Anda di halaman 1dari 9

P E M E R I N TAH KAB U PAT E N B O Y O LAL I

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR


RUMAH SAKIT RUMAH
UMUM SAKIT UMUMSIMO
DAERAH DAERAH SIMO
Jalan Kebon Ijo Ds. Simo Kec
KABUPATEN Simo, Kab Boyolali. 57377
BOYOLALI
Nomor Telp / Faks ( 0276 ) 3294719 Email : rsusimo@yahoo.com
NOMOR : 445 /537/ MFK / 2017

TENTANG

KEBIJAKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN


DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SIMO

DIREKTUR RSUD SIMO

Menimbang : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit


Umum Daerah Simo maka diperlukan penyelenggaraan Pengelolaan
fasilitas dan lingkungan serta keselamatan yang baik.
b. Bahwa agar keselamatan dan keamanan di lingkungan RSUD Simo
dapat terwujud, maka disusun panduan keselamatan dan keamanan di
lingkungan RSUD Simo;
c. Bahwa untuk maksud butir a dan b maka diperlukan Keputusan
Direktur tentang kebijakan keselamatan dan keamanan di RSUD
Simo .
Mengingat : 1. Undang-undang no 36 taun 2009 tentang kesehatan

2. Undang – undang no 44 tahun 2009 tentang rumah sakit

3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 12 tahun 2012 tentang


Akreditasi Rumah Sakit

4. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 432/Menkes/SK/IV/2007


Tentang Pedoman Manajemen K3

Peraturan Bupati Boyolali Nomor 45 Tahun 2015 Tentang Tata Kelola


5.
Rumah Sakit Umum Daerah Simo Kabupaten Boyolali Sebagai Satuan
Kerja Perangkat Daerah Dengan Pola Penelolaaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah
MEMUTUSKAN
Menetapkan : LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD
SIMO
KESATU : KEPUTUSAN DIREKTUR
NOMORRSUD: 445 SIMO TENTANG
/ 537 / MFK / 2017 KEBIJAKAN
TENTANG : KEBIJAKAN KESELAMATAN DAN
KESELAMATAN DAN KEAMANANKEAMANAN
DI RSUD SIMO DI RSUD SIMO

KEDUA : Memberlakukan Kebijakan Keselamatan dan Keamanan di Rumah Sakit


Umum Daerah Simo sebagaimana tercantum dalam keputusan ini.

KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana
mestinya.

Ditetapkan di Simo
Pada Tanggal ......................... 2017

DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SIMO

FX. KRISTANDIYOKO

KEBIJAKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN DI RSUD SIMO


a. Rumah Sakit Umum Daerah Simo Melaksanakan identifikasi area yang berisiko dari aspek
keamanan dan keselamatannya (bangunan,ruangan,peralatan/perabotan dan fasilitas
lainnya yang berpotensi menimbulkan cedera)
b. Melakukan monitoring area yang beresiko terjadinya masalah keamanan dengan cara
pemasangan CCTV di daerah berisiko dan menempatkan acces control di daerah berisiko
keamanan.
c. Melaksanakan pemberian tanda pengenal/identitas kepada staf, pasien,pengunjung, dan
tamu di lingkungan rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh penghuni
rumah sakit dapat diidentifikasi dan menghindari adanya kejahatan
perorangan,kehilangan,kerusakan atau pengrusakan barang pribadi di lingkungan rumah
sakit.
d. Melakukan pencegahan kejadian cedera pada pasien, keluarga, pengunjung,dan staf
(menyediakan fasilitas yang aman )
e. Melaksanakan pengawasan serta pengendalian lingkungan selama masa pembangunan dan
renovasi
f. Melaksanakan pemeriksaan fasilitas fisik secara komprehensif (mencatat semua perabot
yang tajam dan rusak yang dapat mengakibatkan cidera,fasilitas yang perlu perbaikan dan
pemeliharaan secara rutin).
g. Melaksanakan proteksi kehilangan dan kerusakan fasilitas
h. Memastikan Rumah Sakit sebagai kawasan tanpa asap rokok
i. Memastikan bahwa badan independen dalam fasilitas pelayanan mematuhi program
keselamatan dan keamanan, bahan berbahaya, manajemen bencana, dan pengamanan
kebakaran
j. Menyusun rencana dan anggaran untuk meningkatkan atau mengganti sistem, bangunan
atau komponen untuk fasilitas fisik.

