Anda di halaman 1dari 16

Pengetahuan bahan Tekstil X

“Pemeliharaan Bahan Tekstil dan Busana”

Oleh :
Anieq Bariroh

BIDANG KEAHLIAN PARIWISATA


PROGRAM KEAHLIAN TATA BUSANA
KOMPETENSI KEAHLIAN TATA BUSANA
SMK JAWAHIRUL ULUM JABON
SIDOARJO
2020

1
Pemeliharaan tekstil sebagai bahan busana adalah proses merawat bahan
tekstil/busana untuk mempertahankan penampilannya seperti baru khususnya kontruksi
busana, warna, dimensi, kehalusan, kelangsaian dan kerapiannya. Tujuan dilakukan
pemeliharaan diantaranya adalah:
1. Memelihara performa/penampilan kontruksi busana seperti baru
2. Membersihkan bahan tekstil dari segala kotoran
3. Memelihara kualitas performa/penampilan kontruksi kai
4. Memelihara kualitas warna, motif, tekstur dan pegangan kain
5. Memelihara kesehatan dan kenyamanan sipemakai
Informasi tentang bagaimana memelihara bahan tekstil ini diperlukan untuk
menentukan penggunaan dan cara pemeliharaan produk garmen (pakaian jadi). Informasi
ini biasanya dikemas dalam sebuah label yang dipasangkan pada produk busana agar dapat
membantu konsumen/pelanggan dalam merawat dan memelihara produk busana tersebut sesuai
dengan karakteristiknya. Label Perawatan pada produk pakaian jadi dari industri garmen
umumnya memuat petunjuk:
1. Pencucian basah (dengan air)
2. Pencucian kering
3. Penggunaan pemutih
4. Pengeringan
5. Penyeterikaan
Petunjuk perawatan adalah solusi sederhana untuk memecahkan masalah yang lebih
besar. Label petunjuk perawatan memberi panduan kepada para pelanggan mengenai cara
perawatan sebuah produk pakaian, serta cara mencuci yang paling tepat untuk bahan kain,
dekorasi benang dan teknik jahit jenis tertentu. Mengikuti panduan pada label petunjuk
perawatan akan memberi jaminan bahwa tampak luar dan bentuk produk garmen tetap terjaga
meski dicuci berulang kali.
Berikut beberapa informasi yang perlu diketahui tentang label petunjuk perawatan,
yaitu:
 Negara tempat sebuah produk pakaian dijahit adalah negara asal yang tertulis pada
label petunjuk perawatan
 Label petunjuk perawatan harus terpasang secara permanen agar mudah dilihat oleh
para pelanggan pada saat membeli produk pakaian tersebut. Pada umumnya, label ini
terdapat di bagian samping atau bagian dalam pakaian
 Produsen atau pengimpor yang bersangkutan dengan produk pakaian ini
bertanggungjawab atas informasi yang terdapat dalam petunjuk perawatan
 Sebuah produk pakaian mungkin diimpor tanpa label produk perawatan, namun tetap
harus diberi label petunjuk perawatan pada saat produk tersebut dijual

2
Terdapat banyak sistem pelabelan petunjuk perawatan yang telah berevolusi di
seluruh dunia. Terdapat lima sistem pelabelan petunjuk perawatan yang umumnya
digunakan pada label petunjuk perawatan. Kelima sistem ini adalah:
1. Sistem Pelabelan Petunjuk Perawatan Internasional
Sistem pelabelan petunjuk perawatan international ditangani oleh Asosiasi
Internasional untuk Pelabelan Petunjuk Perawatan Tekstil (GINETEX) yaitu sebuah
badan dunia yang mengatur label petunjuk perawatan sejak tahun 1975. Negara-
negara anggota GINETEX ini adalah Belgia, Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, Israel,
Austria, Swiss, dan Spanyol.
Lima simbol dasar yang digunakan dalam sistem pelabelan petunjuk
perawatan Internasional sesuai dengan aturan ini:

Gambar 1. Lima Simbol Dasar dalam Sistem Pelabelan Perawatan


Catatan:
Simbol-simbol untuk Sistem Pelabelan Petunjuk Perawatan Internasional sama
dengan yang terdapat dalam Sistem Pelabelan Petunjuk Perawatan Eropa.

2. Sistem Pelabelan Petunjuk Perawatan Jepang


Sistem pelabelan petunjuk perawatan Jepang seperti sistem pelabelan petunjuk
perawatan lainnya memiliki simbol yang ditempatkan dalam urutan tertentu. Label
dirancang sesuai dengan ketentuan berikut ini:
- Simbol-simbol harus diurutkan dari kiri ke kanan sesuai urutan berikut ini:

1) Pencucian, 2) Pemutihan , 3) Penyetrikaan, 4) Pencucian Kering, 5)


Pemerasan & 6) Pengeringan
- Untuk produk berwarna yang biasanya tidak perlu diputihkan, simbol terkait
penggunaan pemutih berbahan dasar klorin dapat dihilangkan
- Untuk produk yang biasanya tidak perlu disetrika, simbol untuk
penyetrikaan dapat dihilangkan. (Kecuali 'tidak dapat disetrika')
- Untuk produk yang dapat dicuci dengan air, simbol pencucian kering dapat
dihilangkan. (Kecuali ‘tidak dapat dicuci kering’)
- Simbol-simbol tersebut sebaiknya berwarna hitam atau biru tua sedangkan simbol-
simbol larangan sebaiknya berwarna merah atau putih.

