0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
570 tayangan27 halaman

Akuisisi & Investasi Antarperusahaan

Dokumen tersebut membahas tentang akuntansi untuk investasi perusahaan pada entitas anak dan penggabungan usaha. Secara ringkas, dibahas mengenai tiga metode akuntansi untuk investasi yaitu metode biaya, metode ekuitas, dan pengukuran nilai wajar. Metode biaya hanya mengakui dividen, sedangkan metode ekuitas juga mengakui bagian laba entitas anak. Konsolidasi dilakukan untuk entitas anak yang dimiliki lebih d

Diunggah oleh

Mega Lestari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
570 tayangan27 halaman

Akuisisi & Investasi Antarperusahaan

Dokumen tersebut membahas tentang akuntansi untuk investasi perusahaan pada entitas anak dan penggabungan usaha. Secara ringkas, dibahas mengenai tiga metode akuntansi untuk investasi yaitu metode biaya, metode ekuitas, dan pengukuran nilai wajar. Metode biaya hanya mengakui dividen, sedangkan metode ekuitas juga mengakui bagian laba entitas anak. Konsolidasi dilakukan untuk entitas anak yang dimiliki lebih d

Diunggah oleh

Mega Lestari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Mega Lestari

NIM : 023167011
DOSEN : Drs. CHAIRUL HADI M. ANIK, Ak., MBA

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN I


(Chapter 1 s.d 9)

CHAPTER 1: INTERCORPORATE ACQUISITION AND INDVESTMENTS IN OTHER


ENTITIES

 Perkenalan Struktur Usaha Kompleks


Berkembangnya ukuran perusahaan dan respons atas lingkungan usaha yang komples,
perusahaan mengembangkan struktur organisasi dan struktur kepemilikan yang kompleks

1. Perluasan Usaha (Enterprise Expansion)


Sebagian perusahaan berusaha untuk memperluas usahanya sebagai cara untuk
bertahan dan mendapatkan keuntungan. Melalui perluasan market baru atau akuisisi
perusahaan lain. Sebagai contoh, Bank Danamon mengakuisisi Adira Finance, sebuah
perusahaan pembiayaan konsumen.

2. Struktur Organisasi dan Tujuan Usaha (Bussiness Objective)


Struktur organisasi yang kompleks dapat membantu pencapaian tujuan perusahaan,
seperti meningkatkan profitabilitas atau mengurangi risiko dengan cara membentuk anak
perusahaan (subsidiary company). Perusahaan serung memindahkan piutangnya ke anak
perusahaan atau entitas bertujuan-khusus yang kemudian menggunakan piutang tersebut
sebagai jaminan untuk menerbitkan obligasi ke perusahaan lain (sekuritisasi), sehingga
memungkinkan induk perusahaan yang memindahkan puitang untuk membagi risiko piutang
tersebut

3. Struktur Organisasi, Akuisisi, dan Pertimbangan Etika


Entitas bertujuan-khusus (EBK) secara umum adalah sebuah alat pendanaan yang bukan
merupakan entitas operasi secara substantive dan biasanya diciptakan untuk sebuah tujuan
tertentu. EBK dapat berbentuk Perseroan Terbatas, Konsorsium (trust), maupun
persekutuan.

 Perluasan Usaha dan Bentuk Struktur Organisasi


Perusahaan melakukan ekspansi berdasarkan pertumbuhan internal melalui
perkembangan produk baru dan melakukan perluasan produk yang ada. Namun belakangan
ini banyak perusahaan memilih melakukan perluasan dengan bergabung atau mengakuisisi
perusahaan lain yang menimbulkan perubahan dalam struktur organisasi.

1. Perluasan dari Dalam: Membuat Perusahaan Baru


Suatu perusahaan memliki kemungkinan membentuk anak perusahaan atau entitas
lainnya bukan untuk tujuan perluasan, namun untuk menghapus sebagian operasional
usaha yang ada melaui penjualan langsung atau pemindahan kepemilikan.
2. Perluasan dari Luar: Melaui Penggabungan Usaha
Suatu penggabungan usaha terjadi ketika dua atau lebih perusahaan bergabung dalam
satu kontrol yang sama.

