Anda di halaman 1dari 8

1.

Jelaskan perbedaan sistem hukum common law dan code law, dan bagimana dampaknya
terhadap akuntansi.
Sistem Common Law Sistem Hukum-Kode

Pengertian hukum yang berorientasi pasar , Berorientasi perencanaan


yang digunakan oleh Australia , digunakan oleh Perancis , Jerman
Kanada , Inggris , Amerika Serikat , , Jepang , dan beberapa negara
dll Asia lainnya

Sumber bersumber dari hukum Inggris yang Contoh Akuntansi Code Law
berkembang dari ketentuan atau hokum banyak digunakan di negara Eropa
yang ditetapkan oleh Hakim ( Judge ) Kontinental (seperti Prancis,
dalam keputusan-keputusan yang telah Jerman, Italia) dan bekas
diambilnya (judge made law) dianut koloninya di Afrika, Asia dan
oleh negara-negara yang Amerika Latin.
berbahasa Inggris beserta
dengan persemakmurannya,
seperti negara Inggris, Amerika Serikat,
Kanada, Australia, India, dan Mesir.

Perkembangan Sedangkan perkembangan sistem diilhami oleh para ahli hukum yang
Common law terletak pada putusan- terdapat pada universitas-
putusan hakim,yang bukan hanya universitas, yang menentukan atau
menerapkan hokum tetapi juga membuat peraturan hukum secara
menetapkan hukum sistematis dan utuh.

2. Jelaskan mengapa di China Profesi Akuntan tidak begitu bergengsi.


Karena banyak perusahaan besar di Negara China dimiliki atau dikuasai oleh Negara, sehingga
segala peraturan, kebijakan serta pengambilan keputusan dipengaruhi oleh para Pemimpin
Negara.
Selain itu, profesi akuntan di Negara China menjadi tidak populer dikarenakan hukuman yang
sangat berat yang diberikan kepada para pelaku yang terbukti melakukan penipuan atau
kecurangan dalam praktik akuntansi, dimana hukuman tersebut disetarakan dengan hukuman
para koruptor yaitu hukuman mati.
3. Jelaskan mengapa seluruh dunia mewajibkan mengadopsi IFRS.
Karena, IFRS dapat meningkatkan kemampuan laporan keuangan dalam menggambarkan
kinerja dan kondisi ekonomi perusahaan sesuai keadaan sebenarnya dengan menggunakan
diskresi pelaporan dan standar akuntansi yang lebih ketat.
Manfaat dari penerapan IFRS secara umum diantaranya adalah :
 Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan Standar
Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional (enhance comparability).
 Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi.
 Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raisingmelalui pasar modal
secara global.
 Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan.
 Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan cara, mengurangi kesempatan untuk
melakukan earning management.

4. Jelaskan kesulitan negara dalam mengadopsi IFRS


Ada 3 kendala dalam mengadopsi penuh IFRS :
1. Kurang siapnya infrastuktur seperti DSAK sebagai Financial Accounting Standart
Setter.
DSAK adalah perumus SAK yang ada di Indonesia. Pada prakteknya DSAK mendapatkan
berbagaimacam kritik.
 Diantaranya adalah minimnya partisipasi dari pihak-pihak yang berkepentingan
dalam setiap exposure draft hearingPSAK yang baru akan diberlakukan.
 Belum ada satu peraturan pun yang memberikan mandate bagi DSAK untuk
mengeluarkan SAK.
2. Kondisi perundanga-undangan yang belum tentu sinkron dengan IFRS.
 Regulasi yang berkaitan dengan standar akuntansi dan pelaporan keuangan di
Indonesia tidak begitu jelas.
 Terdapat banyak perundang-undangan yang kurang mendukung terhadap standar
akuntansi dan pelaporan keuangan.
3. Kurang siapnya SDM dan dunia pendidikan di Indonesia
 IFRS hanyalah alat untuk mencapai kemudahan dalam berinvestasi. Yang akan
menggunakan dan mengoptimalkan alat tersebut hanyalah manusia itu sendiri
meskipun akan sedikit di bantu dengan teknologi informasi.
 Salah satu kelemahan SDM Indonesia adalah kesulitan dalam menerjemahkan IFRS.
5. Jelaskan keuntungan dan kerugian dari adanya translasi mata uang asing.
Dalam Melakukan Translasi mata uang asing ada beberapa kerugian dan keuntungannya,
diantaranya :
 Penagguhan
Penyesuaian translasi yg harus diakumulasikan secara terpisah sebagai bagian
dari ekuitas konsolidasi.
 Pengangguhan dan Amortisasi
Penangguhan keuntungan atau kerugian translasi dan melakukan amortisasi
penyesuaian yaitu dibebankan terhadap laba dengan cara yang sama dengan
beban depresiasi atau ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa pinjaman
sebagai penyesuaian terhadap beban bunga.
 Penangguhan parsial
Keuntungan dan kerugian translasi adalah dengan mengakui kerugian sesegera
mungkin setelah terjadi, tetapi mengakui keuntungan hanya setelah
direalisasikan, hal ini semata-mata hanya karena merupakan keuntungan, tetap
mengabaikan terjadinya perubahan kurs.
 Tidak ditangguhkan
Mengakui keuntungan dan kerugian translasi dalam laporan laba rugi sesegera
mungkin. Namun, memasukkan keuntungan dan kerugian translasi dalam laba
tahun berjalan akan memperkenalkan elemen acak ke dalam laba sehingga
dapat menghasilkan fluktuasi laba yang sangat signifikan apabila terjadi
perubahan kurs nilai tukar.

