Anda di halaman 1dari 4

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

ANALISA RANTAI PASOK DI PT. INDOFOOD


SUKSES MAKMUR

Oleh Kelompok :

Andrian Nasrullah (161410262)

M.Iqbal Firdaus (161410123)

M. Rizki Aditya P (161410099)

FAKULTAS ILMU KOMPUTER


UNIVERSITAS BINA DARMA
2018
ANALISA RANTAI PASOK PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR.

Rantai Pasok (supply chain) dapat didefinisikan sebagai sekumpulan aktifitas (dalam
bentuk entitas/fasilitas) yang terlibat dalam proses transformasi dan distribusi barang mulai
dari bahan baku paling awal dari alam sampai produk jadi pada konsumen akhir. Menyimak
dari definisi ini, maka suatu rantai pasok terdiri dari perusahaan yang mengangkut bahan
baku dari bumi/alam, perusahaan yang mentransformasikan bahan baku menjadi bahan
setengah jadi atau komponen, supplier bahan-bahan pendukung produk, perusahaan
perakitan, distributor, dan retailer yang menjual barang tersebut ke konsumen akhir. Dalam
rantai pasokada beberapa pemain utama yang merupakan perusahaan yang mempunyai
kepentingan yang sama, yaitu :
1.Suppliers
2.Manufactures
3.Distribution
4.Retail Outlet
5.Customers
Rantai 1: Suppliers.
Jaringan bermula dari sini, yang merupakan sumber yang menyediakan bahan
pertama, dimana rantai penyaluran baru akan mulai. Bahan pertama ini bisa dalam bentuk
bahan baku, bahan mentah, bahan penolong, barang dagangan, suku cadang dan lain-lain.
PT. Indofood Sukses Makmur TBK Bandung bekerja sama dengan beberapa pemasok
(supplier) yang ditunjuk untuk pengadaan bahan baku (raw material) dan bahan pendukung
lainnya. Adapun supplier-supplier yang ditunjuk untuk pengadaan bahan baku dan bahan
pendukung produksi mie instan dapat dilihat dalam table:
Rantai 1-2-3: Supplier-Manufactures-Distribution.
Barang yang sudah dihasilkan oleh perusahaan penghasil produk sudah mulai harus
disalurkan kepada pelanggan. Walaupun sudah tersedia banyak cara untuk menyalurkan
barang kepada pelanggan, yang umum adalah melalui distributor dan ini biasanya ditempuh
oleh sebagian besar rantai pasok. Penerimaan Sebelum masuk gudang, bagian penerimaan
barang digudang akan mengontrol jumlah yang diterima berdasarkan pesanan (Purcashe
Order) dan selanjutnya Departemen Quality Control akan mengambil contoh untuk
memeriksa mutu yang telah ditetapkan. Perhitungan jumlah bahan baku tepung terigu dan
tepung tapioka akan disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan oleh Divisi Noodle,
ICBP Tepung tapioka mempunyai berat 50 kg per zak, dan perusahaan telah
memperhitungkan rendemen, sehingga berat per zak 49,85 kg.
Sedangkan 15 untuk tepung terigu, berat per zaknya 25 kg dan perusahaan juga telah
memperhitungkan rendemennya sehingga berat per zak 24,55-24,85 kg.PenyusunanKegiatan
pengeluaran bahan baku untuk jenis tepung dilakukan dengan cara diangkat oleh kuli angkut.
Setelah bahan baku diturunkan dari truk atau kontainer, bahan baku terlebih dahulu ditumpuk
secara bersilang agar saling mengunci antar satu lapisan dengan lapisan lainnya di atas palet,
sehingga bahan baku tidak terkontak langsung dengan lantai. Tinggi tumpukan maksimal
tepung adalah 10 zak per palet. PengeluaranBahan baku yang dikeluarkan mengikuti sistem
First In First Out (FIFO) yaitu bahan baku yang pertama masuk ke gudang dikeluarkan lebih
dahulu dari gudang untuk proses produksi. Hal ini berkaitan dengan sifat bahan baku yang
mempunyai batas kadaluarsa dan kerugian akibat penyimpanan yang terlalu lama. Bahan
baku tepung terigu mempunyai batas penyimpanan di gudang bahan baku, yaitu satu bulan.
Pada cuaca panas, penyimpanan melebihi satu bulan akan menimbulkan kutu pada tepung
terigu. Kemudian berikut akan dipaparkan proses produksi dalam ICBP. Proses pembuatan
mie instan terdiri dari delapan tahap, yaitu mixing (pencampuran), pressing (pengepresan),
slitting (pembentukan untaian), steaming (pengukusan), cutting and folder (pemotongan dan
pencetakan), frying (penggorengan), cooling (pendinginan) dan packing (pengemasan).

Rantai 1-2-3-4-5: Supplier-Manufactures-Distribution-Retail Outlet-Customer.


Para pengecer atau retailer menawarkan barang langsung kepada para pelanggan atau
pembeli atau pengguna barang langsung. Yang termasuk retail outlet adalah toko kelontong,
supermarket, warung-warung, dan lain-lain.
Ada 3 macam hal yang harus dikelola dalam rantai pasok yaitu :
1. Pertama, aliran barang dari hulu ke hilir contohnya bahan baku yang dikirim dari
supplier ke pabrik, setelah produksi selesai dikirim ke distributor, pengecer,
kemudian ke pemakai akhir.
2. Kedua, aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu dan
3. Ketiga, adalah aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir atau sebaliknya.
Secara sederhana sebuah model struktur rantai pasok dapat disederhanakan seperti
nampak dalam gambar di bawah ini:

Gambar 1.1. Skema Manajemen Rantai Pasok Sederhana