gambar 4.7 Struktur Organisasi

C. Deskripsi Stuktur Organisasi

Tugas Pekerjaan setiap divisi dari struktur organisasi masing-masing sumber

daya manusia STMIK MAHAKARYA sebagai berikut :

1. Ketua institusi

lxvii
Uraian Tugas 1. Memegang wewenang tertinggi dan memikul
tanggung jawab mengenai seluruh kegiatan
sekolah Tinggi, baik bersifat strategis, teknis
maupun administratif.
2. Melaksanakan fungsi pimpinan yang meliputi
perencanaan, pembuatan keputusan, melakukan
koordinasi,pengarahan, pengendalian dan
pengawasan, serta penyempurnaan pelaksanaan
tugas bagi tercapainya seluruh tujuan sekolah
tinggi,
3. Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan
jaminan mutu dalam rangka meningkatkan daya
saing institusi
4. Menyelenggarakan kegiatan public relation
dengan stakeholder
5. Mewakili sekolah Tinggi dalam berbagai forum
, baik di dalam maupun di luar negeri
6. Bertanggungjawab terhadap kewajiban dan hak
sekolah tinggi terhadap yayasan.
7. Menyelenggarakan komunikasi konstruktif
dengan SENAT AKADEMIK Sekolah Tinggi
8. Melaksanakan koordinasi dnegan Senat
Akademik dalam penyusunan renstra 5 tahunan
STMIK MAHAKARYA
9. Menyusun Rencana Anggaran dan Belanja
tahunan kepada yayasan
10. Mengelola, memonitor dan mengevaluasi
kinerja bawahan
11. Menyusun laporan-laporan
pertanggungjawaban kepada yayasan
12. Menyampaikan laporan-laporan kepada
pemerintah
13. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang
berhubungan dengan pengembangan Sekolah
Tinggi.
Wewenang Jabatan 1. Menyusun dan menetapkan kebijakan baik
yang bersifat strategis, teknis dan
administrative
2. Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan
RKAT dan kinerja wakil ketua, Kepala Humas
Admisi, PJM
3. Berkoordinasi dengan pihak Yayasan dan Senat
Akademik
4. Mengambil langkap langkah strategis dan
penyelesaian masalah di lingkungan STMIK
MAHAKARYA

lxviii
2. Waket I Akademik

lxix
Uraian tugas 1. Membantu menyusunRencana Strategis dan
Rencana Kerja dan Anggaran Tahun Sekolah
Tinggi bidang akademik, penelitian dan
pengabdian masyarakat
2. Menyusun perencanaan,
menyelenggarakan,mengembangkan dan
melakukan evaluasi kebijakan , kegiatan
beserta anggaran bidang akademik, penelitian
dan pengabdian masyarakat berbasis SPMI
3. Menyusun perencanaan,
menyelenggarakan,mengembangkan dan
melakukan evaluasi kebijakan di bidang
sumber daya manusia yang berkaitan dengan
pengembangan kualitas TRI DARMA PT.
4. Menjamin terlaksananya siklus pengembangan
materi pembelajaran
5. Membantu dalam merencanakan,
mengembangkan dan optimalisasi penggunaan
sarana prasarana yang berkaitan dengan
kualitas TRI DARMA PT
6. Merencanakan dan mengembangkan program
studi baru untuk berbagai tingkat/ bidang
7. Merencanakan dan mengembangkan
kapabilitas program studi
8. Memberikan dukungan pelaksanaan kerja
sama TRI DARMA PT
9. Mengkoordinasi perencanaan, pelaksanaan,
monitoring, evaluasi dan koreksi pelaporan
epsbed dari masing-masing prodi
10. Merencanakan dan melakukan koordinasi
dalam proses akreditasi/ijin penyelenggaraan
jurusan
11. Mengelola, memonitor dan mengevaluasi
kinerja bawahan
12. Menyusun laporan kegiatan dan keuangan di
bidang Tri Dharma secara berkala kepada
ketua STMIK MAHAKARYA
13. Melaksanakan tugas-tugas lain untuk
pekerjaan yang diperintahkan atasan yang
mendukung tujuan jabatan

lxx
Wewenang 1. Mengevaluasi dan melakukan koreksi
kebijakan dan kegiatan beserta anggaran TRI
DARMA PT berbasis SPMI
2. Mengevaluasi SDM yang berkaitan dengan
kualitas TRI DARMA PT.
3. Mengevaluasi pelaporan epsbed dari masing-
masing prodi

