Anda di halaman 1dari 14

1

Rencana Keperawatan
Rencana Perawatan Ttd
Hari/
No Dx Tujuan dan
Tgl Intervensi
Kriteria Hasil
Senin, 12 1 Setelah dilakukan Manajemen jalan nafas ( i.01011)
- monitor pola nafas
agustus 2019 asuhan
- monitor frekuensi nafas
jam 09.10 keperawatan 3 x 24 - monitor kedalaman usaha nafas
- monitor bunyi nafas tambahan
jam di harapkan
- monitor sputum
jalan nafas bebas - posisikan posisi semi fowler
- beri terapi oksigen
dari obtruksi
- anjurkan minum dengan air hangat
dengan kriteria - anjurkan asupan cairan 2000 ml/ hari
- kolaborasi pemberian mukolitik
hasil
- klien dapat Latihan Batuk efektif ( i. 01006)
- monitor adanya retensi sputum
melakukan
- identifikasi kemampuan batuk
batuk efektif - latihan batuk efektif
- tidak ada - kolaborasi pemberian mukolitik
ronchi
- sputum Fisioterapi dada ( i.01004)
- monitor status pernapasan ( kecepatan, irama dan suara nafas)
berkurang
- periksa paru yang mengandung sekresi berlebih
- lakukan fisioterapi dada
- anjurkan batuk setelah fisoterapi dada
2

1. Intervensi Keperawatan
Hari dan jam No. DX INTERVENSI TTD
Selasa 13-08-19 1 memonitor pola nafas
Jam 07.10 Respon : ada otot bantu pernafasan, terdapat pernapasan cuping hidung

1 memonitor frekuensi nafas


Jam 07,15
Respon : RR : 28 x/ menit

Jam 07,20 1 memonitor bunyi nafas tambahan


Respon: ronchi basah kasar pada costa ke 2-4 sebelah kanan kiri.

Jam 07.25 1 memonitor sputumum


Respon: klien belum dapat melakukan batuk efektif

1 memposisikan posisi semi fowler


Jam 07.30 Respon: klien merasa lebih nyaman

Jam 07.32 1 memberi terapi oksigen NRM 10 l/ menit


Respon: klien mengatakan sesak berkurang
Jam 08.00
1 mengajarkan nafas dalam
Respon: klien merasa lebih nyaman
Jam 08.30
1 menganjurkan minum dengan air hangat
Jam 08.35 Respon: klien paham dengan masukan

Jam 09.00 1 memberikan obar N- asetilsistein


Respon: tengorokan agak berkurang gatalnya

1 mengambil darah BGA


Jam 08.45
Respon: klien mengeluh sesak
3

Hari dan tggl No. Dx Intervensi TTD


Rabu 14/ 08 /19 1 memonitor pola nafas
Jam 07.30 Respon : ada otot bantu pernafasan, terdapat pernapasan cuping hidung

1 memonitor frekuensi nafas


Jam 07.45
RR : 26 x/ menit

1 memonitor bunyi nafas tambahan


Jam 07.50 ronchi basah kasar pada costa ke 2-4 sebelah kanan kiri.

Jam 07.55 1 Mengajarkan klien batuk efektif


klien belum dapat melakukan batuk efektif

1 memposisikan posisi fowler


Jam 08.00 klien merasa sesak jika 45 derajat

1 mempertahankan terapi oksigen NRM 10 l/ menit


Jam 08.05 klien mengatakan sesak berkurang

Jam 08.10 1 menganjurkan klien untuk minum hangaat

Kamis 15/08/19 1 memonitor pola nafas


Respon : tidak otot bantu pernafasan
Jam 08.00
1 memonitor frekuensi nafas
RR : 25 x/ menit
1
Jam 08,05 memonitor bunyi nafas tambahan
ronchi basah kasar pada costa ke 2-4 sebelah kanan kiri.

