Anda di halaman 1dari 4

Laporan Ilmu Ukur Tanah Tahun 2018 Nilai:

Acara I Waktu Praktikum


Pengenalan Alat-alat Ukur
Disusun oleh Asisten Praktikum Tanggal Praktikum

Lampiran
1. Tabel 1.1 Alat Alat Ukur Tanah
2. Sketsa Alat Theodolite
Pembahasan
Pengukuran merupakan aktivitas membandingkan suatu besaran dengan besaran standar.
Suatu pengukuran dapat dilakukan dengan bantuan alat alat ukur. Konsep alat yang digunakan
untuk pengukuran memiliki dua kategori, pertama adalah operasi dan daya guna dilihat unsur
fungsional sistem alat ukur dan yang kedua ialah dilihat dari karakteristik statis dan dinamis
(Poerwanto dkk, 2008). Ilmu ukur tanah mempelajari cara pengukuran untuk menentukan posisi
relatif atau absolut pada permukaan tanah untuk memenuhi kebutuhan seperti pemetaan (Fish,
2007).
Metode ukur tanah dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu pengukuran langsung,
pengukuran optis, pengukuran dengan prinsip gelombang dan pengukuran dengan menggunakan
gelombang radio. Pengukuran langsung dapat dilakukan dengan cara menggunakan peralatan ukur
tanah berupa yallon, pita ukur, dan baak ukur. Yalon merupakan batang yang terbuat dari aluminum
atau besi dengan panjang 2m, memiliki diameter yang tidak terlalu besar, ujung yallon dibuat runcing
agar dapat menancap di permukaan tanah dan berwarna merah-putih agar mudah untuk mudah
dilihat. Yallon dapat digunakan dalam pengukuran tanah sebagai waterpass dalam memperjelas
sasaran yang akan dibidik, sebagai penanda titik yang akan ditembak sudutnya, dan pengukuran
jarak sederhana.
Alat ukur dalam metode pengukuran langsung selanjutnya adalah pita meter. Pita meter
merupakan rol atau pita yang memiliki skala pada sisi pita biasanya memiliki satuan centimeter,
meter dan inchi pada sisi sebaliknya. Pita meter dapat digunakan sebagai alat ukur jarak horisontal
antar dua yallon, sebagai alat pengukur jarak secara lagsung. Kelebihan dari pita meter adalah
dapat digulung kembali ketika sudah tidak terpakai sehingga mudah untuk dibawa. Kelemahan dari
pita ukur adalah adanya suatu kondisi yang terkadang menyebabkan terdapat lengkung di tengah
pengukuran. Lengkung tersebut disebabkan oleh kondisi atmosfer seperti angin, kondisi permukaan
tanah tidak rata, dan kondisi pengamat.
Baak ukur merupakan alat yang biasanya terbuat dari kayu, atau campuran alumunium
yang terdapat skala pembacaan. Baak ukur memiliki lebar 4 cm, panjang antara 3-5 m, skala
pembacaan dilengkapi dengan satuan meter, decimeter, centimeter, dan milimeter. Fungsi dari baak
ukur ialah dapat digunakan untuk pengukuran bersifat datar menggunakan pesawat waterpass yang
bertujuan untuk mencari beda tinggi antara dua titik dan mempermudah/membantu mengukur beda
tinggi antara garis bidik dengan permukaan tanah. Alat ini dilengkapi dengan nivo yang berfungsi
untuk mendapatkan sifat mendatar dari kedudukan alat tersebut di atas titik yang bersangkutan.
Standart pengukuran elevasi dengan sudut vertikal terdapat tiga benang yaitu benang atas, benang
tengah, dan benang bawah.
Metode pengukuran optis dapat dilakukan dengan menggunakan alat berupa waterpass,
theodolite, total station, dan abney level. Waterpass adalah suatu alat ukur tanah yang dipergunakan
untuk mengukur tinggi objek antara titik-titik saling berdekatan. Tinggi objek tersebut ditentukan
dengan garis-garis visir (sumbu teropong) horizontal yang ditunjukan ke rambu-rambu ukur yang
vertikal. Kekurangan dari waterpass analog adalah masih memerlukan alat bantu pengukuran
berupa bak ukur, rentan terhadap ralat penglihatan, dan hanya dapat mengukur satu sumbu
