Pengertian Politik Etis
Politik Etis atau Politik Balas Budi merupakan suatu pemikiran yang menyatakan bahwa
pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi.
Latar Belakang Politik Etis
Sistem tanam paksan memunculkan penderitaan rakyat Indonesia
Sistem ekonomi liberal tidak dapat memperbaiki kesejahteraan rakyat
Belanda memberi penekanan dan penindasan kepada rakyat
Rakyat kehilangan tanahnya
Terdapat kritik dari kaum intelektual Belanda sendiri
Manfaat Politik Etis
Munculnya kalangan terpelajar.
Irigasi banyak diperbaiki.
Hasil produksi meningkat.
Persebaran penduduk ke berbagai tempat.
Tokoh Politik Indonesia
P. Brooshoof, redaktur surat kabar De Lokomotif, yang pada tahun 1901 menulis buku berjudul
De Ethische Koers In de Koloniale Politiek (Tujuan Ethis dalam Politik Kolonial).
F. Holle, banyak membantu kaum tani.
Van Vollen Hoven, banyak memperdalam hukum adat pada beberapa suku bangsa di Indonesia.
Abendanon, banyak memikirkan soal pendidikan penduduk pribumi.
Leivegoed, jurnalis yang banyak menulis tentang rakyat Indonesia.
Van Kol, banyak menulis tentang keadaan pemerintahan Hindia Belanda.
Douwes Dekker (Multatuli), dalam bukunya yang berjudul Max Havelaar berisi kritikan terhadap
pelaksanaan tanam paksa di Lebak, Banten.
Tujuan Politik Etis
Meningkatkan Edukasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Membuat Irigasi bertujuan membangun sarana dan jaringan pengairan.
Transmigrasi dan imigrasi adalah mengorganisasi perpindahan penduduk.