0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
336 tayangan13 halaman

Isi Gojek

Analisis lingkungan makro PT Gojek Indonesia mencakup faktor-faktor eksternal seperti ekonomi, sosial budaya, politik hukum, teknologi, pemerintah, dan demografi yang mempengaruhi bisnis perusahaan. Perusahaan perlu terus memantau dan memprediksi perubahan lingkungan agar dapat mengantisipasi tantangan dan peluang usaha.

Diunggah oleh

Vindy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • produk pengganti,
  • analisis pesaing,
  • kerjasama usaha,
  • manajemen strategis,
  • peluang bisnis,
  • pengembangan produk,
  • inovasi teknologi,
  • keberlanjutan,
  • faktor teknologi,
  • kualitas produk
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
336 tayangan13 halaman

Isi Gojek

Analisis lingkungan makro PT Gojek Indonesia mencakup faktor-faktor eksternal seperti ekonomi, sosial budaya, politik hukum, teknologi, pemerintah, dan demografi yang mempengaruhi bisnis perusahaan. Perusahaan perlu terus memantau dan memprediksi perubahan lingkungan agar dapat mengantisipasi tantangan dan peluang usaha.

Diunggah oleh

Vindy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • produk pengganti,
  • analisis pesaing,
  • kerjasama usaha,
  • manajemen strategis,
  • peluang bisnis,
  • pengembangan produk,
  • inovasi teknologi,
  • keberlanjutan,
  • faktor teknologi,
  • kualitas produk

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perubahan yang sangat cepat, yang terjadi dalam lingkungan bisnis telah secara
otomatis menuntut setiap pelaku bisnis untuk selalu memberikan perhatian dan tanggapan
terhadap lingkungannya. Hal ini mengkondisikan perusahaan untuk kemudian merumuskan
strategi agar mampu mengantisipasi perubahan dan pencapaian tujuan perusahaan. Dasar atas
pentingnya perumusan strategi, proses perumusan strategi merupakan suatu rangkaian
kegiatan untuk menemukan strategi yang tepat bagi perusahaan. Rangkaian kegiatan yang
diperlukan meliputi analisis lingkungan perusahaan, baik lingkungan internal maupun
lingkungan eksternal. Analisis ini berguna untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang
dan ancaman yang dapat memperlancar ataupun menghambat perkembangan perusahaan.

Era globalisasi ekonomi yang disertai dengan pesatnya perkembangan teknologi,


berdampak pada semakin ketatnya persaingan dan semakin cepatnya terjadi perubahan pada
lingkungan usaha. Barang-barang hasil produksi dalam negeri saat ini sudah harus langsung
berkompetisi dengan produk-produk dari luar negeri, dan perusahaan harus menerima
kenyataan bahwa pesatnya perkembangan teknologi mengakibatkan cepat usangnya fasilitas
produksi, semakin singkatnya daur hidup produk, dan keuntungan yang didapat pun akan
semakin rendah. Lingkungan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan perusahaan di dunia
semakin bergejolak (turbulent), terutama sejak terjadinya krisis global dan perubahan
pemerintahan berikut gejolak sosial di dalam negeri pada awal tahun 2009. Apalagi dengan
kondisi internal kebanyakan perusahaan yang memburuk dan bangkrutnya sebagian
perusahaan, menjadikan perhatian terhadap pengaruh dan dampak faktor-faktor lingkungan
eksternal perusahaan menjadi sangat penting.

Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa


gerak perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan luar perusahaan,
baik pada skala nasional, regional maupun global. Sebagian dari dampak yang mereka
timbulkan banyak terbukti telah mempengaruhi datangnya berbagai kesempatan usaha
(business opportunities), tetapi banyak pula rekaman contoh kasus dari faktor eksternal ini
yang menjadi kendala dalam berusaha (business threats and constraints).

1
Masyarakat sering mendengar bagaimana perusahaan yang memiliki sistem organisasi
yang baik dengan dukungan visi, misi dan rencana aksi business plan yang terencana
tidak menjamin sukses dalam meraih laba. Bahkan banyak perusahaan ini mengalami
penurunan dalam kinerja usahanya hanya karena kesalahan dalam menafsirkan skenario dan
asumsi pengaruh lingkungan luar tersebut. Meluasnya jaringan organisasi dan komunikasi
perusahaan global beberapa tahun sebelum terjadinya krisis perekonomian dunia, terbukti
telah memberikan berbagai kesempatan berusaha bagi perusahaan-perusahaan swasta
domestik di Indonesia dalam bentuk kerjasama usaha patungan (joint ventures) dan waralaba
(Franchising).