3
Gambar 2. Simbol Perawatan dalam Pencucian dengan Air Sistem Jepang

Gambar 3. Simbol Perawatan dalam Pemutihan Sistem Jepang

Gambar 4. Simbol Perawatan dalam Penyeterikaan Sistem Jepang

4
Gambar 5. Simbol Perawatan dalam Pencucian Kering Sistem Jepang

Gambar 6. Simbol Perawatan dalam Pemerasan Sistem Jepang

Gambar 7. Simbol Perawatan dalam Pengeringan Sistem Jepang

3. Sistem Pelabelan Petunjuk Perawatan Kanada


Berbeda dengan negara lain, hingga Juli 1973 pelabelan petunjuk perawatan bukanlah
sebuah kewajiban di Kanada. Namun sesudahnya sebuah sistem pelabelan petunjuk
perawatan baru pun diperkenalkan. Sistem simbol petunjuk perawatan Kanada yang
baru menggunakan warna hijau (dapat dilakukan), kuning tua (hati-hati), dan merah
(tidak dapat dilakukan) dengan lima simbol yaitu gambar wash tub, segitiga pemutih,
pengering kotak, setrika dan lingkaran cuci kering. Pada tahun 2003 sistem Kanada
diperbarui agar sesuai dengan standar Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika
Utara/North American Free Trade Agreement (NAFTA) dan (ISO) sehingga kode
warna pun berhenti digunakan.

5
4. Sistem Pelabelan Petunjuk Perawatan Eropa
Lembaga independen Uni Eropa terus melakukan peninjauan terhadap standar label
petunjuk perawatan yang ada melalui kerja sama dengan berbagai lembaga
internasional lainnya agar dapat menciptakan sistem yang seragam sesuai dengan skema
ISO. Simbol-simbol yang digunakan di Eropa adalah merek dagang GENETEX dan
dikenai biaya merek dagang yang dibayarkan pada GENETEX, sebagai pemegang
merek dagang jika produk garmen tersebut akan dijual di negara-negara GENETEX.
Label petunjuk perawatan yang benar untuk negara-negara di Eropa harus terdiri dari
setidaknya empat atau kadang kala lima simbol dengan urutan berikut ini: 1)
Pencucian, 2) Pemutihan, 3) Penyetrikaan, 4) Pencucian Kering & 5) Pengeringan.

Gambar 8. Simbol Perawatan dalam Pencucian Sistem Eropa

Gambar 9. Simbol Perawatan dalam Pemutihan Sistem Eropa

6
Gambar 10. Simbol Perawatan dalam Penyeterikaan Sistem Eropa

Gambar 11. Simbol Perawatan dalam Pencucian Kering Sistem Eropa

7
Gambar 12. Simbol Perawatan dalam Pengeringan Sistem Eropa

5. Sistem Pelabelan Petunjuk Perawatan Amerika

Sesuai dengan aturan Label Petunjuk Perawatan Komisi Perdagangan Federal, label
petunjuk perawatan harus terdiri dari kata-kata maupun simbol-simbol. Baik dalam
kata-kata, simbol-simbol ataupun keduanya, petunjuk perawatan harus ditulis dengan
urutan sebagai berikut ini:
a) Cuci mesin / cuci tangan / cuci kering
b) Suhu pencucian (panas / hangat / dingin)
c) Program mesin cuci (halus / permanent press / putaran normal)
d) Petunjuk pemutihan (jangan gunakan pemutih / gunakan pemutih berbahan dasar
non-klorin / gunakan pemutih berbahan dasar klorin)
e) Cara pengeringan (dengan mesin pengering / jemur / hamparkan / angin-
anginkan)
f) Penyetrikaan (jangan disetrika / setrika dengan suhu rendah / setrika
dengan suhu sedang / setrika dengan suhu panas)
g) Peringatan

Selain label petunjuk perawatan, produsen dan pengimpor juga harus


menyediakan label yang:
 Dipasang pada tempat yang mudah terlihat pada saat produk dijual. Jika produk
dibungkus, dipajang atau dilipat dan menyebabkan pelanggan tak dapat melihat
label petunjuk perawatan, informasi terkait juga harus ditulis pada bagian samping
pembungkusnya atau pada gantungan label
 Tidak lepas dan tulisan tidak hilang selama produk masih dapat digunakan
 Menyebutkan perawatan berkala yang perlu dilakukan pada produk untuk
penggunaan biasa
 Memperingatkan pelanggan mengenai hal-hal yang dapat merusak produk garmen

8
Sejak bulan Desember 1996, sebuah sistem baru yang hanya menggunakan simbol dan
tanpa kata-kata digunakan di Amerika Serikat.