6. Jelaskan perbedaan dan persamaan praktik akuntansi di Eropa.

Sistem Akuntansi di Eropa lebih condong kearah kebutuhan petugas pajak dan fokus sedikit
menuju pencerminan laba suatu perusahaan. Tetapi dalam beberapa tahun ini, Negara di Eropa
telah mengalami pergeseran dari negara sosialis menuju ke gaya ekonomi pasar barat.

Banyak Negara di kawasan Eropa yang memiliki sistem pengawasan dan dalam pelaporan
keungan yang baik, yaitu seperti Jerman, Belanda, Prancis, Republik Ceko, ataupun inggris.
Tetapi disetiap Negara pasti memiliki peraturan atau sistemnya masing-masing. Untuk
memahami sistem akuntansi di setiap masiing-masing Negara mari kita lihat perbedaan dan
persamaannya.

1. PERANCIS
 Neraca, Laporan laba rugi, Catatan atas laporan keuangan, Laporan direktur, Laporan
Auditor, Laporan arus kas (dirokemdasikan oleh CNC).
 Laporan khas Perancis adalah laporan pencegahan kebangkrutan bisnis dan sebuah
laporan sosial (bagi perusahaan besar).
 Laporan keuangan harus diaudit kecuali untuk perusahaan kecil, kewajiban terbatas,
dan kemitraan.

2.JERMAN
 Neraca, Laporan laba rugi, Catatan, Laporan Manajemen, Laporan Auditor
 Perusahaan kecil dibebaskan dari persyaratan audit dan diperbolehkan untuk menyusun
sebuah neraca singkat. Laporan khas Jerman adalah laporan pribadi dari auditor kepada
dewan direktur dan dewan pengawas perusahaan.

3. REPUBLIK CEKO
 Neraca, akun keuntungan dan kerugian (laporan laba rugi) dan catatan, Perusahaan kecil
tidak diwajibkan melakukan audit memiliki persyaratan pengungkapan yang singkat.
Perusahaan Ceko yang terdaftar harus menggunakan IFRS dan memberikan laporan laba
rugi per 3 bulan.
 Perusahaan tidak terdaftar bisa memilih IFRS atau standar akuntansi Ceko dalam
laporan keuangan gabungan mereka tapi harus menggunakan standar Ceko dalam
laporan perusahaan pribadi.

4. BELANDA
 Neraca, laporan laba rugi, catatan, laporan direktur dan informasi lain yang sudah
ditentukan, laporan arus kas dianjurkan.
 Perusahaan kecil dibebaskan dari persyaratan audit dan dapat menyusun laba rugi
singkat dan neraca. Perusahaan menengah harus diaudit tapi boleh mengeluarkan
laporan laba rugi singkat.
 Laporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dua aktivitas yang berbeda.
Perusahaan terdaftar harus menggunakan IFRS, tapi semua perusahaan diperbolehkan
menggunakan IFRS alih-alih pedoman Belanda.

5. INGGRIS
 Laporan direktur, akun laba dan rugi serta neraca, laporan arus kas, laporan keseluruhan
laba dan rugi, laporan kebijakan akuntansi, catatan yang direferensikan dalam laporan
keuangan, dan laporan auditor.
 Perusahaan kecil dan menengah dibebaskan dari banyaknya kewajiban laporan
keuangan termasuk laporan gabungan, dan diizinkan untuk menyusun akun singkat
dengan informasi minimun yang telah ditentukan sebelumnya.
7. Jelaskan perbedaan dan persamaan praktik akuntansi di negara berkembang !

