Anda di halaman 1dari 6

Nama : Miftah Kurnia Febriati

NIM : 5552170040
Mata Kuliah : Audit Sektor Publik

PENERBITAN DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL


PEMERIKSAAN

Teori Penerbitan Laporan Hasil Pemeriksaan


Pada dasarnya auditor perlu mengungkapkan temuan yang signifikan bagi pengambilan
keputusan para pemakai laporan keuangan pada laporan audit yang menjadi tanggung
jawabnya. Agar dapat memenuhi tanggung jawabnya, auditor harus:
• Memahami standar pelaporan dalam standar auditing yang diatur dalam standar akuntansi
pemerintah.
• Mengerti penyajian kata yang tepat dalam laporan audit bentuk baku serta kondisi yang
harus dipenuhi untuk mengeluarkan pendapat wajar tanpa pengecualian.
• Memahami berbagai jenis penyimpangan dari laporan audit bentuk baku dan kondisi-
kondisi yang menyebabkannya.
• Memahami berbagai pertimbangan pelaporan khusus yang lain penting.

Tujuan Penerbitan Laporan Hasil Pemeriksaan


Penerbitan laporan hasil pemeriksaan bertujuan untuk:
1. Menyampaikan laporan hasil pemerik saan kepada pihak-p ihak yang berkepentingan.
2. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pemeriksaan/audit atas organisasi yang diaudit
kepada pihak-pihak yang berwenang.
3. Memperoleh tanggapan dari pihak-pihak yang berkepe ntingan atas mutu pelaksanaan
pemeriksaan pada pihak yang diperiksa/diaudit.
Laporan Hasil Pemeriksaan yang disusun, diterbitkan dan disampaikan kepada pihak
organisasi yang diaudit harus disajikan dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh pengguna
laporan. Apabila klien tidak mengetahui aspek teknisnya, maka penjelasan yang efektif dan
presentasi dapat dilakukan untuk lebih dapat dipahami maksud informasi yang tersaji dalam
laporan hasil pemeriksaan, termasuk rekomendasinya.

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Penerbitan Laporan Hasil Pemeriksaan


Di negara-negara lain, laporan hasil pemeriksaan atas organisasi sektor publik
Pemerintah selain disampaikan kepada entitas yang diaudit dan departemen keuangan juga
disampaikan kepada badan legislatif. Auditor sektor publik hendaknya juga harus menyadari
bahwa masyarakat umum memiliki keingintahuan hasil audit terhadap institusi dan
penggunaan dana publik. Pada banyak negara laporan hasil pemeriksaan terhadap entitas
publik dapat diakses oleh masyarakat kecuali karena alasan keamanan.

Sasaran/Target Penerbitan Laporan Hasil Pemeriksaan


Sasaran/target penerbitan dari Laporan Hasil Pemeriksaan ini adalah auditor, direktur
audit, kepala kantor wilayah, pihak yang diaudit, badan legislatif, dan masyarakat umum.

Teori Tindak Lanjut Temuan Hasil Pemeriksaan

Pembuatan Kesimpulan Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan


Dalam suatu pemeriksaan dimungkinkan terdapat lebih dari satu temuan, sehingga perlu
sebuah kesimpulan untuk menyatakan kondisi entitas yang diperiksa berdasarkan temuan yang
diperoleh auditor. Sebagian auditor merasa bahwa tanggung jawab mereka hanya melaporkan
apa yang mereka temukan. Lebih dari itu, auditor mengemban tanggung jawab mendorong
adanya respon terhadap temuan audit dan memfasilitasi tindakan korektif yang dibutuhkan.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan auditor untuk memenuhi tanggung jawab tersebut.
1. Clear findings
Auditor harus menyatakan secara jelas dan spesifik mengenai masalah yang ditemukan
dan akibat yang ditimbulkan dari masalah tersebut.
2. Convincing evidense
Bukti-bukti yang mendukung temuan disajikan dengan jelas dan persuasif serta relevan
dan dapat dipercaya.
3. Cost effective recomendation
Tindakan koreksi yang direkomendasikan harus feasible secara legal dan administratif
dan biaya implementasinya proporsional dengan masalah yang ditemukan. Tujuannya
adalah untuk meyakinkan pengguna laporan hasil pemeriksaan tentang kebijakan
mengoreksi masalah yang ditemukan.
4. Effective communication strategy
Auditor hendaknya berpikir dengan hati-hati mengenai siapa yang akan membaca dan
cara untuk meyakinkan pembaca laporan hasil pemeriksaan untuk memperhatikan
laporan hasil pemeriksaan yang disusun oleh auditor. Laporan hasil pemeriksaan yang
baik, hendaknya disertai dengan ikhtisar laporan yang ditulis dengan baik.
Auditor intern organisasi berkewajiban untuk melakukan tindak lanjut atas temuan
laporan hasil pemeriksaan. Auditor intern harus memasukkan kegiatan tindakan lanjut tersebut
dalam perencanaan jangka panjang dan perencanaan tahunan. Dalam pelaksanaan kegiatan
tindak lanjut atas temuan tersebut auditor intern perlu menyusun prosedur kerja pelaksanaan
tindak lanjut dengan mempertimbangkan risiko, kegagalan, tingkat kesulitan dan kete patan
waktu pelaksanaan koreksi.