PANDUAN
KESELAMATAN DAN KEAMANAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SIMO
Jl. Kebon Ijo Simo,Boyolali,Jawa Tengah 57377
Telp/Fax: (0276) 3294719
Email : rsusimo@yahoo.com

LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD


SIMO
NOMOR : 445 /537/ MFK / 2018
TENTANG : KEBIJAKAN KESELAMATAN DAN
KEAMANAN DI RSUD SIMO

PANDUAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN


DI RSUD SIMO BOYOLALI
BAB I
DEFINISI

Rumah sakit umum daerah simo merupakan suatu unit pelayanan kesehatan di
lingkungan Kabupaten Boyolali memiliki misi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
kepada masyarakat khususnya dilingkungan Kabupaten Boyolali.
Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat
tersebut maka salah satu caranya adalah dengan mengelola fasilitas dan lingkungan serta
keselamatan di RSUD Simo.
Setiap pengunjung maupun pasien berhak atas kenyamanan yang diperoleh dari
Rumah Sakit, untuk itu perlu dijaga keselamatan maupun kemanannya. Peraturan
perusahaan dan pemeriksaan oleh yang berwenang di daerah menentukan bagaimana
fasilitas dirancang, digunakan dan dipelihara. Seluruh Rumah Sakit tanpa memperdulikan
besar kecilnya dan sumber daya yang dimiliki, harus mematuhi ketentuan yang berlaku
sebagai bagian dari tanggung jawab mereka terhadap pasien, keluarga, staf dan para
pengunjung.
Rumah Sakit harus mematuhi peraturan perundangan dan memahami tentang
detail fasilitas fisiknya untuk dapat menyusun perencanaan. Secara proaktif mengumpulkan
data dan menggunakannya dalam strategi mengurangi risiko dan meningkatkan keselamatan
dan keamanan lingkungan asuhan pasien, yang pada akhirnya semua fasilitas yang tersedia
mampu mendukung keselamatan masyarakat yang ada di Rumah Sakit.
Agar upaya keselamatan dan keamanan fasilitas di RSUD Simo,Boyolali dapat
berjalan seperti yang diharapkan maka perlu disusun Panduan Keselamatan dan Kemanan
Fasilitas Fisik RSUD Simo Boyolali.

BAB II
RUANG LINGKUP

 Panduan ini diterapkan untuk Pelaksanaan kegiatan Manajemen Risiko Fasilitas dan
Lingkungan adalah:
1. Meningkatkan keterlibatan staf dan unit independen di lingkungan Rumah Sakit terhadap
program Manajemen Risiko Fasilitas dan Lingkungan
2. Meningkatkan kepedulian terhadap tanggap darurat/ manajemen bencana
3. Meningkatkan angka kejadian risiko kebakaran menjadi nihil kejadian
4. Menurunkan angka kejadian kecelakaan kerja

 Kebijakan :
1. identifikasi area yang berisiko dari aspek keamanan dan keselamatannya
(bangunan,ruangan,peralatan/perabotan dan fasilitas lainnya yang berpotensi
menimbulkan cedera)
2. monitoring area yang beresiko terjadinya masalah keamanan dengan cara
pemasangan CCTV di daerah berisiko dan menempatkan acces control di daerah
berisiko keamanan.
3. pemberian tanda pengenal/identitas kepada staf, pasien,pengunjung, dan vendor di
lingkungan rumah sakit.Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh penghuni rumah
sakit dapat diidentifikasi dan menghindari adanya kejahatan
perorangan,kehilangan,kerusakan atau pengrusakan barang pribadi di lingkugna
rumah sakit.
4. Pencegahan kejadian cedera pada pasien, keluarga, pengunjung,dan staf
(menyediakan fasilitas yang aman )
5. Pengawasan serta pengendalian lingkungan selama masa pembangunan dan renovasi
6. Pemeriksaan fasilitas fisik secara komprehensif (mencatat semua perabot yang tajam
dan rusak yang dapat mengakibatkan cidera,fasilitas yang perlu perbaikan dan
pemeliharaan secara rutin).
7. Proteksi kehilangan dan kerusakan fasilitas
8. Rumah Sakit sebagai kawasan tanpa asap rokok
9. Badan independen dalam fasilitas pelayanan mematuhi program keselamatan dan
keamanan, bahan berbahaya, manajemen bencana, dan pengamanan kebakaran
10. Rencana dan anggaran untuk meningkatkan atau mengganti sistem, bangunan atau
komponen untuk fasilitas fisik.

BAB III
TATA LAKSANA

I. Melaksanakan identifikasi/assesmen area yang berisiko dari aspek keamanan dan


keselamatannya (bangunan,ruangan,peralatan/perabotan dan fasilitas lainnya yang
berpotensi menimbulkan cedera)

II. Melakukan assesmen risiko pra konstruksi (PCRA) setiap ada konstruksi,renovasi atau
penghancuran bangunan,
Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan audit (pengisian ceklist PCRA) pada
kontraktor atau pihak ketiga yang akan melakukan pebangunan,renovasi atau
pembongkaran. Ceklist PCRA tersebut meliputi :
 Kualitas udara
 Pengendalian infeksi
 Utilitas
 Kebisingan
 Getaran
 Bahan berbahaya
 Layanan darurat,seperti respon terhadap kode
 Bahaya lain yang mempengaruhi perawatan,pengobatan dan layanan.
Selain itu rumah sakit memastikan bahwa kepatuhan kontraktor dipantau,ditegakkan dan
didokumentasikan
Dalam penyusunan PCRA individu atau organisasi yang ditunjuk untuk melakukan
pengawasan dan penerapan manajemen risiko fasilitas dan lingkungan agar melakukan
koordinasi dengan PPi karena antara PCRA dan ICRA merupakan kesatuan yang tidak
bisa dipisahkan.