Pada zaman ini pula banyak konsumen yang mengganti gaya konsumsinya, dari yang
rela berpergian demi mendapatkan sesuatu menjadi tinggal menunggu waktu dan sudah bisa
mendapatkan sesuatu. Banyak perusahaan-perusahaan yang menawarkan kegiatan
mengkonsumsi barang dengan aplikasi yang canggih seperti Lazada, Shopee, dan lain
sebagainya. Belum lagi adanya perusahaan yang sedang booming yang menawarkan banyak
fitur disetiap aplikasinya yaitu Gojek. Gojek dapat membantu konsumen untuk
mempermudah jalannya permintaan hingga transaksi yang praktis. Maka siapa sangka pada
zaman ini banyak konsumen yang menggunakan aplikasi gojek ini untuk berbagai macam
kegiatan. Dengan hal tersebut, penulis tertarik untuk menelusuri bagaimana analisis
lingkungan makro dan industri dari perusahaan PT. GOJEK INDONESIA ini.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimanakah analisis lingkungan makro dari PT. GOJEK INDONESIA?
2. Bagaimanakah analisis lingkungan industri dari PT. GOJEK INDONESIA?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari makalah ini yaitu :


1. Untuk mendeskripsikan analisis lingkungan makro dari PT. GOJEK INDONESIA.
2. Untuk mendeskripsikan analisis lingkungan industri dari PT. GOJEK INDONESIA.

2
1.4 Manfaat

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu :


1) Manfaat Teoritis
Secara teoritis, makalah ini bermanfaat sebagai landasan dalam pengembangan media
pembelajaran atau penerapan media pembelajaran lebih lanjut dan sebagai referensi dan
memperkaya wawasan serta pengembangan ilmu pengetahuan mengenai lingkungan
makro dan lingkungan industri PT. GOJEK INDONESIA.
2) Manfaat Praktis
Secara praktis hasil makalah ini bermanfaat bagi berbagai pihak yaitu bagi pembaca, lembaga
dan penulis lain. Manfaat tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
 Bagi pembaca, dapat meningkatkan motivasi dan semangat dalam mengikuti
pembelajaran karena dikemas secara menarik.
 Bagi lembaga, dapat menjadi umpan balik untuk meningkatkan motivasi dan prestasi
dalam pembelajaran.
 Bagi penulis lain, dapat menjadi rujukan, sumber informasi dan bahan referensi
penelitian selanjutnya agar bisa lebih dikembangkan dalam materi – materi yang lainnya
untuk meningkatkan kualitas pemblajaran.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Analisis Lingkungan Makro Dari PT. GOJEK INDONESIA

Sebelum menganalisis lingkungan makro dari PT. GOJEK INDONESIA, ada baiknya
untuk mengetahui apa itu lingkungan makro dan pengkatagoriannya. Secara umum,
lingkungan perusahaan dapat dikategorikan ke dalam dua bagian besar, yakni lingkungan
eksternal dan lingkungan internal perusahaan. Lingkungan eksternal sendiri dapat
diklasifikasikan menjadi dua bagian besar lagi yakni lingkungan yang sifatnya umum dan
lingkungan industri.
Proses yang dilakukan secara kontinyu untuk melakukan analisis lingkungan eksternal
adalah dengan melakukan pemindaian (scanning), pengawasan (monitoring), peramalan
(forecasting), dan penilaian (assessing).
1. Pemindaian
Melalui pemindaian perusahaan mengidentifikasi tanda-tanda awal dari perubahan
potensial dalam lingkungan umum, dan mendeteksi perubahan-perubahan yang sedang
terjadi. Pemindaian lingkungan merupakan hal penting dan menentukan bagi perusahaan-
perusahaan yang bersaing dalam lingkungan yang sangat tidak stabil.
2. Pengawasan
Melalui pengawasan perusahaan mendeteksi perubahan dan trend-trend lingkungan
melalui pengawasan yang berkelanjutan. Kritikal bagi pengawasan yang berhasil adalah
kemampuan untuk mendeteksi makna dalam peristiwa-peristiwa lingkungan yang berbeda.
3. Peramalan
Pada peramalan, analisis mengembangkan proyek-proyek yang layak tentang apa yang
mungkin terjadi, dan seberapa cepat, perubahan-perubahan dan trend-trend itu dideteksi
melalui pemindaian dan pengawasan.
4. Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk menentukan waktu dan signifikansi efek-efek dari
perubahan-perubahan dan trend-trend lingkungan terhadap manajemen strategis suatu
perusahaan.
Analisis lingkungan eksternal mencangkup pemahaman berbagai faktor di luar
perusahaan yang mengarah pada munculnya kesempatan bisnis / bahkan ancaman bagi
perusahaan. Bagi pengembangan strategik, analisis ini di butuhkan tidak hanya terbatas pada

4
rincian analisis kesempatan dan ancaman saja tetapi juga untuk menentukan dari mana dan
untuk apa hasil analisis itu di pergunakan. Oleh karena itu manajer puncak membutuhkan
diagnosis lebih lanjut atas hasil analisis lingkungan eksternal. Lingkungan eksternal
perusahaan di kategorikan adalah sebagai berikut :
1. Lingkungan umum
Lingkungan umum adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal organisasi
yang menyusun faktor-faktor yang memiliki ruang lingkup luas dan faktor-faktor tersebut
pada dasarnya berada di luar dan terlepas dari operasi perusahaan. Lingkungan ini hanya
memiliki sedikit dampak implikasi langsung bagi pengaturan suatu organisasi. Faktor-faktor
tersebut antara lain adalah :
a. Faktor Ekonomi
Berpengaruh terhadap penentuan jumlah permintaan produk dan besarnya biaya yang di
keluarkan untuk menghasilkan produk perusahaan.
b. Faktor Sosial dan Budaya
Mempengaruhi suatu perusahaan mencakup keyakinan, nilai, sikap, opini yang
berkembang, dan gaya hidup dari orang-orang di lingkungan di mana perusahaan
beroperasi.
c. Faktor Politik dan hukum
Faktor politik dan hukum mendefinisikan parameter-parameter hukum dan bagaimana
pengaturan perusahaan harus beroperasi.
d. Faktor Teknologi
Adanya perubahan teknologi dapat mendorong munculnya kesempatan bisnis dan
perbaikan upaya pencapaian tujuan organisasi, tapi dapat juga sebagai ancaman bagi
kelangsungan produk yang sudah ada.
e. Faktor Pemerintah
Peran pemerintah dalam mekanisme penyampaian produk dari produsen ke konsumen
sangat besar. Alat kendali pemerintah melalui berbagai paket kebijakan fiskal dan moneter
ternyata cukup efektif untuk mempengaruhi dinamika bisnis.
f. Faktor Demografi
Faktor demografi ini diantaranya adalah ukuran populasi, struktur umum, distribusi
geografis percampuran etnis serta distribusi pendapatan.
Dengan kata lain, lingkungan umum adalah sekumpulan elemen-elemen dalam
masyarakat yang lebih luas yang mempengaruhi suatu industri dan perusahaan-
perusahaanyang ada di dalamnya.

5
Sebelum menganalisis lebih lanjut, ada baiknya untuk mengetahui sejarah dan visi misi
dari PT. GOJEK INDONESIA. PT. GOJEK INDONESIA didirikan oleh Nadiem Makarim
pada tahun 2010. Go-Jek adalah perusahaan berjiwa sosial yang memimpin revolusi industri
transportasi Ojek. Gojek bermitra dengan para pengendara Ojek yang sudah berpengalaman
di Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Bali. Layanan gojek tersedia di beberapa kota
besar di Indonesia diantaranya : Jabodetabek, Bali, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan,
Palembang, Semarang, Solo, Malang, Yogyakarta, Balikpapan, Manado, Bandar Lampung
dan Batam. Hingga bulan Juni 2016 aplikasi gojek sudah diunduh hampir sebanyak 10 juta
kali di Google Play untuk pengguna Android.
Visi PT. GOJEK INDONESIA
Visi dari PT. GOJEK INDONESIA adalah dapat membantu memperbaiki struktur
transportasi di Indonesia, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam
melaksanakan pekerjaan atau kegiatan sehari – hari seperti pengiriman dokumen,
belanja harian dengan menggunakan layanan fasilitas kurir, serta turut mensejahterakan
kehidupan tukang ojek di beberapa kota besar di Indonesia.
Misi PT. GOJEK INDONESIA
1. Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola struktur transportasi roda dua
yang baik dengan menggunakan kemajuan teknologi.
2. Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada pelanggan.
3. Membuka lapangan kerja selebar – lebarnya bagi masyarakat Indonesia.
4. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.
5. Menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak yang terkait dengan usaha ojek
online seluruh Indonesia.

