Anda di halaman 1dari 6

Mata Kuliah: Komunikasi Kebidanan Lanjut

ROLE PLAY INTRANATAL CARE

Disusun Oleh:

 Melfina Kumape
 Suriyana Idrus
 Sarmida
 Melisa
 Yanti

D.IV BIDAN PENDIDIK


STIKES MEGAREZKY MAKASSAR
TAHUN 2018

NASKAH ROLE PLAY INTRANATAL CARE


Pemeran:
1. Suriyana Idrus sebagai Ibu Hamil
2. Melfina Kumape sebagai Bidan
3. Melisa sebagai Asisten bidan
4. Yanti sebagai suami

Pada suatu subuh, seorang ibu hamil yang bernama ibu Suriyana merasakan mules pada
perutnya, ia juga melihat ada cairan lendir yang keluar dari vaginanya. Ia pun memanggil suaminya
Bapak Yanto dan mertuanya ibu Melisa. Ketika suami dan mertuanya datang, ia pun menceritakan
semuanya.

 Bapak Yanto : Kenapa ma?


 Ibu Suriyana : Ini pa, mama merasa mules.

Mereka bertiga pun segera siap-siap untuk pergi ke klinik bidan Melfina.
Pagi harinya, klinik bidan Melfina kedatangan seorang klien ibu hamil beserta keluarganya.

 Ibu Suriyana : Selamat pagi bu, bu bidannya ada?


 Asisten bidan : Selamat pagi, ada bu.. bidannya ada di dalam, mari silahkan masuk,
silahkan duduk. Tunggu sebentar ya bu , saya panggilkan ibu bidannya dulu.
 Ibu Suriyana : Iya bu.
 Bidan Melfina : Selamat pagi bu, ada yang bisa saya bantu bu?
 Bapak Yanto : Ya bu, saya ingin memeriksakan kehamilan istri saya yang sudah masuk
usia 9 bulan sekarang.
 Bidan Melfina : oh iya pak , tapi sebelumnya boleh saya tau nama ibu dan bapak ? dan
asalnya dari mana ?
 Bapak agus : nama saya bpk Agus dan istri saya ibu jannah. Kami dari sepinggan.
 Bidan melly : usia ibu berapa ?
 Ibu jannah : usia saya 23 tahun.
 Bidan melly : pekerjaan bapak sama ibu apa ?
 Bapak agus : saya bekerja sebagai guru dan istri saya sebagai ibu rumah tangga.
 Bidan melly : lalu apa yang ibu rasakan sekarang ?
 Ibu jannah : saya merasakan perut saya mules-mules, terus keluar lendir campur darah
bu.
 Bapak agus : saya sangat khawatir bu , apa tidak terjadi sesuatu dengan istri saya ?
 Bidan melly : ya pak , kita berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa sama ibu. Oh iya bu
sejak kapan ibu merasakan mulesnya ?
 Ibu jannah : sejak tadi subuh sekitar jam 5 subuh bu bidan.
 Bidan Melfina : sekarang masih mules bu ?
 Ibu Melisa : iya bu , tapi tidak seperti tadi subuh , sekarang masih sakit tapi saya masih
bisa tahan.
 Bidan Melfina : maaf bu, kalau boleh tahu, ini kehamilan yang keberapa ya bu? dan apakah
ibu pernah mengalami keguguran.
 Ibu jannah : ini kahamilan saya yang pertama bu. Dan saya tidak pernah keguguran.
 Bidan melly : bu sebelumnya pernah melakukan pemeriksaan kehamilan ?
 Ibu jannah : pernah bu , di klinik bersalin di sepinggan.
 Bidan melly : berapa kali bu ?
 Ibu jannah : 3 kali bu bidan.
 Bidan melly : oh iya bu , apakah sebelumnya dalam keluarga ibu ada riwayat penyakit
menurun seperti diabetes, hipertensi , asma. Atau penyakit menular seperti tbc, hepatitis.
Dan penyakit berat seperti jantung dan ginjal.
 Ibu jannah : Alhamdulillah dalam keluarga saya dan saya tidak pernah menderita
penyakit yang seperti ibu sebutkan tadi.
 Bidan melly : bu , apakah selama kehamilan ini tidak pernah mengalami sakit kepala
berat dan penglihatan buram ?
 Ibu Suriyana : Tidak pernah bu.
 Bidan Melfina : kalau begitu asisten saya akan memeriksa tekanan darah ibu dulu ya bu.
Apakah ibu bersedia?
 Ibu Suriyana : Ya bu, silahkan.

Asisten bidan tersebut pun segera memeriksa tekanan darah ibu jannah. Setelah selesai , asisten
bidan pun memberi tahu hasilnya kepada bidan melly.

 Ibu Suriyana : Bagaimana bu tekanan darah saya?


