Anda di halaman 1dari 16

MATAKULIAH

ETIKA KEPERAWATAN GIGI

Oleh:

JUMARYANI
NIM.20173123028

POLITEKNIK KESEHATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN PONIANAK
JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
2019
KATA PENGANTAR

Pertama-tama penyusun memanjatkan puji syukur kedirat Allah SWT karena


atas berkat rahmat-Nya lah penulisan makalah ini dapat terselesaikan tepat pada
waktunya.

Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika semester
lima. Sekaligus untuk menambah wawasan penulis, mengenai kode etik perawat gigi
di Indonesia yang nantinya dapat di jadikan sebagai pegangan kita di masa
mendatang.

Banyak kendala yang muncul dalam penyelesaian makalah ini. Namun karena
kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak, pada akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan tepat waktu.

Penyusun menyadari terdapat beberapa materi yang belum penyusun sertakan


dalam makalah ini. Oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang
membangun guna perbaikan dalam penulisan selanjutnya di masa yang akan datang.
Akhir kata penulis berharap agar makalah ini dapat berguna bagi para pembaca
khususnya dan juga berguna bagi nusa dan bangsa umumnya.

Pontianak, 29 Oktober 2019

Jumaryani

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah ........................................................................................2
1.3. Tujuan dan Manfaat .....................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................4
2.1. Kode Etik Perawat Gigi ...............................................................................4
2.1.1. Kode Etik Terhadap Diri Sendiri .....................................................5
2.1.2. Kode Etik Terhadap Teman Sejawat................................................6
2.1.3. Kode Etik Terhadap Rekan Kerja ....................................................6
2.1.4. Kode Etik Terhadap Masyarakat ......................................................7
2.1.5. Kode Etik Terhadap Pasien ..............................................................7
2.1.6. Kode Etik Terhadap Pemerintah ......................................................7
2.2. Tindakan Sesuai Profesi Perawat Gigi .........................................................8
2.2.1. Pelanggaran Terhadap Diri Sendiri ..................................................8
2.2.2. Pelanggaran Terhadap Teman Sejawat ............................................8
2.2.3. Pelanggaran Terhadap Rekan Kerja ...............................................10
2.2.4. Pelanggaran Terhadap Masyarakat/Pasien .....................................10
2.2.5. Pelanggaran Terhadap Pemerintah .................................................11

BAB III KESIMPULAN ......................................................................................12


3.1. Kesimpulan ................................................................................................12
3.2. Saran ...........................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................13

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perawat gigi merupakan salah satu jenis tenaga kesehatan dalam kelompok
keperawatan yang dalam menjalankan tugas profesinya harus berdasarkan Standar
Profesi (SK Menkes Nomor 1035 Tahun 1998). Pengertian dari profesi sendiri
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bidang pekerjaan yang
dilandasi pendidikan keahlian tertentu (ketrampilan,kejujuran,dan sebagainya).

Setiap pekerjaan yang tergolong ke dalam suatu profesi harus memenuhi


beberapa persyaratan, salah satunya adalah memiliki kode etik sebagai acuan dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya.

Kode etik merupakan sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang
secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak
baik bagi profesional. Kode etik juga menyatakan perbuatan apa yang benar atau
salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Kode etik
suatu profesi merupakan ketentuan perilaku yang harus dipatuhi oleh setiap mereka
yang menjalankan profesi seperti dokter, perawat, perawat gigi dan profesi lainnya.

Begitu halnya dengan perawat gigi yang merupakan suatu profesi bidang
keperawatan gigi juga memiliki kode etik. Dengan adanya kode etik ini diharapkan
dapat memberikan pedoman bagi tiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas,
dimana pelaksana profesi (perawat gigi) mampu mengetahui suatu hal yang boleh
dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Disamping itu kode etik juga merupakan
sarana kontrol bagi masyarakat maupun profesi yang bersangkutan, serta mencegah
campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam
keanggotaan profesi.

