100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
29K tayangan13 halaman

Contoh Penyelesaian Soal Menurut Polya Problem Solving

Dokumen tersebut memberikan contoh penyelesaian soal matematika menurut model Polya dan Krulik & Rudnik, dimulai dari memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan penyelesaian, dan memeriksa ulang jawaban."

Diunggah oleh

Rahmi Hanifah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
29K tayangan13 halaman

Contoh Penyelesaian Soal Menurut Polya Problem Solving

Dokumen tersebut memberikan contoh penyelesaian soal matematika menurut model Polya dan Krulik & Rudnik, dimulai dari memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan penyelesaian, dan memeriksa ulang jawaban."

Diunggah oleh

Rahmi Hanifah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CONTOH PENYELESAIAN SOAL MENURUT POLYA

Contoh soal problem solving

1. Rina mempunyai berat badan ¾ kg sedangkan retno mempunyai berat badan 3/5
kg.berapakah berat badan keduanya?
a. Memahami Masalah
Pada langkah ini, kegiatan pemecahan masalah diarahkan untuk membantu siswa
menetapkan apa yang diketahui pada permasalahan dan apa yang ditanyakan. Ada beberapa
pertanyaan yang dapat membantu siswa dalam mengidentifikasi unsur yang diketahui dan
yang ditanyakan dalam soal diantaranya sebagai berikut: 1) apakah yang diketahui dari soal,
2) apakah yang ditanyakan soal, 3) apakah saja informasi yang diperlukan, 4) bagaimana
akan menyalesaikan soal.

Diketahui berat badan Rina kg, sedangkan berat badan Retno kg. Berapa kg berat

badan kedua anak tersebut?Diketahui: berat badan Rina = kg, dan berat badan Retno =

kg.
Ditanya: berat badan kedua anak tersebut = ...?

b. Membuat Rencana Untuk Menyelesaikan Masalah


Pendekatan pemecahan masalah tidak akan berhasil tanpa perencanaan yang baik. Adapun
tujuan dari perencanaan pemecahan masalah ini adalah agar siswa dapat mengidentifikasi
strategi–strategi pemecahan masalah yang sesuai untuk menyelesaikan masalah yang sesuai
dengan permasalahan yang akan dipecahkan. Dari permasalahan di atas, dimisalkaan: jika

berat badan Rina = , berat badan Retno = , berat badan kedua anak . Dan model
matematika untuk kedua anak tersebut adalah c
d
c. Melaksanakan Penyelesaian Soal
Jika siswa telah memahami permasalahan dengan baik dan sudah menentukan strategi
pemecahannya, langkah selanjutnya adalah melaksanakan penyelesaian soal sesuai dengan
yang telah direncanakan. Kemampuan siswa memahami subtansi materi dan keterampilan
siswa melakukan perhitungan – perhitungan matematika akan sangat membantu siswa untuk
melaksanakan penyelesaian soal cerita.
Dari model matematika di atas dapat diselesaikan sebagai berikut :

d. Memeriksa Ulang Jawaban Yang Diperoleh


Langkah memeriksa ulang jawaban yang diperoleh merupakan langkah terakhir dari
pendekatan pemecahan masalah matematika Hudojo (Aisyah, 2007: 5-22). Adapun tujuan
dari langkah ini adalah untuk mengecek apakah hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan
ketentuan dan tidak terjadi kontrakdisi dengan yang ditanya.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk memeriksa ulang jawaban yang diperoleh
adalah
1) Mencocokan hasil yang diperoleh dengan hal yang ditanyakan.
2) Menginterpretasi jawaban yang diperoleh.
3) Mengidentifikasi adakah cara lain untuk mendapatkan penyelesaian masalah.
4) Mengidentifikasi jawaban atau hasil lain yang memenuhi.
Pada contoh penyelesaian permasalahan di atas hasil yang diperoleh untuk berat badan

kedua anak tersebut adalah Sedangkan unsur yang diketahui adalah Berat badan

Rino dan berat badan Retno


Untuk membuktikan berat badan kedua anak tersebut sudah sesuai dengan unsur yang
diketahui atau belum hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut :
Berdasarkan penyelesaian soal di atas diperoleh jawaban: jadi, berat badan kedua anak tersebut
adalah
27 Kg
20

2. Ibu baru saja membeli 1/2 m potongan pita. Sampai di rumah, Ibu memotong kembali
pita-pita tersebut dan memberikan kepada 3 orang anaknya sama panjang . Berapakah
panjang pita yang didapatkan masing-masing anak?

