Anda di halaman 1dari 43

CRITICAL JOURNAL REPORT

“Model Pembelajaran Pendidikan Karakter Dengan


Pendekatan Multikultural Dalam Pendidikan
Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi ”

RAHMAT RAHMADAN SAHPUTRA


4153141046
BIOLOGI DIK D 2015

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN 2017

PENGANTAR

Wacana pendidikan karakter pada akhir-akhir ini memperoleh perhatian


yang cukup intens dari pemerhati pendidikan maupun pemerintah (Soesetijo,
2010). Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005–2025
(Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007), menegaskan
bahwa pembangunan karakter bangsa dikonsentrasikan pada terwujudnyakarakter
bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, dan bermoral
berdasarkan Pancasila, yang dicirikan dengan watak dan prilaku manusia dan
masyarakat Indonesia yang beragam, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berbudi luhur, bertoleran,bergotongroyong, berjiwa patriotik,
berkembang dinamis, dan berorientasi ipteks.
Pendekatan multikultural (multicultural approach) diangkat dari munculnya
gagasan perlunya pendidikan multi kultural (multicultural education) bagi
kehidupan manusia dan keragaman bangsa di dunia. diidentifikasi oleh J.A. Banks
(1993) yaitu: (1) untuk memfungsikan peranan sekolah dalam memandang
keberadaan siswa yang beraneka ragam; (2) untuk membantu semua peserta didik
dalam membangun perlakuan yang positip terhadap perbedaan kultural, ras, etnik,
kelompok keagamaan; (3) memberikan ketahanan peserta didik dengan cara
mengajar mereka dalam mengambil keputusan dan ketrampilan sosialnya; (4)
untuk membantu peserta didik dalam membangun sikap ketergantungan lintas
budaya dan memberi gambaran kepada mereka mengenai perspektif perbedaan
kelompok.
Pilihan materi perkuliahan yang relevan dengan upaya membangun
wawasan kebangsaan mahasiswa, hendaknya mengandung berbagai aspek ragam
budaya bangsa, yang dikemas dengan pendekatan multi kultural. Dalam kaitan itu,
Wiriaatmadja (1996), menganjurkan beberapa strategi yang perlu digunakan oleh
guru menerapkan pendekatan multikultural : (1) guru sebaiknya menggunakan
metode mengajar yang efektif, dengan mengingat referensi budaya beragam di
kelas; (2) guru perlu mengamati dan menyimak keadaan kelasnya, sebelum
mengambil keputusan tentang kelas dengan orientasi budaya beragam; (3) diskusi
yang relevan dengan pesan-pesan multikultural, juga perlu pengarahan dan
bimbingan guru dengan menunjukkan bagaimana penyelenggaraannya agar tidak
berkembang menjadi konflik.
ABSTRAK JURNAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan karakter
menggunakan pendekatan multikultural untuk Pendidikan Kewarganegaraan.
Hasil model pembelajaran adalah modul dan gambar dalam bentuk video
pembelajaran. Model prototipe pembelajaran mengacu pada kompetensi diri yang
dimiliki oleh mahasiswa, kompetensi dosen dalam pendekatan multikultural, latar
belakang budaya mahasiswa, dan karakteristik materi pembelajaran yang
bernuansa materi multikultural. Strategi yang dapat digunakan
diantaranya:strategi dan aktivitas belajar yang dikombinasikan dengan strategi
konsep, strategi analisis nilai, dan strategi analisis sosial. Pembelajaran dapat
menggunakan lima langkah utama, yaitu analisis isi, analisis latar belakang
budaya, peta materi, pengorganisasian materi, dan format pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan. Implementasi model pendidikan karakter dengan
pendekatan multikultural dapat dilakukan melalui beberapa fase, yaitu: studi
eksplorasi, presentasi, analsis teman sejawat, pendapat ahli, refleksi dan
rekomendasi.

2
REVIEW JURNAL
A. Pendahuluan jurnal
Bangsa Indonesia dewasa ini tengah mengalami semacam split personality
(Jalaludin, 2012). Wacana pendidikan karakter pada akhir-akhir ini memperoleh
perhatian yang cukup intens dari pemerhati pendidikan maupun pemerintah
(Soesetijo, 2010).
Pembangunan karakter bangsa akan mengerucut pada tiga tataran besar, yaitu
(1) untuk menumbuhkan dan memperkuat jati diri bangsa, (2) untuk menjaga
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan (3) untuk membentuk
manusia dan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia dan bangsa yang
bermartabat (Kebijakan Pembangunan Karakter 2005-2025). Secara demikian
pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi
pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak. Bidang-bidang garapan pendidikan
karakter yang mengarah pada perilaku berkarakter terfokus pada kemampuan olah
pikir, olah hati, olah raga dan olah rasa/karsa. (4) untuk membantu peserta didik
dalam membangun sikap ketergantungan lintas budaya dan memberi gambaran
kepada mereka mengenai perspektif perbedaan kelompok.
Beberapa topik perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan yang relevan
dengan pendekatan multi kultural antara lain adalah: (1) Terbentuknya Identitas
Kebangsaan Indonesia; (2) Identitas dan integritas kebangsaan Indonesia di Era
Global; (3) Sikap yang diperlukan dalam mengembangkan martabat dan harga diri
sebagai bangsa Indonesia; (4) Pluralis-multikultural dalam masyarakat Indonesia;
(5) eksistensi SARA dalam masyarakat pluralitas-multikultural; (6) Masyarakat
pluralis-multikultural dan integrasi nasional; (7) Cara pandang lokal dalam
konteks wawasan nasional; (8) Budaya Indonesia dalam perspektif global, dan
topik-topik lainnya.
B. Tujuan jurnal
Tujuannya ialah untuk mengembangkan model pendidikan karakter Indonesia
dengan orientasi yang jelas sehingga terwujudnya karakter bangsa yang tangguh,
kompetitif, berakhlak mulia, dan bermoral berdasarkan Pancasila, yang dicirikan
dengan watak dan prilaku manusia dan masyarakat Indonesia yang beragam,
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, bertoleran,
bergotongroyong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, dan berorientasi ipteks

3
dengan menggunakan pendekatan multikultural untuk Pendidikan
Kewarganegaraan.
C. Masalah yang ingin diangkat
Bangsa Indonesia dewasa ini tengah mengalami semacam split personality
(Jalaludin, 2012).Pendekatan multikultural (multicultural approach) diangkat dari
munculnya gagasan perlunya pendidikan multi kultural (multicultural education)
bagi kehidupan manusia dan keragaman bangsa di dunia.
Keanekaragaman manusia, telah melahirkan gagasan mengenai pendidikan multi
kultural.Konsep pendidikan multi kultural adalah suatu sikap dalam memandang
keunikan manusia dalam interaksi sosial dengan tanpa membedakan ras,
kultur, kebiasaan seks, kondisi jasmaniah, atau status ekonomi seseorang.
D. Metode penelitian
Pengembangan ini dilaksanakan dalam waktu tiga tahun dengan menggunakan
desain pengembangan pengembangan (research and development) sebagaimana
disarankan oleh Borg & Gall (1982). Pada penelitian tahun pertama (2013),
dilakukan tiga tahap, yaitu tahap eksplorasi, tahap perumusan prototype model
dan penyusunan desain pembelajaran, dan tahap penyusunan draft modul
pembelajaran. Pada tahun kedua (2014),penelitian dirancang untuk menguji coba
model pembelajaran pendidikan karakter dalam PKn dengan pendekatan
multikultural di perguruan tinggi yang telah dihasilkan pada tahun pertama. Uji
coba dilakukan dengan 3 (tiga) tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan,
tahap refleksi, dan tahap perbaikan model. Pada penelitian tahun ketiga (2015)
dilakukan dalam dua tahap, yaitu: tahap perbaikan desain dan draft modul
pembelajaran, dan tahap diseminasi atau penyebarluasan model ke beberapa
perguruan tinggi. Perbaikan desain dan modul pembelajaran dilakukan
berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan pada tahun kedua.
Penelitian ini dilakukan di beberapa perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur,
yaitu di: (1) Universitas Negeri Malang di Malang; (2) Institut Agama Islam
Sunan Ampel Surabaya; (3) Universitas Negeri Jember, di Jember; (4) Universitas
Darul Ulum, Jombang; (5) Universitas Nusantara PGRI Kediri di Kediri; (6)
Universitas Merdeka Pasuruan di Pasuruan; (7) IKIP PGRI Madiun di Madiun.
Sumber data penelitian adalah: (1) dosen pembina matakuliah Pendidikan
Kewarganegaraan di beberapa perguruan tinggi lokasi penelitian; dan (2)
mahasiswa dari perguruan tinggi lokasi panelitian yang; (a) sedang mengikuti
matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan; (3) sudah lulus matakuliah Pendidikan
Kewarganegaraan.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah: (1)
wawancara terbimbing untuk tahap eksplorasi daya dukung perguruan tinggi; (2)
curah pendapat dan diskusi untuk perumusan prototype dan penyusuan desain
pembelajaran; (3) observasi (pengamatan) dan angket untuk uji coba model.
Sedang analisis data dilakukan secara kualitatif-induktif

E. Hasil
Daya dukung perguruan tinggi menyangkut penyajikan matakuliah pkn,
kurikulum dan perangkat pembelajaran, tenaga dosen, dan perangkat

