Proses Pengiriman Terpusat
Proses Pengiriman Terpusat
4.1.1 Pengertian
Seluruh order yang dipesan oleh outlet melalui SR (ROAM) ataupun dari pihak
NCC secara otomatis akan ter-record di sistem. Pada malam hari hasil order
tersebut akan di-planningkan (dispatch) oleh tim National Dispatcher, melalui
software yang disebut Shortrec.
- Dua karakter pertama pada nama load merupakan delloc dari DC apa Load
tersebut di delivery
- Karakter ke tiga adalah hari ke apa load tersebut dikirim (jika load tersebut
adalah load tunggal maka diberi angka 1 – 6 yang mewakili hari senin
sampai sabtu, jika load tersebut adalah reload maka karakter ke 3 diganti
dengan huruf, jika reload sekali maka huruf nya adalah A- F untuk mewakili
hari Senin sampai Sabtu, jika load tersebut adalah reload yang ke dua maka
huruf G – L untuk mewakili hari Senin sampai Sabtu dan seterusnya.
- Karakter ke 4 dan 5 adalah urutan pembuatan Load tersebut yang dibuat
oleh dispatcher.
Untuk load reload memiliki ketentuan seperti dibawah ini :
Business Process centralized dispatch dapat dilihat pada Gambar 4.1 dibawah ini:
Personil Aktivitas
National - Melakukan pembuatan load dari seluruh order (by TO SR)
Dispatcher yang telah ada di system (cut off Pk 20.00 setiap harinya).
- Memastikan komposisi load merupakan komposisi paling
efisien untuk melakukan pengiriman.
- Memastikan tidak ada pemborosan penggunaan truk CCAI di
masing-masing DC.
- Melakukan control (preview & review) terhadap rencana dan
planning dispatch.
4.1.5 Parameter
National Dispatcher juga memiliki beberapa paramater yang telah di sepakati dalam
melakukan proses Dispatch.
Kapasitas setiap truk maksimum 110% dari beban maksimum truk
Delivery time maksimum 10 jam / load
Selain itu Dispatcher juga harus memperhatikan jumlah truk yang ada / available di
setiap DC. Komunikasi dengan pihak DC dan fleet juga diperlukan untuk menjaga
ke akuratan hasil dispatch.
4.2.1 Pengertian
Pengiriman produk ke outlet sesuai dengan load yang telah dibuat oleh tim
National Dispatch
Delivery supervisor tidak boleh merubah hasil dispatch kecuali :
- Personil & Truk jika ada yang tidak masuk / Rusak
- Redelivery Process
- Banyak produk yang OOS sehingga load bisa digabung
Business Process 48 hours delivery or more dapat dilihat pada Gambar 4.2
dibawah ini:
Personil Aktivitas
National - Dispatch order dari SR, buat dalam 1 load sesuai route
Dispatcher - Assign Personil dan truk pada tiap load
WH Operator - Melakukan proses pengecekan serah terima atas hasil picking
1 (Shipper) dari loader dan check out load
- Adjust load bila terjadi OOS produk
- Cetak LOSLIS dan invoice
WH Operator - Racik produk sesuai Pick Slip dan memastikan bahwa hasil pre-
2 (Loader) picking tersebut diletakkan sesuai SOP yang benar
- Load produk ke truk sesuai LOSLIS (delete bukan job desc)
Delivery - Assign / update Personil dan truk bila diperlukan
Supervisor - Mencetak delivery list yang akan diassign untuk setiap DM
- Menarik Pick Slip dan serahkan pada WH Ops 2 (Loader) untuk
racik produk
DC Admin - Melakukan settlement untuk semua load
- Input reason code untuk semua unproductive order
Cashier - Terima cash sales dan route expense dari Deliveryman
- Setor cash sales ke pick-up service
Dokumen terkait dari proses penerimaan produk antara lain adalah sebagai berikut:
LOSLIS (preprinted)
Dokumen ini digunakan untuk melakukan mengontrol produk dan jumlahnya
yang keluar dari DC untuk load manual tersebut.
Delivery List
Dokumen ini digunakan sebagai panduan bagi Deliveryman untuk melakukan
pengiriman ke outlet. Karena di dalamnya berisi urutan pengiriman, nama
outlet, alamat outlet dan jumlah produk.
4.3.1 Pengertian
Business Process local dispatch dapat dilihat pada Gambar 4.3 dibawah ini :
Proses Same Day Delivery dilakukan pada hari yang sama (day 0) setelah SR
melakukan Taking Order dan input order via ROAM.
Delivery Spv menerima request Same Day Delivery dari SR, download /
menarik data order via Basis.
Tim SO melakukan request approval Same Day Delivery via e-mail kepada
Logistic Director dan di cc kan kepada National Distribution Manager, disertai
dengan informasi outlet, produk, quantity dan alasan mengapa diperlukan same
day delivery.
Delivery Spv membuat load dengan cara local dispatching menggunakan Basis,
input delivery date menjadi tanggal same day delivery dan finalisasi load agar
dapat cetak Pick Slip dan delivery list.
Pick Slip diserahkan kepada loader untuk diracik, shipper finalisasi load dan
cetak LOSLIS dan Invoice.
Personil Aktivitas
Sales Representative - Taking Order dan input via Roam
(SR) - Request Same Day Delivery kepada Logistic Director (cc :
National Distribution Manager) via email
Delivery Spv - Menarik order via Basis
- Local dispatch menggunakan menu Order Entry Basis
setelah menerima approval dari Logistic Director
- Finalisasi Order Entry Basis dan print Pick Slip
Logistic Director - Approve request same day delivery dari tim SO
Warehouse Operator - - Finalisasi Load
1 (Shipper) - Print LOSLIS dan Invoice
- Melakukan serah terima dengan Warehouse Op 2 untuk hasil
racikan yang sudah selesai
- Melakukan serah terima produk dengan Deliveryman
berdasarkan “Final Load”
Warehouse Operator - - Racik produk berdasarkan Pick Slip
Dokumen terkait dari proses penerimaan produk antara lain adalah sebagai berikut:
LOSLIS (preprinted)
Dokumen ini digunakan untuk melakukan mengontrol produk dan jumlahnya
yang keluar dari DC untuk load manual tersebut.
Delivery List
Dokumen ini digunakan sebagai panduan bagi Deliveryman untuk melakukan
pengiriman ke outlet. Karena di dalamnya berisi urutan pengiriman, nama
outlet, alamat outlet dan jumlah produk.
Dokumen Pendukung
Dokumen ini digunakan sebagai pendukung mengenai local dispatch ini
dilakukan, serta berisi request dan alasan mengapa same day delivery ini
dilakukan. Contoh : email approval, email request
Input 1 – Maintain
Input Lokasi, Delivery Date dan buat Nama Load Manual untuk Same Day
Delivery
Input lokasi, delivery date dan status load (OE) sesuai dengan yang telah dibuat
sebelumnya
Input 9 – Master Data untuk memasukkan personil dan truk pada load manual
tersebut
Input 7 – Finalize untuk memfinalisasi load, load siap ditarik pada menu LC
Load Update untuk proses pencetakan Pick Slip, LOSLIS dan Invoice
4.4.1.1 Pengertian
Early delivery merupakan proses pengiriman produk ke outlet yang dieksekusi oleh
tim DC dengan waktu lebih awal dari delivery date-nya.
Hal – hal yang perlu diperhatikan pada saat ingin melakukan Early Delivery adalah
sebagai berikut :
Business Process early delivery dapat dilihat pada Gambar 4.4 dibawah ini :
Gambar 4.4 – Business Process – Early Delivery
Personil Aktivitas
Dokumen terkait dari proses early delivery antara lain adalah sebagai berikut :
LOSLIS
Dokumen ini digunakan sebagai mencatat jumlah pengeluaran dan penerimaan
full goodss (on hand) dan juga empties dari outlet.