 Struktur Organisasi dan Pelaporan Keuangan


Ketika sebuah perusahaan mengembangkan atau mengubah struktur organisasinya ada
beberapa pendekatan yang bisa diterapkan yaitu:
1. Merger
2. Kepemilikan Kendali (Controling Ownership)
3. Kepemilikan Minoritas (Noncontrolling Ownership)
4. Kepemilikan menguntungkan lainnya (Other Beneficial Interest)

 Akuntansi untuk Pengembangan Internal: Penciptaan Entitas Usaha


Perusahaan yang hendak melakukan kegiatan operasi melalui entitas usaha yang
terpisah biasanya memilih bentuk anak perusahaan, perusahaan joint venture, atau
persekutuan. Ketika suatu perusahaan memindahkan asset atau operasinya ke entitas lain
yang diciptakannya, sejumlah kemungkinan bentuk entitas dan jenis perjanjian antara
perusahaan dapat muncul.
Ilustrasi: Allen Co. membentu anak perusahaan bernama Baline Co. dan mentransfer
Aset kepada perusahaan anak sebagai ganti untuk 100.000 saham pada Blaine Co dengan
par $2/saham:

Item Cost Book Value


Cash 70.000
Inventory 50.000 50.000
Land 75.000 75.000
Buildings 100.000 80.000
Equipment 250.000 160.000
435.000

Jurnal pada Buku Besar Allen Co:


Investment in Balaine Co-Common Stock 435.000
Accumulated Depreciation 110.000
Cash 70.000
Inventory 50.000
Land 75.000
Building 100.000
Equipment 250.000

Jurnal pada Buku Besar Blaine Co:


Cash 70.000
Inventory 50.000
Land 75.000
Building 100.000
Equipment 250.000
Accumulated Depreciation 110.000
Common Stocks, $2 par 200.000
Additional Paid-in Capital 235.000

 Akuntansi untuk Pengembangan Eksternal: Penggabungan Usaha


Penggabungan usaha dapat mengambil satu dari beberapa bentuk
penggabungan usaha dan dapat dilakukan dengan cara yang berbeda. Bentuk-
bentuk penggabungan usaha antara lain,
a.) Legal Merger Perusahaan
AA

Perusahaan
AA

Perusahaan
BB

b.) Konsolidasi Perusahaan


AA

Perusahaan
CC

Perusahaan
BB

c.) Akuisisi Saham


Perusahaan Perusahaan
AA AA

Perusahaan Perusahaan
AA AA

CHAPTER 2: REPORTING INTERCORPORATE INVESTMENT AND


CONSOLIDATION OF WHOLLY OWNED SUBSIDIARIES WITH NO DIFFERENTIAL
 Akuntansi untuk Investasi pada Saham Biasa
Basis Pelaporan keuangan berdasarkan level kepemilikan Saham dapat dijelaskan pada
gambar dibawah ini:

Kepemilikan sampai dengan 20%, maka pencatatan akan menggunakan metode biaya
(Cost Method), Kepemilikan 20% sampai dengan 50% maka pencatatannya menggunakan
metode ekuitas (Equity Method), dan untuk kepemilikan diatas 50% maka umumnya
menggunakan metode ekuitas ditambah melakukan konsolidasi.
Pembahasan secara lebih komprehensif aka dibahas dalam chapter sebagaimana
dijelaskan pada ringkasan di bawah ini:

 Akuntansi untuk Investasi: Metode Biaya


Ilustrasi: PT ABC membeli saham PT XYZ untuk persentase kepemilikan 20% sebesar
Rp100 M pada awal tahun 2017. Selama 2017, PT XYZ membukukan laba sebesar Rp60
Miliar dan mengumumkan serta membagikan dividen sebesar Rp10 Milar. Maka pengakuan
dan pencatatannya oleh PT ABC adalah sebagai berikut:

Jurnal mencatat pembelian saham PT XYZ :


Investment in PT XYZ Stocks 100 M
Cash 100 M

Tidak ada Jurnal mencatat laba dari PT XYZ dalam Metode Biaya :
NO JOURNAL

Jurnal saat Pengumuman Dividend dari PT XYZ :


Dividend Receivable 4M
Dividend Income (20% x Rp20M) 4M

Jurnal saat Pembayaran Dividend dari PT XYZ :


Cash 4M
Dividend Receivable (20% x Rp20M) 4 M

 Akuntansi untuk Investasi: Metode Ekuitas


Ilustrasi: PT ABC membeli saham PT XYZ untuk persentase kepemilikan 50% sebesar
Rp100 M pada awal tahun 2017. Selama 2017, PT XYZ membukukan laba sebesar Rp60
Miliar dan mengumumkan serta membagikan dividen sebesar Rp10 Milar. Maka pengakuan
dan pencatatannya oleh PT ABC adalah sebagai berikut:
Jurnal mencatat pembelian saham PT XYZ :
Investment in PT XYZ Stocks 100 M
Cash 100 M

Jurnal mencatat laba dari PT XYZ:


Investment in PT XYZ Stocks 30 M
Income from PT XYZ (50% x Rp60M) 30 M

Jurnal saat Pengumuman Dividend dari PT XYZ :


Dividend Receivable 10 M
Investment in PT XYZ (50% x Rp20M) 10 M

Jurnal saat Pembayaran Dividend dari PT XYZ :


Cash 10 M
Dividend Receivable (50% x Rp20M) 10 M

Berbeda dengan Metode Biaya, dalam metode ekuitas, perusahaan induk mencatat
laba perusahaan anak sebagai penambah Investasi pada perusahaan anak. Serta
mengakui adanya dividend sebagai pengurang dari Investasi pada perusahaan
anak.

 Perbandingan Metode Biaya dan Metode Ekuitas


 Opsi Pengukuran Investasi pada Nilai Wajar
Perusahaan dapat mengukur investasinya pada nilai wajar, namun tidak wajib. Dalam hal
perusahaan mengambil kebijakan pengukuran sebesar nilai wajar maka pengakuan atas
selisih nilai wajar dengan nilai buku adalah sebagai berikut:
Jurnal saat Nilai Wajar Investasi > nilai buku Investasi pada Perusahaan Anak :
Investment in PT XYZ Xxx
Unrealizes Gain on PT XYZ xxx

Jurnal saat Nilai Wajar Investasi < nilai buku Investasi pada Perusahaan Anak :
Unrealizes Loss on PT XYZ Xxx
Investment in PT XYZ xxx

 Akuntansi untuk Investasi: Metode Ekuitas + Konsolidasi


Ketika perusahaan induk memiliki kepemilikan saham pada perusahaan anak
sebesar lebih dari 50% maka perusahaan induk wajib melakukan konsolidasi laporan
keuangan dan melakukan eliminasi akun-akun yang resiprokal.
Akun-akun utama yang saling resiprokal antara lain: Akun Investasi pada PT Anak
(LK PT Induk), Common Stock, Retained Earnings (LK PT Anak), Income from PT
Anak (LK PT Anak), Net Income dan Dividend (LK PT Anak). Atas akun-akun
tersebut harus dilakukan Eliminasi. Dalam hal ini diasumsikan bahwa kepemilikan
PT Induk pada PT Anak adalah 100% sehingga tidak ada akun Non-Controlling
Interest (NCI) dan tidak ada perbedaan investasi dengan nilai buku.
Jurnal Basic Elimination:
Common Stock Xxx
Retained Earnings Xxx
Income from PT Anak xxx
Investment in PT Anak Xxx
Dividend Declared xxx

Jurnal Eliminasi Opsional untuk Akumulasi Depresiasi:


Accumulated Depreciation Xxx
Building & Equipment Xxx

Adapun format kertas kerja konsilidasi adalah sebagai berikut:


C
HAPTER 3: THE REPORTING ENTITY AND THE CONSOLIDATION OF LESS-THAN
WHOLLY OWNED SUBSIDIARIES WITH NO DIFFERENTIAL

Pada Chapter 2 telah dibahas mengenai konsolidasi dengan kepemilikan 100% dan
tidak ada perbedaan investasi dengan nilai buku. Pada chapter 3 ini akan dibahas terkait
konsolidasi dengan kepemilikan dibawah 100% dan tidak ada perbedaan investasi
dengan nilai buku.
Pada prinsipnya, perbedaan pada pencatatan untuk kepemilikan 100% dan kepemilikan
dibawah 100% pada saat konsolidasi hanya pangakuan pada kepentingan non
pengendali (Non Controlling Interest/NCI).

CHAPTER 4: CONSOLIDATION OF WHOLLY OWNED SUBSIDIARIES ACQUIRED


AT MORE THAN BOOK VALUE

Berdasarkan tabel diatas, pada chapter 4 ini akan dibahas mengenai konsolidasi dengan
kepemilikan 100% dan terdapat perbedaan antara nilai investasi dengan nilai buku.
Untuk mempermudah penjelasan maka akan dibahas melalui ilustrasi sebagai berikut:
Initial Year of Ownership
Peerless Products membeli semua saham Special Foods pada tanggal 1 Januari 20X1
sebesar $387,500. Terdapat kelebihan nilai buku sebesar $87,500. Harga akuisisi
termasuk kas sebesar $300,000 dan 60-day note sebesar $87,500 (dibayarkan selama
20X1). Pada tahun 20X1, Special Foods memperoleh pendapatan sebesar $50,000 dan
membagikan dividen sebesar $30,000. Special Food mencatat asset dan liabilities
sebagai berikut:

Pada tanggal akuisisi, semua asset dan liabilities Special Food mempunyai fair value
yang sama dengan nilai buku, kecuali untuk item-item di bawah ini:

Goodwill impairment loss: $3,000

Pencatatan jurnal di Peerless Product:


($5,000 inventory + $6,000 depreciation + $3,000 goodwill impairment = $14,000)

31 Desember 20X1
Equity-Method Worksheet for Consolidated Financial Statements, Initial Year of Ownership

CHAPTER 5
CONSOLIDATION OF LESS – THAN – WHOLLY – OWNED SUBSIDIARIES ACQUIRED AT
MORE THAN BOOK VALUE
Banyak dari contoh akuisisi perusahaan yang dibahas sejauh ini, perusahaan yang mengakuisisi
telah membeli 100 persen dari saham yang beredar dari perusahaan yang diakuisisi. Namun,
pembeli tidak selalu memperoleh 100 persen kepemilikan dari perusahaan target.

A NONCONTROLING INTEREST IN CONJUNCTION WITH A DIFFERENTIAL


Bab ini terus membangun di atas fondasi yang ditetapkan dalam Bab 2 hingga 4 terkait dengan
konsolidasi anak perusahaan yang dimiliki mayoritas. Bahkan, Bab 5 merupakan puncak dari
proses pembelajaran kami yang terkait dengan prosedur yang terkait dengan proses konsolidasi.
Bab 5 menggabungkan kompleksitas yang diperkenalkan pada Bab 3 dan 4. Secara khusus, Bab
5 membahas situasi di mana perusahaan yang mengakuisisi membeli kurang dari 100 persen
dari saham yang beredar dari perusahaan yang diakuisisi (Bab 3) dan membayar jumlah yang
lebih tinggi daripada proporsinya bagian dari nilai buku aset bersih (Bab 4).

CONSOLIDATED BALANCE SHEET WITH MAJORITY-OWNED SUBSIDIARY


Proses konsolidasi untuk anak perusahaan yang kurang dimiliki sepenuhnya dengan diferensial
adalah sama dengan proses untuk anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki dengan suatu
perbedaan kecuali bahwa klaim dari kepentingan non-pengendali harus dipertimbangkan.
Contoh dari Peerless Products Corporation dan Special Foods Inc. dari Bab 4 akan berfungsi
sebagai dasar untuk mengilustrasikan prosedur konsolidasi ketika induk perusahaan memiliki
kurang dari kepemilikan penuh dari anak perusahaan. Asumsikan bahwa pada 1 Januari 20X1,
Peerless mengakuisisi 80 persen saham biasa Makanan Khusus seharga $ 310.000. Pada
tanggal tersebut, nilai wajar dari bunga tidak terkendali diperkirakan $ 77.500. Situasi
kepemilikan dapat dilihat sebagai berikut, ketika total nilai wajar Makanan Khusus sama dengan
jumlah dari nilai wajar dari pertimbangan yang diberikan dan nilai wajar dari bunga yang tidak
terkontrol:

Neraca Peerless dan Special Foods muncul segera setelah akuisisi pada Gambar 5-1. Pada
tanggal akuisisi, nilai wajar dari semua aset dan kewajiban Makanan Khusus adalah sama
dengan nilai bukunya kecuali seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5-2.
Kelebihan dari total nilai wajar $ 387.500 dari pertimbangan yang diberikan dan bunga yang tidak
terkontrol pada tanggal kombinasi lebih dari $ 300.000 nilai buku Makanan Khusus adalah $
87.500. Dari total $ 87.500 diferensial ini, $ 75.000 terkait dengan kelebihan nilai wajar tanggal
akuisisi atas nilai buku aset bersih yang dapat diidentifikasi dari Makanan Khusus, seperti yang
ditunjukkan pada Gambar 5-2. Sisanya $ 12.500 dari diferensial, kelebihan dari pertimbangan
yang diberikan dan kepentingan yang tidak terkendali atas nilai wajar aset bersih yang ditentukan
oleh Makanan Khusus, ditetapkan untuk goodwill. Karena Peerless hanya mengakuisisi 80
persen dari saham biasa yang beredar dari Special Foods, saham Peerless dari total diferensial
adalah $ 70.000 ($ 87,500 × 0,80). Secara khusus, pangsa Peerless dari nilai wajar yang
berlebihan atas nilai buku dari aset bersih yang dapat diidentifikasi (NA) adalah $ 60.000 ($
75.000 × 0,80) dan bagiannya dari goodwill adalah $ 10.000 ($ 12,500 × 0,80). Peerless ’share
nilai buku aset bersih Makanan Khusus adalah $ 240.000 (0,80 × [CS $ 200.000 + RE $
100.000]). Akibatnya, harga akuisisi Peerless sebesar $ 310.000 berlaku untuk nilai buku dan
komponen diferensial dari nilai wajar Makanan Khusus sebagai berikut:

Dengan asumsi bahwa Peerless memutuskan untuk menyiapkan neraca konsolidasi pada
tanggal diakuisisi, komponen nilai buku dari harga akuisisi dibagi antara Peerless dan bunga
tidak terkendali sebagai berikut:
CHAPTER 6 : INTERCOMPANY INVENTORY TRANSACTIONS
 OVERVIEW OF THE CONSOLIDATED ENTITY AND INTERCOMPANY
TRANSACTIONS
Entitas yang dikonsolidasikan merupakan kumpulan dari sejumlah perusahaan yang
berbeda. Keuangan pernyataan yang disiapkan oleh afiliasi individu dikonsolidasikan ke
dalam satu set laporan keuangan yang mewakili posisi keuangan dan hasil operasi
keseluruhan entitas ekonomi seolah-olah perusahaan tunggal.

Berdasarkan gambar diatas mengilustrasikan entitas terkonsolidasi dengan masing-


masing perusahaan afiliasi terlibat dalam transfer antar perusahaan dan transaksi dengan
pihak eksternal. Dari sudut pandang konsolidasi, hanya transaksi dengan pihak di luar
entitas ekonomi termasuk dalam laporan laba rugi. Dengan demikian, anak panah
melintasi batas konsolidasi entitas pada Gambar diatas mewakili transaksi yang termasuk
dalam operasi hasil dari entitas yang dikonsolidasikan untuk periode tersebut. Transfer
antar perusahaan afiliasi, ditunjukkan pada Gambar diatas karena panah-panah itu tidak
melintasi batas konsolidasi entitas, sama dengan transfer antar divisi operasi dari satu
perusahaan dan tidak dilaporkan dalam laporan konsolidasi.

1. Elimination of Intercompany Transfers


Hanya transaksi “arms-length” (yaitu, yang dilakukan antara yang sepenuhnya
independent pihak-pihak yang bertindak untuk kepentingan terbaik mereka
sendiri) dapat tercermin dalam keuangan konsolidasi pernyataan. Dengan
demikian, semua aspek transfer antar perusahaan harus dihilangkan dalam
mempersiapkan konsolidasi laporan keuangan sehingga pernyataan muncul
seolah-olah mereka dari satu perusahaan. ASC 810-10-45-1 menyebutkan saldo
akun terbuka, kepemilikan keamanan, penjualan dan pembelian, serta bunga dan
dividen sebagai contoh saldo dan transaksi antar perusahaan
yang harus dihilangkan.

2. Elimination of Unrealized Profits and Losses


Perusahaan biasanya mencatat transaksi dengan afiliasi atas dasar yang sama
dengan transaksi dengan non-afiliasi, termasuk pengakuan untung dan rugi.
Untung atau rugi dari penjualan suatu barang kepada pihak terkait biasanya
dianggap sudah direalisasikan pada saat penjualan dari penjualan perspektif
perusahaan, tetapi laba tidak dianggap direalisasikan untuk tujuan konsolidasi
sampai dikonfirmasi, biasanya melalui penjualan kembali ke pihak yang tidak
terkait. Keuntungan yang belum dikonfirmasi ini dari transfer antar perusahaan
disebut sebagai laba antar perusahaan yang belum direalisasi.