4
pembelajaran. ketersediaan daya dukung di semua perguruan tinggi lokasi
penelitian cukup baik. Jumlah dosen PKn yang cukup dengan kualifikasi yang
baik dan ketersediaan deskripsi/silabus/RPS merupakan daya dukung utama untuk
mengembangkan model pembelajaran pendidikan karakter. Ketersediaan bahan
ajar dan sarana teknologi informasi yang cukup baik akan memudahkan
mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. Begitu pula kebiasaan
mahasiswa menggali sendiri informasi atau materi.
Persepsi dan Saran tentang Perkuliahan PKn Hasil penggalian gagasan dan
pemikiran dari para dosen PKn dan mahasiswa yang sudah dan sedang mengikuti
perkuliahan PKn di semua perguruan tinggi lokasi melalui Fokus Grup Diskusi
(FGD). mahasiswa menyatakan cukup senang mengikuti matakuliah PKn. Melalui
kuliah PKn mereka dapat memahami masalah-masalah kebangsaan, kenegaraan
dan kemasyarakatan secara lebih mendalam. Materinya sangat bermanfaat untuk
pembentrukan karakter. Kalau dulu pada waktu di SMA mereka hanya
mendapatkan materi pelajaran PKn secara normatif dan teoritik yang disampaikan
oleh guru melalui ceramah yang monoton, pada saat mengikuti kkuliah PKn di
perguruan tinggi sangat berbeda. Dalam pandangan para dosen PKn, selama ini
mahasiswa cukup aktif dan serius dalam mengikuti perkuliahan PKn. Mahasiswa
cukup antusias untuk mendiskusikan masalah-masalah aktual yang berkembang
dalam masyarakat. Bahkan banyak pemikiran-pemikiran dan gagasan mereka
yang cukup brilliant. Biasanya mereka menyampaikan pendapat dan pemikiran
secara lugas dan apa adanya. Dalam perkuliahan PKn, sebagian besar dosen selalu
mengaitkan materi kuliah dengan masalah-masalah yang hangat, kasus-kasus
baru, dan isu-isu kontroversial.
Prototipe Model Pembelajaran Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan
dalam pembelajaran kerakter dengan pendekatan multikultural. Hal yang perlu
diperhatikan dalam mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan
multikultral di antaranya adalah kompetensi matakuliah yang harus dimiliki oleh
mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan, yang meliputi kompetensi kognitif atau
pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan sikap, etika atau karakter
(attitude, ethic atau disposition). Beberapa strategi yang dapat dipilih dan
digunakan dalam mengembangkan pembelajaraan dengan pendekatan
multikultural, antara lain: strategi kegiatan belajar bersama-sama (Cooperative
Learning), yang dipadukan dengan strategi pencapaian konsep (Concept
Attainment) dan strategi analisis nilai (Value Analysis); strategi analisis sosial
(Social Investigation). Penyusunan rancangan pembelajaran PKn dengan
pendekatan multikultural dapat dilakukan melalui lima tahapan utama, yaitu: (1)
analisis isi (content analysis); (2) analisis latar kultural (setting analysis); (3)
pemetaan materi (maping contents); (4) pengorganisasian materi (contents
organizing) pembelajaran PKn. Selain itu, pengorganisasian materi pembelajaran
perlu memperhatikan beberapa dimensi yang mampu menggambarkan
karakteristik kerja multikultural, antara lain dimensi isi/materi (content
integration), dimensi konstruksi pengetahuan (konwledge construction), dimensi
pengurangan prasangka (prejudice reduction); dimensi pendidikan yang sama/adil

5
(eguitable pedagogy), dan dimensi pemberdayaan budaya sekolah dan struktur
sosial (empawering school culture and social structure).

KESIMPULAN DAN SARAN

Secara umum respon mahasiswa terhadap model pembelajaran yang


dikembangkan dalam penelitian ini dapat dikategorikan sangat baik. Dari 10
(sepuluh) aspek yang dinilai, ada 7 (tujuh) aspek yang mendapatkan penilaian
sangat baik, dan 3 (tiga) aspek yang mendapatkan penilaian baik. Tidak ada aspek
yang dinilai kurang atau tidak baik. Dengan demikian maka menurut
penilaian mahasiswa model pembelajaran yang dikembangkan sangat baik dan
sangat layak untuk dijadikan sebagai model pendidikan karakter
dalam pembelajaran PKn.
Sedangkan berdasarkaan dari prototipe model pembelajaran pendidikan
karakter dengan pendekatan multikultural dalam PKn perlu dikembangkan dengan
memperhatikan kompetensi matakuliah yang harus dimiliki oleh mahasiswa,
kompetensi dosen dalam menerapkan pendekatan multicultural, latar kultural
mahasiswa, dan karakteristik materi pembelajaran yang bernuansa multikultural.

IMPLIKASI

6
Jurnal merupakan laporan hasil penelitian yang dapat memberikan dampak
yang bagus bagi suatu bangsa khususnya Indonesia karna memiliki masyarakat
yang berkepribadian kritisi akan perkembangan ilmu dan potensi lingkungan yang
ada. Contohnya pada jurnal ini memberikan dampak yang bagus terhadap
mahasiswa dan peneliti Indonesia lainya sebagai bahan referensi sehingga
penduduk Indonesia tergerak untuk meneliti potensi yang ada dan berpengaruh
dalam pembangunnan kualitas bangsa Indonesia.
Pada jurnal ini yang membahas tentang Model Pembelajaran Pendidikan
Karakter Dengan Pendekatan Multikultural Dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Di Perguruan Tinggi dapat kita manfaatkan sebagai bahan pertimbangan bahwa
pada dasarnya indonesia yang memiliki beragam suku , adat dan budaya bangsa
yang merupakan kebehinekaan suatu pancasila dapatlah diterapkan model
pembelajaran dengan pendekatan Multikultural hal ini bertujuan (1) untuk
memfungsikan peranan sekolah dalam memandang keberadaan siswa yang
beranekaragam; (2) untuk membantu semua peserta didik dalam membangun
perlakuan yang positip terhadap perbedaan kultural, ras, etnik, kelompok
keagamaan; (3) memberikan ketahanan peserta didik dengan cara mengajar
mereka dalam mengambil keputusan dan ketrampilan sosialnya; (4) untuk
membantu peserta didik dalam membangun sikap ketergantungan lintas budaya
dan memberi gambaran kepada mereka mengenai perspektif perbedaan kelompok.

KEPUSTAKAAN
Al Atok ,dkk . 2015 . Model Pembelajaran Pendidikan Karakter dengan Pendekatan
Multikultural dalam PKn di Perguruan Tinggi . Jurnal Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, Th. 28, Nomor 1.
Jalaludin, 2012. Membangun SDM Bangsa Melalui Pendidikan Karakter. Jurnal
Penelitian Pendidikan. UPI. Vol 13 (2):134-149.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJPN 2005-2025
CRITICAL BOOK REVIEW

“Pendidikan Pancasila ”

CRITICAL BOOK REPORT


MK. PANCASILA
PRODI S1 Pend . Tata Busana
Fakultas Teknik

Skor Nilai:

7
Disusun Oleh:

DOSEN PENGAMPU : Ricu Sidiq S.Pd.,M.Pd.


MATA KULIAH : PANCASILA

JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018 / 2019

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat
dan Karunia-Nya kepada Penulis, sehingga critical book report ini dapat

8
diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Adapun tujuan Penulis dalam
menyusun critical book report ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Pancasila dan Critical Book Report ini juga dapat digunakan sebagai bahan
diskusi, serta dapat diaplikasikan sebagai bahan pembelajaran.
Critical book report ini Penulis susun dari berbagai bahan referensi
terutama buku yang berhubungan dengan judul critical book yang sebelumnya
telah diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Pancasila. Penulis berusaha
seobjektif mungkin dalam menyusun critical book sederhana ini.

Saya mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Pancasila yang
telah mempercayakan tugas ini kepada saya sehingga mempermudah Penulis
dalam memahami materi pada perkuliahan ini. Penulis menyampaikan banyak
terima kasih karena beliau, yang telah memandu Penulis, sehingga hal tersebut
turut membantu Penulis dalam penyelesaian critical book ini, serta kepada semua
pihak yang turut andil dalam membantu Penulis dalam penyelesaian critical book
ini, sehingga critical book ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.

Medan, 01 Oktober 2018

Penulis
Aufaa Nabiilah Lubis
5172143008

9
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................... Error! Bookmark not defined.

DAFTAR ISI ......................................................................................................... 10

BAB I ..................................................................... Error! Bookmark not defined.

PENDAHULUAN ................................................. Error! Bookmark not defined.

1.1 Latar Belakang .........................................................Error! Bookmark not defined.

1.2 Tujuan ......................................................................Error! Bookmark not defined.

1.2 Manfaat ....................................................................Error! Bookmark not defined.

BAB II KRITIKAL BUKU .................................... Error! Bookmark not defined.

BAB IIIPEMBAHASAN ........................................................................................ 3

BAB IV ................................................................................................................. 32

PENUTUP ............................................................................................................. 32

3.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 32

3.2 Saran ....................................................................................................................... 32

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 33

10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu
bangsa Indonesia yang majemuk. Mengapa begitu besar pengaruh Pancasila
terhadap bangsa dan negara Indonesia? Kondisi ini dapat terjadi karena perjalanan
sejarah dan kompleksitas keberadaan bangsa Indonesia seperti keragaman suku,
agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat, kebiasaan budaya, serta warna kulit
jauh berbeda satu sama lain tetapi mutlak harus dipersatukan. Pancasila sebagai
dasar negara memang sudah final. Pancasila yang diperjuangkan untuk mengikat
agama-agama dan suku-suku itu harus tetap mengakui jati diri dan ciri khas yang
dimiliki setiap agama dan suku. Oleh karena itu, di dalam Bangsa Indonesia tidak
boleh ada pertentangan dalam hal Ketuhanan Yang Maha Esa. Kita seharusnya
menghindari sikap atau perbuatan yang anti terhadap Tuhan Yang Maha Esa, anti
agama. Untuk itulah sebagai generasi penerus bangsa, kita wajib mengkaji,
memahami, dan menerapkan sila pertama Pancasila. Diharapkan melalui
pembahasan sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini, akan terwujud generasi-generasi
penerus Bangsa Indonesia yang menjunjung nilai-nilai KeTuhanan dan berbudi
luhur.

