Anda di halaman 1dari 2

PRE TEST

PELATIHAN INTERNAL FEED SAFETY MANAGEMENT SYSTEM GMP+ B2 2010


07 Desember 2019

Nama Peserta : ……………………………….. Bagian/Dept. : ………………………………..

A. Lingkarilah B jika pertanyaan berikut ini Benar dan S jika pertanyaan berikut ini Salah.
1. B – S HACCP kepanjangan dari Hazard Analysis Critical Control Points
2. B – S GMP kepanjangan dari Good Man Practices.
3. B – S Kita harus menghasilakn produk sesuai standar seperti SNI dan Regulasi dari pemerintah.
4. B – S Tidak masalah jika karyawan sedang sakit flu masuk ke area packing/filling dan bersentuhan langsung
dengan produk tanpa APD
5. B – S Mengisi formulir catatan sanitasi merupakan persyaratan GMP.

B. Pilihlah satu jawaban yang paling benar.

1. Berikut ini yang wajib diperiksa saat kedatangan bahan, kecuali :


a. Nama/kode bahan d. Nama produsen
b. Pemasok e. Asal Negara produsen (Country of origin)
c. Logo halal, jika dipersyaratkan

2. Yang termasuk dalam hierarki dokumen kehalalan bahan yang dilengkapi dan dikaji sebelum memutuskan
penggunaan bahan baru ialah, kecuali:
a. Sertifikat halal yang dikeluarkan oleh LPPOM MUI.
b. Sertifikat halal dari lembaga sertifikasi halal yang diakui oleh LPPOM MUI.
c. Spesifikasi/MSDS/Product Data Sheet, Diagram alur proses produksi, Certificate of Analysis (COA)
d. Surat Keterangan Halal dari Kementerian Agama RI.

3. Aktivitas berikut ini diwajibkan memiliki prosedur tertulis karena termasuk aktivitaskritis halal, kecuali:
a. Penerimaan dan pemeriksaan bahan datang, penyimpanan bahan dan produk.
b. Penyimpanan dan pemisahan suku cadang, penerimaan bahan baku utama berupa kayu.
c. Pelaksanaan plant trial dan lab trial serta pencucian fasilitas produksi.
d. Pembelian bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong proses produksi, penggantian supplier.

4. Audit Internal halal atas pelaksanaan SJH harus dilakukan minimal :


a. 3 bulan sekali d. 4 bulan sekali
b. 1 tahun sekali e. Setelah ditemukan ketidaksesuaian
c. 6 bulan sekali

5. Berikut ini merupakan pernyataan yang salah tentang Kebijakan Halal :


a. Manajemen Puncak harus menetapkan Kebijakan Halal tertulis yang menunjukkan komitmen perusahaan untuk
memproduksi produk halal secara konsisten.
b. Pencantuman logo halal dikemasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga jelas dan mudah dibaca.
c. Perusahaan dapat merubah bentuk logo halal.
d. a dan b benar.
e. a, b, c benar.

6. Berikut ini ketentuan mengenai logo halal :


a. Logo halal dapat dicantumkan pada kemasan produk sesuai yang tercantum dalam Sertifikat dan hanya berlaku
untuk lokasi pabrik produsen yang tercantum dalam Sertifikat.
b. Pencantuman logo halal dikemasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga jelas dan mudah dibaca.
c. Perusahaan dapat merubah bentuk logo halal.
d. a dan b benar.
e. a, b, c benar.

7. Kegiatan Kaji Ulang Manajemen atas pelaksanaan SJH dilakukan minimal :


a. 3 bulan sekali d. 4 bulan sekali
b. 1 tahun sekali e. Setelah ditemukan ketidaksesuaian
c. 6 bulan sekali

8. Jika terdapat produk yang terlanjur dibuat dari bahan dan pada fasilitas yang tidak memenuhi kriteria, maka:
a. Produk dapat diproses kembali (reproses) dengan bahan yang halal.

