100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
440 tayangan20 halaman

Inspeksi Visual Las Kapal

Laporan ini membahas tentang inspeksi las visual untuk memenuhi tugas praktikum galangan kapal. Laporan menjelaskan alat uji las visual, langkah-langkah inspeksi, dan jenis cacat las yang dapat diidentifikasi secara visual seperti porosity."

Diunggah oleh

Ehda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
440 tayangan20 halaman

Inspeksi Visual Las Kapal

Laporan ini membahas tentang inspeksi las visual untuk memenuhi tugas praktikum galangan kapal. Laporan menjelaskan alat uji las visual, langkah-langkah inspeksi, dan jenis cacat las yang dapat diidentifikasi secara visual seperti porosity."

Diunggah oleh

Ehda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM INSPEKSI LAS VISUAL

Ditujukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktek Galangan Kapal

Pada Program Studi Diploma III Teknik Perkapalan

Departemen Industri Sekolah Vokasi

Universitas Diponegoro
Semarang

Disusun oleh :
Ehda Savira Aysha 40040417060012
Habil 40040417060013
Fitria Herawati 40040417060015

Dosen pengampu :
Suharto, AT, MT

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK PERKAPALAN


DEPARTEMEN INDUSTRI SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2019

ii |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, dengan menyebut nama Allah SWT kami panjatkan rasa syukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada
kami, sehingga Laporan Praktikum Galangan Kapal ini dapat diselesaikan dengan baik
dan sesuai dengan rencana.

Laporan ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah praktek galangan kapal
pada semester V di Program Studi Diploma III Teknik Perkapalan Departemen Industri
Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang. Dalam penyusunan laporan ini
sempat mengalami berbagai macam masalah, tapi berkat dukungan dan bantuan dari
berbagai pihak akhirnya laporan ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu, kami
mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dosen Pembimbing Bapak Suharto,AT,MT yang telah membantu kami dengan


memberikan penjelasan-penjelasan mengenai hal yang berhubungan dengan tugas
ini.
2. Allah SWT yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga pembuatan laporan ini
berjalan dengan lancar.
3. Teman-teman kami yang telah memberi dukungan, baik berupa materi maupun
moral.
4. Orang Tua kami yang selalu mendukung penuh kami dalam menempuh
pendidikan.
5. Dan semua pihak yang membantu kami yang tidak dapat kami sebutkan satu-
persatu.
Laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
bersifat membangun akan sangat diharapkan oleh penulis. Semoga laporan ini dapat
bermanfaat bagi pembaca pada umumnya, dan bagi mahasiswa Program Studi D3 Teknik
Perkapalan Undip pada khususnya.

Semarang, 16 Oktober 2019

Penyusun

iii |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG 1
RUMUASAN MASALAH 2
BATASAN MASALAH 2
MAKSUD & TUJUAN 2
WAKTU & TEMPAT 2

