0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
393 tayangan17 halaman

Kalimat Efektif dalam Bahasa Indonesia

Makalah ini membahas tentang kalimat efektif dalam 3 kalimat. Pertama, menjelaskan pengertian kalimat efektif yaitu kalimat yang disusun secara lugas agar informasi dapat ditangkap dengan baik. Kedua, menyebutkan syarat-syarat kalimat efektif seperti kesatuan gagasan, kesepadanan, dan kehematan. Ketiga, membahas pola kalimat dasar dan jenis kalimat efektif."
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
393 tayangan17 halaman

Kalimat Efektif dalam Bahasa Indonesia

Makalah ini membahas tentang kalimat efektif dalam 3 kalimat. Pertama, menjelaskan pengertian kalimat efektif yaitu kalimat yang disusun secara lugas agar informasi dapat ditangkap dengan baik. Kedua, menyebutkan syarat-syarat kalimat efektif seperti kesatuan gagasan, kesepadanan, dan kehematan. Ketiga, membahas pola kalimat dasar dan jenis kalimat efektif."
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas Kelompok: Dosen Pengampu:

Bahasa Indonesia Arini AR, S.Pd, M.pd


KALIMAT EFEKTIF

Oleh:
Ash Shiddicky
11750115325
Fuji Astuti
11750124890
Ichsan Saputra
11751101240
Okyra Asyrafi Guchan
11751102258

Program Studi Teknik Informatika


Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Pekanbaru
2017
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur kami ucapkan atas kehadirat


Allah Subhanahu WaTa’ala, yang telah melimpahkan Hidayah, Inayah dan
Rahmat-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan penyusunan makalah
pendidikan bahasa indonesia dengan judul “Kalimat Efektif” tepat pada waktunya.
Penyusunan makalah sudah penulis lakukan semaksimal mungkin, Untuk
itu penulis pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Ibu Arini AR, S.Pd,
M.pd selaku dosen Bahasa Indonesia yang telah sabar dalam membimbing penulis
menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik dari segi penyusunan
bahasa,efektivitas,serta aspek-aspek lainnya. Maka dari itu, dengan lapang dada
penulis membuka seluas-luasnya pintu bagi pembaca yang ingin memberikan kritik
ataupun sarannya demi penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya, penulis sangat berharap semoga dari makalah yang sederhana ini
bisa bermanfaat dan menginspirasi pembaca maupun penulis.

Pekanbaru, 16 Oktober 2017

Penulis
DAPTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...............................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................2
1.3 Tujuan Penulisan............................................................................2
BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kalimat Efektif............................................................3


2.2 Syarat Kalimat Efektif...................................................................3
2.3 Pola Kalimat Dasar........................................................................8
2.4 Jenis kalimat..................................................................................10
BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan.......................................................................................13
3.2 Saran.............................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................14
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar telah menjadi keharusan.
Adapun untuk mahasiswa, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar juga
menjadi tolak ukur intelektualitas mereka dalam menulis. Hal itu dapat dituangkan
dalam berbagai macam tulisan ilmiah, salah satunya dalam bentuk skripsi. Dalam
skripsi, tidak hanya komponen materi dan isi skripsi yang harus diperhatikan
penulis, namun juga penggunaan tata bahasa Indonesia, dalam hal ini penulis
memakai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sebagai acuan dan
penulis akan membhas tentang efektivitas dalam penggunaan kalimat.
Bahasa adalah kunci pokok bagi kehidupan manusia di atas dunia ini, karena
dengan bahasa orang bisa berinteraksi dengan sesamanya dan bahasa merupakan
sumber daya bagi kehidupan bermasyarakat. adapun bahasa dapat digunakan
apabila saling memahami atau saling mengerti erat hubungannya dengan
penggunaan sumber daya bahasa yang kita miliki. Kita dapat memahami maksud
dan tujuan orang lain berbahasa/berbicara apabila kita mendengarkan dengan baik
apa yang diakatakan. Untuk itu keseragaman berbahasa sangatlah penting, supaya
komunikasi berjalan lancar.
Kita sebagai generasi muda, marilah kita pelihara bahasa Indonesia ini,
memgingat akan arti pentingya bahasa untuk mengarungi kehidupan masa
globalisasi, yang menuntut akan kecerdasan berbahasa, berbicara, keterampilan
menggunakan bahasa dan memegang teguh bahasa Indonesia, demi memajukan
bangsa ini, supaya bangasa kita tidak dipandang sebelah mata oleh bangsa lain.
Maka dari itu disini penulis akan mencoba menguraikan tentang “Berbahasa Yang
Baik dan Benar dan bisa mengetahui serta mempraktikkan secara lisan dan tulisan”.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian kalimat efektif?
2. Apa saja syarat – syarat kalimat efektif?
3. Bagaimana bentuk pola kalimat dasar?
4. Apa saja jenis dari kalimat efektif?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk mendeskripsikan tentang pengertian dari kalimat efektif.
2. Untuk mendeskripsikan tentang syarat dari kalimat efektif.
3. Untuk mendeskripsikan tentang pola kalimat dasar.
4. Untuk mendeskripsikan tentang jenis dari kalimat efektif.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kalimat Efektif


