1.1.
Sejarah Instansi
Sejarah berdirinya Desa Ciangsana berhubungan dan berkaitan dengan
Kerajaan Mataram pada abad ke-16 tahun 1628 sampai tahun 1629 Masehi. Pada
saat pasukan Kerajaan Mataram mengadakan penyerangan ke Batavia (sekarang
Jakarta). Yang mana tujuan penyerangan itu untuk merebut banteng Batavia yang
saat itu di bawah kekuasaan VOC (Perserikatan Dagang Belanda), sebagai pusat
propaganda VOC dalam dunia perdagangan rempah-rempah di kawasan Asia
Tenggara, khususnya di Nusantara pada kenyataannya kegiatan dagang VOC,
ditumpangi oleh pasukan Kerjaan Belanda. Yang kemudian setiap daerah
Nusantara yang mereka datangi akhirnya mereka taklukan dan dikuasainya.
Maka atas dasar itulah akhirnya Kerjaan Mataram di bawah pimpinan Sultan
Agung, yang merasa daerah kekuasaannya banyak yang direbut oleh pasukan
Kerajaan Belanda yang berlindung pada VOC, maka Sultan Agung pun merasa
tersinggung dan sangat dirugikan, maka Sultan Agung memutuskan untuk
menyerang dan menguasai Batavia.
Penyerangan ke Batavia oleh pasukan Kerajaan Mataram, dipimpin oleh
Panglima Perang bernama Mandura Reza, Bahu Reksa, dan Sura Agul-Agul di
bawah Komando Penambahan Purbaya.
Siasat dan penyerangan memperhitungkan “Pranata Mangsa” atau
penanggalan kegiatan usaha pertanian, jarak dari Mataram ke Batavia memerlukan
waktu 90 hari di tambah waktu istirahat dan persiapan penyerangan dengan
memulai rute: lewat pantai utara (pantura) yaitu daerah Pekalongan, Tegal, Cirebon
lalu membelok ke daerah Sumedang, Cianjur, dan Pakuan (Buitenzorg) atau daerah
Bogor sekarang ini. Dari sana bergerak ke Batavia menyusuri Sungai Ciliwung.
Akan tetapi proses pengiriman pasukan dan penyerangan ke Batavia dalam
pertempuran mengalami kegagalan, karena ada hambatan faktor kehabisan logistik
makanan, dan gangguan kesehatan, prajurit Kerajaan Mataram terserang penyakit
malaria.
Akhirnya para perwira Kerajaan Mataram memutuskan untuk menunda
penyerangan ke Batavia sambil menyusun siasat baru kemudian mereka memilih
daerah pesisir di sekitar Btavia, sambil membuka sawah dan lading untuk pertanian
serta sambil menyebarkan Agama Islam pada warga penduduk setempat yang
masih banyak menganut agama Hindu dan Budha.
Disinialah cikal bakal proses pembukaam suatu kampong bermula diujung
daerah Bogor paling lor (Utara) yang diapit oleh sungai Cikeas dan sungai
Cileungsi yang sekarang bernama Bojongkulur. Di daerah itulah menetap salah
seorang perwira Kerajaan Mataram yang bernama Syech Kapitan Saleh seorang
tokoh Kerajaan Mataram yang menyebarkan agama Islam dan membuka kampung-
kampung baru di kawasan Syech Kapitan Saleh tinggal dan daerah sekitarnya.
Proses ini berlanjut terus dan ikuti oleh tokoh-tokoh dari Kerajaan mataram
yang lainnya, yang memilih tidak pulang kembali ke Kerajaan Mataram, kampong
atau tempat tinggal yang baru dengan membuka hutan untuk dijadikan tempat
tinggalnya.
Salah satu tokoh kerajaan bernama Mbah Buyut Sita membuka kampung baru
dengan membabat hutan yang pada saat waktu itu sangat banyak tumbuh pohon
Angsana di kawasan itu dan terdapat sungai kecil/ susukan yang mengalir dari
selatan ke utara yang terdapat ditengah hutan tersebut.
