0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan26 halaman

Laporan Modul 3

Dokumen tersebut membahas tentang micromotion study yang digunakan untuk menganalisis perbaikan kerja dengan mempelajari pengukuran waktu baku dari gerakan kerja. Micromotion study ini menganalisis proses pembongkaran otoped untuk menentukan waktu baku aktivitas kerja dan meningkatkan produktivitas.

Diunggah oleh

Sahri Syam
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan26 halaman

Laporan Modul 3

Dokumen tersebut membahas tentang micromotion study yang digunakan untuk menganalisis perbaikan kerja dengan mempelajari pengukuran waktu baku dari gerakan kerja. Micromotion study ini menganalisis proses pembongkaran otoped untuk menentukan waktu baku aktivitas kerja dan meningkatkan produktivitas.

Diunggah oleh

Sahri Syam
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL 3

MICROMOTION STUDY

3.1. Latar Belakang Masalah

Pekerjaan yang dilakukan seorang pekerja atau operator dalam membuat suatu
produk biasanya terdiri dari beberapa elemen-elemen gerakan kecil. Gerakan-
gerakan tersebut pada umumnya dapat menimbulkan faktor-faktor yang
menyebabkan kelelahan. Seseorang dalam melakukan pekerjaan seringkali
melakukan aktivitas yang tidak perlu. Faktor lain yang menyebabkan seseorang
mengalami jenuh adalah lingkungan kerja yang tidak kondusif, sehingga membuat
seseorang menjadi tidak nyaman dan efektifitas pekerjaan menjadi menurun.

Dari berbagai faktor yang tidak selaras diatas, maka perlu adanya perbaikan dalam
melakukan gerakan kerja dengan cara menganalisis setiap gerakan dan lingkungan
kerja yang seharusnya tidak perlu ditimbulkan. Untuk memudahkan menganalisis
terhadap gerakan-gerakan tersebut perlu dikenal dahulu gerakan-gerakan dasar
yang membentuk kerja tersebut. Guna melaksanakan maksud ini, maka Frank B.
Gilberth beserta istrinya Lilian Gilberth telah berhasil menciptakan simbol/kode
dari gerakan-gerakan dasar kerja yang dikenal dengan nama THERBLIG. Di sini
mereka menguraikan gerakan-gerakan kerja ke dalam 17 gerakan dasar guna
mendapatkan rangkaian gerakan yang lebih efisien.

Perbaikan kegiatan kerja dapat dilakukan dengan cara menganalisis setiap gerakan
dan lingkungan kerja yang seharusnya tidak ditimbulkan. Micromotion study dapat
digunakan untuk membantu menganalisis perbaikan kerja, karena micromotion
study mempelajari tentang pengukuran waktu baku work factor system melalui
gerakan kerja. Sehinggga dapat menaikkan jumlah produksi dan dapat menghemat
waktu kerja.
Modul micromotion study ini, kita melakukan pembongkaran terhadap otoped.
Modul ini digunakan untuk menganalisis gerakan perakitan dan pembongkaran
sehingga nanti dapat menentukan waktu baku sebuah aktivitas kerja. waktu baku
tersebut yang nantinya dapat digunakan dalam menentukan tingkat produktivitas
kerja.

