Anda di halaman 1dari 5

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Termometer Inframerah


Termometer inframerah merupakan alat yang digunakan dengan
cara menekan tombol sampai menunjukkan angka tertinggi dengan cara
mengarahkan sinar inframerah ke sasaran yang dituju. Sinar yang diarahkan ke
benda yang diukur akan memantul dan pantulan tersebut direspon oleh alat
sehingga termometer inframerah menunjukkan skala suhu yang tepat. Termometer
Inframerah berfungsi untuk Mengetahui suhu benda dengan menyinarkan
inframerah ke benda tersebut. Cara menggunakan termometer inframerah adalah
dengan cara menekan tombol sampai menunjuk angka tertinggi sambil
mengarahkan sinar inframerah ke sasaran yang dituju, seperti pada besi yang
masih membara di pabrik pengolahan besi atau baja. Sinar yang diarahkan ke
logam akan memantul dan pantulan tersebut direspons oleh sensor penerima
hingga termometer inframerah menunjukkan angkanya. Menawarkan kemampuan
untuk mendeteksi temperatur secara optik selama objek diamati, radiasi energi
sinar inframerah diukur, dan disajikan sebagai suhu. Mereka menawarkan metode
pengukuran suhu yang cepat dan akurat dengan objek dari kejauhan dan tanpa
disentuh – situasi ideal di mana objek bergerak cepat, jauh letaknya, sangat panas,
berada di lingkungan yang bahaya, dan/atau adanya kebutuhan menghindari
kontaminasi objek (seperti makanan, alat medis, obat-obatan, produk atau test,
dll.). Produk pengukur suhu inframerah tersedia di pasaran, mulai dari yang
fleksibel hingga fungsi-fungsi khusus/Termometer standar (seperti gambar),
hingga sistem pembaca yang lebih komplek dan kamera pencitraan panas. Ini
adalah citra/gambar dari termometer inframerah khusus industri yang digunakan
memonitor suhu material cair untuk tujuan kontrol kualitas pada proses
manufaktur (Anis, 2005).
Termometers inframerah mengukur suhu menggunakan radiasi kotak
hitam (biasanya inframerah) yang dipancarkan objek. Kadang disebut termometer
laser jika menggunakan laser untuk membantu pekerjaan pengukuran, atau
termometer tanpa sentuhan untuk menggambarkan kemampuan alat mengukur
suhu dari jarak jauh. Dengan mengetahui jumlah energi inframerah yang
dipancarkan oleh objek dan emisi nya, Temperatur objek dapat dibedakan. Desain
utama terdiri dari lensa pemfokus energi inframerah pada detektor, yang
mengubah energi menjadi sinyal elektrik yang bisa ditunjukkan dalam unit
temperatur setelah disesuaikan dengan variasi temperatur lingkungan. Konfigurasi
fasilitas pengukur suhu ini bekerja dari jarak jauh tanpa menyentuh objek. Dengan
