Anda di halaman 1dari 6

Nama : Zia Arnanto

NIM : 115020307111068
AUDIT PENDAHULUAN
Audit pendahuluan dilakukan dalam rangka mempersiapkan audit lebih dalam. Audit ini lebih
ditekankan pada usaha untuk memperoleh informasi latar belakang tentang objek audit.
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan berkaitan dengan pelaksanaan audit ini, antara
lain:

Pemahaman auditor terhadap objek audit

Penentukan tujuan audit

Penentuan ruang lingkup

Review terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan objek


audit.

Pengembangan kriteria awal dalam audit

Pemahaman auditor terhadap objek audit


Kebanyakan pendokumentasian dan proses perolehan pemahaman diselesaikan
bahkan sebelum auditor melakukan audit. Studi awal yang dilakukan auditor mencakup
penelaahan atas kertas kerja tahun sebelumnya, temuan-temuan audit, bagan organisasi, dan
dokumen-dokumen lain yang akan membantu untuk lebih memahami subyek audit. Pada
banyak kondisi, studi awal akan dilakukan di kantor pusat, meskipun banyak auditor saat ini
dapat mengakses informasi secara elektronik dari lokasi yang jauh. Jika audit merupakan satu
di antara serangkaian penugasan rutin, auditor akan terlebih dahulu melihat dokumen
permaen untuk operasi tertentu. Dokumen permanen berisi salinan laporan audit terdahulu
dan jawaban-jawaban serta informasi relevan lainnya tentang aktivitas yang akan diaudit.
Dokumen tersebut memberikan semacam pandangan menyeluruh bagi auditor, masalahmasalah yang sebelumnya ditemukan, dan langkah-langkah yang diambil atau janji-janji
untuk menyelesaikannya.
Objek audit meliputi keseluruhan perusahaan dan/atau kegiatan yang dikelola oleh
perusahaan tersebut dalam rangka mencapai tujuannnya. Setiap objek audit memiliki
wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik dan system
pendelegasian wewenang yang diselenggarakan pada perusahaan tersebut.
Dalam pemahaman terhadap objek audit, auditor harus mendapatkan informasi
tentang sumber daya (kapasitas aktivitas) yang dimiliki objek audit dalam melaksanakan

berbagai kegiatan. Di samping itu, metode operasi (cara pelaksanaan kegiatan) juga harus
menjadi perhatian penting karena dari hubungan antara metode operasi dengan ketersediaan
sumber daya, auditor akan mendapatkan informasi awal apakah suatu kegiatan telah
dilaksanakan dengan ekonomis, efisien dan efektif dalam mencapai tujuannya.
Penentuan Tujuan Audit
Selama survey pendahuluan, Auditor harus menentukan tujuan aktivitas yang diauditbukan tujuan audit yang akan ditetapkan selanjutnya, melainkan tujuan aktivitas itu sendiri.
Tujuan audit harus mengacu pada alasan mengapa harus dilakukan pada objek audit dan
didasarkan pada penugasan audit. Jika tujuan-tujuan ini tidak dipahami dengan baik, maka
audit bisa kehilangan manfaatnya. Mendapatkan gambaran tujuan aktivitas yang tepat dan
kesesuaian misinya dengan sasaran strategis perusahaan merupakan cerminan
profesionalisme auditor. Penugasan audit biasanya memberikan tujuan audit dalam lingkup
yang luas. Terhadap hal ini auditor harus menggunakan keahlian professionalnya untuk
merumuskan tujuan audit yang lebih rinci. Beberapa alasan yang mendasari diperlukannya
audit manajemen termasuk di antaranya:

Terjadinya pemborosan dan ketidakefisienan penggunaan sumber daya perusahaan.

Tujuan yang telah ditetapkan tidak tercapai.

Adanya alternative yang lebih baik dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Terjadinya penyimpangan dalam penggunaan sumber daya

Adanya penyimpangan terhadap peraturan dan kebijaksanaan perusahaan.

Sistem informasi dan pelaporan kurang baik.

Dalam merumuskan tujuan ini, auditor dapat melakukannya dengan cara sebagai berikut:

Mengindentifikasi tujuan yang ada, mungkin mempunyai arti penting pada pemberi
tugas.

Mempertimbangkan tujuan audit yang telah ditetapkan pada masa sebelumnya.

Membahas dengan pemberi tugas dan pengelola objek audit

Jika auditor memiliki wewenang yang besar untuk menentukan tujuan audit, harus
memperhatikan dengan cermat tentang arti penting dan risiko yang berkaitan dengan audit
tersebut. Kedua hal ini dapat memberikan petunjuk/indikasi tentang bidang-bidang yang
harus diuji dalam audit. Dalam penentuan tujuan audit, auditor harus memperkirakan dan
mengukur dengan cermat apakah:

Sasaran dapat memungkinkan untuk diaudit.

Sumber daya cukup tersedia untuk melaksanakan audit.

Waktu pelaksanaan yang tersedia cukup untuk audit.

Auditor harus membedakan tujuan, sasaran dan standar. Tujuan berasal dari bahasa
latin objectum, yang secara harfiah berarti sesuatu yang dilontarkan sebelum (pikiran). Arti
penting program/aktivitas sangat berpengaruh dalam rangka penentuan tujuan audit. Besarnya
anggaran yang dikelola dalam program/aktivitas, kebijakan-kebijakan penting yang
mendasarinya dan adanya aktivitas yang memerlukan perbaikan harus diperhatikan dengan
baik. Dalam menentukan tujuan audit, auditor harus lebih menekankan pada aktivitas yang
memerlukan perbaikan.
Penentuan tujuan audit harus memerhatikan berbagai risiko kegagalan yang mungkin
terjadi, baik risiko tidak tercapainya tujuan objek audit maupun tujuan audit itu sendiri.
Penentuan Ruang lingkup
Ruang lingkup audit menunjukkan luas (area) dari tujuan audit. Beberapa hal penting
yang merupakan keinginan dari pemberi tugas harus diperhatikan dalam menentukan ruang
lingkup audit. Di samping itu, penentuan ruang lingkup audit harus mengacu pada tujuan
audit yang telah ditetapkan. Tujuan audit adalah target yang akan diaudit. Dalam target ini
terkandung pertanyaan auditor yang jawabannya akan diperoleh melalui proses dan
kesimpulan hasil audit.
Penelaahan terhadap Peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan objek audit
Penelaaan ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang peraturan-peraturan
yang berhubungaan dengan objek audit baik bersifat umum maupun yang berhubungan
khusus dengan berbagai program/aktivitas yang diselenggarakan pada objek audit. Dalam
penelaahan ini auditor dapat memahami bata-batas wewenang objek audit dan berbagai
program yang dilaksanakan dalam mencapai tujuannya. Peraturan dan kebijakan yang
ditetapkan oleh objek audit dapat berupa adopsi terhadap peraturan yang ditetapkan
pemerintah atau yang secara penuh di kembangkan dalam objek audit sebagai penjabaran
strategi dalam meningkatkan kemampuan bersaingnya.
Pengembangan Kriteria Awal dalam audit
Kriteria adalah norma atau standar yang merupakan pedoman bagi setiap individu
maupun kelompok dalam melakukan aktivitasnya di dalam perusahaan. Faktor yang
mempengaruhi kriteria yang akan digunakan dalam audit antara lain:

Tujuan dari kegiatan yang diaudit

Pendekatan audit

Aktivitas tujuan audit

Karakteristik kriteria yang baik antara lain:

Realistis

Dapat dipercaya

Bebas dari pengaruh kelemahan manusia

Mengarah pada temuan-temuan dan kesimpulan untuk memenuhi kebutuhan


informasi pemberi tugas audit.

Dirumuskan secara jelas dan tidak mengandung arti ganda yang dapat menimbulkan
interpretasi yang berbeda.

Dapat dibandingkan

Diterima semua pihak

Lengkap

Memerhatikan adanya rentang waktu pada saat suatu kejadian/kegiatan berlangsung.