Invoice
Dokumen ini digunakan sebagai bukti pembayaran dari outlet, dan dokumen
untuk melakukan settlement
Ketik “Tanggal” menurut DELDATE yang tertera di fisik Inv -> kemudian
ENTER 2x
Ketik Option 7 (Check In) -> kemudian ENTER. Lalu, masukkan tanggal dan
waktu sesuai actual Check In.
Akan muncul message error “LCW0106 Check In date is less than delivery
date”-> Tekan F11 sampai message tersebut hilang.
Ketik Option 32 (Update Inload ) jika ada produk in load -> kemudian ENTER
Akan muncul message error “LCW1811 Route is already check out” -> Tekan
F11.
Entry produk in-load sesuai dengan LOSLIS. Jika muncul message error seperti
di bawah ini, tekan tombol F11.
Note: Pastikan bahwa Deldate merujuk ke tanggal tertera di fisik LOSLIS dan
Effective date adalah tanggal actual delivery.
Proses Early Settlement
Pada saat muncul tampilan seperti dibawah, silahkan ketik tanggal sesuai
dengan actual delivery
Saat itu, tampilan akan memunculkan Route Number/ Batch yang belum di-
settle
Pilih lah Route Number yang akan dilakukan Early Delivery dan ketik Option 1
(Settle) -> kemudian ENTER
Pada saat muncul tampilan di bawah dengan “message error”, silahkan tekan
F11 sampai tiba di tampilan berikutnya.
4.4.2.1 Pengertian
1 x 24 jam delivery adalah pengiriman yang dilakukan lebih awal daripada waktu
yang seharusnya (2 x 24 jam) karena adanya request dari tim Sales & Marketing
(kebutuhan dari pihak outlet).
Hal – hal yang perlu diperhatikan pada saat pelaksanaan 1 x 24 jam adalah
sebagai berikut :
Time Window dan Kesiapan Outlet Penerima
Posisi stock di DC mencukupi
Kesiapan armada DC (Personil, mobil, dan lain-lain)
Approval dari National Distribution Manager / Operation Logistics Manager
Adanya request (by email) untuk 1 x 24 jam dengan details (Outnum, Nama
Outlet, Detail SKU dan Qty) dan approval dari National Distribution Manager /
Operation Logistics Manager.
Request hari diajukan oleh tim sales pada maksimum Pk 18.00 setiap harinya
Tim Warehouse akan akan melakukan proses dari print Pick Slip, pre picking,
printed LOSLIS, dan printed Customer Invoice sesuai load yang telah dibuat
DC Admin melakukan settlement seperti biasa sesuai guidance SOP yang telah
berlaku
Business Process 1 x 24 hours delivery dapat dilihat pada Gambar 4.5 dibawah ini:
Gambar 4.5 – Business Process – 1 x 24 Hours Delivery
Personil Aktivitas
Dokumen terkait dari proses early delivery antara lain adalah sebagai berikut :
LOSLIS
Dokumen ini digunakan sebagai mencatat jumlah pengeluaran dan penerimaan
full goodss (on hand) dan juga empties dari outlet.
Invoice
Dokumen ini digunakan sebagai bukti pembayaran dari outlet, dan dokumen
untuk melakukan settlement
4.4.3.1 Pengertian
Late delivery merupakan proses pengiriman produk ke outlet yang dieksekusi oleh
tim DC diatas 2 x 24 jam dikarenakan proses delivery dieksekusi di H+1 Delivery
Date disebabkan oleh :
Late settlement adalah proses delivery ke outlet dimana pengiriman oleh tim DC
sudah dilakukan sesuai proses 2 x 24 jam, akan tetapi proses settlement tertunda
dikarenakan beberapa hal seperti :
Proses bongkar yang terlambat dari outlet
Jarak tempuh ke outlet yang jauh
Keadaan jalan yang terhambat (macet, tanah longsor, banjir, etc)
Perbedaan definisi antara Late Delivery dan Late Settlement adalah Late Delivery
pasti akan mengarah ke Late Settlement, akan tetapi Late Settlement belum tentu
Late Delivery.
Hal – hal yang perlu diperhatikan pada saat pelaksanaan Late Delivery dan Late
Settlement adalah sebagai berikut :
Time Window dan Kesiapan Outlet Penerima
Posisi stock di DC
Kesiapan armada DC (Personil, mobil, dan lain-lain)
Pada saat proses settlement penggunaan .144 hanya untuk proses late
settlement. Tidak diizinkan penggunaan .144 untuk proses settlement di late
delivery.
Business Process late delivery dan late settlement dapat dilihat pada Gambar 4.6
dan Gambar 4.7 dibawah ini :
Gambar 4.6 – Business Process – Late Delivery
Tabel 4.6 – Tugas dan Aktivitas – Late Delivery & Late Settlement
Personil Aktivitas
DC Manager - Berkomunikasi dengan OLM adanya potensi Late Delivery/
Late Settlement
- Berkoordinasi dengan tim Warehouse tentang keadaan On
Floor Stock untuk keperluan Late Delivery
Delivery - Meng-assign load-load early tersebut ke DM
Supervisor
Tim - Melihat potensi OOS untuk kegiatan Late Delivery
Warehouse - Melakukan aktivitas pre picking, final LOSLIS dan Invoice
berdasarkan request Late Delivery
Tim - Melakukan settlement Late Delivery sesuai actual dan
Administrasi guidance yang ada
Dokumen terkait dari proses early delivery antara lain adalah sebagai berikut :
LOSLIS
Dokumen ini digunakan sebagai mencatat jumlah pengeluaran dan penerimaan
full goodss (on hand) dan juga empties dari outlet.
Invoice
Dokumen ini digunakan sebagai bukti pembayaran dari outlet, dan dokumen
untuk melakukan settlement.
Ketik “Tanggal” menurut DELDATE yang tertera di fisik Inv -> kemudian
ENTER 2x
Ketik nama “LOAD” yang akan dilakukan Late Check-In pada saat muncul
tampilan di bawah
Ketik Option 7 (Check In) -> kemudian ENTER. Lalu, masukkan tanggal dan
waktu sesuai actual Check In. Tekan F11 pada saat timbul message error di
tampilan BASIS.
Ketik Option 32 (Update Inload ) jika ada produk in load -> kemudian ENTER.
Tekan F11 pada saat timbul message error di tampilan BASIS.
Entry produk in-load sesuai dengan LOSLIS. Jika muncul message error
seperti di bawah ini, tekan tombol F11.
Note: Pastikan bahwa Deldate merujuk ke tanggal tertera di fisik LOSLIS dan
Effective date adalah tanggal actual delivery.
Proses Settlement
Pada saat muncul tampilan seperti dibawah, silahkan ketik tanggal sesuai
dengan actual delivery
Pilih lah Route Number yang akan dilakukan Late Delivery dan ketik Option 1
(Settle) -> kemudian ENTER
Setelah itu, tekan “SHIFT” dan “F8” secara bersamaan dan “Load” itu pun akan
berpindah ke tanggal settlement di hari setelah nya.