 INVENTORY TRANSACTIONS
1. Transfers at a Profit or Loss
Perusahaan menggunakan berbagai pendekatan dalam pengaturan harga
transfer antar perusahaan. Di beberapa perusahaan, harga jual ke afiliasi sama
dengan harga untuk pelanggan lainnya.

Perusahaan A memiliki total penjualan antar perusahaan $ 4.000 kepada


Perusahaan B dengan total laba kotor penjualan ini $ 800. Penjualan ini dapat
dibagi menjadi dua kategori: (1) mereka yang Perusahaan B akhirnya dijual
kembali selama periode berjalan, $ 3.000, dan (2) yang masih ada di Perusahaan
Inventaris B pada akhir periode akuntansi, $ 1.000.

Laba kotor adalah $ 1.000. Jadi, persentase laba kotor adalah 10 persen ($ 1.000
÷ $ 10.000). Jika kami menganggap persentase laba kotor adalah sama di semua
penjualan antar perusahaan, kami bias memperkirakan laba kotor yang belum
direalisasi pada penjualan antar perusahaan (sudut kanan bawah dari grafik)
dengan mengalikan saldo di tangan dalam persediaan antar perusahaan dengan
laba kotor persentase untuk menghitung laba kotor yang belum direalisasi
sebesar $ 300 ($ 3,000 × 10%).
Pencatatan Jurnal di Peerless Product :

Resale in Period of Intercorporate Transfer (Dijual kembali dalam Periode


Transfer Antar Perusahaan)

Tinjauan atas semua entri yang dicatat oleh masing-masing perusahaan


menunjukkan bahwa saldo yang salah akan dilaporkan dalam laporan laba rugi
konsolidasi jika efek dari antar perusahaan penjualan tidak dihapus:
Resale in Period Following Intercorporate Transfer

Entri Metode Ekuitas — 20X1

Di bawah metode ekuitas yang sepenuhnya disesuaikan, Peerless


mempertahankan seluruh $ 3.000 menggunakan entri metode ekuitas berikut:

Consolidation Worksheet—20X1
31 Desember 20X1
Consolidation Worksheet, Period of Intercompany Sale; Downstream Inventory Sale
CHAPTER 7:
Intercompany Transfers of Noncurrent Assets and
Services

Chapter 7 membahas tentang konsep terkait dengan pemindahan


long term asset dan jasa antara perusahaan induk dengan anak perusahaan serta
bagaimana mempersiapkan jurnal equity method dan elimination entry untuk transaksi-
transaksi tersebut.

INTERCOMPANY LONG-TERM ASSET TRANSFERS

Berikut ilustrasi mengenai berbagai proses penjualan intercompany menggunakan tanah sebagai
contoh
Figure 7-1 menyajikan rangkaian transaksi yang melibatkan induk perusahaan dan anak
perusahaannya. .Pertama, induk perusahaan melakukan pembelian tanah dari pihak lain yang
tidak berhubungan. Kemudian perusahaan induk menjual tanah tersebut kepada anak
perusahaan dan anak perusahaan menjual tanah dari perusahaan induk tersebut kepada pihak
lain yang tidak ada kaitannya dengan perusahaan. Transaksi tersebut diilustraskan sebagai
berikut :
Transaksi 1 : Perusahaan induk membeli asset dari outsider seharga $10,000
Transaksi 2 : Perusahaan induk menjual asset dari outsider tersebut kepada perusahaan anak
seharga $15,000
Transaksi 3 : Perusahaan anak menjual kembali asset yang dibeli dari perusahaan induk ke
outsider lain seharga $25,000

Case A
Transaksi tersebut berlangsung pada periode akuntansi yang sama. Jumlah yang tercatat pada
transaksi adalah sebagai berikut
Case B
Hanya transaksi 1 yang selesai pada periode akuntansi yang sama. Jumlah yang tercatat pada
transaksi adalah sebagai berikut

Case C
Hanya transaksi 1 dan transaksi 2 yang selesai pada periode akuntansi yang berlangsung.
Transaksi 1 dan transaksi 2 terjadi pada periode sebelumnya. Pencatatan transaksi adalah
sebagai berikut

Case D
Hanya transaksi 3 yang selesai pada periode akuntansi yang berlangsung. Transaksi 1 dan
transaksi 2 terjadi pada periode sebelumnya. Pencatatan transaksi adalah sebagai berikut
INTERCOMPANY LAND TRANSFER