Ketika berkomunikasi dengan individu lainnya baik secara langsung maupun
tulisan, kita harus menggunakan bahasa efektif dan mudah dimengerti oleh lawan
bicara maupun pembaca. Oleh sebab itu, kita harus mengetahui apa yang dimaksud
dengan kalimat efektif.
Kalimat efektif adalah kalimat baku yang disusun selugas – lugasnya
sehingga isi atau maksud yang disampaikan oleh si penulis atau pembicara dapat
ditangkap tepat pula oleh si penerima. Yang artinya informasi yang ingin
disampaikan oleh si penulis atau pembicara dapat diterima dengan baik oleh lawan
bicara atau pembaca.
2.2 Syarat-syarat Kalimat Efektif
Dalam pembuatan kalimat efektif ada hal-hal yang harus diperhatikan,
Adapun syarat-syarat dalam pembuatan kalimat efektif ialah sebagai berikut:
1. Kesatuan gagasan
Kesatuan gagasan ialah kalimat efektif hanya menggunakan satu gagasan dan
tidak boleh lebih dari satu gagasan.
Contoh:
Melihat perkembangan penduduk RW 07 Kampung Melayu yang semakin
padat namun tidak didukung dengan kemampuan perekonomian yang cukup
yang tanpa kita sadari bahwa peningkatan tersebut memerlukan sarana
prasarana yang memadai.
Saran perbaikan kalimat tersebut :
Perkembangan penduduk RW 07 Kampung Melayu yang semakin padat,
tetapi tidak didukung dengan kemampuan perekonomian yang cukup dan
sarana prasarana yang memadai.

3
2. Kesepadanan
Kesepadanan adalah keseimbangan pikiran dengan struktur kalimat. Untuk
menghasilkan kalimat yang mengandung kesepadanan, perlu diperhatikan hal – hal
berikut:
1) Kalimat memiliki subjek dan predikat yang jelas.
Contoh:
Tidak diharapkan oleh bangsa manapun, tetapi kenyataannya kita harus
dapat menerima dengan tabah.
Pernyataan yang benar:
Krisis ekonomi tidak diharapkan oleh bangsa mana pun, tetapi
kenyataannya kita harus dapat menerimanya dengan tabah.
2) Kata depan tidak berada di depan subjek.
Contoh:
Bagi semua mahasiswa baru harus segera konfirmasi.
Pernyataan yang benar:
Semua mahasiswa baru harus segera konfirmasi.
3) Konjungsi intrakalimat tidak dipakai didalam kalimat tunggal.
Contoh:
Saksi tidak hadir, Sehingga persidangan ditunda minggu depan.
Pernyataan yang benar:
Saksi tidak hadir sehingga persidangan ditunda minggu depan.
4) Predikat tidak didahului konjungsi “yang”.
Contoh:
Supoerter timnas Indonesia yang mengunakan baju merah putih.
Pernyataan yang benar:
Suporter timnas Indonesia mengenakan baju merah putih.
5) Subjek tidak ganda.
Contoh:
Pertandingan ini saya mewakili wilayah Riau
Pernyataan yang benar:
Dalam pertandingan ini, saya mewakili wilayah Riau