Akhirnya Mbah Buyut Sita memberi nama kampung itu dengan nama :
Ciangsana. Sedangkan tempat Mbah Buyut Sita menetap dinamakan kampung
Babakan yang artinya memulai. Secara etimologi kata Ciangsana dapat diartikan
,Ci artinya air dan Angsana artinya nama pohon. Nama Ciangsana tersebut
kemudian digunakan sebagai nama Desa Ciangsana, mulai sebelum jaman
kemerdekaan RI hingga sampai sekarang ini.
Setelah Mbah Buyut Sita meninggal oleh keluarganya dimakamkan di
kampong Bakom, yang terkenal dengan Kramat Pasarean dan itu dijadikan tempat
pemakaman oleh warga Desa Ciangsana. Kaerena Mbah Buyut Sita sebagai
penyebar agama Islam dan seorang tokoh dari Kerajaan Mataram, dan orang
pertama yang membuka kampong baru yang kemudian dinamakan Ciangsana.
Sebagi cikal bakal berdirinya DESA CIANGSANA maka makamnya pun banyak
dijiarahi oleh warga Desa Ciangsana maupun oleh warga dari luar Desa Ciangsana.
Bukti adanya sungai kecil atau susukan dan pohon Angsana, memang benar
adanya. Sungai kecil atau susukan memang ada mengalir dari kampung babakan
terusmengalir ke kampong Bakom dan Parung Pinang melewati Makam Pasarean
dan melewati Cikepek kampong Cikeas Parung dan bermuara di Sungai Cileungsi.
Tetapi sekarang ini sungai kecil atau susukan tersebut sebagian sudah tidak ada
karena terurug oleh Lokasi Perumahan Kota Wisata yang di bangun mulai tahun
1995.
1.2. Lokasi Instansi
Mengenai keberadaan gedung kantor Desa Ciangsana mulai dari sebelum
masa kemerdekaan RI sampai tahun 1967, belum memiliki gedung kantor Desa
yang tetap dan Baru ketika Bapak Sadan Idan mulai menjabat Kepala Desa
Ciangsana tahun 1967 s/d 1978, Kantor Desa mulai dibangun secara permanen
yang terletak di Blok Bedeng Kampung Cikeas Parung, tepatnya sekarang ini
berada di depan Bangunan Sekolah Bina Pendidikan 2 (BP-2) dan disekitar waktu
itu sudah ada dan berkembang Pasar Desa dan lapangan sepakbola dan Bengkel
Roda serta Pemikiran Warga.
Kemudian ketika Bapak Asmat menjadi PJS Kepala Desa Ciangsana pada
tahun 1978 s/d 1980 Kantor Desa Ciangsana dipindahkan ke Kampung Cikeas Ilir
sampai sekarang ini. Tepatnya di Jalan K.H Rifa’i no 1 Kp. Cikeas Ilir RT.01/30
Desa Ciangsana. Tetapi fisik bangunan kantor Kepala Desa sudah direnovasi
beberapa kali agar lebih baik dan lebih meningkatkan pelayanan kepada warga
masyarakat. Dan peresmian Kantor Kepala Desa Ciangsana, peresmiannya pernah
diresmikan oleh Bupati Bogor Bapak HM. Eddie Yoso Martadipura pada tanggal
27 Maret 1997, sehingga bangunan Kantor Kepala Desa Ciangsana menjadi lebih
bersih, Indah dan Nyaman sesuai dengan motto pemerintah Kabupaten Bogor yaitu:
“TEGAR BERIMAN” (Tegar, Segar, Bersih, Indah dan Nyaman).
Desa Ciangsana
Alamat Kantor:
Jln. KH. Rafe’i No 1Kp. Cikeas Ilir RT 01/30 Desa Ciangsana
PROFIL UMUM
PROFIL UMUM
DESA CIANGSANA
Tahun 2014
Kode Desa (PUM) 3201022003
Desa/Kelurahan CIANGSANA
Kecamatan GUNUNG PUTRI
Kabupaten/Kota KABUPATEN BOGOR
Provinsi JAWA BARAT
Tahun Pembentukan 1900
Luas Desa/Kelurahan (Ha) 861.722,000000
Penetapan Batas Ada
Dasar Hukum Perdes No .
Dasar Hukum Perda No.