Perkembangan
Standar dan praktik akuntansi di setiap Negara merupakan hasil dari interaksi yang
kompleks di antara faktor ekonomi, sejarah, kelembagaan dan budaya. Dapat diduga
akan terjadinya perbedaan antarnegara. Faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan akuntansi nasional juga dapat membantu menjelaskan perbedaan
akuntansi antar bangsa.
Kami meyakini bahwa 8 faktor berikut ini memiliki pengaruh yang seignifikan dalam
perkembangan akuntansi. Tujuh faktor utama ekonomi, sejarah social, dan/ atau
kelembagaan dan merupaka faktor yang sering disebutkan oleh para penulis akuntansi.
Akhir-akhir ini, hubungan antara budaya (faktor kedelapan berikut ini) dan
perkembangan akuntansi mulai digali lebih lanjut.

Dalam Sistem perpajakan


Negara-negara seperti Perancis dan Jerman menggunakan laporan keuangan
perusahaan sebagai dasar penentuan utang pajak penghasilan, sedangkan negara-
negara seperti Amerika Serikat dan Inggris menggunakan laporan keuangan yang telah
disesuaikan dengan aturan perpajakan sebagai dasar penentuan utang pajak dan
disampaikan terpisah dengan laporan keuangan untuk pemegang saham.

Eksistensi dan pentingnya profesi akuntan


Profesi akuntan yang lebih maju di negara-negara maju juga membuat system akuntansi
yang dipakai lebih maju dibandingkan dengan di negara-negara yang masih menerapkan
sistem akuntansi yang sentralistik dan seragam.

Pendidikan dan riset akuntansi


Pendidikan dan riset akuntansi yang baik kurang dijalankan di negara-negara yang
sedang berkembang. Pengembangan profesi juga dipengaruhi oleh pendidikan dan riset
akuntansi yang bermutu.

Aturan-aturan akuntansi
Standar dan aturan akuntansi yang ditetapkan di negara tertentu tentunya tidak
sepenuhnya sama dengan negara lain. Peran profesi akuntan dalam menentukan
standar dan aturan akuntansi lebih banyak ditemukan di negara-negara yangtelah
memasukkan aturan-aturan profesional dalam aturan-aturan perusahaan, seperti di
Inggris dan Amerika Serikat

Sistem hukum
Peraturan perusahaan, termasuk dalam hal ini adalah sistem dan prosedur akuntansi,
banyak dipengaruhi oleh sistem hukum yang berlaku di suatu negara. Beberapa negara
seperti Perancis, Italia, Jerman, Spanyol, Belanda menganut Sistem hukum yang
digolongkan dalam codified Roman law. Dalam codified law, aturan-aturan dikaitkan
dengan ide dasar moral dan keadilan, yang cenderung menjadi suatu doktrin.
Sementara itu negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat,dan negara-negara
persemakmuran Inggris menganut sistem common law. Dalam common law, dicoba
adanya suatu jawaban untuk kasus-kasus yang spesifik dan tidak membuat suatu
formulasi umum.

Sumber pendanaan
Berdasarkan sumber pendanaan, perusahaan dapat dikelompokkan menjadi dua.
Kelompok yang pertama adalah perusahaan yang mendapatkan sebagian besar dananya
dari para pemegang saham di pasar modal (shareholder). Kelompok kedua adalah
perusahaan yang mendapatkan sebagian besar dananya dari bank, negara atau dana
keluarga. Umumnya di negara-negara dengan sebagian besar perusahaan yang dimiliki
oleh shareholders namun para shareholders ini tidak mempunyai akses atas informasi
internal, lebih banyak tuntutan atas adanya pengungkapan (disclosure), pemeriksaan
(audit) dan informasi yang tidak bias (fair information).

Sistem perpajakan
Sejauh mana sistem perpajakan dapat mempengaruhi sistem akuntansi adalah dengan
melihat sejauh mana peraturan perpajakan menentukan pengukuran akuntansi
(accounting measurement). Di Jerman, pembukuan menurut pajak harus sama dengan
pembukuan komersial. Sedangkan di banyak negara lain seperti Inggris, Amerika Serikat
dan juga termasuk Indonesia, terdapat aturan – aturan yang berbeda antara perpajakan
dan komersial perusahaan. Contoh yang paling jelas mengenai hal ini adalah depresiasi.

