LAPORAN PRAKTIKUM DASAR TELEKOMUNIKASI
FM (Frequency Modulation)
Disusun oleh
Zulfikar Amrulloh : 01035180015
Rafif Ahmad M : 01035180012
Michael Rubensten : 01035180014
Cepi Suhendar : 01036180008
Mardi Irawan : 01036180006
Universitas Pelita Harapan
Tangerang 2019
FM (Frequency Modulation)
Tujuan
- Mahasiswa dapat mempelajari variable-variable karakteristik dari FM
- Mendeskripsikan carrier oscillation, signal oscillation, deviasi frekuensi, deviasa fhasa
dan bandwidth
- Mempelajari proses pengembalian sinyal pemodulasi dari signal FM
Teori
Istilah modulasi frekuensi (FM) digunakan untuk mendefinisikan bentuk modulasi sinyal
dimana frekuensi dari gelombang carrier divariasikan berdasarkan sinyal pemodulasi. Variable
efektif dari FM adalah amplitudo dan frekuensi dari sinyal pemodulasi. Amplitudo sinyal carrier
tidak berubah-ubah.
Bila pada AM hanya upper dan lower sideband yang terbentuk pada spektrum FM terbentuk
sejumlah sideband, tergantung pada index modulasi. Setiap sideband adalah kedua sideband
diatas dan dibawah frekuensi carrier. Amplitudo dari sideband pada FM bisa ditentukan
berdasarkan fungsi bessel pada urutan ke-n.
Karena banyaknya sideband pada FM, dan jika memungkinkan harus di-transmit seluruhnya,
maka dibutuhkan bandwidth yang relatif besar, karena alasan ini FM digunakan pada VHF
broadcasting dan radio direksional.
Instrument dan komponen
- 1 Function generator dengan power supply
- 1 Function generator dengan frequency counter
- 1 Dual trace oscilloscope
- 1 FM modulator / demodulator SO4201-7V
Merakit peralatan
Lihat fig.1, gunakan fig.4 (control element and socket) sebagai bantuan untuk diagram sirkuit
dan intruksi BD4201-7V. sambungkan kabel dari PCB module adapter SO4201-2E ke slot St3
pada table top module adapter SO3535-5U. sambungkan slot + 15, -15 dan 0V ke power supply
Catatan : pada ilustrasi "NF" = Frekuensi audio (AF)
TUGAS 1 : Prinsip FM
- Hubungkan osciloscope dengan output "FM out 5Vss" pada modulator FM. Dengan
menggunakan potensiometer "frekuency" dan "fine tuning", atur frekuensi 100 kHz,
bentuk sinusoidal dari sinyal dapat diatur menggunakan potensiometer "Dist" dan "
Frequesymmetry", potensiometer " Frequensy" dan "Fine tuning" dapat digunakan untuk
memvariasikan frekuensi dari 50 sampai dengan 150 kHz. Frekuensi internal ini akan
digunakan kemudian pada tugas lainya sebagai sinyal carrier.
- Atur generator AF pada 10 kHz dan 1 Vpp dan input ke socket "NFin". Gambarkan dan
ukur sinyal pada output modulator dan sinyal AF dengan menggunakan 2 kanal
osiloskop. (dibutuhkan osiloskop yang dapat menyimpan data untuk mendukung
tampilan stasioner pada osiloskop). Jelaskan sinyal yang diamati pada output modulator.
1. Amplitudo sinyal modulasi menentukan jumlah perubahan frekuensi dari pusat
frekuensi.