4.4.4.1 Pengertian
Definisi dari Delivery with 3 rd Party adalah proses delivery dimana proses
pengiriman produk ke outlet menggunakan truck transporter dengan beberapa
parameter sebagai berikut :
Keterbatasan kapasitas truk untuk proses delivery
Transaksi Credit
Order Qty minimum 400 PC (jumlah ini dapat berubah-rubah sewaktu-waktu)
Hal – hal yang perlu diperhatikan pada saat pelaksanaan Delivery with 3 rd Party
adalah sebagai berikut :
DO untuk request transporter berdasarkan kapasitas truk
Ketersediaan tipe truk di masing-masing transporter
Cost per case
Updated Transporter’s performance
Time Window Outlet (untuk DC Outlet, e.g: DC Matahari)
Komunikasi yang intense dengan pihak transporter
Komunikasi tentang standard procedures untuk administrasi, delivery,
warehouse kepada pihak transporter
Order minimum 400 PC untuk full-cases dengan tipe truck CD Double (Quantity
untuk tipe truck lain equivalent angka diatas dengan pertimbangan utilisasi
truck)
Business Process Delivery 3rd Party dapat dilihat pada Gambar 4.8 dibawah ini :
Gambar 4.8 – Business Process – Delivery with 3rd Party
Personil Aktivitas
Tim Delivery - Melakukan analisa kebutuhan truk dan jenisnya
- Melakukan request truk ke pihak terkait (transporter / vendor
truk sewa)
- Load Assignment
- Melakukan print delivery list
- Assign load ke shipment dokumen terkait
National - Mambuat shipment dokumen berdasarkan kebutuhan PO
Dispatcher
Tim - Melakukan print Pick Slip, Loslis, dan Invoice
warehouse - Melakukan pre picking
- Melakukan split load berdasarkan actual loading
Tim Admin - Melakukan closing shipment document
- Proses settlement sesuai dengan guidance
Dokumen terkait dari proses early delivery antara lain adalah sebagai berikut :
LOSLIS
Dokumen ini digunakan sebagai mencatat jumlah pengeluaran dan penerimaan
full goodss (on hand) dan juga empties dari outlet.
Invoice
Dokumen ini digunakan sebagai bukti pembayaran dari outlet, dan dokumen
untuk melakukan settlement.
Pick Slip
Dokumen ini digunakan sebagai dasar melakukan aktivitas pre-picking oleh WH
Operator 2.
4.4.5.1 Pengertian
Big drop delivery adalah proses pengantaran produk ke outlet dimana produk akan
dikirim melalui gudang DSD menggunakan truk transporter berdasarkan request
dari tim DC. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :
Order minimum 400 PC untuk full-cases dengan tipe truck CD Double (Quantity
untuk tipe truck lain equivalent angka diatas dengan pertimbangan utilisasi
truck)
Business Process big drop delivery dapat dilihat pada Gambar 4.9 dibawah ini :
Personil Aktivitas
DC Manager - Melihat seluruh PO yang jumlahnya besar (min 400 CS)
- Melihat jenis transaksi dari PO tersebut (cash / tidak)
- Menghitung dan memperkirakan availability truk dan produk di
DC
- Berkoordinasi dengan pihak DOP apakah produk tersedia atau
tidak di warehouse plant
- Berkoordinasi dengan pihak DSD apakah truck tersedia atau
tidak. Jika ya, maka PO akan dipindahkan ke delloc DSD
DSD Admin - Mengecek availability produk di gudang
- Mengecek availability truk dengan tim transporter dan national
transport
- Melakukan final load
- Mencetak pick slip, delivery list, LOSLIS dan invoice
- Mengecek ke DB Account apakah transfer dari outlet sudah
masuk / belum ke account Coca-Cola
- Melakukan settlement cash
Warehouse - Melakukan eksekusi terhadap produk yang yang diminta,
Operator berdasarkan pick slip yang diberikan oleh tim DSD
(Plant)
Delivery - Memindahkan delloc dari delloc DC ke DSD
Supervisor
Dokumen terkait dari proses penerimaan produk antara lain adalah sebagai berikut:
LOSLIS
Dokumen ini digunakan sebagai mencatat jumlah pengeluaran dan penerimaan
full goods (on hand) dan juga empties dari outlet.
Invoice
Dokumen ini digunakan sebagai bukti pembayaran dari outlet, dan dokumen
untuk melakukan settlement.
Pick Slip
Dokumen ini digunakan sebagai dasar melakukan aktivitas pre-picking oleh WH
Operator 2.
4.4.6.1 Pengertian
Pengiriman jenis ini merupakan proses pengantaran produk ke outlet dari sourcing
plant (DSD) langsung ke outlet yang berada di other operation (island, PUMA).
Contoh : pengiriman produk dari DSD Cibitung ke SP yang ada di Banjarmasin.
Sudah ada kesepakatan (agreement) dengan pihak sales bahwa order tersebut
akan dikirim dari sourcing plant.
Delivery date di set oleh dispatcher sesuai dengan lead time pengiriman produk
ke daerah yang dituju
Business Process Delivery Sourcing Plant to Outlet in Other Unit dapat dilihat pada
Gambar 4.10 dibawah ini :
Gambar 4.10 – Business Process – Delivery Sourcing Plant to Outlet in Other Unit
Tabel 4.9 – Tugas dan Aktivitas Delivery Sourcing Plant to Outlet in Other Unit
Personil Aktivitas
DC Manager - Melihat seluruh PO yang jumlahnya besar
- Melihat jenis transaksi dari PO tersebut (credit / tidak)
- PO yang akan dikirim melalui sourcing plant minimal 1 full
container atau kelipatannya
- Berkoordinasi dengan pihak DOP apakah produk tersedia atau
tidak di warehouse sourcing plant
- Berkoordinasi dengan pihak DSD apakah truck tersedia atau
tidak. Jika ya, maka PO akan dipindahkan ke delloc DSD
- Berkoordinasi dengan pihak sales bahwa pengiriman akan
dilakukan dari sourcing plant
DSD Admin - Mengecek availability produk di gudang
Sourcing - Mengecek availability container dengan tim transporter dan
Plant national transport
- Melakukan final load
- Mencetak pick slip, delivery list, LOSLIS dan invoice
- Melakukan settlement credit
Warehouse - Melakukan eksekusi terhadap produk yang yang diminta,
Operator berdasarkan pick slip yang diberikan oleh tim DSD
(Plant)
Dokumen terkait dari proses penerimaan produk antara lain adalah sebagai berikut:
LOSLIS
Dokumen ini digunakan sebagai mencatat jumlah pengeluaran dan penerimaan
full goods (on hand) dan juga empties dari outlet.
Invoice
Dokumen ini digunakan sebagai bukti pembayaran dari outlet, dan dokumen
untuk melakukan settlement.
Pick Slip
Dokumen ini digunakan sebagai dasar melakukan aktivitas pre-picking oleh WH
Operator 2.
4.4.7.1 Pengertian
Delivery tanpa Helper (DM Solo) adalah suatu metode delivery yang didesign untuk
1 orang Deliveryman tanpa Helper. Metode delivery ini difokuskan menggunakan
semua tipe Truck delivery dan diutamakan mencover area delivery yang memiliki
keterbatasan akses dan area yang berada ≤ 30 kilometer dari DC. Load untuk
metode delivery tanpa helper juga dibatasi, selain karena kapasitas truck yang lebih
terbatas, juga untuk memaksimalkan potensi reload bagi Deliveryman.
Berikut adalah list truk beserta kapasitas dan batas beban yang dapat ditampung
untuk kegiatan delivery.
Business process dari delivery dengan menggunakan truk kecil mengikuti prosedur
2 x 24 jam Delivery
Personnel Aktivitas
Cashier - Menerima setoran cash sales dari Deliveryman
- Melakukan setoran ke bank pada akhir hari
DC - Melakukan settlement untuk seluruh transaksi yang terjadi
Administrator setiap harinya
Delivery - Mengkordinir pembagian load untuk Deliveryman
Supervisor - Memastikan seluruh order dapat diantar kepada outlet pada
delivery date seperti yang tertera di invoice
- Memastikan terjadi proses minimalisasi DIFOTAI oleh
Deliveryman dan Helper
Deliveryman - Memastikan proses loading dan unloading produk ke/dari
truck Delivery sesuai secara fisik dengan produk yang tertera
di LOSLIS
- Mengantarkan produk ke outlet dengan SKU dan quantity
sesuai dengan yang tertera di invoice
- Memastikan proses cash collection terjadi di outlet sesuai
dengan jenis transaksi yang tertera di invoice
- Melakukan setoran cash sales ke Cashier setiap harinya
Warehouse - Membantu Deliveryman melakukan kegiatan loading dan
Operator 2 unloading produk di DC
Dokumen terkait dari proses Delivery tanpa Helper adalah sebagai berikut.