a. Ketua Jurusan

lxxi
Uraian Tugas 1. Merencanakan, mengevaluasi, dan
mengembangkan prodi
2. Merencanakan, mengevaluasi, dan
mengembangkan kurikulum (struktur mata
kuliah, jejaring mk, silabi, bahan ajar dan SAP)
sesuai prodinya,
3. Menetapkan spesifikasi program studi,
4. Menetapkan status/kondisi mahasiswa setiap
semester,
5. Menyusun distribusi dosen pengampu mata
kuliah(termasuk praktikum),
6. Bertanggung jawab terhadap proses KRS
mahasiswa setiap semester
7. Membantu dan mengendalikan proses belajar
mengajar tiap Jur/prodi
8. Melakukan penyetaraan mata kuliah bagi
mahasiswa pindahan dan alih jalur
9. Melakukan penilaian kinerja dosen prodi dalam
bidang tri darma
10. Melakukan distribusi dosen wali dan monitoring
perwalian
11. Menghimpun hasil verifikasi akhir mata kuliah
oleh dosen wali untuk yudisium,
12. Menyelenggarakan rapat yudisium
13. Melakukan sinkronisasi/koordinasi berbagai
kebijakan akademik dengan level sejenjang,
14. Membina kualitas kegiatan HMJ untuk
meningkatkan kompetensi mahasiswa,
15. Menginformasikan kebutuhan kebutuhan
kerjasama sesuai kompetensi jurusan/prodi
kepada Waket III
16. Melaksanakan kegiatan hasil kesepakatan
kerjasama
17. Mengembangkan materi perkuliahan (termasuk
praktikum),
18. Koordinasi kegiatan tridarma dengan puslitbang
& ppm, laboratorium dan perpustakaan,
19. Melakukan verifikasi penerbitan ijazah dan
transkrip nilai,
20. Membuat pelaporan tiap semester baik untuk
keperluan menajemen, SPMI maupun pihak lain
(Kopertis/Dikti),
21. Melaksanakan proses ijin penyelenggaraan prodi,
22. Melaksanakan proses akreditasi/reakreditas
prodi,
23. Melakukan penyetaraan nilai

lxxii
24. Membentuk TPMPS untuk melaksanakan SPMI
di tingkat prodi
25. Mengelola, memonitor dan mengevaluasi kinerja
bawahan
26. Menyusun laporan kegiatan dan keuangan
jurusan secara berkala kepada Waket 1
27. Melaksanakan tugas-tugas lain untuk pekerjaan
yang diperintahkan atasan yang mendukung
tujuan jabatan

lxxiii
waket 1. Memonitor dan mengevaluasi kinerja dosen
2. Menyusun kurikulum
3. Menetapkan pengampuan mata kuliah/praktikum
dan jadwal mengajar dosen
4. Mengambil tindakan yang tepat guna
menyelesaikan permasalahan di jurusan
5. Melakukan penyetaraan mata kuliah
6. Mengesahkan hasil keputusan rapat yudisium

3. Waket II Keuangan dan Umum

lxxiv
Uraian Tugas 1. Membantu menyusun Rencana Strategis dan
Rencana Kerja dan Anggaran Tahun Sekolah
Tinggi bidang keuangan, aset dan sumber daya
manusia
2. Menyusun perencanaan, menyelenggarakan,
mengembangkan dan melakukan evaluasi
kebijakan, kegiatan beserta anggaran di bidang
keuangan, asset dan sumber daya manusia
3. Bertanggungjawab terhadap penyusunan
rencana kegiatan dan anggaran tahunan
(RKAT)
4. Merencanakan, mengkoordinasikan dan
monitoring semua kegiatan yang berkaitan
dengan unit-unit yang ada dibawah kepuketan
II
5. Bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu
tata kelola Sekolah Tinggi
6. Mengelola kebijakan finansial yang berkaitan
dengan kerjasama dengan pihak eksternal
7. Melakukan analisis keuangan dan estimasi
penggunaan anggaran untuk mendukung
kegiatan di Sekolah Tinggi
8. Merencanakan, mengkoordinasikan dan
monitoring untuk melakukan estimasi
perolehan sumber dana yang menjadi
kewajiban Sekolah Tinggi
9. Menyelenggarakan pembukuan dan membuat
laporan keuangan Sekolah Tinggi;
10. Mengelola seluruh aset Sekolah Tinggi secara
optimal dan memanfaatkannya
untukkepentingan Sekolah Tinggi
11. Bertanggung jawab atas penyediaan dan
pengelolaan Sumber Daya Manusia di Sekolah
Tinggi,mengusulkan pengangkatan, kenaikan
pangkat dan pemberhentian tenaga
kependidikan,tenaga non kependidikan, dan
golongan tenaga kerja lain kepada Ketua;
12. Mengembangkan sistem pengelolaan SDM
13. Mengambil kebijkan berkaitan dengan konflik
pegawai
14. Mengelola kebijakan yang berkaitan dengan
kesejahteraan dosen dan karyawan
15. Mengelola kebijakan carrier plan karyawan
non edukatif
16. Pengelolaan aspek hukum dan perundang-
undangan yang berlaku untuk Sekolah Tinggi