Peta Wilayah Ada
Koordinat 106.956901 BT / -6.371751 LS
Tipologi PERINDUSTRIAN/JASA
Klasifikasi SWADAYA
Kategori LANJUT
Batas Wilayah :
a. Desa/Kelurahan Sebelah Utara DESA BOJONG KULUR
b. Desa/Kelurahan Sebelah Selatan KEL. JATIRANGGA
c. Desa/Kelurahan Sebelah Timur DESA LIMUSNUNGGAL
d. Desa/Kelurahan Sebelah Barat DESA NAGRAK
E. KEAMANAN DAN KETERTIBAN
Jumlah Anggota Hansip (Orang) 21
Jumlah Anggota Satgas Linmas (Orang) 21
Jumlah Pos Kamling (Buah) 17
STRUKTUR
A. PERSONIL
1. Kepala Desa/Lurah
-- Nama HM. KACAN BIN H. NAMAN
-- Pangkat/Golongan
-- NIP
-- Pendidikan Terakhir SLTP
-- Pelatihan yang pernah diikuti Bintek Keuangan Desa
-- Jenis Kelamin Laki-Laki
2. Sekretaris Desa/Kelurahan
-- Nama ENGKAR KARYANA,Spd
-- Pangkat/Golongan II b
-- NIP 1.97306E+17
-- Pendidikan Terakhir S-1
-- Pelatihan yang pernah diikuti Bintek Keuangan Desa
-- Jenis Kelamin Laki-Laki
3. Badan Permusyawaratan Desa
-- Nama UDIN SAPUTRA
-- Pendidikan Terakhir DIPL
KETUA KNPI KECAMATAN
-- Pelatihan yang pernah diikuti
GUNUNG PUTRI
-- Jenis Kelamin Laki-Laki
DEMOGRAFI
B. DATA UMUM
1. Tataguna Lahan dan Produksi
a. Tataguna Lahan
-- Sawah (Ha) 20,000
-- Tegal/Ladang (Ha) 870,000
-- Pemukiman (Ha) 7,817,220
-- Pekarangan (Ha) 0,0000
-- Tanah Rawa (Ha) 0,0000
-- Pasang Surut (Ha) 0,0000
-- Lahan Gambut
0,0000
(Ha)
-- Situ/Waduk/Danau
0,0000
(Ha)
-- Perkebunan (Ha) 0,0000
-- Tanah Kas Desa
0,0000
(Ha)
-- Fasilitas Umum
473,470
(Ha)
-- H u t a n (Ha) 0,0000
-- Jumlah Luas
9,180,690
Wilayah (Ha)
b. Produksi
b.1. Total Nilai
Produksi Pangan 0,00
(Rp)
----- Komoditas
Unggulan
Cabe
Berdasarkan Luas
Panen
----- Komoditas
Unggulan
Cabe
Berdasarkan Nilai
Produksi
b.2. Total Nilai
Produksi Perkebunan
(Rp)
----- Komoditas
Unggulan
Berdasarkan Luas
Panen
----- Komoditas
Unggulan
Berdasarkan Nilai
Produksi
b.3. Total Nilai
Produksi Perikanan
(Rp)
----- Komoditas
Unggulan
Berdasarkan
Produktivitas
----- Komoditas
Unggulan
Berdasarkan Nilai
Produksi
b.4. Total Nilai
Produksi Hasil
Peternakan (Rp)
----- Komoditas
Unggulan
Berdasarkan Nilai
Produksi
----- Komoditas
Unggulan Ayam
Berdasarkan Populasi kampung
Ternak
----- Komoditas
Unggulan Ayam
Berdasarkan Jumlah kampung
Peternak
b.5. Total Hasil
Produksi Buah-
Buahan (Ton)
----- Komoditas
Unggulan
Berdasarkan Luas
Panen
----- Komoditas
Unggulan
Berdasarkan
Produktivitas
b.6. Total Hasil
Produksi Apotik
Hidup (Ton)
----- Komoditas
Unggulan
Berdasarkan Luas
Panen
----- Komoditas
Unggulan
Berdasarkan
Produktivitas