demikian, termometer inframerah berguna mengukur suhu pada keadaan di
mana termokopel atau sensor tipe lainnya tidak dapat digunakan atau tidak
menghasilkan suhu yang akurat untuk beberapa keperluan (Anis, 2005).
Jenis alat pengukur temperatur inframerah yang tersedia saat ini, termasuk
desain konfigurasi untuk penggunaan fleksibel dan portabel, selain desain-desain
khusus untuk fungsi tertentu pada posisi tetap dalam jangka waktu yang lama
Beberapa spesifikasi sensor portabel tersedia untuk pengguna rumahan termasuk
tingkat keakuratannya (biasanya kurang lebih satu-dua derajat), plus beberapa
derajat dibawahnya untuk pengukuran umum. Rasio Jarak:Titika Api (D:S)
menunjukkan perbandingan diameter luas pengukuran panas dengan jarak alat
terhadap permukaan objek. Contoh, apabila luas permukaan objek anda satu cm
persegi dan anda tidak dapat lebih dekat daripada 12 cm ke objek, anda
membutuhkan sensor dengan D:S 12:1 atau lebih. Fungsi yang lain ialah ada
sensor yang memakai emisivitas konstan ada pula yang harus diatur. Untuk yang
konstan, anda tidak dapat mengatur keakuratan pembacaan pada permukaan yang
terang (sebagian besar sensor dirancang untuk permukaan gelap). Sensor
emitivitas konstan dapat dipakai pada permukaan terang hanya dengan
menambahkan pita gelap pada permukaan benda atau mengecatnya.
Termometer infra merah bisa dianalogikan dengan mata manusia. Lensa matamer
epresentasikan optik dimana radiasi (aliran foton) dari objek menyentuh lapisanfot
osensitif (retina) via atmosfer untuk kemudian diubah menjadi signal untuk
dikirim keotak (Zulfa, 2009).
2.2. Penggunaan Termometer Inframerah
Beberapa kondisi umum adalah objek yang akan diukur dalam kondisi
bergerak; objek dikelilingi medan elektromagnet, seperti pada pemanasan induksi;
objek berada pada hampa udara atau atmosfer buatan; atau pada aplikasi di mana
dibutuhkan respon yang cepat.
Termometer inframerah dapat digunakan untuk beberapa fungsi pengamatan
temperatur. Beberapa contoh, antara lain:
1. Mendeteksi awan untuk sistem operasi teleskop jarak jauh.
2. Memeriksa peralatan mekanika atau kotak sekering listrik atau saluran
hotspot
3. Memeriksa suhu pemanas atau oven, untuk tujuan kontrol dan kalibrasi
4. Mendeteksi titik api/menunjukkan diagnosa pada produksi papan rangkaian
listrik
5. Memeriksa titik api bagi pemadam kebakaran
6. Mendeteksi suhu tubuh makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dll
7. Memonitor proses pendinginan atau pemanasan material, untuk penelitian
dan pengembangan atau quality control pada manufaktur. (Michaug, 2006).