lxxv
17. Bertanggungjawab mengelola pelaporan
terhadap stakeholders
18. Mengelola kebijakan penyusunan kepanitiaan
dan tim untuk menunjang kegiatan institusi
19. Mengelola kebijakan pendayagunaan aset
secara efisien dan efektif
20. Bertanggungjawab menetapkan kebijakan
akses data dan informasi bidang keuangan,
SDM dan Aset
21. Bekerjasama dengan sijar dalam
pengembangan sistem informasi keuangan dan
akuntansi
22. Mengelola, memonitor dan mengevaluasi
kinerja bawahan
23. Membuat laporan kegiatan dan
pertanggungjawaban keuangan di bidang kerja
Waket 2
24. Melaksanakan tugas-tugas lain untuk pekerjaan
yang diperintahkan atasan yang mendukung
tujuan jabatan

lxxvi
Wewenang 1. Mengendalikan kebijakan pengelolaan
pendapatan dan belanja
2. Menyetujui pengajuan pengeluaran dana dari
unit kerja
3. Menetukan kebijakan pendayagunaan asset
4. Menentukan kebijakan yang berkaitan dengan
kesejahteraan dosen dan karyawan
5. Menentukan kebijakan yang berkaitan dengan
pengelolaan SDM
6. Memonitor dan mengevaluasi kepala bagian
keuangan dan Akuntansi dan Kepala bagian
Umum dan SDM
7. Mengambil tindakan yang tepat guna
menyelesaikan permasalahan di bidnag kerja
Waket I

4. Waket III Kemahasiswaan dan Kerjasama

lxxvii
Uraian Tugas 1. Menyusun rencana kegiatan dan anggaran yang
berkaitan dengan unit-unit yang ada dibawah
Waket III
2. Menentukan kebijakan-kebijakan yang
berkaitan dengan organisasi kemahasiswaan
dan career Center dan alumni
3. Menentukan kebijakan-kebijakan yang
berkaitan dengan kegiatan kewirausahaan
mahasiswa
4. Menyusun rencana pengelolaan dan
pengembangan kegiatan Kemahasiswaan dan
career Center dan alumni
5. Menyusun rencana pengelolaan dan
pengembangan kegiatan kewirausahaan
mahasiswa
6. Melakukan koordinasi, membina dan
mengawasi kegiatan kemahasiswaan di
lingkungan Sekolah Tinggi
7. Melaksanakan pembangunan program kegiatan
peningkatan penalaran,minat dan bakat serta
kesejahteraan mahasiswa yang dilakukan
mahasiswa di lingkungan Sekolah Tinggi
8. Melaksanakan pendataan alumni dan
pengelolaan alumni
9. Berkoordinasi dengan bagian sistem informasi
dalam pengembangan sistem informasi
kemahasiswaan dan alumni
10. Berkoordinasi dengan Puket I dalam
pengembangan soft skill mahasiswa
11. Berkoordinasi dengan Puket I dalam
penyelenggaraan kegiatan akademik mahasiswa
di luar kampus
12. Berkoordinasi dengan unit humas, kerjasama
dan admisi untuk kegiatan kehumasan ke
masyarakat luas
13. Berkoordinasi dengan unit humas, kerjasama
dan admisi dalam mengembangkan jaringan
maupun tindak lanjut kerjasama yang
melibatkan mahasiswa dengan alumni maupun
swasta
14. Mengelola dan mengembangkan kualitas dan
kuantitas beasiswa bagi mahasiswa
15. Membuat analisis trend pasar kerja dan
menginformasikan ke prodi
16. Membuat analisis positioning dan daya saing
lulusan

lxxviii
17. Mengelola, memonitor dan mengevaluasi
kinerja bawahan
18. Membuat laporan kegiatan dan
pertanggungjawaban keuangan di bidang tugas
Waket 3
19. Melaksanakan tugas-tugas lain untuk pekerjaan
yang diperintahkan atasan yang mendukung
tujuan jabatan
Wewenang 1. Menetukan kebijakan pengelolaan
kemahasiswaan dan alumni
2. Mengesahkan rencana kerja dan anggaran
UKM/HMJ.
3. Menginisiasi kerjasama
4. Memonitor dan mengevaluasi kepala bagian
kemahasiswaan dan alumni

BAB V

ANALISA DAN PEMBAHASAN

5.1 Deskripsi Data Penelitian

A. Variabel Penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian deduktif yang bertujuan untuk

menguji hipotesis melalui validitas teori atau pengujian aplikasi kepada teori

tertentu. Ruang lingkup penelitian ini hanya membatasi pembahasannya

pada pengujian apakah pengaruh kualitas Arus Kas perusahaan berpengaruh

terhadap kinerja keuangan perusahaan, dan alokasi aset terhadap kinerja

lxxix
keuangan. Penelitian ini hanya mengambil sampel data laporan keuangan

pada periode tahun 2013-2015 ini, adalah dengan cara data sekunder yang

dimana dari data yang sebenarnya yang mengacu pada ketiga variabel

penelitian, yaitu Variabel Pengaruh kualitas arus kas (X1), alokasi

penggunaan aset (X2) dan Variabel Kinerja keuangan (Y). Untuk

memudahkan perhitungan lebih lanjut, maka jumlah skor nilai untuk masing-

masing varibel dari seluruh angket yang masuk, disusun kedalam format

rekapitulasi dari laporan keuangan yang tercantum setiap periode dengan

menggunakan SPSS 16.00, dibawah ini adalah hasil dari perhitungan yang

ditampilkan dalam bentuk grafik frekuensi.

