0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
137 tayangan2 halaman

Studi Kasus Akuntansi Biaya Petersen Pottery

Studi kasus ini membahas implementasi sistem biaya standar baru di Petersen Pottery untuk mengendalikan biaya produksi dan memenuhi peningkatan permintaan, namun standar baru ini menemui kendala karena para potter merasa bingung dan jarang dapat memenuhinya sehingga produksi tidak sesuai target, selain itu diskusi menunjukkan fokus hanya pada kuantitas tanpa memperhatikan kualitas.

Diunggah oleh

Yehan Matuilana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
137 tayangan2 halaman

Studi Kasus Akuntansi Biaya Petersen Pottery

Studi kasus ini membahas implementasi sistem biaya standar baru di Petersen Pottery untuk mengendalikan biaya produksi dan memenuhi peningkatan permintaan, namun standar baru ini menemui kendala karena para potter merasa bingung dan jarang dapat memenuhinya sehingga produksi tidak sesuai target, selain itu diskusi menunjukkan fokus hanya pada kuantitas tanpa memperhatikan kualitas.

Diunggah oleh

Yehan Matuilana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

AKUNTANSI MANAJEMEN BIAYA LANJUTAN

STUDI KASUS : PETERSEN POTTERY

Disusun Oleh:

Nama NPM
Hendy Dwi Mandegani 1806162282
R. Herjuno Chondro Laksono 1806250221
Yehan Jaya Matuilana 1806162452

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS INDONESIA
2018
STUDI KASUS : PETERSEN POTTERY

I. ILUSTRASI PERMASALAHAN
Petersen Pottery merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan furniture
kamar mandi dengan bahan baku keramik yang menghasilkan produk antara lain closet, toilet
dan bathubs sejak tahun 1960. Pada tahun 1980, Clive Petersen merasa perlu untuk membuat
beberapa perubahan yaitu penerapan sistem formal yaitu pengendalian sistematis terkait
dengan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan. Kebutuhan atas pengendalian biaya yang
lebih baik atas penjadwalan produksi untuk dapat memenuhi peningkatan permintaan,
membuat Petersen berencana untuk mengadopsi sistem biaya standar (standard cost system).

Analisis operasional:

Setelah enam bulan menerapkan sistem biaya yang baru, Petersen mersa standar baru
yang ditetapkan mengalami beberapa kendala. Potters perusahaan merasa bingung dengan
adanya standar baru tersebut karena terbiasa dengan cara lama yang telah bertahun-tahun
digunakan. Hasilnya, meskipun telah diterapkan standar baru tersebut tetapi para potters
jarang memenuhi standar tersebut sehingga produksi yang dihasilkan tidak sesuai target
rencana awal. Petersen kemudian berdiskusi dengan potter senior, Jim Sedgefield, tentang
implementasi standar baru ini. Dari diskusi tersebut, Sedgefield mempertanyakan tujuan
Petersen yang hanya berfokus pada jumlah produksi tanpa memperhatikan kualitas yang akan
dihasilkan.

Anda mungkin juga menyukai