Anda di halaman 1dari 3

Tips buat yang mau pakai banyak client

Copas dari blog sebelah

Berikut ini beberapa tips konfigurasi server yang bisa diterapkan.

MySQL Database

Jika anda menggunakan XAMPP, konfigurasi berada di file mysql\bin\my.ini. Jika anda menggunakan
Linux (Ubuntu atau Debian), konfigurasi berada di file my.cnf. Untuk menghitung konfigurasi secara
spesifik, silahkan mengujungi http://www.mysqlcalculator.com.

Berikut beberapa opsi yang bisa dikonfigurasi. Anda bisa bereksperimen lebih lanjut untuk mencoba
mengubah konfigurasi lainnya.

1. max_connections

Maksimal koneksi dalam satu waktu yang dapat dilayani oleh MySQL. Defaultnya adalah 150 koneksi.

2. innodb_buffer_pool_size

Tempat dimana index dan data disimpan didalam memory, sehingga pemrosesan akan lebih cepat.
Besarnya maximal 50-80% dari RAM / pemakaian RAM.

3. innodb_log_file_size

Setting ini digunakan untuk pemulihan mysql apabila terjadi crash. Jika mysql anda intensive dalam
proses insert, maka mysql perlu ruang lebih banyak dalam proses tersebut. Besarnya 25% dari
innodb_buffer_pool_size.

Untuk melakukan, konfigurasi matikan dulu mysql dan copy file log (ib_logfile0 dan ib_logfile1) ke
tempat lain untuk berjaga-jaga. Kemudian hapus LOG tersebut, baru mysql di start dan lihat apakah
mysql berjalan normal.
Apache Server

Untuk konfigurasi Apache jika anda menggunakan XAMPP, konfigurasi berada di file
apache\conf\extra\httpd-mpm.conf. Jika anda menggunakan linux, konfigurasi mengikuti jenis MPM
yang anda gunakan.

1. Apache di XAMPP

Jika anda menggunakan XAMPP di sistem operasi windows, cari konfigurasi bagian yang bertuliskan
WinNT MPM. Yang kita ubah adalah konfigurasi ThreadsPerChild. Silahkan ubah sesuai dengan
kebutuhan klien anda.

2. Apache di Linux

Jika anda menggunakan Apache di linux, MPM yang anda konfigurasi adalah yang sesuai dengan MPM
yang digunakan oleh apache, karena dilinux mendukung beberapa jenis MPM. Tetapi defaultnya mpm-
prefork.

Untuk konfigurasi lebih lanjut tentang apache, teman-teman dapat melihat artikel dari linode

Berbagi pengalaman Candy

Saya baru menggunakan candy di PAT tahun ini dengan 200siswa 1 server (wifi) menggunakan Slax. dan
hasilnya lancar tak ada keluhan. Mungkin H -1 seblum ujian saya simulasi dulu dan ada beberapa
kendala seperti lemot dan tidak bisa next tapi setelah beberapa pengaturan

1. Pc server jangan diberi IP biarkn otomatis nyari IP sendiri berdasarkan IP router yg sudah diseting
(saya pun gk tau kenapa harus begini tapi realita membuat semua siswa lancar tidak lag/lemot)

2. Pengaturan di router wifi DNS server1. DNS Server 2. Srv server mengarah ke IP VHD yg saya beri IP
192.168.0.200

2. Seting router start IP dan end IP sesuai kemampuan router.

3. Pengaturan Chanel
4. Disable Google Chrome dipengaturan HP siswa lalu update webview jika mau menggunakan exambro
dan hasilnya semua siswa bisa next

5. Jumlah siswa +600 dengan 3 server karena ruangan berjauhan..

6. Saat menghidupkan server harus router wifi dulu yg sudah on baru server dihidupkan.

7. Tidak menggunakn mikrotik karena saya tidak paham jaringan. Langsung colok ke HUB semua router
wifi

8. Berdoa

Mantaff neng Candy I Love U..😘