B. Definisi Operasional Variabel


Variabel yang ada dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Variabel

Dependen :

1. Kinerja Keuangan ( Laba – Rugi )

Laporan yang mengiktisarkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan

selama satu periode akuntansi, yang biasanya selama satu kuartal atau

satu tahun. Laporan laba rugi merukan laporan yang sistematis tentang

penghasilan, biaya laba rugi yang diperoleh suatu usaha selama periode

tertentu.

(Cost-volume-profit;CVP)

Variabel Independen:

lxxx
2. Kualitas Arus Kas menunjukkan Laporan aliran kas menyajikan

informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode

tertentu. Dimana penerimaan dan pengeluaran kas diklasifikasikan

menurut kegiatan operasional, kegiatan pembelanjaan dan kegiatan

investasi.

3. Alokasi Penggunaan Aset ini menunjukkan efektivitas penggunaan

seluruh aset perusahaan dalam rangka menghasilkan atau modal usaha

sebagai sarana pengembangan atau menggambarkan beberapa rupiah

penjualan bersih yang dapat dihasilkan oleh setiap rupiah yang

diinvestasikan dalam bentuk harta perusahaan.

Tabel 5.1 Definisi variabel operasional

Variabel Indikator Skala Pengukuran


Kinerja Setiap Rasio (Cost-volume-
Keuangan penambahan laba profit;CVP)
dianggap sebagai
pertumbuhan
Kualitas Arus Nilai yang tampak Nominal Nilai Arus Kas
Kas (Aliran Kas dalam laporan arus Operasi
) kas (Cash flow
Statement) dari
aktivitas operasi

Alokasi Nilai yang tampak Nominal Penjualan / total


Penggunaan dalam penggunaan aktiva
Aset atau pembelian
nilai aset

lxxxi
a. Hubungan korelasi antara kualitas arus kas (X1) terhadap kinerja

keuangan (Y).

Tabel 5.3
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics

Model B Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF

1 (Constant) -1.0427 1.4527 -.717 .478

Informasi_keuangan .362 .216 .276 1.675 .103 1.000 1.000

a. Dependent Variable: Kinerja_Keuangan_

Terhitung korelasi sederhana menghasilkan nilai korelasi ( r )

sebesar 0.362. untuk menguji kebenaran hipotesis pertama ini, maka

dilakukan pengujian dengan menggunakan uji signifikan koefisien korelasi

(uji t) dengan kriteria maka nilai thitung untuk variabel X1 (Kualitas Arus

Kas ) adalah sebesar 1.675, sedangkan nilai ttabel untuk n = 95% = 0.103

adalah sebesar 0.362 jadi 1.675 > 0.362, karena thitung > ttabel, maka H0

lxxxii
ditolak dan Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa Kualitas Arus Kas

(X1) memang mempunyai pengaruh terhadap kinerja keuangan.

Gambar 5.1 Sistogram


Kualitas Arus Kas terhadap Kinerja Keuangan

lxxxiii
Gambar 5.2 Normal P-Plot
Kualitas Arus Kas terhadap Kinerja Keuangan

b. Hubungan korelasi antara Alokasi Aset (X2 ) terhadap Kinerja

Keuangan (Y) .

Rasio Alokasi Aset digunakan untuk mengukur hubungan antara

total Penggunaan Aset dengan Kualitas Keuangan yang digunakan untuk

Pembelian. Semakin besar proporsi pengeluaran yang dibiayai dengan

ekuitas, semakin rendah rasio Kinerja Keuangan

Tabel 5.5
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics

Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF

1 (Constant) 1.8167 5.8106 3.126 .004

Alokasi_Aset -.283 .163 -.285 -1.734 .092 1.000 1.000

a. Dependent Variable: Kinerja_Keuangan_

lxxxiv
Jika diperhatikan hasil tabel coefficient diatas dengan menggunakan

perhitungan analisis SPSS Versi 16.00, maka nilai thitung untuk variabel X2

(Alokasi aset) adalah sebesar -0.283, sedangkan nilai ttabel untuk n = 36 adalah

sebesar -1.734 jadi -1.734 < -0.283, karena thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan

Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa alokasi aset (X2) memang

mempunyai pengaruh terhadap Kinerja Keuangan (Y)

Gambar 5.3 Histogram


Pengaruh Alokasi Aset Terhadap Kinerja Keuangan

lxxxv
Gambar 5.4 Normalitas P-Plot
Berdasarkan data tersebut penulis menganalisia adanya pengaruh dalam

penggunaan dana yang berdampak pada penggunaan dana untuk alokasi aset

yang dimana sumber dana yang dialokasikan belum signifikan atau belum

memenuhi syarat bagi perkembangan STMIK MAHAKARYA.

