Anda di halaman 1dari 19

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/329872712

Implementasi Smart Government Dalam Pelayanan Informasi Publik di Kota


Yogyakarta

Conference Paper · December 2018

CITATIONS READS

0 1,131

2 authors:

Aviana Vety Eko PRIYO Purnomo


Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
1 PUBLICATION   0 CITATIONS    57 PUBLICATIONS   82 CITATIONS   

SEE PROFILE SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

TUGAS AKHIR TATA KELOLA PEMERINTAHAN DAERAH View project

UAS TKPD View project

All content following this page was uploaded by Aviana Vety on 22 December 2018.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Implementasi Smart Government Dalam Pelayanan Informasi Publik di
Kota Yogyakarta

Aviana Vety Jayanti


20170520262
Program Studi Ilmu Pemerintahan
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Email: aviivety99@gmail.com

Eko Priyono P,S.IP.,M.Si.,M.Res, Ph.D.


Departement of Government Affairs and Administration
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Email: eko@umy.ac.id

Abstrak Pemerintah daerah di Yogyakarta menyediakan Aplikasi ”Jogja Istimewa” untuk


mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi terintegrasi di bidang pariwisata.
Selain itu juga meluncurkan Aplikasi “Jogja Smart Service” untuk mempermudah dalam
memberikan pelayanan publik kepada masyarakat yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi penyediaan informasi dan pelayanan terintegrasi serta menganalisis
pemanfaatan dari dua aplikasi tersebut. Menggunakan metode penelitian kualitatif dan
kuantitatif. Data-data diperoleh dari laporan instansi dan fitur aplikasi melalui smartphone.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua aplikasi tersebut terdiri atas informasi dan
pelayanan publik yang terintegrasi dengan penyajian informasi berupa visual, deskripsi yang
terintegrasi dengan lokasi dalam bentuk peta dan augmented reality. Pemanfaatan Aplikasi
”Jogja Istimewa” dan Aplikasi “Jogja Smart Service” melalui pemantauan sistem
menunjukkan pemanfaatan yang baik dengan jangkauan pengguna sampai luar wilayah.
Namun hasil survei menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi oleh masyarakat dan
wisatawan belum optimal. Sehingga trategi pengenalan dan sosialisasi Aplikasi ”Jogja
Istimewa” dan Aplikasi “Jogja Smart Service” diperlukan untuk mengoptimalkan
pemanfaatan.

Kata Kunci : Aplikasi, Pelayanan Publik, Informasi Terintegrasi, Teknologi Informasi dan
Komunikasi

PENDAHULUAN

Pertumbuhan penduduk yang relatif cepat dapat menimbulkan berbagai


permasalahan di sebuah kota. Permasalahan yang akan timbul antara lain seperti
kualitas pelayanan publik yang mengalami penurunan, dan ketersediaan lahan
pemukiman menjadi berkurang. Lahan parkir yang sulit didapat karena bangunan
semakin rapat dan padat sehingga tidak ada lahan kosong. Hal itu menjadi tidak
seimbang ketika banyak masyarakat yang sudah memiliki kendaraan, bahkan lebih
dari satu. Sehingga puncaknya adalah kepadatan lalu lintas dijalan. Selain itu
menumpuknya sampah tanpa tindak lanjut, peningkatan angka kriminal, dan masalah-
masalah sosial lainnya.Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat dari
tahun ke tahun yang tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber daya alam maupun
sumber daya manusia yang baik akan memberikan dampak terhadap pengelolaan kota
yang menjadi semakin kompleks.Pemerintah Daerah dituntut untuk dapat
memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki serta berusaha meminimalisir
permsalahan-permasalahan yang mungkin akan dihadapi.

Konsep smart city menjadi sebuah isu di kota-kota besar di dunia yang
mendorong peran aktif dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sebuah kota
dengan menggunakan pendekatan citizen centric. Sehingga memungkinkan terjadi
interaksi yang lebih erat dan dinamis antara masyarakat dengan penyedia layanan,
dalam hal ini adalah Pemerintah Daerah. Interaksi dua arah ini akan terus berkembang
dan berproses sehingga nantinya kota akan menjadi tempat yang nyaman untuk
ditinggali serta mampu merespon perubahan dan tantangan yang baru dengan lebih
cepat.

Menurut Djunaedi, smart city merupakan kota yang sistem manajemen


kotanya secara otomatis mampu memberitahu: (1) bahwa sedang timbul suatu
masalah perkotaan (diberitahu oleh sensor yang dipasang di kota), (2) bahwa akan
timbul suatu masalah perkotaan (diberitahu oleh sensor dan sistem prediksi), dan (3)
sistem manajemen perkotaan mampu memberikan usulan tindakan otomatis
(dimungkinkan oleh sistem actuator) atau tidak-otomatis untuk mengatasi masalah
(Ugm, 2016).

Perkembangan teknologi di bidang Informasi dan Komunikasi telah


menyajikan berbagai informasi dalam bermacam-macam bentuk penyajian. Berbagai
informasi baik dalam lingkup internal sampai lingkup eksternal kini telah mampu
diakses secara mudah oleh masyarakat. Pelayanan publik berbasis Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan salah satu implementasi konsep smart
city yaitu dengan menekankan pada pemanfaatan TIK untuk pengelolaan kota dan
kabupaten. Penyediaan informasi berbasis TIK dapat membuat pelayanan menjadi
terintegrasi dan memberi kemudahan bagi pengguna informasi sehingga pelayanan
publik dapat lebih efektif dan efisien serta tepat sasaran. Pemerintah dalam hal
sebagai penyediaan informasi merupakan aktor utama dalam penyediaan layanan
publik berbasis TIK.

Pada tahun 2018 Kota Yogyakarta terpilih sebagai salah satu Kota yang akan
melaksanakan program Gerakan Menuju 100 Smart City bersama 24 Kabupaten atau
Kota lainnya di Indonesia. Dalam RPJMD 2017-2022, Kota Yogyakarta memiliki
konsep smart city yang mengacu pada inovasi-inovasi dalam bidang teknologi
informasi agar bisa memberikan manfaat serta kemudahan dalam pelayanan kepada
masyarakat. Smart City Kota Yogyakarta disepakati dengan istilah Jogja Smart
Service. Terkait hal ini, Walikota telah menetapkan Dewan dan Tim Pelaksana Smart
City untuk menyusun dan melaksanakan Master Plan Smart CityKota Yogyakarta
serta menetapkan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta
sebagai leader dalam program kerja sesuai dengan amanah RPJMD (Kominfo Kota
Yogyakarta, 2018).

TUJUAN

Tujuan secara umum adalah untuk menemukan gambaran secara deskriptif


mengenai bagaimana penyediaan informasi dalam Aplikasi ”Jogja Smart Service” dan
“Jogja Istimewa”. Selain itu bagaimana integrasi dari informasi antar instansi serta
bagaimana optimalitas dari pemanfaatan aplikasi tersebut.

METODE PENELITIAN

Metode digunakan adalah metode kualitatif dengan mendiskripsikan apa saja


pelayanan publik yang disediakan oleh Pemerintah Daerah Kota Yogyakarta dalam
Aplikasi ”Jogja Smart Service” serta bagaimana optimalisasi terhadap pemanfaatan
Aplikasi ”Jogja Smart Service”. Mohammad Mulyadi mengatakan bahwa penelitian
kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang mewakili paham naturalistik
(fenomenologis). Penelitian kualitatif menggambarkan kehidupan dunia berdasarkan
perspektif orang-orang yang berpartisipasi atau terlibat di dalamnya.

KERANGKA TEORI

Menurut Washburn, D., dkk, Smart City di defenisikan sebagai penggunaan


teknologi komputasi cerdas untuk mengintegrasikan komponen-komponen penting
dari infrastruktur dan layanan kota, seperti administrasi kota, pendidikan, kesehatan,
keselamatan publik, real estate, transportasi dan keperluan kota lainnya, dimana
penggunaan keseluruhannya harus dilakukan secara cerdas, saling berhubungan dan
efisien (Esabella & Sumbawa, 2018).

E-Government secara umum dapat diartikan sebagai penerapan Teknologi


Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kinerja dari fungsi dan
pelayanan yang dilakukan pemerintah tradisional. Secara spesifik e-government
merupakan penggunaan teknologi digital untuk mengalihkan bentuk kegiatan-
kegiatan pemerintah yang memiliki tujuan untuk meningkatkan efektifitas, efisiensi,
dan penyampaian layanan.

Untuk mewujudkan smart city tentu tidak semudah kita mengucapkan kata
tersebut. Terdapat beberapa indikator yang dapat dijadikan dasar untuk menentukan
apakah kota tersebut sudah dapat dikategorikan menjadi smart city atau belum.

1. Smart Economy

Merupakan indikator utama dalam sebuah smart city. Indikator smart


economy meliputi memiliki jiwa entrepreneur, selalu semangat dalam berinovasi,
berusaha selalu produktif dan mempunyai kemampuan untuk berubah. Karena
perubahan merupakan sesuatu yang mutlak dalam pasar yang senantiasa bergerak
dinamis.

2. Smart People

Dari segi sosial dan kemanusiaan, smart city mempunyai warga kota yang
memiliki kapabilitas. Memiliki kemauan untuk selalu belajar, memiliki sikap
toleransi yang tinggi dalam bentuk apapun, kreatif, dan selalu berpartisipasi dalam
kegiatan publik. Selain itu yang menjadi salah satu indikator kuat dari masyarakat
cerdas adalah fleksibilitas.

3. Smart Government

Pemerintah berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan memberikan


pelayanan kepada publik. Salah satu hal penting adalah birokrasi transparan dan
terbuka serta tidak menyulitkan masyarakat. Selain itu pemerintah harus
mempunyai strategi dan pandangan politik yang jelas dan bermanfaat untuk
publik.
4. Smart Mobility

Kemudahan akses untuk penduduk di suatu kota menjadi prioritas. Tidak


hanya untuk penduduk, namun juga memberi kemudahan bagi pendatang atau
turis asing yang berkunjung ke kota tersebut. Transportasi juga harus
berkesinambungan, aman dan inovatif.

5. Smart Environment

Dari segi sumber daya alam, smart city harus mempunyai daya tarik
pemandangan yang atraktif dan menarik perhatian. Bebas dari polusi udara
maupun polusi lainnya serta mempunyai sumber daya alam yang
berkesinambungan.

6. Smart Living

Tersedianya fasilitas budaya, fasilitas kesehatan dan pendidikan yang


lengkap dan memadai serta kehidupan sosial yang menyatu.

PEMBAHASAN

Internet bisa dikatakan sudah menjadi bagian dari kehidupan saat ini. Bahkan
dinilai sebagai suatu kebutuhan penting bagi sebagian orang. Terutama dalam
permasalahan informasi dan komunikasi. Segala bentuk informasi baik dari dalam
negeri maupun dari luar negeri dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat dengan
smartphone yang menyediakan fitur-fitur penunjang informasi. Seluruh kejadian yang
masuk akal sampai diluar naral, bermanfaat atau tidak, seketika langsung menuai kata
“viral” bahkan tidak sampai berhari-hari.

Dari internet itulah muncul istilah Smart City. Dimana kota-kota berusaha
melakukan pembangunan dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
pada masalah-masalah prioritas sebagai langkah awal. Beberapa kota besar di
Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang, dan Yogyakarta memiliki
masalah pertambahan penduduk yang signifikan, kemacetan, penumpukan sampah
dan masalah kependudukan lainnya yang memerlukan pemecahan masalah yang tepat.

Konsep Smart City menjadi konsep yang telah dilakukan penyempurnaan-


penyempurnaan dari konsep yang telah berkembang terlebih dahulu. Dengan
menutup kekurangan-kekurangan yang ada dan melakukan pertimbangan terhadap
aspek-aspek yang kemungkinan belum ada pada konsep-konsep berbasis Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) yang telah ada sebelumnya. Pada akhirnya konsep
ini tidak hanya berdasarkan pada pembangunan dan pengelolaan kota dalam dimensi
teknologi, namun juga mencakup dimensi manusia dan dimensi institusional.

Dalam upaya mewujudkan Yogyakarta Smart City, sudah menjadi suatu


keharusan bagi Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengimplementasi e-government.
Tujuan dari implementasi teknologi informasi dan komunikasi di Pemerintah Kota
Yogyakarta yaitu “Terwujudnya e-Government sebagai sarana sistem informasi
pengelolaan Kota Yogyakarta yang handal dalam mendukung pelayanan publik yang
efektif, efisien, transparan, akuntabel dan partisipatif sehingga menjadi Yogyakarta
Smart City” yang tercantum dalam dokumen master plan e-government yang telah
ditetapkan dalam Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 15 Tahun 2015 tentang e-
Government. Road Map tersebut telah disusun oleh Bappeda Kota Yogyakarta pada
tahun 2014 untuk pengembangan e-Government.

Terdapat lima tahap pengembangan E-Government Pemerintah Kota


Yogyakarta menuju Kota Yogyakarta sebagai smart city dalam road map tersebut,
yaitu:

1. Tahap pertama, penguatan infrastruktur jaringan dan pusat data.


2. Tahap kedua, penguatan infrastruktur sistem informasi
3. Tahap ketiga, integrasi data dan pengembangan aplikasi terintegrasi
4. Tahap keempat, data warehouse
5. Tahap kelima, implementasi kebijakan menuju smart city.

Pembahasan kali ini adalah mengenai implementasi kebijakan yang telah


dibuat oleh pemerintah, baik Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta maupun
Pemerintah Kota Yogyakarta. Bagaimana implementasi kebijakan smart government
dalam memberikan pelayanan publik berbasis teknologi kepada masyarakat dalam
rangka mewujudkan Yogyakarta smart city.

Penyediaan Informasi Terintegrasi dalam Aplikasi

1. Aplikasi “Jogja Istimewa”

Sebelum diluncurkan Aplikasi “Jogja Smart Service” telah terlebih dahulu


dilaunchingkan aplikasi ”Jogja Istimewa” oleh Pemerintah Daerah Istimewa
Yogyakarta. Aplikasi “Jogja Istimewa” menjadi salah satu informasi pelayanan yang
dapat digunakan sebagai sistem informasi pelayanan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Aplikasi “Jogja Istimewa” merupakan media informasi Daerah Istimewa Yogyakarta
yang berbentuk digital dan berbasis mobile application. Aplikasi tersebut sebagai
panduan bagi masyarakat dan wisatawan yang secara resmi diluncurkan oleh
Pemerintah Daerah Provinsi Yogyakarta pada tanggal 21 September 2015.

Aplikasi tersebut menggunakan Location-Based Services (LBS) atau dikenal


dengan sistem layanan berbasis lokasi. Sistem pelayanan LBS menggabungkan
antara posisi geografis dari penggunanya dengan proses dari layanan mobile. Tipe
layanan ini menggunakan posisi pada GPS dan merupakan tipe layanan yang akan
selalu memberikan informasi kepada pengguna meskipun pengguna tidak melakukan
permintaan terhadap layanan. Aplikasi “Jogja Istimewa” ini menjadi media interaktif
dan mandiri sesuai dengan perkembangan teknologi terkini dan kebiasaan masyarakat
dalam penggunaan smartphone. Memiliki desain yang menarik, ringkas, dan mudah
digunakan serta dapat digunakan pada smartphone dengan platform android dan
windows, serta iOS yang dalam tahap pengembangan.

Aplikasi tersebut tidak hanya diperuntukkan untuk penduduk Daerah Istimewa


Yogyakarta saja, tetapi juga diperuntukkan bagi wisatawan. Yogyakarta merupakan
salah satu daerah wisata yang membutuhkan teknologi informasi untuk menunjang
sektor wisata. Penggunaan TIK dalam dunia pariwisata karena mampu melakukan
efektifitas dan efisiensi waktu dan biaya sehingga sangat bermanfaat dalam
pengembangan bisnis wisata. Kemajuan teknologi memberikan kemudahan bagi
wisatawan untuk mengetahui informasi tempat wisata. Kualitas dari pelayanan
aplikasi online harus dianalisis dan diperhitungkan dengan maksud untuk memperkuat
dan mengembangkan strategi dalam meningkatkan layanan yang disediakan dan
meningkatkan tingkat kepuasan pengguna. Perlu dikaji bagaimana penyediaan
informasi dalam aplikasi tersebut. Selain itu bagaimana integrasi dari informasi antar
instansi serta bagaimana optimalitas dari pemanfaatan aplikasi tersebut.

Aplikasi “Jogja Istimewa” sebagai aplikasi yang menyediakan informasi di


Kota Yogyakarta memiliki beberapa keunggulan, yaitu :

1. Penyampaian informasi pariwisata dan budaya dapat dilakukan dengan mudah,


akurat, dan termanajemen dengan baik.
2. Sebagai media untuk mempromosikan daerah dalam meningkatkan kunjungan
wisata daerah.
3. Mengurangi penggunaan kertas dalam mempromosikan tempat tujuan wisata dan
budaya daerah sehingga lebih efektif dan efisien.
4. Mengikuti perkembangan kebiasaan dan perilaku pengguna seiring dengan
perkembangan teknologi.
5. Dapat melakukan upgrade aplikasi secara gratis sesuai dengan perkembangan
teknologi terbaru.

Informasi yang terintegrasi pada satu media dapat memberikan kemudahan


bagi masyarakat karena lebih efektif dan efisien. Informasi yang disediakan dalam
aplikasi ini tidak hanya sebatas informasi pariwisata, tetapi juga meliputi seluruh
pelayanan publik seperti kesehatan, budaya, pariwisata, layanan polisi, kesehatan,
bisnis, pendidikan, transportasi, dan pelayanan publik lainnya yang terwujud pada
beberapa fitur.

Terdapat beberapa fitur dalam aplikasi “Jogja Istimewa” yang memberikan


berbagai informasi kepada masyarakat khususnya wisatawan. Fitur-fitur tersebut
diantaranya Fitur Jogja Budaya, Fitur Jogja Wisata, Fitur Jogja Pelayanan Publik,
Fitur Jogja Belajar, Fitur Jogja Bisnis, dan Fitur Jogja Sehat. Selain itu juga terdapat
Fitur Jogja Transportasi, Fitur Jogja Event, Fitur Jogja Galeri, Fitur Jogja 360, dan
Fitur Jogja Streaming.

Fitur Jogja Budaya memberikan informasi terkait peninggalan budaya Daerah


istimewa Yogyakarta dari zaman dahulu, peninggalan alam, dan budaya pada saat ini.
Fitur tersebut terbagi menjadi tiga kelompok informasi, yaitu Yogyakarta Masa
Lampau, Geo Heritage Yogyakarta, dan Yogyakarta Masa Kini. Informasi yang ada
pada fitur ini berupa deskripsi peninggalan budaya, foto, jarak, dan panduan rute
untuk menuju lokasi tentunya jika terkoneksi dengan google map.

Fitur Jogja Wisata menampilkan informasi mengenai wisata, hotel, kuliner,


dan kerajinan. Fitur ini terdiri atas beberapa kelompok informasi yaitu, wisata, hotel,
kuliner, kerajinan, visiting jogja, dan wisata edukasi. Seperti pada fitur lainnya, Fitur
Jogja Wisata menampilkan deskripsi dari masing-masing lokasi, ulasan pengguna,
jarak dan panduan jalan untuk menuju ke lokasi (terkoneksi dengan google map), dan
foto. Deskripsi pada setiap informasi wisata memuat informasi terkait dengan
informasi umum, kontak, alamat, serta jam dan biaya kunjungan.

Fitur Jogja Pelayanan Publik menampilkan informasi kantor-kantor pelayanan


publik di DIY. Informasi pada fitur ini diantaranya kantor pemerintah, kantor polisi,
dan rumah sakit. Informasi kantor pemerintah yang diberikan masih hanya sebatas
kantor pemerintah DIY, belum ada informasi kantor pemerintah kota atau kabupaten.

Fitur Jogja Belajar menyediakan informasi-informasi berkaitan dengan


layanan pendidikan yang ada di Provinsi DIY dari tingkat Universitas (21
Universitas), SMA (26 SMA), SMP (26 SMP), dan SD (24 SD). Fitur ini memberikan
kesempatan kepada pengguna Aplikasi “Jogja Istimewa” untuk dapat memberikan
ulasan, like, dan check in.

Fitur Jogja Bisnis pada Aplikasi “Jogja Istimewa” berisi 9 UKM yang ada di
Provinsi DIY dan dilengkapi dengan Augmented Reality (AR) sehingga pengguna
aplikasi mampu melihat persebaran lokasi UMKM dalam jangkauan maksimal 40 km.
Sedangkan Fitur Jogja Sehat menampilkan informasi pelayanan kesehatan yang ada di
DIY seperti klinik, puskesmas, dan rumah sakit.

Fitur Jogja Transportasi pada Aplikasi “Jogja Istimewa” memberikan


informasi terkait jadwal keberangkatan, jadwal kedatangan, serta rute transportasi
yang ada di Provinsi DIY. Fitur tersebut menyediakan daftar informasi untuk empat
jenis sarana transportasi yaitu pesawat, kereta api (18 rute kereta api untuk kelas
ekonomi, bisnis, dan eksekutif), 16 rute bus, dan 8 rute transjogja.

Fitur Jogja Event berisikan kegiatan atau acara yang sedang digelar di Provinsi
DIY. Fitur Jogja Event ditampilkan dalam bentuk kalender yang sudah ditandai dan
diberikan keterangan acara sekaligus lokasi acara dan penginapan di sekitar acara.
Selanjutnya Fitur Jogja Galeri yang berisi kumpulan foto yang diunggah oleh
pengguna Aplikasi “Jogja Istimewa”. Fitur ini seperti fitur media sosial lainnya
dimana kita dapat memberikan like dan komentar dalam setiap postingan. Selain itu
fitur ini digunakan sebagai media untuk mempromosikan lokasi wisata yang berada di
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Fitur Jogja 360 adalah fitur yang memberikan gambaran secara nyata untuk
suatu lokasi seperti tampilan pada google street view. Dimana dalam fitur ini
pengguna dapat melihat suatu lokasi secara 360 derajat yang tampak seperti aslinya.
Sedangkan Fitur Jogja Streaming memberikan informasi untuk mengakses Jogja TV
dan Jogja CCTV secara online dan real time. Fitur ini merupakan fitur yang paling
banyak digunakan oleh pengguna Aplikasi “Jogja Istimewa” karena memberikan
Informasi secara real time. Siaran yang diliput dan dipublikasikan oleh pemerintah
DIY adalah Dinas Komunikasi dan Informatika DIY dengan siaran-siaran informasi
seputar DIY.

Terwujudnya integrasi informasi pada Aplikasi “Jogja Istimewa” karena


adanya partisipasi pemerintah dalam penyusunannya. Memang belum semua instansi
berpartipasi secara aktif dalam penyusunan dan pelaksanaan aplikasi. Tetapi sudah
terdapat tiga instansi yang berpartisipasi secara aktif dalam penyusunan pelayanan
publik terintegrasi, yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Komunikasi
dan Informatika. Diharapkan adanya pengembangan lebih lanjut pada updating
informasi secara berkala terhadap Informasi terintegrasi sebagai wujud pelayanan
publik ke masyarakat dan peningkatan partisipasi seluruh instansi dan masyarakat
dalam pengembangan aplikasi.

2. Aplikasi “Jogja Smart Service”

Pada tahun 2018, Kota Yogyakarta terpilih menjadi salah satu Kota yang akan
melaksanakan program Gerakan Menuju 100 Smart City bersama 24 Kota atau
Kabupaten lainnya di Indonesia. Dalam RPJMD 2017-2022, Kota Yogyakarta
mempunyai konsep Smart City yang mengacu pada inovasi-inovasi dalam bidang
teknologi informasi dan komunikasi yang memberikan manfaat serta kemudahan
dalam pelayanan kepada masyarakat.

Smart City Kota Yogyakarta disetujui dengan istilah Jogja Smart Service.
Untuk itu Walikota telah menetapkan Dewan dan Tim Pelaksana Smart City untuk
menyusun dan melaksanakan Master Plan Smart City Kota Yogyakarta. Selain itu
juga menetapkan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta
sebagai penanggungjawab dalam program kerja sesuai dengan amanah RPJMD.

Aplikasi “Jogja Smart Service” atau disingkat JJS, diluncurkan pada tanggal 7
Juni 2018 oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, tepat pada saat Hari
Ulang Tahun Pemerintah Kota Yogyakarta yang ke-71. Jogja Smart Service
menyatukan berbagai layanan publik dalam konsep satu pintu, yakni berupa daftar
layanan Pemerintah Kota. Dimana pelayanan publik tersebut dapat diakses secara
langsung oleh masyarakat dengan mengedepankan pelayanan mandiri. Sehingga tidak
perlu menggunakan berbagai media untuk aksesnya. Inovasi ini memiliki tujuan untuk
memberikan respon secara cepat kepada masyarakat, mulai dari penyampaian
keluhan, permohonan perizinan, sampai layanan kegawatdaruratan. Aplikasi ini dapat
diunduh melalui Play Store yang terdapat pada sistem operasi Android.

Aplikasi berbasis Single Window dan Single Sign In ini tidak hanya
diperuntukkan bagi warga Kota Yogyakarta saja, melainkan dapat digunakan oleh
warga yang berasal dari luar Kota Yogyakarta. Cara menggunakannya cukup mudah
yaitu , masyarakat cukup login menggunakan nomor NIK untuk mengakses seluruh
layanan yang disediakan Pemerintah Kota Yogyakarta. Jika belum terdaftar, maka
harus terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan aktivasi akun melalui email yang
dikirimkan untuk dapat mengakses aplikasi “Jogja Smart Service”.
Layanan JJS ini sudah terintegrasi dengan seluruh Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang siap melayani dan
merespon segala bentuk aduan dari masyarakat.Terdapat lebih dari 20 fitur dalam
aplikasi “Jogja Smart Service” yang terbagi ke dalam 5 layanan, yaitu :

1. Kedaruratan

Fitur ini dirancang khusus untuk melaporkan kejadian-kejadian di


seputaran Kota Jogja, yang bersifat darurat dan membutuhkan penanganan segera
seperti kecelakaan, penyelamatan jiwa, hingga kebakaran. Dalam aplikasi ini
sudah dilengkapi peta sehingga lokasi kejadian dapat terbaca dengan mudah.

2. Informasi dan Pengaduan

Layanan ini adalah kelanjutan dari aplikasi Unit Pelayanan Informasi dan
Keluhan (UPIK) yang sudah lebih dulu dihadirkan oleh Pemerintah Kota
Yogyakarta untuk menampung pendapat, saran, dan aduan masyarakat melalui
SMS (Short Message Service). Namun meskipun sudah ada aplikasi JSS, segala
bentuk pengaduan yang disampaikan melalui UPIK masih tetap dilayani.

3. Layanan Umum

Fitur ini dapat digunakan oleh pengguna JSS untuk pelayanan yang
bersifat administrasi kependudukan, seperti pelayanan pendaftaran di Kelurahan
dan Kecamatan secara online, informasi terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),
serta informasi penerimaan peserta didik baru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah
Menengah Pertama (SMP) di Kota Yogyakarta.

4. Layanan Data dan Informasi

Fitur ini memuat data dan informasi yang akurat seputar Kota Yogyakarta,
yang dinilai sering menjadi topik dan pembahasan utama warga. Mulai dari
lowongan pekerjaan, event wisata, hingga permasalahan yang sering diunggah di
masyarakat, yaitu harga bahan pokok.

5. Mitra Pemerintah Kota


Melalui fitur ini pengguna JSS bisa mendapatkan informasi secara online
dari beberapa organisasi atau lembaga yang menjadi mitra Pemerintah Kota
Yogyakarta, seperti layanan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), informasi
tagihan rekening air PDAM TIRTAMARTA, sampai informasi terkait
ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI).

Pemanfaatan Aplikasi “Jogja Istimewa” dan Aplikasi “Jogja Smart Service”

Aplikasi “Jogja Istimewa” telah diunggah pada tanggal 21 September 2015.


Peningkatan pada awal tahun cukup signifikan karena awal tahun merupakan musim
liburan sekolah, sehingga pemanfaatan aplikasi sebagai pemandu wisata lebih tinggi
dibandingkan dengan hari-hari biasa. Total pengguna Aplikasi “Jogja Istimewa” rata-
rata sejak awal unggahan sampai tahun 2017 sebesar 97 pengguna. Sedangkan total
unduhan dari awal unggahan hingga bulan Desember 2018 berjumlah sekitar kurang
lebih 50.000 unduhan. Pengguna aplikasi ini didominasi oleh pengguna dari
Indonesia.

Gambar 1. Grafik Unduhan Aplikasi “Jogja Istimewa” Sejak 21 September 2015

Sumber: PT. Gamatechno Indonesia

Tabel 1. Rata-rata Pemanfaatan Pengguna Per Hari Sejak 21 September 2015

Sumber: PT. Gamatechno Indonesia

Dari tabel 1 dapat diketahui bahwa rata-rata waktu yang digunakan pengguna
dalam mengakses aplikasi selama 2 menit 45 detik dengan total pemanfaatan dalam
kurun waktu sejak unggahan awal sampai Bulan September 2017 adalah selama
325.678 menit.
Gambar 2. Grafik Unduhan Aplikasi “Jogja Istimewa” Sejak 21 September 2015

Sumber: PT. Gamatechno Indonesia

Gambar 2 menunjukkan bahwa Aplikasi “Jogja Istimewa” meraih respon


positif dengan persentase 77.6% dari keseluruhan pengguna yang ditunjukkan.
Respon positif ini menunjukkan bahwa darin pengguna ada penerimaan positif
terhadap keberadaan dan informasi yang ada dalam Aplikasi “Jogja Istimewa”.
Sedikit pengguna yang memberikan nilai jelek terhadap Aplikasi “Jogja Istimewa”
menunjukkan bahwa Respon negatif terhadap aplikasi tersebut sangat sedikit.

Gambar 3. Diagram Pengetahuan Responden Terhadap Aplikasi “Jogja Istimewa”

Sumber : Majalah Geografi Indonesia, Vol. 32, No. 1, Maret 2018 : 14 – 23

Pada gambar 3, penelitian yang yang telah dilakukan oleh Rini Rachmawati
dkk, menunjukkan bahwa terdapat 92% responden tidak mengetahui adanya Aplikasi
“Jogja Istimewa”. Sedangkan responden yang mengetahui adanya Aplikasi “Jogja
Istimewa” sebesar 8%. Informasi yang diperoleh responden tentang Aplikasi “Jogja
Istimewa” berasal dari teman atau relasi, media sosial berupa facebook, instagram,
dan televisi. Selain itu juga berasal dari media cetak seperti Radar Jogja dan Tempo.
Alasan yang disebutkan oleh responden yang tidak mengetahui adanya Aplikasi
“Jogja Istimewa” adalah karena belum menerimanya sosialisasi dan informasi tentang
Aplikasi “Jogja Istimewa”.
Gambar 4. Diagram Pemanfaatan Aplikasi “Jogja Istimewa”

Sumber : Majalah Geografi Indonesia, Vol. 32, No. 1, Maret 2018 : 14 - 23

Berdasarkan Gambar 3, dapat diketahui bahwa dari 8% responden yang


mengetahui, 100% tidak memanfaatkan Aplikasi “Jogja Istimewa”. Responden belum
memanfaatkan Aplikasi “Jogja Istimewa” karena merasa belum membutuhkan dan
telah mengetahui informasi Daerah Istimewa Yogyakarta secara individu maupun
berasal dari teman atau relasi. Informasi melalui sosial media, televisi, dan kerabat
masih dianggap menjadi sebuah media informasi yang mudah dijangkau oleh
masyarakat. Terdapat perbedaan data unduhan (Gambar 1) dan pemanfaatan (Gambar
4) dengan hasil sampel di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa hanya kalangan
tertentu yang mengetahui dan aktif menggunakan Aplikasi “Jogja Istimewa”.
Rendahnya pemanfaatan aplikasi tidak hanya dikalangan masyarakat dan wisatawan
saja, melainkan kalangan pemerintah juga. Pemanfaatan aplikasi oleh instansi ataupun
lembaga di Daerah Istimewa Yogyakarta masih hanya sebatas pemanfaatan pribadi,
belum ada pemanfaatan aplikasi dalam bentuk kegiatan instansi.

Belum adanya sosialisasi Dinas Komunikasi dan Informatika ke instansi-


instansi menjadi salah satu alasan mengapa belum diadakan pemanfaatan aplikasi oleh
instansi. Pemanfaatan aplikasi secara pribadi menjadi manfaat karena terdapat
informasi pariwisata dan CCTV. Sedangkan pemanfaatan oleh Forum Jogja IT berupa
pengawalan untuk pengembangan suatu proyek. Seorang Informan, yakni Relawan
TIK, mengatakan bahwa selama ini mereka memanfaatkan aplikasi tersebut hanya
untuk kebutuhan wisat. Hal ini karena didalam aplikasi tersebut banyak memuat
informasi mengenai pariwisata sehingga banyak membantu mendapatkan informasi.
Dibanding bertanya dengan orang lain, mereka lebih nyaman menggunakan aplikasi
tersebut.

Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang keberadaan Aplikasi “Jogja


Istimewa” menunjukkan bahwa perlu diadakan perbaikan sosialisasi untuk
mengenalkan aplikasi tersebut kepada masyarakat, khususnya di Yogyakarta.
Pengenalan aplikasi tidak hanya dilakukan kepada masyarakat saja sebagai sasaran,
namun juga pihak pemerintah secara keseluruhan. Pemerintah juga perlu mengenal
aplikasi ini dengan tujuan agar pemanfaatan dan pengembangannya optimal.
Pengenalan aplikasi dapat dilakukan dengan berbagai strategi, seperti melalui media
cetak, media sosial, maupun melaui media televisi. Perencanaan yang matang untuk
melakukan sosialisasi perlu dilakukan untuk menentukan sasaran dan strategi
sosialisasi. Hal ini dikarenakan setiap sasaran memiliki perbedaan strategi atau
pendekatan yang berbeda pula.

Sosialisasi pertama dilakukan ke dinas-dinas sebagai sasarannya. Sosialisasi


dapat dilakukan melalui forum-forum pertemuan untuk mengulas seluas luasnya.
Kemudian sosialisasi kedua dilakukan dengan masyarakat sebagai sasaran utamanya.
Selain melalui media televisi, media koran, atau yang lainnya, sosialisasi dapat
disampaikan melalui surat kabar atau di media- media lain seperti baliho, spanduk,
dan poster yang menjelaskan tentang aplikasi ini.

Sedangkan pada aplikasi pelayanan publik Pemerintah Kota Yogyakarta yaitu


Aplikasi “Jogja Smart Service”, masyarakat berpendapat bahwa aplikasi tersebut
bukan hanya sekadar aplikasi yang menghubungkan tautan Organisasi Perangkat
Daerah (OPD). Namun memberikan pelayanan yang mudah diakses masyarakat
dimana sudah mencakup semua pelayanan dari tingkat kelurahan sampai tingkat
dinas. Adanya JJS merupakan bentuk keinginan kuat dari Pemerintah Kota Jogja
untuk terus melakukan perbaikan pelayanan kepada masyarakat serta mengikuti
perkembangan teknologi. Dari awal aplikasi ini diunggah pada 2 Juni 2018 sampai
saait ini terhitung sekitar kurang lebih 10.000 pengguna. Dan aplikasi tersebut baru
saja diupgrade atau dikembangkan pada 10 Desember 2018.

“Jogja Smart Service” juga memberikan pelayanan dasar bagi warga, seperti
pengurusan pencatatan sipil. Saat ini masyarakat tidak perlu lagi untuk mendatangi
satu per satu instansi, dari kelurahan, ke kecamatan, kemudian ke kantor Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dengan adanya Aplikasi JSS, formulir online itu
akan berjalan sendiri mulai dari kelurahan, kecamatan, sampai dengan Disdukcapil.
Seperti konsep pesan antar, masyarakat hanya tinggal menunggu notifikasi bahwa
surat yang sedang diurus tersebut sudah selesai. Kemudian surat tersebut dapat di
ambil di kelurahan.

Aplikasi “Jogja Smart Service” ini seperti halnya aplikasi ojek online. Dimana
didalamnya terdapat dua pengguna aktif, yaitu masyarakat sebagai kosumen dan
pemerintah sebagai pengojek yang dalam hal ini sebagai penyedia layanan. Ketika
aplikasi tersebut selesai diunduh dan masyarakat sudah melakukan pendaftaran atau
log in, maka secara otomatis aplikasi tersebut langsung terhubung dengan OPD
terkait. OPD merupakan elemen pusat dalam pengoperasionalan JSS karena fungsi
pelayanan dan tindak lanjut ada di OPD, berbeda dengan UPIK yang selama ini hanya
digerakkan oleh operator.

Sebelum meluncurkan Aplikasi “Jogja Smart service” Dinas Komunikasi,


Informatika, dan Persandian (Kominfosandi) Kota Yogyakarta selaku Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) yang mengampu pengembangan aplikasi Jogja Smart
Service (JSS), melakukan sosialiasi mengenai aplikasi JSS kepada seluruh OPD di
lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Sasaran sosialisasi tersebut adalah operator
UPIK dengan maksud agar operator UPIK yang selama ini terbiasa dengan aplikasi
UPIK konvensional yang berbasis web dapat segera menyesuaikan diri dengan
layanan informasi dan aduan berbasis android di Aplikasi JSS. Sosialisasi tersebut
dilakukan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 30 dan 31 Mei 2018 dan bertempat di
Lab Komputer Lantai 2 Dinas Kominfosandi.

Dari pertama kali aplikasi tersebut diunggah sampai Agustus 2018, telah
tercatat 145 aduan dan laporan yang masuk. Laporan terbanyak yang menduduki
peringkat terbanyak adalah Penerangan jalan Umum (PJU), selanjutnya Traffic Light,
lalu Pelanggaran Parkir. Garis alur pelaporannya yaitu pelapor melaporkan dengan
menyertakan bukti foto dan kemudian akan diterima oleh admin. Admin akan
mengolah data yang masuk kemudian menentukan apakah kategori laporan sudah
sesuai dengan modul yang benar. Apabila tidak sesuai maka laporan akan ditolak. Jika
laporan benar atau sesuai, maka laporan masuk akan diterima di bagian
pengembangan dan dinas terkait yang memiliki kewenangan terhadap apa yang
diadukan. Misalnya layanan gawat darurat terkait kebakaran, maka tim dari Dinas
Kebakaran di Kota Yogyakarta yang memberikan direspon atau tindakan lebih lanjut.
Berdasarkan SOP, dari laporan masuk hingga diberikan respon maksimal dua jam.
Berapa lama waktu penanganan tergantung dari kondisi yang dilaporkan.

Meskipun aplikasi tersebut sudah dinilai efektif dmasih ada beberapn efisien,
namun masih perlu dilakukan peningkatan untuk membuat layanan menjadi semakin
baik. Peningkatan layanan tersebut diantaranya terkait dengan masih adanya sejumlah
persyaratan yang harus diproses secara manual. Sebagai contoh, surat pengantar dari
RT dan RW perlu dilakukan perbaikan sehingga memungkinkan seluruh layanan bisa
diakses secara online. Pemerintah Kota Yogyakarta menerbitkan Peraturan Walikota
Nomor 33 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kelurahan dan Kecamatan Berbasis
Elektronik. Peraturan tersebut menjadi dasar hukum dalam pemberian pelayanan
secara online baik ditingkat kelurahan maupun ditingkat kecamatan.

Ruang lingkup pelayanan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi di


kelurahan dan kecamatan meliputi pelayanan perizinan dan non perizinan. Jenis
pelayanan perizinan yang bisa dilayani secara online di kecamatan disesuaikan
dengan kewenangan yang dimiliki oleh wilayah itu sendiri. seperti izin untuk
mendirikan bangunan, izin penggunaan aset, izin reklame, izin mendirikan usaha
mikro, izin ruang terbuka hijau publik, izin penyelenggaraan pondokan, izin PKL, izin
parkir tidak tetap dan izin pemakaman. Sedangkan jenis pelayanan yang masuk ke
dalam kategori non perizinan yaitu pemberian rekomendasi dan bentuk pelayanan
administrasi lainnya. Surat keterangan kelahiran dan surat keterangan kematian, surat
keterangan nikah dan rujuk, serta surat keterangan cerai atau talak merupakan
layanan bersifat non perizinan yang bisa dilayani di kelurahan. Setiap kelurahan dan
kecamatan telah memiliki seksi pelayanan yang akan bertugas untuk memberikan
layanan secara online kepada masyarakat.

Respon masyarakat terhadap adanya Aplikasi “Jogja Smart Service” cukup


baik. Dilihat dari review berupa pemberian rate pada aplikasi yang mencapai bintang
4,4. Selain itu tanggapan pada kolom komentar dari masyarakat dalam play store yang
menunjukkan bahwa mereka cukup terbantu dengan adanya aplikasi tersebut. Tidak
lagi kesusahan dan berbelit-belit dalam mengurus perizinan dan sebagainya. Namun
ada beberapa pengguna yang berkomentar bahwa sering terjadi gangguan ketika akan
mengirimkan aduan. Selain itu ada yang mengatakan bahwa laporan permintaan untuk
penggantian Kartu Tanda Penduduk tidak mendapatkan respon, bahkan ditolak.

Masyarakat yang mengunduh dan memanfaatkan aplikasi JSS masih minim.


Hal ini disebabkan karena aplikasi tersebut baru beberapa bulan lau diluncurkan. Oleh
karena itu diharapkan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta untuk meningkatkan
sosialisasi terkait layanan aplikasi JSS kepada masyarakat. Sosialisasi dapat dilakukan
melalui media yang berbasis internet seperti media sosial, atau media cetak seperti
surat kabar.

KESIMPULAN

Aplikasi “Jogja Istimewa” dan “Jogja Smart Service” merupakan


implementasi dari smart government yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah
Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam rangka menuju
Yogyakarta Smart City. Dimana dua aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang
memiliki informasi dan layanan yang terintegrasi untuk mendukung kegiatan
masyarakat sebagai bentuk pelayanan publik. Informasi dan layanan yang disediakan
tidak sekedar deskripsi. Melainkan terdapat wujud visual yang terintegrasi dengan
ruang dan lokasi yang terwujud dengan adanya peta dan augmented reality untuk
menunjukkan lokasi informasi.
Aplikasi “Jogja Istimewa” memuat informasi-informasi mengenai pariwisata
di Yogyakarta. Dimana aplikasi tersebut dapat diakses oleh para wisatawan baik lokal
maupun luar kota. Sedangkan di dalam Aplikasi “Jogja Smart Service” berisi fitur-
fitur yang memiliki tujuan utama untuk memudahkan pemberian pelayanan kepada
publik. Melalui apikasi tersebut masyarakat dapat menyampaikan keluhan, aduan, dan
laporan secara online dalam desain satu pintu. Dimana dalam aplikasi tersebut sudah
tersambung secara otomatis dengan Ogranisasi Perangkat Derah (OPD). Dan setiap
OPD sudah mendapat tugas dan fungsi masing-masing serta memiliki kewenangan
masing-masing untuk menangani laporan atau aduan masyarakat.
Penggunaan dari dua aplikasi tersebut cukup mudah dan singkat. Tanggapan
masyarakat terkait dua aplikasi tersebut cukup baik. Terlihat dari tingkat pengguna
yang kian meningkat setiap tahun dan review positif yang mereka sampaikan dalam
kolom komentar di play store. Pemanfaatan dua aplikasi tersebut melalui pemantauan
sistem sudah menununjukkan adanya pemanfaatan yang baik. Terlebih untuk Aplikasi
”Jogja Istimewa” dengan jangkauan pengguna sampai dengan di luar wilayah DI
Yogyakarta. Meskipun demikian, disisi lain hasil survei menunjukkan bhawa masih
belum optimalnya pemanfaatan oleh masyarakat dan wisatawan. Hal ini dikarenakan
banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya aplikasi tersebut. Selain itu juga
Aplikasi “Jogja Smart Service” masih belum lama diluncurkan. Sosialisasi sangat
perlu dikembangkan dengan cara menentukan sasaran dan strategi yang tepat. Selain
melalui media cetak atau elektronik, sosialisasi dapat juga dilakukan dengan
pemasangan banner pada objek wisata, hotel, stasiun, bandara, dan tempat-tempat
lainnya yang menjadi pusat keramaian Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan keberadaan dan
pemanfaatan Aplikasi ”Jogja Istimewa” dan Aplikasi “Jogja Smart Service”

DAFTAR PUSTAKA

PEMERINTAH, I. (2015). KAJIAN INVENTARISASI ASET TEKNOLOGI


INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI. Jurnal Penelitian dan Pengembangan
Komunikasi dan Informatika, 6(1).

Bitjoli, B. E., Rindengan, Y. D. Y., & Karouw, S. (2017). ANALISA KESIAPAN


KOTA CERDAS (STUDI KASUS: PEMERINTAH KOTA MANADO). JURNAL
TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS SAM RATULANGI, 12(1).

Andriariza, Y. (2014). Analisis Penerapan E-Government Di Kabupaten Sragen


Analysis Of Application Of E-Government In The District. Jakarta Pusat, 3(1).

Rachmawati, R., Ramadhan, E. R., & Rohmah, A. A. (2018). Aplikasi Smart Province
“Jogja Istimewa”: Penyediaan Informasi Terintegrasi dan Pemanfaatannya. Majalah
Geografi Indonesia, 32(1).

Zanella, A., Bui, N., Castellani, A., Vangelista, L., & Zorzi, M. (2014). Internet of
things for smart cities. IEEE Internet of Things journal, 1(1), 22-32.

Insani, P. A. (2017). Mewujudkan Kota Responsif Melalui Smart City. PUBLISIA


(Jurnal Ilmu Administrasi Publik), 2(1), 25-31.

Shinta Esabella, S. T., & TI, M. Menuju Konsep Smart City.

Prabowo, D. (2015). Website E-Commerce Menggunakan Model View Controller


(MVC) Dengan Framework Codeigniter Studi Kasus: Toko Miniatur. Data
Manajemen dan Teknologi Informasi (DASI), 16(1), 23.

UGM, T. P. (2016). Road Map Kota Yogyakarta Menuju Smart City. Jurnal Online
Universitas Gajah Mada.

Kominfo sandi. (2018). Siap Luncurkan JSS, Kominfo Lakukan Sosialisasi Internal.
Retrived from https://kominfo.jogjakota.go.id/detail/index/16 diakses pada 22
December 2018 pukul 16.10 WIB

Radar Jogja. (2018). Permudah Layanan, Ada Aplikasi Jogja Smart Service. Retrived
from https://www.radarjogja.co.id/2018/06/07/permudah-layanan-ada-aplikasi-
jogja-smart-service/ diakses pada 22 December 2018 pukul 13.17 WIB
Harian Merapi. (2018). Keluhan Parkir Dominasi Aduan Lewat Aplikasi JSS.
Retrived from https://www.harianmerapi.com/news/2018/06/20/21275/keluhan-
parkir-dominasi-aduan-lewat-aplikasi-jss diakses pada 22 December 2018 pukul
13.55 WIB

Harian Merapi. (2018). “Jogja Smart Service”, Inovasi Pelayanan Berbasis


Teknologi. Retrived from https://milesia.id/2018/10/08/jogja-smart-service-inovasi-
pelayanan-berbasis-teknologi/ diakses pada 22 December 2018 pukul 13.27 WIB

Harian Merapi. (2018). Pelayanan Kelurahan-Kecamatan Bisa Diakses Lewat JSS.


Retrived from https://www.harianmerapi.com/news/2018/07/04/23290/pelayanan-
kelurahan-kecamatan-bisa-diakses-lewat-jss diakses pada 22 December 2018
pukul 13.10 WIB

Harian Merapi. (2018). Gawat Darurat, Pencet Aplikasi Jogja Smart Service.
Retrived from https://www.harianmerapi.com/news/2018/06/08/19750/gawat-
darurat-pencet-aplikasi-jogja-smart-service diakses pada 22 December 2018 pukul
15.00 WIB

Trida C. D (2018). Aplikasi Jogja Siap Solusi Siaga Respon Aduan Warga. Retrived
from https://gudeg.net/read/11030/aplikasi-jogja-siap-solusi-siaga-respon-aduan-
warga.html diakses pada 22 December 2018 pukul 15.20 WIB

View publication stats