Metode Arus Mesh (Loop)
Metode Arus Mesh, atau juga disebut dengan Metode Arus Loop, hampir sama dengan
metode Arus Cabang dalam penggunaan persamaan KVL dan hukum Ohm untuk
menghitung arus pada rangkaian. Yang membedakannya dengan metode Arus Cabang
adalah metode ini tidak menggunakan KCL, dan biasanya memiliki variabel yang tidak
diketahuinya lebih sedikit dari pada metode arus cabang.
Sebagai contoh penyelesaian rangkaian yang sama pada contoh sebelumnya
Langkah pertama pada metode arus mesh adalah mengidentifikasi loop-loop pada
rangkaian yang mencakup semua komponen. Pada rangkaian contoh di atas, loop yang
pertama terbentuk dari B1, R1, dan R2, dan loop yang kedua terbentuk dari B2, R2, dan R3.
Arah arus ini dipilih sembarang, sama seperti metode arus cabang, tetapi persamaan yang
didapatkan lebih mudah untuk diselesaikan bila ada arus-arusnya memiliki arah yang
sama melewati komponen interseksinya (perhatikan bagaimana arus I1 dan I2 keduanya
sama-sama menuju ke bagian bawah dari R2, dimana R2 ini merupakan komponen
interseksinya). Bila arah yang kita asumsikan salah, maka akan menghasilkan nilai arus
yang negatif.
Langkah selanjutnya adalah memberi tanda polaritas tegangan pada resistor-resistor
sesuai dengan arah arus mesh. Ingat bahwa terminal resistor yang dimasuki arus adalah
terminal bertanda positif, dan terminal lainnya bertanda negatif. Polaritas baterai tentu
saja mengalirkan arus dari teminal positif menuju terminal negatif, kebetulan pada contoh
ini arah arus yang dihasilkan baterai “sama” dengan arah arus perumpamaannya.
Dengan menggunakan hukum tegangan kirchhoff (KVL), kita dapat menerapkannya pada
masing-masing loop, sehingga menghasilkan persamaan yang berisikan tegangan drop
dan polaritasnya. Sama seperti metode arus cabang, kita akan mengganti tegangan drop
pada resistor diganti dengan perkalian antara arus mesh dengan resistansi (dalam ohm) .
Sedangkan untuk komponen dimana kedua arusnya bertemu bersama, akan dituliskan
dalam bentuk persamaan dengan arus resistor adalah jumlah dari kedua arus mesh.
Penjejakan pada loop I di sebelah kiri dimulai dari titik pojok kiri atas dan bergerak
berlawanan dengan arah jarum jam (titik awal bebas dipilih dari mana saja), mengukur
polaritas masing-masing komponen menggunakan voltmeter, kita mendapatkan
persamaan berikut ini:
Loop I
-28 + 2 (I1 + I2) + 4I1 = 0
Perhatikan bahwa bagian suku tengah dari persamaan itu merupakan jumlahan dari arus
mesh (I1 + I2) adalah arus yang mengalir pada resistor R2. Hal ini dikarenakan arus mesh
I1 dan I2 mempunyai arah yang sama (sama-sama masuk termminal yang bertanda positif)
melewati R2 sehingga mempunyai tanda yang sama.
- 28 + 2(I1 + I2) + 4I1 = 0
- 28 + 2I1 + 2I2 + 4I1 = 0
- 28 + 6I1 + 2I2 = 0
Loop II
-2(I1 + I2) + 7 – 1I2 = 0
-2I1 – 3I2 + 7 = 0
Sekarang, dengan dua persamaan ini, kita bisa menggunakannya untuk mendapatkan nilai
I1 dan I2:
-28 + 6I1 + 2I2 = 0
-2I1 – 3I2 + 7 = 0
atau
6I1 + 2I2 = 28 (1)
-2I1 + -3I2 = -7 (2)
Dua persamaan dengan 2 varibel tidak diketahui dapat diselesaikan dengan banyak cara.
Bisa cara eliminasi, subsitusi, atau menggunakan metode determinan matriks. Maka
solusinya adalah
Dari persamaan (2) didapat
2 I1 = 7- 3I2
I1 = (7- 3I2)/2
Substitusikan ke persaman (1) didapatkan
6 (7-3I2)/2 + 2 I2 = 28
21 – 9 I2 + 2 I2 = 28
-7 I2 = 7
I2 = -1
Substitusikan ke persaman (2) didapat
-2 I1 + (-3I2)= -7
-2 I1 + 3 = -7
I1 = 5
Jadi hasilnya adalah
I1 = 5 A
I2 = -1A
Setelah mendapat solusinya kita kembalikan ke rangkaian awal:
Nilai negatif 1 ampere untuk I2 menunjukkan bahwa arah arus I2 yang diumpamakan tadi
adalah arah yang salah, karena arah yang sebenarnya merupakan kebalikan dari arah yang
diasumsikan tadi. Maka, dengan mengubah arah arus I2, nilainya menjadi positif 1
ampere:
Dari gambar di atas, dapat dihitung drop tegangan pada resistor
VR1 = (4 Ω) (5 A) = 20 V
VR3 = (1 Ω) (1 A) = 1 V
Arus mesh I1 arahnya menuju kebawah R2, sedangkan arah arus mesh I2 arahnya ke atas
R2. Untuk mendapatkan nilai arus yang mengaliri R2, kita harus melihat bagaimana arus
mesh I1 dan I2 berinteraksi (pada kasus ini I1 dan I2 mempunyai arah yang berlawanan),
maka arah arus yang mengalir pada R2 adalah 5-1 = 4 ampere ke arah bawah.
VR2 = (2 Ω) (4 A) = 8 V (tanda positifnya berada di terminal sebelah atas)
Keuntungan utama dari analisa Mesh ini adalah didapatkan persamaan yang lebih sedikit
dari pada analisa cabang misalkan rangkaian seperti pada gambar berikut ini:
Bila menggunakan analisa arus cabang, ada lima variabel yang tidak diketahui yaitu I1, I2,
I3, I4, dan I5. Berarti sekurang-kurangnya harus memiliki lima persamaan untuk
mendapatkan solusinya. Lima persamaan ini diperoleh dari dua persamaan KCL dan tiga
persamaan KVL (dua persamaan KCL pada node, dan tiga persamaan KVl pada tiap
loop):
I1 + I2 + I3 = 0 KCL pada node 1
-I3 + I4 – I5 = 0 KCL pada node 2
VB1 + I2R2 + IR1 = 0 KVL loop kiri
-I2R2 + I4R4 + I3R3 = 0 KVL loop tengah
-I4R4 + VB2 – I5R5 = 0 KVL loop kanan
Apabila mnggunakan analisa mesh, diperoleh persamaan yang lebih sedikit dengan
perumpamaan arah arus mesh seperti tergambar berikut
- EB1 + R2(I1 + I2) + I1R1 = 0 KVL loop kiri (Loop I)
- R2(I2 + I1) – R4(I2 + I3) – I2R3 = 0 KVL loop tengah (Loop II)
R4(I3 + I2) + EB2 + I3R5 = 0 KVL loop kanan (Loop III)
Dan untuk penyelesain akan lebih mudah dengan menggunakan determinan matrix