Anda di halaman 1dari 5

REVIEW: PERBANDINGAN UJI KEAMANANANTARA

BAWANG PUTIH LANANG DAN BAWANG HITAM LANANG

Ellen Stephanie Rumaseuw, S. Farm., Apt*


Dr. Yoppi Iskandar, M. Si., Apt.*, Dr. Eli Halimah, M. Si., Apt.*,
***STIKes Santo Borromeus
JL. Parahyangan Kav.8 Blok B No.1 Kota Baru Parahyangan, Kec. Padalarangan
Kab. Bandung Barat, Jawa Barat 40558
Email: rumaseuwellen@gmail.com

ABSTRAK
Pemanfaatan bawang hitam sebagai obat herbal dapat dipergunakan dalam pelayanan kesehatan apabila dapat
dipertanggungjawabkan tingkat efektivitas dan toksisitasnya dengan diperlengkapi bukti secara empiris,
prakilinik dan klinik. Bawang putih lanang adalah bawang putih tunggal yang hanya terdiri dari satu siung
saja. Bawang hitam adalah salah satu produk olahan dari bawang putih (Allium sativum, L) yang didapatkan
dengan proses pemanasan bawang putih menggunakan alat pemanas (rice cooker) selama 21 hari pada suhu
±70oC dengan tekstur lebih kenyal dan rasa lebih manis dari bawang putih.Pemanfaatan bawang putih
sebagai tanaman obat memiliki kandungan senyawa yang berperan dalam berbagai aktivitas biologi yaitu
dengan adanya SAC (S-Allyl-L-Sistein) yang merupakan senyawa organosulfur yang terdapat juga di dalam
bawang hitam.Uji keamanan suatu obat herbal perlu diketahui agar dapat mengetahui tingkat ketoksikan dari
suatu tanaman obat.

Kata Kunci: Bawang Hitam Lanang, Bawang Putih Lanang,Uji Keamanan

PENDAHULUAN Bawang hitam (Black garlic) merupakan


Salah satu tanaman asli Indonesia yang proses hasil pemanasan dari tanaman bawang
biasa digunakan sebagai obat herbal adalah putih (Allium sativum), sehingga dihasilkannya
Bawang Putih (Allium sativum, L). Bawang putih tekstur yang kenyal dan lembut, warna hitam
banyak digunakan turun temurun sebagai bahan pekat, rasanya yang agak manis, dan gurih.
masakan dan berpotensi untuk mencegah serta Senyawa yang terkandung di dalam bawang hitam
menyembuhkan berbagai jenis penyakit yaitu Allisin sebanyak lima kali lebih tinggi
(Amagase, et. al., 2006). Bawang putih telah dibandingkan dengan tanaman bawang putih
digunakan masyarakat sebagai obat herbal untuk segar (Choi, et al., 2008). Bawang hitam
mengobati hiperlipidemia (Materia Medika merupakan bawang putih yang dipanaskan pada
Indonesia Jilid IV, 1995). Salah satu produk suhu 65-80°C dengan kelembapan relatif 70-80%
olahan bawang putih yang telah dikonsumsi oleh selama 30 hari (Wang, et al., 2010).
masyarakat di Asia (Jepang, Cina, Korea, Metode preparasi bawang putih menjadi
Thailand) selama 10 tahun terakhir yaitu Bawang bawang hitam dapat mempengaruhi khasiatnya
Hitam atau Black Garlic. Tahun 2006 Prof. Dr. sebagai obat. Pengolahan dilakukan dengan
Jin Ichi Sasaki, Profesor Universitas Ilmu pemanasan pada oven (gelombang
Kesehatan Hirosaki, Jepang meneliti bahwa elektromagnetik). Proses pemanasan sendiri dapat
bawang hitam memiliki aktivitas sebagai anti meningkatkan aktivitas antioksidan bawang putih
tumor. Bawang hitam dikembangkan di Jepang menjadi bawang hitam. Proses pemanasan
pertama kali pada tahun 1999 oleh seorang warga dilakukan zat allisin yang sebenarnya tidak
Jepang bernama Kamimura yang diberikan hak berbau. Dorongan enzim allinasemenyebabkan
paten dalam pembuatan bawang hitam dari Japan aliin akanterpecah menjadi allisin, ammonia dan
Paten Office(Sasaki, 2015). Penelitian bawang asam piruvat, karotenoid (Kalt, 2002).
hitam sebagai antitumor yang diteliti oleh Prof. Bawang hitamdapat digunakan sebagai
Dr. Jin Ichi Sasaki menjadikan masyarakat Jepang obat herbal terstandar apabila telah memenuhi
tertarik untuk mengolah sendiri bawang putih kriteria seperti mempunyai data keamanan yang
menjadi bawang hitam dengan menggunakan alat dibuktikan secara minimal dengan data toksisitas
pemanas sederhana seperti rice cooker (Sasaki, akut (LD50), data praklinik, serta mutu yang
2015). dinyatakan dengan pemenuhan produk terhadap

34
Farmakope Herbal Indonesia dan sediaan adalah ujimengetahui efek toksikyang muncul
berbentuk formulasi modern (Permenkes, 2016). periode tertentu setelah pemberian sediaan uji
Obat dikatakan aman untuk dikonsumsi dalam dosis tunggal, atau dosis berulang pada
apabila tidak membahayakan konsumen. Tiga periode 24 jam.Uji toksisitas subkronis adalah uji
kategori persyaratan keamanan yang harus mengetahui efektoksik setelah pemberian sediaan
terdapat dalam suatu obatantara lain: uji dengan dosis berulang pada hewan uji selama
1. Kategori I: Obat digunakan dalam jangka sebagian umur hewan, tetapi tidaklebih dari 10%
waktu panjang seluruh umur hewan. Uji toksisitas kronis adalah
2. Kategori II: Obat aman digunakan dalam uji mendeteksi efektoksik yang muncul setelah
kondisi tertentu (misalnya obat herbal pemberian sediaan uji secara berulang
dilengkapi dengan persyaratan tertentu) sampaiseluruh umur hewan (BPOM, 2014).
3. Kategori III: Obat Herbal yang masih Bawang hitam (Black garlic) dikenal di
digunakan secara empirik (perlu adanya Korea Selatan dan digunakan sebagai suplemen
dokumen keamanan terkait dengan senyawa herbal yang memiliki aktivitas antikoksidan yang
baru yang terkandung didalamnya) lebih tingi dibandingkan dengan bawang putih.
Data keamanan yang dibutuhkan seperti Uji Cara pembuatan bawang hitam memakan waktu
toksisitas Akut dan Uji Toksisitas Kronik (WHO, sekitar 90 hari. Tetapi proses ini bisa disingkat
2003). menjadi 40 hari dengan cara fermentasi yaitu
Bawang hitam merupakan produk olahan bawang putih dimasukkan ke mangkok stainless
dari bawang putih. Oleh karena itu, taksonomi steel dan dibungkus dengan aluminium foil,
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bawang kemudian mangkok dioven dengan suhu 50-70°C
putih berdasarkan United States Department of serta proses pengecekan setiap 4 atau 5 hari untuk
Agriculture (USDA) yaitu mencegah terjadinya perubahan suhu. Bawang
Regnum : Plantae hitam terbaik didapatkan pada proses pemanasan
Divisi : Magnoliophyta selama 21 hari dengan suhu ±70oC.
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Amaryllidaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium sativum, L.
(Backer and Brink, 1963)

Tampilan bawang hitam selama proses


pemanasan dengan variasi hari dimulai 10 sampai
Uji toksisitas adalah uji mendeteksi efek 90 hari terlihat dari tabel berikut.
toksik zat sertagunamendapatkan data dosis-
respon yang khas dari sediaanuji. Data yang
didapatkan untuk mengetahui informasi tingkat
keamanan sediaan uji bila terjadi pemaparan pada
manusia,sehingga dapat diketahui dosis keamanan
bagi manusia. Pemaparan suatu zat pada manusia Bawang 30 40 60 90
diketahui denganmempelajari efek kumulatif, putih hari hari hari hari
dosis efek toksik, efek karsinogenik, teratogenik,
mutagenik, dan lain-lain.Efek toksik suatu
sediaan dapat diketahui setelah pemberian dosis Perubahan kandungan senyawa aktif
yang diuji dengan menggunakan uji toksisitas pada bawang hitam antara lain S-alyl-cystein
akut, subkronis dan kronis. Uji toksisitas akut (SAC), vitamin, asam fenolik, dan senyawa

35
flavanoid terjadi pada saat proses pemanasan Sedangkan untuk obat, obat tradisional
terjadi. Jumlah SAC yang termasuk pada senyawa bahan lainnya (Generally Recognized As
sulfur bawang hitam sebanyak lima sampai tujuh Safe/GRAS) seperti bahan pangan, penentuan
kali lebih tinggi dalam bawang putih segar (Bae, kategori toksisitasakut digunakan penggolongan
et al, 2011). Bawang hitam memiliki kandungan klasifikasi seperti pada tabel dibawah ini(BPOM,
SAC dua kali lipat lebih tinggi bawang putih 2014).
mentah (Kim, 2012). Pada waktu proses
pemanasan, nilai polifenol pada bawang hitam
sebanyak 538,33 mg GAE/gr (Garlic Acid
Equivalent). Kandungan polifenol bawang hitam
dilaporkan meningkat sebanyak 10 mg/gr,
walapun kandungan polifenol bawang putih
sebanyak 3,67 mg/gr (Jang, et al, 2008).

METODE

Uji keamanan suatu obat herbal berupa


uji toksisitas akut dapat memberikaninformasi
awal tentang toksisitas suatu tanaman obat yang
dikonsumsi oleh manusia.Uji toksisitas
akutmerupakan uji keamanan pendahuluan (uji Semakin kecil nilai LD50, semakintoksik
praklinik).Uji toksisitasakut dirancang untuk senyawa tersebut dan sebaliknyasemakin besar
mengukur derajat efektoksik suatu senyawa yang nilai LD50, semakin rendahtoksisitasnya. Nilai
terjadi dalamwaktu singkat, yaitu 24 jam LD50 dalam mg/kg BBdapat digolongkan sesuai
setelahpemberian dosis tunggal. potensiketoksikannya.
Hasil toksisitas akut dievaluasi Pembuatan ekstrak kering (ekstrak
berdasarkan kriteria bahaya dari GHS(Globally air)bawang putih lanang
Harmonised Classification System for Chemical Lima (5) kilogram bawang putihlanang
Substances and Mixtures)yang tercantum dalam dicampur dengan air (1:2), diblenderkemudian
Thirteenth Addendum to The OECD Guidelines disaring. Filtrat yang diperolehdisentrifuse
for The Testing of Chemicals (2001). Kriteria dengan kecepatan 3000 rpmselama 15 menit,
penggolongan menurutOECD (2001) digunakan diambil supernatannyaselanjutnya supernatan
untuk penentuan kategori toksisitas akut bahan diuapkan denganrotary evaporatorhingga kental.
kimiaseperti pestisida serta untuk Ekstrakkental yang diperoleh dikeringkan
pelabelannya(BPOM, 2014). dalamoven dengan suhu 50°C hingga
didapatkanekstrak kering bawang putih lanang
yangmencapai bobot konstan(Murtisiwi dan
Novena, 2016).
Uji toksisitas akut ekstrak kering bawang
putih lanang menggunakan 30 ekor mencit jantan
dan 30 ekor mencit betina dengan 5 kelompok
perlakuan (perlakuan dengan aquadest, dosis 78
mg/kgBB, dosis 1.950 mg/kg BB, dosis 9.750
mg/kg BB, dan dosisi 48.750 mg/kg
BB).Pengelompokan hewanuji dilakukan secara
acak lengkap yaitumasing-masing terdiri dari 6
ekor (Murtisiwi dan Novena, 2016).
Pengamatan kembali dilakukan pada 24
jamsetelah pemberian larutan uji
denganmenghitung jumlah mencit yang mati
daritiap kelompok. Nilai LD50 dihitung
denganmenggunakan rumus Weil(Murtisiwi dan
Novena, 2016).