 Bidan Melfina : Tekanan darah ibu normal 120/80 mmHg. Bagaimana perasaannya bu
dengan kehamilan pertama ini ?
 Ibu Suriyana : bahagia sekali bu, sudah tidak sabar ingin gendong, tapi takut juga
bagaimana nanti menghadapi persalinan saya.
 Bidan Melfina : Tidak usah takut bu, persalinan merupakan proses yang alamiah terjadi
pada semua ibu. Saya periksa keadaan ibu dan janin ibu ya. Sementara saya siap-siap , ibu
silahkan ikut asisten saya masuk kedalam ruangan pemeriksaan.

Asisten bidan pun mengantar kan ibu ke ruangan pemeriksaan.

 Asisten bidan : ayo bu silahkan berbaring di kasur, saya tutup pintu dan jedelanya dulu ya
bu.

Setelah menutup pintu dan jendela.

 Asisten bidan : sambil menunggu bidan Melfina, mari bu saya bantu ibu memilih posisi
yang nyaman.
 Ibu Suriyana : ya bu silahkan.

Bidan Melfina pun datang memasuki ruangan untuk melakukan pemeriksaan.

 Bidan Melfina : Bu, saya periksa keadaan janin ibu dulu ya bu?
 Ibu Melisa : Iya bu silahkan.
 Bidan Melfina : Ibu, keadaan janin ibu baik dan sudah berada pada posisinya, ibu tidak
usah khawatir ya? sekarang giliran ibu yang saya periksa, ibu bersedia?
 Ibu Suriyana : iya bu
 Bidan melly : permisi ya bu.
 Ibu jannah : ya bu silahkan.

Bidan Melfina pun melakukan pemeriksaan fisik ibu Suriyana. Setelah selesai, bidan Melfina
pun menjelaskan hasil pemeriksaannya kepada ibu dan keluarga.

 Bidan melly : ibu, bapak berdasarkan hasil pemeriksaan yang saya lakukan, ini baru
pembukaan dua, nanti kita tunggu sampe pembukaan 10 atau lengkap bu,
pak. Baru saya pimpin untuk mengedan, ibu tidak boleh mengedan sampe
pembukaan lengkap atau sebelum ibu merasakan seperti ingin buang air
besar ya bu, nanti mungkin semakin bertambah pembukaanya mungkin
rasa sakit atau nyeri akan semakin bertambah. Tapi ibu, bapak tidak usah
khawatir itu normal terjadi pada ibu bersalin.
 Ibu jannah : berart ibu berhenti memriksa saya ?
 Bidan melly : tidak bu, saya akan tetap memeriksa keadaan ibu dan janin ibu. Ibu tidak
usah khawatir ya ? nah ada lagi bu yang ingin ibu tanyakan.
 Ibu jannah : ibu apabila saya mau kencing atau BAB boleh bu ?
 Bidan melly : boleh kok bu , nanti dibantu sama bapak tetapi apabila rasa sakitnya
semakin kuat dan ibu sudah merasakan seperti ingin BAB sebaiknya bapak
agus langsung memnaggil saya karena itu sudah waktunya ibu mau
melahirkan. Ibu boleh memilih posisi yang nyaman buat ibu, tidur miring
kiri boleh bu , yang penting ibu tidak tidur terlentang atau miring kekanan.
 Ibu jannah : kenapa bu ?
 Bidan melly : karena kalau ibu tidur terlentang atau miring kekanan ibu bisa merasakan
sesak nafas, karena ibu kekurangan oksigen dan berbahaya juga bagi janin.
Bapak agus , nanti kalau ibu mengeluh terlalu sakit, bapak bisa menggosok
punggung ibu dengan menggunakan jari palmar memutar searah dengan
arah jarum jam untuk mengurangi rasa nyeri si ibu. Bapak juga jangan lupa
member ibu makan secukupnya , supaya ada tenaga untuk mengedan nanti.
Makanannya apa saja boleh , tapi kalu ibu tidak bisa makan , kasih minum
air the, jus ,soup atau yang cair-cair saja pak biar bisa cepat diserap oleh
tubuh ibu. Bapak ada yang ingin ditanyakn lagi ? atau yang belum
dimengerti ?
 Bapak agus : tidak ada bu , terima kasih ya.
 Bidan melly : iya bapak , terima kasih atas kerjasamanya. Kalau begitu saya tinggal dulu
ya bu, pak , nanti kalau ada keluhan , bapak bisa panggil saya di ruang
jaga.
Setelah menunggu beberapa jam , akhirnya pembukaan pun sudah lengkap .

Kala II

 Bidan melly : apakah ibu merasa ingin mengeran ?


 Ibu jannah : iya bu , saya merasa sakit pada daerah anus dan vagina saya.

Setelah melihat tanda- tanda persalinan . bidan beserta asistennya pun segera menyiapkan
pertolongan persalinan seperti peralatan, bahan , obat-obatan esensial untuk persalinan dan menata
laksanakan komplikasi ibu dan BBL yaitu mematahkan ampul oksitosin 10 unit dan menempatkan
tabung spuit steril kedalam partus set. Setelah perlengkapan siap , bidan melly pun memakai
celemek sebagai perlindungan diri dan melepas semua perhiasan yang di pakai dan mencuci tangan
lalu memasang sarung tangan DTT. Bidan melly pun melakukan pemeriksaan dalam untuk
mengetahui apakah pembukaan serviks sudah lengkap namun sebelumnya melakukan vulva
hygene terlebih dahulu.