31
3.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
A. Berapa waktu baku yang ada pada proses pembuatan?
3.3. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah
A. mengetahui berapa waktu baku dalam proses pembuatan Meja Lipat
3.4. Landasan Teori
A. Studi Gerakan
Studi gerakan adalah analisa yang dilakukan terhadap beberapa gerakan bagian
badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Seorang tokoh yang telah
meneliti gerakan - gerakan dasar secara mendalam adalah Frank B. Gilberth
beserta istrinya yang menguraikan gerakan ke dalam 17 gerakan dasar atau elemen
gerakan yang dinamai Therblig (Sutalaksana, 1979).
Secara garis besar masing - masing gerakan Therblig dapat didefinisikan sebagai
berikut (Wignjosoebroto, 1995):
1. Mencari.
Mencari adalah elemen dasar gerakan pekerja untuk menentukan lokasi suatu
obyek. Gerakan dimulai pada saat mata bergerak mencari obyek dan berakhir jika
obyek telah ditemukan. Mencari ini termasuk dalam gerakan Therblig yang tidak
efektif.
2. Memilih.
Memilih merupakan elemen gerakan Therblig untuk menemukan atau memilih
suatu obyek diantara dua atau lebih obyek lainnya yang sama. Memilih ini
termasuk dalam elemen gerakan Therblig yang tidak efektif.
3. Memegang (Grasp).
Memegang adalah elemen gerakan tangan yang dilakukan dengan menutup jari-
jari tangan obyek yang dikehendaki dalam suatu operasi kerja. Memegang adalah
elemen Therblig yang diklasifikasikan sebagai elemen gerakan efektif yang
biasanya tidak bisa dihilangkan tetapi dalam beberapa hal dapat diperbaiki.
4. Menjangkau / Membawa Tanpa Beban (Transport Empty).
Menjangkau adalah elemen gerakan Therblig yang menggambarkan gerakan
tangan berpindah tempat tanpa beban atau hambatan (resistance) baik gerakan

32
yang menuju atau menjauhi obyek. Gerakan ini diklasifikasikan sebagai elemen
Therblig yang efektif dan sulit untuk dihilangkan secara keseluruhan dari suatu
siklus kerja.
5. Membawa Dengan Beban (Transport Loaded).
Membawa merupakan elemen perpindahan tangan, hanya saja disini tangan
bergerak dalam kondisi membawa beban (obyek). Elemen gerak membawa
termasuk Therblig yang efektif sehingga sulit untuk dihindarkan.
6. Memegang untuk Memakai (Hold).
Elemen ini terjadi jika elemen memegang obyek tanpa menggerakan obyek
tersebut. Elemen memegang untuk memakai adalah elemen kerja yang
tidakefektif yang bisa dihilangkan dengan memakai alat bantu untuk
memegangobyek.
7. Melepas (Release Load).
Elemen ini terjadi pada saat operator melepaskan kembali terhadap obyek yang
dipegang sebelumnya. Elemen gerak melepas termasuk elemen therblig yang
efektif yang bisa diperbaiki.
8. Mengarahkan (Position).
Mengarahkan adalah elemen gerakan therblig yang terdiri dari menempatkan
obyek pada lokasi yang dituju secara tepat. Elemen gerak ini termasuk Therblig
yang tidak efektif, sehingga untuk itu harus diusahakan untuk dihilangkan.
9. Mengarahkan Awal (Pre-Position).
Mengarahkan awal adalah elemen gerakan efektif Therblig yang mengarahkan
obyek kesuatu tempat sementara sehingga pada saat kerja mengarahkan obyek
benar-benar dilakukan maka obyek tersebut dengan mudah dapat dipegang dan
dibawa kearah tujuan yang dikehendaki.
10. Memeriksa (Inspect).
Elemen ini termasuk dalam langkah kerja untuk menjamin bahwa obyek telah
memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan. Elemen ini termasuk elemen
Therblig yang tidak efektif.
11. Merakit (Assembly).

33
Merakit adalah elemen gerakan Therblig untuk menghubungkan dua obyek atau
lebih menjadi satu kesatuan. Elemen ini merupakan elemen Therblig yang efektif
yang tidak dapat dihilangkan sama sekali tetapi dapat diperbaiki.
12. Mengurai Rakit (Disassembly).
Disini dilakukan gerakan memisahkan atau mengurai dua obyek tergabung satu
menjadi obyek-obyek yang terpisah. Ini termasuk gerakan therbligh yang efektif.
13. Memakai (Use).
Memakai adalah elemen gerakan efektif Therblig dimana salah satu atau kedua
tangan digunakan untuk memakai/mengontrol suatu alat untuk tujuan-tujuan
tertentu selama kerja berlangsung.
14. Kelambatan yang Tidak Terhindarkan (Unavoidable Delay).
Kondisi ini diakibatkan oleh hal-hal diluar kontrol dari operator dan merupakan
interupsi terhadap proses kerja yang sedang berlangsung.Ini termasuk gerakan
therbligh yang tidak efektif.
15. Kelambatan yang Dapat Dihindarkan (Avoidable Delay).
Kegiatan ini menunjukan situasi yang tidak produktif yang dilakukan oleh
operator sehingga perbaikan/penanggulangan yang perlu dilakukan lebih
ditujukan kepada operator sendiri tanpa harus merubah proses kerja lainnya.Ini
termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif.
16. Merencanakan (Plan).
Elemen ini merupakan proses mental dimana operator berhenti sejenak bekerja
dan memikir untuk mentukan tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan.Ini
termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif.
17. Istirahat untuk Menghilangkan Lelah (Rest to Overcome Fatigue).
Elemen ini tidak terjadi pada setiap siklus kerja akan tetapi berlangsung secara
periodik. Ini termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif.
B. Analisis Kerja dan Prinsip Ekonomi Gerakan
1. Analisa Kerja
Menurut Sritomo Wignjosoebroto (1995), terdapat dua metode yang termasuk
dalam penetapan waktu baku dengan data waktu gerakan (predetermined motion
timesystem) yaitu sistem faktor kerja (work-factor system) dan metode
pengukuran waktu (methods-time measurement).

