Anda di halaman 1dari 6

BANK SOAL BAB III BUKU JILID II

STATISTIKA UNTUK EKONOMI DAN KEUANGAN MODERN


OLEH: Dr. Ir. H. SUHARYADI DAN Ir. PURWANTO S.K.,MSi.

1. PT Pangan Sehat Abadi merupakan perusahaan yang bergerak pada makanan


nonkolesterol. Perusahaan ini menjamin bahwa konsumen akan turun berat badannya
lebih 2 kg selama dua minggu. Dari 100 orang yang mengikuti program ini ternyata
penurunan rata-rata hitung berat badan mencapai 1,5 kg dan deviasi standar 0,23 kg.
Dengan taraf nyata 5%, apakah pernyataan dari perusahaan ini benar?

Jawab:

a. Hipotesa : Ho : x  2
H 1 : x > 2

b. Taraf nyata 1% dengan uji satu arah. Nilai Z= 0,5 – 0,05 = 0,45 dan nilai Z kritis = 1,66.
Karena uji satu arah, maka ekor aka di sebelah kanan, apabila Zhitung < 1,66 maka Ho
diterima dan apabila Z hitung >1,66 maka Ho ditolak.

c. Menentukan uji statistik:

Z = x -  = x -  = 1,5 – 2 = -21,7
x s/n 0,23/100

d. Nilai Zhitung –21,7 < 1,66 berarti Ho diterima dan H 1 ditolak. Dengan demikian
pernyataan perusahaan tersebut tidak benar, produk tersebut tidak dapat menurunkan
berat badan lebih 2 kg.

2. Bisnis yang menguntungkan sejak krisis adalah melayani orang-orang kaya. Salah satu
bentuk pelayanan adalah mobil mewah. Harga mobil orang-orang kaya rata-rata mencapai
Rp 1 miliar. Hasil survei terhadap 36 dealer mobil mewah diketahui harga rata-rata
mencapai Rp. 1,44 miliar dengan standar deviasi 0,37 miliar. Dengan taraf nyata 1%, ujilah
apakah harga mobil orang sama sama dengan Rp 1 miliar?

Jawab:

a. Hipotesa : Ho : x= 1
H 1 : x  1
1.Taraf nyata 1% dengan uji dua arah. Nilai Z = 0,5 – (0,01/2) = 0,495 dan nilai Z kritis =
/2
2,58.
2.Menentukan uji statistik:

Z = x -  = x -  = 1,4 – 1 = 6,48
x s/n 0,37/36

3.Daerah penolakan Ho berada pada kisaran < -2,58 dan > 2,58
4.Nilai uji statistik 6,58 > 2,58 dan kesimpulannya adalah menolak Ho dan menerima
hipotesa alternatif, jadi terdapat cukup bukti bahwa harga rata-rata mobil mewah tidak
sama dengan Rp 1 miliar.
3. PT Era Giat Prima merupakan perusahaan penjual aset berupa perumahan di Jakarta.
Berdasarkan pada data tahun 2002 terlihat bahwa rata-rata penjualan dari 250 aset
perumahan adalah 80 hari dengan deviasi 10 hari, sedang pada tahun 2003 penjualan 50
aset perumahan mencapai 125 hari dengan deviasi 15 hari. Dengan taraf nyata 5%,
apakah pernyataan bahwa penjualan tahun ini lebih lama 20 hari dari tahun lalu benar?

Jawab:

a. Hipotesa:
Ho : 2003 - 2002  20
H 1 : 2003 - 2002 > 20
b. Taraf nyata 5% dengan uji satu arah. Nilai Z = 0,5 – 0,05 = 0,450 dan nilai Z kritis =
1,66
c. Uji statistik:

sx1-x2 =  s12/ n1 + s22/ n2=  102/ 250 + 152/50 = 2,21

Z = ( x1 - x2) – ( 1 -  2) = = (125 – 80) - 20 = 11,9


sx1-x2 2,21

d. Daerah keputusan untuk menolak hipotesa nol adalah > 1,96. Nilai uji Z 11,9 > nilai Z
kritis 1,66. Kesimpulan adalah menolak hipotesa nol dan menerima hipotesa satu,
terdapat cukup bukti bahwa penjualan tahun 2003 lebih besar 20 hari dibandingkan
dengan tahun 2002.

