0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
682 tayangan10 halaman

Softstarter & VSD

Softstarter dan VSD digunakan untuk mengatur kecepatan motor listrik secara bertahap. Softstarter menggunakan thyristor untuk menaikkan tegangan masukan motor secara bertahap, sedangkan VSD mengubah frekuensi tegangan AC menjadi berbagai nilai untuk mengatur kecepatan motor."

Diunggah oleh

Muhammad Hafidz
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
682 tayangan10 halaman

Softstarter & VSD

Softstarter dan VSD digunakan untuk mengatur kecepatan motor listrik secara bertahap. Softstarter menggunakan thyristor untuk menaikkan tegangan masukan motor secara bertahap, sedangkan VSD mengubah frekuensi tegangan AC menjadi berbagai nilai untuk mengatur kecepatan motor."

Diunggah oleh

Muhammad Hafidz
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOFTSTARTER

1. Pengertian

Soft starting adalah suatu cara lain penurunan tegangan pengasutan dari Motor
Induksi . Soft starting merupakan metode pengasutan yang prinsip kerja dari pengasutan
yang hampir sama dengan pengasutan motor menggunakan primary resistance atau
primary reactance yang diseri dengan suplai tegangan ke motor. Soft starting terdiri dari
komponen solid state thyristor untuk mengontrol tegangan yang masuk ke motor secara
bertahap sampai tegangan penuh. Tujuannya untuk mendapatkan pengasutan yang
terkendali, sehalus mungkin serta terproteksi dan tercapai kecepatan nominal yang konstan.

2. Cara Kerja

Pertama-tama motor hanya diberikan tegangan yang rendah sehingga arus dan
torsi pun juga rendah. Pada level ini motor hanya sekedar bergerak perlahan dan tidak
menimbulkan kejutan. Selanjutnya tegangan akan dinaikan secara bertahap sampai ke
nominal tegangannya dan motor akan berputar dengan dengan kondisi RPM yang nominal.

Karakteristik Torsi

Komponen utama softstarter adalah thyristor dan rangkaian yang mengatur trigger
thyristor. Seperti diketahui, output thyristor dapat di atur via pin gate nya. Rangkaian
tersebut akan mengontrol level tegangan yang akan dikeluarkan oleh thyristor setelah
putaran mesin tercapai nominal dengan selisih slip yang kecil dari frekuensi jala-jala, maka
rangkaian soft starting akan digantikan dengan by pass kontaktor.

Selain untuk starting motor, Softstarter juga dilengkapi fitur soft stop. Jadi saat
stop, tegangan juga dikurangi secara perlahan atau tidak dilepaskan begitu saja seperti pada
starter yang menggunakan contactor.

Block Diagram Softstarter Schneider ATS48


3. Wiring Connection
Softstarter ATS48 memiliki 9 buah terminal Daya dengan pilihan menggunakan by
pass kontaktor yang dapat dicontrol otomatis dengan menghubungkan dengan salah satu
Relay di terminal controlnya.

Power Diagram Softstarter ATS48

Power & Control Terminal Softstarter ATS48


Terminal Control ATS48

Contoh Wiring Diagram ATS48


4. Cara Setting
Setting ATS48 dapat langsung menggunakan Built in display pada Softstarter
ataupun menggunakan Remote Terminal yang terhubung melalui kabel UTP dengan
Connector RJ45. Setting juga dapat menggunakan Komputer dengan Software Power Suite
dengan koneksi RS485 serial link.

Setting Type

Built in Display

Cara Setting Softstarter satu Brand dengan yang lain biasanya terdapat beberapa
perbedaan dalam segi bahasa atau code pemrogramannya. Setting Softstarter pun dapat
disesuaikan dengan menu yang terdapat pada Softstarter itu sendiri maupun disesuaikan
dengan kebutuhan di lapangan. Berikut adalah Block Diagram Basic Setting Softstarter
ATS48.
Block Diagram Basic Setting Softstarter

5. Pemilihan Softstarter
Cara memilih softstarter yang paling tepat adalah menyesuaikan kebutuhan di
lapangan. Karakteristik beban pada softstarter menjadi suatu yang paling berpengaruh
terhadap pemilihan tersebut. Sebagai Contoh, koneksi Bintang/Star/Y bisa berbeda
pemilihannya dengan Segitiga/Delta/D meskipun memiliki KW motor yang sama.

Tabel Pemilihan Soft Starter Schneider ATS48


VARIABLE SPEED DRIVE (VSD) / VARIABLE FREQUENCY DRIVE (VFD)
/ MOTOR INVERTER
1. Pengertian

Pada umumnya variabel speed drive atau bisa disebut dengan inverter adalah
peralatan yang digunakan untuk mengatur kecepatan putaran motor. Penggunaan VSD bisa
untuk mengaplikasikan motor AC maupun DC. Akan tetapi istilah inverter sering digunakan
untuk aplikasi motor AC. Inverter menggunakan frekuensi tegangan masuk untuk mengatur
kecepatan putaran motor. Jadi dengan memainkan perubahan frekuensi tegangan yang
masuk pada motor, maka kecepatan putaran motor akan berubah. Karena itu inverter
disebut juga variable speed drive.
Kecepatan putaran medan stator dapat di ditentukan dengan menggunakan rumus:

𝟏𝟐𝟎. 𝒇
𝒏𝑺 =
𝒑
Dimana :
ns = Kecepatan putaran medan stator (RPM)
120 = Konstanta
f = Frekuensi ( Hz )
p = Jumlah Kutup Motor ( Pole )

Untuk mengubah tegangan AC menjadi DC dibutuhkan penyearah (converter AC-


DC) dan biasanya menggunakan penyearah tidak terkendali (rectifier dioda) namun juga ada
yang menggunakan penyearah terkendali (thyristor rectifier). Setelah tegangan sudah
diubah menjadi DC maka diperlukan perbaikan kualitas tegangan DC dengan menggunakan
tandon kapasitor sebagai perata tegangan. Kemudian tegangan DC diubah menjadi
tegangan AC kembali oleh inverter dengan teknik PWM (Pulse Width Modulation). Dengan
teknik PWM ini bisa didapatkan amplitudo dan frekuensi keluaran yang diinginkan. Selain itu
teknik PWM juga menghasilkan harmonisa yang jauh lebih kecil dari pada teknik yang lain
serta menghasilkan gelombang sinusoidal, dimana kita tahu bahwa harmonisa ini akan
menimbulkan rugi-rugi pada motor yaitu cepat panas. Maka dari itu teknik PWM inilah yang
biasanya dipakai dalam mengubah tegangan DC menjadi AC (Inverter). Pada umumnya VSD
(Variable Speed Drive) digunakan untuk melakukan berikut ini:
1. Menyesuaikan kecepatan pengendali dengan keperluan kecepatan proses.
2. Menyesuaikan torque (Torsi) pengendali.
3. Menghemat energi dan meningkatkan efisiensi.
Kode Part Number VSD Schneider
2. Cara Kerja

Block Diagram VSD

Prinsip kerja inverter yang sedehana adalah :


1. Tegangan yang masuk dari jala- jala 220/380 volt dan frekuensi 50 Hz merupakan
tegangan arus bolak-balik (AC) dengan nilai tegangan dan frekuensi yang konstan.
Kemudian tegangan dan frekuensi yang masuk dialirkan ke board Rectifier/ penyearah
DC, dan ditampung ke kapasitor bank.
2. Untuk meratakan tegangan DC, maka tegangan dimasukkan ke DC link. Komponen yang
terdapat pada DC link berupa kapasitor atau induktor.
3. Tegangan DC kemudian diumpankan ke board inverter untuk dijadikan AC kembali
dengan frekuensi sesuai kebutuhan. Jadi dari DC ke AC yang komponen utamanya adalah
Semikonduktor aktif seperti IGBT ataupun PWM. Dengan menggunakan frekuensi carrier
(bisa sampai 20 kHz), tegangan DC dicacah dan dimodulasi sehingga keluar tegangan dan
frekuensi yang diinginkan.
3. Wiring Connection
Pada umumnya VSD memiliki Rangkaian Control yang dapat disetting kegunaannya.
Ada pula beberapa VSD yang menyediakan langsung perintah yang tidak bisa diganti, seperti
perintah Run, Forward, Reverse. Tetapi pada VSD Schneider ini memiliki perintah Input yang
dapat disesuaikan dengan kebutuhan. VSD Schneider yang umum digunakan pada Motor
Listrik Conveyor System adalah type ATV930. Wiring Connection VSD brand satu dan lainnya
kemungkinan berbeda, maka lihatlah dahulu Manual Book yang disediakan.

Wiring Connection VSD Schneider ATV930

Pada VSD Schneider ATV930 terdapat Digital Input, Digital Output, Analog Input
serta Analog Output yang masing-masing dapat diprogram kegunaannya. Sebagai contoh,
Perintah Run tersedia pada menu Digital Input (DI). Untuk Running VSD, ubahlah satu dari 8
Digital Input (DI1-DI8) menjadi Run pada saat setting.
4. Cara Setting
Setting ATV930 dapat langsung menggunakan Built in display pada VSD ataupun
menggunakan Remote Display yang tersedia. Setting VSD juga bisa menggunakan kabel
interface khusus yang bisa dihubungkan dengan komputer menggunakan Software SoMove.
Berikut adalah contoh Code untuk setting VSD :

Code Setting Built in Display


Cara Setting VSD melalui Remote Display dengan menekan tombol Home (Tombol
hijau bergambar rumah) kemudian masuk pada menu Setting dengan memasukan data
sebagai berikut :

Basic Setting VSD Schneider ATV930


5. Pemilihan VSD

Cara memilih VSD mirip dengan memilih softstarter. Pemilihannya menyesuaikan


kebutuhan di lapangan. Pemilihan VSD untuk Motor Conveyor menyesuaikan referensi pada
Name Plate Motor yang menjadi beban VSD tersebut. Untuk penggunaan Heavy Duty,
disarankan memilih VSD minimal 1 tingkat diatas Standar. Dibawah ini adalah contoh tabel
pemilihan VSD berdasarkan KW dan Ampere beban (Motor).

Tabel Pemilihan VSD

Anda mungkin juga menyukai