Jawaban

a. Memahami Masalah
Pada langkah ini, kegiatan pemecahan masalah diarahkan untuk membantu siswa
menetapkan apa yang diketahui pada permasalahan dan apa yang ditanyakan.
Diket : pita = ½ m
Pita tersebut diberikan kepada 3 orang anaknya sama panjang
Ditanya: banyak pita masing-masing anak?
b. Membuat Rencana Untuk Menyelesaikan Masalah
Pendekatan pemecahan masalah tidak akan berhasil tanpa perencanaan yang baik. Adapun
tujuan dari perencanaan pemecahan masalah ini adalah agar siswa dapat mengidentifikasi
strategi–strategi pemecahan masalah yang sesuai untuk menyelesaikan masalah yang sesuai
dengan permasalahan yang akan dipecahkanDari soal cerita tersebut dapat kita buat model
matematikanya
Misalkan banyak pita = a/b
Anak =c
Jumlah =d
Maka dari model matematika tersebut bisa dirumuskan
a/b : c = d

c. Melaksanakan Penyelesaian Soal


Jika siswa telah memahami permasalahan dengan baik dan sudah menentukan strategi
pemecahannya, langkah selanjutnya adalah melaksanakan penyelesaian soal sesuai dengan
yang telah direncanakan. Kemampuan siswa memahami subtansi materi dan keterampilan
siswa melakukan perhitungan – perhitungan matematika akan sangat membantu siswa untuk
melaksanakan penyelesaian soal cerita.
Dari model matematika di atas dapat diselesaikan sebagai berikut :
a/b : c = d
½:3=d
½ × 1/3 = 1/6 m

d. Memeriksa Ulang Jawaban Yang Diperoleh


Langkah memeriksa ulang jawaban yang diperoleh merupakan langkah terakhir dari
pendekatan pemecahan masalah matematika Hudojo (Aisyah, 2007: 5-22). Adapun tujuan
dari langkah ini adalah untuk mengecek apakah hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan
ketentuan dan tidak terjadi kontrakdisi dengan yang ditanya.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk memeriksa ulang jawaban yang diperoleh
adalah :
1) Mencocokan hasil yang diperoleh dengan hal yang ditanyakan.
2) Menginterpretasi jawaban yang diperoleh.
3) Mengidentifikasi adakah cara lain untuk mendapatkan penyelesaian masalah.
4) Mengidentifikasi jawaban atau hasil lain yang memenuhi.

Untuk membuktikan panjang pita yang didapatkan masing-masing anak tersebut sudah sesuai
dengan unsur yang diketahui atau belum hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut :
a/b : c = d
a/b = d × 𝑐
a/b = 1/6 × 3
a/b = 3/6
a/b = ½ m
3. Suatu hari kakek pergi ke pasar kemudian kakek membeli buah-buahan. Kakek membeli
¾ kg jeruk dan membeli ½ kg rambutan.berapakah banyak buah-buahan yang dibeli
kakek di pasar?