34
2. Prinsip Ekonomi Gerakan
Menurut Ralph Barnes (1980) terdapat 3 prinsip dalam ekonomi gerakan, yaitu:
a. Gerakan yang berhubungan dengan tubuh manusia
b. Gerakan yang berhubungan denganperaturan tata letak tempat kerja
c. Gerakan yang berhubungan dengan perancangan peralatan
Masing-masing prinsip gerakan ekonomi tersebut memiliki spesifikasi gerakan
sebagai berikut: Gerakan yang berhubungan tubuh manusia dan gerakannya :
a. Kedua tangan sebaiknya memulai dan mengakhiri secara bersamaan.
b. Kedua tangan sebaiknya tidak menganggur secara bersamaan kecuali
sedang istirahat.
c. Gerakan kedua tangan akan lebih mudah jika satu terhadap lainnya simetris
dan berlawanan arah gerakannya.
d. Gerakan tubuh atau tangan sebaiknya dihemat dan memperhatikan alam atau
natural dari gerakan tubuh atau tangan.
e. Sebaiknya para pekerja dapat memanfaatkan momentum untuk membantu
pekerjaannya, pemanfaatan ini timbul karena berkurangnya kerja otot dalam
bekerja.
f. Gerakan yang patah-patah bayak perubahan arah akan memperlambat
gerakan tersebut.
g. Gerakan balistik akan lebih cepat, menyenangkan dan teliti dari pada
gerakan yang dikendalikan.
h. Pekerjaan sebaiknya dirancang semudah-mudahnya dan jika memungkinkan
irama kerja harus mengikuti irama alamiah bagi si pekerjanya.
i. Usahakan sesedikit mungkin gerakan mata.
Prinsip-prinsip ekonomi gerakan berhubungan dengan pengaturan tata letak
tempat kerja:
a. Sebaiknya diusahakan agar peralatan dan bahan baku dapat diambil dari
tempat tertentu dan tetap.
b. Bahan dan peralatan diletakan pada tempat yang mudah, cepat dan enak
untuk dicapai atau dijangkau.
c. Tempat penyimpanan bahan yang dirancang dengan memanfaatkan prinsip
gaya berat akan memudahkan kerja karena bahan yang akan diproses selalu