1
Kode etik disusun oleh organisasi profesi. Organisasi profesi merupakan suatu
wadah/tempat para anggota profesi tersebut menggabungkan diri dan mendapat
perlindungan. Di Indonesia, organisasi profesi bidang keperawatan gigi adalah
Persatuan Perawat Gigi Indonesia (PPGI). Sebagai seorang perawat gigi kita wajib
menghayati, mentaati dan mengamalkan apa yang sudah tertera didalam kode etik
diwilayah hukum Indonesia. Kewajiban-kewajiban sebagai seorang perawat gigi
senantiasa harus dilakukan dengan semaksimal mungkin, baik itu kewajiban umum
dalam memberikan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut, agama, hukum,
kewajiban terhadap masyarakat, kewajiban terhadap diri sendiri, bahkan kewajiban
terhadap rekan sejawat.

1.2. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada penulisan kali ini ialah sebagai berikut :
1. Apa kode etik perawat gigi terhadap diri sendiri, teman sejawat, rekan kerja
masyarakat, pasien dan pemerintah ?
2. Apa tindakan yang harus dilakukan sesaui dengan standar profesi ?
3. Apa Penyebab dari pelanggaran etika terhadap diri sendiri, teman sejawat,
rekan kerja masyarakat, pasien dan pemerintah ?
4. Bagaimana solusi jika terjadi pelanggaran etika terhadap diri sendiri, teman
sejawat, rekan kerja masyarakat, pasien dan pemerintah ?

1.3. Tujuan dan Manfaat

Tujuan dan manfaat dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut ini :
1. Mengetahui kode etik perawat gigi terhadap diri sendiri, teman sejawat, rekan
kerja masyarakat, pasien dan pemerintah.
2. Mengetahui tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan standar profesi
perawat gigi.

2
3. Mengetahui penyebab dari pelanggaran etika terhadap diri sendiri, teman
sejawat, rekan kerja masyarakat, pasien dan pemerintah.
4. Mengetahui solusi jika terjadi pelanggaran etika terhadap diri sendiri, teman
sejawat, rekan kerja masyarakat, pasien dan pemerintah.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Kode Etik Perawat Gigi

Perawat gigi yang merupakan suatu profesi bidang keperawatan gigi juga
memiliki kode etik. Dengan adanya kode etik ini diharapkan dapat memberikan
pedom an bagi ti ap anggot a profesi tent ang pri nsip profesionalitas,
dimana pel aksana profesi (perawat gi gi ) m am pu m enget ahui suatu hal
yan g bol eh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.

Disamping itu kode etik juga merupakan sarana kontrol bagi masyarakat
maupun profesi yang bersangkutan, serta mencegah campur tangan pihak diluar
organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.

Kode etik disusun oleh organisasi profesi. Organisasi profesi merupakan


suatu wadah/tempat para anggota profesi tersebut menggabungkan diri
dan mendapat perlindungan.

Di Indonesia, organisasi profesi bidang keperawatan gigi adalah Persatuan


Perawat Gigi Indonesia (PPGI). Sebagai seorang perawat gigi kita wajib
menghayati, mentaati dan mengamalkan apa yang sudah tertera didalam kode etik
diwilayah hukum Indonesia. Kewajiban-kewajiban sebagai seorang perawat
gigi senantiasa harus dilakukan dengan semaksimal mungkin, baik itu
kewajiban umum dalam memberikan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,
agama, hukum, kewajiban terhadap masyarakat, kewajiban terhadap diri sendiri,
bahkan kewajiban terhadap rekan sejawat.

4
2.1.1. Kode Etik Terhadap Diri Sendiri

“Setiap perawat gigi Indonesia wajib mempertahankan dan


meningkatkan martabat dirinya”. Artinya perawat gigi mampu meningkatkan
martabat dirinya, berarti bahwa perawat gigi wajib bekerja secara teleti dan
hendaknya selalu berusaha intropeksi diri untuk meningkatkan citra perawat
gigi di masyarakat.

“Setiap Perawat Gigi Indonesia wajib mengikuti secara aktif


perkembangan pengetahuan dan teknologi”. Artinya, sebagai seorang
perawat gigi tentunya kita juga harus aktif mengikuti perkembangan agar
dapat memenuhi kebutuhan pasien dengan ilmu – ilmu baru yang lebih
memadai. Dapat kita lihat pada realitanya dilapangan, asuhan keperawatan
yang dilakukan masih bersifat manual dan konvensional, belum disertai
dengan sistem/perangkat tekhnolgi yang memadai. Contohnya dalam hal
pendokumentasian asuhan keperawatan masih manual, sehingga perawat
mempunyai potensi yang besar terhadap proses terjadinya kelalaian dalam
praktek. Dengan adanya perkembangan teknologi, maka sangat dimungkinkan
bagi perawat untuk memiliki sistem pendokumentasian asuhan keperawatan
yang lebih baik.