Jawaban

a. Memahami Masalah
Pada langkah ini, kegiatan pemecahan masalah diarahkan untuk membantu siswa
menetapkan apa yang diketahui pada permasalahan dan apa yang ditanyakan.
Diketahui :
Jeruk : ¾ kg
Rambutan : ½ kg
Ditanya :
Jumlah buah-buahan yang dibeli kakek?
b. Membuat Rencana Untuk Menyelesaikan Masalah
Pendekatan pemecahan masalah tidak akan berhasil tanpa perencanaan yang baik.
Adapun tujuan dari perencanaan pemecahan masalah ini adalah agar siswa dapat
mengidentifikasi strategi–strategi pemecahan masalah yang sesuai untuk menyelesaikan
masalah yang sesuai dengan permasalahan yang akan dipecahkan
Dari soal cerita tersebut dapat kita buat model matematikanya
Misalkan Jeruk = a/b
Rambutan = b/c
Jumlah keduanya = c/d
Model matematika
a/b + b/c = c/d
c. Melaksanakan Penyelesaian Soal
Jika siswa telah memahami permasalahan dengan baik dan sudah menentukan strategi
pemecahannya, langkah selanjutnya adalah melaksanakan penyelesaian soal sesuai
dengan yang telah direncanakan. Kemampuan siswa memahami subtansi materi dan
keterampilan siswa melakukan perhitungan – perhitungan matematika akan sangat
membantu siswa untuk melaksanakan penyelesaian soal cerita.
Dari model matematika di atas dapat diselesaikan sebagai berikut :
a/b + b/c = c/d
¾ + ½ = c/d
¾ +2/4 =5/4 Kg
d. Memeriksa Ulang Jawaban Yang Diperoleh
Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk memeriksa ulang jawaban yang
diperoleh adalah :
1) Mencocokan hasil yang diperoleh dengan hal yang ditanyakan.
2) Menginterpretasi jawaban yang diperoleh.
3) Mengidentifikasi adakah cara lain untuk mendapatkan penyelesaian masalah.
4) Mengidentifikasi jawaban atau hasil lain yang memenuhi.

Untuk membuktikan banyak buah-buahan yang dibeli kakek di pasar anak tersebut
sudah sesuai dengan unsur yang diketahui atau belum hal ini dapat dibuktikan sebagai
berikut :
a/b + b/c = c/d
a/b = c/d – b/c
a/b = 5/4 – ½
a/b = 5/4 – 2/4
a/b = ¾ kg

CONTOH SOAL MENURUT KRULIK DAN RUDNIK


Contoh soal I

“Pak Ahmad sebagai salah seorang peternak ikan di Suwawa Selatan, di rumah pak Ahmad
terdapat sebuah kolam tempat bibit ikan lele dengan ukuran panjang = 5 meter, lebar = 3 meter,
dan tinggi 0,6 meter. Jika kolam tersebut di isi air sampai penuh, berapa volum air yang terisi
dalam kolam tersebut?”

Langkah penyelesaian masalah menurut Krulik dan Rudnik

1. Membaca (read)
Pada langkah ini siswa diharuskan mencari kata kunci masalah. Dari soal di atras dapat
kita ambil kata kunci sebagai berikut:
Diketahui : sebuah kolam berbentuk balok dengan ukuran panjang = 5 meter, lebar = 3
meter, dan tinggi = 0.6 meter.
2. Mengeksporasi (eksplore)
Dalam lankah ini yang harus ditemukan bagaimana bentuk permasalahan pada soal
diatas. Atau apa yang harus di selesaikan dari soal tersebut. Di sini kita cukup mencari
apa yang ditanyakan oleh soal tersebut:

Ditanya : Volum air dalam kolam jika terisi air sampai penuh?

3. Memilih strategi
Tentukan strategi dalam menyelesaikan soal tersebut. Hal ini bisa dilakukan dngan
mengungkap rumus volum balok serta mengsubsitusikan ukuran kolam ke dalam rumus
tersebut melalui formulasi kalimat matematika sebagai berikut.

