Anda di halaman 1dari 11

398

HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN SOSIAL DENGAN INTERAKSI TEMAN


SEBAYA PADA MAHASISWA BK UKSW ANGKATAN 2017

Vincencia Elva Putri Rimardhanty1, Tritjahjo Danny Soesilo2, Yari Dwikurnaningsih3


Email: 132015056@student.uksw.edu1, Tritjahjo.danny@uksw.edu2,
yari.dwikurnaningsih@staff.uksw.edu3
Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Kristen Satya Wacana1,2,3

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan signifikansi hubungan antara penyesuaian sosial dan interaksi
teman sebaya pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling UKSW 2017. Subjek penelitian ini adalah
mahasiswa Bimbingan dan Konseling UKSW 2017 yang berjumlah 50 siswa. Pengumpulan data
menggunakan skala penyesuaian sosial yang dinyatakan oleh Hurlock (1999) dengan jumlah item 43
pernyataan dan skala interaksi teman sebaya yang dinyatakan oleh Papalia (2009) dengan jumlah item 39
pernyataan. Penelitian ini menggunakan metode korelasi, sedangkan teknik analisis data Kendall tau b. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penyesuaian sosial dan interaksi teman
sebaya pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling UKSW 2017 dengan koefisien korelasi r = 0,782 dan p =
0,000 <0,05. Ini menunjukkan semakin tinggi penyesuaian sosial, semakin tinggi tingkat interaksi teman
sebaya, atau sebaliknya semakin rendah penyesuaian sosial, semakin rendah tingkat interaksi teman sebaya.
Kata Kunci: Penyesuaian Sosial, Interaksi Teman Sebaya

Abstract
This research aims to determine the significance of relationship between social adjusment and peer
interaction on Guidance and Counseling’s 2017th Student of UKSW. The subject of this research is Guidance
and Counseling’s 2017th Student of UKSW totaling 50 students. Data collection using adjusment social’s
scale stated by Hurlock (1999) with the number of items 43 statements and peer interaction’s scale stated by
Papalia (2009) with the number of items 39 statements. This research uses the method of corellation, while
the technique of data analysis kendall tau b. The result showed that there is a significant relationship
between social adjustment and peer interaction on Guidance and Counseling’s Student of UKSW 2017th with
corellation coefficient r = 0.782 and p = 0.000 < 0.05. It showed the higher the social adjustment, the higher
the peer interaction rate, or conversely the lower the social adjusment, the lower the peer interaction rate.
Keywords: Social Adjusment, Peer Interaction

PENDAHULUAN dituntut untuk membentuk suatu


Manusia adalah makhluk sosial. perkumpulan dan organisasi untuk
Sebagai makhluk sosial, individu yang mendukung eksistensi dan peran
memiliki hubungan dengan individu lain kehidupannya. Menurut Hurlock (1999),
perlu memiliki aturan, nilai dan norma penyesuaian sosial adalah keberhasilan
sosial yang ada pada masyarakat dimana seseorang untuk beradaptasi dengan
individu tersebut berada. Adanya orang lain dalam satu kelompok. Secara
keanekaragaman budaya menuntut umum, perilaku manusia sangat sedikit
individu untuk bisa menyesuaikan diri dipengaruhi oleh insting dan refleks,
dengan lingkungannya sebagai cara untuk tetapi justru banyak dipengaruhi oleh hal-
berkomunikasi dan berinteraksi. Manusia hal yang telah dipelajarinya. Dalam hal