36
Pembuatan bawang hitam lanang putih lanang yang lazim digunakandi masyarakat
Bawang putih lanang segar ditimbang baik sebagai bumbu maupunsebagai obat
sebanyak 100 gram,kemudian bawang lanang tradisional, zat aktif yangterkandung di dalamnya
akan melalui proses fermentasi yaitubawang tidak memunculkanefek toksik maupun kematian
dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 70oC pada hewanuji.Hasil pengamatan keseluruhan
dankelembaban 75% - 80% tanpa tambahan padaorgan hati menunjukkan ada range dosis
perawatan. Siung bawangputih yang masih alami 78mg/kg BB hingga dosis terbesar 48.750mg/kg
dan kemudian berada di ruang kontrol BB belum memberikan ketoksikanakut pada
akanberubah warna dari putih menjadi abu-abu hewan uji melalui pengamatanberat organ hati
dan akhirnya hitamsebulan kemudian. Warna dimana anatomi sel hatibelum
hitam yang dihasilkan membuat blackgarlic menunjukkanadanya kerusakan/normal(Murtisiwi
menjadi lembut dan menghasilkan aroma yang dan Novena, 2016).
tidakmenyengat serta rasa yang manis (Nuristika,
2018). Uji Toksisitas Akut Bawang Hitam Lanang
Pada penelitian uji toksisitas bawang Hasil dari penelitian uji toksisitas
hitam lanang menggunakan hewan uji yaitu bawang hitam lanang menunjukkan bahwa
mencit jantan galur SwissWebster yang berjumlah bawang hitam lanang tidak menyebabkan
24 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kematian sehingga nilai LD50 tidak dapat
kelompokperlakuan yaitu dosis 10 mg/20 g BB, ditentukan. Berdasarkan hasil analisis ANOVA
20 mg/20 g BB, 40 mg/20 g BB dan kontrol tidak ada perbedaan yang nyata (P>0,05) pada
negatif yang diberikan aquades 1 mL secara oral. data berat badan, konsumsi makanan, berat feses,
masing-masing 6 ekor. Hewan uji dibagi 4 konsumsi minuman, volume urin tapi berat hati
kelompok, yangdilakukan dengan menggunakan ada perbedaan yang nyata (P<0,05). Pengamatan
metode Rancangan Acak Lengkap (Nuristika, pada makroskopis hati menunjukkan mencit
2018). terlihat normal dan tidak nampak kerusakan pada
Data persentase hewan percobaan yang organ(Nuristika, 2018).
sudah mati digunakanuntuk perhitungan LD50 .
dengan menggunakan metode Weil.
Sedangkan,data yang diperoleh dari hasil PENUTUP
pengamatan efek toksikyang tertundadiolah A. Kesimpulan
dengan menggunakan metode statistik ANOVA 2
arah kecualiuntuk berat organ relatif hati diolah Uji Toksisitas Akut Bawang Putih Lanang
dengan menggunakan metodestatistik ANOVA 1 Berdasarkan hasil penelitian uji toksisitas
arah dengan tingkat kepercayaan 95%. akut bawang putih lanang dapatdisimpulkan
Selanjutnya,dilakukan uji Duncan dan uji Tukey bahwa pada dosis ≥ 48.750 mg/kg BB untuk
menggunakan software statistic SPSS 17.0 for mendapatkan LD50pada ekstrak kering
Windows Evalution(Nuristika, 2018). (ekstrak air) bawangputih lanang dan pada
Parameter pemeriksaan yang digunakan ekstrak ini masukdalam kriteria ‘relatif
untuk uji toksisitas akut antara lain: parameter kurang berbahaya’.Esktrak kering bawang
berat badan, konsumsi makanan, berat feses, putih lanang yangdiberikan dalam variasi 4
konsumsi minuman, volume urin, berat hati dan dosis uji belummempengaruhi fungsi hati
pengamatan makroskopis pada hati. mencit sehinggabelum didapatkan gejala
klinis ketoksikanyang signifikan yang terjadi
pada seluruhhewan uji.
HASIL
Uji Toksisitas Akut Bawang Hitam
Uji Toksisitas Akut Bawang Putih Lanang Lanang
Uji toksisitas akut ekstrak kering(ekstrak Uji toksisitas akut pada bawang hitam lanang
air) bawang putih lanang dimulaidari dosis kecil tidak menyebabkan kematianpada mencit
78 mg/kg BB sampai dengandosis terbesar 48.750 yang terdapat dalam 4 varian dosis kelompok
mg/kg BB. Hasil ujitoksisitas akut pada penelitian uji,sehingga nilai LD50 tidak dapat
ini belummenunjukkan respon ketoksikan ditentukan.
ataukematian pada hewan uji sehingga
dapatdikategorikan nilai LD50 relatif B. Saran
kurangberbahaya (≥15.000 mg/kg BB).Bawang

37
Perlu adanya penelitian lanjutan khususnya 13. Wang, H. Cao, G & Prior, R. L. 2010. Total
dengan sampel, metode atau test pengujian Antioxidant Capacity of Fruits. Agri Food
yang berbeda dan menghasilkan hasil uji Chem No 44. pp 701-5
yang signifikan dengan standar deviasi yang 14. World Health Organization. 2003: Guidelines
minim. for the Regulation of Herbal Medicines in the
South-East Asia Region. New Delhi: WHO.
DAFTAR PUSTAKA

1. Amagase, et al. 2006. Clarifying the Real


Bioactive Constituents of Garlic.The Journal
of Nutrition 136: 716S-725S.
2. Backer, C. A. and B. V. Brink. 1963. Flora
of Java. Groningen. Wolter-Noordhoff NV.
3. Bae, Eun, S., Cho, S. Y., Won, Y., D, Lee, S.,
H, Park, H., J. 2011. A Comparative Study of
the Different Analytical Methods for Analysis
of S-allyl Cystein in Black Garlic by HPLC.
The Journal of LWT Food Science and
Technology.
4. Choi, Duk Ju., et al. 2008. Physicochemical
Characteristics Of Black Garlic(Allium
sativum). Journal Korean Soc. Food Sci Nutr,
Vol. 37 (4). Hal:465 - 471.
5. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
1980. Materia Medika Indonesia JilidIV.
Jakarta: Direktorat Pengawasan Obat dan
Makanan.
6. Jang, et al., 2008. Religiosity, depression,
and quality of life in Korean patients with
breast cancer: a 1-year prospective
longitudinal study. PsychoOncology 22: pp
922–929
7. Kalt, W. 2002. Health Functional
Phytochemicals of Fruits. Hort rev. pp 269-
315
8. Murtisiwi, L. dan Novena Y. L. 2016. Uji
Toksisitas Akut Kapsul Bawang Putih. Jurnal
Ilmiah Manutung 2(2), 179-188. Samarinda:
Akademi Farmasi Samarinda.
9. Nuristika, V. 2018. Skripisi: Uji Toksisitas
Akut Black Garlic Lanang Terhadap Mencit
Jantan Galur Swiss Webster. Tangerang:
Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah.
10. Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat
dan Makanan. 2014.Pedoman Uji Toksisitas
Nonklinik Secara In Vivo.Jakarta: BPOM.
11. Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia. 2016. Formularium Obat Herbal
Asli Indonesia. Jakarta: Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia.
12. Sasaki, J.2015.Overview of the Black Garlic
Movement in the Fields of Research and
Marketing. Jepang: Journal of Life Sciences
9 (2015) 65-74.

38