C. Uji Asumsi Klasik

d. Statistik Deskriptif Variabel

Menurut Ghozali (2013:19) statistik deskriptif adalah “Statistik


deskriptif adalah memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang
dilihat dari nilai rata-rata (mean), standard deviasi, varian, maksimum,
minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (kemencengan distribusi)”.
Hasil output deskripsi statistik nilai Pengaruh Kualitas Arus Kas dan

Alokasi Aset Terhadap Kinerja Keuangan dapat dilihat pada Tabel 5.6.

lxxxvi
dengan jumlah N sebanyak 36 Nilai Kinerja Keuangan adalah 6.117

sedangkan Informasi Keungan adalah 1.348 dan aset nilai sebesar 1.997.

Tabel 5.6 Tabel Descriptive


Residuals Statisticsa
Minimum Maximum Mean Std. Deviation N
Kinerja Keuangan -2.736 3.368 6.117 6.3787 36
Kualitas Arus Kas -4.476 2.628 6.117 5.5647 36
Alokasi Penggunaan Aset 4.937 6.317 6.117 2953682.459 36

e. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t

dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1. Model regresi yang baik

adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Untuk mengetahui adanya

autokorelasi pada sebuah model regresi dapat dideteksi dengan

menggunakan Durbin Watson (DW test). Apabila nilai DW lebih besar

dari pada batas atas maka tidak terdapat autokorelasi pada model regresi.

Tabel 5.7 Model Autokorelasi


Model Summaryb

Model Durbin-Watson

1 1.839

a. Predictors: (Constant), Alokasi_Aset_, Informasi_keuangan_

b. Dependent Variable: Kinerja_Keuangan_

lxxxvii
Berdasarkan Tabel 5.7 dapat diketahui bahwa nilai DW sebesar

1,839. nilai tersebut akan dibandingkan dengan nilai tabel Durbin-Watson

dengan signifikansi 5 %. Dari tabel DW diperoleh nilai, maka dapat

disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi.

f. Uji Heteroskedasitas

Uji Heteroskedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke

pengamatan lain tetap maka disebut homoskedasitas, dan jika berbeda

maka disebut heteroskedasitas. Model regresi yang baik adalah yang

homoskedasitas dan tidak terjadi heteroskedasitas. Ada beberapa cara

yang digunakan untuk mengetahui terjadi heteroskedastisitas atau tidak,

diantaranya :

a. Melihat Grafik Plot antara Nilai Prediksi variabel terikat (dependen)

yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID.

b. Uji Park

c. Uji Glejser

d. Uji White

lxxxviii
Dalam penelitian ini Heterokedastisitas persamaan regresi akan

diuji dengan melihat Grafik Plot / Scaterplot dan untuk lebih

memastikan tidak terjadi heterokedastisitas akan diuji dengan uji

statistik yaitu dengan Uji Glejser.

Berdasarkan gambar 5.8 dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar

secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada

sumbu Y. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi

heterokedastisitas pada model regresi. Pengujian dengan melihat grafik

Scaterplot memiliki kelemahan cukup signifikan karena jumlah

pengamatan mempengaruhi hasil ploting. Untuk lebih memastikan

keakuratan hasil pengujian heterokedastisitas, akan diuji dengan uji

statistik yaitu dengan Uji glejser. Uji glejser dilakukan dengan cara

meregres nilai absolut residual terhadap variabel independen.

Sumber : Data Skunder yang diolah

Gambar 5.5 Grafik Plot

lxxxix
Dari tabel 5.7 dapat dilihat bahwa tidak ada satupun variabel

independen yang secara signifikan mempengaruhi variabel dependen

nilai absolut (Abs). hal ini terlihat dari probabilitas signifikansinya

diatas tingkat kepercayaan 95 %, sehingga dapat disimpulkan bahwa

tidak terjadi heterokedastisitas pada persamaan regresi.

Model Summaryb
Tabel 5.7
Change Statistics
Adjusted
R R Std. Error of R Square F Sig. F Durbin-
Model R Square Square the Estimate Change Change df1 df2 Change Watson

1 .556a .309 .267 2.5447 .309 7.372 2 33 .002 1.839

a. Predictors: (Constant), Alokasi_Aset_, Informasi_keuangan_

b. Dependent Variable: Kinerja_Keuangan_

g. Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.