Jurnal Psikologi Konseling Vol. 14 No. 1, Juni 2019


399

ini individu tidak memiliki kekhususan. menyendiri baik di dalam kelas maupun
Individu dapat belajar berperilaku di luar kelas. Dengan adanya fenomena
tertentu dalam suatu lingkungan sampai tersebut menimbulkan suatu persoalan
dapat bertahan. terutama mengenai penyesuaian sosial
Menurut Rufaida (2017), dalam dan interaksi teman sebaya. Padahal
hubungan interaksi sosial yang terdapat mahasiswa BK nantinya akan menjadi
di dalam kelompok teman sebaya, konselor atau guru BK dimana
biasanya antara satu dengan yang lain kompetensi guru BK ada pada bidang
dapat saling mempengaruhi. Hal ini sosial.
sesuai dengan pendapat H. Bonner Mahasiswa yang kesulitan dalam
(dalam Dian, 2014) bahwa interaksi berinteraksi lebih dominan muncul pada
sosial adalah hubungan antara dua atau anak yang berbakat. Munandar (dalam
lebih individu dimana sifat dan Fitoko, 2010) mengatakan bahwa anak
karakteristik individu satu dapat yang berbakat memiliki ciri-ciri sukar
mempengaruhi, mengubah, atau bergaul dengan teman-temannya dan
memperbaiki sifat dan karakteristik sukar berinteraksi dengan lingkungannya.
individu yang lain ataupun sebaliknya. Anak berbakat biasanya lebih senang
Berdasarkan hasil observasi dan berteman dengan teman yang sama-sama
wawancara yang telah dilakukan pada pintar dalam kondisi akademik.
bulan Juni 2018 dengan 3 orang Sementara kecenderungan berinteraksi
mahasiswa Bimbingan dan Konseling dengan teman yang lain semakin rendah.
UKSW angkatan 2017, peneliti Kesulitan berinteraksi dengan teman
menemukan fenomena yang sebaya yang dialami beberapa mahasiswa
menunjukkan bahwa masih terdapat BK angkatan 2017 tersebut menunjukkan
mahasiswa dalam masa perkembangan adanya kesenjangan konsep awal dimana
remaja yang kesulitan dalam bekerjasama seharusnya penyesuaian sosial
dan menjalin hubungan dengan orang merupakan faktor yang mempengaruhi
lain. Fenomena lain juga terlihat bahwa interaksi teman sebaya. Namun dalam
masih banyak mahasiswa yang tidak fenomena yang terjadi masih terdapat
terbuka dengan teman sebayanya, kurang mahasiswa yang sulit untuk bekerjasama
mampu menyelesaikan masalah bersama dan menjalin hubungan dengan orang lain
sehingga tak jarang mahasiswa yang terutama dengan teman sebaya.

Jurnal Psikologi Konseling Vol. 14 No. 1, Juni 2019


400

Dalam penelitian sebelumnya oleh dengan interaksi teman sebaya dengan


Hastuti (2015) tentang Hubungan Antara mengangkat judul “Hubungan Antara
Interaksi Teman Sebaya dengan Penyesuaian Sosial dengan Interaksi
Penyesuian Sosial di SMPN 2 Surakarta Teman Sebaya Pada Mahasiswa
dengan r = 0,508, sign = 0,001 (< 0,05). Bimbingan dan Konseling FKIP UKSW
Hal ini berarti bahwa ada korelasi positif angkatan 2017”.
antara interaksi teman sebaya dengan KAJIAN PUSTAKA
penyesuaian sosial, yang artinya semakin Interaksi Teman Sebaya
tinggi individu berinteraksi dengan teman Menurut Santrock (dalam Hasan dan
sebayanya, semakin tinggi pula ia dapat Handayani, 2014), seorang anak banyak
menyesuaikan diri dengan lingkungan menghabiskan waktu bersama teman-
sosial. Namun penelitian berbeda temannya di sekolah, sehingga dapat
dilakukan oleh Dian (2014) dengan judul dilihat peranan teman sebaya dalam
Hubungan Antara Interaksi Teman kehidupan anak. Pengaruh teman sebaya
Sebaya dengan Kemampuan Sosialisasi juga dapat menjadi positif ataupun
Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Pabelan negatif. Menurut Gunarsa (dalam Kartika,
Tahun Pelajaran 2014/2015, karena 2004), semakin bertambah umur, anak-
didapatkan hasil bahwa tidak ada anak makin memperoleh kesempatan
hubungan yang signifikan antara lebih luas untuk mengadakan hubungan
penyesuaian sosial dengan interaksi dengan teman bermain sebaya.Interaksi
teman sebaya atau dengan kata lain teman sebaya merupakan hubungan
berkorelasi negatif. Dibuktikan dalam uji individu dengan kelompoknya yang rata-
hipotesis didapatkan hasil r = -0,017, p = rata usia anggota kelompok tersebut
0,846. Hal ini juga berarti bahwa belum hampir sama (Pierre, 2005). Interaksi
tentu semakin tinggi interaksi dengan teman sebaya biasanya mencakup
teman sebaya maka semakin tinggi pula kerjasama, keterbukaan dan pengaruh
penyesuaian sosial. antara tiap anggota dalam satu kelompok.
Berdasarkan penjelasan dan beberapa Perasaan tertarik atau sikap positif
penelitiandi atas, maka peneliti tertarik terhadap teman dalam satu kelompok
untuk melakukan penelitian dalam rangka adalah suatu dasar adanya perkembangan
membuktikan adakah hubungan yang hubungan teman sebaya. Interaksi teman
signifikan antara penyesuaian sosial sebaya adalah satu faktor penting dalam