B. Tujuan
Critical Book Report ini bertujuan :
1. Mengulas isi sebuah buku.
2. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku.
3. Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan
oleh setiap bab dari sebuah buku.
C. Manfaat
Critical Book Report ini bermanfaaat :
1. Dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan buku tersebut, sekaligus
memberi masukan.
2. Memahami secara mendalam isi buku yang di kritik, sehingga tidak
mudah lupa dan dapat menjadi bahan diskusi.

11
BAB II

KRITKAL BOOK

A. IDENTITAS BUKU
1. Identitas buku utama

Judul Buku : Pendidikan Pancasila

Penulis : Dr.Eka Susanti,M.Pd.

Toni Nasution, M.Pd.

Penerbit :CV. Widya Puspa

Kota Terbit : Medan

Tahun Terbit :2018

Ukuran Buku : 16 x 24 cm

Jumlah Isi : 169 halaman

Desain Sampul : TIM ( Full Colour )

2. Identitas buku pembanding

Judul Buku : Pendidikan Pancasila

Penulis : Dr. Halking, M.Si. dan DKK

Penerbit : UNIMED

Kota Terbit : Medan

Tahun Terbit :2018

Ukuran Buku : 17,6 x 25 cm

Jumlah Isi : 187 halaman

Desain Sampul : TIM ( Full Colour )

12
BAB III

PEMBAHASAN

RINGKASAN / KRITIKAN BUKU

A. Ringkasan Buku Utama

PENGERTIAN LATAR BELAKANG DAN TUJUAN PENDIDIKAN


PANCASILA

A. Pengertian Pancasila
Untuk memahami pancasila secara kronologis baik menyangkut
rumusannya maupun peristilahannya, maka pengertian pancasilameliputi lingkup
pengertian sebagai berikut: Pengertian pancasila secara etilomogis, Pengertian
pancasila secara historis, Pengertian pancasila secara terminologis. Dibawah ini
akan dijelaskan satu-persatu pengertian pancasila dari tiga linkup tersebut.
1. Pengertian pancasila secara etimologis

Secara etimologis istilah “pancasila” berasal dari bahasa sansekerta dari


india (bahasa kasta brahmana), adapun bahasa rakyat biasa adalah bahasa prakerta
(kaelan, 2010:21). Oleh karena itu secara etimologis, kata “pancasila” yang
dimaksudkan adalah istilah “panca syila” dengan vokali I pendek yang memiliki
makna lesikel “ berbatu sendi lima” atau secara harfiah : “dasar yang memiliki
lima unsur”. Adapun istilah “ panca syila” dengan huruf dewanagari I bermakna
lima aturan tingkah laku yang penting ( yamin, 1960: 437).

2. Pengertian pancasila secara historis

Historis perumusan pancasila diawali ketika dalam siding BPUPKI


pertama, Dr.K.R.T. Radjiman Widyodiningrat mengajukan masalah, yang akan
dibahas pada siding tersebut. Masalah yang dimaksud adalah tentang suatu
rumusan dasar Negara Indonesia yang akan dibentuk. Didalam siding BPUPKI
tanggal 1 junu1945, Ir. Soekarno berpidato secara lisan tanpa teks mengenai
calon rumusan dasar Negara Indonesia. Kemudian untuk memberi nama istilah
dasar Negara tersebut, beliau memberi nama “pancasila” yang artinya lima dasar.

13
Pada tanggal 17 agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaan.
Keesokan harinya tanggal 18 agustus 1945 disahkanlah Undang-Undang dasar
1945 termasuk pembukaan UUD 1945 yang didalamnya termuat isi rumusan lima
prinsipsebagai satu dasar Negara yang diberi nama pancasila. Sejak saat itulah
perkataan pncasila telah menjadi bahasa Indonesia dan merupakan istilah
umum,demikianlah riwayat singkat pancasila baik dari segi istilahnya maupun
proses perumusannya, sampai menjadi dasar Negara yang sah sebagaimana
terdapat dalam pembukaan UUD 1945.

3. Pengertian pancasila secara terminologis

Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 agustus 1945 telah melahirkan


Negara Republik Indonesia. Untuk melengkapi alat-alat Perlengkapan Negara
sebagaimana lazimnya Negara –negara yang merdeka, maka panitia persiapan
kemerdekaan Indonesia (PPKI) segera mengadakan sidang. Dalam sidangnya
tanggal 18 agustus 1945 telah berhasil mengesahkan UUD Negara republic
Indonesia yang dikenal dengan UUD 1945. Dalam peembukaan UUD 1945 yang
terdiri dari 4 alinea tercantum rumusan pancasila sebagai berikut:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa


2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Rumusan pancasila
sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 inilah yang secara
konstiyusional sah dan benar sebagai dasar Negara Republik Indonesia, yang
disahkan oleh PPKI, mewakili seluruh rakyat Indonesia.

B. Latar Belakang Perlunya Pendidikan Pancasila


1. Latar belakang historis
Secara historis bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila
pancasila sebelum dirumuskan dan disahkan menjadi Dasar Negara Indonesia
secara objektif historis telah dimiliki bangsa Indonesia sendiri. Asal-usul nilai-

14
nilai pancasila tidak lain dari bangsa Indonesia sendiri, atau dengan kata
lainbangsa Indonesia sebagai kuasa materialis pancasila. Dengan demikian,
bardasarkan fakta objektif secara historis kehisupan bangsa Indonesia tidak dapat
dipisahkan dari nilai-nilai pancasila.
2. Latar belakang kultural
Karya besar bangsa Indonesia yang sejajar dengan karya besar bangsa lain
di dunia ini adalah hasil pemikiran tentangbangsa dan Negara yang mendasarkan
pandangan hidup, suatu prinsip yang tertuang dalam sila-sila pancasila. Oleh
karena itu, pancasilapun harus diwariskan kepada generasi muda bangsa Indonesia
melalui pendidikan. Tanpa usaha mewariskan bangsa akan kehilangan hasil
budaya atau kultural yang sangat penting itu.
3. Latar belakang yuridis
Dengan dituangkannya rumusan pancasila dalam pembukaan UUD 1945,
mengandung konsekuensi bahwa pancasila secara yuridis konstitusional telah
secara formal menjadi dasar Negara republic Indonesia. Sebagai dasar Negara,
pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara yuridis. Seluruh tatanan hidup
bernegara yang bertentangan dengan pancasila sebagai kaidah yuridis-
konstitusional pada dasarnya tidak berlaku dan harus dicabut.
4. Latar belakang filosofis
Pancasila adalah dasar filsafat Negara dan pandangan filosofis bangsa
Indonesia . terkait cdengan hal tersebut., maka sudah menjadi keharusan moral
untuk secara konisten merealisasikannya dalam setiap aspek kehidupan
masyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini berdasarkan pada kenyataan secara
filosofis dan objektif bahwa bangsa Indonesia dalam hidup bermasyarakat dan
bernegara mendasarkan pada nilai-nilai yang tertuang dalam sila-sila pancasila
secara filosofis merupakan filosofis bangsa Indonesia sebelum mendirikan
Negara.
C. Tujuan Pendidikan Pancasila
Pendidikan pancasila bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang
berperilaku,1) memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung
jawab sesuai dengan hati nuraninya, 2)memiliki kemampuan untuk mengenali
masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahanya, 3) mengenali

15
perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, 4)
memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya
bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia (kaelan, 2010:15).

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA


INDONESIA

A. Konsepsi Sejarah Perjuangan Bangsa


Mengingat terlalu luasnya perjuangan bangsa Indonesia, maka dalam
pembahasan ini perjuangan bangsa Indonesia melalui pergerakan rakyat dan
organisasi kemasyarakatan maupun politik untuk menjadi satu bangsa dan Negara
yang merdeka. Apabila pembatasan ini yang dijadikan kriteria maka pembahasan
sejarah perjuangan dimulai sejak munculnya kesadaran berbangsa atau
kebangkitan nasional. Kebangkitan nasional dimulai sejak awal abad ke-20 dan
mencapai puncaknya pada tanggal 17 agustus 1945 yakni saat diploklamirkannya,
kemerdekaan Negara kesatuan republic Indonesia.
B. Zaman Kerajaan
1. Kerajaan kutai
Indonesia memasuki zaman sejarah pada tahun 400 M dengan
ditemukannya prasasti yang berupa 6 yupa ( tiang batu) masyarakat kutai yang
membuka zaman sejarah Indonesia pertama kalinya ini menampilkan nilai-nilai
social politik, dan ketuhanan dalam bentuk kerajaan , kenduri serta sedekah
kepada para brahmana.
2. Kerajaan sriwijaya
Pada abad VII muncullah suatu kerajaan di Sumatra yaitu kerajaan
sriwijaya, di bawah kekuasaan wangsa syailendra. Cita-cita tentang kesejahteraan
bersama dalam suatu Negara telah tercermin pada kerajaan sriwijaya tersebut
yaitu berbunyi ‘marvuat vanua criwijaya siddhayatra subhiksa’ (suatu cita-cita
Negara yang adil dan makmur)(sulaiman, tanpa tahun:53).
3. Kerajaan majapahit
Pada tahun 1293 berdirilah kerajaan majapahit yang mencapai zaman
keemasannya pada pemerintahan raja hayam wuruk dengan mahapatih gaja
madah yang dibantu dengan mahapatih gajah mada yang dibantu oleh laksamana