Untuk menguji apakah residual berdistribusi normal atau tidak dapat

diuji dengan dua cara yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Cara

termudah dalam melihat normalitas residual adalah dengan

menggunakan grafik histogram yang membandingkan antara data

observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Apabila

grafik histogram menunjukkan pola yang mendekati bentuk bel dan plot

linear memperlihatkan data yang bergerak mengikuti garis linear

xc
diagonal maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan

memenuhi asumsi normalitas.

Sumber : Data Skunder yang diolah


Gambar 5.6 Grafik Histogram Uji Normalitas

Sumber : Data Skunder yang diolah


Gambar 5.7 Grafik P-Plot Uji Normalitas

xci
Berdasarkan Gambar 5. dan 5.3 terlihat gambar menunjukkan pola

distribusi yang seimbang, yang berarti data terdistribusi normal. Dalam

penelitian ini bahwa data sangat signifikan antara X1 dan X2 terhadap Y,

dimana data tersebut saling keterkaitan bilamana arus kas Arus Kas

mengalami kenaikan dan jumlah aset bertambah maka ada penurunan

dan kenaikan jumlah laba terhadap kinerja keuangan.

D. Hasil Pengujian

Setelah memenuhi syarat asumsi klasik, maka dilakukan uji statistik

regresi linier baik dengan uji F maupun dengan Uji t, sehingga akan dapat

diketahui signifikansi pengaruh masing-masing variabel independent

terhadap variabel dependent dan persamaan regresinya.

Berdasarkan tampilan output SPSS pada Tabel 5.9 besarnya

Adjusted R Square adalah 0,851, hal ini berarti 85,1 % variabel Kinerja

Keuangan dapat dijelaskan oleh variabel independen Kualitas Informasi

Keuangan, dan Alokasi Aset. Arus kas sedangkan sisanya dijelaskan oleh

variabel lain diluar model regresi. Nilai Standar Error of Estimate sebesar

xcii
2.7537 menunjukkan besarnya kemungkinan kesalahan model regresi

dalam menjelaskan variabel dependent.

Tabel 5.9 Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate
1 .922a .851 .842 2.7537
a. Predictors: (Constant), Alokasi_Aset_, Informasi_keuangan_
b. Dependent Variable: Kinerja_Keuangan_

Untuk menguji apakah variabel independent seperti Pengaruh

Kualitas Arus Kas dan Alokasi Aset secara bersama-sama berpengaruh

secara signifikan terhadap Kinerja Keuangan maka dilakukan dengan Uji

Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Tabel 5.10 Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 9.54215 2 4.77115 7.372 .002a

Residual 2.13616 33 6.47214

Total 3.09016 35

a. Predictors: (Constant), Alokasi_Aset_, Informasi_keuangan_


b. Dependent Variable: Kinerja_Keuangan_

Dari uji ANOVA atau F test didapat nilai F hitung sebesar 7.372

dengan probabilitas 0.002. Karena probabilitas jauh lebih kecil dari 0.05

maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi Kinerja Keuangan,

xciii
atau dapat dikatakan Kualitas Infomasi Keuangan (X1) dan Alokasi aset

(X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan (Y).

Untuk menguji apakah masing-masing variabel independent Kualitas Arus

Kas dan Alokasi Aset secara individu berpengaruh secara signifikan

terhadap Kinerja Keuangan maka dilakukan dengan Uji Signifikansi

Parameter Individual (Uji Statistik t).

Tabel 5.11
Hasil Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)
Coefficientsa
Standardize
Unstandardized d Collinearity
Coefficients Coefficients Statistics

Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF

1 (Constant) -2.2007 1.3217 -1.665 .105

Informasi_keuangan .717 .217 .547 3.296 .002 .760 1.316

Alokasi_Aset -.548 .165 -.553 -3.332 .002 .760 1.316

a. Dependent Variable: Kinerja_Keuangan_

Berdasarkan tabel diatas dapat diperoleh rumus regresi sebagai berikut:

Y = (-2.200) Kinerja Keuangan + 0.717 X1 Alokasi Arus Kas – 0,548 X2

Alokasi Penggunaan Aset + e Error

Interpretasi dari regresi diatas adalah sebagai berikut:

1. Konstanta (a)

Ini berarti jika semua variabel bebas memiliki nilai nol (0) maka nilai

variabel terikat (kinerja keuangan) sebesar -0,105.

2. Kualitas Arus Kas (X1) terhadap Kinerja Keuangan (Y)

xciv
Nilai koefisien kualitas Arus Kas untuk variabel X1 sebesar 0.717. Hal ini

mengandung arti bahwa setiap kenaikan kualitas Arus Kas satu satuan

maka variabel kinerja keuangan (Y) akan naik sebesar 0.717 dengan asumsi

bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.

