Anda di halaman 1dari 2

COAL HAULING ACTIVITY

STANDART OPERATING PROCEDURE


DIBUAT DIPERIKSA DISETUJUI NOMOR PROSEDUR

COAL HAULING ACTIVITY TANGGAL EFEKTIF :


REVISI : 01

1. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP

Standard Operating Procedure (SOP) ini bertujuan untuk :


1.1. Memberikan pedoman kepada Person In Charge (PIC) department terkait dalam
melaksanakan Coal Hauling Aktivity.
1.2. Mengendalikan mekanisme Coal Hauling Aktivity agar sesuai dengan Sistem
Manajemen Mutu.

SOP ini mengenai proses Coal Hauling mulai dari diterimanya PKH, operasional loading,
hauling dan dumping di stockpile area/crusher, sampai dengan selesainya shift kerja (closing
PKH). Adapun ruang lingkupnya meliputi Departemen: Hauling, Production, Engineering
Dept, dan Kontraktor.

2. DEFINISI

2.1. PKH ( Perintah Kerja Harian )


Adalah dokumen yang menjadi tanggung jawab dari Department Head kepada
Section Head mengenai pekerjaan yang akan dilakukan selama 24 jam kedepan.
Dokumen ini dikeluarkan setiap hari sebelum shift berikutnya mulai bekerja. Pada
akhir shift, Section Head membuat laporan (closing PKH) mengenai kemajuan
pekerjaan yang disebut dalam PKH.
2.2. WO ( Work Order )
Adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Engineering Dept. yang isinya merupakan
rincian kerja yang harus dilakukan oleh departemen terkait selama periode waktu
satu minggu. Pada akhir periode tersebut, departemen terkait mengisi laporan
pelaksanaan terhadap order yang ada dalam WO.
2.3. Hand Over
Adalah dokumen laporan yang dibuat Pengawas pada akhir shift kepada Pengawas
yang akan menggantikannya bekerja. Laporan ini menggambarkan aktivitas dan
kondisi area kerja yang terjadi pada akhir shiftnya.
3. REFERENSI

3.1. Undang-undang No. 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara

1
COAL HAULING ACTIVITY
3.2. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555k Tahun 1995 tentang Keselamatan
dan Kesehatan Kerja Pertambangan
3.3. Manual Manajemen
3.4. Registrasi Aspek & Dampak LK3
3.5. Registrasi Program Perbaikan LK3

4. KEBIJAKAN

4.1. Pengawas Hauling bertanggung jawab dalam memonitor aktifitas pengangkutan


batubara.
4.2. Pengawas Hauling bertanggung jawab untuk mengkoordinir pencegahan kontaminasi
di area kerjanya.
4.3. Pengawas Hauling wajib melaporkan penyimpangan target produksi sesegera
mungkin kepada Section Head.
4.4. Semua operator yang akan melakukan loading harus memperhatikan instruksi
Pengawasnya.

5. DIAGRAM ALIR

Tidak berlaku untuk prosedur ini

6. LAMPIRAN

Tidak berlaku untuk prosedur ini