4. Untuk melihat peranan perbankan sebagai sumber pembiayaan, maka dilihat kinerja
perusahaan yang mendapatkan modal dari perbankan dan tidak. Jumlah perusahaan yang
menggunakan modal perbankan ada 2000 dengan rata-rata pendapatan 46 juta rupiah
perbulan dengan standar deviasi 9 juta per bulan. Jumlah perusahaan yang tidak
menggunakan modal perbankan ada 1300 dengan rata-rata pendapatan 28 juta dengan
deviasi standar 13 juta. Dengan taraf nyata 5%, apakah kinerja kedua perusahaan tersebut
sama atau tidak?

Jawab:

a. Hipotesa:
Ho : p - np = 0
H 1 : p - np  0
b. Taraf nyata 5% dengan uji dua arah. Nilai Z /2= 0,5 – (0,05/2) = 0,4750 dan nilai Z
kritis = 1,96
c. Uji statistik:
sx1-x2 =  s12/ n1 + s22/ n2=  92/ 2000 + 132/ 1300 = 0,41

Z = ( x1 - x2) – ( 1 - 2) = = (46 – 28) - 0 = 43,59


sx1-x2 0,41
d. Daerah keputusan untuk menolak hipotesa nol adalah < -1,96 dan > 1,96. Nilai uji Z
43,59 > nilai Z kritis 1,96. Kesimpulan adalah menolak hipotesa nol dan menerima
hipotesa satu, terdapat cukup bukti bahwa pendapatan perusahaan yang
menggunakan perbankan dan tidak menggunakan perbankan tidak sama.

5. PT Reksadana Duit, perusahaan sekuritas yang relatif besar mempunyai keyakinan bahwa
inestasinya 85% menguntungkan. Terhadap 500 investasi pada tahun 2003 yang dilakukan
kurang lebih 25 manajer ternyata 450 menguntungkan. Dengan taraf nyata 5%, apakah
keyakinan PT Bhakti Investama tersebut benar?
a. Menyusun Hipotesa
H0 : P  0,85
H1 : P > 0,85

b. Menentukan taraf nyata untuk uji satu arah = 0,05, nilai kritis Z adalah = 0,5 - 0,05=
0,4500 dan nilai Z kritisnya diketemukan 1,65.

c. Melakukan uji statistik Z, di mana diketahui bahwa p= 0,90 (450/500), P= 0,85 dan n=
25. Rumus Z untuk proporsi adalah sebagai berikut:

Z = p–P = 0,90 – 0,85 = 3,13


 P(1 – P)  0,85(1 – 0,85)
n 5000
d. Menentukan daerah keputusan dengan taraf nyata 5%, uji satu arah, nilai kritis Z=
1,65.

e. Menentukan keputusan, nilai uji Z (3,13) > dari nilai Z kritis (1,65) ini termasuk daerah
penolakan hipotesa nol dan menerima hipotesa alternatif. Jadi terdapat cukup bukti
untuk menyatakan bahwa 85% investasinya menguntungkan.

5. Eksekutif seperti Sampurna, Djarum, Unilever sangat yakin bahwa dengan beriklan, maka
penjualan akan sukses. Pada tahun 2003 ada 77 produk iklan dan 64 menunjukkan
penjualan meningkat dan 13 mengalami kegagalan. Dari data tersebut apakah pernyataan
bahwa 90% lebih iklan mengalami kesuksesan dengan taraf nyata 5%?

Jawab:

a. Menyusun Hipotesa
H0 : P  0,9
H1 : P > 0,9
b. Menentukan taraf nyata untuk uji satu arah = 0,05, nilai kritis Z adalah= 0,5 - 0,05=
0,4500 dan nilai Z kritisnya diketemukan 1,65.
c. Melakukan uji statistik Z, di mana diketahui bahwa p= 0,83 (64/77), P= 0,9 dan n= 77.
Rumus Z untuk proporsi adalah sebagai berikut:

Z = p–P = 0,83 – 0,90 = -2,05


 P(1 – P)  0,90(1 – 0,90)
n 77
d. Menentukan daerah keputusan dengan taraf nyata 5%, uji satu arah, nilai kritis Z=
-1,65.
e. Menentukan keputusan, nilai uji Z (-2,05) < dari nilai Z kritis (-1,65) ini termasuk daerah
penolakan hipotesa nol dan menerima hipotesa alternatif. Jadi terdapat cukup bukti
untuk menolak hipotesa nol, sehingga peluang keberhasilan iklan di bawah 90%.