Profesi akuntan
Badan-badan yang dibentuk sebagai wadah profesi ternyata berbeda-beda di setiap
negara, dan hasil yang berupa aturan-aturan atau standar dipengaruhi oleh bentuk,
wewenang dan anggota dari badan-badan tersebut. Di beberapa negara ditemui adanya
pemisahan profesi akuntan, sebagai ahli perpajakan atau hanya sebagai akuntan
perusahaan. Anggota suatu badan yang mengatur standar akuntansi bisa terdiri hanya
dari kalangan akuntan publik atau mengikutsertakan pihak-pihak dari kalangan dunia
usaha, industri, pemerintah dan kalangan pendidik. Tingkat pendidikan dan pengalaman
dalam dunia praktis sebagai syarat seseorang untuk bisa menjadi anggota badan
tersebut juga akan menentukan kualitas standar dan aturan akuntansi sebagai keluaran
yang dihasilkan.
8. Jelaskan menurut pendapat anda, dampak dari translasi mata uang asing bagi perusahaan-
perusahaan yang ada di Indonesia.

1. Perusahaan yang melakukan translasi merupakan perusahaan yang dalam bentuk usaha
terbuka sehingga laporan keungan dapat dibaca oleh masyarakat umum dengan mudah ,
sehingga dengan laporan keuangan yang sudah dikonversikan maka akan merangsang investor
untuk menanam saham pada perusahaan.

2. Fluktuasi mata uang meningkatkan jumlah nilai tukar translasi yang dapat digunakan dalam
proses translasi dan menimbulkan keuntungan dan kerugian mata uang asing. Pergerakan mata
uang juga sangat berhubungan erat dengan tingkat inflasi lokal.

Menurut saya, translasi mata uang asing itu penting adanya apalagi untuk perusahaan besar
karena itu akan mempermudah untuk investor asing untuk menanamkan modalnya
diperusahaan tersebut. Translasi mata uang asing memang sangat dipengaruhi oleh inflasi. Oleh
karena itu, harus ada perlakuan yang berbeda dengan kurs dalam pos-pos laporan keuangan
karena itu akan menekan kerugian atas inflasi yang terjadi.

9. Dalam klasifikasi dan sistem pelaporan akuntansi terdapat 2 pendekatan, yaitu deduktif
dan induktif. Jelaskan apa perbedaan dan persamaan dari kedua pendekatan tersebut.

1. Pendekatan Deduktif

Berkaitan dengan pendekatan deduktif ini ada empat pendekatan dalam perkembangan
akuntansi:

1. Macroeconomic Pattern
Dalam pendekatan ini bisa dilihat bahwa ternyata akuntansi untuk bisnis berhubungan erat
dengan kebijakan perekonomian nasional. Tujuan perusahaan biasanya mengikuti kebijakan
ekonomi nasional. Beberapa Negara yang memakai pendekatan ini adalah Swedia, Prancis, dan
Jerman.

2. Microeconomic Pattern
Dalam pendekatan ini akuntansi dipandang sebagai cabang ekonomi bisnis. Konsep akuntansi
merupakan derivasi dari analisa ekonomi. Konsep utamanya adalah bagaimana
mempertahankan investasi modal dalam sebuah entitas bisnis.

3. Independent Discipline Approach


Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa dan diderivasikan dari praktek bisnis. Negara Amerika
dan Inggris menganut pendekatan ini.
4. Uniform Accounting Approach
Akuntansi dipandang sebagai alat yang efisien untuk administrasi dan control. Dalam hal ini
akuntansi digunakan untuk mempermudah penggunaan dan menyeragamkan baik pengukuran,
pengungkapan dan penyajian serta sebagai alat control untuk semua tipe bisnis dan pemakai,
termasuk manager, pemerintah dan otoritas perpajakan.

2. Pendekatan Induktif

Sementara Nair dan Frank dalam The Accounting Review (Juli 1980) membagi Negara-negara ke
dalam 5 Group besar yaitu (1) model persemakmuran Inggris, (2) model Amerika Latin / Eropa
Selatan, (3) model Eropa Utara dan Tengah, (4) model Amerika Serikat dan (5) Chili
berdasarkan perbedaan dalam praktek pengungkapan dan penyajian. Nair dan Frank juga
menilai tingkat hubungan pengelompokkan Negara-negara tersebut dengan sejumlah variable
seperti bahasa, struktur ekonomi dan perdagangan. Ternyata terdapat perbedaan antara
pengungkapan dan pengukuran di masing-masing kelompok Negara tersebut.