Rumus volum balok = panjang x lebar x tinggi


= 5 meter x 3 meter x 0,6 meter
4. Menyelesaikan masalah
Dalam menyelesaikan masalah siswa dapat melakukan beberapa cara sebagai berikut:
Volum air dalam kolam = 5 meter x 3 meter x 0,6 meter
= (5 meter x 3 meter) x 0,6 meter
= 15m2 x 0,6m
= 15/1 m2 x 6/10 m
= 90/10 m3
= 9 m3
Banyak cara yang dapat dilakukan siswa untuk menyelesaikan kalimat matematika
tersebut di atas antara lain sebagai berikut.
1. Volum air dalam kolam = 5 meter x 3 meter x 0,6 meter
= (5 meter x 3 meter) x 6 meter 10
= 15 m2 x 6 m 10 = 90/10 m3
= 9m3
2. Volum air dalam kolam = 5 meter x 3 meter x 0,6 meter
= 50/10 meter x 30/10 meter x 6/10 meter
= (50/10 meter x 3/10 meter) x 6/10 meter
= 1500/100m2 x 6/10meter = 9000/1000m3
= 9m3
5. Meninjau dan mendiskusikan
Hasil jawaban yang diperoleh adalah volum air dari kolam = 9m3 , kebenaran jawaban
ini dapat diuji sebagai berikut.
19 m3 = 15 meter x 3 meter x 0,6 meter
= (5 meter x 3 meter) x 0,6 meter
= 15/1m2 x 6/10m2
= 90/10m3
= 9m3
CONTOH SOAL II
Hadi menggambar sebuah denah dibukunya. Skala yang ia gunakan adalah 1: 20.000. Jika jarak
dua tempat sesungguhnya adalah 400 meter. Berapa jarak kedua tempat tersebut dalam denah?
Lankgkah Penyelesaian:
1. Membaca
Pada langkah ini siswa diharuskan mencari kata kunci masalah. Dari soal di atras dapat
kita ambil kata kunci sebagai berikut:
Diketahui : jarak sebenarnya = 400 m = 40.000 cm
Skala = 1 : 200
2. Mengeksporasi (eksplore)
Dalam lankah ini yang harus ditemukan bagaimana bentuk permasalahan pada soal
diatas. Atau apa yang harus di selesaikan dari soal tersebut. Di sini kita cukup mencari
apa yang ditanyakan oleh soal tersebut:

Ditanya : jarak pada peta?

3. Memilih strategi
Tentukan strategi dalam menyelesaikan soal tersebut. Hal ini bisa dilakukan dngan
mengungkap rumus volum balok serta mengsubsitusikan ukuran kolam ke dalam rumus
tersebut melalui formulasi kalimat matematika sebagai berikut.
Rumus jarak pada peta = skala x jarak sebenarnya

4. Menyelesaikan masalah
Dalam penyelesaian masalah tersebut siswa dapat menggunakan rumus di atas :
Jarak pada peta = skala x jarak sebenarnya
1
Y = 200 𝑋 40.000 𝐶𝑚

Y = 200 Cm

Atau dengan cara sebagai berikut :


𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑡𝑎
Jarak sebenarnya =
𝑠𝑘𝑎𝑙𝑎
𝑌
40. 000 cm = 1
200

200
40.000 Cm =YX 1
40.𝑂𝑂0
Y = 200

Y = 200 Cm
5. Meninjau dan mendiskusikan
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑡𝑎
Skala = 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎
200
= 40.000
1
= 200

CONTOH SOAL III


Amir dan Budi dua saudara.Amir dan Budi menabung di celengan yang sama hingga mencapai
Rp 320.000,00.Amir merasa telah memasukkan uang Rp 170.000,00,sedangkan Budi merasa
telah memasukkan uang sebesar Rp 220.000,00.Setelah bermusyawarah mereka setuju untuk
membagi sama sisa uang yang menjadi milik bersama-sama sisa uang yang menjadi milik
bersama.Berapakah hasil tabungan mereka masing-masing?
Jawa:
1. Membaca
Pada masalah ini mencatat kata kunci dan menyatakan kembali pada bahasa yang mudah
dipahami.
Amir menabung = Rp 170.000,00
Budi menabung = Rp 220.000,00
Total uang budi dan Ami = Rp 320.000,00
2. Mengekplorasi
Pada tahap ini meliputi pencarian pola atau penyelesaian masalah.
Jadi polanya yaitu:
Uang Amir:100.000 + [ 70.000:2 ] =135.000
Uang Budi:150.000+ [ 70.000:2 ] =185.000
3. Memilih suatu strategi
Pada tahap ini siswa menarik kesimpulan atau membuat hipotesis
Jadi dengan cara lain didapatkan
Misalkan uang Amir ( A ) dan uang Budi ( B )
Maka n ( A B )= n (A)+ ( B )- (A B )
4. Menyelesaikan masalah menemukan penyelesaian masalah
n (A B) = n (A) + n (B)-(A B)
320.000 = 170.000+220.000- (A B )
(A B) =390.000-320.000
(A B ) =70.000
5. Meninjau dan mendiskusikan mengecek jawaban dari pemecahan masalah
Jadi:
Uang milik Amir = 170.000 - 70.000 + (70.000 : 2) = 135.000
Uang milik Budi = 220.000 - 70.000 + (70.000 : 2) = 185.000