Jam 08.10 1 Mengajarkan klien batuk efektif


klien belum dapat melakukan batuk efektif karena takut
4

Jam 08.15 1 mempertahankan posisikan posisi fowler


klien merasa nyaman

08.25 mempertahankan terapi oksigen Nasal kanul 5 l/ menit


1 klien mengatakan sesak berkurang
08.30
1 menganjurkan klien untuk minum hangaat
08.31 1 menganjurkan klien untuk minum 2000 ml / hari

memberikan obar N- asetilsistein


08.35 1 tengorokan agak berkurang gatalnya

Jumat 16/08/19 1 memonitor pola nafas


15.00 Respon : tidak otot bantu pernafasan

memonitor frekuensi nafas


15.10
1 RR : 25 x/ menit

1 memonitor bunyi nafas tambahan


15.20 ronchi basah kasar pada costa ke 2-4 sebelah kanan kiri berkurang

15.25 Mengajarkan klien batuk efektif


1 klien mampu mengeluarkan dahak

16.00 memberikan obar N- asetilsistein


1 tengorokan agak berkurang gatalnya
5

Sabtu 17/08/19 1 memonitor pola nafas


15.00 Respon : tidak otot bantu pernafasan
1
memonitor frekuensi nafas
15.10
RR : 23 x/ menit
15.15 1 memonitor bunyi nafas tambahan
ronchi basah kasar pada costa ke 2-4 sebelah kiri berkurang

1 melakukan fisioterapi dada


17.00
klien merasa nyaman dan lega

17.45 1 memberikan obar N- asetilsistein


tengorokan agak berkurang gatalnya

Minggu 18/08/19
20.20 memonitor bunyi nafas tambahan
1 ronchi basah kasar pada costa ke 2-4 sebelah kiri berkurang
20,25 1 memberikan obar N- asetilsistein
klien mengatakan tengorokan lega

Senin 19/08/19 1 memonitor pola nafas


20.00 Respon : tidak otot bantu pernafasan

memonitor frekuensi nafas


6

20.10 1 RR : 22 x/ menit

20.15 1 memonitor bunyi nafas tambahan


bunyi nafas vasikuler
Rabu 21/08/19 1 memonitor pola nafas
14.15 Respon : tidak otot bantu pernafasan

memonitor frekuensi nafas


1 RR : 20 x/ menit
14.20
memonitor bunyi nafas tambahan
14.25 bunyi nafas vasikuler
1
7

EVALUASI KEPERAWATAN

Hari/Tgl
No No Dx Evaluasi TTd
jam
Selasa 12/2/ 19 1 S : klien belum mampu batuk efektif
09.15 O : ronchi basah kasar pada costa ke 2-4 sebelah kanan kiri.
Sputum tidak keluar
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- monitor pola nafas
- monitor frekuensi nafas
- monitor kedalaman usaha nafas
- monitor bunyi nafas tambahan
- monitor sputum
- posisikan posisi semi fowler
- beri terapi oksigen
- anjurkan minum dengan air hangat
- anjurkan asupan cairan 2000 ml/ hari
- kolaborasi pemberian mukolitik
- Latihan Batuk efektif
- fisioterapi dada
8

EVALUASI KEPERAWATAN

Hari/Tgl
No No Dx Evaluasi TTd
jam
Rabu 13/2/19 1 S : klien belum mampu batuk efektif
10.15 O : ronchi basah kasar pada costa ke 2-4 sebelah kanan kiri.
Sputum tidak keluar
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- monitor pola nafas
- monitor frekuensi nafas
- monitor kedalaman usaha nafas
- monitor bunyi nafas tambahan
- monitor sputum
- posisikan posisi semi fowler
- beri terapi oksigen
- anjurkan minum dengan air hangat
- anjurkan asupan cairan 2000 ml/ hari
- kolaborasi pemberian mukolitik
- Latihan Batuk efektif
- fisioterapi dada
9