Analisis lingkungan makro PT. GOJEK INDONESIA :


a. Analisis Lingkungan Ekonomi
Penjelasan brand manajemen baik adalah manajemen dapat mengenalkan brand gojek

dengan baik ke masyarakat melalui promosi – promosi yang dilakukan. Salah satu

contoh penempatan gojek sebagai pihak sponsorship ditiap-tiap event besar. Sehingga

positioning brand sangat kuat dibenak konsumen.

6
Gojek sangat profesional dalam melakukan aktivitas bisnisnya walaupun gojek

bermitra dengan banyak pihak. Pelayanan yang diberikan memiliki SOP terintegritas

tinggi.

Harga yg transparan dan terjangkau membuat masyarakat lebih memilih alat

transportasi Gojek ini.

Sumber daya manusia yang diperlukan di perusahaan gojek ini sangat banyak

terutama sebagai driver. Hal ini menunjukkan bahwa gojek dapat membuka lapangan

pekerjaan bagi pengangguran.

b. Analisis Lingkungan Teknologi


Inovasi dalam aplikasi gojek yaitu Go-Glam, Go-Auto dan Go-Clean yang merupakan

layanan terbaru yang ditawarkan. Layanan tersebut menambah daftar keunggulan

yang ditawarkan sehingga memudahkan konsumen dalam melakukan pekerjaan atau

aktiviats sehari – hari.

Media sosial dijadikan peluang bagi perusahaan sebab kecanggihan media sosial

dapat dijadikan alat promosi yang efektif.

Kemudahan transportasi dengan menggunakan aplikasi pemesanan yang modern

dapat memudahkan segala urusan konsumen.

Sistem pembayaran yang semakin canggih, selain membayar secara cash konsumen

juga dapet menggunakan Gopay.

c. Analisis Lingkungan Politik & Hukum


Peraturan pemerintah No.46 Tahun 2013 mengenai pajak penghasilan. Perusahaan
yang membayar pajaknya, dapat menjadikan citra perusahaan dikenal baik oleh
masyarakat sebagai perusahaan yang taat pajak. Gojek sendiri merupakan satu dari
perusahaan yang selalu memenuhi kewajiban pajaknya.
Perusahaan yang memiliki sertifikasi ISO akan memiliki kemungkinan lebih besar
untuk memenangkan persaingan pasar dan kepercayaan konsumen dikarenakan
adanya jaminan kualitas dari jasa yang ditawarkannya.

7
Undang-Undang No.8 merupakan UU yang mengatur tentang perlindungan konsumen
dan jika sebagai produsen atau penyedia layanan gojek melanggarnya maka perizinan
bisnis pun dapat dicabut.
Jika di Indonesia terjadi polemik politik atau tidak stabilnya keadaan politik Inoonesia
maka hal tersebut secara tidak langsung dapat menghambat bisnis gojek.

d. Analisis Lingkungan Sosial – Budaya


Semakin tinggi gaya hidup seseorang makan semakin tinggi pula intensitas
berpergian, berbelanja maupun kuliner melalui aplikasi gojek.
Semakin tinggi kelas sosial masyarakat semakin tinggi pula intensitasnya baik untuk
berpergian, berbelanja maupun kuliner melalui aplikasi gojek.
Peran gender sangat berperan dalam perusahaan gojek ini, dimana para driver bukan
kaum pria saja melainkan ada kaum wanitanya.
Hubungan dan interaksi sosial antara penumpang dengan driver harus harmonis agar
dapat menciptakan nama baik perusahaan gojek di mata konsumen.
Driver gojek identik menggunakan atribut yang sudah disediakan dari perusahaan
yaitu seperti helm yang bertuliskan gojek dan jaket berwarna hijau yang berisi tulisan
gojek.

e. Analisis Lingkungan Demografis


Untuk menjadi driver gojek perlu memiliki tingkat kesehatan yang baik agar tidak
terganggunya kondisi saat melakukan pekerjaan.
Usia yang produktif sangat dipertimbangkan untuk masyarakat yang ingin menjadi
driver gojek.
Aplikasi gojek hanya menjangkau kota-kota besar dibeberapa wilayah. Perlu adanya
pembaharuan dalam menciptakan layanan baru yg ada di aplikasi dan dapat
menjangkau kota – kota yg lebih kecil agar dapat memperluas jaringan distribusi
Gojek.
Jadi, analisis lingkungan makro ini perlu mendapat perhatian bagi bisnis perusahaan
gojek, agar dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari perusahaan gojek itu sendiri dan
dapat meningkatkan inovasi kembali baik dari segi teknologi atau lainnya agar dapat bersaing
dengan perusahaan-perusahaan lainnya.