16
nala dalam memimpin armadanya untuk menguasai nusantara. Hal ini
menunjukkan bahwa nilai-nilai musyawarah mufakat telah dilaksanakan dalam
system pemerintahan kerajaan majapahit.
4. Kerajaan demak
Kerajaan demak adalah kerajaan islam terbesar di pantai utara jawa (
pesisir). Menurut tradisi jawa , demak sebelumnya merupakan keadipatian
(kadipaten) dari kerajaan majapahit, dan tercatat menjadi pelopor penyebaran
agama islam dipulau jawa dan Indonesia pada umumnya. Jadi jelas, bahwa awal
mulanya demak merupakan bagian dari kerajaan majpahit
5. Kerajaan pajang
Kerjaan pajang adalah kerajaan yang berpusat di jawa tengan sebagai
kelanjutan kerajaan demak . letak pajang jika dilihat dari peninggalan kraton
kartasura adalah kea rah timur lebih kurang 5 km.
6. Kerajaan mataram
Kesultanan mataram adalah kerajaan islam di pulau jawa yang pernah
berdiri pada abad ke-17. Kerajaan ini dipimpin suatu dinasti keturunan ki ageng
sela pemanahan, yang mengklaim sebagai suatu cabang ningrat keturunan
penguasa majapahit.
C. Zaman Penjajahan Dan Kebangkitan Nasional
1. zaman penjajahan portugis
Bangsa asing yang masuk ke Indonesia dan pada awalnya berdagang
adalah orang-orang bangsa portugis. Namun lama kelamaan bangsa portugis
mulai menunjukkan peranan dalam bidang perdagangan yang meningkat menjadi
praktek penjajahn misalnya malaka sejak tahun 1511 dikuasai oleh portugis
2. zaman penjajahan spanyol
Tahun 1521 spanyol mulai masuk perairan Indonesia. Spanyol memulai
kolonisasi di Sulawesi utara 1560. Spanyol mendirikan pos di manado. Minahasa
memegang peranan sebagai lumbung beras bagi spanyol ketika melakukan usaha
penguasaan total tarhadap Filipina.
3. Zaman penjajahan VOC
VOC sebagai perwakilan dagang Belanda di Indonesia mendirikan markas
besarnya di Batavia (Jakarta) dan mulai menguasai wilayah wilayah perdagangan

17
di nusantara. Praktik-praktik VOC mulai kelihatan dengan paksaan-paksaan
sehingga rakyat mulai mengadakan perlawanan.
4. Zaman penjajahan inggris
Seperti tercatat dalam sejarah, Indonesia pernah berada dalam jajahan
inggris. Inggris secara resmi menjajah Indonesia lewat perjanjian tuntang (1811)
dimana perjanjian tuntang memuat tentang kekuasaan belanda atas Indonesia
diserahkan janssens( gubernur jenderal hindia belanda) kepada inggris.
5. Zaman kebangkitan nasional
Adapun di Indonesia bergolaklah kebangkitan akan kesadaran berbangsa
yaitu kebangkitan nasional (1908) dipelopori oleh dr. Wahidin Sudirohusodo
dengan budi utomonya. Gerakan inilah yang merupakan awal gerakan nasional
untuk mewujudkan suatu bangsa yang memiliki kehormatan akan kemerdekaan
dan kekuatanya sendiri.
6. Zaman penjajahan jepang
Fasis jepang masuk ke Indonesia dengan propaganda jepang pemimpin
asia, jepang pelindung asia, dan jepang saudara tua bangsa Indonesia. Jepang
menjajah Indonesia kurang lebih 3,5tahun.

SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA

A. Pengertian Dan Konsep Sejarah


1. Pengertian sejarah
Sejarah adalah sebuah bidang ilmu yang banyak dikembangkan di
berbagai negeri oleh berbagai suku bangsa.
2. Konsep dasar sejarah
Sejarah mempunyai sifat yang khas disbanding ilmu yang lain, yaitu:
- Adanya masa lalu yang berdasrkan urutan waktu atau kronologis
- Peristiwa sejarah menyangkut tiga dimensi waktu yaitu masa lampau,
masa kini dan masa yang akan dating
- Ada hubungan sebab akibat atau kausalitas dari peristiwa tersebut.
- Kebenaran dari peristiwa sejarah bersifat sementara ( merupakan
hipotesis) yang akan gugur apabila ditemukan data pembuktian yang baru.
B. Sejarah Dari Berbagai Sudut Pandang

18
Sejarah dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, yaituL:
1. Sejarah sebagai peristiwa

Sejarah merupakan peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Sehingga sejarah
sebagai peristiwa yaitu peristiwa yang sebenarnya telah terjadi/berlangsung
pada waktu lampau.

2. Sejarah sebagai kisah


Sejarah sebagai kisah dapat berupa narasi yang disusun berdasarkan memori,
kesan, atau tafsiran, manusia terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi pada
waktu lalu.
3. Sejarah sebagai ilmu
Sebagai ilmu, sejarah merupakan ilmu oengetahuan ilmiah yang memiliki
seperangkat metode dan teori yang dipergunakan untuk meneliti dan menganalisis
serta menjelaskan kerangka masa lampau yang dipermasalahkan.
4. Sejarah sebagai seni
Sejarah sebagai seni merupakan suatu kemampuan menulis yang baik dan
menarik mengenai suatu kisah/peristiwa di masa lalu.
C. Perdebatan Kesejarahan Tentang Lahirnya Pancasila
Beberapa tahun yang lau, diawal tahun 1980-an sebuah perdebatan sejarah
yang agak emosional terjadi masalahnya bermula ketika seseorang sejarawan,
yang kebetulan mempunyai kedudukan agak penting, menerbitkan sebuah buku
kecil tentang pancasila. Dalam buku tersebut ia mencoba membuktikan bahwa
meskipun bung karno adalah tokoh pertama yang memperkenalkan nama
pancasila sebagai dasar Negara, namun unsur-unsur fundamental dari pancasila itu
telah lebih dulu dikemukakan oleh seorang pemimpin pergerakan nasional yang
lain.
D. Sejarah Pergerakan Indonesia, Mengawali Lahirnya Pancasila Sebagai
Dasar Negara
Sebelum Negara Indonesia terbentuk pada 17 agustus 1945, bentuk
pemerintahan adalah kerajaan-kerajaan, baik besar maupun kecil yang tersebar di
nusantara. Awal abad ke -16 bangsa eropa mulai masuk ke nusantara dan
terjadilah perubahan politik kerajaan yang berkaitan dengan perebutan hegemoni.

19
Pada pertengahan abd XVII belanda tidak puas hanya dengan perjanjian
perdamaian, pembangunan benteng-benteng dan pertahanan angkatan laut untuk
memperkokoh kekuasaan belanda. Kekuasaan belanda dimulai memang dari
Indonesia bagian timur sebagai pusat rempah-rempah yaitu di Maluku, kemudian
ke Sulawesi, nusa tenggara sampai jawa. Kontak dengan eropa telah membawa
perubahan-perubahan dalam pandangan masyarakat yaitu dengan masuknya
paham-paham baru, seperti liberalism,demokrasi, nasionalisme.
E. Perumusan Pancasila, Dasar Negara Proklamasi 17 Agustus 1945
1. Sidang-sidang BPUPKI
a. Sidang BPUPKI pertama
Siding BPUPKI pertama dilaksanakan selam empat hari, berturut-turut yang
tampil untuk berpidato menyampaikan usulannya adalah sebagai berikut:
a. Mr. Muh Yamin ( 29 mei 1945)
Mr. Muh Yamin mengusulkan calon rumusan dasar Negara Indonesia sebagai
berikut:
-peri kebangsaan
-peri kemanusiaan
-peri ketuhanan
-peri kerakyatan( permusyawaratan, perwakilan, kebijaksanaan)
-kesejahteraan rakyat ( keadilan social)
b. Prof.Dr.Soepomo (31 mei 1945)
dari tiga teori yang ada , maka paham Negara integralistiklah yang cocok dengan
Bangsa Indonesia. Menurut paham ini Negara bukanlah untuk menjamin
perseorangan atau golongan akan tetapi menjamin kepentingan masyarakat
seluruhnya sebagai suatu persatuan.
c. Ir. Soekarno (1 juni 1945)
Beliau mengusulkan dasar Negara yang terdiri atas lima sila sebagaimana pada
Bab I lima prinsip sebagai dasar Negara tersebut kemudian oleh soekarno agar
diberi nama “pancasila” atas salah seorang teman beliau ahli bahasa.
b. Sidang BPUPKI kedua (10-16 juli 1945)
Beberapa keputusan penting yang patut diketahui dalam rapat BPUPKI kedua
adalah sebagai berikut: dalam rapat 10 juli antara lain diambil keputusan tentang

20
bentuk Negara. Dari 64 suara ( ada beberapa anggota yang tidak hadir) yang pro
Republic 55 orang yang meminta kerajaan 6 orang adapun bentuk lain dan
blangko 1 orang.
2. Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945
Kemenangan sekutu dalam perang dunia membawa hikmah bagi bangsa
Indonesia.menurut pengumuman Nanpoo Gun ( pemerintah tentara jepang untuk
seluruh daerah selatan) tanggal 7 agustus 1945 (kan poo No. 72/2605 k.11), pada
pertengahan bulan agustus 1945 akan dibentuk panitia persipan kemerdekaan
Indonesia atau “Dokuritsu Zyunbi Linkai”.

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL


A. Latar belakang
Pancasila merupakan hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau
kelompok orang, yang juga diangkat dari nilai adat istiadat, nilai kebudayaan,
nilai tardisi, nilai kepustakaan, nilai religious yang terdapat pada pandangan hidup
bangsa Indonesia sendiri sebelum membentuk Negara.
B. Pengertian ideology dan dimensi –dimensinya
Ideology adalah ilmu atau ajaran tentang ide-ide, gagasan-gagasan atau
cita-cita terpenting. Menurut makna yang dikandungnya ideology berarti suatu
ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap sekaligus
merupakan dasar pandangan atau pun paham.
1. Dimensi-dimensi ideology
-dimensi realitas
-dimensi idealitas
-dimensi norma litas
-dimensi fleksibelitas

C. Peranan ideology dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan


bernegara
1. Sebagai dasar: asas dan pondasi semua kehidupan bermasyarakat, bangsa
dan Negara dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan
hidup dalam masyarakat itu sendiri.

