Anda di halaman 1dari 4

Konseling pada ibu bersalin

Klien: Asalamualaikum Bidan : walaikumsalam,silahkan masuk bu Klien : Terimakasih bu, Bidan : silahkan duduk bu ( mempersilahkan ibu duduk dan menutup sampiran) Klien: terimakasih kasih Bidan : sepertinya ini pertama kalinya ibu berkunjung ke sini? Klien : iya bu Bidan : perkenalkan nama saya bidan fina, kalau boleh tau nama ibu siapa? Klien : nama saya WIdya bu. Bidan:oh ibu widya ya, tinggal nya dimana bu widya ? Klien: saya tinggal di jalan beringin bu. Bidan : berarti dekat ya, kalu boleh tau usia ibu widya berapa? Dan pekerjaan ibu apa? Klien: usia saya 28 tahun, saya bekerja sebagai guru Sma. Bidan: Oh iya bu widya, ngomong-ngmong maksud dan tujuan ibu datang kesini untuk apa ya, ada yang bisa saya bantu? Klien : begini bu bidan, mulai tadi pagi saya merasakan nyeri dan kram yang sangat pada bagian punggung bawah itu kenapa ya bu? Bidan : rasa nyeri dan kram yang berlebihan yang ibu widya alami mungkin saja di sebabkan karena ibu merasa cemas atau takut, kalau di lihat dari besarnya perut ibu kehamilan ibu sudah mencapai 9 bulan yang berarti ibu sudah mendekati persalinan.Apakah benar bu? Klien: iya bu bidan, kehamilan saya sudah 9 bulan apa lagi inikan kehamilan pertama saya.Saya sangat takut bu untuk menghadapi persalinan saya. Belum persalinan saja rasa nyerinya seperti ini, apa lagi waktu persalinan, Bidan: Ibu widya tidak usah merasa takut ,ada beberapa cara yang dapat ibu lakukan untuk mengurangi rasa nyeri tersebut. Nanti ibu bisa mencari posisi yang ibu rasa nyaman, pijatan atau sentuhan dari pasangan ibu akan membantu ibu untuk merasa tenang. kehadiran dan dukungan dari pasangan maupun orang yang sangat ibu percaya sangat membantu ibu dalam menghadapi

proses persalinan. Dan yang penting teknik pernafasan yang tepat dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. Ikuti saya ya bu, Tarik nafas dalam-dalam dan teratur lalu hembuskan bu melalui mulut. Klien : (klien menarik nafas sesuai instruksi bidan) Bidan: wah bagus sekali bu widya, ibu melakukan ya dengan baik Klien : hehe terimakasih bu bidan. Bu bidan saya kan sebentar lagi mau bersalin. Tapi saya masih belum mengerti bu persalinan itu apa? Bidan: Perasalinan itu proses yang alamiah lo bu, tetapi meskipun persalinan merupakan proses yang alamiah. Tidak semua ibu bersalin mampu untuk beradapatasi dengan persalinan terutama pada kala pembukaan. Yang biasanya menimbulkan rasa nyeri yang hebat bagi ibu . Kalau ibu merasakan nyeri saat persalinan apa yang akan ibu widya lakukan? Klien: melakukan teknik pernafasan seperti yang ibu bidan tadi contohkan, Bidan: seperti apa bu? Klien: ( menarik nafas dalam dan teratur dan menghembuskan ya melalui mulut) Bidan: (tersenyum ). Oleh Karena itu dilakukan asuhan persalinan bu, yang punya tujuan untuk memberikan asuhan yang memadai selama persalinan dalam upaya mencapai pertolongan yang bersih dan aman dengan memperhatikan aspek sayang ibu dan bayi. Kilen: oh begitu ya bu bidan, bener gak bu bidan kalo ketuban pecah itu merupakan tanda-tanda persalinan? Bidan: benar bu widya, ketuban pecah merupakan salah satu tanda persalinan, selain ketuban pecah ada tanda-tanda lain seperti rasa sakit akibat kontaksi yang datang lebih kuat sering dan teratur, keluarnya lendir bercampur darah, perasaa ingin sering atau susah kencing ini diakibatkan karena kandung kemih ibu tertekan oleh bagian janin. Klien: wah banyak ya bu tanda-tanda persalinan itu. Penyebab persalinan itu apa bu bidan? Bidan : dengan semakin tuanya kehamilan, maka otot-otot rahim meregang yang di akibatkan meningkatnya hormone oksitosin sehingga timbulah kontraksi untuk mengeluarkan janin. Apa ibu widya sudah mengerti? Klien: mengerti bu (sambil mengangguk), bu bidan rencana insyaallah saya akan melahirkan secara normal, sebenarnya persalinan yang normal itu seperti apa bu? Bidan: amin, persalinan yang normal dibagi atas 4 tahapan, setiap tahap disebut kala. Kala 1 pada persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi sampai pembukaan lengkap, pada persalinan anak pertama seperti ibu biasanya memakan waktu yang cukup lama kurang lebih 10-12 jam. Gejala dan tanda kala II atau proses kelahiran adalah pembukaan yang telah lengkap, ada rasa ingin