Jurnal Psikologi Konseling Vol. 14 No. 1, Juni 2019


401

kehidupan remaja. Teman sebaya dapat 2. Adaptasi


menjadi dasar adanya kontak sosial dan Dalam interaksi ada kemungkinan
mewujudkan nilai-nilai yang ada di individu dapat menyesuaikan diri dan
dalamnya. Menurut Setiawati dan beradaptasi dengan yang lain atau
Suwarno (2010), interaksi dengan teman sebaliknya.
sebaya akan membuka pandangan baru 3. Konformitas
pada anak dan memberi kebebasan Konformitas merupakan tekanan atau
kepada mereka untuk membuat keputusan tuntutan untuk mengikuti teman-
Selain itu teman sebaya juga berpengaruh teman sebayanya dan ini dapat
dalam berbagai konteks prinsip kerja, bersifat positif maupun negatif
tanggungjawab bersama dan persaingan Berdasarkan uraian di atas dapat
yang sehat untuk mencapai tujuan. dikatakan bahwa yang merupakan aspek-
Berdasarkan beberapa pengertian aspek interaksi teman sebaya adalah
mengenai interaksi teman sebaya, maka komunikasi antar sebaya, penyesuaian
dapat diambil kesimpulan bahwa diri terhadap teman, dan tuntutan
interaksi teman sebaya merupakan konformitas.
hubungan sosial antar individu yang rata- Penyesuaian Sosial
rata memiliki usia yang sama, serta di Menurut Scheineders (dalam Aristya,
dalamnya terdapat keterbukaan, 2018) penyesuaian diri adalah suatu
kerjasama, tujuan, serta frekuensi proses yang meliputi respon mental dan
hubungan yang sama sehingga dapat perilaku, dalam hal ini individu akan
mempengaruhi individu satu sama lain. berusaha mengatasi ketegangan,
Terdapat aspek-aspek interaksi kebutuhan, dan konflik yang berasal dari
teman sebaya yang dikemukakakan oleh dalam dirinya dengan baik dan
Papalia (2009) adalah sebagai berikut: menghasilkan derajat kesesuian antara
1. Komunikasi Antar Teman Sebaya tuntutan yang berasal dari dalam dirinya
Komunikasi merupakan suatu proses dengan dunia yang obyektif tempat
penyampaian dan penerimaan individu hidup. Menurut Hurlock (1999)
lambing-lambang yang mengandung penyesuaian sosial merupakan
arti, baik yang berwujud informasi, keberhasilan seseorang untuk dapat
pemikiran, pengetahuan, maupun menyesuaikan diri dengan orang lain
yang lainnya. terutama dalam kelompok. Hurlock