2. Frekuensi sinyal modulasi menentukan laju perubahan frekuensi dari frekuensi pusat.
3. Amplitudo sinyal FM konstan setiap saat dan tidak tergantung pada sinyal modulasi.
Jelaskan dan tunjukan gambar anada yang dimaksud dengan
a. Instantaneous frequency
Instantaneous frequency mengikuti secara alami dari frekuesi carrier yang bervariasi
secara kontinu dan nilai sesaat dari frekuensi akan berpengaruh pada saat tertentu
bukan hanya satu frekuensi akan tetapi bisa menjadi siklus lengkap
b. Rarefaction and compression region
konstan yang terjadi antara frekuensi yang lebih tinggi (perubahan polaritas yang
sering) dan frekuensi yang lebih rendah (perubahan polaritas yang lebih jarang). Oleh
karena itu, kondisi ini disebut dalam kasus frekuensi rendah dan dalam kasus
frekuensi tinggi. Perubahan antara daerah Rarefaction and compression region ini
mengikuti irama, frekuensi. Dalam setengah gelombang positif dari frekuensi
modulasi, ada perubahan frekuensi yang sering, dan dalam setengah gelombang
negatif dari frekuensi modulasi, ada perubahan frekuensi yang sering pada sinyal
yang dimodulasi frekuensi.
TUGAS 2 : Deviasi frekuensi dan deviasi fasa
- Gunakan pengaturan dari tugas 1, tetapi ubah sinyal AF dari sinusoidal menjadi
squarewave
- Gambarkan sinyal yang ditampilakan osiloskop, jelaskan apa yang dimaksud deviasi
frequensi dan hitung besarnya
Deviasi frekuensi adalah proses menumpangkan sinyal informasi pada sinyal pembawa
sehingga frekuensi gelombang pembawa berubah sesuai dengan perubahan simpangan
gelombang sinyal informasi.
ΔF = ½ (fo – fu)
ΔF = ½ (19 -13)
ΔF = 3
- Mengapa dalam kasus ini AF squarewave lebih ideal diterapkan
Karena gelombang persegi ideal hanya berisi komponen frekuensi harmonik ganjil-
bilangan bulat
Kecilkan perlahan amplitudo AF, jelaskan perubahan yang terjadi pada sinyal output modulator.
- Waktu amplitudo AF diperkecil, perlahan frekuensi carrier semakin stabil dan frekuensi
carrier tidak terindikasi termodulasi
Naikan perlahan amplitudo AF, jelaskan perubahan yang terjadi pada sinyal output modulator
- Waktu amplitudo AF diperkecil, perlahan frekuensi carrier semakin stabil dan frekuensi
carrier tidak terindikasi termodulasi
- Waktu amplitudi AF diperbesar perlahan termodulasi pada frekuensi carrier dan frekuensi
semakin naik membesar
Jelaskan efek yang terjadi pada indeks modulasi akibat deviasi frekuensi dan frekuensi modulasi,
tuliskan formulanya
- Semakin besar modulasi maka indeks modulasi semakin kecil begitu juga sebaliknya jika
semakin kecil modulasi maka pada indekx modulasi membesar
Jelaskan bagaimana yang terjadi pada bandwidth yang dibutuhkan untuk transmisi FM akibat
efek indeks modulasi, berdasarkan hasil dan formula B = 2fmod (M+1)
- Pada modulasi frekuensi sinyal pembawa diubah-ubah sehingga besarnya sebanding
dengan besarnya amplitudo sinyal pemodulasi. Semakin besar amplitudo sinyal
pemodulasi, maka semakin besar pula frekuensi sinyal termodulasi FM. Besar selisih
antara frekuensi sinyal termodulasi FM pada suatu saat dengan frekuensi sinyal pembawa
disebut dengan deviasi. Deviasi frekuensi maksimum dedefi isikan sebagai selisih antara
frekuensi sinyal termodulasi tertinggi dengan terendahnya. Indeks modulasi FM (mf)
merupakan perbandingan antara deviasi frekuensi dengan frekuensi sinyal pemodulasi
Berikan kesimpulan sementara untuk semua efek perubahan yang terjadi dalam hubungannya
pada transmisi data suara dan musik, bila volume suara yang akan dikirimkan lebih besar.