kemiringan (Wibowo, 2013).
Theodolite merupakan alat ukur jarak dan beda tinggi antara dua titik dengan keunggulan
dapat mengukur sudut vertikal. Fungsi dari theodolite adalah untuk pengukuran sudut yaitu sudut
mendatar dinamakan sudut horizontal dan sudut tegak yang dinamakan sudut vertikal dimana sudut
tersebut berperan dalam penentuan jarak mendatar dan jarak tegak diantara dua buah titik
lapangan. Sifat penting yang perlu diperhatikan dalam theodolite adalah pemeriksaan dan cara
mengatur sumbu. Kesalahan yang mungkin terjadi selama pengukuran diantaranya adalah
kesalahan sumbu nivo terhadap sumbu pertama, kesalahan garis bidik terhadap sumbu kedua,
kesalahan pada indeks lingkaran vertikal, kesalahan pembidikan dan kesalahan pada skala
lingkaran (Frick, 1979).
Total station merupakan perpaduan antara alat ukur jarak dan sudut elektronik yang
dilengkapi dengan sistem memori dan micro komputer untuk melakukan hitungan-hitungan
sederhana. Kesalahan data ukuran menggunakan Total Station terutama yang bersumber dari faktor
manusia dapat diminimalkan. Waktu pengukuran menggunakan alat Total Station dapat lebih cepat
dibandingkan dengan theodolit. Data ukuran yang bisa diperoleh dengan melakukan pegukuran
menggunakan total station adalah beda tinggi (Parseno dan Yulaikhah, 2010).
Abney level merupakan sebuah alat yang di pakai untuk mengukur ketinggian yang terdiri
dari skala busur derajat. Beberapa kelebihan abney level adalah mudah untuk digunakan, relative
murah dan akurat. Abney level di gunakan untuk mengukur derajat dan elevasi topografi. Alat ini
berupa teropong yang dilengkapi dengan busur setengan lingkaran. Abney level tersusun atas
bagian lensa objektif, leveling, skala klinometer dan lensa okuler.
Metode pengukuran dengan prinsip gelombang (EDM) dapat dilakukan dengan
menggunakan alat distometer dalam penggunaannya memanfaatkan laser. Distometer merupakan
alat yang berfungsi untuk mengukur jarak tertentu menggunakan laser yaitu hanya dengan
mengarahkan laser ke batas jarak yang ingin diukur, dapat menunjukan dengan cepat hasil dari
pengukuran jarak dari suatu objek ke objek lainnya, dapat mengukur, jarak, luas dan volume suatu
objek. Kelebihan dari distometer adalah jarak meter laser yang kecil dan akurat, sangat akurat ±
1mm, akurasi sesuai dengan ISO 16331-1 Standar, flip-out end-cut dengan deteksi posisi otomatis ,
mudah digunakan, dan memiliki fungsi pythagoras – untuk tinggi langsung dan pengukuran lebar
tempat tidak dapat diakses.
Metode pengukuran dengan menggunakan gelombang radio misalnya menggunakan GPS.
GPS adalah sistem radio navigasi dan penentuan posisi menggunakan satelit. Sistem GPS didesain
untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta informasi mengenai waktu, secara
kontinyu tanpa bergantung waktu dan cuaca, bagi banyak orang secara simultan. GPS memiliki
berbagai macam peran terutama dalam bidang militer, digunakan untuk navigasi, digunakan untuk
sistem informasi geografis, dan digunakan dalam pelacakan kendaraan (Pramono, 2010).
Pengukuran sudut horizontal selain menggunakan waterpass dapat menggunakan kompas
geologi. Kompas geologi adalah alat navigasi untuk mencari arah berupa busur panah yang
penunjuk magnetis yang menyesuaikan dengan magnet bumi secara akurat. Selain untuk mengukur
komponen arah juga dapat digunakan untuk mengukur komponen besar sudut. Kompas geologi
berfungsi sebagai alat ukur arah azimuth profiling serta mengukur dip dan strike apabila ditemukan
singkapan lipasan batuan. Bagian bagian dari kompas geologi diantaranya adalah engsel pengintai,
garis visir, kaca cermin, lubang pengintai, lingkaran derajat, nivo tabung dan nivo bulat, indeks pin,
pengunci jarum magnet, lengan pengintai, jarum magnet, klinometer level dan sighting tip.
Pemilihan dan penggunaan alat ukur tanah dapat disesuaikan dengan tujuan pengukuran.
Penting untuk mengenali terlebih dahulu alat alat yang akan digunakan. Apabila surveyor telah
mengetahui fungsi, cara penggunaan alat, pemasangan alat, cara kalibrasi alat dan cara
pembacaan data dengan benar maka dapat meminimalisir kesalahan dalam pengumpulan data.
Sehingga data yang dihasilkan akurat dan dapat digunakan.
Kesimpulan
1. Pengenalan alat ukur tanah sangat penting untuk dilakukan agar sebelum mengukur tanah
mengetahui secara pasti pemilihan alat yang dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan
tujuan pengukuran.
2. Pengenalan alat ukur tidak hanya terbatas pada mengetahui fungsi tetapi juga cara
penggunaan alat agar saat menggunakan alat tidak terdapat salah mengoperasikan bagian
alat dan menyebabkan kerusakan alat. Pengetahuan cara pembacaan data hasil
pengukuran penting diketahui agar tidak terdapat kesalahan pembacaan sehingga data
yang diperoleh akurat.
Referensi
Fish, J. C. L. (2007). Coordinates of Elementary Surveying. London: Curzon Press.
Frick, H. 1979. Ilmu dan Alat Ukur Tanah. Yogyakarta. Kanisius.
Parseno dan yulaikhah. 2010. Pengaruh Sudut Vertikal Terhadap Hasil Ukuran Jarak dan Beda
Tinggi Metode Trigonometris Menggunakan Total Station Nikon DTM 352. Forum Teknik
Vol. 33, No. 3, September 2010.
Poerwanto., Hidayati, J., dan Anizar. 2008. Instrumentasi dan Alat Ukur. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Pramono, H. S. (2010). Pembacaan Posisi Koordinat dengan GPS (Global Positioning System)
sebagai Pengendali Palang Pintu Rel Kereta Api secara Otomatis untuk Penambahan
Aplikasi Modul Praktek Mikrokontroler. Makalah. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Wibowo, E. 2013. Waterpass Digital Menggunakan Sensor Accelerometer 3 Sumbu. Skripsi.
Program Studi Teknik Elektro FTEK-UKSW.
TUGAS
1. Sebutkan 5 penggunaan ilmu ukur tanah selain untuk survei properti dan persil!
2. Apa yang dimaksud dengan istilah geomatika? Apa kaitan istilah tersebut dengan ilmu ukur
tanah?
Jawaban
1. Manfaat penggunaan ilmu ukur tanah diantaranya adalah
a. Sebagai dasar pengukuran topografi pada survei terestis: mementukan lokasi alam dan
budaya manusia serta elevasi yang dipakai dalam pembuatan peta.
b. Sebagai dasar pengukuran kadastral: pengukuran tertutup untuk mementapkan batas
kepemilikan tanah.
c. Sebagai dasar dalam pembuatan peta kontur- DEM
d. Sebagai dasar untuk membuat profil melintang
e. Sebagai dasar dalam penentuan batas wilayah
f. Dapat digunakan sebagai akuisisi data spasial
g. Sebagai dasar dalam survei morfometri hidrologi: menentukan garis pantai dan kedalaman
laut, danau sungai dan bendungan.
h. Sebagai dasar survei tambang : Pengukuran tambang yakni untuk pedoman penggalian
terowongan dan overburden

2. Geomatika merupakan salah satu bidang ilmu yang mendalami tentang pengumpulan
pemrosesan, analisis, tampilan, dan menejemen informasi spasial. Data dan informasi spasial
didapat melalui pengukuran terestris, extra terestris atau gabungan keduanya. Disiplin Ilmu
geomatika khususnya dalam pendekatan ilmu ukur tanah menggunakan alat khusus guna
untuk mendapatkan suatu data spasial. Data tersebut berasal dari berbagai sumber, dari
satelit-satelit yang mengorbit bumi, sensor-sensor laut dan udara, dan peralatan ukur di
daratan. Pengumpulan data dan informasi spasial diperoleh dari pengukuran tanah yang
dilakukan.