Anda di halaman 1dari 5

DIALOG

INC ( Internatal Care)/ Persalinan

Bidan marlinah :

Asisten bidan :

Pasien iim :

Suami pasien :

Pada suatu hari hidup sepasang suami istri yang hidup bahagia. Sepasang
suami istri sangat mendambakan kehadiran buah hati hadir di kehidupan mereka.
Setelah mereka menikah kurang lebih 1 tahun sang istri pun mengandung. Mereka
sangat bahagia atas kehadiran calon keluarga baru tersebut.

Sang istri sangat menjaga kondisi kehamilannya, sang suami pun setia
mendampingi istrinya. Sang suami menjadi suami siaga dalam keadaan apapun.
Istri pun merasa sangat bahagia akan dukungan dari suami dan keluarga.

Kehamilan ibu c semakin hari semakn berkembang dengan baik, 2 bulan


pertama dilalui dengan baik, 4 bulan, 8 bulan hingga sampai saat yang di tunggu-
tunggu yaitu 9 bulan. Ibu c memutuskan untuk melawati masa persalinan kepada
bidan a. Dan hari kelahiran buah hati nya pun tiba (di tempat bidan a)

Suami pasien : bu bidan, tolong bantu istri saya, dia sudah mules bu.

Bidan marlinah : tenang pak Har, saya akan menolong istri bapak. Sekarang ibu
dimana?

Suami pasien : istri saya ada didalam mobil bu, cepat bu.

Bidan marlinah : tunggu sebentar pak, saya akan memerintahkan assisten saya
menyiapkan ruangan untuk istri bapak.

Suami pasien : baik bu, saya tunggu di mobil bu

Bidan marlinah : Win, tolong persiapkan bed untuk bersalin ya?


Asisten bidan : baik mba, akan saya persiapkan. (bidan Gita dan pak Har
bergegas manghampiri ibu Mega di mobil dan membawa ibu
Meme masuk kedalan klinik)

Suami pasien : kamu baik-baik aja dek? Kamu masih mules-mules? Tambah
sakit gak?

pasien : perut aku mules-mules biasa kok mas.

Suami pasien : baiklah kalo begitu, ini bidan Gitanya sudah siap, jadi kita
tidak perlu khawatir y?

Bidan marlinah : iya bu, saya siap menolong ibu melewati masa persalianan ini.
Pak tolong bantu saya membaringkan ibu di tempat tidur ini.

Suami pasien : baik bu.

Bidan marlinah : win, tolong periksa perkembangan pembukaan ibu iim ya?

Asisten bidan : baik bu. (setelah memeriksa pembukaan ibu)

Assitern : pembukaan telah mencapai 4 cm bu.

Bidan marlinah : oh begitu. Ibu iim apa yang ibu rasakan sekarang?

pasien : sekarang saya hanya merasa mules-mules saja bu bidan. Tapi belum
terlalu sakit rasanya.

Bu Bidan : kalau begitu, kita akan menunggu perkembangan dari pembukaan


jalan lahir janin ibu, kami akan terus memantaunya, sabar ya bu?

pasien: baiklah bu.

Bidan marlinah : ibu, apakah ibu merasa ingin buang air kecil atau air besar bu,
jika ibu ingin ke kamar mandi mari saya bantu bu?

pasien : iya bu, saya ingin buang air kecil

Bidan marlinah : kalo begitu mari saya antar bu. Setelah dari kamar mandi
asisten Windi akan menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan
diri ibu seperti biodata diri dan riwayat ibu.
Asisten : Asisten akan menanyakan identifikasi klien (biodata) gravida
(kehamilan), para (persalinan), abortus (keguguran), jumlan anak
yang hidup HPHT (Hari Pertama Haid yang Terakhir) taksiran
persalinan riwayat penyakit (sebelum dan selama kehamilan)
termasuk alergi riwayat persalinan Selanjutnya Bidan Gita melakukan
pemeriksaan abdomen dan periksa dalam.