BAB II LANDASAN TEORI


PENGERTIAN UJI LAS VISUAL 3
PROSEDUR PENGUJIAN 3

BAB III PEMBAHASAN


ALAT UJI LAS VISUAL 5
LANGKAH UJI LAS VISUAL 5
HASIL SURVEI 6

BAB IV PENUTUP
KESIMPULAN 12
SARAN 12

iv |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pengelasan merupakan bagian yang penting dalam suatu proses industri, dan
kebutuhan akan pengelasan sangat tinggi oleh karena itu teknologi pengelasan semakin
lama semakin berkembang. Penggunaan teknologi las biasanya dipakai dalam bidang
konstruksi, otomotif, perkapalan, pesawat terbang, dan bidang lainnya. Dalam proses
pengelasan terdapat berbagai permasalahan yang terjadi, karena banyak faktor yang
mempengaruhi hasil pengelasan. Berbagai hal harus diperhitungkan sebelum
melakukan pengelasan, untuk mendapatkan hasil pengelasan yang baik seperti sifat
mekanik, sifat fisik, komposisi, dan dimensi. Menentukan prosedur pengelasan yang
benar adalah langkah yang harus dilakukan agar hasil yang didapatkan akan optimal
dan mencegah terjadinya cacat.
Inspeksi las adalah kegiatan inspeksi pada sambungan las baik pada peralatan
yang masih dalam tahap instalasi (pemasangan), konstruksi (pembuatan), fabrikasi
(perakitan), atau peralatan yang telah purna namun belum pernah dioperasikan. Dan
pada sambungan las dari peralatan yang sedang atau pernah dioperasikan lama yang
diperbaiki atau dirubah. Untuk menentukan suatu tingkatan mutu atau kondisi suatu
sambungan las telah memenuhi persyaratan spesifikasi, desain dan standard yang di acu.
Inspeksi merupakan langkah untuk menentukan suatu tingkat mutu atau kondisi
bahan, peralatan, instalasi, konstruksi, dan fabrikasi telah memenuhi persyaratan
spesifikasi, desain, atau standard yang di acu. Las adalah cara penyambungan dua benda
padat melalui pencairan dan perpaduan dengan menggunakan panas.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian di atas maka berikut penulis akan merumuskan beberapa
rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apasajakah Alat Uji Las Visual ?
2. Bagaimanakah Cara Uji Las Visual ?
3. Apasajakah Cacat Las yang dapat diuji dengan Uji Visual ?

1 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


1.3. Batasan Masalah
1. Alat Uji Las Visual.
2. Langkah Uji Las Visual.
3. Cacat Las yang dapat diidentifikasi secara Visual .

1.4 Maksud dan Tujuan Praktikum


Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan wawasan terhadap mahasiswa
tentang bagaimana
1. Mengetauhi Alat Uji Las Visual.
2. Mengetauhi Cara Uji Las Visual.
3. Mengetauhi Cacat Las yang dapat diidentifikasi secara Visual .

1.4 Waktu & Tempat Praktikum


Kelompok penulis melaksanakan praktikum Inspeksi Las Kapal pada hari Senin, 14
Oktober 2019 di PT Janata Marina Indah Unit 2 Semarang.

2 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Uji Las Visual


Visual Test merupakan pengujian yang dikakukan pada hasil las dengan cara
melihat dan mengamati hasil las tersebut secara kasat mata, jadi hanya dilihat bagian
luar dari produk tersebut. Uji visual merupakan salah satu metode pemeriksaan
terpenting yang paling banyak digunakan. Uji visual tidak memerlukan peralatan
tertentu dan oleh karenanya relatif murah selain juga cepat dan mudah dilaksanakan. Uji
ini memiliki kelemahan, yaitu adanya keterbatasan penglihatan dari inspektor, sehingga
apabila terdapat cacat pada hasil las tidak terlalu terlihat. Adapun jenis pengujian
initerbatas hanya pada pemeriksaan bagian luar saja.
Adapun yang dapat diperiksa dengan pengujian visual adalah:tembusan las yang
sempurna,retak permukaan,takik las(undercut)perpaduan tidak sempurna dan
kesalahan-kesalahan lainya.
Dalam visual test terdapat beberapa hal penting di antaranya adalah sebagai berikut:
 Tampak las biasanya ditunjukkan pada manik las. Penampakan yang tidak menarik
juga memberikan keraguan terhadap mutu lasan.
 Dalam hal las tembus satu sisi, kepastian tampak las sangat penting.
 Cacat permukaan disamping diperiksa dengan serbuk magnit dan zat penembus
berwarna diperiksa juga dengan amatan.
 Perlakuan las seperti pembersihan terak, pembersihan percikan dan perlakuan
lainnya harus dapat dipastikan dengan pengujian amatan.
2.2 Prosedur Pengujian
Pengujian ini dilakukan dengan mempersiapkan test piece dan peralatan uji
terlebih dahulu. Setelah peralatan uji dan test piece telah siap maka pengujian dapat
dilakukan. Dalam melakukan pengujian ini, terdapat prosedur pengujian yang harus
diperhatikan oleh praktikan antara lain :
 Pengukuran dimensi material uji, untuk mengetahui dimensi material yang diuji.
 Persiapan alat uji, persiapan dilakukan dengan menyiapkan penggaris, kaca
pembesar, alat ukur kedalaman takik, dan peralatan lainnya.