35
siap di tempat yang mudah untuk diambil. Hal ini menghemat tenaga dan
biaya.
d. Objek yang sudah selesai penyalurannya dirancang menggunakan
mekanisme yang baik.
e. Bahan-bahan dan peralatan sebaiknya ditempatkan sedemikian rupa
sehingga gerakan–gerakan dilakukan dengan urutan terbaik.
f. Tinggi tempat kerja dan kursi sebaiknya sedemikian rupa sehingga alternatif
berdiri dan duduk dalam menghadapi pekerjaan merupakan suatu hal yang
menyenangkan.
Prinsip-prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan perancangan peralatan:
a. Tangan sebaiknya dapat dibedakan dari semua pekerjaan bila penggunaan
dari perkakas pembantu atau alat yang dapat digerakkan dengan kaki dapat
ditingkatkan.
b. Peralatan sebaiknya dirancang sedemikian agar mempunyai lebih dari satu
kegunaan.
c. Peralatan sebaiknya sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam
pemegangan dan penyimpanannya.
d. Bila setiap jari tangan melakukan gerakan sendiri-sendiri, misalnya seperti
pekerjaan mengetik, beban yang didistribusikan pada jari harus sesuai
dengan kekuatan masing-masing jari.
e. Roda tangan, palang dan peralatan yang sejenis dengan itu sebaiknya diatur
sedemikian sehingga badan dapat melayaninya dengan posisi yang baik dan
dengan tenaga yang minimum.
C. Work Factor System
Sistem faktor kerja merupakan salah satu sistem dari Predetermined time system
yang paling awal dan secara luas diaplikasikan Sistem ini memungkinkanuntuk
menetapkan waktu untuk pekerjaan-pekerjaan manual dengan menggunakan
data waktu gerakan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Langkah-langkah
yang diambil di sini pertama kali adalah membuat analisa detail setiap langkah
kerja yang ada berdasarkan 4 variabel yang merupakan dasar utama pelaksanaan
kerja (anggota tubuh, kerja perpidahan gerakan, manual kontrol dan
berat/hambatan yang ada) dan mengunakan data faktor kerja sebagai unit

36
pengukurnya. Langkah berikutnya adalah menentukan waktu baku yang
diperoleh dari Tabel data waktu baku gerakan (Wignjosoebroto, 1995).
Pada Work-factor system, suatu pekerjan dibagi atas elemen-elemen gerakan
standar kerja sebagai berikut : Transport atau reach & move (TRP), Grasp (GR),
Pre-Position (PP), Assemble (ASY), Use (manual, process or machine
time)(US), Diassemble (DSY), Mental Process (MP), dan Release (RL). Dan
simbolsimbol yang digunakan untuk menunjukan anggota tubuh yang
dipergunakan dan faktor-faktor kerja juga distandardkan sebagai berikut :

Tabel 3.1 Tabel Work Factor Motion (Wignjosoebroto, 1995)

Simbol-simbol tersebut di atas digunakan untuk mencatat dan mengevaluasi


gerakangerakan kerja yang ada. Di sini anggota tubuh yang dipergunakan akan
diindikasikan pertama kali, kemudian jarak tempuh yang kedua, dan faktor-
faktor kerja akan metode Work-Factor untuk menentukan gerakannya :

Tabel 3.2 Tabel Work Factor Motion (Wignjosoebroto, 1995)

Diskripsi Elemen Kerja Analisa Gerakan Waktu (menit)


- Melempar benda kerja kecil ke samping A10 0.0042
sejauh 10
- Menjangkau sebuah benda kerja yang A20D 0.0080
terletak ditengah subuah meja sejauh 20 inchi
(Define stop motion)

37
Tabel 3.3 Tabel Work Factor Motion (Wignjosoebroto, 1995) lanjutan

Diskripsi Elemen Kerja Analisa Gerakan Waktu (menit)


- Membawa benda kerja seberat 4 lb sejauh 30 A30WD 0.0119
inchi dari tumpukanny untuk diletakkan di meja
kerja
Contoh soal :

Analisa gerakan kerja diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan mengambil


sebuah pena yang terletak di meja kerja, menuliskan sesuatu pada selembar
kertas, mengembalikan lagi pena ke tempatnya dimeja, dan tangan brgerak
kembali ke kertas yang telah ditulis. Pemegang pena (pen holder) dalam hal ini
terletak di meja sejauh 12 inchi dari pusat area penulisan (Wignjosoebroto,
1995). Dengan analisa Work-Factor persoalan tersebut dapat diselesaikan
sebagai berikut:

Tabel 3.4 Contoh Studi Kasus (Wignjosobroto, 1995)