21
2. Sebagai pengarah: sebagai pengatur dan pengendalian kehidupan
masyarakat, bansa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus
dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang.
3. Sebagai tujuan : semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat ,
berbangsa dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita
yang terkandung dalam sebuah ideology.
D. Pancasila sebagai ideology terbuka
Suatu ideology disebut terbuka bila ideology tersebut dapat menerima dan
bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan
dengan nilai-nilai dasarnya. Ideology seperti ini disebut ideology demokratis,
pancasila sebagai ideology jelas mempunyai nilai demokratis.
E. Perbandingan ideology pancasila dengan ideology lainnya
1. Ideology pancasila: memandang manusia sebagai makhluk individu dan
mahkluk social.
2. Ideology liberal: memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan
dibekali penciptanya sejumlah hak azasi, yaitu hak hidup, hak kebebasan,hak
kesamaan, hak kebahagiaan,, maka nilai kebebasan itulah yang utama.
3. Ideology komunis: mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi
berkembang megikuti hukum kontradiksi, , dengan menempuh proses dialetik.
4. Liberalisme: dilatarbelakangi oleh situasi di Eropa sebelum abad ke-18
yang diwarnai oleh perang agama, foedalisme, dominasi kelompok aristokrasi,
dan bentuk pemerintahan yang bercorak monarki absolut.
5. Kapitalisme : buah pikiran dari tokoh-tokoh seperti Adam Smith dan
David Ricardo. Latar belakang pemikiran ini tidak lepas dari pemikiran ekonomi
pada saat itu yang berada dibawah system merkantilis suatu system ekonomi
dimana pemerintah berperan besar dalam membatasi kegiatan ekonomi guna
mendorong ekspor dan membatasi impor.
6. Kolonialisme: paham tentang pengusaaan oleh suatu Negara atas
daerah/bangsa lain dengan maksud untuk memperluas wilayah Negara itu.
7. Nasionalisme : salah satu ideology yang berpengaruh di Eropa pada akhir
abad ke-18 sampai dengan awal abad ke-20, dan di asia-afrika pada abad ke-20.
F. Hambatan dan tantangan dalam berideologi pancasila

22
1. Hambatan, hambatan muncul karena adanya perbedaan aliran pemikiran,
miasalnya paham individualism dan paham golongan.
2. Perbedaan kepentingan, dapat disebabkan oleh adanya perbedaan pola
piker masing-masing kekuatan politik, golongan, atau kelompok dalam
masyarakat.
3. Bentuk – bentuk ancaman, ialah isu (penyebar kebohongan dan fitnah atau
desa-desus dengan tujuan tertentu).
4. Tantangan
a. Tantangan dari dalam negri antara lain :
-Tantangan dari integrasi adanya perpecahan
-permesta dan pemberonyakan lainya sejak zaman revolusi
-tantangan dari masalah agama
-tantangan dari masalah SARA
b. Tantangan dari luar negri antara lain :
-adanya tantangan dari ideology lain
-adanya intervensi dari Negara lain untuk menghancurkan NKRI.
G. Refleksi kritis terhadap ideology
Ideology dapat menjadi system pemikiran yang terbuka atau tertutup, ideology
dapat dimengerti sebagai ilusi dan berorientasi pada kekuasaan yang bersifat
menindas. Namun disisi lain ideology juga dapat menjadi pandangan hidup.
Bertoalak dari seluruh pengertian tersebut maka diperluka refleksi kritis terhadap
ideology.

DEMOKRASI PANCASILA

A. Demokrasi
Demokrasi merupakan seperangkat gagasan dan prinsip tentang kebebasan, tetapi
juga mencakup seperangkat praktik dan prosedur yang terbentuk melalui sejarah
panjang dan sering berliku-liku, sehingga demokrasi sering disebut suatu
pelembagaan dari kebebasan.
B. Konsep dasar demokrasi
Secara etimologis, kata demokrasi berasal dari bahasa yunani “demos” berarti
rakyat dan “kratos” berarti kekuasaan atau berkuasa.dengan demikian demokrasi

23
artinya pemerintahan dari rakyat , dimana kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat
dan dijalankan langsung oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah
system pemilihan bebas.
C. Macam-macam demokrasi
1. Macam-macam demokrasi berdasarkan focus perhatiannya
- Demokrasi formal
- Demokrasi material
- Demokrasi gabungan
2. Macam-macam demokrasi berdasrkan penyaluran kehendak rakyat
- Demokrasi dengan langsung (direct democracy)
- Demokrasi tak langsung (indirect democracy)
D. Ciri-ciri demokrasi
- Setiap keputusan yang dikeluarkn oleh pemerintah sesuai kehendak rakyat
- Terdapat ciri konstitusioanal
- Mempunyai ciri perwakilan
- Setiap aktifitas politik dilaksanakan dalam memilih pihak mana yang
hendak diamanahi untuk menjalankan roda pemerintahan.
E. Prinsip demokrasi
1. Kebebasan disepakati diakui dan disetujui oleh masing-masing warga
negar.
2. Keikut sertaan warga Negara terkait pelaksanaan dan penentuan keputusan
politik
3. Kesetaraan masing-masing warga Negara
4. Memiliki kesetaraan dan kesamaan terkait praktek politik.
F. Kelebihan dan keuntungan system demokrasi
1. Kelebihan
a. Kesamaan hak
b. Kekuasaan ditentukan berdasarkan suara rakyat
c. Menghindari adanya monopoli kekuasaan
2. Kekurangan
a. Mudah goyahnya kepercayaan rakyat
b. Dinilai tidak adil

24
c. Focus konsentrasi pemerintah yang menjabat menjadi berkurang.
G. Membangun demokrasi
Setiap pimpinan lembaga Negara setuju kalau kunci sukses membangun
demokrasi Indonesia adalah dengan makan empat pilar kebangsaan yakni :
1. Pancasila
2. UUD 1945
3. NKRI
4. Bhineka Tunggal Ika

Ini adalah pondasi Negara kita perjuangan yang sangat keras dari founding
fathers.

H. Negara-negara penganut demokrasi


1. India
2. Amerika serikat
3. Indonesia
4. Brazil
5. Pakistan
6. Nigeria
I. Demokrasi pancasila
Bersumber pada ideologinya, demokrasi yang berkembang di Indonesia adalah
demokrasi pancasila. Nilai-nilai luhur yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945
sesuai dengan pilar-pilar demokrasi modern antara lain:
a. Kedaulatan rakyat
b. Republic
c. Negara berdasar atas dasar hukum
d. Pemerintahan yang konstitusional
e. System perwakilan
f. Prinsip musyawarah
g. Prinsip ketuhanan
1. Struktur demokrasi
- pemerintahan yang bertanggung jawab

25
- suatu dewan perwakilan rakyat yang mewakili golongan dan kepentingan
dalam masyarakat yang dipilih
- suatu organisasi yang mencakup lebih dari satu partai
- pers dan media massa yang bebas untuk menyatakan pendapat
- system peradilan yang bebas untuk menjamin HAM dan mempertahankan
keadilan
2. pancasila sebagai etika politik
a. pengertian etika
etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan
pandangan-pandangan moral.
b. Pengertian politik
Politik berasal dari kata politic yang memiliki makna bermacam-macam kegiatan
dalam suatu system politik atau Negara yang menyangkut proses tujuan penentuan
dari system itu yang diikuti dengan pelaksanaan tujuan tujuan itu.
c. Pengertian etika politik
Etika politik yaitu pertanyaan tanggung jawab dan kewajiban manusia sebagai
manusia dan bukan hanya sebagai warga Negara terhadap negara, hukum yang
berlaku di Negara itu.
3. Pancasila sebagai ideology Negara
Ideology berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian,dasar,
cita-cita dan logos berarti ilmu.pancasila sebagai ideology Negara berarti nilai-
nilai pancasila menjadi pedoman normative bagi penyelenggara bernegara.

KONSEP DASAR AGAMA DAN NEGARA

A. Konsep dasar agama


Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan
kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya dan”menjamin
semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama dan
kepercayaannya.
B. Bentuk realisasi konsep agama di Indonesia
Realisasi suatu yang nyata, yang ada dalam kehidupan. Bentuk realisasi ini
untuk mengatur keteraturan beragama misalnya, kelembagaan.

26
C. Konsep dasar Negara
Keputusan PPKI menetapkan UUD 1945 yang didalam pembukaanya kita
temukan dasar Negara “pancasila”.
D. Perlunya pengetahuan mendalam tentang konsep dasar agama dan Negara
Seperti nilai ketuhanan yang maha esa bahwa semua masyarakat Indonesia
secara universal harus memiliki kepercayaan atau lebih atau lebih tepatnya harus
menganut agama. Dengan mengamalkan nilai dasar yang terkandung pada
pancasila itu sudah berarti kita menjalankan konsep dasar agama dan Negara di
Negara kesatuan republic Indonesia.

SEJARAH MAKNA LAMBANG GARUDA PANCASILA

A. Sejarah
Garuda muncul dalam berbagai kisah, terutama di jawa dan bali. Dalam
banyak kisah garuda melambangkan kebajikan, pengetahuan kekuatan,
keberanian, kesetiaan , dan disiplin. Sebagai kendaraan wishnu, garuda juga
memiliki sifat wishnu sebagai pemelihara dan penjaga tatanan alam semesta.
Tanggal 10 januari 1950 dibentuk panitia teknis dengan nama panitia lencana
Negara, panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambing Negara untuk
dipilih dan diajukan kepada pemerintah.
B. Perancang garuda pancasila
Untuk menseleksi lambing Negara yang akan digunakan, maka
dibentukalah panitia lencana Negara pada 10 januari 1950. Pada saat itu banyak
usulan lambing Negara yang diajukan kepada panitia. Dengan melalui beberapa
proses, rancangan karya sultan Hamid II diterima dan dikukuhkan sebagai
lambing Negara.