 Bidan melly : bu , saya akan melakukan pemeriksaan dalam , permisi ya bu ?


 Ibu jannah : iya bu.
 Bidan melly : ibu , ini pembukaannya sudah lengkap dan keadaan janin juga baik-baik
saja.Bapak terus dukung ibu dan beri semangat agar pesalinannya bisa
berjalan dengan baik ya pa. ibu , gimana sudah sangat ingin meneran ?
 Ibu jannah : huhh iya bu bidan , saya sudah tidak tahan.
 Bidan melly : bapak tolong bantu ibu siapkan posisi yang nyaman ibu yah pak untuk
meneran.Caranya ibu Berbaring dengan lutut berlipat dan kedua kaki
dibuka.Kedua tangan memeluk paha dengan cara melingkarkannya ke
bawah paha. Atau bisa juga dengan berbaring mengiring sama ada sebelah
kiri ataupun kanan. Ibu saya pimpin ya untuk meneran , ibu tarik nafas
yang panjang lalu tahan dengan mulut tertutup dan kemudian ibu meneran
yah kearah bawah. Coba ibu lakukan.
 Ibu jannah : hmmppphh hahhhh.
 Bidan melly : iya , ibu pintar sekali , ibu bisa istirahan ditengah-tengah kontraksi. Kalau
belum ada dorongan ibu bisa berjalan atau berjongkok. Bapak , terus beri
semangat untuk ibunya ya pak.

Bidan melly pun memberikan cairan peroral dan menilai djj setiap kontraksi uterus selesai.
Pertolongan kelahiran bayi pun sudah siap dilakukan. Bidan melly meletakkan handuk bersih pada
perut ibu untuk mengeringkan bayi dan meletakkan kain bersih bi bagian bawah bokong lalu
membuka tutup partus set dan memperhatikan kembali kelengkapan alat.
Saat kepala bayi membuka vulva dengan diameter 5-6 cm, lindungin perineum dengan kain bersih
dan kering. Tangan yang lain menahan kepala bayi untuk menahan posisi defleksi dan membantu
lahirnya kepala. Bidan melly pun menganjurkan ibu untuk meneran perlahan.

 Bidan melly : ayo bu tarik nafas dalam dan meneran seperti yang sudah saya ajarkan
tadi.
 Ibu jannah : hhhmmmpphhh huuuffhh

Ibu jannah terus mengeran menunggu hingga kepala bayi melakukan putaran paksi luar
secara spontan. Setelah kepala melakukan putaran paksi luar, pegang secara biparietal.
Bidan melly : ayo bu terusss … tarik nafass dan meneran ..
Setelah beberapa menit , bayi pun segera lahir.

Kala III

Bidan melly melakukan penilaian selintas . apakah bayi cukup bulan ? apakah air ketuban
jernih dan tidak tercampur mekonium ? apakah bayi menangis kuat atau bernafas tanpa kesulitan?
Apakah bayi bergerak secara aktif ?.
Setelah melakukan penilaian ternyata bayi dalam keadaan normal. Setelah itu bidan melly
mengeringkan tubuh bayi, mulai dari muka hingga bagian tubuh yang lainnya. Dan meletakkan
bayi di atas perut ibu.

 Bidan melly : ibu , ini bayinya sudah lahir dengan selamat , sehat pula.
 Ibu jannah : (tersenyum melihat bayinya).

Setelah itu, bidan melly memeriksa uterus untuk memastikan tidak ada bayi lagi atau
kehamilan tunggal, dan memberitahu bahwa ibu akan disuntik.

 Bidan melly : ibu , saya akan melakukan penyuntikan oksitosin 10 unit IM, rasanya akan
sedikit sakit , permisi ya bu.

Setelah dilakukan penyuntikan , bidan melly pun melakukan pemotongan tali pusat bayi. Dan
setelah itu meletakkan bayi di atas dada ibu di antara payudara ibu. Lalu menyelimuti ibu dan juga
bayi.
Setelah itu bidan melly pun melahirkan placenta. Setelah placenta lahir , bidan melly
melakukan prosedur pasca persalinan. Dan megajarkan pada ibu dan keluarga bagaimana
melakukan massase dan memeriksa kontraksi uterus.

 Bidan melly : ibu , sering-sering masase perutnya ya bu caranya menggosok bagian perut
ibu (fundus uteri) secara sirkuler menggunakan bagian palmar 4 jari tangan
kiri hingga kontraksi perut ibu baik.
 Ibu jannah : iya bu saya mengerti.

Setelah selesai , Bidan melly pun merapikan dirinya dan alatnya kembali dan membuang
bahan-bahan yang sudah terkontaminasi. Setelah itu bidan melly melakukan pengisian partograf
depan belakang dan memeriksa TTV.