Pilihan Tindak Lanjut Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan


Manajemen pihak yang diaudit bertanggung jawab dalam menentukan tindakan koreksi
yang akan diambil dalam melaksanakan rekomendasi dari temuan pemeriksaan yang ada dalam
laporan hasil pemeriksaan. Auditor intern bertanggung jawab untuk membantu manajemen
dalam mengambil tindakan koreksi sehingga pelaksanaannya dapat tepat waktu.
Manajemen senior pihak yang diaudit dapat memutuskan untuk tidak melakukan
tindakan koreksi yang dihasilkan dari laporan hasil pemeriksaan dan menerima risiko dari tidak
dilaksanakannya tindakan koreksi. Tindakan tidak melaksanakan tindakan koreksi tersebut
disebabkan pertimbangan biaya maupun pertimbangan lainnya. Keputusan untuk tidak
melakukan tindakan koreksi ini harus dilaporkan manajer senior kepada kepala organisasi yang
bersangkutan.

Berbagai Timbangan dalam Menindaklanjuti Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan


Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan tindak lanjut yang tepat,
yaitu:
1) Pentingnya temuan yang dilaporkan
2) Tingkat usaha dan besarnya biaya yang dibut uhkan untuk memperbaiki kondisi yang
dilaporkan
3) Risiko yang mungkin terjadi jika tindakan korektif yang dilakukan dan ternyata hasilnya
tidak berhasil (gagal)
4) Tingkat kesulitan pelaksanaan tindakan koreksi
5) Jangka waktu yang diperlukan untuk melaksanakan tindakan koreksi
Adapun prosedur untuk melaksanakan tindak lanjut di bawah ini:
1) Memberikan batas waktu yang disediakan bagi manajemen untuk melaksanakan tindakan
koreksi
2) Melakukan evaluasi terhadap laporan tindakan koreksi yang dilakukan manajemen
3) Melakukan verifikasi terhadap tindakan koreksi yang dilakukan manajemen
4) Melakukan pemeriksaan terhadap tindak lanjut jika diperlukan
5) Untuk tindakan koreksi yang kurang memuaskan dapat melaporkan pada tingkatan
manajemen yang sesuai termasuk risiko yang masih ada untuk memberikan tindakan
tambahan, sehingga tindakan koreksi menjadi memuaskan.

Pernyataan Pendapat Auditor


a. Ada lima jenis pendapat yang diberikan oleh auditor, yaitu:
b. Pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion)
c. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan tambahan bahasa penjelas
d. Pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion)
e. Pendapat tidak wajar (adverse opinion)
f. Pernyataan tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion atau no opinion)

Sistem Penerbitan dan Tindak Lanjut Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan

Sistem penerbitan laporan hasil pemeriksaan


a. Periodik
Sistem penerbitan laporan hasil pemeriksaan secara periodik adalah laporan hasil
pemeriksaan diterbitkan dalam satuan periode tertentu dan dinamai sesuai periodenya.
b. Permintaan Khusus
Penerbitan laporan hasil pemeriksaan atas suatu entitas berdasarkan permintaan khusus
ini bersifat insidental, yaitu diterbitkan tidak secara periodik, hanya pada waktu tertentu
dalam rangka ada pemeriksaan terhadap suatu kegiatan atau program yang tidak terjadwal
tetap.

Sistem tindak lanjut temuan laporan hasil pemeriksaan


Dalam hal ini ada beberapa langkah yang har us dilakukan tim auditor , yaitu:
1) Tim mengumpulkan data atau informasi mengenai latar belakang objek pemeriksaan yang
diperlukan untuk melengkapi data yang telah diperoleh dalam tahap persiapan audit maupun pada
pengujian dan kaji ulang pengendalian manajemen agar memperoleh data yang lengkap dalam
menganalisis aktivitas yang diperiksa
2) Tim mencari bukti-bukti yang kompeten, material dan relevan untuk mendalami bukti yang
diperoleh selama tahap pemeriksaan sebelumnya
3) Tim membuat kesimpulan yang merupakan pemantapan temuan hasil audit atas dasar ringkasan
bukti yang telah diperoleh dari mengidentifikasi akibat yang ditimbulkan dari ketidaksesuaian
dari kondisi dan kriteria yang cukup penting dan material

Siklus Penerbitan dan Tindak Lanjut Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan

Siklus Penerbitan Laporan Hasil Pemeriksaan


1) Penyerahan konsep laporan hasil pemeriksaan
2) Ekspos/penerbitan konsep laporan hasil pemeriksaan
3) Penyanggahan konsep laporan hasil pemeriksaan
4) Evaluasi dan perbaikan konsep laporan hasil pemeriksaan
Siklus Tindak Lanjut Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan

Siklus pemberian opini

Siklus Tindak Lanjut Temuan Rinci Oleh Organisasi yang Diaudit dan Terkait

Teknik Penerbitan dan Tindaklanjut Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan

Teknik Penerbitan Laporan Hasil Pemeriksaan


• Cetak
Dengan teknik cetak, laporan hasil pemeriksaan diterbitkan dalam bentuk cetakan diatas
kertas atau bentuk buku. Teknik ini memberikan kemudahan dalam melakukan analisis
data laporan keuangan yang telah diaudit.
• Situs
Pada teknik situs ini, laporan hasil pemeriksaan dapat diterbitkan dengan cara diunggah/
up-load pada situs lembaga auditor atau website entitas yang diaudit. Sedangkan pihak-
pihak yang berkepentingan dapat memperoleh laporan hasil pemeriksaan tersebut dengan
mengunjungi situs yang bersangkutan dan mendownload file hasil pemeriksaan tersebut.

Teknik Tindaklanjut Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan

Teknik Analisis Berbasis Standar Pemeriksaan


Teknik ini diterapkan dengan cara:
1. Melakukan analisis deskriptif atas temuan laporan hasil pemeriksaan berdasarkan standar
pemeriksaan yang berlaku
2. Melakukan analisis atas rekomendasi perbaikan yang diajukan oleh auditor dengan
memperhatikan standar pemeriksaan
3. Membuat rencana perbaikan berdasarkan hasil analisis temuan dan rekomendasi
perbaikan
4. Melaksanakan perbaikan
5. Melakukan evaluasi hasil perbaikan
6. Melakukan verifikasi hasil perbaikan
7. Auditor menyusun laporan hasil perbaikan
Kegunaan analisis data berdasarkan standar pemeriksaan adalah sebagai bahan masukan
dalam pengambilan keputusan, perencanaan, penyusunan program, pemantauan,
pengawasan, dan penyusunan laporan yang sesuai dengan standar pemeriksaan yang berlaku.

Penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut Temuan Rinci oleh Manajemen Organisasi
yang Diaudit dan Terkait
Penyusunan rencana kerja tindak lanjut temuan rinci oleh manajemen organisasi yang
diaudit dan pihak terkait dilakukan sejak diterbitkannya laporan hasil pemeriksaan melalui
komunikasi tindak lanjut hasil pemeriksaan. Komunikasi tersebut dilakukan oleh pihak intern
manajemen organisasi yang diaudit dan dapat melibatkan pihak luar organisasi seperti auditor
guna membantu penyusunan rencana kerja

Rencana Kerja
Rencana kerja untuk melaksanakan perbaikan atas temuan masalah yang ada dalam
laporan hasil pemeriksaan disusun oleh pihak yang diaudit dengan memperhatikan
pertimbangan auditor. Pelaksanaan tindak lanjut pekerjaan audit dikukuhkan dalam surat
penetapan. Surat penetapan ditindak lanjuti oleh direktur audit atau kepala kantor wilayah,
dengan menerbitkan surat pemberitahuan hasil audit yang ditujukan kepada kepala kantor
pelayanan utama dan atau kepala kantor pengawasan dan pelayanan yang mengawasi.
Bentuk-bentuk rekomendasi yang dikeluarkan oleh auditor terkait dengan hasil pemeriksaan,
adalah:
1. Rekomendasi untuk dilakukan pembinaan dan pengarahan oleh atasan langsung agar
melaksanakan tugas sesuai dengan standarstandar yang telah ditetapkan
2. Rekomendasi untuk dilakukan tindakan pelatihan ulang ( retraining ) kepada pegawai
3. Rekomendasi untuk dilakukan langkah-langkah perbaikan terhadap sistem atau SOP
yang bermasalah
4. Rekomendasi penjatuhan sanksi hukuman disiplin ringan, antara lain: Teguran lisan,
Teguran tertulis, Pernyataan tidak puas secara tertulis
5. Rekomendasi penjatuhan sanksi hukuman disiplin sedang, antara lain: Penundaan
kenaikan gaji berkala untuk paling lama satu tahun, Penurunan gaji sebesar satu kali
kenaikan gaji berkala untuk paling lama satu tahun dan penundaan kenaikan pangkat
untuk paling lama satu tahun.

Sedangkan bentuk-bentuk rekomendasi terkait dengan pelaksanaan pemeriksaan yang


dikeluarkan oleh unit yang diaudit sebagai berikut:
1. Rekomendasi penjatuhan sanksi hukuman disiplin berat, antara lain:
a. Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama satu
tahun
b. Pembebasan dari jabatan
c. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai pegawai negeri
sipil
d. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai pegawai negeri sipil
2. Rekomendasi untuk dilakukan tuntutan ganti rugi
3. Rekomendasi untuk dilakukan tuntutan perdata
4. Rekomendasi untuk dilakukan tuntutan pidana
5. Rekomendasi untuk dilakukan mutasi pegawai