Halaman 1 dari 2
PRE TEST
PELATIHAN INTERNAL FEED SAFETY MANAGEMENT SYSTEM GMP+ B2 2010
07 Desember 2019
b. Produk tidak dijual ke konsumen yang mempersyaratkan produk halal.
c. Produk dapat dimusnahkan.
d. b dan c benar.
e. a, b dan c benar.

9. Dibawah ini adalah beberapa item yang benar sebagai kriteria Sistem Jaminan Halal kecuali:
a. Bahan, produk dan audit internal.
b. Bahan dan fasilitas produksi.
c. Kebijakan halal, manual halal, dan tim manajemen halal.
d. Tim manajemen halal, kaji ulang manajemen dan mampu telusur.

10. Berikut ini bahan yang tidak boleh digunakan dalam proses produksi halal, kecuali :
a. Babi dan turunannya.
b. Turunan khamr yang diperoleh hanya dengan pemisahan secara fisik.
c. Bangkai.
d. Bagian dari tubuh ikan.
e. Alkohol yang berasal dari industri khamr dengan kandungan alkohol kurang dari 1%.

11. Jika terdapat penggunaan fasilitas bersama (Sharing facility) untuk menghasilkan produk yang disertifikasi dan produk
yang tidak disertifikasi, maka pernyataan yang benar adalah :
a. Produk yang diproduksi menggunakan fasilitas bersama tidak dapat disertifikasi halal.
b. Bahan yang digunakan untuk produk tidak disertifikasi harus sama dengan produk yang disertifikasi.
c. Bahan yang digunakan untuk produk tidak disertifikasi tidak boleh berasal dari babi atau turunannya.
d. Pencucian fasilitas produksi harus dilakukan dengan air.
e. Fasilitas produksi yang digunakan bersama dicuci tujuh kali dengan air dan salah satunya dengan tanah atau bahan
lain yang mempunyai kemampuan menghilangkan bau dan warna.

12. Berikut ini yang bukan merupakan kriteria SJH adalah :


a. Produk d. Audit Internal
b. Panduan Halal e. Kaji Ulang Manajemen
c. Bahan

13. Berikut ini merupakan pernyataan yang salah mengenai prosedur aktivitas kritis:
a. Prosedur tertulis aktivitas kritis harus dibuat terintegrasi dengan prosedur sistem yang lain.
b. Setiap bahan baru harus melalui persetujuan dari aspek halal sebelum digunakan, termasuk bahan yang sama
namun berasal dari produsen yang berbeda.
c. Daftar bahan halal menjadi acuan diproses pembelian, pemeriksaan bahan datang dan proses produksi.
d. Bahan tidak kritis boleh tidak diperiksa ketika penerimaan bahan.
e. Produk retail dengan merk/ brand baru harus sudah disertifikasi sebelum dipasarkan di Indonesia.

14. LPPOM MUI merupakan lembaga yang didirikan oleh :


a. Majelis Ulama Indonesia d. Kementerian Kesehatan RI
b. Kementrian Agama RI e. World Halal Food Council
c. Pemerintah Indonesia

15. Berikut ini merupakan pernyataan yang salah mengenai kemampuan telusur:
a. Perusahaan harus ada prosedur tertulis untuk menjamin kemampuan telusur produk yang disertifikasi.
b. Bukti mengenai kemampuan telusur harus dipelihara.
c. Prosedur harus menjamin produk non sertifikasi berasal dari bahan yang disetujui dan dibuat fasilitas produksi
yang memenuhi kriteria fasilitas produksi.
d. Bila perusahaan menerapkan pengkodean bahan, maka bahan dengan kode yang sama walaupun produsennya
berbeda harus mempunyai status halal yang sama.
e. Jika terdapat bahan yang dikemas ulang/dilabel ulang, maka kesesuaian informasi yang tercantum dalam label
baru dengan label asli dari produsennya harus terjamin.

Halaman 2 dari 2