Dalam pengembangan kriteria ini, auditor dapat mengacu pada beberapa sumber, antara lain :

1.Undang-undang (peraturan) yang berlaku

2.Kebijakan-kebijakan yang ditetapkan dalam objek audit

3.Norma yang sudah mendapat pengakuan secara umum

4.Kriteria yang digunakan pada objek audit sejenis

5.Pengalaman auditor dalam tugas-tugas audit sebelumnya pada objek audit sejenis

6. Kesimpulan Hasil audit

Dari hasil audit pendahuluan, auditor harus membuat kesimpulan atas hasil audit
pendahuluan yang telah dilakukan. Kesimpulan ini menjadi dasar dalam menentukan
langkah-langkah yang akan diambil dalam tahapan audit selanjutnya. Audit pendahuluan
yang dilakukan dengan baik biasanya menghasilkan sejumlah informasi yang bermanfaat.

Data yang dikumpulkan dapat mengindentifikasi hal-hal penting dan masalah-masalah yang
ada serta membantu auditor memutuskan apakah pemeriksaan lanjutan diperlukan.

Pada tahap ini pula auditor seharusnya sudah menetapkan tujuan audit walaupun
masih bersifat sementara. Kesimpulan hasil audit pendahuluan memuat tentang halhal
sebagai
berikut
:
1. Daftar bidang/kegiatan yang mengandung kelemahan, yang akan dijadikan tujuan
audit pada tahap audit selanjutnya.

2. Alasan mengapa bidang/kegiatan tersebut memerlukan audit lanjutan

3.Temuan-temuan sementara yang diperoleh berkaitan dengan bidang/kegiatan yang


termasuk dalam daftar bidang/kegiatan yang masih mengandung kelemahan,
berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

4.Rekomendasi sementara yang diajukan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan


yang ada.

5.Tindakan-tindakan perbaikan yang sudah dilakukan objek audit berdasarkan


rekomendasi sementara yang diberikan auditor sebelumnya.

6.Bukti-bukti yang diperoleh pada audit selanjutnya berkaitan dengan tujuan audit
sementara yang telah ditetapkan.

Jika audit pendahuluan memberi keyakinan adanya system, control, pengawasan, dan
manajemen yang baik, maka bisa menjadi dasar keputusan tidak dilakukannya audit. Sumber
daya audit biasanya langka, dan kebanyakan organisasi audit memiliki lebih banyak proyek
dibandingkan auditor yang akan melakukannya. Tidak masuk akal untuk menghabiskan
waktu audit yang berharga hanya untuk mengejar pengujian transaksi jika kelihatannta
system control itu sendiri akan menunjukkan semua transaksi yang memiliki kelemahan
material.

DEFINISI SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


SPM adalah Perolehan dan penggunaan informasi untuk membantu mengkoordinasikan
proses pembuatan perencanaan dan pembuatan keputusan melalui organisasi dan utnuk
memandu perilaku manajemen
Proses Hubungan Atasan dalam Pengendalian Manajemen :

Komunikasi Agar bawahan bertindak secara efektif, maka mereka harus tahu apa yang
harus dikerjakan

Motivasi Bawahan diberi motivasi untuk menyelesaikan tugasnya


Evaluasi Efisien dan efektifnya bawahan dalam melakukan tugasnya harus dievaluasi
oleh manajer

Metodologi Pengendalian manajemen :

Menentukan tujuan.
Pengukuran prestasi
Evaluasi prestasi

Faktor lingkungan yang mempengaruhi pengendalian manajemen :

Perilaku Organisasi
Pusat Pertanggujawaban

Proses Pengendalian Manajemen :

Perencanaan Strategi
Penyusunan Anggaran
Pelaksanaan Anggaran
Evaluasi Kinerja

Dampak internet terhadap Pengendalian Manajemen :

Akses secara mudah dan cepat


Komunikasi manjadi multi-target
Komunikasi berbiaya rendah
Kemampuan menampilkan citra tertentu
Pergeseran kekuatan dan kendali individu