Anda di halaman 1dari 4

PETUNJUK TEKNIS

SOSIALISASI APOTEKER AGENT OF CHANGE (AoC) DAN


SOSIALISASI GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN OBAT
(GEMA CERMAT) KEPADA MASYARAKAT TAHUN 2018

A. TUJUAN
1. Tersosialisasinya penggunaan obat secara benar pada masyarakat dalam rangka
Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) sehingga dapat
meningkatkan penggunaan obat rasional pada masyarakat.
2. Terlaksananya GeMa CerMat di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota melibatkan lintas
sektor dan masyarakat.
3. Terwujudnya peran serta apoteker sebagai penggerak dan pendidik dalam edukasi dan
penyebaran informasi tentang penggunaan obat yang benar pada masyarakat.
B. PERSIAPAN
1. PELAKSANA
a. Pusat
Narasumber (DPR/pakar/IAI) 1 orang, Narasumber Kemenkes 2 orang, pejabat dan
staf Direktorat Pelayanan Kefarmasian serta TA anggota DPR (jika ada) 7 orang.
b. Provinsi
Terdiri dari 2 orang pejabat dan staf Dinkes Provinsi yang menangani bidang
Kefarmasian.
c. Kabupaten / Kota
Terdiri dari 3 orang pejabat dan staf Dinkes Kabupaten/Kota yang menangani bidang
Kefarmasian.
2. PESERTA
a. Organisasi Profesi
Organisasi Profesi terdiri dari anggota PD/PC IAI dan organisasi profesi lain yang
terkait seperti IDI, IBI, PPNI, PAFI.
b. Apoteker Agent of Change
Terdiri dari: 30 orang apoteker terpilih di kabupaten/kota setempat sesuai dengan
kriteria. Peserta tambahan dari kab/kota lain (apoteker atau pengurus IAI) dapat
mengikuti kegiatan dengan biaya sendiri dan berkoordinasi dengan Dinkes kab/kota.
Agent of Change GeMa CerMat adalah apoteker yang memiliki komitmen dan
kemampuan mempengaruhi perilaku masyarakat dan tenaga kesehatan dalam
rangka pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan penggunaan obat secara
rasional.
Pemilihan apoteker Agent of change
Seleksi oleh Dinkes kab/kota dan PC IAI untuk apoteker yang berpraktek di Apotek /
Puskesmas / Klinik sesuai dengan kriteria.
Kriteria Agent of Change:
1) Berpraktek di apotek / klinik / puskesmas, memiliki SIPA dan SIA, diprioritaskan
memiliki apotek sendiri.
2) Aktif melaksanakan pengabdian pada masyarakat (seperti bakti sosial,
pengobatan gratis, penyuluhan/promosi kesehatan-CBIA-DAGUSIBU) dan
dibuktikan dengan sertifikat dan dokumentasi pendukung.
3) Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik public speaking), memiliki jiwa
edukatif, mempunyai keinginan untuk selalu belajar (long life learner).
4) Mempunyai program/kegiatan inovatif dalam meningkatkan eksistensi apoteker di
masyarakat (misalnya pengembangan software pelayanan kefarmasian bagi
apoteker yang praktik di apotek).
5) Berhasil mengelola dan memberikan pelayanan kefarmasian dengan baik di
apotek/klinik/PKM termasuk melaksanakan PIO, konseling, homecare yang
terdokumentasi terhadap masyarakat di sekitar.
c. Masyarakat
Peserta masyarakat merupakan perwakilan organisasi / kelompok masyarakat atau
kader terpilih seperti :
1) Kader Posyandu
2) Dharma Wanita
3) Tim Penggerak PKK Kab/kota
4) Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) / organisasi kewanitaan lainnya
5) Paguyuban atau kelompok pengajian
6) Saka Bakti Husada atau organisasi kepemudaan lainnya
7) Blogger atau jurnalis lokal
8) Organisasi masyarakat lainnya
Jumlah peserta : 300 orang (sudah termasuk AoC).
3. NARASUMBER
a. NARASUMBER NON KEMENKES
Terdiri dari 1 orang Narasumber, yaitu salah satu dari :
1) Anggota DPR
sesuai dengan daerah pemilihan untuk masing-masing kab/kota.
2) Pakar
yaitu praktisi atau akademisi yang terkait dengan penggunaan obat rasional.
3) Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)
yaitu Ketua Umum PP IAI atau pengurus yang ditunjuk
b. NARASUMBER KEMENKES
Narasumber Kemenkes 2 orang terdiri dari :
1) Pejabat Eselon II/III
Yaitu Direktur Pelayanan Kefarmasian atau Eselon III Direktur Pelayanan
Kefarmasian
2) Pejabat Eselon IV
Yaitu Eselon IV Direktur Pelayanan Kefarmasian.
4. PERSIAPAN DINAS KESEHATAN
a. Tempat Pertemuan (Biaya APBN)
Gedung atau ruang pertemuan (aula) dengan kapasitas yang memadai, disediakan
biaya sewa gedung/ruang pertemuan sesuai dengan pagu untuk masing-masing
provinsi.
b. LCD (Biaya APBN)
c. Penginapan (Biaya APBN)
Disediakan untuk Petugas Pusat dan Dinkes Provinsi. Peserta tidak disediakan
penginapan.
d. Transportasi (Biaya APBN)
Transportasi selama pelaksanaan acara (3 hari) sebanyak 2 unit.
e. Konsumsi (Biaya APBN)
Konsumsi dibiayai dari APBN untuk 2 hari pada saat hari Sosialisasi Apoteker AoC
(1 kali snack) dan pertemuan sosialisasi kepada masyarakat(1 kali makan siang dan
1 kali snack)) dan penyiapannya dibantu oleh Dinkes Kab/Kota.
Kebutuhan konsumsi di luar itu tidak disiapkan oleh Panitia Pusat.
f. Sosialisasi Apoteker Agent of Change (AoC) (Biaya APBN)
Apoteker yang telah dipilih sebagai Agent of Change (AoC) diberikan pembekalan
sehari sebelum kegiatan pertemuan dengan masyarakat. Materi yang diberikan
adalah Strategi Pelaksanaan GeMa CerMat, Edukasi kepada Masyarakat, Standar
Pelayanan Kefarmasian dan Teknik Komunikasi dan Membangun Komunitas.

5. SKP BAGI PESERTA APOTEKER AGENT OF CHANGE


a. SKP diberikan oleh PP IAI.
b. Sertifikat disiapkan oleh Panitia Pusat.

6. PUBLIKASI
a. Tujuan publikasi: untuk mempromosikan kegiatan Sosialisasi GeMa CerMat pada
khususnya dan kegiatan Dinas Kesehatan pada umumnya.
b. Media yang digunakan : media cetak dan media elektronik (lokal).
c. Publikasi kegiatan dilakukan sebelum dan setelah kegiatan sosialisasi melalui
berbagai media lokal di provinsi dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan setempat.
d. Publikasi melalui media sosial dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan melalui
Facebook, Instagram, Twiter dan Website Ditjen Kefarmasian dan Alkes.
e. Biaya publikasi tidak disediakan dari APBN.

C. PERLENGKAPAN
1. Seminar Kit (Disiapkan oleh Pusat)
2. Spanduk
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
Waktu Kegiatan Keterangan
Hari I 1. Kedatangan Petugas Kementerian Kesehatan di Dinkes
Ibukota Provinsi dan langsung menuju Prov/Kab/Kota
Kabupaten/Kota tempat pelaksanaan kegiatan. memilih Apoteker
2. Panitia Pusat melakukan koordinasi dengan Dinas AoC sesuai
Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk dengan kriteria
teknis pelaksanaan kegiatan.
3. Sosialisasi Apoteker Agent of Change dengan
Narasumber dari Pusat.
Hari II 1. Pembukaan secara resmi oleh Bupati / Walikota Dinkes
bersama Narasumber Pusat, Kepala Dinkes Prov/Kab/Kota
Provinsi dan Dinkes Kabupaten/Kota. menyiapkan
2. Pencanangan GeMa CerMat di tingkat secara teknis
Provinsi/Kab/Kota jika memungkinkan oleh Kepala Seremonial
Daerah atau Kepala Dinkes setempat. Pembukaan
3. Pre test bagi peserta masyarakat Sosialisasi
4. Presentasi Materi GeMa CerMat
a. Anggota DPR / Pakar / PP IAI
b. Pejabat Eselon II / III Kemenkes
5. Edukasi masyarakat secara interaktif tentang
Penggunaan Obat Rasional (Eselon IV Kemenkes,
Dinkes Kab/Kota dan AoC) Dipimpin oleh
6. Post test bagi peserta masyarakat Kadinkes
7. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut Kab/Kota
Hari III 1. Monitoring dan Evaluasi pada Fasyankes (Rumah Kunjungan pada
Sakit, PKM, Apotek) dalam rangka Capaian Fasyankes (RS,
Indikator Pelayanan Kefarmasian Sesuai Standar PKM, Apotek)
dan Penggunaan Obat Rasional (POR)
2. Kepulangan petugas pusat

E. TINDAK LANJUT DAN PELAPORAN


1. Dinkes Provinsi menindaklanjuti kegiatan sosialisasi dan edukasi masyarakat serta
membangun jejaring lintas sektor di tingkat provinsi.
2. Dinkes Kabupaten/Kota menindaklanjuti kegiatan sosialisasi dan edukasi masyarakat
serta membangun jejaring lintas sektor di tingkat kabupaten/kota.
3. Apoteker AoC menindaklanjuti kegiatan edukasi masyarakat serta membangun jejaring
dengan organisasi/lembaga di wilayah sekitar apotek / puskesmas / klinik atau instansi.
4. Monitoring hasil pelaksanaan kegiatan melalui laporan dari Dinkes Kabupaten/Kota
kepada Dinkes Provinsi dan Direktorat Pelayanan Kefarmasian atau dari PC IAI ke PD
IAI.
5. Evaluasi hasil pelaksanaan sosialisasi di kabupaten/kota.
6. Setiap Apoteker Agent of Change dan Dinkes Kabupaten/Kota yang telah dilaksanakan
sosialisasi akan dilakukan penilaian dan evaluasi untuk diberikan reward tahun 2018.