3 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


 Persiapan pengujian, setelah alat uji siap maka pengujian visual dapat dilakukan
dengan memperhatikan cacat pada material dengan cermat dengan panduan dan
referensi yang ada.

4 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Alat Inspeksi Las


1. Palu Las
2. Sikat Las
3. Alat tulis
4. Kamera

3.2. Hasil Survei Inspeksi Las


Setelah melakukan survei dilapangan, tim penulis menemukan bentuk cacat las
diantaranya
1. Porosity

Porosity adalah cacat las yang terjadi dipermukaan las, yang berbentuk lubang
lubang kecil yang cukup banyak pada permukaan las seperti gambar diatas.
Penyebab cacat las porosity:
 Lingkungan las yang lembab (tidak bersih)
 Timbul saat melakukan pengelasan
 Udara yang masuk dalam kolam las
Pencegahan cacat las porosity:
o Kawat yang lembab di panasi dioven dengan suhu 70 derajat s/d 120 derajat
o Ketika dilakukan pengelasan harus ditutup, agar debu tidak masuk terbawa
angin.

5 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


2. Undercut

Undercut adalah cacat las termakannya base metal pada saat melakukan pengelasan,
sehingga tebentuknya cerukan.
Penyebab cacat las undercut:
 Arus yang digunakan terlalu besar
 Kecepatan dalam pengelasan
 Panjang busur las terlalu tinggi
 Posisi elektroda tidak tepat
Pencegahan cacat las undercut:
 Menyesuaikan arus pengelasan
 Kecepat pengelasan disesuaikan
 Panjang burus las diperpendek atau 1,5 x diameter elektroda
 Sudut pengelasan 70-80 derajat menyesuaikan posisi

6 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


3. Crack

Crack adalah cacat las yang terjadi di permukaan hasil pengelasan yang
menimbulkan retak yang sangat berbahaya dan sangat tidak layak.
Penyebab terjadinya cacat las crack:
 Amper yang terlalu tinggi
 Gab yang terlalu jauh
 Perubahan sushu pada base metal
 Bahan material yang berbeda
Pencegahan terjadinya cacat las crack:
 Menyesuaikan gab base metal
 Jika terjadi keretakan didalam las maka masil las harus di gaouging dan diset
seperti awal
 Jika keretakan terjadi diluar hasil las maka hasil lasan harus dibersikan / diratkan
dan dimulai pengelesan baru

7 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


4. High Low

High Low adalah suatu pengelasan yang sisi-sisi kampuhnya tidak terlalu dalam satu
bidang datar.
Cacat las ini disebabkan:
1. pada waktu penyetelan atau persiapan tidak rata
2. letak bahan yang tidak sama rata sewaktu melakukan proses Fit-Up
3. tebal atau ukuran bahan yang berbeda

Akibat:
1. hasil lasnya tidak rata atau beda tebal
2. mengawali erosi abrasi
3. menghasilkan tegangan geser yang berpotensi retak

Penanggulangannya
1. dengan cara hasil las yang cacat dibuang atau diseset menggunakan gerinda
2. melakukan penyetelan ulang dan dilas kembali dengan menggunakan stopper
agar plat tidak goyang ketika dilas agar hasil lasan rata
3. serta bagian yang menonjol diserong 1 : 3 ( ASME VIII )1 ; 2.5 ( ANSI B31.3 )