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN NASIONAL

Pengertian Paradigma

Istilah paradigma awalnya dipergunakan dan berkembang dalam dunia

Ilmu pengetahuan (Soegito, 2002:2). Secara terminologis, istilah ini


dikembangkan oleh Thomas S.Khun dalam bukunya yang berjudul The Structure

27
of Scientific Revolution (1970: 49). Paradigma memiliki fungsi strategis dalam
membangun kerangka berpikir dan strategi penerapannya sehingga setiap ilmu
pengetahuan memiliki sifat,ciri dan karakter yang khas berbeda dengan ilmu
pengetahuan lainnya.

Ilmu pengetahuan memiliki sifat yang sangat dinamis. Artinya,teori yang


telah dibangun mapan,dan diakui eksistensinya dalam ilmu pengetahuan dapat
mengalami perubahan sebagai akibat adanya temuan – temuan baru yang
diperoleh melalui dunia penelitian. Dengan kata lain ,seseorang ilmuwan harus
mengkaji kembali dasar ontologis dari ilmu tersebut. Misalnya, suatu teori imu –
ilmu social yang dibangun atas dasar hasil penelitian ilmiah (metode kuintatif)
yang megkaji manusia dan masyarakat berdasarkan sifat – sifat yang
persial,terukur,korelatif dan positivistik tidak dapat dipertahankan karena teori itu
secara epistemologis hanya dibangun atas dasar kajian satu aspek dari objek ilmu
pengetahuan itu.

Oleh karena itu ,para ilmuwan social boleh mengkaji kembali paradigma
ilmu berdasarkan hakikat manusia.dalam kenyataan objektif,manusia bersifat
ganda,bahkan multidimensi.

Dalam kehidupan sehari – hari paradigma berkembang menjadi


terminology yang mengandung pengertian sebagai: sumber nilai,kerangka pikir,
orientasi dasar,sumber asas,tolak ukur,parameter,serta arah dan tujuan dari suatu
perkembangan,perubahan dan proses dalam bidang tertentu,termasuk dalam
pembangunan, gerakan reformasi maupun dalam proses pendidikan.

Pancasila Sebagai Orientasi dan Kerangka Pembangunan Nasional

Wawasan kebangsaan sebagai suatu kekuatan dinamis dapat


menggerakkan seganap potensi bangsa dalam mewujudkan cita – cita luhur
menuju indonesia yang berkeadilan dan berkemakmuran. Nilai – nilai
kebangsaaan yang terkandung di dalamnya tidak dapat begitu mudah mengalami
erosi,jika tidak oleh karena tinglah laku insan – insan itu sendiri yang
merusaknya.

28
Saat ini pancasila lebih banyak dihadapkan pada tantangan berbagai varian
kapitalisme dari komunisme atau sosialisme. Ini disebabkan perkembangan
kapitalisme yang bersifat global. Fungsi pancasila ialah memberi orientasi untuk
terbentuknya struktur kehidupan sosial-politik dan ekonomi yang
manusiawi,demokratis dan adil bagi seluruh rakyat (M.Sastrapratedja.2001).

Oleh karena itu, pembangunan nasional harus dikembalikan pada hakikat


manusia yang “monopluralis”. Berdasarkan kodratnya, manusia “monopluralis”
memiliki ciri – ciri sebagai berikut : (1) terdiri dari jiwa dan raga, (2) sebagai
makhluk individu dan social, serta (3) sebagai pribadi dan mahluk Allah. Sebagai
konsekuensi pemikiran diatas, maka pembangunan nasional sebagai upaya
meningkatkan harkat dan martabat manusia harus meliputi aspek jiwa yang
mencakup akal, rasa dan kehendak; raga jasmani; pribadi; sosial dan aspek
ketuhanan yang terkristalisasi dalam nilai – nilai Pancasila.

Pancasila Sebagai Paradigma dalam berbagai Kehidupan

Pancasila sebagai paradigma, artinya nilai – nilai dasar pancasila secara


normative menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolak ukur segenap aspek
pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Hal ini sebagai konsekuensi
atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar
negara dan ideology nasional. Hal ini sesuai dengan kenyataan obyektif bahwa
pancasila adalah dasar negara Indonesia, sedangkan negara merupakan organisasi
atau persekutuan hidup manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi
landasan dan tolok ukur penyelenggaraan bernegara termasuk dalam
melaksanakan pembangunan. Hakiakat manusia menurut pancasila adalah
makhluk monopluralis. Kodrat manusia yang monopluralis tersebut mempunyai
ciri – ciri, anatara lain:

a. Susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga


b. Sifat kodrat manusia sebagai individu sekaligus social
c. Kududukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk
tuhan.

29
Berdasarkan itu, pembangunan nasional diarahkan sebagai upaya meningkatkan
harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa, raga, pribadi, sosial, dan
aspek ketuhanan. Pembangunan, meliputi bidang politik, ekonomi, sosial budaya,
dan pertahanan keamanan. Pancasila menjadi paradigma dalam pembangunan
politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Ideologi

Ideologi adalah suatu kompleks ide – ide asasi tentang manusia dan dunia
yang dijadikan pedoman dan cita – cita hidup (Driyarkara,1976). Dalam
pengertian ini termuat juga pandangan tentang Tuhan, tentang manusia sesama,
tentang hidup dan mati, tentang masyarakat dan negara dan sebagainya. Dalam
rumusan di atas, ideologi bukanlah hanya pengertian. Ideologi adalah prinsip
dinamika, karena merupakan pedoman (menjadi pola dan norma hidup) dan
sekaligus juga berupa ideal atau cita – cita. Realisasi dari idea - idea yang
menjadi ideologi itu dipandang sebagai kebesaran, kemuliaan manusia.

Pancasila Sebagai Paradigma Pembagunan Sosial Budaya

Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena memang pancasila


bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. Hal ini
sebagaimana tertuang dalam sila kemanusiaan yang adil dan beradab.
Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusia – manusia biadab,
kejam ,brutal dan berfifat anarkis jelas bertentangan dengan cita – cita menjadi
manusia adil dan beradab.Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik,
tetapi harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaanya. Berdasar sila persatuan
Indonesia, pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan
terhadap nilai sosial dan budaya – budaya yang beragam di seluruh wilayah
Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa. Perlu ada
pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan social berbagai
kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima
sebagai warga bangsa. Dengan demikian, pembangunan social budaya tidak
menciptakan kesenjangan, kecemburuan, diskriminasi, dan ketidakadilan.

30
Pancasila Sebagai Paradigma Perahanan Keamanan

Salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa


Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Atas dasar tersebut, sistem
pertahanan dan keamanan adalah mengikut sertakan seluruh komponen bangsa.
Sistem pembangunan pertahanan dan keamanan indonesia disebut sistem
pertahanan dan keamanan rakyat semesta ( sishankamrata ). Sistem pertahanan
yang bersifat semesta melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya
nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan
diselenggarakan secara total terpadu. Terarah, dan berlanjut untuk menegakkan
kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala
ancaman.

Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan keamanan telah


diterima bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU No.3 tahun 2002
tentang pertahanan Negara. Dalam undang – undang tersebut dinyatakan bahwa
pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa
Indonesia untuk menjamin kutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.

Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi

Pada saaat ini Indonesia tengah berada pada era reformasi yang telah
diperjuangkan sejak tahun 1998. Ketika gerakan reformasi melanda Indonesia
maka seluruh tatanan kehidupan dan praktik politik pada era Orde Baru banyak
mengalami keruntuhan.
Reformasi memiliki makna, yaitu suatu gerakan untuk memformat ulang,
menata ulang atau menata kembali hal – hal yang menyimpang untuk
dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai – nilai ideal
yang dicita citakan rakyat. Apabila gerakan reformasi ingin menata kembali
tatanan kehidupan yang lebih baik, tiada jalan lain adalah mendasarkan kembali
pada nilai – nilai dasar kehidupan yang dimiliki bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, pancasila sangat tepat sebagai paradigma, acuan,
kerangka, dan tolok ukur gerakan reformasi di Indonesia. Sebab tanpa suatu dasar

31
dan tujuan yang jelas, reformasi akan mengarah pada kehancuran bangsa,
Reformasi dengan paradigma pancasila adalah sebagai berikut:
a. Reformasi yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, gerakan
reformasi berdasarkan pada moralitas ketuhanan dan harus mengarah pada
kehidupan yang baik sebagai manusia makhluk tuhan.
b. Reformasi yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab. Artinya,
gerakan reformasi berlandaskan pada moral kemanusiaan yang luhur dan sebagai
upaya penataan kehidupan yang penuh penghargaan atas harkat dan martabat
manusia.
c. Reformasi yang berdasarkan nilai persatuan. Artnya, gerakan reformasi
harus menjamin tetap tegaknya negara dan bangsa Indonesia sebagai satu
kesatuan.
d. Reformasi yang berakar pada asas kerakyatan. Artinya, seluruh
penyelenggaran kehidupan berbangsa dan bernegara harus dapat menempatkan
rakyat sebagai subyek dan pemegang kedaulatan. Reformasi bertujuan menuju
terciptanya pemerintahan yang demokratis, yaitu rakyat sebagai pemegang
kedaulatan
e. Reformasi yang bertujuan pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Artinya, gerakan reformasi harus memiliki visi yang jelas, yaitu demi
terwujudnya keadilan social bagi seluruh rakyat.