“Setiap Perawat Gigi Indonesia harus memelihara kesehatannnya


supaya dapat bekerja dengan baik”. Artinya, kita sebagai calon perawat gigi
harusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat tentang
bagaimana caranya memelihara kesehatan, terutama kesehatan gigi dan mulut.
Seperti memeriksakan gigi minimal 6 bulan sekali, menggosok gigi minimal 2
kali sehari (setelah sarapan dan sebelum tidur). Dan menjaga kebersihan
dirinya serta lingkungan sekitarnya, dan memperhatikan syarat-syarat minimal
mencuci tangan, memakai masker dan sarung tangan.

5
2.1.2. Kode Etik Terhadap Teman Sejawat

“Setiap Perawat Gigi Indonesia harus memperlakukan teman


sejawatnya sebagaimana ia sendiri diperlakukan” Sesama Perawat Gigi
sebaiknya tidak merasa lebih tinggi dari rekan kerjanya. Hal ini dikarenakan
untuk menciptakan proses kerja yang, adil serta tidak menimbulkan
kesenjangan. Selain itu, bertujuan untuk membentuk lingkungan kerja yang
nyaman, sehingga kinerja yang dihasilkan pun optimal.

Dalam usaha menciptakan suasanan kerja yang diinginkan, tentunya


tidak terlepas dari andil organisasi profesi yang menaungi. Pengetahuan yang
dimiliki hendknya dibagikan kepada sesama perawat gigi. Untuk
memudahkan adanya sharing pengalaman antar sesama perawat gigi,
alangkah baiknya jika setiap perawat gigi menjadi anggota dari organisasi
Persatuan Perawat Gigi Indonesia. Bisa juga aktif untuk mengikuti pertemuan
yang diselenggarakan oleh PPGI, sehingga feel kerjasama dan penerimaan
dalam sebuah komunitas itu ada.

Forum antar perawat gigi juga dapat memfasilitasi dalam pencarian


solusi atas kesalahpahaman yang timbul antar sesama perawat gigi. Selain itu
dapat dijadikan sebagai sarana curah pendapat tentang isu-isu teraktual dalam
dunia kedokteran gigi.

2.1.3. Kode Etik Terhadap Rekan Kerja

Perawat gigi diharapkan mampu memahami bagaimana hubungan


yang beretika anatara perawat gigi dengan teman sekerja dalam lingkungan
kerja agar dapat menghormati rekan kerja baik medic/paramedic dan
nonmedic. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesalah pahaman antara rekan
kerja yang berakibat membahayakan pasien, rekan kerja lainnya maupun diri
sendiri.

6
2.1.4. Kode Etik Terhadap Masyarakat

Dalam melaksanakan profesinya, setiap Perawat Gigi Indonesia wajib


memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada individu masyarakat.

Perawat gigi juga termasuk tenaga kesehatan yang di didik dan


nantinya juga bekerja untuk masyarakat luas. Jadi sudah seharusnya menjadi
kewajiban untuk perawat gigi memberikan pelayanan sebaik mungkin
kepada individu masyarakat.

Selain itu perawat gigi juga wajib untuk memperhatikan dan mendapat
persetujuan apa yang akan dilakukan terhadap pasien. Jika tidak, perawatan
tidak mungkin bisa diteruskan. Jika iya, harus laksanakan semaksimal
mungkin. Dengan adanya prosedur seperti ini, tidak mendapat kesan kalau
pasien tidak tahu apa yang dilakukan perawat terhadapnya, walaupun si
perawat sudah menjelaskan tentang indikasi yang sesuai dengan keadaan
penderitanya, tapi pasien lah yang sepenuhnya menentukan akan dilakukan
tindakan atau tidak.