4
3. Kesejajaran
Kesejajaran yang dimaksud ialah penggunaan bentuk – bentuk bahasa yang
sama dalam suatu susunan seri.
Contoh:
Penghapusan uang pangkal dan diturukannya UKT di universitas sungguh
meringankan beban setiap orang tu.
Saran kalimat perbaikan:
Dihapuskannya uang pangkal dan diturukannya UKT di universitas
sungguh meringankan beban orang tua.
4. Kehematan
Kalimat efektif seharusnya tidak menggunakan kata – kata yang tidak
diperlukan. Caranya dengan tidak mengulang subjek, tidak memakai bentuk
superordinat, tidak menggunakan kata bersinonim, dan tidak menjamakkan kata
yang sudah menggunakan bentuk jamak.
Contoh:
a. Anda tidak boleh mengikuti ujian apabila Anda datang terlambat.
(Tidak Hemat)
b. Anda tidak boleh mengikuti ujiam apabila terlambat. (Hemat)
5. Kelogisan
Kalimat dikatakan efektif jika dapat diterima oleh akal sehat.
Contoh:
a. Waktu dan tempat kami persilakan. (Tidak Logis)
b. Ibu Arini, selaku guru pembimbing, kami persilakan untuk
memberikan sambutan. (Logis)
6. Kecermatan
Kalimat efektif ditulis secara cermat,tepat dalam diksi sehingga tidak
menimbulkan tafsir ganda.penempatan unsur-unsur kalimat yang tepat akan
membantu pembaca memahami makna secara jelas tanpa menimbulkan tafsir
ganda.

5
Contoh:
a. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menjadi putri
indonesia tahun ini (tidak cermat)
b. Mahasiswa yang berasal dari perguruan tiniggi yang tekenal itu
menjadi putri indonesia tahun ini (cermat)
Kecermatana juga diperlihatkan dengan tidak mengulang kata yang sama
yang bukan bertujuan diperkenankan seperti contoh berikut :
a. Pengumuman itu akan diumumkan kepada umum minggu depan
(kurang cermat)
b. Pengumuman itu akan disebarluaskan kepada publik minggu depan
(cermat)
7. Kebervariasian
Kalimat efektif yang menunjukkan penggunaan kalimat tidak monoton.
Kalimat yang digunakan seabaiknya bervariasi dengan memanfaatkan jenis-jenis
kalimat yang ada dalam bahasa indonesia.
Contoh:
a. Anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang orang tua.
b. Dibutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua kepada anak.
c. Perhatian dan kasih sayang orang tua dibutuhkan anak.
8. Ketegasan
Ketegasan dapat dinyatakan dengan memberi penonjolan atau penekanan
pada ide pokok kalimat :
a. Meletakkan kalimat yang ditonjolkan di awal kalimat.
b. Mengurutkan kata secara bertahap
c. Memprentangkan ide yang ditonjolkan
d. Menggunakan partikel penekanan
e. Mengulang kata

6
9. Ketepatan
Setiap kata yang digunakan perlu dipilih secara tepat dan cermat.
Contoh :
a. Posisi ketujuh korban saat ditemukan warga dan aparat kepolisian
berada dalam satu ruangan (tidak tepat)
b. Ketujuh korban saat ditemukan warga dan aparat kepolisian berada
dalam satu ruangan (tepat)

10. Kebenaran struktur


Unsur-unsur yang digunakan dalam kalimat tidak memakai unsur-unsur
asing atau daerah.
Contoh:
a. Kota dimana dia lahir kini hancur karena gempa(salah)
b. Kota tempat dia lahir kini hancur karena gempa(benar)
11. Keringkasan
Dalam menulis ditemukan pemakaian kata dan kelompok kata yang
sebenarnya memiliki makna yang sama.
Contoh :
a. Nenek selalu memberi nasihat kepada cucu-cucunya (panjang)
b. Nenek selalu menasihati cucu-cucunya.(ringkas)

7
2.3 POLA KALIMAT DASAR
1. Subyek (S)
Subyek merupakan pelaku atau yang melakukan suatu pekerjaan tertentu
dalam kalimat. Pada umumnya subyek berupa kata benda semisal nama panggilan
seseorang, hewan, tumbuhan, benda, dan lainnya.
Contoh :
Wahid sedang mengetik laporan ilmiah.
Penjelasan :
Subyek pada kalimat di atas adalah “Wahid” yang melakukan kegiatan dalam
kalimat.
2. Predikat (P)
Predikat merupakan suatu unsur kalimat yang berupa aktivitas yang sedang
dikerjakan oleh subyek pada kalimat. Pada umumnya predikat berupa kata kerja
(verbal) akan tetapi dalam kondisi tertentu predikat bisa saja berkedudukan sebagai
adjektiva dan lainnya.
Contoh :
Priyono sedang memengang telepon genggam miliknya.
Penjelasan :
Dalam kalimat tersebut predikatnya adalah kata “memegang” yang menyatakan
suatu perbuatan oleh subyek.
3. Objek (O)
Obyek merupakan unsur kalimat yang dinyatakan sebagai sesuatu yang
dikenai perbuatan atau aktivitas yang dilakukan oleh subyek.
Contoh :
Putera sedang merebus mie intsan.
Penjelasan :
Pada kalimat di atas kata yang bertindak sebagai obyek yang dikenai perbuatan oleh
subyek adalah “mie instan.”