3. Alokasi Penggunaan Aset (X2) terhadap kinerja keuangan (Y)

Nilai koefisien alokasi penggunaan aset untuk variabel X2 sebesar -0.548

dan bertanda negatif, ini menunjukkan bahwa alokasi aset mempunyai

hubungan yang berlawanan arah dengan Risiko Sistematis. Hal ini

mengandung arti bahwa setiap kenaikan alokasi aset satu satuan maka

variabel kinerja keuangan (Y) akan turun sebesar -0.548 dengan asumsi

bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.

E. Pengujian Hipotesis

Berdasarkan Tabel 5.11 Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel-

variabel independen secara parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap

variabel dependen. Derajat signifikansi yang digunakan adalah 0,05.

Apabila nilai signifikan lebih kecil dari derajat kepercayaan maka kita

menerima hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa suatu variabel

independen secara parsial mempengaruhi variabel dependen.

1. Kualitas Arus Kas (X1) terhadap kinerja keuangan (Y)

Terlihat pada kolom Coefficients model 1 terdapat nilai sig 0,002. Nilai

sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05, atau nilai 0,002<0,05, maka

H1 diterima dan Ho ditolak. Variabel X1 mempunyai thitung yakni 3,296

dengan ttabel=0.217. Jadi thitung>ttabel dapat disimpulkan bahwa variabel

xcv
X1 memiliki kontribusi terhadap Y. Nilai t positif menunjukkan bahwa

variabel X1 mempunyai hubungan yang searah dengan Y. Jadi dapat

disimpulkan kualitas Arus Kas memiliki pengaruh signifikan terhadap

kinerja keuangan Y.

2. Alokasi Penggunaan Aset (X2) terhadap kinerja keuangan (Y)

Terlihat pada kolom Coefficients model 1 terdapat nilai sig 0,002. Nilai

sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05, atau nilai 0,002<0,05, maka

H1 diterima dan Ho ditolak. Variabel X2 mempunyai thitung yakni -3.332

dengan ttabel=0.165. Jadi thitung>ttabel dapat disimpulkan bahwa variabel

X2 memiliki kontribusi terhadap Y. Nilai t negatif menunjukkan bahwa

X2 mempunyai hubungan yang berlawanan arah dengan Y. Jadi dapat

disimpulkan alokasi aset memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja

keuangan.

xcvi
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Kualitas Arus Kas dan

Alokasi Penggunaan Aset terhadap Kinerja Keuangan Dari hasil pengujian

statistik dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Terdapat pengaruh yang signifikan dari kualitas Arus Kas terhadap

kinerja keuangan. Hal ini diperoleh nilai t hitung untuk variabel X1 lebih

kecil daripada nilai t tabel (0.362 < 1.675)

Secara parsial ada pengaruh signifikan antara kualitas keuangan

terhadap kinerja keuangan. Dari hasil analisis regresi sederhana

diperoleh persamaan regresi Y = 0.717 + 3.296 X1. Angka-angka

persamaan ini dapat diartikan sebagai berikut : (1) Konstanta sebesar

0.717 artinya jika kualitas Arus Kas (X1) nilainya 0, maka nilai Kinerja

Keuangan (Y) nilainya positif yaitu sebesar 3.296. (2) Koefisien regresi

variabel kualitas Arus Kas (X1) sebesar 0.717 artinya jika Kualitas

Arus Kas mengalami kenaikan 1, maka kinerja keuangan (Y) akan

mengalami kenaikan dalam peningkatan laba sebesar 0.717. Koefisien

xcvii
bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif kualitas Arus Kas

terhadap kinerja keuangan.

2. Ada pengaruh signifikan antara alokasi penggunaan aset (X2) terhadap

kinerja keuangan (Y). Hal ini diperoleh nilai t hitung untuk variabel X2

lebih kecil dibandingkan nilai t tabel (-0.283 < -1.734)

Secara parsial ada pengaruh signifikan antara alokasi aset terhadap kinerja

keuangan. Dari hasil analisis regresi sederhana diperoleh persamaan

regresi yaitu Y = -0.548 -3.332 X2 , Angka-angka ini dapat diartikan

sebagai berikut: (1) Konstanta sebesar -0.548; artinya jika kinerja

keuangan (Y) nilainya 1, kinerja keuangan nilainya negatif yaitu sebesar -

3.332, (2) Koefisien regresi variabel alokasi penggunaan aset (X2) sebesar

-0.548; artinya jika Alokasi Aset kenaikan 1, maka hasil kinerja keuangan

(Y) akan mengalami penurunan sebesar -0.548 . Hal ini dapat terjadi

demikian karena penggunaan alokasi aset merupakan aset yang bergerak

dan bukan merupakan penambahan sumber modal melainkan sumber

penggunaan aset operasional, sehingga semakin tinggi alokasi aset maka

nilai kinerja keuangan menurun.