38
D. Method Time Measurement
Methods Time Measurement (MTM) adalah suatu sistem penerapan awal waktu
baku (predetermined time standard) yang dikembangkan berdasarkan studi
gambar gerakangerakan kerja dari suatu operasi kerja industri yang direkam dalam
film.
Sistem ini didefinisikan sebagai suatu prosedur untuk menganalisa setiap operasi
atau metode kerja (manual operation) ke dalam gerakan-gerakan dasar yang
diperlukan untuk melaksanakan kerja tersebut, dan kemudian menetapkan standar
waktu dari masing-masing gerakan tersebut berdasarkan macam gerakan dan
kondisi-kondisi kerja yang ada (Wignjosoebroto, 1995). MTM memiliki beberapa
jenis, yaitu MTM-1, MTM-2, MTM-3, MTM-C, MTM-M, MTM-V, MTM-GPD,
dan 4M-DATA (Niebel dan Freivalds, 1999; dan Barnes, 1997). Akan tetapi,yang
akan dibahas dalam praktikum ini adalah MTM-1 karena pengamatan yang akan
dilakukan merupakan kegiatan perakitan yang memiliki elemen kerja yang lebih
kompleks.
Perhitungan Waktu Baku
Waktu baku adalah waktu yang diperlukan oleh operator yang terampil rata-rata,
bekerja pada kecepatan normal, untuk melakukan tugas tertentu menggunakan
metode yang ditentukan. Didalamnya sudah termasuk „allowance yang tepat
untuk memungkinkan orang untuk pulih dari kelelahan dan, bila perlu waktu
tambahan untuk menutupi elemen kontingen yang mungkin terjadi (Salvendy,
2001). Sedang waktu siklus merupakan waktu yang diperlukan untuk merakit 1
produk, yang mana data perhitungan waktunya diambil dari data mentah yang
didapat dari percobaan.
Cara perhitungan tidak langsung berarti melakukan perhitungan waktu baku tanpa
berada di tempat pekerjaan itu dilaksanakan. Yaitu dengan membaca Tabel Tabel
yang telah disediakan. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah: data waktu
baku dan data waktu gerakan.
Sehingga jika pengukuran dilakukan terhadap beberapa alternatif sistem kerja,
yang terbaik diantaranya dilihat dari segi waktu yang dapat dicari yaitu: sistem
yang membutuhkan penyelesaian tersingkat.

39
Penetapan Waktu Baku dengan Data Waktu Gerakan (Predetermined time
system) dengan Methods Time Measurement (MTM)
Pengukuran waktu ini membagi gerakan-gerakan kerja atas elemen kerja
seperti: menjangkau (reach), memegang (grasp), membawa (move), mengarahkan
(position), melepas (release), melepas rakit (disassemble), memutar (turn), dan
beberapa gerakan anggota badan lainnya. Setiap elemen-elemen gerakan tersebut
akan diklasifikasikan lagi berdasarkan kondisi gerakan yang dilakukan.
Penjelasan lebih detail dapat dilihat pada Tabel MTM-1. Unit
waktu yang digunakan dalam tabel-tabel ini adalah TMU (Time-Measurement
Unit). Disini 1 TMU adalah sama dengan 0.00001 jam, 0.0006 menit atau sama
dengan0.036detik.

Gambar 3.1 Perakitan berdasarkan MTM

Berikut ini merupakan Tabel pada Method Time Measurement( MTM)-1:

Tabel 3.5 Gerakan Menjangkau (Reach – R)

40
Tabel 3.6 Gerakan Menjangkau (Reach – R) lanjutan

41
Tabel 3.7 Gerakan Menjangkau (Reach – R) lanjutan

Tabel 3.8 Gerakan membawa (Move – M)

42
Tabel 3.9 Gerakan membawa (Move – M) lanjutan

Tabel 3.10 Gerakan Memutar (Turn – T)

43
Tabel 3.11 Gerakan Menekan (Apply Pressure – AP)

Tabel 3.12 Gerakan Memegang (Grasp – G)

Tabel 3.13 Gerakan Memegang (Grasp – G)

44
Tabel 3.14 Gerakan Melepas (Release – RL)

Tabel 8.15 Gerakan Mengarahkan (Position* – P)

* Distance moved to engage - 1 or less

Tabel 3.16 Melepas Rakit (Disengage – D)

Tabel 3.17 Eye Travel and Eye Focus – ET and EF

45
Tabel 3.18 Badan dan Pergerakan Kaki (Body, Leg, and Foot Motion)

CONTOH SOAL:

Seorang siswa mendapat tugas untuk menganalisa gerakan dari seorang operator
yang sedang memasang bagian penutup baterai pada boneka dengan MTM-1
(Method Time Measurement-1) melalui kamera video. Dalam rekaman tersebut,
tersedia 4 kotak yang berisi bagian-bagian mainan. Kotak A terletak 14 inch dari
operator dan berisi boneka. Kotak B terletak 14 inch dari operator dan berisi
penutup baterai. Kotak C terletak 12 inch dari operator dan berisi sekrup. Kotak D

46
terletak 10 inch dari operator dan berisi obeng. Dibutuhkan 4 sekrup untuk
memasang penutup baterai. Agar sekrup terpasang dengan kencang, operator harus
memutar sekrup 7 kali dengan sudut putaran 90⁰. Anda diminta untuk membantu
siswa tersebut dalam menganalisa gerakan dengan menggunakan peta tangan
kanan-kiri dan menghitung waktu baku yang dibutuhkan operator untuk memasang
penutup baterai berdasarkan gerakan-gerakan di bawah ini:

Kotak A : 14” berisi boneka.


Kotak B : 14” berisi penutup baterai.
Kotak C : 12” berisi sekrup.
Kotak D : 10” berisi obeng.
O : Operator
Gerakan-gerakan:
1. Mengambil boneka dengan tangan kiri.
2. Mengambil penutup baterai dengan tangan kanan dan memasangnya pada
boneka.
3. Mengambil 4 buah sekrup sekaligus dengan tangan kanan dan memasangnya
pada penutup baterai.
4. Mengambil obeng dengan dengan tangan kanan.
5. Mengencangkan sekrup dengan obeng (mengulangi gerakan ini sebanyak 4
kali).
6. Meletakkan obeng di tangan kanan dan boneka di tangan kiri.

47
Jawab
Tangan kiri Jarak Kode TMU TMU Kode Jarak Tangan kanan
(inch) (inch)
Menjangkau A 14 R14A 10,5
Memegang A G1A 2
Membawa A M14C 16,9
10,5 R14A 14 Menjangkau B
2 G1A Memegang B
16,9 M14C Membawa B
9,1 PISSE Mengarahkan B
2 RL1 Melepas B
9,6 R12A 12 Menjangkau C
2 G1A Memegang C
15,2 M12C Membawa C
9,1 PISSE Mengarahkan C
2 RL1 Melepas C
9,1 PISSE Mengarahkan C
2 RL1 Melepas C
9,1 PISSE Mengarahkan C
2 RL1 Melepas C
9,1 PISSE Mengarahkan C
2 RL1 Melepas C
8,7 R10A 10 Menjangkau D
2 G1A Memegang D
13,5 M10C Membawa D
9,1 PISSE Mengarahkan D
16,2 Memutar D
3 kali, 90⁰
9,1 P1SSE Mengarahkan D
TS90⁰‟
16,2 Memutar D
3 3 kali, 90⁰

48
9,1 P1SSE Mengarahkan D
16,2 3 Memutar D
3 kali, 90⁰
9,1 PISSE Mengarahkan D
16,2 3 Memutar D
RL1 3 kali, 90⁰
Melepas ban RL1 2 2 Melepas D
Total TMU 268.5
Waktu Baku = 268.5 TMU = 0.1611 menit = 9.67 detik

3.5. Hasil dan Pembahasan


A. Identifikasi Gerakan-Gerakan
1. list elemen gerakan kerja setiap stasiun
a. Stasiun kerja 1
1) Pengukuran besi
2) Pemotongan
3) pengelasan
b. Stasiun kerja 2
1) Pengukuran
2) Pemotongan
3) Penghalusan
c. Stasiun kerja 3
1) Perakitan
2) Painting
3) Finishing
2. Elemen setiap stasiun
a. Stasiun kerja 1
1) Pengukuran besi
a) 1 orang menjangkau Robber Covered sejauh 50 cm dengan tangan kanan
b) 1 orang memegang Robber Covered dengan tangan kanan
c) 1 orang membawa Robber Covered sejauh 90 cm dengan tangan kanan
d) Jarak operator dan benda kerja 23,6 cm
e) Kanan menjangkau, kiri memegang

49
2) Pemotongan ( menggunakan mesin gerinda )
a) 1 orang menjangkau mesin gerinda tangan sejauh 50 cm dengan tangan
kanan
b) 1 orang memegang mesin gerinda tangan dengan tangan kanan
c) 1 orang membawa mesin gerinda tangan sejauh 90 cm dengan tangan
kanan
d) Tangan kanan memegang gerinda untuk memotong benda kerja dan
tangan kiri menahan benda kerja
e) 5x press
3) Pengelasan
a) 1 orang menjangkau mesin las listrik sejauh 50 cm dengan kanan
b) 1 orang memegang mesin las listrik dengan kanan
c) 1 orang membawa mesin las listrik sejauh 90 cm dengan kanan
d) Tangan kanan memegang tang las
e) Tangan kiri kawat elektroda
b. Stasiun kerja 2
1) Pengukuran kayu
a) 1 orang menjangkau Robber Covered sejauh 50 cm dengan tangan kanan
b) 1 orang memegang Robber Covered dengan tangan kanan
c) 1 orang membawa Robber Covered sejauh 90 cm dengan tangan kanan
d) Jarak operator dan benda kerja 23,6 cm
e) Kanan menjangkau, kiri memegang
2) Penghalusan ( menggunakan mesin serut )
a) 1 orang menjangkau mesin serut sejauh 50 cm dengan tangan kanan
b) 1 orang memegang mesin serut dengan tangan kanan
c) 1 orang membawa mesin serut sejauh 90 cm dengan tangan kanan
d) Tangan kanan memegang gerinda untuk menyerut benda kerja
e) 4x nyerut
3) Pemotongan ( menggunakan mesin gerinda )
a) 1 orang menjangkau mesin gerinda tangan sejauh 50 cm dengan tangan
kanan
b) 1 orang memegang mesin gerinda tangan dengan tangan kanan

50
c) 1 orang membawa mesin gerinda tangan sejauh 90 cm dengan tangan
kanan
d) Tangan kanan memegang gerinda untuk memotong benda kerja dan
tangan kiri menahan benda kerja
e) 5x press
c. Stasiun kerja 3
1) Perakitan
a) 1 orang menjangkau mesin bor baut sejauh 50 cm dengan tangan kanan
b) 1 orang memegang mesin bor baut dengan tangan kanan
c) 1 orang membawa mesin bor baut sejauh 100 cm dengan tangan kanan
dan tangan kiri
d) 1 orang menjangkau benda kerja besi sejauh 50 cm dengan tangan
kanan
e) 1 orang memegang benda kerja besi dengan tangan kanan
f) 1 orang membawa benda kerja besi sejauh 100 cm dengan tangan kanan
dan tangan kiri
h) 1 orang menjangkau benda kerja kayu sejauh 50 cm dengan tangan
kanan
i) 1 orang memegang benda kerja besi dengan tangan kanan
j) 1 orang membawa benda kerja besi sejauh 100 cm dengan tangan kanan
dan tangan kiri
k) 1 orang memasang kayu pada kerangka besi
l) Tangan kanan memegang mesin bor baut dan tangan kiri memasukkan
baut pada lubang yang sudah di siapkan
2) Painting
a) Tangan kanan menjangkau kuas dan kaleng cat
b) Tangan kanan memegang kuas dan kaleng cat
c) Tangan kanan membawa kuas dan kaleng cat
d) Tangan kanan melakukan gerakan cat berulang
b) Tangan kiri memegang kaleng cat
3) Finishing.

51
B. Tabel Penentuan Waktu Baku

Tabel Penentuan Waktu Baku

NO Tangan Jarak kode TMU TMU Kode Jarak Tangan


kiri (inch) (inch) kanan
Stasiun Kerja 1
A. pengukuran Besi
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Memegang saat
Menahan 8 3,9 2 R14A 0
mengukur
B. pemotongan Besi
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Menahan saat Memegang saat
8 3,9 2 G1A 0
memotong memotong
C. pengelasan Besi
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Memegang
0 G1A 2 3,9 8 Menahan
kawat
9,1 PISSE 15,2 Mengarahkan
Stasiun Kerja 2
A. Pengukuran Kayu
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Manahan saat Memegang saat
8 SK2A 3,9 2 G1A 0
mengukur mengukur
B. Penghalusan Kayu
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Memegang saat
2 G1A 0
penghalusan
9,1 PISSE 15,2 Mengarahkan
17,2 18 Menekan
C. Pemotongan Kayu

52
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Menahan 8 3,9 17,2 18 Menekan
Stasiun Kerja 3
A. Perakitan
Mesin bor baut
13,1 R14A 20 Menjangkau A
2 G1A 0 Memegang A
21 M14C 59 Membawa A
Benda kerja besi
13,1 R14A 20 Menjangkau B
2 G1A 0 Memegang B
21 M14C 59 Membawa B
Benda Kerja kayu
13,1 R14A 20 Menjangkau C
2 G1A 0 Memegang C
21 M14C 59 Membawa C
Menahan 8 SK3A 3,9 9,1 PISSE 15,2 Mengarahkan
9,1 Memutar
30x putaran
2,5 5,4 Menekan
B. Painting
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Memegang 0 G1A 2 9,1 PISSE 15,2 Mengarahkan
5,6 3 9,7 Bolak - balik
Total TMU 482,5
Waktu baku :
Waktu baku = 482,5 TMU = 0,2895 menit 036 = 17,37 detik
Keterangan :
1 TMU adalah sama dengan 0.00001 jam, berarti 503,8 x 0,00001 / 10.000 = 482,5
Dijadikan menit berarti 482,5 x 0,0006 = 0,2895 menit
Dan dijadikan detik berarti 482,5 x 0,036 = 17,37 detik
3.6. Kesimpulan
Jadi hasil hitungan waktu baku yang di dapat yaitu,
Waktu baku :

53
Waktu baku = 503,8 TMU = 0,18036 menit 036 = 108,216 detik
Keterangan :
1 TMU adalah sama dengan 0.00001 jam, berarti 503,8 x 0,00001 / 10.000 = 503,8
Dijadikan menit berarti 503,8 x 0,0006 = 0,30228 menit
Dan dijadikan detik berarti 503,8 x 0,036 = 181,368 detik

54
LAMPIRAN

NO Tangan Jarak kode TMU TMU Kode Jarak Tangan


kiri (inch) (inch) kanan
Stasiun Kerja 1
A. pengukuran Besi
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Memegang saat
Menahan 8 3,9 2 R14A 0
mengukur
B. pemotongan Besi
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Menahan
Memegang saat
saat 8 3,9 2 G1A 0 memotong
memotong
C. pengelasan Besi
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Memegang
0 G1A 2 3,9 8 Menahan
kawat
9,1 PISSE 15,2 Mengarahkan
Stasiun Kerja 2
A. Pengukuran Kayu
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Manahan
Memegang saat
saat 8 SK2A 3,9 2 G1A 0
mengukur
mengukur
B. Penghalusan Kayu
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Memegang saat
2 G1A 0
penghalusan
9,1 PISSE 15,2 Mengarahkan
17,2 18 Menekan

55
C. Pemotongan Kayu
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Menahan 8 3,9 17,2 18 Menekan
Stasiun Kerja 3
A. Perakitan
Mesin bor baut
13,1 R14A 20 Menjangkau A
2 G1A 0 Memegang A
21 M14C 59 Membawa A
Benda kerja besi
13,1 R14A 20 Menjangkau B
2 G1A 0 Memegang B
21 M14C 59 Membawa B
Benda Kerja kayu
13,1 R14A 20 Menjangkau C
2 G1A 0 Memegang C
21 M14C 59 Membawa C
Menahan 8 SK3A 3,9 9,1 PISSE 15,2 Mengarahkan
9,1 Memutar
30x putaran
2,5 5,4 Menekan
B. Painting
13,1 R14A 20 Menjangkau
2 G1A 0 Memegang
21 M14C 59 Membawa
Memegang 0 G1A 2 9,1 PISSE 15,2 Mengarahkan
5,6 3 9,7 Bolak - balik
Total TMU 482,5

56

Anda mungkin juga menyukai