Karbohidrat
Karbohidrat yang disarankan untuk ibu hamil adalah
yang mengandung zat tepung, misalnya nasi, pasta, dan
roti. Anda dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang
mengandung karbohidrat sebanyak 8 hingga 10 porsi
setiap harinya. Karbohidrat akan diubah menjadi energi
sebagai nutrisi ibu hamil dan pertumbuhan bayi di dalam
kandungan. Penelitian menunjukkan bahwa diet rendah
karbohidrat saat hamil berisiko menyebabkan bayi
terlahir cacat.
Protein
Saat hamil, Anda memerlukan setidaknya 40 hingga 70
gram protein setiap harinya. Anda pun bisa memenuhi
asupan protein harian dengan mengonsumsi, daging,
telur, tahu, susu, makanan laut termasuk ikan atau
kerang, dan kacang-kacangan. Kebutuhan akan protein
ini dapat terpenuhi saat Anda mengonsumsi tiga hingga
empat porsi protein setiap harinya. Misalnya, untuk
memenuhi kebutuhan protein harian ibu hamil, Anda
dapat mengonsumsi dua gelas susu, dan 200 gram
daging tanpa lemak.
Zat besi
Fungsi zat besi adalah membentuk hemoglobin yang
berperan sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh ibu
dan janin melalui sel darah merah. Ketika hamil,
kebutuhan zat besi Anda meningkat hingga 50 persen.
Peningkatan kebutuhan ini terutama pada trimester
kedua dan ketiga. Setiap harinya, ibu hamil memerlukan
setidaknya 27 mg asupan zat besi. Anda bisa memenuhi
asupan zat besi harian dengan mengonsumsi daging
tanpa lemak, ikan, tahu, sayuran berwarna hijau, telur,
dan kacang-kacangan. Jangan sampai Anda
mengalami kekurangan zat besi, karena dapat
meningkatkan risiko bayi terlahir prematur.