8
4. Keterangan (K)
Unsur keterangan dalam kalimat berfungsi sebagai penjelas tentang dimana,
kapan, dan bagaimana suatu peristiwa yang terjadi pada sebuah kalimat.
Keterangan dalam kalimat bisa berupa:
Keterangan tempat= di, ke, dari, di/ke dalam.
Keterangan waktu= pada, dalam, se-, sebelum, sesuda, selama, sepanjang.
Keterangan sebab= sebab, karena.lantaran.
Contoh :
Ibu memotong sayuran menggunakan pisau dapur.
Penjelasan :
Pada kalimat di atas menngunakan keterangan alat yakni menggunakan “pisau.”
Keterangan alat tersebut menjelaskan sebuah alat yang digunakan untuk membantu
perbuatan subyek .
5. Pelengkap (Pel)
Pelengkap merupakan suatu unsur kalimat yang memiliki fungsi hampir
sama seperti Obyek. Namun Pelengkap tidak bisa digunakan sebagai Subyek pada
kalimat pasif seperti halnya Obyek. Pelengkap biasanya digunakan bersamaan
dengan predikat dan obyek.
Contoh :
Pak Andri selalu memakai pakaian yang lusuh.
Penjelasan :
Pada kalimat di atas menggunakan pola keterangan “lusuh” yang mengikuti Objek
“pakaian.”

9
2.4 JENIS KALIMAT
Jenis kalimat dalam bahasa indonesia bermacam-macam ,antara lain:
a. Kalimat tunggal dan kalimat majemuk
b. Kalimat aktif dan kalimat pasif
c. Kalimat langsung dan kalimat tidak langsung
d. Kalimat deklaratif, interogatif, imperatif, dan eksklamatif
2.4.1 Kalimat tunggal dan kalimat majemuk
Kalimat tunggal terdiri atas satu subjek dan satu predikat.
Kalimat tunggal dapat diperluas dengan kata yang. Namun , kata yang tidak boleh
mendahului predikat , tetapi dapat menduduki unsur objek
Contoh:
a. Bahasa indonesia yang merupakan bahasa negara.
b. Bahasa indonesia merupakan bahasa negara.
c. Yang berbaju hitam itu pacar saya.
Kalimat majemuk adalah kalimat yang mengandung lebih dari dua kalimat
tunggal. Kalimat majemuk dikelompokkan menjadi :
A. Kalimat majemuk setara
Kalimat makjemuk setara terdiri atas dua klausa atau lebih yang
bebas. Biasanya dihubungkan dengan konjungsi koordinatif dan,
atau,tetapi,dan sedangkan.
Contoh:
a. Amin ingin sekali menjadi insinyur , tetapi dia kurang menyukai
matematika.
b. Karmila kuliah di atma jaya,sedangkan kartono kuliah di trisakti.

B. Kalimat majemuk bertingkat


Kalimat yang dihubungkan dengan konjungsi subordinatif,
konjungsi subordinatif dapat menyatakan berbagai makna yaitu:
berhubungan waktu (sebelum,sejak,sewaktu), syarat(asalkan,jika,kalau),
pengandaian(janganjangan,seandainya),tujuannya(agar,biar,supaya),
konsesif(walaupun,sekalip-un,sungguhpun),

10
pembandingan(alih-alih,daripada,ibarat,sebagaimana), sebab/alasan
(karena,sebab), hasil/akibat (sampai-sampai, maka,sehingga), cara
(dengan,tanpa), alat (dengan,tanpa), komplementasi (bahwa), atribut
(yang), perbandingan (sama).