3. Ada pengaruh secara signifikan antara kualitas Arus Kas dan alokasi

penggunaan aset secara bersama-sama terhadap kinerja keuangan. Hal ini

dibuktikan dengan uji anova diperoleh Nilai F hitung 7.372 besar dari F

tabel 0.000. Sumbangan pengaruh independent (kualitas Arus Kas dan

alokasi penggunaan aset) sebesar 0.851 Atau variasi variabel independen

xcviii
yang digunakan dalam model (kualitas Arus Kas dan alokasi penggunaan

aset) mamapu menjelaskan sebesar 85.1%. Variasi variabel dependen

(kinerja keuangan). Sedangkan sisanya sebesar 14.9%. Dipengaruhi atau

dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian

ini.

B. Saran-Saran

Pada bab penutup, penulis mencoba memberikan saran-saran yang

mungkin berguna bagi STMIK MAHAKARYA. Adapun saran-saran adalah

sebagai berikut:

1. Agar STMIK MAHAKARYA dapat terus berkembang dan tujuan

perusahaan yang telah ditetapkan dapat tercapai, maka diharapkan agar

perusahaan lebih memperhatikan kualitas Arus Kas dan memperhatikan

pengelolaan secara keseluruhan seperti bagi karyawan, dosen, dan

terutama Mahasiswa, sehingga dengan meningkatnya kualitas keuangan

maka akan meningkat pula kinerja keuangan.

2. Untuk dapat meningkatkan STMIK MAHAKARYA maka dalam proses

pengalokasian aset yang dilaksanakan diharapkan pimpinan dapat lebih

selektif memilih aset yang digunakan untuk perkembangan institusi

tersebut, berdasarkan kebutuhan akan fasilitas yang memadai dan efektif

untuk kegiatan belajar mengajar, sehingga Mahasiswa yang mendaftar

xcix
tertarik dan ada kepuasan yang besar untuk mendapatkan peningkatan

jumlah mahasiswa dan profit yang lebih tinggi.

3. Untuk meningkatkan kinerja keuangan, STMIK MAHAKARYA perlu

meningkatkan legalitas institusi itu sendiri dan pengembangan yang lebih

secara selektif dalam pengajuan kepihak holding atau yayasan, selain itu

pimpinan harus bisa memotivasi karyawannya agar dapat meningkatkan

kemampuannya dan mampu bekerja secara tim dengan baik sehingga

tujuna STMIK MAHAKARYA yang telah ditetapkan akan segera tercapai.

4. Untuk meningkatkan kualitas manajemen institusi STMIK

MAHAKARYA harus meningkatkan dalam pelayanan terbaik atau service

excellent, terhadap Mahasiswa, Dosen, Stakeholder, dan tentunya

karyawan STMIK MAHAKARYA itu sendiri dalam meningkatkan

promosi yang lebih unggul dari kampus pesaing di sekitar kawasan STMIK

MAHAKARYA. Perusahaan harus terus menerus melakukan analisa

laporan keuangan untuk menilai dan memutuskan langkah – langkah yang

c
akan di ambil dalam mempertahankan dan meningkatkan kinerja

keuangan.

DAFTAR PUSTAKA

Asnawi, Said Kelana & Chandra Wijaya (2006). Metodologi Penelitian Keuangan

Yogyakarta:Graha Ilmu .

George Saros, 2006, Kimia Keuangan, Interaksara, Jakarta. (terjemaahan). Hal.108

A.Prasetyantoko, 2008, Bencana Financial, stabilitas sebagai barang publik,

Penerbit Kompas. Jakarta

ci
Fahmi irham, 2014, Analisis Kinerja Keuangan, penerbit ALFABETA Bandung

Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, Jakarta: PT Remaja

Rosdakarya Offiset, 2010.

Ghozali, Imam. 2006 . Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.

Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

Pramastuti, Suluh. 2007. Analisis Kebijakan Dividen : Pengujian Dividend

Signaling Theory dan Rent Extraction Hypothesis (Thesis). Pasca Sarjana Jurusan

Manajemen Magister Sains Ilmu-ilmu Manajemen Universitas Gajah Mada.

Yogyakarta.

Wild, J.John, Subramanyam, Robert F. Halsey. 2005. Financial Statement Analysis.

Penterjemah Yanivi S. Bachtiar dan S. Nur Wahyu Harahap. Penernit Salemba

Empat Jakarta

Munandar, 2001. Manfaat anggaran kas

Sugiyono (2009:388). Mengatakan bahwa “kerangka berpikir merupakan model

konseptual

Erwan Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti (2007:137). Hipotesis

Sugiyono (2008:115). Populasi adalah wilayah generalisasi

cii
Sugiyono (2009:73), Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang

dimiliki oleh populasi tersebut”.

Arikunto (2009:11) bahwa: “Sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau

wakil populasi yang diteliti).

Husein Umar (2004:6). Menjelaskan bahwa untuk menentukan sampel dari

populasi yang akan diteliti,

Umi Narimawati, 2008:23). Menyatakan tentang wawancara

Sugiyono (2012:2003). Mengatakan Observasi

ciii
civ
cv

Anda mungkin juga menyukai