2.1.5. Kode Etik Terhadap Pasien

Perawat gigi mampu memahami bagaimana hubungan yang beretika


antara perawat gigi dengan pasien dalam hubungan kerja. Dalam arti yang
bersangkutan perawat gigi harus menjalankan pekerjaannya dengan sebaik
mungkin dengan hasil yang berkualitas, agar pasien mendapatkan hasil yang
memuaskan atas tindakan apa yang dilakukan terhadap pasien.

2.1.6. Kode Etik Terhadap Pemerintah

Perawat gigi diharapkan mampu memahami bagaimana hubungan


yang beretika anatara perawat gigi dengan pemerintah atau perusahaan dalam

7
lingkungan kerja dengan cara memiliki rasa tanggung jawab dan bersikap
professional atau tidak memihak dalam menjalankan profesinya. Perawat gigi
juga harus mematuhi aturan – aturan dan kewajiban sebagai perawat gigi agar
tidak melakukan pelanggaran yang melampaui standar profesi perawat gigi
yang telah diatur oleh pemerintah.

2.2. Tindakan Sesuai Profesi Perawat Gigi


2.2.1. Pelanggaran Terhadap Diri Sendiri

Pelanggaran terhadap diri sendiri yaitu adalah kurangnya referensi dan


pemahaman tentang materi dan praktik.

Akibat : Kurangnya memahami cara mendiagnosa penyakit yang tidak


pernah dilihat sebelumnya atau yang dipelajari sebelumnya.
Sehingga membuat kita keliru untuk menjawab.

Solusi : Solusinya ialah sebelum praktek sebaiknya kita mencari refe-


rensi dan mengulas kembali pelajaran – pelajaran yang didapat
ketika kuliah

2.2.2. Pelanggaran Terhadap Teman Sejawat


a. Pelanggaran ringan
Mengacuhkan teman jika teman sejawat bertanya kepada kita
saat kesulitan dalam mendata pasien maupun saat melaksanakan
praktikum.
Akibat : Teman sejawat akan kesulitan dalam mendata pasien
maupun dalam praktikum dimulai dan hal itu
menyebabkan teman sejawat tidak dapat menyelesaikan
praktikum tersebut yang berdampak hubungan antara
teman sejawat tidak baik.

8
Solusi : Saling membantu antara teman sejawat saat teman
sejawat bertanya maupun berbagi informasi mengenai
pasien – pasien yang teman sejawat perlukan untuk
praktikum.

b. Pelanggaran sedang
Mengambil pasien teman yang sudah teman sejawat data
sebelumnya tanpa memberitahu kepada teman sejawat sebelumnya.
Akibat : Hal Tersebut menyebabkan teman sejawat tidak
memiliki pasien pada saat praktikumnya akan dilakukan.

Solusi : Solusi untuk permasalahan ini ialah jika ingin


mengambil pasien teman sejawat sebaiknya
berkoordinasi dahulu dengan teman sejawat dan
menentukan jadwal agar jadwal pelaksanaan praktikum
etidak saling bertabrakan dengan teman sejawat

c. Pelanggaran berat
 Menyalahkan diagnosa/terapi teman sejawat didepan pasien/
anak didik/ didepan umum.
 Bertengkar dengan teman sejawat
 Melakukan tindakan tidak etis terhadap teman sejawat.
Akibat : Akibat dari pelanggaran tersebut ialah dapat merugikan
orang lain dan diri sendiri.
Solusi : Bekerja dengan kompetensinya dan selalu bekerjasama
dengan teman sejawat atau rekan kerja.

9
2.2.3. Pelanggaran Terhadap Rekan Kerja

Mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana hubungan yang


beretika antara perawat gigi dengan teman sekerja dalam lingkungan kerja.

Akibat : Pada jadwal B praktek,dan F ingin melakukan tindakan yang


menggunakan dental unit yang alatnya bias di gunakan untuk
contra,tetapi dia tidak kebagian tempaat,karena sudah keduluan
teman yang lain,dan ternyata temannya tidak melakukan
tindakan yang seharusnya menggunakan alat yang ada di dental
unit tersebut, B mencoba mengajak temannya untuk tukaran
agar dia bias melakukan tindakan,tetapi temannya tidak mau
tukaran,sehingga B tidak bias kerja pada hari tersebut.