Pre-printed Invoice
Dokumen ini digunakan sebagai bukti pembayaran dari outlet, dan dokumen
untuk melakukan settlement di DC.
Delivery List
Dokumen ini digunakan sebagai panduan bagi Deliveryman untuk melakukan
pengiriman ke outlet. Karena di dalamnya berisi urutan pengiriman, nama
outlet, alamat outlet dan jumlah produk.
LOSLIS
Contoh DM Going Solo monitoring form dan DM Going Solo Incentive Form adalah
sebagai berikut.
Gambar 4.11 – DM Going Solo Monitoring Form
Monitoring dan kontrol terhadap proses stock count adalah sebagai berikut :
Tabel 4.12 – Monitoring & Kontrol Delivery without Helper (DM Solo)
a. Tiap DCM harus mengumpulkan report load list DM Solo secara harian ke
coordinator operation masing-masing, bersamaan dengan Daily Activity Monitoring,
dengan format sbb :
List load DM Solo
Location : Pusat
Note : Dikirim harian oleh tiap DCM ke koordinator operation logistics dan dikumpulkan ke NO bersama dengan Daily Activity Monitoring
b. Tugas koordinator adalah menggabungkan seluruh data dari tiap DC dalam satu
sheet seperti contoh lampiran, pada sheet "All Jkt Ops".
c. Sheet gabungan ini lah yang kemudian dikirimkan ke NO dalam file terpisah,
bersamaan dengan file Daily Activity Monitoring setiap harinya.
4.4.8 Re - Delivery
4.4.8.1 Pengertian
Merupakan proses pengiriman ulang untuk order yang telah melewati 2x24 jam
atau order yang gagal kirim dikarenakan oleh beberapa reason code DIFOTAI (DA
– PIC tidak ada ditempat, DE – Tidak ada Uang Sebagian, DF – Tidak Ada Uang,
D2 – Salah Loading, DB – Outlet tutup, D5 – Tidak ada truk, D6 – Time Window
Error, D7 – Force Majeur).
Melakukan komunikasi dengan pihak outlet atau pihak sales untuk menghindari
terjadi nya penolakan outlet saat perlakuan Redelivery (DIFOTAI akan
terakumulasi pada delivery date hari redelivery tersebut)
Melakukan penarikan load oleh DM Supervisor (untuk delivery list dan invoice).
Kemudian dibuatkan load creaction manual (untuk LOSLIS) oleh Warehouse
Supervisor
Produk diracik dan difinalisasi oleh Shipper serta dokumen sudah tercetak
(LOSLIS, Delivery List dan Invoice), produk dapat langsung di kirim ke outlet
Business process dari redelivery dapat dilihat pada Gambar 4.13 dibawah ini :
Gambar 4.13 – Business Process Redelivery
Personnel Aktivitas
DC Administrator - Melakukan settlement load seperti biasa
DC Manager - Memastikan re-delivery order dilakukan dengan same-day
delivery atau 1x24 jam setelah settlement unproductive
Delivery - Menarik order menggunakan menu Order Entry Basis
Supervisor - Finalisasi order, personnel & truck assignment, dan print
pickslip
Deliveryman - Mengantarkan produk sesuai invoice
Warehouse - Finalisasi load
Operator 1 - Cek produk racikan dan final print LOSLIS dan invoice
Warehouse - Meracik produk berdasarkan pickslip
Operator 2
Dokumen terkait dari proses redelivery antara lain adalah sebagai berikut:
Final LOSLIS
Dokumen ini digunakan sebagai perintah untuk loading ke delivery truk yang
berisikan informasi sama dengan Pick Slip
Delivery List
Dokumen ini digunakan sebagai panduan untuk melakukan delivery ke outlet
Pre-Printed Invoice
Dokumen ini digunakan untuk melakukan penagihan ke outlet oleh deliveryman.
Dokumen Pendukung
Dokumen ini digunakan sebagai pendukung terjadinya aktivitas redelivery ini,
contoh : email approval
Bas 2
Input Personil number, delivery location dan kode sales representative untuk
outlet yang akan di redelivery
Input nomer Outlet Master (OM) untuk outlet yang akan di redelivery
Input 8 (Redelivery) pada order outlet yang diinginkan, ketik 5 (display) untuk
melihat keterangan tiap order. Redelivery dilakukan untuk order dengan
keterangan SM Unp (order telah difinal settlement dengan status unproductive)
Rubah informasi order, tentukan delivery location, delivery date, nama load
redelivery (contoh: REDE1), nomer Personil dan nomer truk
Status order akan berubah menjadi Order Entry Final, dengan keterangan
sesuai dengan hasil input, dengan nama load REDE1
Prepare / finalize loads for Load Creation (finalisasi order yang telah di entry
pada menu OE sebelumnya agar menjadi Load)
Input Delivery Location, Delivery Date dan 1 untuk menampilkan Order Entry
Input 5 (Display) untuk melihat keterangan dan detail Load, input 9 untuk edit
Personil dan truk yang akan delivery
Pastikan load dalam keadaan status final load (PRB) agar bisa dicetak Pick
Slip, status PLB menyatakan bahwa load belum difinalisasi pada menu
Prepare/finalize loads for Load Creation sebelumnya
Load dalam status PRB siap untuk dicetak Pick Slip dan diracik
4.4.9.1 Pengertian
Direct Settlement adalah kegiatan settlement yang dilakukan untuk penjualan atau
transaksi yang dilakukan secara langsung/manual. Contoh kegiatan ini adalah MIT
atau Special Event.
Berikut adalah ketentuan umum dari proses support produk untuk kegiatan MIT dan
Special Event.
Berikut ini adalah business process untuk direct settlement pada program MIT atau
request dari special event.
Gambar 4.14 – Business Process Program MIT atau Request Special Event
Berikut adalah pembagian tugas dan aktivitas terkait support produk untuk kegiatan
MIT atau Special Event.
Tabel 4.14 – Tugas dan Aktivitas MIT / Special Event
Personil Aktivitas
Cashier - Menerima setoran cash sales dari kegiatan MIT atau Special
Event
DC - Melakukan input transaksi di di sistem untuk kegiatan MIT
Administrator berdasarkan kepada manual invoice dari team MIT
- Melakukan settlement dari aktivitas Special Event
DC Manager - Memastikan support produk untuk kegiatan MIT dan Special
Event berjalan sesuai prosedur
Sales atau - Meminta persetujuan tertulis dari Operation Logistic Manager
Marketing terkait dengan kegiatan MIT atau Special Event
Team - Melakukan kegiatan MIT atau Special Event sesuai dengan
produk dan waktu yang disepakati
- Mengembalikan produk sisa MIT (jika ada) kepada DC
- Melaporkan hasil MIT hari ini dan menyerahkan invoice
manual kepada DC Administrator sebagai dasar DC
Administrator membuat transaksi di system
- Menyetorkan hasil penjualan kepada Cashier menggunakan
RHF
Operation - Memberikan review dan approval terkait kegiatan yang
Logistic membutuhkan direct settlement (MIT/Special Event) yang
Manager akan dilaksanakan oleh team Sales & Marketing
Warehouse - Mempersiapkan produk untuk support kegiatan MIT/Special
Operator 1 Event
- Melakukan proses Final LOSLIS sesuai dengan fisik produk
yang digunakan dan Check-out via sistem
- Cek produk on-hand (jika ada) dan melakukan pencatatan di
Final LOSLIS pada kolom “Load In” sebagai bukti dari team
MIT/Special Event kepada team DC
- Melakukan proses Check-in via sistem
Warehouse - Cek produk on-hand (jika ada) dan memisahkan produk yang
Operator 2 masih saleable dan non-saleable
- Memindahkan on-hand produk yang masih saleable dari
staging area ke area gudang
- Memindahkan on-hand produk yang sudah tidak saleable dari
staging area ke area karantina
Dokumen terkait dari proses support produk untuk kegiatan MIT atau Special Event
antara lain adalah sebagai berikut.
Manual Invoice
Dokumen ini digunakan sebagai bukti pembayaran dari outlet, dan dokumen
untuk melakukan settlement di DC. Kegiatan MIT menggunakan invoice kosong
yang dituliskan nomor outlet, nama outlet, SKU dan quanitity, serta harga yang
dibayarkan oleh outlet ke CCAI; kemudian manual invoice tersebut dijadikan
dasar bagi DC Administrator untuk melakukan input order dan settlement.
LOSLIS
– Dokumen ini digunakan untuk mencatat jumlah produk yang dibawa oleh
Deliveryman
– Berikut adalah list alokasi dokumen LOSLIS untuk setiap rangkap.
Putih : Dibawa oleh Deliveryman. Setelah serah terima produk
dengan Warehouse Operator 1 dan kegiatan settlement, dokumen ini
akan disimpan oleh DC Administrator
Merah : Dibawa oleh Deliveryman. Setelah serah terima produk
dengan Warehouse Operator 1, dokumen ini disimpan sebagai arsip dari
team Warehouse
Kuning : Disimpan di DC. Setelah serah terima produk dengan
Warehouse Operator 1, dokumen ini disimpan sebagai arsip
Deliveryman
PPA
Dokumen ini digunakan menjelaskan otorisasi melakukan settlement atas
produk yang akan digunakan untuk kegiatan Special Event.
Monitoring dan kontrol terhadap proses support produk untuk kegiatan MIT atau
Special Event adalah sebagai berikut:
4.4.10.1 Pengertian
Terbagi 2 metode :
- Full Bundling : produk dikirim bersama dengan GDM dalam 1 delivery truk
CDE
- Split Bundling : produk dikirim terpisah dari pengiriman GDM dan dikirim
oleh tim Deliveryman
Load CDE Bundling sudah terdispatch dan terfinal oleh tim dispatcher CDE dari
Pondok Ungu dengan status “PlnFin”
Load CDE Bundling dinamai standar dengan contoh “B01BC” dengan arti B
sebagai unit operation, 01 sebagai urutan nomer dan BC sebagai delivery
location
Load CDE Bundling ditarik oleh WH Ops 1 (Shipper) dan selanjutnya dilakukan
print Pick Slip seperti biasa
Bila terjadi OOS, dapat dilakukan substitusi pada produk yang OOS
dikarenakan order CDE bersifat paket bundling
OOS Situation
Terdapat 2 situasi OOS yang mungkin terjadi pada CDE Bundling Program
- OOS Same Package
Contoh : Frestea black Honey
Mekanisme : Subtitusi Frestea Black Honey dengan Frestea flavor lain
(sesuai dengan matrix substitusi)
- OOS Different Package:
Contoh: Ades & Aquarius
Mekanisme : Ganti paket CDE Bundling mengacu pada aktivitas precall
NCC
Proses Settlement
DC Admin (Bookkeeper) melakukan settlement terhadap semua load CDE.
Bundling dengan input 2 reason code (reason code CDE dan DC). Pasangan
reason code dapat dilihat pada Lampiran 4.
Adapun tugas dan aktivitas masing – masing Personil adalah sebagai berikut:
Personil Aktivitas
LOSLIS (preprinted)
Dokumen ini digunakan sebagai perintah untuk loading ke delivery truk yang
berisikan informasi sama dengan Pick Slip
Delivery List
Dokumen ini digunakan sebagai panduan untuk melakukan delivery ke outlet
Dokumen Pendukung
Dokumen ini digunakan sebagai pendukung terjadinya aktivitas CDE Bundling
(pre-printed) ini, contoh rekap pasangan GDM dan nomer load produk nya
F8 – Confirm
4.5.1 Pengertian
Cross Docking merupakan tempat / lahan truck Deliveryman racik, loading, parkir,
settlement dan setoran cash. Cross Docking Area bertujuan untuk memudahkan
proses delivery pada lokasi outlet yang sulit terjangkau (sebagai perpanjangan DC
hub dikarenakan isu jarak menuju outlet yang terlalu dari DC Hub). Kebutuhan
order produk dikirim oleh 1 DC Hub pengirim dengan delloc yang sama. Sedangkan
proses Settlement sesuai dengan delloc nya (DC Hub) walaupun actual settlement
dilakukan dari lokasi Cross Docking.
Personil Aktivitas
Cross - Berperan seperti DCM yang bertanggung jawab keseluruhan
Docking operasional Cross Docking Area
Supervisor - Rekap absensi, insentive, data daily TIW DC Hub – Cross
Docking, LOSLIS dan dokumen lainnya
- Supervisi administrasi (settlement, setoran cash, cash
difference dan dokumen administrasi lain nya)
National - Dispatch order dari SR, buat dalam 1 load sesuai route
Dispatcher - Assign Personil dan truk pada tiap load
- Menandai / penamaan load untuk membedakan tiap load
delivery sesuai lokasi nya
WH Operator - Melakukan proses pengecekan serah terima transporter di
1 (Shipper) lokasi Cross Docking
- Memastikan proses racik dari Transporter ke masing – masing
truck DM sesuai dengan LOSLIS
Delivery - Assign / update Personil dan truk bila diperlukan
Supervisor - Mencetak delivery list yang akan di assign untuk setiap DM
- Menarik Pick Slip dan serahkan pada WH Ops 2 (Loader) untuk
racik produk
DC Admin - Melakukan settlement untuk semua load
- Input reason code untuk semua unproductive order
Cashier - Terima cash sales dan route expense dari Deliveryman
- Setor cash sales ke pick-up service
Dokumen terkait dari proses penerimaan produk antara lain adalah sebagai berikut:
LOSLIS (preprinted)
Dokumen ini digunakan untuk melakukan mengontrol produk dan jumlahnya
yang keluar dari DC. Berguna juga sebagai dokumen racik & loading ke truck
DM dan helper Cross Docking Area
Delivery List
Dokumen ini digunakan sebagai panduan bagi Deliveryman untuk melakukan
pengiriman ke outlet. Karena di dalamnya berisi urutan pengiriman, nama
outlet, alamat outlet dan jumlah produk.
FDD (manual)
Dokumen ini digunakan untuk bukti transfer dari DC Hub ke Cross Docking
Area. Dokumen ini juga berguna bagi tim Transporter untuk penagihan billing
advise tiap proses kiriman mereka. FDD masih menggunakan manual (FDD
tulis tangan) karena secara system BASIS, proses TIW pada delloc yang sama,
padahal secara actual lokasi berbeda
Daily routine deliveryman terdiri atas 3 kegiatan, yakni aktivitas pagi hari, aktivitas
di outlet (in-route activity), kegiatan re-load (jika ada), dan aktivitas sore hari.
Berikut adalah list aktivitas pagi hari yang dilakukan oleh Deliveryman di area DC
sebelum berangkat ke outlet.
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 100
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Personnel Aktivitas
DC Manager - Memastikan bahwa seluruh aktivitas pagi hari di DC berjalan
dengan lancar
Deliveryman - Cek dokumen Delivery List, invoice, dan Final LOSLIS
- Cek fisik produk di atas truck
- Cek BAROMETER dan mengisi buku BAROMEYER
- Cek tool kit dan perlengkapan P3K di dalam truck
- Cek kelayakan kendaraan
- Kordinasi dan konfirmasi dengan Delivery Supervisor
- Mencantumkan TTD dan Nama pada setiap Invoice dan
request kepada Whs Op 1 untuk update LOSLIS jika
diperlukan
Delivery - Melakukan Update LOSLIS jika diperlukan sesuai dengan
Supervisor actual (Nama DM, Nama Helper, No Truck)
Buku BAROMETER
Berisi checklist harian kegiatan BAROMETER dan kesediaan toolkit, kotak P3K,
dan surat kelengkapan kendaraan.
Invoice
Dokumen ini merupakan dasar penagihan yang di-generate oleh sistem sesuai
dengan Take Order (TO) yang dilakukan oleh team Sales Office. Pre-printed
invoice digunakan sebagai bukti penjualan produk ke outlet, dan panduan bagi
Deliveryman untuk melakukan penagihan dan penurunan produk di outlet serta
merupakan dasar bagi DC Administrator untuk melakukan settlement order.
Delivery List
Dokumen ini digunakan sebagai panduan bagi Deliveryman untuk melakukan
pengiriman ke outlet. Karena di dalamnya berisi urutan pengiriman, nama
outlet, alamat outlet dan jumlah produk.
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 101
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Berikut adalah monitoring dan kontrol dari aktivitas Deliveryman pada pagi hari di
DC.
Tabel 4.19 – Monitoring & Kontrol Aktivitas Deliveryman Pagi
In-route activity terdiri dari kegiatan pre-call check, menyapa pelanggan, aktivitas
delivery, aktivitas menjaga hubungan baik dengan pelangaan, dan penutup.
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 102
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Berikut adalah gambar dari kegiatan pre-call check di outlet dan menyapa
pelanggan.
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 103
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 104
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Gambar 4.36 – Cek Kelayakan Produk (Saleable) & Pesanan Sesuai dengan Invoice
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 105
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 106
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Berikut adalah tugas dan aktivitas Deliveryman dan Helper di dalam outlet.
Tabel 4.20 – Tugas dan Aktivitas Deliveryman dan Helper di dalam Outlet
Personil Aktivitas
Deliveryma - Memastikan penampilan rapi
n - Memastikan nomor, nama, dan alamat outlet sesuai dengan
yang tercetak di invoice
- Menyapa pelanggan
- Mengkonfirmasi jumlah order, SKU, dan quantity beserta jenis
transaksi
- Membantu unload produk sesuai invoice dan menyusun produk
di tempat yang telah disepakati bersama outlet
- Menghitung produk bersama PIC dari outlet
- Melakukan penarikan empties (jika ada) dan menghitung
empties bersama PIC dari outlet
- Melakukan sortir botol kosong per artikel
- Loading empties ke atas truk
- Memberikan invoice ke outlet setelah mendapat verifikasi dari
outlet (Nama Penerima dan TTD) dan melakukan cash
collection
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 107
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Personil Aktivitas
kegagalan delivery
- Menjaga hubungan baik dengan pelanggan
- Membacakan summary kegiatan, menginformasikan jadwal
pengiriman dan mengucapkan terima kasih
Helper - Membantu unload produk sesuai invoice dan menyusun produk
di tempat yang telah disepakati bersama outlet sesuai FEFO
- Melakukan sortir botol kosong per artikel
- Loading empties ke atas truk
Pre-printed Invoice
Dokumen ini merupakan dasar penagihan yang di-generate oleh sistem sesuai
dengan Take Order (TO) yang dilakukan oleh team Sales Office. Pre-printed invoice
digunakan sebagai bukti penjualan produk ke outlet, dan panduan bagi
Deliveryman untuk melakukan penagihan dan penurunan produk di outlet serta
merupakan dasar bagi DC Administrator untuk melakukan settlement order.
Berikut adalah monitoring dan kontrol dari aktivitas Deliveryman pada pagi hari di
DC :
Tabel 4.21 – Monitoring & Kontrol Deliveryman dan Helper di dalam Outlet
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 108
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Berikut adalah gambar dari proses serah terima produk on-hand dan empties dari
Deliveryman ke Warehouse Operator 1.
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 109
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 110
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 111
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 112
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 113
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Gambar 4.49 – Melaporkan summary aktivitas dan DIFOTAI kepada Delivery Supervisor
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 114
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Berikut adalah pembagian tugas dan aktivitas dalam aktivitas Deliveryman pada
sore hari di DC.
Tabel 4.22 – Tugas dan Aktivitas Deliveryman pada Sore Hari di DC
Personil Aktivitas
Cashier - Menerima setoran dari setiap Deliveryman
- Menyetorkan cash sales kepada
- Mencairkan route reimbursement voucher untuk route
expense yang telah disetujui DC Manager
DC - Melakukan settlement untuk seluruh transaksi berdasarkan
Administrator invoice
- Melakukan settlement untuk route expense voucher yang
telah disetujui DC Manager
- Memisahkan invoice untuk transaksi cash dan kredit
Deliveryman - Cek on-hand dan empties dengan Warehouse Operator 1
- Memastikan seluruh transaksi dilakukan sesuai dengan
invoice
- Unload produk on-hand dan empties
- Mengecek load untuk delivery H+1
- Loading produk untuk delivery besok sesuai dengan Final
LOSLIS
- Membersihkan truk delivery
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 115
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Personil Aktivitas
- Melaporkan seluruh aktivitas settlement dan menyetorkan
seluruh invoice dan LOSLIS kepada DC Administrator
- Menyetorkan seluruh cash sales ke Cashier
- Melaporkan summary aktivitas harian dan melaporkan
DIFOTAI kepada Delivery Supervisor
- Mengisi papan Deliveryman Daily Activity
Delivery - Memastikan seluruh transaksi dilakukan sesuai dengan
Supervisor invoice
- Melakukan coaching DM perihal “Verifikasi Outlet” dan
“Reason Codes”
- Memastikan cash difference pada H-1 diselesaikan hari ini
- Validasi route expense voucher/route reimbursement voucher
Helper - Membantu Deliveryman melakukan unloading on-hand dan
empties
- Membantu Deliveryman melakukan loading produk untuk
delivery H+1 sesuai dengan H+1
- Membantu Deliveryman membersihkan truk delivery
- Membantu Deliveryman mengisi papan Deliveryman Daily
Activity
Warehouse - Cek on-hand dan empties produk dari Deliveryman
Operator 1 - Mencatatkan produk on-hand dan empties di dalam Final
LOSLIS
- Melakukan check-in dan update inload via BASIS sistem
untuk setiap load
Warehouse - Memisahkan produk saleable dan unsaleable
Operator 2 - Mengembalikan produk saleable ke gudang dan meletakkan
produk unsaleable ke area karantina
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 116
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Invoice
Dokumen ini merupakan dasar penagihan yang di-generate oleh sistem sesuai
dengan Take Order (TO) yang dilakukan oleh team Sales Office. Pre-printed
invoice digunakan sebagai bukti penjualan produk ke outlet, dan panduan bagi
Deliveryman untuk melakukan penagihan dan penurunan produk di outlet serta
merupakan dasar bagi DC Administrator untuk melakukan settlement order.
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 117
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 118
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Monitoring dan kontrol terhadap aktivitas sore hari Deliveryman adalah sebagai
berikut.
Tabel 4.23 – Monitoring & Kontrol Deliveryman pada Sore Hari di DC
4.7 DIFOTAI
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 119
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Indikator untuk perhitungan DIFOTAI sendiri adalah berbentuk dalam persenan (%)
yaitu dimana jika produk yang diorder oleh pelanggan terkirim semuanya maka
DIFOTAI nya sempurna (100 %). Untuk setiap order atau pesanan yang dipesan
oleh order tidak terkirim karena satu atau lain hal, maka pesanan tersebut akan
berkurang dan menjadi DIFOTAI. Sebab-sebab dari DIFOTAI di bagi menjadi 15
Reason Code.
Reason Code merupakan penyebab atau alasan mengapa sebuah pesanan atau
order tidak dapat terkirim ke pelanggan yang memesan. DM yang bertanggung
jawab untuk memberi keterangan mengapa alasan order tersebut tidak dapat
diantar dengan baik sehingga menjadi DIFOTAI. Kemudian DM Supervisor yang
memverifikasi betul / salah reason code yang diberikan oleh DM. Dan DC Admin
(bookkeeper) yang menginput reason code tersebut pada saat settlement.
Jenis Jenis DIFOTAI dibagi 2 kelompok besar yaitu DIFOTAI yang disebabkan oleh
tim supply chain dan juga yang disebabkan oleh tim sales.
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 120
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 121
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 122
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
DC Quantity > Order Produk yang dikirim ke outlet quantity nya lebih
besar dari yang dipesan oleh pelanggan.
Kemungkinan besar disebabkan oleh kesalahan
memasukan quantity entry oleh SR saat
melakukan order di ROAM
DD Oultet did not Order tidak diterima karena pemilik outlet atau
Order pelanggan merasa tidak memesan order tersebut.
(termasuk penolakan karena alasan perbedaan
packaging atau tipe botol RGB)
DIFOTAI pada umumnya memiliki kriteria atas miss delivery yg terjadi yaitu
Kegagalan secara total order dan kegagalan sebagian order (partial delivery).
Berikut tabel dari kriteria tersebut:
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 123
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 124
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Dan review atas kriteria Miss Delivery vs Reason Code yg diberikan DM harus di
dilakukan oleh Delivery supervisor sebelum invoices di serahkan di bookeeper utk
memastikan pemberian reason kode oleh sesuai dgn kondisi actual.
4.7.3.1 Pengertian
Outlet verification merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara regular oleh
DC Manager / DM Supervisor untuk membuktikan apakah reason code yang
diberikan oleh deliveryman tersebut sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan /
tidak.Selain itu kegiatan verifikasi outlet ini juga dapat dilakukan bersama-sama
dengan Sales Office Administrator / District Sales Manager / Sales Manager jika
sewaktu-waktu diperlukan.
Verifikasi reason code ini biasanya dilakukan setelah produk dikirim ke outlet dan
hanya untuk beberapa reason code saja. Selain itu order yg sukses terkirim pun
harus di cek pula kebenarannya sesuai aturan dasar delivery ditujukan utk
memastikan team delivery memberikan services level ke outlet secara sempurna
dalam hal pengiriman order.
Tujuan dilakukannya verifikasi outlet ini secara spesifik adalah sebagai berikut :
Untuk mengklarifikasi kesalahan Deliveryman dalam menuliskan reason code
yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan
Untuk menghidari kesalahpahaman dari team marketing terhadap reason code
yang dibuat oleh Deliveryman
Menghindari complain dari outlet karena outlet merasa tidak di kunjungi di
invoice di bilang tutup
Menghindari conplain dari NCC atas complain yang di lakukan oleh outlet
langsung ke NCC
Melakukan refreshment kepada deliveryman terhadap mekanisme pemberian
reason code yang benar sesuai yang di harapkan oleh perusahaan
Untuk meningkatkan pencapaian Difotai dengan harapan semua outlet bias di
kunjungi tanpa adanya reason code
Outlet yang diverifikasi adalah outlet yang memiliki reason code sebagai
berikut:
- DA : Tidak ada PIC
- DB : Outlet tutup
- DC : Order yang diantar > Order pesanan
- DD : Outlet tidak order
- DE : Outlet tidak punya uang (sebagian)
- DF : Outlet tidak punya uang (seluruhnya)
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 125
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Selama verfikasi, verificator harus menuliskan seluruh isu yang terjadi di outlet
tersebut di kolom remark.
Business Process verifikasi outlet dapat dilihat pada Gambar 4.52 dibawah ini :
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 126
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 127
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 128
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Personil Aktivitas
DM - Melakukan summary terhadap outlet-outlet yang harus
Supervisor diverifikasi (sesuai ketentuan yang berlaku)
- Mempersiapkan invoice dan verification sheet
- Melakukan verifikasi ke outlet, dan meminta tanda tangan
outlet
- Mencatat isu yang ada di outlet hasil verifikasi
- Mendiskusikan hasil verfikasi dengan DC Manager
DC Manager - Jika DM Supervisor tidak melakukan verifikasi, maka DCM
melakukan verifikasi ke outlet
- Mendiskusikan hasil verifikasi dengan DM Supervisor
- Memberikan coaching mengenai reason code ke DC Manager
Dokumen terkait dengan outlet verification antara lain adalah sebagai berikut :
- Invoice
Dokumen ini digunakan untuk melakukan verifikasi ke outlet berdasarkan
reason code yang diberikan oleh DM yang sudah tertera di invoice tersebut.
Dan hasil verifikasi harus ditandatangani oleh outlet di invoice.
- Verification Sheet
Dokumen ini digunakan untuk men-summary-kan total outlet yang diverifikasi
pada hari itu, sehingga dapat dihitung berapa % keakuratan antara reason code
yang ditulis oleh DM dengan hasil verifikasi, yang akan digunakan sebagai
bahan coaching oleh DC Manager ke deliveryman.
Contoh dokumen verfikasi outlet dapat dilihat pada Gambar 4.53 dibawah ini :
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 129
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 130
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Monitoring dan kontrol terhadap dokumen yang telah dibuat dengan melakukan hal-
hal sebagai berikut :
Tabel 4.28 – Monitoring & Kontrol Verifikasi Outlet
Aktivitas Monitoring & Kontrol Process PIC
Melakukan Bersama-sama dengan DC Manager melakukan - OLM
verifikasi ke verifikasi ke lapangan, mengenai reason code - GM
lapangan yang dituliskan DM. - SM
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 131
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Empties merupakan salah satu stok selain full goods yang harus dikelola oleh
gudang DC. Empties terbagi ke dalam 3 jenis sebagai berikut :
Botol lepas : botol kosong tanpa krat
Krat kosong : peti kosong tanpa botol
Empties full crate : empties penuh, terdapat botol kosong di dalam peti
4.8.1.1.1 Pengertian
Jika dilakukan oleh DC maka akan menggunakan truck CCAI, sedangkan jika
dilakukan oleh DSD akan menggunakan truck transporter
Empties yg ditarik harus bersih dari benda asing (Sampah, crown dan sedotan)
dan layak utk di produksi kembali
Jika empties yang ditarik hanya botol lepas saja, maka DM wajib membawa krat
kosong dari outlet untuk dilakukan sortasi dan pengelompokan oleh outlet
Bila ada instruksi dari manajemen untuk proses penarikan empties, prioritas
penarikan menggunakan metode Round Trip, yaitu pengiriman produk ke outlet
dan kembali membawa empties ke DC agar meminimalisir cost delivery.