Jurnal Psikologi Konseling Vol. 14 No. 1, Juni 2019


402

(dalam Estiane, 2015) mengungkapkan bereaksi terhadap tuntutan dari dalam diri
bahwa salah satu tugas perkembangan maupun lingkungannya. Kemampuan
masa remaja yang paling sulit dalam melakukan penyesuaian sosial di
berhubungan dengan penyesuaian sosial. lingkungan sekolah pada remaja akan
Pada dasarnya, manusia adalah makhluk tercipta hubungan yang harmonis.
sosial yang selalu menjadi bagian dari Apabila remaja tidak mampu akan
lingkungan tertentu. Gerungan (dalam mengakibatkan ketidakpuasan pada diri
Mubarok, 2012) mengatakan penyesuaian sendiri karena merasa dikucilkan dan
sosial dapat diartikan sebagai mempunyai sikap-sikap menolak diri.
kemampuan untuk mengubah diri sesuai Akibatnya remaja tidak mengalami saat-
dengan lingkungan sekitar, ataupun saat yang menggembirakan seperti yang
sebaliknya, mengubah lingkungan sesuai dinikmati oleh teman-teman sebayanya
dengan keadaan diri individu tersebut. (Hurlock, dalam Maslihah 2011).
Dimanapun individu berada, individu Terdapat aspek-aspek penyesuaian sosial
tersebut akan berhadapan dengan harapan menurut Hurlock (1999) yaitu
dan tuntutan tertentu dari lingkungan penampilan nyata, penyesuaian diri
yang harus dipenuhinya. Selain itu, terhadap berbagai kelompok, sikap sosial,
individu juga memiliki kebutuhan, dan kepuasan pribadi.
harapan, dan tuntutan yang ada pada METODE PENELITIAN
dirinya, yang harus diselaraskan dengan Jenis penelitian ini adalah penelitian
tuntutan sehingga dapat diterima di korelasional. Populasi dalam penelitian
lingkungan sosial. ini adalah seluruh mahasiswa BK UKSW
Menurut Hurlock (1999), penerimaan angkatan 2017 yang berjumlah 50
sosial dapat dicapai apabila remaja mahasiswa dan menggunakan Teknik
mampu untuk menyesuaikan diri terhadap total sampling.
harapan-harapan yang ada dalam Teknik pengumpulan data
kelompok. Bila individu mampu menggunakan teknik metode skala. Skala
menyelaraskan kedua hal tersebut, maka terdiri dari 2 jenis yaitu, skala
dapat dikatakan bahwa individu tersebut penyesuaian sosial dan skala interaksi
mampu menyesuaikan diri. Jadi, teman sebaya. Teknik analisis data yang
penyesuaian sosial disimpulkan sebagai digunakan dalam penelitian dengan
cara yang dilakukan oleh individu untuk teknik korelasi kendall tau b karena

Jurnal Psikologi Konseling Vol. 14 No. 1, Juni 2019


403

bersifat ordinal (Soesilo, 2018), Berdasarkan analisis deskriptif


menggunakan SPSS 20 for windows diketahui hasil sebagai berikut:
(Statistical Product and Service Tabel 2. Daftar Distribusi Penyesuaian Sosial
Kategori Interval Frekuensi Presentase
Solution).
(%)
Uji validitas mengacu pada teori Sangat 147-172 1 2%
Tinggi
Azwar (2012) dengan koefisiensi
Tinggi 121-146 46 92%
validitas < 0,20 yang mengandung arti Sedang 95-120 3 6%
Rendah 69-94 0 0%
bahwa item pernyataan tersebut tidak
Sangat 43-68 0 0%
valid atau item pernyataan gugur. Skala Rendah
Tot 50 100%
penyesuaian sosial sebanyak 43
al
pernyataan valid dan 2 pernyataan tidak Min 43
Max 172
valid. Skala Interaksi teman sebaya
sebanyak 39 pernyataan valid dan 1 Berdasarkan dari tabel 2 diketahui
pernyataan tidak valid. Uji reliabilitas penyesuaian sosial mahasiswa dengan
mengacu pada teori Azwar (2000) dengan kategori sangat tinggi 2%, tinggi 92%,
hasil kedua skala memiliki reliabilitas > sedang 6%, rendah 0%, dan sangat
0.8 dan berada pada kategori baik. rendah 0%. Maka dapat disimpulkan
HASIL DAN PEMBAHASAN bahwa penyesuaian sosial mahasiswa BK
Penelitian ini dilakukan pada seluruh UKSW angkatan 2017 dominan
mahasiswa BK UKSW angkatan 2017 berkategori tinggi dengan jumlah
yang berjumlah 50 mahasiswa dengan mahasiswa 46 dari total 50 mahasiswa.
rincian sebagai berikut: Tabel 3. Daftar Distribusi Penyesuaian Sosial
Kategori Interval Frekuensi Presentase
Tabel 1. Rincian Jumlah Mahasiswa BK
UKSW Angkatan 2017 (%)
Jenis Kelamin Jumlah
Sangat 131-153 0 0%
Laki-laki 16 Tinggi
Perempuan 34 Tinggi 108-130 43 86%