EVALUASI KEPERAWATAN

Hari/Tgl
No No Dx Evaluasi TTd
jam
Kamis 14/2/19 1 S : klien belum mampu batuk efektif
10.23 O : ronchi basah kasar pada costa ke 2-4 sebelah kanan kiri.
Sputum tidak keluar
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- monitor pola nafas
- monitor frekuensi nafas
- monitor kedalaman usaha nafas
- monitor bunyi nafas tambahan
- monitor sputum
- posisikan posisi semi fowler
- beri terapi oksigen
- anjurkan minum dengan air hangat
- anjurkan asupan cairan 2000 ml/ hari
- kolaborasi pemberian mukolitik
- Latihan Batuk efektif
- fisioterapi dada
10

EVALUASI KEPERAWATAN

Hari/Tgl
No No Dx Evaluasi TTd
jam
jumat 15/2/19 1 S : klien mampu batuk efektif
18.32 O : ronchi basah kasar pada costa ke 2-4 sebelah kanan kiri berkurang
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi
- monitor pola nafas
- monitor frekuensi nafas
- monitor kedalaman usaha nafas
- monitor bunyi nafas tambahan
- monitor sputum
- posisikan posisi semi fowler
- beri terapi oksigen
- anjurkan minum dengan air hangat
- anjurkan asupan cairan 2000 ml/ hari
- kolaborasi pemberian mukolitik
- Latihan Batuk efektif
- fisioterapi dada
11

EVALUASI KEPERAWATAN

Hari/Tgl
No No Dx Evaluasi TTd
jam
Sabtu 16/2/19 1 S : klien mampu batuk efektif
18.15 O : ronchi basah kasar pada costa ke 2-4 sebelah kanan kiri berkurang
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi
- monitor pola nafas
- monitor frekuensi nafas
- monitor kedalaman usaha nafas
- monitor bunyi nafas tambahan
- monitor sputum
- posisikan posisi semi fowler
- beri terapi oksigen
- anjurkan minum dengan air hangat
- anjurkan asupan cairan 2000 ml/ hari
- kolaborasi pemberian mukolitik
- Latihan Batuk efektif
- fisioterapi dada
12

EVALUASI KEPERAWATAN

Hari/Tgl
No No Dx Evaluasi TTd
Jam
Minggu 1 S : klien mampu batuk efektif
18/08/19 O : ronchi basah kasar pada costa ke 2-4 sebelah kanan kiri berkurang
A : masalah teratasi sebagian
21.45
P : lanjutkan intervensi
- monitor pola nafas
- monitor frekuensi nafas
- monitor kedalaman usaha nafas
- monitor bunyi nafas tambahan
- monitor sputum
- posisikan posisi semi fowler
- beri terapi oksigen
- anjurkan minum dengan air hangat
- anjurkan asupan cairan 2000 ml/ hari
- kolaborasi pemberian mukolitik
- Latihan Batuk efektif
- fisioterapi dada
13

EVALUASI KEPERAWATAN

Hari/Tgl
No No Dx Evaluasi TTd
jam
senin 19/08/19 1 S : klien mampu batuk efektif
21.17 O : Bunyi nafas vesikuler
Tidak ada sputum
A : masalah teratasi
P : lanjutkan intervensi
- monitor pola nafas
- monitor frekuensi nafas
- monitor kedalaman usaha nafas
- monitor bunyi nafas tambahan
- monitor sputum
- posisikan posisi semi fowler
- beri terapi oksigen
- anjurkan minum dengan air hangat
- anjurkan asupan cairan 2000 ml/ hari
- kolaborasi pemberian mukolitik
- Latihan Batuk efektif
- fisioterapi dada
14

EVALUASI KEPERAWATAN

Hari/Tgl
No No Dx Evaluasi TTd
jam
Rabu 21/08/19 1 S : klien mampu batuk efektif
O : Bunyi nafas vesikuler
Tidak ada sputum
18.30
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi