Anda di halaman 1dari 12

PEMBUATAN DAFTAR TEMUAN DAN

KOMUNIKASI TEMUAN DAN PENYUSUNAN DRAF


LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN
RESUME BAB 10 & 11 INDRA BASTIAN

DOSEN PENGASUH: Dr. NADIRSYAH, SE, M. Si, Ak, CA


OLEH KELOMPOK IV:
1. AULIA KESUMA
2. FENNY SILFIA PUTRI
3. MUHAJIR
4. TARI MELLISA RAFAR

MAGISTER AKUNTANSI
KELAS B PROGRAM STAR BPKP
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH - 2014

BAB 10
PEMBUATAN DAFTAR TEMUAN
1
1.1

TEORI PEMBUATAN DAFTAR TEMUAN


Pengertian Temuan

Temuan (finding) dalam Laporan Audit


Bentuk temuan merupakan kertas kerja auditor yang paling kritis. Bentuk temuan mengkonsolidasikan
semua informasi penting yang berkaitan dengan suatu masalah tertentu misalnya pengendalian yang tidak
berfungsi, salah saji potensial dalam laporan keuangan atau adanya ketidakefisienan yang menonjol.
Temuan juga diperlukan untuk mendukung atau mencegah salah pengertian kesimpulan yang diambil dan
rekomendasi dari auditor internal.

1.2

Review Daftar Temuan


Sistematika Temuan Audit
Temuan Audit

Pengembangan Kertas Kerja

Penyajian (Laporan)

Kondisi

Judul yang bermakna

Kriteria

Pernyataan Pembuka (Kondisi,


Akibat)

Akibat
Bagian Pengembangan (Kriteria,
Sebab)
Sebab

Rekomendasi

KELOMPOK IV KELAS B STAR BPKP

Pernyataan Penutup
(Rekomendasi)

Elemen-elemen temuan

1) Kondisi
Menunjukkan suatu kesimpulan, masalah atau kesempatan yang dicatat selama review audit.
2) Kriteria
Elemen ini menguraikan standar yang digunakan sebagai pedoman untuk evaluasi
(menggambarkan kondisi yang ideal mengenai suatu kebijakan, prosedur atau peraturan
pemerintah yang spesifik).
Jenis-jenis kriteria antara lain:
Persyaratan tertulis seperti hokum, peraturan, instruksi, prosedur, pedoman,
pengarahan dan sebagainya.
Logika umum
Pengalaman auditor
Pendapat ahli yang independen
Praktik usaha yang baik
Instruksi tidak tertulis
Tujuan keseluruhan dari departemen atau organisasi
Standard dan prinsip-prinsip yang berterima umum
3) Sebab
Pernyataan sebab menerangkan mengapa masalah-masalah yang diidentifikasikan terjadi &
auditor harus mengidentifikasikan alas an-alasan yang mendasar yang ada dalam masalah
tersebut.
4) Akibat
Pernyataan akibat menggambarkan resiko-resiko tertentu yang muncul sebagai hasil dari
kondisi atau masalah. Pernyataan akibat sering memperbinangkan potensi kerugian,
ketidaktaatan, atau ketidakpuasana pelanggan yang ditimbulkan oleh masalah tersebut.
Jenis-jenis akibat:
Kekurangan pelatihan
Kekurangan komunikasi
Ketidakjujuran
Kecerobohan atau kekurangperhatian
Keputusan, prosedur, aturan atau standar yang tidak berjalan atau using.
Ketidakpahaman atas peraturan-peraturan.
Keputusan atau instruksi yang hati-hati untuk menyimpang dari instruksi/
Kekurangan sumber-sumber.
Kegagalan untuk menggunakan pertimbangan atas logika yang terjadi
Ketidakhati-hatian bahwa suatu masalah terjadi
KELOMPOK IV KELAS B STAR BPKP

Perhatian atau usaha yang tidaka cukup


Kekurangan pengawasan yang efektif atau kekurangan review pengawasan.
Ketidakmauan untuk berubah
Kekurangan perencanaan
Penyusunan organisasi atau pendelegasian wewenang yang tidak efektif.
5) Rekomendasi
Aspek temuan ini menyarankan bagaiman memperbaiki kondisi. Rekomendasi yang efektif
berkaitan secara langsung dan menghilangkan sebab. Dan suatu rekomendasi yang baik
biasanya selalu menjaga keseimbangan yang layak antara resiko yang disajikan dan biaya
yang mengendalikannya.
2

SISTEM PEMBUATAN DAFTAR TEMUAN

Jenis-jenis temuan audit antara lain:


a. Temuan menguntungkan atau temuan positif
b. Temuan yang bersifat kekurangan atau temuan negatif
Salah saji
Prosedur atau system akuntansi yang buruk
Aktivitas-aktivitas yang tidak sesuai

2.1

Berdasarkan Prioritas Permasalahan (Urgensi)

Dibedakan menjadi dua yaitu temuan yang disebabkan factor internal dan daftar temuan yang disebabkan
faktor eksternal. Dengan penyusunan daftar temuan berdasarkan prioritas permasalahan fokus audit akan
lebih jelas yaitu ada permasalahan yang memiliki tingkat prioritas yang tinggi sedangkan untuk isu-isu
yang tingkat prioritas rendah tidak perlu dilakukan secara mendalam. Dengan adanya prioritas maka
auditor dapat dengan mudah menentukan kebutuhan informasi berdasarkan prioritas masalah yang
ditemukan.

2.2

Berdasarkan Unit Organisasi

Penyusunan daftar temuan audit berdasarkan unit organisasi mempermudah auditor dan tim audit dalam
mengidentifikasi unit organisasi yang membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam terkait temuan.

SIKLUS PEMBUATAN DAFTAR TEMUAN

Menurut Tugiman (1997) temuan pemeriksaan adalah hal-hal yang berkaitan dengan pernyataan tentang
fakta. Temuan pemeriksaan yang dihasilkan dari proses perbandingan antara apa yang seharusnya dan
apa yang ternyata terdapat.

3.1

Temuan Keuangan

Temuan keuangan biasanya didapatkan dari salah saji, system akuntansi yang buruk & aktivitas yang
tidak sesuai. Audit keuangan yang dilakukan meliputi audit atas laporan keuangan yang bertujuan untuk

KELOMPOK IV KELAS B STAR BPKP

memberikan keyakinan apakah laporan keuangan dari organisasi sector public telah disajikan secara wajar
tebtang posisi keuangan, hasil operasi dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

3.2

Temuan Kinerja

Audit kinerja adalah audit terhadap aspek ekonomi, efisien dan efektiitas operasi organisasi sector public.
Hasil temuan tersebut dimuat dalam laporan hasil audit dan dapat digunakan sebagai dasar dalam
memberikan opini atas kinerja organisasi sector public dan rekomendasi perbaikan kinerja organisasi.
Sistem atau program manajamen kinerja adalah proses yang dimulai dengan penetapan tujuan dan sasaran
dan diakhiri dengan evaluasi.
Proses manajemen kinerja antara lain:
Merencanakan manajemen kinerja
Mengelola kinerja
Meninjau kinerja
Memberi imbalan untuk kinerja
Simanjuntak (2005) mendefinisikan evaluasi kinerja adalah suatu metode dan proses penilaian
pelaksanaan tugas seseorang atau kelompok orang atau unit-unit kerja dalam suatu organisasi sesuai
dengan standar atau tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu.
Maksud evaluasi kinerja (Simanjuntak 2005) adalah untuk mengetahui:
Pencapaian sasaran organisasi
Pencapaian sasaran unit kerja
Pencapaian sasaran kelompok
Pencapaian sasaran individu

4
4.1

TEKNIK PEMBUATAN DAFTAR TEMUAN


Pembuatan Daftar Inventarisasi Masalah

a. Penyusunan daftar
b. Presentasi matriks
Keuntungan menggunakan teknik presentasi matriks yaitu efisien,efektif dan memiliki pengaruh
besar.
Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam presentasi matriks adalah:
Pengkalian tujuan presentasi
Menganalisis audiens
Pengembangan gagasan utama
Mengembangkan pokok-pokok utama
Mengkonsultasikan sumber-sumber informasi untuk menambah pengetahuan wawasan
penyaji.
Pencatatan data secara akurat dan sistematis.
Membuat sketsa presentasi

KELOMPOK IV KELAS B STAR BPKP

4.2

Teknik Penemuan Akar Masalah

Salah satu teknik penemuan akar masalah yang dikemukakan disini adalah dengan menggunakan diagram
Ishikawa. Konsep ini memberikan acuan penyebab utama yang bersumber dari 4 M yaitu: material,
machines, manpower dan methods. Diagram Ishikawa sangat bermanfaat bagi organisasi yang telah
menerapkan knowledge manajemen.
Berikut langkah-langkah penerapan diagram ishikawa.
1. Tuliskan masalah utama
2. Mengajak seluruh anggota tim untuk menemukan sumber masalah yang nyata atau berpotensi
muncul
3. Temukan penyebab utama
4. Bentuk beberapa kelompok diskusi
5. Setiap kelompok mulai mencari factor-faktor penyebab dari masalah
6. Variabel yang ditemukan harus spesifik, terukur dan dapat dikendalikan.
7. Setiap kelompok mempresentasikan kepada seluruh tim hal yang didapt pada saat diskusi dan
setiap temuan dimasukkan dalam gambar besar dari semua kelompok sehingga tercipta diagram
Ishikawa.

KELOMPOK IV KELAS B STAR BPKP

BAB 11
KOMUNIKASI TEMUAN DAN PENYUSUNAN DRAF
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN
1

1.1

TEORI KOMUNIKASI TEMUAN DAN PENYUSUNAN DRAF LAPORAN HASIL


PEMERIKSAAN
Teori Komunikasi Temuan Hasil Pemeriksaan

Tujuan Pembicaraan Awal tentang Daftar Temuan


1. Konfirmasi temuan audit dengan klien
2. Mengetahui tanggapan klien atas daftar temuan audit
3. Menghindari kesalahpahaman atau perbedaan interpretasi fakta
4. Memperkuat hubungan kemitraan antara tim audit dengan klien.
Pengkomunikasian temuan audit dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
1. Komunikasi pada laporan keuangan melalui laporan auditor
2. Komunikasi lain yang disyaratkan manajemen dan direktur
3. Komunikasi temuan dari other assurance service.
Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Pembicaraan Awal tentang daftar Temuan
1. Pihak tim auditor,
2. Klien atau menajemen organisasi yang diaudit
3. Pihak-pihak lain yang berkaitan dengan hasil audit.
Tim Audit terdiri dari:
1. Seorang kepala subdirektorat audit atau kepala bidang audit
2. Seorang pengawas mutu audit
3. Seorang pengendali teknis audit
4. Seorang ketua auditor
5. Seseorang atau lebih auditor
Materi Pembicaraan Awal tentang Daftar Temuan
a. Pengendalian internal
b. Kebijakan akuntansi yang signifikan
c. Pendapat-pendapat manajemen dan efisiensi akuntansi
d. Pendapat audit yang signifikan
e. Informasi lain yang ada pada audit laporan keuangan
f. Ketidaksepakatan dengan manajemen
g. Konsultasi dengan akuntan-akuntan yang lain
h. Kesulitan-kesulitan yang muncul pada kinerja audit.
KELOMPOK IV KELAS B STAR BPKP

Target/Hasil Pembicaraan Awal tentang Daftar Temuan


a. Tujuan Komunikasi pada saat pelaksanaan audit agar auditor dapat memperoleh bukti yang cukup,
relevan dan kompeten sebagai dasar dalam membuat kesimpulan dan rekomendasi audit
b. Tujuan komunikasi pada akhir pelaksanaan audit yaitu untuk mendapatkan tanggapan atau
persetujuan final klien atas seluruh temuan audit yang nantinya akan dimuat dalam laporan hasil
audit.

1.2

Teori Penyusunan Draf Laporan Hasil Pemeriksaan

Pengertian Kesimpulan Hasil Pemeriksaan


Kesimpulan hasil Pemeriksaaan dibuat pada tahap akhir audit.
Kesimpulan ini memuat:
1. Temuan audit
2. Pernyataan auditor dan
3. Rekomendasi auditor terhadap organisasi yang diaudit.
Titik Kritis Kesimpulan Hasil Pemeriksaan
Laporan hasil audit atau pemeriksanaan sebaiknya mengungkapkan beberapa hak berikut:
1. Hal-hal yang masih menjadi masalah dan belum dapat diselesaikan sampai saat audit berakhir
2. Pengakuan terhadap prestasi kerja klien, hasil perbaikan yang telah dilaksanakan dan terutama
bila perbaikan ini dapat diterapkan pada bagian lain.
3. Rekomendasi tindak lanjut bila memang ada hal-hal yang perlu dilakukan perbaikan pada proses
kerja klien
4. Dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara pimpinan klien dan auditor internal mengenai hasil
temuan dan kesimpulan hasil audit maka perbedaan pendapat tersebut harus juga diungkapkan
dalam laporan hasil audit.
Kualitas Laporan Hasil Pemeriksaan
Kualitas laporan audit dilakukan untuk memverifikasi kesesuain dengan standar setelah melalui
review bukti objektif dalam pelaksanaan audit.
Untuk organisasi, kualitas laporan audit seharusnya tidak hanya melaporkan tindakan kesesuian
dan korektif, tetapi juga menyoroti bidang praktik yang baik dan memberikan bukti
kesesuaiannya. Dengan cara ini, perbaikan organisasi dapat dilakukan
Kualitas laporan hasil audit yang dihasilkan auditor sangat bergantung pada tim audit yang
melakukan pelaksanaan audit yang berkualitas yang membutuhkan dukungan dan kemampuan
dan keahlian auditor yang bertugas dalam menerapkan prosedur-prosedur audit yang ditetapkan
sesuai dengan SPAP.