Peerless Products Corporation mengakuisisi tanah seharga $20,000 pada 1 Januari


20X1 dan menjualnya pada anak perusahaannya, Special Foods Incorporated pada 1
July 20X1 seharga $35,000

Pencatatan jurnal di Peerless Product untuk pembelian tanah dan penjualan ke Special
Food :

Pencatatan jurnal di Special Food untuk pembelian tanah dari Peerless :

Jika terjadi keuntungan atau kerugian atas asset yang dikeluarkan tersebut, perusahaan
induk dapat memilih menggunakan equity method untuk menghapus unrealized gain

Downstream sale of land

Jurnal Equity method, penyesuaian penuh – 20X1

Selama 20X1, Peerles mencatat pendapatan dan dividen Special Foods’ dengan
adjustment penuh menggunakan equity-method berikut

Dengan penyesuaian penuh equity method, menangguhkan $15,000


Pada 31 Desember 20X1, account equity method Peerless’ sebagai berikut

December 31, 20X1, Consolidation Worksheet, Period of Intercompany Sale;


Downstream
Sale of Land
CHAPTER 8
Transfer at par value

Transfer at discount
Entries by Debtor

Entries by Investor
elimination entries
Chapter 9
Consolidation Ownership Issues

Konsolidasi dengan Saham Luar Biasa Yang dimiliki Anak Perusahaan


Selama penyusunan laporan keuangan konsolidasi, jumlah anak
perusahaan
ekuitas pemegang saham yang diperoleh kepada pemegang saham pilihan harus
ditentukan sebelum melakukan transaksi dengan penghapusan kepemilikan saham
bersama antar perusahaan. Jika induk memegang beberapa saham preferen anak
perusahaan, bagiannya dari saham preferen yang disukaiharus dihilangkan. Setiap
bagian dari bunga saham preferen anak perusahaan yang tidak dipegang oleh orang tua
ditugaskan untuk kepentingan non-kontrol.
 Sebagai gambaran penyusunan laporan keuangan konsolidasi dengan anak
perusahaan
saham preferen yang beredar, ingat informasi berikut dari contoh dari Peerless Products
Corporation dan Special Foods Incorporated yang digunakan sebelumnya bab:
 1. Peerless Products membeli 80% saham umum Special Foods pada tanggal 1
Januari,
20X1, dengan nilai bukunya $ 240.000. Pada tanggal kombinasi, nilai wajar Khusus
Stok makanan umum yang dipegang oleh pemegang saham yang tidak mengontrol
sama dengan bukunya nilai $ 60.000.
 2. Peerless Products menghasilkan pendapatan dari operasinya sendiri sebesar $
140.000 dalam 20X1 dan mengumumkan dividen sebesar $ 60.000.
 3. Makanan Khusus melaporkan pendapatan bersih sebesar $ 50.000 dalam 20X1 dan
mengumumkan dividen umum $ 30.000. Juga berasumsi bahwa pada 1 Januari 20X1,
segera setelah kombinasi, Makanan Khusus menerbitkan $ 100.000 dari 12 persen
saham preferen pada nilai nominal, tidak ada yang Peerless dibeli. Dividen biasa $
12.000 disukai dibayar dalam 20X1.
 4. Asumsikan bahwa akumulasi penyusutan pada buku Makanan Khusus pada akuisisi
tanggal adalah $ 200.000.

Allocation of Special Foods’ Net Income

Special Foods’ net income, 20X1 $50,000


Less: Preferred dividend ($100,000 × 0.12) (12,000)
Special Foods’ income accruing to common shareholders $38,000
Peerless’ proportionate share × 0.80
Peerless’ income from Special Foods $30,400
Penghasilan yang ditetapkan untuk kepentingan non-kontrol untuk 20X1 adalah total
Makanan Khusus dividen yang disukai dan saham 20% dari pemegang saham biasa
yang tidak dapat dikendalikan Pendapatan Special Foods sebesar $ 38.000 yang tersisa
setelah dikurangi dividen yang disukai dikurangi:

Meskipun laba bersih konsolidasi tidak terpengaruh oleh dividen yang disukai, jumlahnya
dialokasikan untuk kepentingan pengendali dipengaruhi karena penghasilan yang
dialokasikan ke bunga yang tidak terkendali dikurangi untuk sampai pada jumlah yang
dialokasikan untuk pengendalian bunga. Dalam contoh ini, perhitungan dan alokasi laba
bersih konsolidasi adalah
sebagai berikut:

Anda mungkin juga menyukai