6. PT Pontang Jaya di Jl. Raya Sumedang memproduksi keripik singkong keju dengan harga
Rp 3500 setiap 0,25 Kg. Keripik ini dipasarkan untuk remaja wanita dan ibu-ibu dewasa.
Dari 650 remaja wanita konsumennya, 530 menyataka suka. Dari ibu-ibu wanita sebanyak
300, 200 menyatakan suka. Apabila perusahaan ini menginginkan adanya proporsi remaja
lebih 20% dibandingkan dengan ibu-ibu, apakah hal tersebut tercapai dengan taraf nyata
5%.

Jawab:
a. Merumuskan hipotesa.
H0 : P1 – P2  0,2
H1 : P1 - P2 > 0,2
b. Menentukan taraf nyata. Taraf nyata 5%. Nilai kirits Z yaitu Z = 0,5 - 0,05= 0,4500 dan
nilai kritis Z dari tabel normal adalah 1,65.

c. Melakukan uji statistik dengan menggunakan rumus Z untuk selisih dua proporsi
sampel. Diketahui :

x1 = 530, n1 = 650, p1= 530/650 = 0,82


x2 = 200, n1 = 300, p2 = 200/300 = 0,67
p1 - p2 = 0,82 – 0,67 = 0,15
P = (x1 + x2)/(n1+n2) = (530 +200)/(650 + 300) = 0,77

Nilai standar error selisih dua proporsi:


Sp1-p2 =  [P(1 – P)]/(n1 –1) + [P(1 – P)]/(n2 -1)
Sp1-p2 =  0,77(1 – 0,77)/(650 – 1) + 0,77(1 – 0,77)/(300 - 1) = 0,03

Nilai uji statistik

Z = (p1 – p2) – (P 1 – P 2) = = 0,15 – 0,20 = – 1,70


sp1-p2 0,03

d. Menentukan daerah keputusan dengan nilai kritis Z=1,65, daerah penolakan hipotesa
nol adalah < -1,65 dan >1,65. Nilai uji Z = -1,70 dan lebih kecil dari –1,65. Jadi
kesimpulannya adalah menolak hipotesa nol dan menerima hipotesa alternatif.
Terdapat cukup bukti bahwa perbedaan proporsi antara remaja dan ibu-ibu lebih besar
dari 20%.

7. PT Astra memperkenalkan dua mobil baru yaitu Xenia dan Avanza. Dari 1500 konsumen
Xenia, 1100 menyataan suka, sedang 3000 konsumen Avanza, 2500 menyatakan suka.
Dengan taraf nyata 5% apakah proporsi kedua mobil tersebut sama atau tidak?

Jawab:

a. Merumuskan hipotesa.
H0 : P1 – P2 = 0
H1 : P1 - P2  0

b. Menentukan taraf nyata. Taraf nyata 5% dengan dua arah. Nilai kirits Z yaitu Z  = 0,5-
(0,05/2) = 0,4750 dan nilai kritis Z dari tabel normal adalah 1,96.

c. Melakukan uji statistik dengan menggunakan rumus Z untuk selisih dua proporsi
sampel. Diketahui :

x1 = 1100, n1 = 1500, p1 = 1100/1500 = 0,73


x2 = 2500, n2 = 3000, p2 = 2500/3000 = 0,83
p1 -p2 = 0,73 – 0,83 = -0,1
P = (x1 + x2)/(n1 + n2) = (1100 + 2500)/(1500 + 3000) = 0,80

Nilai standar error selisih dua proporsi:


Sp1-p2 =  [P(1 – P)]/(n1 – 1) + [P(1 – P)]/(n2 – 1)
Sp1-p2 =  0,8(1 – 0,8)/(1500 – 1) + 0,8(1 – 0,8)/(3000 – 1) = 0,013