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 132
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bila metode Round Trip tidak bisa dilakukan karena tidak ada pengiriman
produk, lakukan metode Single Trip (yaitu membawa truk tanpa muatan, dan
kembali membawa empties ke DC)
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 133
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 134
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Gambar 4.56 – Business Process Penarikan Empties Regular – Menggunakan Truk Transporter (Full Crate)
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 135
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 136
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Personil Aktivitas
DM Supervisor - Melakukan assign untuk DM yang akan melakukan penarikan
empties tersebut
- Mencetak delivery list
WH Supervisor - Melakukan final load
- Mencetak LOSLIS & Invoice
Deliveryman - Membawa LOSLIS & Invoice ke outlet
- Melakukan penarikan empties dari outlet
- Meminta tanda tangan outlet di invoice dan memberikan
lembar invoice yang berwarna merah
- Melakukan on hand empties dengan WH Operator 1
- Melakukan proses settlement dengan DC Admin
WH Operator – - Melakukan on hand empties dengan DM
1 (Shipper) - Menulis on hand tersebut di LOSLIS
DC Admin - Melakukan proses settlement, untuk receive botol kosong
pembayaran AR kredit outlet
- Memberitahukan ke SR outlet mana yang botol kosongnya
telah ditarik dan di receive
Sales - Melakukan taking order (TO) via ROAM
Representative
Personil Aktivitas
DC Manager - Mengingatkan DSD Manager bahwa akan ada penarikan
empties oleh DSD
DSD Manager - Melakukan request truk ke fleet
- Melakukan request krat kosong ke plant (untuk botol lepas)
Fleet - Menyediakan truk transporter yang di request oleh DSD
IM Team - Menyediakan krat kosong yang di request oleh DSD (untuk
botol lepas)
- Membuat EDD dari plant ke warehouse plant (untuk botol
lepas)
- Melakukan on hand dengan transporter, untuk botol kosong
yang ditarik
- Mengirimkan email ke DC terkait dengan produk yang
diterima
- Me-receive EDD yang dibuatkan oleh DC
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 137
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Dokumen terkait dari proses penarikan empties – pengepul botol kosong antara lain
adalah sebagai berikut:
LOSLIS Manual
Dokumen ini digunakan sebagai tanda keluar krat kosong dari DC, dan
digunakan sebagai dokumen salah satu dokumen settlement untuk proses
settlement pemulung botol kosong.
Tanda Terima
Dokumen ini digunakan sebagai tanda terima dan keluar uang dari kasir ke
pemulung botol kosong
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 138
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
4.8.1.2.1 Pengertian
Merupakan proses penarikan empties yang dilakukan oleh para kolektor botol
kosong dan disetorkan langsung oleh para kolektor tersebut ke DC.
Jika kolektor membutuhkan krat kosong maka krat kosong tersebut keluar dari
DC menggunakan load creation manual
Pengepul botol akan memberikan jaminan (berupa uang) sebesar krat kosong
yang dipinjam
Business Process penarikan empties oleh botol kolektor dapat dilihat pada Gambar
4.58 dibawah ini :
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 139
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 140
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Tabel 4.31 – Tugas dan Aktivitas Penarikan Empties oleh Botol Kolektor
Personil Aktivitas
DC Manager - Memberikan perintah untuk meminjamkan krat kosong ke
pengepul botol kosong
- Memberikan pengarahan kepada pengepul botol kosong,
mengenai standar botol yang bias diterima oleh Coca-Cola
WH - Memastikan bahwa krat kosong ada di DC sejumlah yang
Supervisor diinginkan oleh pengepul botol kosong
- Membuatkan load creation manual, menggunakan nama DM
yang nantinya akan mengambil empties full crate tersebut
WH Operator - Menerima on hand empties yang dibawa oleh DM, menghitung
– 1 (Shipper) aktual fisiknya dan mencatat terpisah di LOSLIS antara botol
kosong dan krat kosongnya
- Melakukan proses reklasifikasi dan normalisasi sesuai dengan
aktual fisik yang ada di lapangan
Deliveryman - Mengambil empties full crate dari tempat pengepul botol
kosong
- Membuat RHF, cash settlement = minus, melampirkan tanda
terima uang dari pengepul botol kosong ke kasir bersamaan
dengan RHF tersebut
- Memberikan dokumen-dokumen tersebut ke DC Admin
DC Admin - Melakukan proses settlement manual dengan cash settlement
= minus
- Mendokumentasikan hasil LOSLIS, RHF dan bukti penerimaan
uang menjadi satu
Kasir - Menerima uang deposit sebagai bukti peminjaman krat kosong
dari DC, dan mengelurkan tanda terimanya
- Memberikan uang sesuai dengan hasil settlement DC Admin
kepada pengepul botol kosong
- Mengembalikan uang deposit kepada pengepul botol kosong
- Memberikan tanda terima untuk uang yang sudah diterima oleh
pengepul botol kosong
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 141
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Dokumen terkait dari proses penarikan empties – truk dari DC antara lain adalah
sebagai berikut :
LOSLIS Manual
Dokumen ini digunakan sebagai tanda keluar krat kosong dari DC, dan
digunakan sebagai dokumen salah satu dokumen settlement untuk proses
settlement pemulung botol kosong.
Tanda Terima
Dokumen ini digunakan sebagai tanda terima dan keluar uang dari kasir ke
pemulung botol kosong
4.8.1.3.1 Pengertian
Merupakan program percepatan penarikan empties dari outlet yang dilakukan oleh
botol kolektor yang dikirimkan ke DC.
NCC melakukan pre-call ke seluruh botol kolektor (jumlah empties yang ditarik,
waktu penarikan empties dan metode pengiriman empties ke DC)
Load yang dibuatkan untuk penarikan empties ini harus terpisah dari regular
delivery
Terdapat 2 tipe pengiriman empties ke DC untuk program ini yaitu : ditarik oleh
Deliveryman, dan dikirimkan oleh kolektor ke DC
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 142
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 143
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 144
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Personil Aktivitas
DC Manager - Mendaftarkan botol kolektor yang ada di DC-nya agar
mendapatkan nomor OM
- Memberikan list botol kolektor ke NCC
- Menandatangani bon sementara yang dibuat kasir
NCC - Melakukan pre-call terhadap list kolekor yang diberikan
- Membuatkan order (TO)
National - Melakukan dispatch untuk order penarikan empties yang
Dispatcher masuk
- Membuatkan load terpisah antara regular delivery dengan
order penarikan empties
DM - Jika ditarik oleh DM menyiapkan truck dan personil untuk
Supervisor penarikan empties tersebut
WH Operator - Melakukan print LOSLIS, invoice serta delivery list
– 1 (Shipper) - Menerima on hand empties yang dibawa oleh DM, menghitung
aktual fisiknya dan mencatat terpisah di LOSLIS antara botol
kosong dan krat kosongnya
- Melakukan proses reklasifikasi dan normalisasi sesuai dengan
aktual fisik yang ada di lapangan
Deliveryman - Jika ditarik oleh DM :
- Mengambil uang untuk pembayaran penarikan empties ke
kolektor, serta menandatangani bon sementara
- Melakukan penarikan empties dari kolektor
- Mengembalikan bon sementara dan invoice ke kasir,
sebagai bukti bahwa penarikan telah dilakukan dan uang
telah dibayarkan ke kolektor
- Mengembalikan uang ke kasir jika ada uang yang kembali
(jika botol yang diambil lebih kecil daripada jumlah order)
DC Admin - Melakukan proses settlement cash, sesuai dengan aktual fisik
(berdasarkan LOSLIS) dari botol yang dikirim ke DC
Kasir - Menyiapkan uang untuk pembayaran ke botol koletor,
berdasarkan hasil TO dari NCC, dengan memotong uang
setoran DM
- Membuatkan bon sementara dari masing-masing PO jika
ditarik oleh DM
- Memberikan uang dan bon sementara ke DM jika ditarik
oleh DM / Melakukan pembayaran ke pihak kolektor jika
dikirim oleh kolektor
4.8.1.3.5 Dokumen Terkait
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 145
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Dokumen terkait dari proses empties collection by DC antara lain adalah sebagai
berikut :
LOSLIS
Dokumen ini digunakan sebagai media untuk melakukan pencatatan on hand
dari order penarikan yang diberikan.
Bon Sementara
Dokumen ini digunakan bukti keluarnya uang dari kasir Jika penarikan
dilakukan oleh DM
Invoice
Dokumen ini digunakan sebagai bukti pembayaran empties ke kolektor yang
telah dilakukan oleh DC
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 146
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Dari Outlet ke DC
Gambar 4.61 – Standar Pengembalian Empties dari Outlet ke DC
Dari DC ke Plant
Gambar 4.62 – Standar Pengembalian Empties dari DC ke Plant
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 147
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center
Bab 4 Customer Delivery Business Process Version 1.4 (01/11/14) Halaman | 148
Standard Operating Procedure – Logistics Distribution Center