Sila pertama dan kedua mengandung imperative etis untuk menghormati


martabat manusia dan memperlakukan manusia dengan keluruhan martabatnya.
Sila ketiga mengandung implikasi keharusan mengatasi segala bentuk
sektarianisme, yang berarti pula komitmen kepada nilai kebersamaan seluruh
bangsa. Sila – sila Pancasila, yang bermuatan nilai – nilai Realigius (sila ke-1 ),
nilai – nilai Human ( sila ke-2 ), nilai – nilai Kebangsaan (sila ke-3), nilai – nilai
demokrasi (sila ke-4), dan nilai – nilai keadilan (sila ke-5), merupakan sebuah
kesatuan organis, harmonis, dinamis,sebagai orientasi pembangunan nasional
dalam mewujudkan tujuan dan cita – cita nasional dalam mewujudkan tujuan dan
cita – cita nasional sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

32
Pancasila dapat diharapkan dapat menjadikan matriks atau kerangka
referensi untuk membangun suatu model masyarakat atau untuk memperbaharui
tatanan social-budaya. Ada dua fungsi dari pancasila sebagai kerangka acuan
(M.Sastrapratedja,2001): pertama, pancasila menjadi dasar visi yang memberi
inspirasi untuk membangun suatu corak tatanan social-budaya yang akan datang,
membangun visi masyarakat Indonesia di masa yang akan datang,dan kedua,
pancasila sebagai nilai – nilai dasar menjadi referensi kritik social-budaya.Visi
diibaratkan sebagai suatu peta yang memberi petunjuk kemana arah perjalanan
kita. Visi adalah impian yang terjadi saat kita jaga – impian mengenai keinginan
kita mau menjadi apa? Ini adalah visi pribadi masing – masing . visi suatu
masyarakat adalah nilai – nilai yang dianggap paling penting,yang memberi corak
khas pada tatanan social-budaya dan mewarnai perilaku seluruh anggota
masyarakat.

Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka mencapai masyarakat


adil yang berkemakmuran dan makmur yang berkeadilan (Soegito, 2002:201).
Pembangunan nasional merupakan perwujudan nyata dalam meningkatkan harkat
dan martabat manusia indonesia sesuai dengan nilai – nilai dasar yang diyakini
kebenarannya. Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa tujuan negara
adalah : “melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum,mencerdaskan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan
social”. Tujuan pertama merupakan menifestasi dari negara hukum
formal.sedangkan tujuan kedua dan ketiga mrupakan manifestasi dari pengertian
negara hukum material,yang secara keseluruhan sebagai manifestasi tujuan khusus
atau nasional.sementara tujuan yang terakhir merupakan perwujudan dari
kesadaran bahwa bangsa yang di tengah – tengah pergaulan masyarakat
internasional. Nilai – nilai dasar yang terkandung dalam sila – sila Pncasila
dikembangkan atas dasar ontologis manusia,baik sebagai makhluk individu
maupun social. Oleh karena itu, baik buruknya pelaksanaan pancasila harus
dikembalikan kepada kondisi objektif dari manusia indonesia. Pancasila harus
menjadi paradigma perilaku manusia Indonesia,termasuk dalam melaksanakan
pembangunan nasionalnya.

33
LAGU – LAGU KEBANGSAAN

Lagu – lagu dulu perjuangan Indonesia adalah musik yang diciptakan


untuk tujuan nasional. Utamanya untuk para pejuan di masa
penjajahan.menghargai dan mengingat jasa pahlawan serta meneladeni semnagat
perjuangannya. Lagu nasional diciptakan oleh komponis – komponis Indonesia
yang hidup di masa sebelum kemerdekaan indonesia. Berdasarkan Instruksi
Menteri pendidikan pengajaran dan Kebudyaan no.1 tanggal 17 agustus 1959
yang dituangkan dalam peraturan pemerintah dan diterbitkan oleh balai pustaka di
tahun 1963

B. Ringkasan Buku pembanding

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang


Pendidikan Tinggi,Secara eksplisit juga menyebutkan bahwa terkait dengan
kurikulum nasional setiap perguruan tinggi wajib menyelenggarakan mata kuliah
Pancasila,Kewarganegaraan,Agama,dan Bahasa Indonesia.Pancasila adalah dasar
negara dan pandangan hidup bangsa.namun,gejala yang terjadi pada berbagai
kelompok masyarakat,kalangan gennerasi muda,bahkan politisi dan aparatur
negara saat ini,cenderung abai,lupa bahkan melecehkan nilai-nilai pancasila.
Pendidikan Pancasila Ditingkat perguruan tinggi perlu diperhatikan secara
sungguh-sungguh sebab akan melandasi dan mengantarkan peserta didik untuk
memiliki moral pancasila yang benar sehingga mereka memiliki semangat untuk
mewujudkan nilai praktis Pancasila.Sebagai calon pemimpin,mereka mempunyai
ootoritas dan kemampuan intelektual untuk melakukan kontekstualisasi dan
aktualisasi nilai-nilai pancasila secara tepat,sebagai upaya responsif terhadap
dinamika internal dan eksternal bangsa indonesia.

B.Landasan Dan Dasar Dasar Pendidikan Pancasila

1.Dasar filosofis

Pancasila merupakan mengandung nilai nilai dasar filsafat,yang


merupakan jiwa bangsa atau jati diri bangsa dan menjadi cara hidup bangsa
indonesia yang sesungguhnya.Dengan demikian nilai nilai dalam pancasila
merupakan karakter bangsa yang menjadikan bangsa indonesia berbeda dengan
bangsa-bangsa lainnya.

34
2.Dasar Sosiologis

Bangsa indonesia yang penuh kebhinekaan terdiri atas lebih dari 300 suku
bangsa yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau,secara sosiologis telah
mempraktikan pancasila karena nilai- nilai yang terkandung didalamnya
merupakan kenyataan yang ada didalam masyarakat indonesia.Kenyataan objektif
ini menjadikan pancasila sebagai dasar yang mengikat setiap warga untuk taat
pada nilai-nilai instrumental yang berupa norma atau hukum tertulis maupun
yang tidak tertulis seperti adat istiadat,kesepakatan atau kesepahaman,dan
konvensi.

3.Dasar Yuridis

Pancasila sebagai norma dasar negara dan dasar negara republik indonesia
yang berlaku adalah pancasila yang tertuang dalam pembukaan undang-undang
dasar negara republik indonesia tahun 1945.Oleh karena itu menjadi suatu
kewajaran,bahkan keharusan jika pancasila disebarluaskan secara masif antara
lain melalui pendidikan formal ataupuun tidak formal.

C.Kerangka Konseptual Pendidikan Pancasila

Adapun tujuannya adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik


agar menjadi manusia yang berriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha
esa,berakhlak mulia,sehat berilmu dan mandiri.dalam pelaksanaannya pendidikan
pancasila adalah mata kuliah yang dikembangkan berdasarkan konsep kurikulum
2013 dan mempertimbangkan kerangka kualifikasi nasional indonesia sebagai
rujukan kriteria kualitas lulusan.

D.Visi Dan Misi Pendidikan Pancasila

1.Visi

Terwujudnya kepribadian sivitas akademika yang bersumber pada nilai-nilai


pancasila

2.Misi

Mengembangkan potensi akademik peserta didik,Menyiapkan peserta didik untuk


hidup bermasyarakat,membangun budaya berpancasila.

E.Tujuan Dan Capaian Penyelenggaraan Pembelajaran Pendidikan Pancasila

Secara spesifik tujuan pendidikan pancasila di perguruan tinggi adalah:


Memperkuat implementasi pancasila sebagai dasar fisafah negara dan ideologi
bangsa ,memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai nilai dasar
pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara republic

35
indonnesia,Mempersiapkan mahasiswa agar mampu menganalisis persoalan dan
mencari solusi,lalu untuk membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu
mengapresiasi nilai nilai ketuhanan,dan yang terakhir membentuk sikap mental.

SUBSTANSI MATERI KAJIAN MATA KULIAH PENDIDIKAN


PANCASILA

A.Pengertian Dan Pentingnya Pendidikan Pancasila

1. Pengertian Mata Kuliah Pendidikan Pancasila


Mata kuliah pendidikan Pancasila merupakan usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar mahasiswa
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki pengetahuan,
kepribadian, dan keahlian, sesuai dengan program studinya masing-masing. Selain
itu, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi yang konstruktif dalam
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dengan mengacu kepada nilai-nilai
Pancasila. Jadi, mata kuliah Pancasila merupakan proses pembelajaran dengan
menggunakan pendekatan student centered learning, untuk mengembangkan
knowledge, attitude, dan skill mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dalam
membangun jiwa profesionalitasnya sesuai dengan program studinya masing-
masing dengan menjadikan nilainilai Pancasila sebagai kaidah penuntun (guiding
principle) sehingga menjadi warga negara yang baik (good citizenship).
2. Pentingnya Mata Kuliah Pendidikan Pancasila
Urgensi pendidikan Pancasila, yaitu dapat memperkokoh jiwa kebangsaan
mahasiswa sehingga menjadi dorongan pokok (leitmotive) dan bintang penunjuk
jalan (leitstar) bagi calon pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa di
berbagai bidang dan tingkatan. Selain itu, agar calon pemegang tongkat estafet
kepemimpinan bangsa tidak mudah terpengaruh oleh pahampaham asing yang
dapat mendorong untuk tidak dijalankannya nilai-nilai Pancasila. Pentingnya
pendidikan Pancasila di perguruan tinggi adalah untuk menjawab tantangan dunia
dengan mempersiapkan warga negara yang mempunyai pengetahuan,
pemahaman, penghargaan, penghayatan, komitmen, dan pola pengamalan
Pancasila.
.