Total 50
Sedang 85-107 7 14%
Rendah 62-84 0 0%
Mahasiswa BK UKSW angkatan Sangat 39-61 0 0%
2017 yang dijadikan subjek penelitian Rendah
terdiri dari 16 mahasiswa dengan jenis Total 50 100%

kelamin laki-laki dan 34 mahasiswa Min 39


Max 156
dengan jenis kelamin perempuan.

Jurnal Psikologi Konseling Vol. 14 No. 1, Juni 2019


404

Berdasarkan dari tabel 3 diketahui Berdasarkan hasil uji korelasi diatas


interaksi teman sebaya mahasiswa maka diketahui nilai rxy = 0,782 dengan
dengan kategori sangat tinggi 0%, tinggi koefesien signifikansi 0,000 < 0,05
86%, sedang14%, rendah0%, sangat dengan demikian dapat ditarik
rendah 0%, Maka dapat disimpulkan kesimpulan bahwa ada hubungan
bahwa interaksi teman sebaya mahasiswa signifikan antara penyesuaian sosial
BK UKSW angkatan 2017 dominan dengan interaksi teman sebaya. Artinya
berkategori tinggi dengan jumlah siswa semakin tinggi penyesuaian sosial
43 dari total 50 siswa. mahasiswa BK UKSW angkatan 2017,
Uji Hipotesis maka semakin tinggi tingkat interaksi
Uji hipotesis bertujuan untuk teman sebaya yang dimiliki mahasiswa.
mengetahui ada atau tidak ada hubungan Atau sebaliknya semakin rendah
(korelasi) antara penyesuaian sosial penyesuaian sosial mahasiswa BK
dengan interaksi teman sebaya UKSW angkatan 2017, maka semakin
mahasiswa BK UKSW angkatan 2017. rendah tingkat interaksi teman sebaya
Pengujian korelasi menggunakan yang dimiliki mahasiswa. Menurut
kendall’s tau b dengan menggunakan Sugiyono (2011) koefisien korelasi 0,782
SPSS 20.0 for Windows, hasil uji korelasi menunjukkan tingkat hubungan yang
dapat dilihat pada tabel berikut: kuat. Berdasarkan hasil analisis,
Tabel 4. Analisis Korelasi antara Penyesuaian didapatkan bahwa hasil koefisiensi
Sosial Dengan Interaksi Teman Sebaya
Correlations korelasi sebesar 0.782 dengan
Penyes Interaksi
uaian Teman
signifikansi sebesar p = 0.000 < 0.05.
Sosial Sebaya
Nilai signifikansi 0.000 < 0.05
Ken Penye Correlati 1,000 ,782**
dall' suaian on menunjukkan hipotesis diterima.
s Sosial Coefficie
Data yang diperoleh dari 50
tau_ nt
b Sig. (2- . ,000 responden dan telah dianalisis
tailed)
N 50 50 menggunakan teknik analisis kendall tau
**
Intera Correlati ,782 1,000
b. Diketahui hasil dengan nilai r = 0.782
ksi on
Tema Coefficie dengan signifikansi 0.000 < 0.05, dengan
n nt
Sebay Sig. (2- ,000 .
demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa
a tailed) ada hubungan yang signifikan antara
N 50 50
**. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). penyesuaian sosial dan interaksi teman