Nilai uji statistik

Z = (p1 – p2) – (P 1 – P 2) = = –0,10 – 0 = –7,90


sp1-p2 0,013
d. menentukan daerah keputusan dengan nilai kritis Z= 1,96, daerah penolakan hipotesa
nol adalah <–1,96 dan >1,96. Nilai uji Z = –7,90 dan lebih kecil dari –1,65. Jadi
kesimpulannya adalah menolak hipotesa nol dan menerima hipotesa alternatif.
Terdapat cukup bukti bahwa proporsi antara yang suka Xenia dan Avanza berbeda.

8. PT Garamindo menyatakan bahwa 75% barang kirimannya dapat sampai tepat waktu.
Pengambilan secara acak terhadap 600 paket ternyata 525 paket sampai tepat waktu.
Dengan taraf nyata 1% apakah pernyataan PT Garamindo tersebut benar?

Jawab:

a. Menyusun Hipotesa
H0 : P  0,75
H1 : P > 0,75
b. Menentukan taraf nyata untuk uji satu arah = 0,01, nilai kritis Z adalah = 0,5 – 0,01=
0,4900 dan nilai Z kritisnya diketemukan 2,33
c. Melakukan uji statistik Z, di mana diketahui bahwa p= 0,875 (525/600), P= 0,75 dan n=
600. Rumus Z untuk proporsi adalah sebagai berikut:

Z = p–P = 0,875 – 0,75 = 7,07


 P(1 – P)  0,75(1 – 0,75)
n 600

d. Menentukan keputusan, nilai uji Z (7,07) > dari nilai Z kritis (2,33) ini termasuk daerah
penolakan hipotesa nol dan menerima hipotesa alternatif. Jadi terdapat cukup bukti
untuk menolak hipotesa nol, sehingga kiriman paket PT Garamindo lebih besar dari
75%.

9. PT Pertani merupakan produsen benih padi. Perusahaan ini menjamin bahwa padi akan
tumbuh lebih dari 90%. Dari 1000 bibit yang ditanam ternyata 800 bibit dapat tumbuh
dengan baik. Dengan taraf nyata 1% apakah pernyataan PT Pertani tersebut benar?

Jawab:

a. Menyusun Hipotesa
H0 : P  0,90
H1 : P > 0,90
b. Menentukan taraf nyata untuk uji satu arah = 0,01, nilai kritis Z adalah= 0,5 - 0,01=
0,4900 dan nilai Z kritisnya diketemukan 2,33.
c. Melakukan uji statistik Z, di mana diketahui bahwa p= 0,80 (800/1000), P= 0,9 dan n=
1000. Rumus Z untuk proporsi adalah sebagai berikut:

Z = p–P = 0,8 – 0,9 = –10,54


 P(1 – P)  0,9(1 – 0,9)
n 1000

d. Menentukan keputusan, nilai uji Z (–10,54) < dari nilai Z kritis (2,33) ini termasuk
daerah menerima hipotesa nol dan menolak hipotesa alternatif. Jadi terdapat cukup
bukti bahwa daya tumbuh benih padi kurang dari 90%.

10. Harga di warung masakan Padang biasanya dianggap murah. Harga dalam konotasi
murah adalah kurang dari Rp 10.000. Hasil survei terhadap 36 warung padang
menghasilkan harga rata-rata Rp 8.500 dengan standar deviasi 2.000. Dengan taraf nyata
1%, ujilah apakah harga makanan padang masih dalam kategori murah?
Jawab:
a. Hipotesa : Ho : x 10.000
H 1 : x <10.000
b. Taraf nyata 1% dengan uji satu arah. Nilai Z = 0,5 – (0,01) = 0,4900 dan nilai Z kritis
/2
= 2,33.
c. Menentukan uji statistik:

Z = x –  = x –  = 8500 – 10000 = –4,50


x s/n 2000/36

d. Nilai uji statistik –4,58 < –2,33 dan kesimpulannya adalah menolak Ho dan menerima
hipotesa alternatif, jadi terdapat cukup bukti bahwa harga rata-rata masakan padang
yaitu murah (< dari 10.000).