36
PANCASILA DALAM ARUS SEJARAH BANGSA INDONESIA
Pengertian Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia menunjukkan hal-hal
sebagai berikut:
1. Pancasila merupakan produk otentik pendiri negara Indonesia (The
Founding fathers).
2. Nilai-nilai Pancasila bersumber dan digali dari nilai agama,
kebudayaan,dan adat istiadat.
3. Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa dan dasar filsafat
kenegaraan.
4. Pentingnya Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia menunjukkan hal-
hal berikut:
a) Betapapun lemahnya pemerintahan suatu rezim, tetapi Pancasila tetap
bertahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
b) Betapapun ada upaya untuk mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa,
tetapi terbukti Pancasila merupakan pilihan yang terbaik bagi bangsa
Indonesia.
c) Pancasila merupakan pilihan terbaik bagi bangsa Indonesia karena
bersumber dan digali dari nilai-nilai agama, kebudayaan, dan adat istiadat
yang hidup dan berkembang di bumi Indonesia.
d) Kemukakan argumen Anda tentang Pancasila sebagai pilihan terbaik
bangsa Indonesia.
MAKNA DAN PENTINGNYA PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
Pancasila sebagai dasar negara berarti setiap sendi-sendi ketatanegaraan
pada negara Republik Indonesia harus berlandaskan dan/atau harus sesuai dengan
nilai-nilai Pancasila. Hal tersebut bermakna, antara lain bahwa, Pancasila harus
senantiasa menjadi ruh atau spirit yang menjiwai kegiatan membentuk negara
seperti kegiatan mengamandemen UUD dan menjiwai segala urusan
penyelenggaraan negara.
Urgensi Pancasila sebagai dasar negara, yaitu:
a) agar para pejabat public dalam menyelenggarakan negara tidak kehilangan
arah, dan

37
b) Agar partisipasi aktif seluruh warga negara dalam proses pembangunan
dalam berbagai bidang kehidupan bangsa dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila.
Dengan demikian, pada gilirannya nanti cita-cita dan tujuan negara dapat
diwujudkan sehingga secara bertahap dapat diwujudkan masyarakat yang
makmur dalam keadilan dan masyarakat yang adil dalam kemakmuran.
PENGERTIAN DAN PENTINGNYA PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
NEGARA
Pentingnya Pancasila sebagai ideologi negara bagi mahasiswa adalah
untuk memperlihatkan peran ideologi sebagai penuntun moral dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga ancaman berupa
penyalahgunaan narkoba, terorisme, dan korupsi dapat dicegah. Di samping itu,
Pancasila sebagai ideologi negara pada hakikatnya mengandung dimensi realitas,
idealitas, dan fleksibilitas yang memuat nilai-nilai dasar, cita-cita, dan
keterbukaan sehingga mahasiswa mampu menerima kedudukan Pancasila secara
akademis.

PANCASILA MERUPAKAN SISTEM FILSAFAT


Pancasila sebagai sistem filsafat sudah dikenal sejak para pendiri Negara
membicarakan masalah dasar filosofis negara (Philosofische Grondslag) dan
pandangan hidup bangsa (weltanschauung). Meskipun kedua istilah tersebut
mengandung muatan filsofis, tetapi Pancasila sebagai sistem filsafat yang sebagai
genetivus subjectivus. Kedua pendekatan tersebut saling melengkapi karena yang
pertama meletakkan Pancasila sebagai aliran atau objek yang dikaji oleh aliran-
aliran filsafat lainnya, sedangkan yang kedua meletakkan Pancasila sebagai subjek
yang mengkaji aliran-aliran filsafat lainnya. Pentingnya Pancasila sebagai sistem
filsafat ialah agar dapat diberikan pertanggungjawaban rasional dan mendasar
mengenai sila-sila dalam Pancasila sebagai prinsip-prinsip politik; agar dapat
dijabarkan lebih lanjut sehingga menjadi operasional dalam penyelenggaraan
negara; agar dapat membuka dialog dengan berbagai perspektif baru dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara; dan agar dapat menjadi kerangka evaluasi
terhadap segala kegiatan yang bersangkut paut dengan kehidupan bernegara,
berbangsa, dan bermasyarakat.

38
PANCASILA MENJADI SISTEM ETIKA

Pancasila sebagai sistem etika adalah cabang filsafat yang dijabarkan dari
silasila Pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara di Indonesia. Oleh karena itu, di dalam etika Pancasila terkandung
nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima
nilai tersebut membentuk perilaku manusia Indonesia dalam semua aspek
kehidupannya. Pentingnya pancasia sebagai sistem etika bagi bangsa Indonesia
ialah menjadi rambu normatif untuk mengatur perilaku kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Dengan demikian, pelanggaran dalam
kehidupan bernegara, seperti korupsi (penyalahgunaan kekuasaan) dapat
diminimalkan.
PENGERTIAN DAN PENTINGNYA PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI
PENGEMBANGAN ILMU
Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, artinya kelima sila
Pancasila merupakan pegangan dan pedoman dalam pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Beberapa terminologi yang dikemukakan para pakar
untuk menggambarkan peran Pancasila sebagai rujukan bagi pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, antara lain Pancasila sebagai intellectual bastion
(Sofian Effendi); Pancasila sebagai common denominator values (Muladi);
Pancasila sebagai paradigma ilmu. Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai
pengembangan ilmu bagi mahasiswa adalah untuk memperlihatkan peran
Pancasila sebagai rambu-rambu normatif bagi pengembangan ilmu pengetahuan
di Indonesia. Selain itu, pengembangan ilmu dan teknologi di Indonesia harus
berakar pada budaya bangsa Indonesia itu sendiri dan melibatkan partisipasi
masyarakat luas.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK DALAM MATA KULIAH
PENDIDIKAN PANCASILA

A.Mengamati

Kegiatan belajar yang dilakukan dalam proses mengamati


adalah:membaca,mendengar,menyimak,melihat.Kompetensi yang dikembangkan
adalah:Melatih kesungguhan,ketelitian,mencari informasi.Kegiatan mengamati
mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran.

39
B.Menanya

Kegiatan belajar menanya dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan


tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan
untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati.Kompetensi
yang dikembangkan adalah mengembangkan kreativitas,rasa ingin
tahu,kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang
perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

C.Mengumpulkan Informasi/Mencoba

Kompetensi yang dikembangkan dalam proses mengumpulkan informasi


dan eksperimen adalah mengembangkan sikap teliti,jujur,sopan,menghargai
pendapat orang lain,kemampuan berkomunikasi,menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari untuk
mengembangkan kebiasaan bealajar.

D.Mengasosiasikan/Mengolah Informasi

Kompetensi yang dikembangkan dalam proses ini adalah mengembangkan


sikap jujur,teliti,disiplin,taat aturan,kerja keras,kemampuan menerapkan prosedur
dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.

E.Mengkomunikasikan

Kegiatan ini adalah menyampaikan hasil pengamatan,kesimpulan


berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis atau media lainnya.Kompetensi
yang dikembangkan dalam tahapan mengkomunikasikan adalah mengembangkan
sikap jujur,teliti,toleransi,kemampuan berpikir sistematis,mengungkapkan
pendapat dengan singkat dan jelas,serta mengembangkan kemampuan berbahasa
yang baik dan benar.

40
BAB III

PEMBAHASAN

KEUNGGULAN / KELEMAHAN BUKU

 Kelebihan Kedua Buku

Dari kedua buku memiliki kelebihan masing – masing . Pada buku utama
Pada Buku ini banyak membahas mengenai pancasila dari segi historis,buku ini
sangat menarik karena banyak menyambungkan mengenai konteks lahirnya
pancasila dan sejarahnya pancasila. sedangkan Buku pembanding buku diktat
maka isinya sangatlah lengkap disertai dengan penugasan yang diberikan,didalam
buku utama ini sangat dijelaskan bagaimana pancasila dari berbagai segi
kehidupan berbangsa dan bernegara. ini bisa menjadi pedoman yang baik untuk
mahasiswa memperdalam pengetahuan dan cover buku full colour sehingga
menarik untuk dibaca.

 Kelemahan Kedua Buku

Darikedua buku ini memiliki kelemahan karna kedua buku ini merupakan
buku cetakan petama yang belum memiliki ISBN .Buku utama memiliki
kelemahan yakni Pada Buku ini ada beberapa terdapat kata kata yang sulit
untuk dipahami. Pada buku pembanding juga yang menjadi kelemahannya bagian
biodatanya yang tidak dibuat terstruktur diawal buku.

41
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan Hasil ringkasan dan rangkuman diatas maka dapat saya


simpulkan bahwa pendidikan pancasila sangat dibutuhkan dalam berbagai
kalangan untuk mewujudkan suatu bangsa dan Negara yang mampu
membanggakan pancasila sebagai landasan utama dalam kehidupan berbangsaan
bernegara pada khususnya. Oleh karena itu dengan cbr ini semoga dapat berguna
bagi para pembaca sebagai acuan proses pembelajaran dalam menjawab segala
tantangan yang ada.

B. Saran

Melalui critical book ini, semoga para pembaca memahami dan


menerapkan sikap tentang pancasila Dan saya menyarankan kepada mahasiswa
agar mendalami dan mempelajari terkait dengan materi ini dan bagian-bagian
yang ada di dalam nya, karena dengan demikian dapat menambah wawasan
pembaca. Dan buku ini bagus dijadikan sebagai buku pegangan untuk kita selain
pembahasan nya tidak terlalu berat juga teori nya mudah dimengerti.

42
DAFTAR PUSTAKA

Halking . dkk.2018.Pendidikan Pancasila:Medan.

Susanti,Eka dan Nasution,Toni.2018. Pendidikan Pancasila.Cetakan pertama


:Medan.

43

Anda mungkin juga menyukai