Jurnal Psikologi Konseling Vol. 14 No. 1, Juni 2019


405

sebaya pada mahasiswa BK UKSW UKSW angkatan 2017 memiliki kategori


angkatan 2017dengan tingkat hubungan sangat tinggi 4.3%, tinggi 50% dan cukup
yang kuat. tinggi 45.7%. Dengan demikian dapat
Sejalan dengan penelitian terdahulu disimpulkan bahwa Penyesuaian sosial
yang dilakukan oleh Hastuti (2015) mahasiswa BK UKSW angkatan 2017
tentang Hubungan Antara Interaksi dominan berkategori tinggi dengan
Teman Sebaya dengan Penyesuaian jumlah mahasiswa 46 dari total 50
Sosial di SMPN 2 Surakarta dengan r = mahasiswa. Diartikan penyesuaian sosial
0,508, p = 0,001 < 0,05 yang yang dimiliki siswa tinggi sehingga
menunjukkan bahwa terdapat hubungan mahasiswa memiliki kemampuan untuk
yang signifikan antara interaksi teman penampilan nyata, penyesuaian diri
sebaya dengan penyesuaian sosial. terhadap berbagai kelompok,
Penelitian lain yang mendukung (2010) memilikisikap sosial, dan memiliki
tentang Hubungan Antara Penyesuaian kepuasan pribadi.
Diri dan Persahabatan Pada Teman Menurut Pierre (2005) interaksi
Sebaya dengan r = 0,332, p = 0,000 < teman sebaya merupakan hubungan
0,05 yang memiliki hasil yang positif individu dengan kelompoknya yang rata-
membuktikan bahwa terdapat hubungan rata usia anggota kelompok tersebut
yang signifikan antara penyesuaian diri hampir sama. Interaksi teman sebaya
dengan persahabatan teman sebaya. ditandai dengan adanya keterbukaan,
Schneiders (1964) mengatakan kerjasama, tujuan, serta frekuensi
penyesuaian sosial adalah suatu kapasitas hubungan yang sama sehingga dapat
atau kemampuan yang dimiliki oleh mempengaruhi individu satu sama lain.
setiap individu untuk dapat bereaksi Berdasarkan daftar distribusi interaksi
secara efektif dan bermanfaat terhadap teman sebaya diketahui interaksi teman
realitas, situasi, dan relasi sosial, sebaya mahasiswa memiliki kategori
sehingga kriteria yang harus dipenuhi sangat tinggi 0%, tinggi 86%, sedang
dalam kehidupan sosialnya dapat 14%, rendah 0%, sangat rendah 0%,
terpenuhi dengan cara-cara yang dapat Maka dapat disimpulkan bahwa interaksi
diterima dan memuaskan. teman sebaya mahasiswa BK UKSW
Berdasarkan daftar disitribusi angkatan 2017 dominan berkategori
Penyesuaian sosial mahasiswa BK tinggi dengan jumlah siswa 43 dari total

Jurnal Psikologi Konseling Vol. 14 No. 1, Juni 2019


406

50 siswa. Hal tersebut dapat diartikan sebaya, karena kurangnya penyesuaian


bahwa interaksi teman sebaya yang sosial yang dimiliki oleh mahasiswa akan
dimiliki mahasiswa tinggi sehingga dapat menyebabkan kesulitan dalam
mahasiswa dapat berkomunikasi dengan membina suatu interaksi teman sebaya.
baik, beradaptasi dengan lingkungannya, Remaja khususnya mahasiswa dituntut
dan dapat mengikuti tuntutan teman untuk memiliki kemampuan dalam
sebaya. berinteraksi dan berdampingan dengan
Seseorang yang memiliki penyesuaian orang lain dalam kurun waktu tertentu.
sosial akan dengan mudah menjalin Maka dari itu penyesuaian sosial sangat
komunikasi dengan orang lain, terutama diperlukan sebagai dasar tercapainya
dengan teman sebayanya. Sebaliknya proses interaksi teman sebaya yang baik.
jika seseorang tidak memiliki PENUTUP
penyesuaian sosial, tentunya akan Simpulan
mengalami kesulitan dalam Berdasarkan hasil yang diperoleh
berkomunikasi seperti misalnya untuk dalam penelitian ini, maka dapat
bekerja sama dengan orang lain. Jika disimpulkan bahwa ada hubungan yang
seseorang kesulitan dalam berkomunikasi signifikan antara penyesuaian sosial
dengan orang lain, maka akan dengan interaksi teman sebayamahasiswa
berpengaruh pada proses interaksi teman BK UKSW Angkatan 2017 dengan hasil
sebaya. nilai r = 0,782 (tingkat hubungan kuat)
Berdasarkan hubungan antar kedua dengan signifikansi 0.000 < 0.05.
variabel didapatkan aspek yang hampir Saran
mirip seperti misalnya kekompakan Berdasarkan hasil penelitian,
dalam kelompok pada variabel interaksi penulis mengemukakan saran-saran
teman sebaya dan kerjasama dengan sebagai berikut:
kelompok dalam aspek penyesuaian Program studi BK perlu
sosial. Hal tersebut yang membuat hasil memastikan mahasiswanya aktif dalam
hasil koefisien korelasi menunjukkan proses perkuliahan di kelas terutama pada
hubungan yang kuat. saat mata kuliah yang berkaitan dengan
Dikaji dari pembahasan di atas dapat penyesuaian sosial maupun interaksi
diketahui bahwa penyesuaian sosial dengan lingkungan seperti misalnya
berhubungan erat dengan interaksi teman Komunikasi Antar Pribadi, BK Pribadi