- Bandwidth dari sinyal audio (suara dan musik) disiarkan di stereo hampir 15 kHz. FCC
mengizinkan frekuensi 200 kHz (0.2 MHz) untuk setiap stasiun. Ini berarti β = 4 dengan
beberapa tambahan. Stasiun FM diperbolehkan frekuensi carrier mana saja antara 88 dan
108 MHz. Stasiun harus dipisahkan oleh setidaknya 200 kHz untuk menjaga bandwidth
untuk tidak saling mengganggu/tumpang tindih. Untuk menciptakan lebih banyak privasi,
FCC mensyaratkan bahwa di daerah tertentu, hanya alokasi bandwith alternatif dapat
digunakan. Yang lain tetap tidak digunakan untuk mencegah kemungkinan dua stasiun
mengganggu satu sama lain. Dengan pengaturan seperti pada awal tugas, matikan sinyal
AF jelaskan respon dari sudut fase
- Respon dari sudut fase pada sinyal AF dimatikan sudut fasenya konstan, tidak ada
perbedaan nya ketika sinyal AF dinyalakan
Gunakan formula ѱ = ωt = 2πft, gambarkan diagram vektornya dan berikan label
Dimana :
UHF =
UAF =
UFM =
Ω =
ω =
ѱ =
Gunakan pengaturan seperti pada bagian pertama tugas ini AF ON, dan bandingkan dengan
diagram vektor
- Belum
Kurangi amplitudo AF menjadi 0,5 Vpp, amati sinyal output pada modulator dan berikan analisa
fasa sinyal tersebut, dan gambarkan diagram vektornya
- Belum
Kembalikan amplitudo AF ke 1 Vpp dan naikan frekuensi AF ke 20 kHz, amati sinyal output
pada moduloator dan berikan analisa fasa sinyal tersebut, dan gambarkan diagram vektornya .
- Pada waktu frekuensi AF dan amplitude dinaikan 2x dari sebelumnya jumlah frekuensi
carrier yang termodulasi dildalamnya semakin berkurang
Disebut apakah perbedaan sudut fasa fada gelombang termodulasi dibandingkan dengan
gelombang yang tidak termodulasi
- Belum
Disebut apakah deviasi terbesar sudut fasa dari gelombang unmodulated carrier
- Belum
Pada FM, variasi pada amplitudo dari sinyal FM tidak memiliki efek bila input sinyal ke reciever
terbatas, apakah yang terjadi bila sudut fasa berubah-ubah
- Baik FM (Frekuensi Modulation) maupun PM (Phase Modulation) merupakan kasus
khusus dari modulasi sudut (angular modulation). Dalam sistem modulasi sudut frekuensi
dan fasa dari gelombang pembawa berubah terhadap waktu menurut fungsi dari sinyal
yang dimodulasikan (ditumpangkan).
Apa nama lain dari FM
- FM Detection
Dalam setiap radio yang dirancang untuk menerima sinyal termodulasi frekuensi ada
beberapa bentuk demodulator atau detektor FM. Sirkuit ini menerima frekuensi sinyal RF
termodulasi dan mengambil modulasi dari sinyal ke output hanya modulasi yang telah
diterapkan pada pemancar.
TUGAS 3 : Demodulasi sinyal FM
- Hubungkan output modulator "FMout 5 Vss" dengan input demodulator "FMin" (fig. 3)
- Tampilkan sinyal output demodulator (NFdemod) pada osiloscop, gambarkan dan
jelaskan.
Jelaskan prinsip coincidence demodulator
- Bentuk demodulator ini memiliki banyak kemiripan dengan detektor quadrature. Ini
menggunakan teknologi digital dan menggantikan mixer dengan gerbang logika NAND.
Ukur dan amati sinyal pada socket tes "ϕ" pada demodulator dan bandingkan sinyal pada input
demodulator, gambarkan dan jelaskan berdasarkan fungsi dasar demodulator
- Demodulator mempunyai fungsi kebalikan dari modulator (demodulasi), yaitu proses
mendapatkan kembali data atau proses membaca data dari sinyal yang diterima dari
pengirim. Dalam demodulasi, sinyal pesan dipisahkan dari sinyal pembawa frekuensi
tinggi. Modem adalah singkatan dari Modulator dan Demodulator