8
2.2 Analisis Lingkungan Industri Dari PT. GOJEK INDONESIA

Lingkungan industri adalah serangkaian faktor-faktor ancaman dari pelaku bisnis baru,
supplier, pembeli, produk pengganti, dan intensitas persaingan di antara para pesaing yang
secara langsung mempengaruhi perusahaan, tindakan dan tanggapan kompetitifnya. Semakin
besar kapasitas perusahaan untuk mempengaruhi lingkungan industri, semakin besar
kemungkinan perusahaan untuk menghasilkan laba di atas rata- rata. Laba diatas rata-rata
adalah kelebihan penghasilan yang diharapkan seorang investor dari investor lain dengan
jumlah risiko serupa. Risiko adalah ketidakpastian investor tentang laba atau rugi yang
dihasilkan oleh investasi tertentu. Bagaimana perusahaan mengumpulkan dan menafsirkan
informasi tentang para pesaing mereka disebut analisis pesaing.

Kombinasi dari kedua analisis ini digunakan untuk memahami pengaruh lingkungan
eksternal terhadap perkembangan misi strategis, tujuan strategis dan tindakan strategis
perusahaan. Jika analisis lingkungan umum terfokus pada masa yang akan datang, maka
analisis lingkungan industri terfokus pada pemahaman akan faktor-faktor dan kondisi-kondisi
yang akan mempengaruhi profitabilitas perusahaan dan analisis pesaing terfokus pada
prediksi terhadap dinamika tindakan-tindakan, respon-respon, dan kemauan para pesaing.
secara singkat, dapat disimpulkan bahwa lingkungan industri adalah tingkatan dari
lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan komponen-komponen yang secara
normal memiliki dampak yang relatif lebih spesifik dan langsung terhadap operasional
perusahaan.

Industri adalah sekelompok perusahaan yang menghasilkan produk yang sama atau
mendekati sama atau sebagai barang pengganti atau mendekati pengganti, yang ditawarkan
untuk target pasar yang kurang lebih sama dengan harga yang tidak terlalu jauh. Analisis
lingkungan industri mencoba mencari gambaran tentang peluang dan ancaman bisnis yang
diakibatkan oleh strategi dan perilaku bisnis dalam persaingan industri (pesaing industri).
Analisis lingkungan industri sangat perlu dilakukan di suatu perusahaan untuk membantu
perusahaan merumuskan strategi bisnis yang akan dijalankan, dan pada saat yang sama dapat
mengantisipasi strategi bisnis yang dijalankan oleh pesaing dan membantu perusahaan untuk
membangun sikap proaktif, tidak sekedar reaktif terhadap para pesaingnya.

9
Lima kekuatan Porter (Porter’s Five Forces Analysis) adalah kerangka untuk analisis
industri dan pengembangan strategi bisnis yang dikembangkan oleh Michael E. Porter dari
Harvard Business School pada 1979. Menggunakan konsep-konsep pengembangan,
organisasi industri ekonomi untuk menurunkan lima kekuatan yang menentukan intensitas
kompetitif dan karena itu daya tarik dari pasar. Porter menyatakan bahwa kelima kekuatan
bersaing tersebut dapat mengembangkan strategi persaingan dengan mempengaruhi atau
mengubah kekuatan tersebut agar dapat memberikan situasi yang menguntungkan bagi
perusahaan.

Analisis lingkungan industri PT. GOJEK INDONESIA :


Berdasarkan Porter’s Five Forces Analysis, perusahaan gojek dapat dianalisis sebagai
berikut :
a. Threat of new entrants (hambatan bagi pendatang baru)
Gojek merupakan perusahaan start-up yang pertama kali beroperasi di Indonesia.
Dengan kata lain, gojek merupakan market leader di bagian layanan jasa angkut
penumpang online dengan kendaraan bermotor di Indonesia. Sehingga bagi
pendatang baru yang ingin merintis bisnis di pangsa pasar ini akan mengalami
kesulitan untuk bersaing dengan gojek.

b. Bargaining power of suppliers (daya tawar pemasok)


Gojek memiliki pesaing yang cukup berat meskipun gojek merupakan market leader
yakni grab bike. Grab bike mampu menawarkan layanan dan harga yang cukup
bersaing dengan gojek. Sehingga kekuatan tawar menawar pemasok cukup tinggi.