III. Melakukan pencegahan kejadian cedera pada pasien, keluarga, pengunjung,dan staf
dengan menyediakan fasilitas yang aman,dengan tujuan untuk mencegah terjadi
kecelakaan dan cedera,mengurangi bahaya dan risiko serta mempertahankan kondisi
aman bagi pasien,keluarga,staf,pengunjung.

IV. Melaksanakan pemberian tanda pengenal/identitas kepada staf,


pasien,pengunjung,penunggu,penyewa lahan/tenant dan tamu di lingkungan rumah
sakit.Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh penghuni rumah sakit dapat
diidentifikasi dan menghindari atau melindungi dari kejahatan
perorangan,kehilangan,kerusakan atau pengrusakan barang pribadi di lingkungan rumah
sakit,sehingga menciptakan lingkungan yang aman.

V. Melakukan monitoring area yang beresiko (seperti ruang bayi,dan kamar operasi,daerah
yang beresiko lainnya seperti ruang anak,ruang lanjut usia dan keluarga pasien rentan
yang tidak dapat melindungi diri sendiriatau memberi tanda minta bantua bila terjadi
bahaya)
Monitoring ini dilakukan dengan memasang kamera CCTV yang dapat dipantau di ruang
satpam
Pemasangan kamera CCTV tidak diperbolehkan di ruang pasiendan tetap harus
memperhatikan hak privasi pasien.
Monitoring melalui kamera CCTV juga diperlukan untuk daerah terpencil atau
terisolasi,area parker dan area lainnya yang sering terjadi kehilangan atau gangguan
keamanan di rumah sakit
Fokus pemantauan diberlakukan untuk pasien,pengunjung dan satf/karyawan RSUD
Simo.
Titik lokasi penempatan/pemasangan kamera CCTV di RSUD Simo ada di 16 titik

VI. Melaksanakan pemeriksaan fasilitas fisik secara komprehensif (mencatat semua perabot
yang tajam dan rusak yang dapat mengakibatkan cidera,fasilitas yang perlu perbaikan dan
pemeliharaan secara rutin).
Penanggung jawab keselamatan dan keamanan dalam manajemen risiko fasilitas dan
lingkungan atau petugas IPSRS secara rutin melakuakn inspeksi/monitoring pemeliharan
fasilitas fisik (gedung,sarana,utilitas dll)
VII. RSUD Simo Menyediakan fasilitas yang aman sesuai dengan peraturan dan perundangan
sebagai contoh : setiap tangga ada pengangannya,lantai tidak licin dll

VIII. Memastikan bahwa badan independen dalam fasilitas pelayanan mematuhi program
keselamatan dan keamanan, bahan berbahaya, manajemen bencana, dan pengamanan
kebakaran

IX. Menyusun rencana dan anggaran untuk meningkatkan atau mengganti sistem, pengurusan
perijinan,pemeriksaan air,pemeriksaan udara,pemeriksaan kuman dan pemenuhan standar
fisik bangunan.

BAB IV
DOKUMENTASI

I. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan


1. Melakukan pemantauan kesesuaian waktu pelaksanaan kegiatan terhadap pelaksanaan
kegiatan berdasarkan jadwal yang telah direncanakan
2. Melakukan pencatatan dan pelaporan terhadap hasil pelaksanaan kegiatan
3. Melaksanakan evaluasi dan tindak lanjut dari hasil laporan tersebut

II. Pencatatan, Pelaporan dan


Ditetapkan di Simo
Evaluasi Kegiatan Pada Tanggal ......................... 2018
1. Melakukan pencatatan dan
pelaporan dari seluruh DIREKTUR hasil
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SIMO
evaluasi dan tindak lanjut
program kegiatan.
2. Melakukan evaluasi seluruh
kegiatan program FX. KRISTANDIYOKO bersama
Pihak manajemen Rumah Sakit.
LAMPIRAN II : SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR
RSUD SIMO
NOMOR : 445 /537/ MFK / 2018
TENTANG : KEBIJAKAN KESELAMATAN DAN
KEAMANAN DI RSUD SIMO

DAFTAR AREA BERESIKO TENTANG KESELAMATAN DAN KEAMANAN


DI RSUD SIMO

NO JENIS RISIKO AREA YANG BERISIKO


1 Ancaman Kekerasan/kejadian kekerasan - semua area di lingkungan rs
di lingkungan rumah sakit

Kecelakaan pengunjung
2
Kehilangan barang/uang

Kerusuhan massal
2
Penculikan bayi/anak
2
Penculikan mayat/organ
3
Pencurian barang/uang
4
Penyalahgunaan tanda pengenal rs
5

Anda mungkin juga menyukai