b.7. Komoditas
Unggulan Hasil
Hutan
2. Rawan Bencana dan Orbitasi
Tidak ada data untuk ditampilkan
3. Penduduk dan Kepala Keluarga
a. Jumlah Penduduk
Jumlah Laki-Laki
17.063
(orang)
Jumlah Perempuan
16.309
(orang)
Jumlah Total (orang) 33.372
Jumlah Kepala
8.835
Keluarga (KK)
Kepadatan Penduduk
3.828
(Jiwa/KM2)
b. Komposisi Usia Penduduk
Perempu
Laki-Laki
an
Usia 0 -
Usia 0 - 6 Tahun 795 794
6 Tahun
Usia 7 -
Usia 7 - 12 Tahun 1.952 12 1.841
Tahun
Usia 13 -
Usia 13 - 18 Tahun 2.137 18 1.988
Tahun
Usia 19 -
Usia 19 - 25 Tahun 1.887 25 1.751
Tahun
Usia 26 -
Usia 26 - 40 Tahun 4.14 40 4.546
Tahun
Usia 41 -
Usia 41 - 55 Tahun 4.26 55 3.644
Tahun
Usia 56 -
Usia 56 - 65 Tahun 733 65 557
Tahun
Usia 65 -
Usia 65 - 75 Tahun 303 75 253
Tahun
Usia >
Usia > 75 Tahun 126 75 103
Tahun
Jumlah
Jumlah Laki-Laki Perempu
16.207 15.374
(Orang) an
(Orang)
c. Kesejahteraan Keluarga
Keluarga Prasejahtera
8.772
(KK)
Keluarga Sejahtera 1
29
(KK)
Keluarga Sejahtera 2
0
(KK)
Keluarga Sejahtera 3
0
(KK)
Keluarga Sejahtera
0
3+ (KK)
Jumlah Kepala
8.801
Keluarga
4. Pekerjaan/Mata Pencaharian
Laki-Laki Perempuan Jumlah
Jenis Pekerjaan
(orang) (orang) (Orang)
Petani 93 3 96
Buruh Tani 19 0 19
Buruh Migran 0 476 476
Pegawai Negeri Sipil 420 370 790
6 4 10
Peternak 3 0 3
Montir 4 0 4
Dokter swasta 29 59 88
Perawat swasta 4 26 30
Bidan swasta 0 14 14
Ahli Pengobatan
2 0 2
Alternatif
TNI 1.945 113 2.058
POLRI 33 2 35
Guru swasta 46 121 167
Dosen swasta 7 11 18
Seniman/artis 2 3 5
Pedagang Keliling 161 45 206
Pembantu rumah
1 12 13
tangga
Pengacara 8 1 9
Notaris 1 7 8
Dukun Tradisional 0 2 2
Karyawan
2.764 1.429 4.193
Perusahaan Swasta
Karyawan
Perusahaan 68 36 104
Pemerintah
Wiraswasta 2.397 359 2.756
Belum Bekerja 3.165 2.762 5.927
Pelajar 4.293 3.924 8.217
Ibu Rumah Tangga 12 5.987 5.999
Purnawirawan/Pensiu
140 31 171
nan
Perangkat Desa 82 67 149
Buruh Harian Lepas 559 60 619
Kontraktor 4 0 4
Sopir 32 3 35
Tukang Jahit 1 0 1
Jasa Konsultansi
Manajemen dan 4 3 7
Teknis
Karyawan Honorer 3 2 5
Wartawan 10 0 10
Pemuka Agama 3 14 17
Anggota Legislatif 1 0 1
Apoteker 0 1 1
Pilot 4 0 4
Pelaut 8 0 8
Peneliti 1 0 1
Jumlah Total (Orang) 16.335 15.947 32.282
5. Pendidikan dan Kesehatan
a. Rasio Murid dan Guru
Tingkatan/Je Jumlah
Kategori Jumlah Pengajar Rasio
nis Sekolah Siswa
Sekolah Formal TK 0 0 0
SD 0 0 0
SMP 0 0 0
SMA 0 0 0
Sekolah Islam Ibtidayah 0 0 0
Tsanawiyah 0 0 0
Ponpes 0 0 0
Sekolah Non Formal Komputer 0 0 0
Jumlah Total 0 0
b. Sarana Kesehatan