Jurnal Psikologi Konseling Vol. 14 No. 1, Juni 2019


407

dan Sosial, Bimbingan Kelompok, dan yang lebih luas, dan mempertajam
mata kuliah yang berhubungan dengan variable agar hasil yang didapatkan lebih
sikap sosial. Selain itu program studi juga bervariasi. Selain itu perlu penelitian
wajib mendorong kegiatan diluar pada subjek penelitian pada program
perkuliahan untuk meningkatkan studi yang berbeda agar hasilnya dapat
kebutuhan penyesuaian sosial dan dibandingkan.
interaksi teman sebaya seperti makrab, DAFTAR PUSTAKA
outbond dan study tour yang disusun Aristya, D.N. dan Anizar Rahayu. 2018.
Hubungan Dukungan Sosial dan
dengan menarik untuk menambah
Konsep Diri dengan Penyesuaian
keterampilan dalam berinteraksi. Hal ini Diri Remaja Kelas X SMA
Angkasa I Jakarta. Ikraith-
perlu dilakukan karena apabila dilihat
Humaniora, Vol. 2 No. 2
dari fenomena yang ada, masih banyak
Azwar, S. 2015. Metode Penelitian.
mahasiswa yang kurang memiliki minat Yogyakarta: Pustaka Pelajar
untuk mengikuti kegiatan di luar
Estiane, Uthia. 2015. Pengaruh
perkuliahan. Maka dari itu program studi Dukungan Sosial Sahabat Terhadap
melalui dosen dan lembaga Penyesuaian Sosial Mahasiswa
Baru di Lingkungan Perguruan
kemahasiswaan hendaknya dapat lebih Tinggi. Jurnal Psikologi Klinis dan
menggali pokok masalah yang Kesehatan Mental. Vol. 4, No. 1

menyebabkan kurangnya minat Hurlock, E.B. 1999. Psikologi


mahasiswa dalam mengikuti kegiatan Perkembangan: Suatu Pendekatan
Sepanjang Rentang Kehidupan.
tersebut. Mengingat nantinya mahasiswa Jakarta: Penerbit Erlangga
BK akan menjadi seorang guru
Papalia, E.D. 2009. Human Development:
pembimbing yang juga akan memberikan Perkembangan Manusia. Jakarta:
Salemba Humanika
layanan bimbingan maupun konseling,
maka sikap penyesuaian sangat Pierre, F. 2005. Peer Interaction in The
Haitian Public School Context.
dibutuhkan guna memiliki interaksi yang Thesis.
baik pula.
Santrock, J.W. 2007. Perkembangan
Berdasakan hasil temuan dalam Anak. Jakarta: Penerbit Erlangga
penelitian ini, penulis menyarankan agar
Schneiders. 1984. Personal Adjustment
peneliti selanjutnya dapat meneliti and Mental Heatlh. New York:
mengenai penyesuaian sosial dan Holt, Rinehart and Winston

interaksi teman sebaya pada popolasi

Jurnal Psikologi Konseling Vol. 14 No. 1, Juni 2019


408

Jurnal Psikologi Konseling Vol. 14 No. 1, Juni 2019