Contoh :
a. Setelah memberikan sambutan, Bapak Jokowi menyalami tetamu.
b. Daripada menganggur, saya membantu Mang Ujang dikebun.
c. Meskipun Bahasa Indonesia bukan bahasa pertama, banyak orang
belum mahir berbahasa Indonesia.
C. Kalimat majemuk campuran
Kalimat majemuk campuran terdiri atas dua klausa bebas atau lebih
dan satu klausa terikat atau lebih , merupakan campuran antara kalimat
majemuk setara dan kalimat majemk bertingkat.
Contoh :
a. Kendatipun banyak permainan sudah disediakan ayahnya di rumah,
Rangga masih sering keluar rumah dan menginap dirumah temanya.
b. Jika menemukan kejanggalan didalam kemasan obat , konsumen dapat
mengadukan temuan itu ke BPOM atau menghubungi 426333.
2.4.2 kalimat aktif dan kalimat pasif
Kalimat aktif adalah kalimat yang predikatnya melakukan pekerjaan.kalimat
aktif ditandai dengan adanya awalan men-dan ber-
Contoh:
a. Ketua panitia membuka seminar hari ini.
b. Kami belajar di luar kelas.
Kalimat pasif berkaitan dengan kalimat aktif berimbuhan men-dalam kalimat
pasif,subjek dikenai pekerjaan. Kalimat pasif persona (aspek+agen+verba)
Contoh:
a. Seminar hari ini dibuka oleh ketua panitita.
b. Kambing itu terikat disebuah pohon besar.
c. Seperti anak kehilangan induknya.

11
2.4.3 kalimat langsung dan kalimat tidak langsung
Kalimat langsung adalah ujaran orang lain yang dituturkan,sedangkan kalimat
tidak langsung adalah ujaran orang lain yang dilaporkan. Kalimat langsung
menggunakan tanda “ petik “ sedangkan kalimat tidak langsung tidak menggunakan
“ petik “.
Contoh :
A. “Coba kurangi waktu bermainmu, Andil!” saran pembingbing akademik.
B. Pembimbing akademik menyarankan agar Andi mencoba mengurangi
waktu bermain.
2.4.4 kalimat deklaratif,interogatif,imperatif,dan esklamatif
Kalimat yang menyatakan sesuatu dengan lengkap dinamakan kalimat
deklaratif. Kalimat berbentuk pertanyaan atau permintaan untuk memperoleh
informasi dinamakan kalimat interogatif kalimat yang bernada memerintah atau
melarang seseorang dinamakn kalimat imperatif. Kalimat yang mengungkapkan
perasaan hati dinamakan kalimat ekslamatif (seruan).
Contoh:
a. Ini adalah sebuah hp (deklaratif)
b. Apa yang kamu lakukan sekarang? (interogatif)
c. Duduk sekarang ! (Imperatif)
d. Aku mencintaimu! ( esklamatif)

12
BAB III
PENUTUP

3.1. Simpulan
Ketika berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari hendaklah kita
mengunakan bahasa yang baik dan benar, sehingga ide yang ingin kita sampaikan
dapat dipahami dengan baik.
Penyampaian kalimat yang efektif akan membatu lawan bicara atau pembaca
lebih muda menemukan apa yang ingin disampaikan oleh pemberi informasi, dan
merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam menyampaikan gagasan atau ide.
Dalam penulisan kalimata ada hal-hal yang harus diperhatikan seperti:kesatuan
gagasan, kesepadanan, kehematan, kelogisan, kecermatan, kebervariasian,
ketegasan, kebenaran struktur, dan keringkasan. Semua hal itu harus diperhatikan
dalan penulisan kalimat efektif, selain hal di atas ddalam penulisan kalimat efektif
juga harus diperhatikan bentuk pola kalimat dan jenis kalimat, sehingga kalimat
yang ingin kita sampaikan menjadi efektif.
Berdasrkan kesimpulan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kalimat efektif
adalah kalimat baku yang disusun selugas – lugasnya sehingga isi atau maksud yang
disampaikan oleh si penulis atau pembicara dapat ditangkap tepat pula oleh si
penerima.
3.2. Saran
Penulis mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dalam pembuatan
makalah ini mengenai pengetahuan tentang kalimat efektif. Penulis menyarankan
kepada semua pembaca untuk mempelajari tentang kalimat efektif, dengan
mempelajari kalimat efektif diharapkan mahasiswa dan mahasiswi memiliki
ketepatan dalam menyampaikan dan menyusun suatu gagasan agar yang
disampaikan mudah dipahami dengan baik.

13
DAPTAR PUSTAKA
Dr.Sutarno NS 2008. Menulis Efesktif. Jakarta: Sagung Seto

Sri Hapsari Wijayanti, dkk.2013. Bahasa Indonesia Penulisan dan Penyajian


Karya ilmiah. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.
Drs. Ukun Suryaman. 2012 . Dasar-dasar Bahasa Indonesia Baku. Bandung:
P.T. Alumni

14

Anda mungkin juga menyukai