Jumlah
Jenis Sarana
(Unit/Orang
Kesehatan
}
Dokter Umum 5
Paramedis 5
Dukun Bersalin
3
Terlatih
Bidan 4
Praktek Dokter 3
6. Tingkat Pendidikan Masyarakat
Laki-Laki Perempuan Jumlah
Tingkatan Pendidikan
(orang) (orang) (Orang)
Tamat SD/sederajat 3.798 4.179 7.977
Tamat SMP/sederajat 2.371 2.216 4.587
Tamat SMA/sederajat 4.779 3.969 8.748
Tamat D-1/sederajat 40 35 75
Tamat D-2/sederajat 70 120 190
Tamat S-1/sederajat 1.884 1.7 3.584
Tamat S-2/sederajat 242 87 329
Tamat S-3/sederajat 11 3 14
Jumlah Total (Orang) 13.195 12.309 25.504
7. Sarana dan Prasarana
a. Kantor Desa/Kelurahan
Tidak ada data untuk ditampilkan
b. Kesehatan
Jenis Prasarana Kesehatan Jumlah (Unit)
Puskesmas 1
Poliklinik/balai pengobatan 7
Apotik 7
Posyandu 32
Toko obat 0
Jumlah Rumah/Kantor Praktek
5
Dokter
Balai Kesehatan Ibu dan Anak 4
Jumlah Total (Unit) 56
c. Pendidikan
Milik
Jumlah
Sendiri
Jenis Gedung Sewa (Gedung) (Gedung
(Gedung
)
)
Gedung SMA/sederajat 0 0 0
Gedung SD/sederajat 0 0 0
Gedung TK 0 0 0
Gedung Tempat Bermain Anak 0 0 0
Prasarana dan Sarana Pendidikan
0 0 0
Lainnya
Jumlah Total (Gedung) 0 0 0
d. Peribadatan
Jenis Tempat Ibadah Jumlah
Masjid 15
Langgar/Surau/Mushola 23
Gereja Kristen Protestan 1
Gereja Katholik 1
Pura 1
Jumlah Total 41
e. Transportasi
Kondisi
Jumlah
Kondisi Baik Rusak
Jenis Sarana/Prasarana (Km/Un
(Km/Unit) (Km/Uni
it)
t)
Jalan Kabupaten (Aspal) 0,00 0,00 0,00
f. Air Bersih
Sumur Pompa (Unit) 0
Sumur Gali (Unit) 0
Hidran Umum (Unit) 0
Penampung Air
0
Hujan (Unit)
Tangki Air Bersih
0
(Unit)
Embung (Unit) 0
Mata Air (Unit) 0
Bangunan
Pengolahan Air 0
(Unit)
g. Irigasi
Panjang Saluran
0,00
Primer (M)
Panjang Saluran
0,00
Sekunder (M)
Panjang Saluran
0,00
Tersier (M)
Pintu Sadap (Unit) 0,00
Pintu Pembagi Air
0,00
(Unit)
h. Sanitasi
Sumur Resapan Air
Rumah Tangga 0
(Rumah)
MCK Umum (Unit) 0
Jamban Keluarga
0
(KK)
Saluran
Drainase/Saluran
Ada
Pembuangan Air
Limbah
Kondisi Saluran
2
Drainase/Saluran
i. Olah Raga
Jumlah
Jenis Prasarana Olah Raga (Unit/Gedung/Lo
kasi)
Lapangan sepak bola 3
Lapangan bulu tangkis 5
Lapangan voli 0
D. KELEMBAGAAN
a. Lembaga Kemasyarakatan
Pengurus Jenis
Jenis Lembaga Jumlah
(orang) Kegiatan
LPMD/LPMK ATAU SEBUTAN
1 11 2
LAIN
PKK 12 32 6
RUKUN WARGA 46 96 5
RUKUN TETANGGA 170 340 0
KARANG TARUNA 1 20 3
ORGANISASI KEAGAMAAN 1 5 3
Jumlah Total 231 504 19
b. Lembaga Adat
Pemangku Adat Ada
Kepengurusan Adat Ada
Rumah Adat Ada
Barang Pusaka Ada
Naskah-Naskah Tidak Ada
Lainnya Tidak Ada