CONTOH SOAL TEORI DEWEI


Contoh soal I
Suatu bak mandi mempunyai panjang dua kali lebarnya,dam tingginya setengah dari
lebarnya.Jika luas alas bak itu 7.200 cm 2 berapakah liter isi bak air tersebut ?

1. Menghadapi masalah pada tahap ini merasakan kesulitan yang meliputi hal yang baru
diketahui dengan ketidak jelasan situasi
Panjang bak 2 kali lebar
Tinggi bak 1/2 lebar
Luas = 7.200 cm2 ( pangkat dua ma liza)
2. Pendefinisan masalah pada tahap ini meliputi mengkhisuskan apa yang diketahui dan yang
tidak diketahui dengan standard dan ekstrim
Ditanya : isi bak dalam liter
3. Fenomena solusi yaitu memperhatikan pola-pola mengidentifikasi dalam perencanaan
2 l × l = 7.200 cm2

4. Konsekuensi dugaan yaitu mencari solusi mengumpulkan data tambahan


2 l × l = 7.200 cm ( pangkat dua liza )
2 l (pangkat dua liza )= 7.200
l ( pangkat dua liza) =7.200/ 2
l ( pangkat dua ) =3.600
l = ( di dalam kurung akar dari 3.600 liza )
l = 60 Cm ( ndk ado pangkat lai liza )
5. Menguji konsekuensu yaitu meliputi evaluasi hipotesa
L = 60 cm
Maka P = 2 × 60 cm = 120 cm
T = 1/2 60 cm = 30 cm
Jadi rumus volume( isi ) yang berbentuk balok adalah
P× L× T yaitu: 120 cm× 60 cm × 30 cm = 216.000 cm ( pangkat tiga liza )

Karena di tanya dalam liter jadi di ubah ke dalam liter


2.16.000 cm3 = 216 dm3
Jadi isi bak mandi tersebut adalah = 216 liter.

Contoh Soal II
Contoh soal Problem Solving menurut Dewey

Jika FPB (m,n) =35 dan KPK (m,n) =350. Maka tentukan dua bilangan m dan n yang memenuhi!
Penyelesaian berdasarkan langkah-langkah problem solving menurut Dewey
1. Menghadapi masalah
Disini siswa mengamati soal yang di berikan dan menganalisis pertanyaan dari soal
2. Pendefinisian masalah
FPB = 35 = 5 x 7
KPK = 350 =2 x 52 x 7
3. Penemuan solusi
Misal a = 2, b = 5, c = 7. Maka :
FPB = b x c
KPK = a x b2 x c
4. Konsekuensi dugaan solusi
M = b x c = 5 x 7 = 35
N = a x b2 x c = 2 x 52 x 7 = 350
Jadi kesimpulan m = 35,n = 350
5. Menguji konsekuensi
Menguji apakah hasil yang di dapat cocok sesuai dengan pertanyaan

Contoh Soal III

Temukan bilangan terkecil yang mempunyai faktor 2,3,4,5,6,7,8,9,10.

1. Menghadapi masalah
2. Pendefenisian masalah
Diketehui faktor-faktornya adalah 2,3,4,5,6,7,8,9,10.
Yang ditanya bilangan terkecil mempunyai faktorseperti diatasl?
3. Penemuan solusi
2 3 4 5 6 7 8 9 10
23 2x2 5 2 x 3 7 23 32 2 x 5
4. Konsekuensi dugaan solusi
Bilangan terkecil dari faktor – faktor diatas adalah 23 x 3x2 x 5 x 7
5. Menguji konsekuensi

Anda mungkin juga menyukai