0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan4 halaman

Data Pengukuran Poligon

Dokumen tersebut memberikan penjelasan mengenai perhitungan poligon tertutup yang meliputi: 1. Syarat poligon tertutup yaitu jumlah sudut dalam sama dengan (n-2) x 180 derajat dan jumlah sudut luar sama dengan (n+2) x 180 derajat 2. Tahapan perhitungan meliputi menghitung sudut dalam, jarak antar patok, koreksi sudut dalam, menghitung azimuth, perhitungan DsinA dan DcosA, s

Diunggah oleh

diyana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan4 halaman

Data Pengukuran Poligon

Dokumen tersebut memberikan penjelasan mengenai perhitungan poligon tertutup yang meliputi: 1. Syarat poligon tertutup yaitu jumlah sudut dalam sama dengan (n-2) x 180 derajat dan jumlah sudut luar sama dengan (n+2) x 180 derajat 2. Tahapan perhitungan meliputi menghitung sudut dalam, jarak antar patok, koreksi sudut dalam, menghitung azimuth, perhitungan DsinA dan DcosA, s

Diunggah oleh

diyana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

5.5.

Perhitungan Poligon
Syarat poligon tertutup :

a. Sudut Dalam : ∑ β=( n−2 ) x 180 + fα 0

Sudut Luar : ∑ β=( n+2 ) x 180 + fα 0

b. Syarat Absis : Di Sin α i =0


Syarat Ordinat : D i Cos α i =0
Tahap Perhitungan :
a. Menghitung sudut dalam
Diketahui Sudut Horizontal :
P1-P2 (Biasa) = 113022’05”
P1-P10 (Biasa) =217002’01”
β 1B = Sudut Belakang – Sudut Muka
= 217002’01” - 113022’05”
= 103039’56”
P1-P2 (Luar Biasa) = 113006’08”
P1-P10 (Luar Biasa) = 217001’08”
β 1LB = Sudut Belakang – Sudut Muka
= 217001’08” - 113006’08”
= 103055’0”

β = 2 B+2 LB = 103° 39 ' 56 + 103 ° 55 ʼ 0 = 103047’28”


2 2

b. Menghitung jarak antar patok


P1 – P2 : Biasa
1. Optis = 100 (BA-BB)
= 100 (1,150 - 0,950) = 20,000 m
2. Datar = 100 (BA-BB) sin2v
= 100 (1,150 - 0,950) sin2 91˚05’ = 19,993 m
P1 – P10 : Biasa
1. Optis = 100 (BA-BB)
= 100 (0,910 – 0,730) = 18 m
2. Datar = 100 (BA-BB) sin2v
= 100 (0,910 – 0,730) sin2 93˚05’ = 17,948 m
P1 – P2 : Luar Biasa
1. Optis = 100 (BA-BB)
= 100 (1,000 - 0,900) = 10 m

2. Datar = 100 (BA-BB) sin2v


= 100 (1,000 - 0,900) sin2 90˚02’ = 9,999 m
P1 – P10 : Luar Biasa
1. Optis = 100 (BA-BB)
= 100 (0,680 – 0,500) = 18 m
2. Datar = 100 (BA-BB) sin2v
= 100 (0,680 – 0,500) sin2 87˚19’ = 17,901 m

Jarak rata-rata:
D = (P1-P2)(B) + (P1-P10)(B) + (P1-P2)(LB) + (P1-P10)(LB) / 4
= [19,993 +17,948 +9,999 +17,901]/ 4
= 16,460 m
 D = 232,606 m
c. Pengukuran Koreksi Sudut Dalam
Σβ = k + (n-2) 180˚
Dengan perhitungan:
1439˚14’51” = k + 1440˚
k = 1439˚14’51”- 1440˚
k = -0˚45’9”
Sehingga besar sudut total harus dikurangi -0˚45’9”
k
Koreksi tiap sudut =
Σpatok
0 ˚ 45’ 9 ”
= 10

= 0˚4’30,9”
Sehingga setiap sudut harus dikurangi 0˚4’30,9”
Sudut terkoreksi:
P1-P2 = 103˚47’28” + 0˚4’30,9” = 103˚51’58,9”

d. Menghitung Azimuth
P2 – P3 = 113˚02’0” - 170˚11’41,9” + 180˚ = 122˚50’18,1”
A = 122˚50’18,1”
e. DsinA:
D sinA = 20,985 sin 122˚50’18,1” = 17,632 m
 D sinA = -1,303 m

f. Menghitung DcosA
D cosA = 20,985 cos 122˚50’18,1” = -11,380 m
 D cos A = 1,017

g. Pengukuran koreksi jarak tiap titik:

d
Koreksi (x) = Σd sin α
Σd
Dengan perhitungan :
20,985
Koreksi (x2) = x -1,303
232,606
= 0,118 m (karena Σd sin α (-), maka koreksi (+))

d
Koreksi (y) = Σd cos α
Σd
Dengan perhitungan:
20,985
Koreksi (y2) = x 1,017
232,606
= -0,0918 m (karena Σd cos α (+), maka koreksi (-))
h. Pengukurai koreksi nilai tiap titik:
Koreksi (X) = X0 + D sinα + koreksi jarak (x)
Dengan perhitungan:
Koreksi (x2) = 210 + 17,632 + 0,118
= 225,240 m
Koreksi (Y) = Y0 + Dcosα + koreksi jarak (y)
Dengan perhitungan:
Koreksi (Y2) = 190 – 11,380 – 0,0918
= 183,488 m

Anda mungkin juga menyukai