2.3. Kelebihan dan Kekurangan Infrared Thermometer


Kelebihan Termometer Infra merah:
1. Non-kontak pengukuran temperatur tidak berpengaruh pada objek yang
diukur.
2. Cepat respon dan pergerakan benda dapat diukur dan suhu transien.
3. Keakuratan pengukuran, resolusi tinggi kecil.
4. Rentang pengukuran besar
5. Suhu pengukuran wilayah kecil.
6. Bisa menjadi titik waktu yang sama, garis, suhu permukaan.
7. Dapat diukur suhu mutlak, kelembaban relatif dapat diukur.
Kelemahan Termometer Infra merah
1. Paparan terhadap pengaruh temperatur pada suhu objek yang diukur.
2. Tidak cocok untuk mengukur suhu transien.
3. Tidak mudah untuk mengukur benda bergerak.
4. Rentang pengukuran tidak cukup luas, dan perlengkapan.
5. Tidak cocok untuk mengukur beracun, tekanan tinggi, dan kesempatan
berbahaya (Raleight, 2008).

2.4. Jenis Sensor


Termometers Inframerah Titik, disebut juga Pyrometer Infra Merah,
didesain untuk memonitor luasan sempit atau titik tertentu. Sistem Pencitraan
Garis Inframerah, biasanya membantu menentukan titik api yang penting pada
pencerminan putar, untuk secara terus-menerus memindai permukaan yang luas
pada ruang. Alat ini banyak digunakan pada manufaktur yang melibatkan
konveyer atau proses jaring-jaring, seperti lembaran kaca besar atau logam yang
keluar dari tungku, pabrik dan kertas, atau tumpukan material yang terus menerus
sepanjang sabuk konveyer. Kamera Inframerah, Termometer inframerah yang
didesain khusus sebagai kamera, memonitor banyak titik pada saat yang sama,
hasilnya berupa gambar 2 dimensi, di mana tiap pixel menunjukkan temperatur.
Teknologi ini umumnya membutuhkan banyak prosesor dan software daripada
sistem sebelumnya, digunakan memindai area yang luas. Aplikasi yang umum
termasuk untuk memonitor batas negara bagi militer, pengawasan kualitas pada
proses manufaktur, dan pengawasan peralatan atau ruang kerja yang panas/dingin
untuk tujuan keselamatan dan pemeliharaan. alat ini biasanya dan sangat berguna
dalam pengukuran dapur tinggi/furnace dalam industri peleburan atau suhu
permukaan yang tidak memungkinkan untuk di sentuh, dan juga dalam pemakaian
umum lainnya, seperti :
1. Mengukur suhu benda yang bergerak, contoh : Conveyor, Mesin, dll).
2. Mengukur suhu benda berbahaya, seperti : tegangan tinggi, jarak yang
tinggi dan sulit dijangkau, dll.
3. Suhu yang terlalu tinggi dan sulit untuk didekati ataupun disentuh, misalnya
: Furnace, thermocouple, dll.
4. Mendeteksi awan untuk sistem operasi teleskop jarak jauh.
5. Memeriksa peralatan mekanika atau kotak sakering listrik atau saluran
hotspot.
6. Memeriksa suhu pemanas atau oven, untuk tujuan kontrol dan kalibrasi.
7. Mendeteksi titik api/menunjukkan diagnosa pada produksi papan rangkaian
listrik.
8. Memeriksa titik api bagi pemadam kebakaran.
9. Mendeteksi suhu tubuh makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dll.
10. Memonitor proses pendinginan atau pemanasan material, untuk penelitian
dan pengembangan atau quality control pada manufaktur (Taylor, 2008).
DAFTAR PUSTAKA

Hanafa, Anis. 2005. Infrared Thermometer (Online)


https://www.scribd.com/doc/19510523/Pengukuran-Suhu-Menggunakan-
Termometer-Inframerah#user-util-view-profile (Diakses pada tanggal 14
Maret 2018).
Michaud, P. 2006. Infrared Radiation-Warmth From The Cold of Space
http://www.gemini.edu/public/infrared.html (Diakses pada tanggal 14 Maret
2018).
Raleigh. 2008. Basics of noncontacs temperature measurement (Online)
http://www.micro-epsilon.com/staticcontent/PDF/optris/optris--basics-
infrared-temperature-measurement--en.pdf (Diakses pada tanggal 14 Maret
2018).
Taylor, J. 2008. Infrared Training Notes (Online)
http://www.landinst.com/infrared/downloads/pdf/InfraredTrainingNotesLev
el1.pdf (Diakses pada tanggal 14 Maret 2018).
Taylor, J. 2008. Infrared Training Notes Level 2 Process Imaging (Online)
http://www.landinst.com/infrared/downloads/pdf/Level2_TrainingNotes.pdf
Principles of Noncontact Temperature (Diakses pada tanggal 14 Maret
2018).
Wikipedia. 2018. Termometer Inframerah (Online)
https://id.wikipedia.org/wiki/Termometer_inframerah5 (Diakses pada
tanggal 14 Maret 2018).
Zian, Hasan. 2010. Alat Uji Infrared Thermometer (Online)
http://www.alatuji.com/article/detail/187/infrared-thermometer-mengukur-
suhu-tanpa-menyentuh-obyek#.WqkZFuhubIU552.1. Radiasi Termal
(Diakses pada tanggal 14 Maret 2018).
Zulfa, Nasir. 2009. Pengukuran Suhu Menggunakan Pengukuran Inframerah
(Online)https://duniaberbagiilmuuntuksemua.blogspot.co.id/2016/08/pengu
kuran-suhu-dengan-thermal-infrared.html (Diakses pada tanggal 14 Maret
2018).