KELOMPOK IV KELAS B STAR BPKP

2.1

SISTEM KOMUNIKASI TEMUAN DAN PENYUSUNAN DRAF LAPORAN HASIL


PEMERIKSAAN
Sistem Komunikasi Temuan Hasil Pemeriksaan

Dengan keterampilan komunikasi yang baik, pelaksanaan audit akan berjalan secara efektif dan efisien,
dalam hal:
1. Memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam pengujian audit.
2. Mengendalikan dan mengordinasikan kegiatan-kegiatan tim audit
3. Meningkatkan kualitas audit
4. Memperbaiki citra auditor internal
Komunikasi antara tim auditor atau auditor dengan klien dapat dibangun secara satu arah (tim auditor ke
klien) maupun dua arah (tim auditor ke klien dan klien ke tim auditor).

2.2

Sistem Penyusunan Draf Laporan Hasil Pemeriksaan

Sebuah laporan hasil audit yang baik akan memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Mengemukakan hal yang menurut pertimbangan auditor cukup penting untuk dilaporkan
b. Pelaporan diselesaikan dalam waktu yang tepat an disusun sesuai dengan minat serta kebutuhan
penerimaan laporan
c. Ketepatan laporan dan kecukupan bukti pendukung
d. Bersifat meyakinkan pihak penerima laporan, khususnya terkait temuan, kesimpulan dan
rekomendasi
e. Laporan hasil audit harus menyajikan temuan-temuan secara objektif tanpa prasangka, sehingga
memberikan perspektif yang tepat.
f. Pelaporan harus disajikan sejelas dan sesederhana mungkin.
g. Laporan pemeriksanaan sebaiknya ringkas.
h. Laporan hasil pemeriksaan harus lengkap
i. Laporan hasil audit harus disusun dengan nada konstruktif, sehingga membangkitkan reaksi
positif pembaca
Laporan hasil audit -> disusun oleh ketua tim audit ->diserahkan kepada pengawas audit untuk di review
Dalam proses tersebut sering digunakan suatu formulir yang disebut lembar review untuk memudahkan
koreksi/tambahan dan sebagainya tanpa harus mencoret-coret konsep laporan hasil audit.

KELOMPOK IV KELAS B STAR BPKP

3.1

SIKLUS KOMUNIKASI TEMUAN DAN PENYUSUNAN DRAF LAPORAN HASIL


PEMERIKSAAN
Siklus Komunikasi Temuan Hasil Pemeriksaan

Pemaparan
Daftar
Temuan
Audit

Konfirmasi
dan diskusi

Tanggapan
Auditee atas
Daftar
Temuan

Kesimpulan
dan
Pembicaraan

a. Pemaparan Temuan
Dilakukan dengan dua cara yaitu pemaparan secara tidak langsung melalui pengiriman daftar
temuan dalam bentuk laporan hasil temuan audit kepada klien dan pemaparan secara langsung
oleh auditor melalui presentasi kepada klien.
Tujuan: agar klien mengetahui temuan-temuan positif dan negatif yang diperoleh auditor.
b. Konfirmasi dan Diskusi
Tujuan: menyamakan pandangan auditor atau tim audit dengan klien tentang interpretasi data
yang diperoleh tim audit.
c. Tanggapan Klien atas Daftar Temuan
Tanggapan yang diberikan dapat berupa:
1. Persetujuan atas sebagian atau seluruh daftar temuan audit
2. Penolakan atas sebagian atau seluruh daftar temuan audit.
d. Kesimpulan Pembicaraan
Dikategorikan menjadi 3:
Temuan audit yang disetujui klien
Temuan audit yang dibatalkan oleh tim audit
Temuan audit yang dipertahankan tim audit

3.2

Siklus Penyusunan Draf Laporan Hasil Pemeriksaan

Siklus Penyusunan
Adapun rangkaian aktivitas yang membentuk siklus penyusunan pelaporan hasil audit adalah:
KELOMPOK IV KELAS B STAR BPKP

a. Ekspos hasil pemeriksanaan meliputi:


1. Paling lambat satu minggu setelah selesai melakukan pemeriksaan regular, tim audit wajib
melakukan ekspos hasil pemeriksaan.
2. Inspektur wilayah menyerahkan konsep laporan hasil pemeriksaan (LHP) tiga hari sebelum
dilaksanakan kegiatan ekspos kepada sekretaris Inspektorat jenderal.
3. Ekspos konsep laporan hasil pemeriksaan oleh tim pemeriksa dipimpin inpektur wilayah
dengan penyanggah terdiri dari para pejabat pengawas pemerintah, kelompok kerja bidang
pengawasan, kepala bagian dan kepala sub bagian terkait
b. Penyusunan laporan hasil pemeriksaan
Paling lambat lima belas hari setelah selesai melakukan pemeriksaan regular, tim pemeriksa
wajib menyelesaikan laporan hasil pemeriksaan yang telah diperbaiki sesuai hasil ekspos beserta
nota dinas inspektur wilayah kepada inspektur jenderal, konsep nota dinas inspektur jenderal
kepada menteri dan petunjuk menteri kepada kepala daerah atau pimpinan komponen.
Draf laporan hasil pemeriksaan disusun melalui tiga tahapan sebagai berikut:
a. Membuat Outline
b. Membuat Draf
c. Revisi
Siklus Tanggapan

Siklus tanggapan berkaitan dengan tanggapan klien terhadap temuan audit yang diperoleh
auditor.
Dimulai dengan pemberian tanggapan klien terhadap temuan audit - sesuai dengan kondisi
organisasi yang sebenarnya - klien setuju dengan semua temuan yang dinyatakan dengan
penandatangan lembar pernyataan persetujuan daftar temuan.
4

4.1

TEKNIK KOMUNIKASI TEMUAN DAN PENYUSUNAN DRAF LAPORAN HASIL


PEMERIKSAAN
Teknik Komunikasi Pemahaman Auditor Atas Objek Audit

Auditor harus mengkomunikasikan dengan atasan pengelola objek atau pemberi tugas audit tentang
pemahamannya terhadap berbagai program/aktivitas objek audit untuk menghindari terjadinya
kesalahpahaman.

4.2

Teknik Komunikasi Temuan Hasil Pemeriksaan

Komunikasi selama pelaksanaan audit bertujuan untuk mengetahu apakah tim audit:
a. Melaksanakan program audit sebagaimana mestinya
b. Mengidentifikasi permasalahan yang dijumpaai dalam audit
c. Mengatasi masalah yang dijumpai dalam audit
Komunikasi pada penyiapan konsep laporan hasil audit dilakukan pada tahap penyiapan konsep laporan
hasil audit yang bertujuan, antara lain:
KELOMPOK IV KELAS B STAR BPKP

10

a. Untuk mencapai kata sepakat mengenai seluruh temuan audit final.


b. Untuk memeroleh tanggapan dan persetujuan final dari pengendali teknis bahwa seluruh temuan
audit itu objektif dan rekomendasi yang diberikan layak dan dapat dilaksanakan.
c. Untuk memastikan bahwa kertas kerja audit telah disusun secara memadai dan substansi kertas
kerja auditnya cukuo sebagai bahan untuk menyusun laporan hasil audit.
Namun, dalam tahap pembicaraan awal tentang daftar temuan audit disini yang lazim dilakukan adalah
teknik presentasi dan diskusi.

4.3

Teknik Penyusunan Draf Laporan Hasil Pemeriksaan

Teknik Rekap Hasil Pemeriksaan


Dalam pemeriksaan terhadap suatu kegiatan bila menggunakan kuesioner maka hasil dari kuesioner
tersebut perlu direkap untuk mempermudah membaca hasilnya.
Teknik Penjumlahan Hasil Pemeriksaan
Kesimpulan hasil penilaian terhadap hasil pemeriksaan di suatu kegiatan merupakan nilai rata-rata dari
seluruh tahapan kegiatan, dengan rumusan:
Total nilai rata-rata setiap tahapan kegiatan
Jumlah Tahapan Kegiatan
Teknik Penyesuaian Hasil Pemeriksaan
Hasil penilaian antara secara kuantitatif dan secara kualitatif kemudian disesuaikan.
Analisis Hasil Pemeriksaan
Hasil penilaian ini, selain secara kuantitatif dengan menggunakan angka, sehingga suatu kegiatan
mendapat penilaian sesuai parameter yang diterapkan juga dapat dibuat penilaian kualitatif berdasarkan
penilaian dari pemeriksa/auditor yang kemudian dibuat beberapa catatan atau rekomendasi.

KELOMPOK IV KELAS B STAR BPKP

11