Solusi : Solusi untuk permasalahan ini di saat kita dalam kesulitan


pasti kita mengharapkan bantuan,begitu juga teman kita jika
mereka dalam keadaan sulit alangkah baiknya kita membantu
agar sama-sama dalam keadaan baik,bukan dengan keegoisan
diri sehingga tidak memperdulikan teman sendiri.

2.2.4. Pelanggaran Terhadap Masyarakat/Pasien

Dalam melakukan profesinya, setiap Perawat Gigi Indonesia wajib


memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada individu masyarakat.
Perawat gigi juga termasuk tenaga kesehatan yang dididik dan nantinya juga
bekerja untuk masyarakaat luas. Jadi sudah seharusnya menjadi kewajiban
untuk perawat gigi memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada individu
masyarakat.

Pelanggaran terhadap masyrakat ialah tidak dapat menjaga rahasia


medis yang pasien alami maupun aib yang tidak perlu dibicarakan kepada

10
orang yang tidak bersangkutan atau kepada orang lain yang berada di ruang
lingkup pasien maupun rekan sejawat kita.
Akibat : Jika pelanggaran itu dilakukan maka akan membuat pasien
merasa rendah diri, minder, atau yang lainya membuat
lingkungan sosialisasinya tidak nyaman akibat rahasia medis
yang tidak dijaga.

Solusi : Setiap perawat gigi Indonesia wajib merahasiakan segala


sesuatu yang dia ketahui tentang pasiennya, yang tidak perlu
pasienya tahu atau orang lain mengetahuinya kecuali jika itu
wajib untuk diketahui oleh pasien maupun keluarganya.

2.2.5. Pelanggaran Terhadap Pemerintah

Pelanggaran terhadap pemerintah yaitu melanggar peraturan yang telah


ditetapkan oleh pemerintah atau berpihak dengan suatu instansi yang telah
melanggar peraturan dari pemerintah hanya karena kita dipekerjakan oleh
instansi tersebut.
Akibat : Akibatnya maka banyak yang akan dirugikan semua yang
bersangkutan dengan pelanggaran tersebut sehingga kode etik
yang seharusnya dilaksanakan dengan baik justru dapat
membahayakan orang lain karena segala peraturan yang dibuat
oleh pemerintah telah mempertimbangkan segala aspek
keselamatan.
Solusi : Solusi dari hal tersebut ialah selalu menaati peraturan yang
telah ditetapkan tanpa berpihak kemanapun yang dapat
merugikan orang lain maupun diri sendiri demi kepentingan
suatu golongan atau instansi.

11
BAB III
KESIMPULAN

3.3. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat dilihat yang telah dijabarkan pada pembahasan maka
didapatlah kesimpulan sebagai berikut :

1. Kode etik perawat gigi Indonesia dapat dijadikan pedoman untuk menjalankan
profesi seusai kompetensi secara baik sehingga dapat tercapainya tujuan
pembangunan kesehatan dan pengembangan Lembaga kesehatan gigi di masa
yang akan datang.
2. Kode etik perawat gigi dapat dijadikan evaluasi terhadap diri kita dan
profesinya.
3. Peraturan maupun pelanggaran – pelanggaran yang harus dihindari pada diri
sendiri, teman sejawat, rekan kerja, pemerintah, dan masyrakat yang dimana
sebagai pasien harus selalu ditaati sebagai perawat gigi.

3.4. Saran
Saran yang penulis dapat simpulkan dari pembahasan sebelumnya ialah
sebagai berikut :
1. Dalam pelaksanaanya dibutuhkan tingkat profesionalitas yang tinggi dari
seluruh Perawat Gigi Indonesia dan partisipasi sesame teman sejawatnya.
2. Perawat Gigi Indonesia harus menjaga nama baik denga ilmu, moral dan etika
agar tidak berdampak buruk nama baik seluruh perawat gigi di Indonesia.

12
DAFTAR PUSTAKA

Utami, N. W., dkk. (2016). Etika Keperawatan dan Keperawatan Profesional.


Kementerian Republik Indonsia. Jakarta
Zahra, Shafa (2019). Pelanggaran Kode Etik pada Pelaksanaan Pelayanan
Keperawatan. Artikel Kompasiana. Jawa Barat
Abdullah, Prasko (2011). Definisi Perawat Gigi. Artikel Zona Prasko. Semarang

13