10
c. Bargaining power of buyers (daya tawar pembeli)
Gojek merupakan layanan jasa angkut penumpang dengan kendaraan bermotor yang
berbasis aplikasi pada smartphone. Pada aplikasi yang tersedia terdapat tarif yang
tertera berdasarkan jarak yang ditempuh. Dan persaingan yang terjadi antara
perusahaan sejenis adalah persaingan harga. Dan gojek hanya memiliki satu rival
yakni grab bike. Sehingga kekuatan tawar-menawar pembeli cukup rendah.

d. Threat of subtitues (hambatan bagi produk pengganti)


Banyak start-up lain yang beroperasi dibagian jasa angkut penumpang online dengan
kendaraan bermotor, namun hanya sedikit yang dapat bersaing dengan gojek. Salah
satunya adalah grab bike. Yang dimana driver dan pelayanan yang diberikan hampir
menyaingi gojek. Sehingga dapat dikatakan bahwa hambatan dari barang pengganti
cukup tinggi.

e. Persaingan diantara perusahaan yang ada


Gojek tidak hanya satu-satunya perusahaan yang menjalani bisnis start-up jasa
angkut penumpang online kendaraan bermotor di Indonesia. Selain gojek, terdapat
juga grab bike, blujek, dan smartjek. Sehingga tingkat persaingan cukup tinggi.
Namun dikarenakan gojek merupakan market leader di Indonesia sehingga gojek
berada didalam posisi yang cukup aman dalam persaingan.

11
BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, dapat ditarik simpulan sebagai berikut :

1. PT. GOJEK INDONESIA didirikan oleh Nadiem Makarim pada tahun 2010. Go-Jek
adalah perusahaan berjiwa sosial yang memimpin revolusi industri transportasi Ojek.
Secara umum, lingkungan perusahaan dapat dikategorikan ke dalam dua bagian
besar, yakni lingkungan eksternal dan lingkungan internal perusahaan. Lingkungan
eksternal sendiri dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian besar lagi yakni
lingkungan yang sifatnya umum dan lingkungan industri. Lingkungan umum
ditinjau dari faktor lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi, lingkungan sosial &
budaya, lingkungan politik & hukum, serta lingkungan demografi.
2. Lingkungan industri adalah serangkaian faktor-faktor ancaman dari pelaku bisnis
baru, supplier, pembeli, produk pengganti, dan intensitas persaingan di antara para
pesaing yang secara langsung mempengaruhi perusahaan, tindakan dan tanggapan
kompetitifnya. Lima kekuatan Porter (Porter’s Five Forces Analysis) adalah
kerangka untuk analisis industri dan pengembangan strategi bisnis yang terdiri dari
daya tawar-menawar pemasok, daya tawar-menawar pembeli, hambatan bagi
pendatang baru, hambatan bagi barang pengganti, dan persaingan diantara
perusahaan yang ada.

3.2 Saran

Di zaman globalisasi yang serba canggih ini, perlu mengetahui apa apa saja yang
menjadi pedoman bagi memilih suatu jasa transportasi berbasis online. Saran penulis agar
masyarakat dapat melaksanakan hal tersebut yaitu :

1. Sebaiknya bisa memanfaatkan media informasi dengan baik dan benar dan bisa
menjadikan analisis lingkungan makro dan industri ini sebagai pedoman dalam
pemilihan jasa angkut penumpang online.

12
2. Untuk penulis lain, sebaiknya makalah mengenai perencanaan pesan-pesan bisnis
ini dapat dilanjutkan dan diperdalam materinya sehingga dapat memperbanyak
wawasan dan ilmu pengetahuan.

13

Common questions

Didukung oleh AI

PT. GOJEK INDONESIA responds to economic factors by engaging in brand management and promotions to strengthen brand recognition and maintain consumer interest. They place emphasis on being a sponsor at major events to enhance brand positioning. Their strategy includes offering professional services with high-integrity SOPs, transparent pricing, and employing a large workforce, which helps to open up job opportunities. These approaches help Gojek manage its responses to shifts in economic demand and production costs, thereby maintaining its competitiveness and consumer preference .