8 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


5. Start-stop

Pengelasan start stop merupakan jenis hasil pengelasan bertumpuk yang disebabkan
oleh berhentinya terjadi selang waktu. Menyebabkan sedikit bentuk yang menonjol dan
terdapat sedikit patahan pada hasil las
1. Tonjolan berulang disebabkan oleh penggantian elektroda terlalu mundur sehingga
terjadi overlapping yang menonjol.
2. Bagian yang kosong tanpa capping secara berulang disebabkan oleh penggantian
elektroda yang terlalu maju.
Akibat dari cacat las ini adalah :

9 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


1. Yang menonjol tampak buruk dan tidak efisien.
2. Yang kosong menimbulkan notch yang berpotensi retak .
Cara penanggulangannya yakni :
1. Yang menonjol cukup digerinda kebentuk standard.
2. Yang kosong harus digerinda hingga sisa slag hilang, kemudian didisi las sesuai WPS
Repair .
Penanggulangan :
1. Bagian las yang cembung digerinda dan di samaratakan.
2. Bagian las yang cekung di gerinda hingga slag hilang kemudian di las ulang
3. Sebaiknya menggunakan ritme mengelas dengan standar WPS
4. Ganti / Oven elektroda sesuai WPS
6. Imperfect Shape

Imperfect shape pada pengelasan mengakibatkan hasil pengelasan terlihat berantakan dan
tidak rapi karena hasil las berbentuk tak beraturan yang mengakibatkan bentuk yang
kurang menarik.
Penyebab :
1. Travel speed terlalu tinggi
2. Sudut pengelasan terlalu rapat
3. Pengayunan las tidak berirama
4. Amper las tidak sesuai
5. Posisi yang kurang pas

Penanggulangan :
1. Sesuaikan travel speed saat mengelas bahan
2. Ikuti sudut pengelasan standar atau pedoman WPS

10 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


3. Berlatih untuk mengayunkan las agar tidakkaku
4. Gunakan amper yang sesuai dengan elektroda dan bahan
5. Perbaiki posisi mengelas untuk mengurangi efek tersebut

7. Wide Bead

11 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


Cacat Las wide bead adalah cacat yang dimana lebar pengelasannya tidak wajar
dibandingkan dengan pengelasan biasa. Umumnya cappingnya yang melebar melebihi jalur
las.
Penyebab Wide Bead :
1. Suhu metal relatif dingin
2. Ayunan terlalu melebar
3. Juru las tidak qualified.
4. Gap sangat lebar
5. Juru las dipaksa untuk mensiasatinya .
6. Gap disumpal dengan benda asing .

Akibat dari cacat las ini adalah :


1. surface cold Lap kanan kiri Sisi las.
2. Fatal, bahan dasar harus diganti.

Cara penanggulangannya yakni :


1. Gerinda cold lap sehingga lebar jalur las wajar.
2. Bahan induk ( base marial harus diganti baru ( jika ada ) , distel dan dilas ulang sesuai
WPS Asli.

12 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


3.3. PENGUKURAN DAN PENGUJIAN
Pengukuran atau dimension check merupakan salah satu kegiatan penyidikan (
detection ) untuk mendapatkan data secara quantitative . Langkah ini dilaksanakan
setelah inspeksi visual selesai dilaksanakan . Terdapat beberapa jenis pengukuran
sambungan las , yakni : 1) pengukuran presisi , 2) pengukuran optic , dan pengukuran
elektronik .

1) PENGUKURAN PRESISI
Peralatan yang digunakan antara lain : caliper vernier ( jangka ingsut ) untuk
mengukur kedalaman undercut , ketinggian reinforcement dan lain lain.welding gage (
model IIW , AWS dan JIS ) , digunakan dengan tujuan yang sama dengan caliper vernier
. Dibawah ini digambarkan cara penggunaan welding gage model IIW ( international
institude of welding ) .