Asisten : Ibu apa apakah ibu memiliki penyakit yang sudah di derita sejak
lama?

pasien : tidak ada sih bu, tetapi kemarin saya sempat anemia bu.

Asisten : oh, itu biasa dialami oleh seorang ibu hamil bu, karena selain
memberikan asupan untuk ibu, ibu jug amemberikan asupan untuk
janin ibu sehingga menjadi 2 kali lipat.

pasien: oh begitu bu, saya mengerti bu.

Bidan marlinah : ibu dalam proses persalinan nanti tenaga ibu sangat
dibutuhkan untuk bisa memperlancar persalinan, maka dari itu
ibu harus mengetahui teknik pernafasan yang baik dalam
proses persalinan, saya akan mengajari ibu bagaimana bu?

pasien: baik bu, saya akan mendengarkan penjelasan ibu.

Bidan marlinah : jadi begini bu, teknik pernafasan yang dapat membantu ibu
dalam persalinan ada dua, yaitu pernafasan lambat dan
pernafasan ringan. Pernafasan lambat berupa pernafasan dada
maupun perut. Jika pernafasan ringan tarik dan keluarkan
pernafasan dengan cepat dan ringan melalui mulut-kira-kira
satu tarikan nafas setiap satu atau dua detik. Jaga pernafasan
Anda tetap dangkal dan ringan. Tarik nafas dengan tenang,
tetapi keluarkan dengan bersuara baik berupa desahan pendek
atau bunyi ringan. Tarikan nafas yang tenang membantu Anda
memastikan bahwa tidak mengambil nafas berlebihan.

pasien: bu, pernafasan ringan digunakan pada saat seperti apa bu?
Bidan marlinah : jadi, pernafasan ringan digunakan pada saat ibu tidak lagi
dapat relaks selama kontraksi.

pasien : Jadi begitu, baik bu saya mengerti bu.

Bidanmarlinah : Baik jika ibu mengerti ada berapa macam teknis pernafasan
dalam persalinan?

pasien : Teknik pernafasan dalm persalinan ada 2, pernapasan lambat dan


ringan.

Bidan marlinah : Baik, ibu sudah mengerti. Bagus sekali bu.

(10 menit kemudian)

pasien : Aduh bu bidan, perut saya tersa mules sekali sakiat bu bidan.

Bidan mar linah : kalo begitu, saya akan memeriksa terlebih dahulu bu.
Pembukaan jalan lahir ibu sudah lengkap, ibu akan segera melahirkan.
Ibu sekarang siap untuk melakukan persalinan ya bu?

pasien : iya bu bidan. (dengan wajah sedikit ketakutan)

Bidan Gita : jangan khawatir ibu, saya dan asisten saya akan
merusaha menolong ibu dengan maksimal, suami ibu juga akan selalu
mandampingi ibu disini, benar kan pak?

Suami pasien : iya dek, aku kan selalu di samping kamu. Jangan khawatir ya?
Jangan lupa berdoa ya?

pasien: iya mas.

Bidan marlinah : baiklah kalo ibu sudah siap, kami akan menyiapkan peralatan
terlebih dahulu ya pak bu.

Asisten : mba, pembukaannya sudah lengkap.

Bidan marlinah : baik, kita akan melakukan persalinan. bapak , apakah bapak
berani dan bersedia mendampingi ibu dalam proses persalianan?

Suami pasien : iya bu saya bersedia.


Bidan marlinah : baik kalau begitu pak, jika bapak ada di samping ibu akan
sangat baik karena ibu bisa merasa lebih relaks. Persalinan pun
berjalan dengan lancer, ibu Meme dapat melakukan pernafasan
dengan sangat baik, peran Pak Har juga sangat membantu ibu Meme
dalam melewati proses persalinan. Bayi yang dilahirkan oleh Ibu
Meme berjenis kelamin laki-laki dengan keadaan sehat.