meneran saat terjadi kontraksi, ada dorongan pada vagina atau rektum dan peningkatan pengeluaran lendir dan darah. Proses ini biasanya berlangsung 2 jam pada kelahiran anak pertama. Pada kala pengeluaran janin terjadi tekanan pada otot-otot dasar panggul yang menimbulkan rasa mengedan . Dengan ada nya kontrasksi ibu dipimpin untuk mengedan,maka lahir kepala diikuti oleh seluruh badan janin. Komplikasi yang sering timbul pada kala ini adalah kegawat daruratan janin, persalinan lama, tanda-tanda lilitan tali pusat. Sampai di sini apa ibu widya sudah menerti ? Klien: iya bu, ternyata melahirkan memakan waktu yang lama ya bu. Apa lagi kelahiran anak pertama seperti saya. Trus kala 3 dan 4 itu apa bu, bukanya bayinya sudah lahir? Bidan: kan temenya belum keluar? Klien: temen bu, maksut ibu ari-ari nya bu bidan ? Bidan : benar bu widya, di kala 3 terjadi pengeluaran ari ari yang biasanya terjadi 6-15 menit setelah bayi lahir, keluarnya spontan atau dibantu dengan tekanan pada perut ibu. Nah pada kala ini juga mungkin terjadi komplikasi bu, seperti perlukaan pada jalan lahir, pendaraahan karena tidak adanya kontraksi. (Tersenyum) Klien: saya takut bu bidan, ternyata setelah melahirkan itu masih ada resiko-resiko yang bisasaya dialami. Bidan: tenang bu, di kala 4 dari saat lahirnya ari-ari sampai 2 jam setelah melahirkan. Keadaan ibu masih di perhatikan. Sehingga resiko komplikasi bisa ditangani. Klien: oh sukurlah. Ternyata tidak seseram yang saya bayangkan Bidan: selain evaluasi setelah melahirkan, ada juga bu asuhan sayang ibu yang diberitahukan pada ibu sebelum dan sesudah persalinan seperti menyarankan ibu untuk ditemani kelurga atau suami seperti yang saya jelaskan tadi. Mengahargai dan memperbolehkan keputusan ibu, seperti ibu widya ingin melahirkan secara normal atau inggin menggunakan perawatan secara tradisional selama tidak merugikan bagi ibu. Menyarankan ibu untuk memberikan ASI kepada anak ibu segera setelah anak ibu lahir. Rencananya mau ngasih ASI ekxlusif gak bu widya, anak pertama lo bu? (tersenyum) Klien: pasti donk bu bidan, saya ingin memberikan yang terbaik buat anak saya ( tertawa). Tdi ibu menyinggung sedikit tentang posisi yang nyaman saat meneran, apa saja posisi itu bu? Bidan: wah ibu widya masih mengingat penjelasan saya. Posisi yang baik untuk mengurangi rasa nyeri yang hebat adalah posisi jongkok, nah munggkin ini adalah posisi yang sesuai untuk ibu widya (tertawa). Nah kalau ibu merasakan nyeri punggung saat persalinan posisi merangkak atau miring ke kiri sangat dianjurkan. Ada juga bu posisi setengah duduk, kalau posisi ini sering kali nyaman bagi ibu dan ibu bisa beristirahan diantara kontraksi. Posisi setengah duduk ini punya keuntungan lebih yaitu memudahkan melahirkan kepala bayi. (tersenyum)

Klien: wah banyak ya bu bidan posisi saat mengeran itu. Bidan : Oh iya bu widya. Pada kala 2 atau persalinan ada beberapa hal yang di anjurkan yaitu, yang pertama ibu harus buang air kecil dulu bu widya untuk menghindari perlukaan pada saluran kemih ibu. Dan Ibu widya di anjurkan untuk meneran sesuai dengan dorongan alamiah, jangan menahan nafas saat meneran bu. Bernafas secara teratur dan beristirahat diantara kontraksi. (tersenyum) Klien: (langkah langkah melahirkan janin) Bidan : (langka- langkah ) sekarang saya akan menjelaskan tanda-tanda bahaya pada persalinan, jadi kalo ibu mengalami atau menemukan tanda-tanda ini ibu diharapakan untuk meberitahukan pada petugas. Tandatanda bahaya persalinan pada janin adalah denyut jantung yang lambat dan terlalu cepat, atau keluarnya air ketuban yang bercampur dengan kotoran bayi yang berwarna hijau. Dan tanda bahaya pada ibu adalah, perubahan tekanan darah, nadi dan kontraksi yang tidak normal atau ibu merasa gelisah dan kesakitan. Klien: okey bu bidan saya akan segera memberitahukan kepada petugan kalau saya atau bayi saya mengalami salah satu dari tanda-tanda bahaya tersebut. Bidan : benar bu widya, penanganan yang segera dapat mengurangi akibat dari bahaya tersebut. Klien: terimakasih bu atas informasi-inforasi yangibu berikan Bidan: sama-sama bu, semoga informasi yang saya berikan bermanfaat. Klien: sangat bu,informasi yangibu berikan akan sangat berguna, saya pulang dulu bu. asalamualaikum Bidan:walaikum salam hati-hati bu