13 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


Pengukuran suhu permukaan pelat dengan tempil stick memerlukan pengalaman
yang cukup sehingga tidak terjadi kesalahan yang kadang kadang fatal dan menimbulkan
kerusakan yang sangat merugikan , misalnya pengelolaan suhu yang seharusnya akurat
menjadi menduga duga sehingga dapat menyebabkan overheating yang mengakibatkan
kegagalan sambungan las karena terjadi keretakan ( misalnya pengelasan cast iron , ferritic
stainless steel , dll . )

Jika sewaktu tempil stick ditorehkan pada permukaan pelat mencair mendadak ,
maka suhu permukaan jauh diatas suhu yang tertera pada tempil stick tersebut , namun

14 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


sebaliknya apabila torehan tempil stick menghasilkan tulisan tanpa ada tanda pencairan ,
maka suhu permukaan lebih rendah dari suhu yang tertera pada stick tersebut . Penunjukan
suhu yang tepat adalah apabila tulisan hasil torehan harus tampak akan mencair dan pelan
pelan berubah warna .

2). UJI TANPA MERUSAK (NON DESTRUCTIVE TEST/NDT)


Adalah sarana penunjang yang sangat diandalkan oleh kegiatan pengendalian dan
pemastian mutu las sebagai sarana untuk mendapatkan data dari ukuran atau dimensi obyek
inspeksi maupun jenis,bentuk,dan lokasi non konformasi yang terdapat pada sambungan las.

Jenis-jenis NDT:
1. Penetrant Test (PT)
Uji liquid penetrant merupakan salah satu metoda pengujian jenis NDT (Non–
Destructive Test) yang relatif mudah dan praktis untuk dilakukan.
Uji liquid penetrant ini dapat digunakan untuk mengetahui diskontinyuitas halus
pada permukaan seperti retak, berlubang atau kebocoran. Pada prinsipnya metoda
pengujian dengan liquid penetran tmemanfaatkan daya kapilaritas.

2. Magnetik Test (MT)


Spesimen atau benda uji tersebut dimagnetisasi dengan cara memberikan arus listrik.
Karena perlakuan yang seperti itu, maka pada benda uji akan timbul medan magnet
sebagai akibat dari adanya beda potensial (arus listrik mengalir dari tegangan tinggi
ke tegangan rendah). Pada daerah tersebut ditaburkan serbuk ferro magnetik.
Selanjutnya serbuk ferro magnetik tersebut akan mengikuti bagian yang cacat dari
benda uji tersebut.

3. Ultrasonik Test (UT)


Ultrasonik test adalah salah satu pengujian NDT (non destructive test) dengan
teknik memberikan sebuah gelombang frekuensi tinggi kedalam material benda uji
guna mengukur sifat geometris danjasmani dari bahan. Pada lazimnya frekuensi
yang dipakai kisaran 1 MHz hingga dengan 10 MHz.

15 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


4. Radiography Test (RT)
Radiography test adalah bagian dari Non Destructive Test (NDT) yang menggunakan
sinar x atau sinar gamma yang dapat menembus hampir semua logam kecuali timbal
dan beberapa material padat sehingga dapat digunakan untuk mengungkap cacat atau
ketidaksesuain dibalik dinding metal atau di dalam bahan itu sendiri.

16 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dari pembahasan ini dapat ditarik suatu kesimpulan :
Dari pengujian yang telah dilakukan didapatkan beberapa kesimpulan bahwa pengujian
visual ini membutuhkan kecermatan, kesabaran, dan juga pengalaman yang tinggi. Sulit
untuk melakukan indikasi cacat pada material dengan hanya melihat secara sekilas, perlu
pengukuran dan kecermatan dalam mengindikasi cacat tersebut. Hal ini sangat wajar karena
para inspector yang berpengalamanpun masih kesulitan untuk melakukan indikasi dengan
pengujian visual.

4.2 Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah
wawasan dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis juga mengharapkan kritik dan
saran guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini.

17 |Laporan Praktikum Uji Visual Las Kapal

Anda mungkin juga menyukai