Simbol petunjuk perawatan yang telah direvisi ini dikembangkan oleh American
Society for Testing and Materials (ASTM) dengan penjelasan seperti berikut ini

Gambar 13. Simbol Perawatan Sistem Amerika

9
Gambar 14 ; Intruksi Dalam Care Label

10
Gambar 15 ; Intruksi Dalam Care Label

11
Gambar 16 ; Intruksi Dalam Care Label

12
Gambar 17 ; Intruksi Dalam Care Label

Cara penanganan yang tidak sesuai dengan care label bisa menyebabkan kerusakan
pada garment, seperti luntur, printing rusak, dll. Berikut contoh lain dari care label
yang biasa terdapat pada produk.

13
Gambar 18 : Cara Membaca Label

Pada garment jadi sangatlah penting untuk memperhatikan proses penanganan dan
perawatan agar garment yang dibeli tidak rusak dan bertahan lama. Cara penanganan dan
perawatan ini dapat dilihat pada “care label/instruction” yang tertulis di hang tag.
Penanganan/ perawatan garment sangat ditentukan oleh bahan yang digunakan.
Untuk perawatan pakaian yang kita miliki tentu tidak hanya cukup informasi
yang ada dalam Label ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan yaitu:
1. Penggunaan sabun cuci dan zat-zat lainnya dalam proses perawatan pakaian
2. Pencucian dan Penjemuran manual (Jika diperlukan)
3. Proses Pelipatan

14
4. Proses Penyimpanan
Langkah langkah umum perawatan bahan tekstil untuk busana

1. Perhatikan jenis serat, warna dan konstruki kainnya serta label perawatan (jika ada)
2. Sortir /pilih bahan warna putih/muda dengan warna gelap, tingkat dan jenis kotoran yang
menempel dan kontruksi kainnya. Jika ada perbedaan mencolok pisahkan untuk diproses
tersendiri
3. Perendaman : beberapa jenis pakaian dengan tingkat luntur warana yang buruk tdak
perlu direndam terlebih dahulu/lama. Penambahan zat zat pencucian perlu diperhatikan
jumlah dan konsentrasinya
4. Pencucian: Proses pencucian sesuai dengan instruksi label perawatan harus dengan
cuci tanpa air (dry celan) atau pencucian dengan air. Jika diperlukan dengan suhu
tertentu dapat disesuaikan. Jika diperlukan untuk pencucian dari noda noda tertentu juga
perlu diperhatikan penggunaan zat-zat penghilang noda dan prose spencuciannya sehingga
noda dapat hilang dan tanpa merusak bahan itu sendiri dan bahan lainnya.
5. Pengeringan : Meliputi proses pemerasan dan penjemuran. Jika proses penjemuran terkena
matahari langsung perlu diperhatikan lamanya penjemuran dan sisi dalam diupayakan yang
kena Sinar Matahari
6. Penyeterikaan : Yang paling utama adalah pengaturan panas penyeterikaan harus
memperhatikan jenis serat dan kontruksi bahan serta petunjuk yang ada ada label
7. Pelipatan : Proses pelipatan sesuai dengan jenis produk busananya
8. Penyimpanan : Penyimpanan umumnya dalam lipatan (Fltat) beberapa jenis pakaianhar us
dengan digantung (hanging) . Kelembapan dan kekeringan tempat penyimpanan juga perlu
diperhatikan.
Beberapa jenis busana khususnya busana pesta seperti Jas, kebaya, gaun dan bahan
tekstil dari tenun tradisional dan batik tulis memerlukan prosedur perawatan dan penanganan
khusus umumnya dilakukan secara manual maupun dengan pencucian kering.

15
DAFTAR PUSTAKA

Abdul Latif Sulam. (2008). Teknik Pembuatan Benang dan Pembuatan Kain untuk SMK.
Jilid 1 . versi elektronik –BSE. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Abdul Latif Sulam. (2008). Teknik Pembuatan Benang dan Pembuatan Kain untuk SMK.
Jilid 2 . versi elektronik –BSE. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Ass Asmawati. (2008). Panduan Pembuatan Kemeja pada Industri Garmen Modern.
Materi Pelatihan Garmen.
Noerati, dkk. (2013). Teknologi Tekstil. Bahan Ajar Pendidikan dan Latihan Guru (PLPG).
Bandung: Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil.
Noor Fitrihana. ( 2011). Memilih Bahan Busana. KTSP. Klaten

Noor Fitrihana & Widihastuti (2014). Pengendalian Kualitas fashion. Yogyakarta: Bahan Ajar
PTBB FT UNY

16