Technology is pivotal for PT. GOJEK INDONESIA's competitive edge, as seen through continuous innovations in their application such as Go-Glam, Go-Auto, and Go-Clean. These services enrich consumer experience by simplifying everyday tasks. Moreover, their use of social media as an effective promotional tool capitalizes on technological advancements to enhance brand visibility and consumer engagement. Gojek's modern ordering system, payment methods like Gopay, and application adaptability showcase their technological leverage in simplifying transportation access for users .

PT. GOJEK INDONESIA faces significant social and cultural impacts as consumer lifestyles evolve, leading to increased demand for transportation, shopping, and culinary services through the application. The company adapts by employing drivers from various demographics, including gender inclusivity, thus fostering a positive company image. Cultural demands emphasize harmonious driver and passenger interactions, achieved by consistent branding and service deliveries. Gojek addresses these factors by tailoring services to accommodate social dynamics and lifestyle trends, ensuring customer satisfaction and brand loyalty .

PT. GOJEK INDONESIA counters the threats of new entrants by leveraging its position as a market leader in online motorbike transport. They maintain comprehensive service offerings and a robust user base that deter new competitors. Gojek's continuous innovation and strong brand equity create entry barriers. Moreover, their established reputation and extensive network of drivers provide formidable challenges for potential entrants, who would require significant investment to compete on a similar scale or quality of service .

PT. GOJEK INDONESIA's business strategy is significantly impacted by political and legal constraints. Compliance with government regulations, like tax payments, enhances their public image as seen with their adherence to tax obligations per Regulation No.46 of 2013. Furthermore, political instability poses risks that could affect operational continuity. Legal frameworks, such as consumer protection laws, also require adherence to maintain business licenses. These factors necessitate strategic adaptability in business planning to navigate potential political and legal hurdles while upholding ethical business practices .

Advancements in PT. GOJEK INDONESIA's technological infrastructure, such as incorporating Gopay, provide several strategic advantages. It enhances consumer convenience by offering diverse payment options, fostering greater user engagement and loyalty. This capability reduces reliance on cash and streamlines the financial transaction process, directly impacting consumer satisfaction. Additionally, Gopay's integration into the Gojek app strengthens cross-functional service usage, thereby promoting higher app engagement and customer retention through seamless service experiences .

Porter’s Five Forces significantly shape PT. GOJEK INDONESIA's competitive environment. As a market leader, Gojek faces low threat from new entrants due to established brand dominance. However, the bargaining power of suppliers remains medium due to competition from rivals like Grab Bike. Likewise, the bargaining power of buyers is low because consumers have limited alternative options outside of competing pricing strategies. The threat of substitutes exists but is mitigated by Gojek’s robust service offerings, although competition remains the primary force with rivals like Grab Bike intensifying the competitive rivalry. These forces underscore the strategic complexity in maintaining market leadership .

Key demographic factors influencing PT. GOJEK INDONESIA’s strategic decisions include the need for a healthy, active driver workforce within productive age brackets, and deploying their service only in major urban areas. This focus allows them to capitalize on dense, tech-savvy populations likely to use their app. Efforts to expand services into smaller cities are also under consideration for broadening their consumer base. These strategies help solidify Gojek’s market positioning by ensuring service availability aligns with demographic demand and workforce efficiency .

Service diversification is critical to PT. GOJEK INDONESIA's strategic market presence, as it allows the company to address multiple consumer needs, enhancing brand value and customer loyalty. By offering services like Go-Glam, Go-Auto, and Go-Clean, Gojek not only meets transportation needs but also positions itself as a one-stop solution for various daily activities. This diversification reduces dependency on singular service revenue, mitigates risk, and increases market penetration by engaging different consumer segments, bolstering Gojek's resilience in a competitive landscape .

PT. GOJEK INDONESIA faces challenges in expanding services to smaller cities, including limited infrastructure, lower population density, and initial acceptance of app-based services. Effective strategies to address these could involve tailored marketing campaigns to educate potential users, gradual service introduction to build a user base, and partnerships with local vendors to establish presence and credibility. Additionally, optimizing service offerings to suit the specific demands of these smaller communities can help integrate Gojek into local lifestyles, facilitating seamless market entry .

Anda mungkin juga menyukai